Ongkos Kirim Ke Alamat Rumah Mahal? Ini 5 Cara Saya Menyiasatinya

Cara menghemat ongkos kirim belanja online ke Alamat Rumah agar tidak terlalu mahal
Tips hemat ongkos kirim belanja online

"Minta totalan Sis, sekalian dengan ongkos kirimnya ya" Begitu biasanya kalimat pamungkas saya setelah tercapai kesepakatan dengan MbakSis pedagang online shop.
"Boleh mbak, alamatnya dimana ya? Biar saya cek dulu", MbakSis olshop membalas secepat kilat.
"Alamat saya di Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepulauan Riau"
"Oke, sebentar ya mbak"
.....
Dan beberapa saat kemudian, saya dapat jawaban setipe dari MbakSis Olshop "Mbak, ongkirnya lumayan, lho.. ini saya kirim screen capturenya yaa. Bla..bla..bla.."

Memang, kalimat yang saya bold tidak pasti persis sama, tapi saya sampai hafal reaksi mbakSis Olshop. Lah, yang mau ngirim aja ngerasa lumayan, gimana saya, si pembelinya? 

Dilema Ongkir Mahal

Ongkos kirim (ongkir) adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan belanja daring. Bagi teman-teman yang tinggal di Ibukota atau masih di pulau Jawa, ada banyak kemudahan terkait kirim mengirim barang ini.

Mulai dari layanan antar secara cuma-cuma, promo gratis ongkir, dan banyak alternatif pengiriman lain yang memungkinkan. Misalnya dengan memanfaatkan jasa ojek online. pembayaran melalui COD, atau bila membeli dari penjual perorangan, dan masih satu kota, ajak bertemu di meeting point yang letaknya berdekatan.

Nah, berhubung saat ini saya tinggal di Kepulauan Riau, yang ongkir pengiriman dalam negeri pun relatif mahal. 

Yah, wajar saja, jarak yang cukup jauh dari ibukota ditambah biaya perjalanan menyeberangi lautan membuat cost yang diperlukan untuk mengirim paket menjadi lebih besar.

Demi menyiasatinya, ini tips hemat ongkir yang biasa saya terapkan :
1. Survey penjual.
Sebelum berbelanja, cek dulu, apakah ada penjual atau situs e-commerce yang menjual barang incaran kita, yang sedang menawarkan gratis atau subsidi ongkir?

Sekiranya tak ada, survey lagi penjual barang yang serupa (bisa dari merek yang sama atau yang memiliki kualitas setara), siapa tahu ada yang berada di lokasi yang lebih dekat.

2. Buat list kebutuhan, usahakan membeli dari satu penjual.
Ongkir biasa dihitung berdasarkan berat Per kilogram atau dimensi (ukuran panjang X lebar X tinggi) paket yang kita kirimkan. Bila barang yang kita inginkan terhitung ringan, sebenarnya kita bisa meminta penjual yang sama memasukan barang lainnya.

Contohnya, saat saya dulu berburu newborn stuffs Ziqri, saya buat daftar berbagai keperluan dan order di satu penjual yang sama. Membuat list belanjaan ini banyak manfaatnya, selain agar tidak melebihi budget, penting biar tidak lapar mata dan malah membeli yang tidak perlu.


Alternatif lain, bisa juga mengajak saudara atau teman yang sama-sama mengincar produk dari penjual online tertentu tadi. Artinya, ongkirnya bisa patungan, kan?

3. Minta penjual mengirim barang dengan menggunakan jasa pengiriman termurah.
Saat ini, brand jasa pengiriman barang semakin banyak. Masing-masing hadir dengan penawaran yang variatif dan harga yang kompetitif. Cek lewat website resminya. Untuk mengirim barang berjumlah atau berukuran besar, bisa sekalian periksa kata kunci jasa kargo.

Ketika berbelanja online, Pihak e-commerce biasanya memberikan keleluasaan pada konsumennya untuk memilih jasa pengiriman barang yang kita inginkan. Sayangnya tidak semua pedagang online perorangan memiliki kebijakan tersebut.

Kecuali telah dijelaskan dalam caption atau keterangan lainnya bahwa jasa pengiriman yang digunakan telah fix, saya selalu berusaha menego terlebih dahulu. Misalnya, saya bersedia bila si penjual hanya punya waktu di akhir pekan untuk mengirimkan paket saya melalui kantor pos. Gapapa lama nyampenya, yang penting hemat cyn!

4. Siapkan alamat cadangan di lokasi yang ongkirnya lebih bersahabat namun mudah (dan murah) di tuju.
Saya selalu menggunakan alamat kantor atau rumah adik ipar yang berada di Pulau Batam. Lebih murah dan lebih cepat sampai.

Paket bisa saya terima setelah dijemput atau dititipkan ke anggota keluarga lain yang menuju Belakangpadang.


5. Belanja Ketika Ada Promo Diskon
Siapa sih yang ga kepengen berbelanja dengan harga hemat? Penghujung tahun adalah saat yang tepat untuk membeli barang secara daring. Pesta diskon digelar menyambut hari besar keagamaan dan tahun baru. Puncaknya ialah Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) yang biasa 'diperingati' setiap tanggal 12 Desember (1212).

Tahun ini ada 200an e-commerce yang berpartisipasi. Maju pesat dibanding 5 tahun lalu (12-12-12),  saat pertama kali dicanangkan, hanya ada 7 raksasa e-commerce yang ikut serta.

Salah satu pelopornya ialah Zalora Indonesia, yang secara konsisten kembali menggelar promo Harbolnas 2017.

Lumayan, selisih harganya bisa kita alokasikan untuk menutupi biaya ongkir.



Jadi, sudah siap memburu produk idaman kita?