Transit Selama 5 Jam di Batam? Sempatkan ke Icon Batam Berikut

Transit di Batam, kunjungi icon berikut : Jembatan I Barelang, tulisan Welcome To Batam, Menara Mesjid Jabal Arafah, Nagoya Hill dan Bolu Awak
Hai Assalamualaikum.
Meski sudah mengazamkan diri rajin posting, kenyataannya saya masih disibukan dengan printilan after party-nya pernikahan adik saya. Ditambah lagi saya sudah mulai mengajar. Cerita lebih lengkap tentang keduanya akan saya bahas di postingan berikutnya.. Yang lebih menarik untuk saya ceritakan ialah acara jalan-jalan singkat di Batam.

Seperti yang pernah saya ceritakan, karena pernah dititipkan di rumah Oma, saya sangat dekat dengan dua orang kakak perempuan ibu. Saya memanggilnya dengan sebutan mama (dan papa kepada suaminya) serta waknga.

Ketiganya datang menghadiri pernikahan adik saya. Sebelum bertolak kembali ke Palembang, kami menyempatkan diri menginap di Batam.

Kapal Oceana yang kami tumpangi, tiba dari Tanjung Balai Karimun pukul 11.15 WIB. Setelah check in di hotel, istirahat dan makan siang, ba'da Zhuhur kami mulai jalan-jalan.

Waktu yang ditargetkan hanya sampai sore. Karena faktor usia, gerakan tidak terlalu lincah dan tidak boleh terlalu lelah, maka tidak bisa mengunjungi terlalu banyak lokasi.

Alhamdulillah kami masih sempat mengunjungi beberapa icon kota dan Pulau Batam, yaitu :

1. Jembatan I Barelang

Tumben-tumbennya ini bocah mau di foto
Icon Pulau Batam warisan pak B.J Habibie ini adalah lokasi pertama yang kami tuju. Alhamdulillah jalanan lancar, sehingga dari pusat kota hingga ke Jembatan I yang bernama Jembatan Tengku Fisabilillah ini dapat ditempuh kurang dari satu jam.

Cuaca terik membuat kami hanya berpose sejenak di menara pandang (di gerbangnya tertulis Kawasan Wisata Dendang Melayu) dan segera berputar arah setelah melewatinya. Sebenarnya masih ada 5 jembatan lagi yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Rempang dan Pulau Galang. Sayangnya kami mengejar waktu, padahal saya masih penasaran dengan camp eks pengungsi Vietnam di daerah Jembatan V.

2. Tulisan "Welcome To Batam"

Wak Nga dan Mama
Biasanya saya mengambil foto dari kawasan Mesjid Raya Batam Centre. Namun kali ini atas saran supir mobil sewaan, kami berfoto dari lapangan parkir Asrama Haji. Memang hasil foto dengan sign ala ala Hollywood ini terlihat lebih dekat.

3. Nagoya Hill Shopping Mall

Pusat perbelanjaan terbesar di Batam. Segala ada. Tetapi kalau yang diincar adalah ponsel sebaiknya kunjungi Lucky Plasa yang berseberangan dengan Nagoya Hill.

4. Mesjid Jabal Arafah

Ziqri dan Oma Ciknya
Puas memborong, kami mengakhiri hari di Mesjid Jabal Arafah yang bersebelahan dengan Nagoya Hill. Lokasinya asri dan sangat instagramable, meski masih dalam tahap pembangunan.

Ada fasilitas menara pandang dengan fasilitas full AC. Pengunjung dapat menyaksikan pemandangan spektakuler kota Batam bahkan hingga siluet Singapura di kaki langit. Biayanya ialah Rp 5.000,- untuk dewasa dan Rp 3.000, - untuk anak-anak. Dibayarkan sebelum menaiki elevator.

Ada beberapa ketentuan yang harus ditaati, diantaranya harus berbusana muslim, tidak boleh berpacaran apalagi berpegangan tangan non-muhrim, serta menara akan ditutup sepuluh menit sebelum waktu Adzhan tiba

Pemandangan dari Menara Pandang Mesjid Jabal Arafah

5. Pusat oleh-oleh


Saat ini aneka pusat oleh-oleh telah menjelma menjadi icon kota Batam. Ga afdol rasanya meninggalkan kota Batam tanpa membawa tentengan berlabel demikian. Yang menjadi favorit saya saat ini ialah Bolu Awak. Varian baru yaitu rasa cheesy Taro (kejunya lebih banyak hingga 50% kue) dijual seharga Rp 35.000,-. Lokasinya strategis dan menyatu dengan hotel yang kami inapi di kawasan Baloi.

Baca juga : Bolu Awak

Tips dari saya :
* Sewa kendaraan (rental) mobil Avanza plus sopir berkisar Rp 500.000,- / 12 jam. Tarif ini akan lebih mahal jika menggunakan taksi hotel. Sebagai gambaran, di hotel yang saya tempati tarifnya Rp 300.000 / 3 jam atau Rp 500.000,- / 8 jam. Pastikan juga tarif include biaya bensin.

* Untuk yang backpakeran, manfaatkan busway (trans Batam). Memang belum mencapai kawasan Barelang, tapi bisa diakali dengan naik yang jurusan Batu Aji dan turun di Simpang Barelang lalu lanjutkan dengan memesan go-car. Saya iseng cek, tarif go-car langsung ke jembatan I dari hotel di kawasan Baloi adalah Rp 77.000,-. Sementara tarif taksi dari hotel ialah Rp 177.000,- sekali jalan (hanya mengantar).

* Bila akan terbang di sore harinya, pastikan masih ada minimal kelebihan waktu 2 jam dari waktu check in, ulangi waktu check in ya.. Jaga-jaga karena akhir-akhir ini Batam cukup macet.

*  Bawa persediaan air minum yang cukup serta payung atau topi. Apabila cuaca cerah. Kawasan Barelang dan tulisan "Welcome To Batam" panas, sedikit berdebu dan penjual menerapkan 'harga turis' untuk jualannya.

* kalau tertarik mengabadikan diri, di sepanjang jembatan Barelang dan kawasan Wisata Dendang Melayu banyak terdapat tukang foto dengan kamera digital yang mumpuni. Hasilnya berupa foto ukuran 10 R dengan kualitas lumayan bagus, selesai dalam tempo 10 menit dengan biaya Rp 20.000,- / gaya.

* Waktu terbaik mengunjungi Jembatan Barelang ialah sore hari, karena banyak penjaja makanan yang menawarkan aneka dagangan, misalnya jagung bakar. Jagungnya benar-benar produk lokal dari ladang seputaran jembatan.

* Penjual tas / dompet / tali pinggang / parfum ori maupun KW dll di Nagoya Hill itu sesungguhnya masih bisa di tawar. So, gunakan kemapuan nawar terbaik untuk memperoleh best deal. Penjual menolak? Cek toko sebelah cyn! Masih banyak pilihan lain dengan barang hampir serupa.

* Jika baru pertama kali ke Batam, jangan percaya rayuan taksi pelabuhan / bandara untuk menginap di hotel tertentu. Mereka mayoritas akan mendapatkan fee dari hotel tersebut bila berhasil membawa tamu. Saran saya, cek dulu aplikasi pemesanan hotel online. Banyak penawaran hemat dan kita bisa memastikan sesuai preferensi. Saya sendiri bila untuk sekedar tidur beberapa jam, cenderung memilih budget hotel di bangunan baru. Lebih terjamin kebersihannya. Dari mana kita tahu baru atau tidaknya? Lagi-lagi andalkan om gugel dengan kata kunci peresmian hotel yang kita incar. Perkiraan saya, sepertiga hotel di Batam ialah hotel lama dengan interior yang sudah lama pula, jadi kurang nyaman.

So, kalau sedang transit di Batam, sempatkan diri berkeliling yaaa..