Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik

Review Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik Karya Kazuhana El Ratna Hida
Dongeng Fantasi Pembentuk kepribadian baik


Spesifikasi Buku :
Judul : Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik
Penulis : Kazuhana El Ratna Hida
Penerbit : Visi Mandiri
Tehun Terbit : 2016
Tebal : 144 halaman + bonus sticker
ISBN : 978-602-317-318-1

Sinopsis :
Melalui membaca cerita, anak-anak dapat memperoleh banyak pengetahuan dan nilai moral yang baik untuk menunjang pembentukkan kepribadian mereka. 

Buku "Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik" hadir dengan dongeng fantasi yang dilebgkapi gambar full colour yang akan membantu mengasah imajinasi anak-anak.

Buku ini juga sarat dengan pesan-pesan moral sehingga mendorong anak-anak untuk memiliki budi pekerti dan sifat yang baik.


Review:
Alhamdulillah, kali ini rezekinya Ziqri menambah khazanah bacaannya melalui buku Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik. Buku ini saya peroleh dari blogtour yang diadakan langsung penulisnya bekerjasama dengan blogger buku.

Kisah nyata yang membawa hoki

Kesan pertama saya menyukai ukuran bukunya, tidak terlalu tebal, besarnya masih dirasa pas dalam gengaman anak. Cover buku yang bewarna-warni mengundang anak-anak untuk membaca. Judul buku yang dicetak timbul, membuat Ziqri semangat untuk meraba satu persatu hurufnya sambil berusaha menyebutkan nama hurufnya (meskipun masih asal-asalan saja). Kertas buku yang digunakan juga berkualitas baik, meski masih mudah disobek oleh tangan-tangan mungil.

Ada 15 dongeng yang dikemas dalam bahasa yang mudah dpahami anak-anak : 
  1. Peri Gigi, Lucia dan Kurcaci
  2. Rara dan carol si Kelinci
  3. Kembalinya Putri Elia
  4. Dini dan Negeri Peri
  5. Mala dan Saputangan Ajaib
  6. Bencana Kertas Lipat
  7. Kue Kebaikan
  8. Mona dan Karel si Peri Buku
  9. Mawar yang sombong
  10. Si Manis dan Gajah yang Angkuh
  11. Molly Si kucing Belang
  12. Kupu-kupu dan Peri Hutan
  13. Lori Barbie Berambut Cokelat
  14. Sepatu-sepatu Cindy
  15. Jangan Salah Sangka

Dari segi penokohan, sayangnya karakter utama dalam cerita didominasi tokoh anak perempuan. Hanya satu judul cerita saja yang mewakili anak lelaki, selebihnya dua cerita tidak secara spesifik mengarah pada jenis kelamin tertentu. Penafsiran ini saya peroleh dari nama tokoh yang feminin, misalnya Lily, Molly, putri-putrian, ratu dan para peri ataupun ilustrasi yang digambarkan.

Setiap halaman dilengkapi dengan ilustrasi yang meriah dan colourful, menarik bagi anak-anak. Namun menurut saya, karena ini bukan buku terjemahan, lebih apik lagi seandainya ilustrasi tokoh lebih mewakili anak-anak Indonesia, misalnya warna rambut yang lebih gelap. 

Ceritanya sendiri, beberapa ada yang sudah cukup familiar, namun dengan cerdik dikemas dalam versi modern yang lebih menarik oleh penulis. Misalnya  perselisihan antara gajah dan semut. Masing-masing cerita memiliki muatan positif yang di tegaskan kembali dalam kolom pesan cerita pada bagian akhir setiap judul cerita. Pesan ceritanya sederhana dan sangat dekat dengan keseharian anak-anak, misalnya rajin menyikat gigi, tekun belajar dan membaca, rajin membantu orang tua dan banyak lagi. keseluruhan pesan inilah yang pada akhirnya diharapkan mampu membentuk karakter anak yang lebih positif. 

Buku dongeng ini hadir disaat yang menurut saya sangat tepat. Presiden Joko Widodo dalam pidatonya sehubungan dengan perayaan hari guru Nasional di Sentul, Bogor 27 November 2016 menekankan pentingnya penanaman karakter positif bagi anak didik. Penanamam karakter positif ini merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua dan lingkungan sekitar. Salah satu metode edukasi yang paling efektif dalam menanamkan karakter positif ini ialah melalui dongeng. Melalui dongeng anak-anak akan diajak memahami sesuatu dengan cara yang menyenangkan, penuh imajinasi bahkan dapat berlangsung secara interaktif tanpa terkesan menggurui. 

Oleh karena itu, saya berusaha menghadirkan dongeng kepada Ziqri sebagaimana ayah saya dulu sering mendongengkan saya dan adik berbagai kisah yang menarik. Memang untuk seusia Ziqri, masih saya bacakan dan saya ganti beberapa kalimat yang sekiranya lebih pas bagi pemahamannya. Semoga saya bisa selalu istiqomah dan tujuan akhirnya tentu agar Ziqri selalu menyukai kegiatan membaca buku.

Ohya, buku ini sempat dibaca beramai-ramai, bersama dengan teman-teman bermain Ziqri di rumah eyangnya. Seru! Anak-anak yang cewek berebutan ingin membaca karena tertarik dengan ilustrasinnya.

Teman Ziqri, kebanyakan cewek.
Kucel, belum mandi habis manjatin pohon kedondong.

Nah, ayah - bunda yang berminat membacakan dongeng bagi putra-putrinya, buku ini boleh banget dijadikan pilihan. Price wise dengan harga Rp 50.000,- manfaat yang didapat sudah berlimpah. Buku ini telah tersedia di toko buku besar di seluruh Indonesia. Atau dapat juga menghubungi langsung penulisnya.