Kontroversi Adaptasi The First Night With The Duke
Wah, beberapa waktu yang lalu, timeline sosial media saya (yang memang minatnya buku/komik dan film/series) ramai mengenai Pro dan Kontra Drama Korea terbaru The First Night With The Duke. Tayangan perdananya pada hari Rabu, 11 Juni 2025 di KBS2 atau bisa disaksikan di platform Kuning.
Sejujurnya saya sudah terpapar spoiler tentang Drakor adaptasi Webtoon ini sejak beberapa bulan terakhir. Materi promo yang menampilkan Ock Taecyeon dari 2 PM dan Seohyun dari Girls Generation (SNSD) hanya membuat saya ngebatin "2nd Gen K-Pop Idol supremacy nih". Ya, meski saya ga terlalu into K-Pop tapi adik saya suka. Ada masanya saya jadi ikutan mendengarkan lagu dari kedua grup tersebut.
Judulnya pun tidak menimbulkan kesan mendalam, hanya terlintas bahwa saya pernah baca Webtoon / Manhwa berjudul serupa beberapa tahun yang lalu.
Setelah nonton episode perdananya di aplikasi si Kuning, baru lah saya ngerasa "Hah, Heh, Hoh, sepertinya ada yang beda dari versi adaptasi ini deh, tapi apa yaa??". Setelah timeline rame membahasnya baru saya ngeh : oalaaah settingnya berubah! Jelas hal-hal lain ikut beradaptasi dalam adaptasi ke serial yang rencananya akan tayang sebanyak 12 Episode ini.
Koq bisa saya ga sadar dari awal? Menurut rasionalisasi saya, saya tuh di era pandemi, dalam waktu yang bersamaan baca (mungkin) puluhan judul Manga / Manhwa di aplikasi legal maupun non legal (jangan ditiru Hoahaha, eh, tapi sekarang app non-legalnya udah banyak di block Kominfo sih.. Agak sedih juga, mending urus situs judol! #Eh koq malah curhat). Beberapa judul punya tema serupa : Komedi Romantis with twist, Kerajaan, Isekai (masuk ke dunia tak nyata seperti komik dan lain sebagainya) atau yang agak steamy.
Jadi yang saya ingat banget jalan ceritanya tuh biasanya yang masuk kategori :
- Ceritanya outstanding atau related sama saya
- Ada keterikatan dengan penulis / illustratornya, misalnya saya suka karya sebelumnya
- Gambarnya bagus banget (Kecuali Manhua ya, entah kenapa saya agak kurang sreg dengan penggambaran Manhua atau Donghua secara umum, jadi saya bacanya sepintas lalu).
Apalagi yang memenuhi ketiga kategori, biasanya, ingatan saya cukup baik untuk menceritakan ulang minimal garis besar ceritanya.
Nah, First Night With The Duke ini --tanpa mengurangi rasa hormat pada kreatornya-- bagi saya masuk kategori yang biasa saja dari segi gambar (IMHO, membaik kualitasnya sepanjang berjalannya cerita) maupun kisahnya. Balik lagi, mungkin soal selera karena banyak yang menjadikannya Webtoon alias Manhwa favorit hingga protes dengan versi adaptasi ini.
Menurut saya, interpretasi yang berbeda boleh-boleh saja saat menerjemahkan suatu kisah. Apalagi webtoonnya ternyata juga memvisualisasikan versi novel yang sudah tayang lebih dahulu.
So far, setelah nonton empat episode, yang saya ngeh perubahan tampak pada (Full Spoiler Alert) :
1. Mengubah Setting dari Kerajaan Erenel yang Bergaya Eropa ke Dinasti Joseon
Pasti ada pertimbangan mengapa versi adaptasi ini memindahkan settingnya. Bisa jadi agar cerita lebih related dan pas dengan para pemeran yang wajahnya memang Korea banget.
Menghemat dari segi budget juga jadi alasan yang cukup masuk akal. Tak semuanya mendapatkan kucuran dana sederas produksi Drama adaptasi webtoon The Remarried Empress yang empat bintang utamanya --Shin Min A, Ju Ji Hoon, Lee Jong Suk dan Lee Si Young-- top star yang pastinya mahal dan sudah beredar kabar melakukan pengambilan gambar di Eropa.
![]() |
| Versi di Webnovel : Eun Ae - Yi Beon |
![]() |
| Versi yang terjadi di 'kenyataan' : Seon Chaek & Yi Beon |
Menurut saya, ini tak terlalu mengganggu ya. Secara dunia fiksi memang memiliki peluang interpretasi yang tinggi. Lagipula Kerajaan Erenel juga negara fiktif, sementara Dinasti Joseon justru memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan lumayan familier bagi pemirsa yang cukup sering menonton K-drama bergenre Saeguk.
Tampilan kerajaan Joseon dengan kemegahan kostum dan color grading yang ciamik membuat sinematografinya memanjakan mata saya yang aslinya sangat Cewek Kue (lapis).
2. Mengganti Nama dan Tampilan Tokoh
Selaras dengan lokasinya, jelas nama-nama tokohnya pun diganti, diantaranya :
- Zeroness/Zeronis de Ingrid menjadi Yi/Lee Beon atau Pangeran Gyeongseong
- Ripley menjadi Cha Seon Chaek
- Etoile de Hailey menjadi Cho Eun Ae
- Rossete De Jekinson menjadi Do Hwa Seon
- Wright menjadi Jung Seo Gyeom
- Sylvia (dayang Seon Chaek) menjadi Bong Wool Yi
3. Menggunakan Gelar Duke
Dari googling saya memahami Duke adalah gelar dibawah Raja atau Ratu yang lebih tinggi dari gelar kebangsawanan lainnya. Secara otentik di Joseon pun memang pernah ada yang bergelar Duke Of Joseon, sebagaimana saya kutip dari laman Wikipedia berikut :
4. Tata Bahasa tak Sesuai Era
Selain penggunanaan Banmal (tata bahasa yang lebih santai), Keluarga Cha bisa memaklumi perubahan sifat dan sikap si bungsu Seon Chaek karena mereka sendiri cukup quirky. Ketiga Abang punya keunikan masing-masing, termasuk sang ayah yang berstatus Menteri Utama tapi bucin sekali pada anak gadisnya Hoahaha.
Ibunya pun ternyata mengambil alih dialog yang tadinya antara Ripley / Seon Chaek dengan Etoile / Eun Ae yang meyakinkan Seon Chaek kalau yang terpenting dari seorang pria adalah penampilannya. Jika pasangan kita tampan maka setengah permasalahan rumah tangga langsung terselesaikan karena saat menatap wajahnya malah ga jadi marah. Hoahaha
5. Perubahan Sifat dan Sikap Seon Chaek di bandingkan di Dunia Nyata
Ok, jadi awalnya Seon Chaek masuk ke novel diawali satu adegan di episode perdana menampilkan ruangan yang berantakan dan penampilannya pun sangat khas orang yang sedang depresi.
Setelah membaca pengumuman Hiatus atau istirahat sementara webnovel kesukaannya, Ia meninggalkan komentar bernada marah pada sang penulis bahwa Ia akan kehilangan satu-satunya kebahagiaan dalam hidupnya jika penulis hiatus dan Ia mampu menuliskan cerita yang lebih baik bahkan dengan menggunakan kaki kirinya. Ternyata pesan tersebut berbalas "Kalau begitu, silahkan tulis saja kelanjutannya sendiri." Secara ajaiblah, Seon Chaek yang terpeleset dan terbentur kepalanya terbangun di dalam novel.
Nah, latar belakang sikap depresi dan mengurung diri di kamar Seon Chaek ini mulai terungkap di episode keempat. Tadinya Ia adalah seorang mahasiswi yang ceria dan bersemangat koq. Jadi wajar saja, justru karena merasa mendapatkan jackpot kesempatan hidup kedua sebagai tuan putri, Ia merasa lepas dan bebas, sehingga Ia kembali ke 'setelan awal'. Netizen saja yang tak sabaran diawal.
Setelah baca ulang beberapa chapter awal di laman resmi Webtoon Indonesia, menurut saya hal yang lebih esensial sejauh ini bisa diterjemahkan dengan baik.
1. Plot dan Jalan Cerita Tetap Teguh Pada Naskah
Malah ada beberapa adegan yang lebih menarik dan hilarious dibandingkan di webtoon. Ini tuh lucunya ugal-ugalan, plotnya memang klise : meet cute, one night stand lalu jatuh cinta tapi twist-nya tetap ada dan seru! Bagian yang tak terlalu penting justru di skip, misalnya kesalahpahaman antara Seon Chaek dan Yi Beon setelah Seon Chaek bertekad tetap tinggal di dunia webnovel dan memperjuangkan cintanya.
![]() |
| Adegan adaptasi The First Night With The Duke |
Sebaiknya nonton sendiri deh, setiap Rabu dan Kamis malam di KBS2 atau mundur sehari di platform kuning.
2. POV Mayoritas dari Pemeran Utama Wanita
Inner Monolog Seon Chaek tetap lucu banget. Beberapa kali Ia pun memvisualisasikan khayalannya serupa di Webtoon.
Flashback ke masa kehidupannya sebagai K di dunia nyata, semakin membuat kita paham latar belakang tindakan dan pilihannya. Misalnya, kenapa Seon Chaek bersikukuh tetap ingin menjodohkan Yi Beon dengan Eun Ae --meskipun timeline pertemuan pertama telah berganti dengan Seon Chaek -Yi Beon-- justru karena di dunia nyata pacar sahabatnya pernah mengaku naksir dirinya namun berbalik menjelek-jelekannya setelah pengakuan cintanya ditolak. Alhasil, sahabatnya dan para mahasiswa/i lain mengecap Ia adalah perebut pacar orang. Tentu Seon Chaek tak ingin mengulangi lagi perbuatan yang menjadikan trauma terbesar bagi dirinya ini.
3. Penokohan Sesuai Karakter
Terakhir saya nonton drama Taecyeon itu Blind, sayang tertutupi oleh perasaan saya yang memang lebih menyukai Ha Seok Jin yang memerankan sang Abang. Sementara Seohyun saya lupa-lupa ingat karakternya di Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo, tapi saya cukup suka penampilannya di film Love And Leashes.
Nah, dalam drama ini keduanya menurut saya tampil gemilang. Taecyeon aura pangeran berdarah dinginnya cukup keluar. Di sisi lain, mode bucin-nya lucu banget. Lama-kelamaan sisi rapuhnya pun terlihat tulus.
Seohyun sebagai gadis modern yang masuk ke novel, mampu menampilkan kehidupan era Joseon dengan terlihat otentik. Ia cocok banget ternyata dalam kostum tradisional. Ohya, selama ini saya di Girls Generation selalu menganggap SooYoung yang paling favorit. Sekarang jadi agak geser nih ke Seohyun. Cantik, suara dan aktingnya bagus serta banyaaak banget cuplikan wawancara dengan para anggota GG lainnya yang memuji sebagai Maknae (anggota termuda), justru Ia yang paling dewasa dan bertanggung jawab terhadap para Eonnie.
Ditambah saya memang suka Seo Bum June dari nonton dia di drakor komedi Dr's Park Clinic yang timbre suaranya khas, cocok memerankan karakter Wright / Seo Gyeom yang digambarkan soft spoken.
Satu lagi saya suka dengan Sylvia / Wool Yi sang dayang yang agak julid tapi kompak banget sama Seon Chaek. Penampilannya segar dan menghibur, bisa jadi ini lompatan akting yang baik bagi pemerannya : Oh Se Un.
💗💗💗💗
Seiring berjalannya waktu, dari apa yang saya baca di sosmed, tanggapan netizen kebanyakan positif alias pro juga dengan versi adaptasi ini.
Jadi tak sabar nih mau nonton kelanjutan kisah antara Seon Chaek dan Yi Beon. Mungkin saya akan sembari membaca ulang webtoonnya ya, kalau sempat nanti saya coba bandingkan lagi. Soalnya lumayan juga webtoonnya ada tiga musim, musim pertama berakhir menjelang pernikahan keduanya, berlanjut sampai ada tokoh baru dari negara tetangga juga. Versi adaptasi ini bakal mengadaptasi sejauh mana? Akan ada musim selanjutnya juga kah? Siapa tahu yaa..








Posting Komentar