Recap dan Review Head Over Heels Episode 1
Diawali dari kawasan yang terlihat tenang dan memikat, dikelilingi perbukitan dan perairan. Tak dinyana sedang dilaksanakan prosesi pengusiran roh jahat yang dilansir dilakukan Shaman atau dukun. Ini adalah ritual keempat setelah pendahulunya menyerah. Roh yang menempati tubuh manusia itu terikat di ranjang di tengah halaman yang telah di siapkan untuk keberlangsungan prosesi.
Sang Shaman yang dikenal sebagai Peri Surga dan Bumi menarikan ritual pengusiran roh diiringi musik yang membawanya ke dunia "lain". Setelah membunyikan kerincingannya, Sang Shaman meminta roh tersebut pindah ke alam lain secara baik-baik. Sayang, konsentrasinya terpecah dengan suara alarm yang berisik. Bibi pendamping (Lee SoMi) berusaha memperingatkan para penonton yang hadir untuk mematikan ponsel mereka, eh ternyata itu adalah alarm penunjuk waktu dari Sang Shaman. Hoahaha
Ia berteriak frustasi bahwa waktunya tinggal 10 menit dan kembali meminta roh segera pergi karena ada hal yang sangat mendesak. Orang yang kesurupan rohnya malah marah, dan menjawab dengan mata merah menyeramkan : "Apa yang lebih mendesak dari ini?" Kemudian merenggut jubah Sang Shaman. Semua yang hadir mendesah kala jubah terlepas dan melihat pakaian seragam lengkap dengan badge nama sekolah dan Park SeongAh (Cho YiHyun).
SeongAh membenarkan, Ia adalah pelajar dan hari ini ada ujian "Kau paham pentingnya nilai bagi murid SMA, 'Kan? Kau mau bertanggung jawab bila Aku gagal kuliah?" Labraknya kepada roh perasuk. "Mau menyebrang atau tidak?" Roh perasuk hanya menggeleng. SeongAh hanya mampu berteriak "Aku terlambat!!"
Benar saja, bus menuju sekolah sudah berlalu, terpaksa Ia bersepeda (OST diputar dilatar-nya up-beat dan fun). Kemudian Ia memanjat pagar dan saat terjatuh "Nice catch" sapa Pyo JiHo (Cha Kang Yoon) yang menunggunya di sisi dalam sekolah. SeongAh yang kebingungan menanyakan apa alasannya, dan JiHo dengan jujur bilang tanpa SeongAh berarti dirinyalah yang akan jadi peringkat terakhir di angkatan mereka.
Dalam perjalanan menuju kelas, JiHo segera dikerubuti teman-teman perempuan yang menariknya masuk dan menutup pintu tepat saat SeongAh hendak masuk. SeongAh yang merasa kecewa diabaikan memaksakan senyum manis "Saat Aku merasa bingung, marah atau malu, Aku justru tersenyum seolah ingin menguatkan diriku sendiri" suara hati SeongAh terdengar.
Ujiannya gagal, Ia hanya menebak sebagian besar jawabannya. JiHo berupaya menenangkannya yang galau tidak akan diterima universitas manapun dengan candaan. "Satu-satunya sekolah yang akan menerimamu adalah SMP". Hoahaha. SeongAh bertekad tak akan bekerja malam ini karena akan belajar.
Bibi yang biasa mendampinginya melaporkan pesan singkat pada ibu SeongAh Deong Cheon (Kim MiKyung) --yang tampil edgy sambil membawa pedang ritual yang berukuran besar.
Di sekolah, malam itu SeongAh belajar di kelas bersama beberapa orang teman. Nyatanya Ia tertidur dan bermimpi kembali ke masa lalu. Ia berjumpa dirinya di masa kecil yang memberitahukannya akan jodohnya seorang lelaki yang berjalan terbalik. Ia terbangun akibat jeritan seorang teman lelakinya yang buang air kecil di toilet anak lelaki namun diganggu oleh Hantu Air.
Sepulang sekolah, di jalan Ia menatap sesosok hantu pria yang berdiri diatas papan nama sebuah restoran BBQ yang sudah tutup. Ia berjanji akan segera menolongnya. Setibanya di depan rumah --yang merangkap tempat praktek Shaman-- SeongAh senang melihat antrian calon pelanggan yang mengular panjang.
Ia pun bergegas masuk dan dicegat oleh Ibunya yang memarahinya karena kabur ditengah ritual. SeongAh menjawab dengan aegyoo kalau Ia ingin kuliah. Ibunya berargumen, itu hanyalah impian yang sia-sia, tak semua orang bisa punya dua fokus. SeongAh tak boleh menolak kepastian --jadi Shaman-- dan menukarnya dengan ketidakpastian.
Meskipun tak punya tujuan jurusan ataupun rencana masa depan yang jelas --toh pada akhirnya Ia tetap akan menjadi Shaman-- SeongAh ingin menjalani kehidupan universitas, Ia ingin berkeliling dan datang ke festival kampus, makan Pajeon (gorengan khas KorSel) dan minum Makgeolli (minuman keras fermentasi beras ala KorSel), lalu bolos kuliah dan dapat teguran. Ia sadar tak bisa jadi anak biasa, tapi sangat suka dipanggil anak sekolah oleh orang asing yang melihatnya memakai seragam. Untuk itu Ia memohon ingin mempertahankan mimpinya menjadi gadis biasa itu sedikit lebih lama. Ibunya mengalah dengan syarat harus mengutamakan klien dan tak boleh kabur lagi.
Ia menurut, lalu menerima klien serta menjalankan ritual demi ritual kepada orang-orang yang mengalami krisis hidup saat keinginan tak terpenuhi, mulai dari masalah keuangan, percintaan, kehamilan, sampai ingin jual beli rumah atau migrasi ke luar negeri bahkan ingin menetap di KorSel. Orang tak bahagia karena iri pada orang lain. SeongAh ingin menasehati mereka agar fokus saja pada yang dimiliki tapi Ia sendiri pun masih merasa bimbang dengan kehidupannya sendiri.
Ada satu klien yang curhat soal percintaan dan SeongAh memberi nasehat pilihlah pria berdasarkan wajahnya yang tampan, jika suka karena wajah tak ada yang berubah. Kliennya tak terima dan menuduh bahwa SeongAh Jomblo dari lahir Hoahaha.
"Mengapa memilih perasaan (yang bisa berubah) dibandingkan wajah?" Gumam SeongAh kala bersantai di sekolah. JiHo menganggap semuanya sudah jelas, misalnya ada seorang pembunuh namun tampan, apakah SeongAh tetap akan memilihnya? Saat SeongAh tampak akan berargumen, JiHo mengingatkan bahwa Ia pun mempertimbangkan faktor selain wajah.
Karena contohnya terlalu ekstrem, JiHo bertanya lagi apa pertimbangan lainnya. SeongAh ingin pria yang disukainya akan berhenti dan menenangkan orang asing yang menangis di pinggir jalan. JiHo bilang semua orang pada umumnya pasti akan berbuat hal tersebut, namun dari pengalaman masa kecilnya, SeongAh tahu kebanyakan orang tetap cuek dan berlalu. JiHo merasa dirinya cukup tampan dan berjanji akan menenangkan orang yang menangis di pinggir jalan kemudian mengajukan dirinya sendiri, SeongAh menolaknya dengan alasan JiHo masih kurang tampan berdasarkan standarnya.
Keesokan malamnya, diantara antrean panjang calon klien ada seorang nenek yang bertanya "Apakah ini kuil Surga dan Bumi?" Ibu SeongAh membenarkan dan hendak menegur cucu beliau, namun sang nenek segera menarik lengan cucunya sambil membenarkan bahwa cucunya memang rupawan.
SeongAh mengagumi sosok yang masuk ke ruang prakteknya, sang cucu yang bertubuh tinggi, matanya indah, hidungnya mancung, bibirnya penuh meski posisinya terbalik. Langsung tersadar, SeongAh teringat mimpinya yang seolah pertanda bahwa takdir kelam lelaki ini akan bertaut dengannya.
Neneknya mengungkap bahwa cucunya dinaungi kesialan, Ia berkali-kali nyaris mati. Ia memohon selamatkan cucunya dan meminta jimat. SeongAh memprediksi hidupnya tinggal 21 hari dan sungguh menyayangkan wajahnya yang tampan. Sang Cucu, Bae GyeonWoo (Choo YoungWoo) terlihat skeptis, namun menguatkan neneknya melalui genggaman tangan.
SeongAh mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang pernah ditanyakannya pada JiHo, seandainya ada seseorang yang sedang menangis dan kebetulan GyeonWoo lewat, apa yang akan dilakukannya. GyeonWoo menjawab Ia berdiri di dekatnya sampai Ia berhenti menangis. SeongAh masih mendesak, apakah Ia akan menenangkannya? GyeonWoo jujur tak tahu caranya sebab tak kenal, tetapi Ia tetap akan berdiri di dekatnya hingga tangisannya berhenti.
SeongAh sangat bersemangat karena menilai GyeonWoo lulus, sambil menggenggam tangan sang Nenek, Ia berjanji akan menangkis segala kesialan serta melindunginya selama tiga pekan. Sang Nenek sangat senang dan berterimakasih.
Ibunya --yang menguping-- langsung memerintahkan Bibi untuk melakukan ritual mengusir kesialan. Ibunya tak ingin SeongAh melanjutkannya dan membatalkannya saja. SeongAh masih merasa mampu meski ibunya mengungkit kegagalannya menyelamatkan paman yang meninggal lalu menjadi hantu diatas papan reklame restoran BBQ. Bahkan saking termotivasinya dulu, SeongAh sendiri nyaris celaka.
Ibunya mengingatkan hukum pertukaran setara yang berlaku, bila ingin menyelamatkan seseorang yang sudah berjalan terbalik maka Shaman haruslah bertukar nyawanya sendiri. SeongAh minta bantuan Ibunya namun ibunya yang didukung Dewa Jendral tetap merasa tak sanggup melawan ribuan roh.
Keesokan paginya, SeongAh merasa lesu di sekolah. Ia tak menghiraukan JiHo dan menyandarkan kepala di meja. SeongAh terlonjak kaget kala mengenali murid baru yang datang bersama gurunya adalah GyeonWoo. Gurunya curiga Ia mengenalinya atau cari perhatian sementara teman-temannya menuduhnya pick me-girl. SeongAh berupaya tersenyum manis padahal yang lain masih mengejeknya. Tiba-tiba GyeonWoo yang mampu membaca namanya dari kejauhan menegurnya "Park SeongAh? Sepertinya wajahmu terlihat familier."
"Halo semua, Aku Baek GyeonWoo, salam kenal". Teman-temannya memujinya tampan. Kemudian Ia duduk di sudut belakang SeongAh. Ketika jam istirahat Ia mengkonfirmasi bahwa Ia tak kenal SeongAh, Ia hanya berbaik hati menolongnya, malah sebelum berlaku Ia berpesan "Dalam situasi seperti itu, jangan tersenyum, senyum tidak akan mengubah hal buruk menjadi lebih baik".
SeongAh makin terpikat, justru tanpa mengetahui Ia adalah Sang Peri Surga Dan Bumi, GyeonWoo membelanya tanpa alasan. Menurut SeongAh itu keren dan seksi. Ia bercerita pada JiHo akan tekadnya menyelamatkan GyeonWoo. Mendadak salah seorang teman sekelas yang terang-terangan naksir JiHo, mengajak JiHo ke kafe untuk belajar bersama. JiHo sebenarnya lupa apakah sungguh telah membuat janji belajar bareng, namun SeongAh segera pamit. HyeRi (Hwang SeIn) sang ketua kelas sempat memintanya untuk tak terlalu memikirkan perkataannya tentang pick-me girl tadi. Jahatnya, Ia masih menyindir SeongAh dan bilang bahwa ada benarnya juga ucapannya itu. SeongAh bilang Ia baik-baik saja dan segera pergi.
Sepanjang perjalanan pulang, SeongAh terkenang perkataan GyeonWoo. Di sekolah GyeonWoo memandangi latihan tim panahan sekolah sambil mengenang dirinya yang pernah ikut kompetisi nasional panahan.
Kembali dalam sesi belajar malam, si murid yang diganggu Hantu Air minta dengan memelas agar JiHo mau menemaninya ke toilet. JiHo menolak mentah-mentah dan malah pulang. Sebelumnya, Ia menyapa GyeonWoo yang masih berdiri di tepi lapangan. GyeonWoo cuek saja dan malah pergi. JiHo bilang Ia sakit hati di cuekin. Hoahaha. Konyolnya, pelatih tim panahan sekolah salah menduga bahwa dari tadi JiHo lah yang menonton latihan dan menawarinya masuk tim saja. JiHo bilang itu orang lain dan menolak tawaran tersebut.
Sang murid kembali diganggu Hantu Air dan dibuat nyaris tenggelam. Disaat yang bersamaan, GyeonWoo berjalan menuju papan reklame yang di duduki hantu paman pemilik restoran BBQ. Entah mengapa sang hantu berusaha keras menjatuhkan papan nama itu agar menimpa GyeonWoo yang lewat. Di detik-detik terakhir, SeongAh hendak menggapainya, justru GyeonWoo lah yang menariknya kedalam pelukannya. GyeonWoo bertanya apakah SeongAh baik-baik saja. GyeonWoo malah memarahinya karena tiba-tiba melompat. Itu adalah tindakan yang bodoh dan ceroboh, Ia justru tak akan berterimakasih meskipun telah ditolong. SeongAh berterimakasih karena telah dilindungi, Ia sendiri merasa kaget dan syok, tapi entah kenapa GyeonWoo seolah tak terganggu, apakah hal ini sering terjadi? GyeonWoo hanya diam saja dan pergi.
SeongAh yang semakin bertekad pun diam-diam malam itu naik bus untuk pergi ke Yangyang mendatangi Kuil Master Bunga yang terkenal dengan kemampuannya membuat jimat. Jimatnya terkenal ampuh dan Ia menghasilkan banyak uang, untuk itu ibunya pernah bilang SeongAh harus mencontoh jejaknya.
SeongAh juga memuji Raja Naga yang menjadi pelindungnya. Master Bunga menolak membuatkan jimat karena takut dihajar pedang oleh ibunya SeongAh, Sang Master Pedang. Master Bunga menebak SeongAh jatuh cinta pada lelaki itu. Akhirnya SeongAh memaksa dibuatkan jimat sampai pagi. Ia membayar uang dalam jumlah lumayan banyak sehingga menuntut kesempurnaan.
Keesokan paginya sekolah digegerkan dengan penemuan rekan sekelas yang pingsan karena diganggu Hantu Air. SeongAh sampai di kelas dan kepalanya pusing. JiHo menangkapnya tepat waktu dan membawanya agar bisa tidur di ruang UKS. Di kelas, sepanjang jam pelajaran, hampir semua teman mengajak GyeonWoo bermain sepulang sekolah. Semua kertas ajakan itu disobek lalu dibuang ke tempat sampah.
Dalam tidurnya, SeongAh bermimpi tentang masa kecilnya yang memohon agar jangan ditinggalkan, Ia berjanji tak akan melihat hantu lagi. Ia baru terbangun menjelang sore hari dan melihat catatan dari JiHo yang meninggalkannya pulang lebih dulu. SeongAh kesal karena lupa menyerahkan jimat pada GyeonWoo.
Malamnya, SeongAh memakai masker agar tak dikenali klien tetapi Ia memutuskan melepas maskernya kala akan menyerahkan jimat pada GyeonWoo dan berharap memulai kisah cintanya. Ternyata yang datang hanya akan neneknya. SeongAh berkilah Ia harus menyerahkan sendiri padanya dan GyeonWoo tak boleh diwakilkan untuk mendengar instruksi.
Neneknya menelpon GyeonWoo yang datang namun menghina SeongAh sebagai penipu karena akan menjual jimatnya dengan harga yang mahal. SeongAh tersinggung dan memintanya untuk mencoba percaya untuk yang terakhir kalinya pada kemampuan Shaman darinya. GyeonWoo bilang, jika percaya Ia rugi uang dan tak bahagia, jika tak percaya maka Ia hanya akan tak bahagia, lalu mengajak neneknya pergi tanpa membawa jimat.
SeongAh yang sedih ditolak tetap mengganti papan impiannya dari masuk kuliah menjadi misi menyelamatkan Bae GyeonWoo. Selama tiga Minggu kedepan Ia bertekad menyelamatkan nyawanya.
Di sekolah, SeongAh menyadari GyeonWoo akan tenggelam dan mencari lokasi di sekitar kota yang memungkinkan orang tenggelam. JiHo yang melihat tumpukan jimat lalu meminta berikan satu pada Beom yang pingsan di toilet dan masuk rumah sakit.
SeongAh tak mau memberi Beom karena Ia tak setampan GyeonWoo. Di koridor sekolah SeongAh yang berpapasan dengan GyeonWoo menghindarinya dengan berpura -pura melihat mading. Siapa sangka Ia melihat jejak tangan ghaib di tembok. SeongAh menyusuri jejak tersebut dan menuju toilet anak lelaki. Ia bergumam bila berjumpa Hantu Air siapa pun bisa tenggelam di perairan dangkal sekalipun.
Ia menyelinap ke toilet anak lelaki sambil menanti kehadiran sang Hantu Air. SeongAh menangkap basahnya lalu menceramahinya yang menyerap energi dari para siswa yang diganggu, bahkan Hantu Air berniat memakan mereka, itulah yang membuatnya jadi roh jahat. Dialog mereka berjalan baik dan mereka membuat janji bahwa SeongAh akan membantunya menyebrang selama Ia tak menggangu murid lelaki.
Malangnya saat akan keluar ada tiga berandal sekolah yang masuk toilet. Mereka berniat membully GyeonWoo, SeongAh yang mencoba menguping tak sadar Hantu Air berubah menjadi roh jahat yang mencoba menenggelamkan GyeonWoo dengan cara merasukinya dan membuat jiwanya tenggelam dari dalam. Terpaksa SeongAh keluar dari persembunyiannya dan menyiram si Hantu Air dengan selang yang sudah dipasangi jimat.
GyeonWoo yang tersadar menantikan kran dan nampak marah besar.
Review Heads Over Heels
Saya memutuskan membuat recap Heads Over Heels karena suka para pemainnya. Cho YiHyun si imut YunBok di Hospital Playlist, Cha KangYoon saya kenali perdana sebagai Tak GiOn di Resident Playlist sedangkan Cho YoungWoo tahun ini saja sudah tampil gemilang di Trauma Code Heroes On Call dan Mercy For None --Tale Of Lady Ok saya belum nonton.
Produksinya dilakukan oleh Studio Dragon, yang karyanya terkenal bagus dan banyak yang jadi favorit saya. Cinematography menawan dengan shoot jauh yang menangkap keindahan landskap dan set serta shoot close up yang berhasil menangkap mikro ekspresi pemain dengan baik.
Spesial efeknya oke dan penggambaran tentang Shaman alias dukun ala Korea cukup detil. Rasa penasaran saya tentang dunia per Shaman-an ini meningkat setelah nonton film Exhuma tahun lalu. Untuk memudahkan, saya tetap akan menyebutnya Shaman alih-alih dukun ya. Karena kalau dukun tuh yang kebayang di kepala saya justru lagu Dangdutnya Alam yang nge-hits pas saya kecil, "Ada Mbah Dukun...." Hoahaha
Saya belum pernah baca Webtoon yang diadaptasi. Sepertinya saya tak berniat baca juga sih. Sengaja, biar tetap penasaran dan jadi sibuk membandingkan keduanya.
Setelah nonton episode perdananya, saya suka Tone-nya yang ringan khas drama percintaan remaja. Ada kemungkinan drama cinta segitiga atau lebih nih mengingat ini masa sekolah yang lagi anget-angetnya cinta pertama.
Di sisi lain, memang temanya tentang Shaman ini terbilang berat : hantu, pengusiran roh, ritual, kesurupan bahkan menentukan antara hidup dan mati namun penyampaiannya tidak rumit, masih mudah dimengerti para awam terutama pemirsa yang bukan orang Korea Selatan.
Semua tokohnya --termasuk para hantu! Hoahaha-- adorable. SeongAh si Shaman cantik yang punya kemampuan melihat arwah dan mahkluk ghaib sejak kecil, selalu penuh tekad menyelamatkan kliennya. Ia jatuh cinta untuk pertama kalinya pada GyeonWoo yang dinilainya tampan dan memenuhi test pertanyaannya. Yang bersangkutan seolah menjaga jarak dengan semua orang dan masa lalunya yang penuh kesialan terlihat membawa luka mendalam.
Ibu SeongAh sang Shaman legendaris yang membawa pedang, selalu terlihat realistis tapi tetap menyayangi putrinya dan mengharap yang terbaik. Khas tipikal ibu-ibu Asia pada umumnya.
JiHo yang jatuh dalam kategori friendzone selalu mendukung SeongAh sebagai satu-satunya teman di sekolah yang mengetahui rahasia pekerjaannya sebagai Shaman.
Nenek GyeonWoo yang mencari pertolongan untuknya nampak sangat menyayangi sang cucu. Perlahan masa lalu mereka diungkap sambil merajut jalinan menuju masa depan --yang saat ini masih terlihat mengkhawatirkan karena nasib malang yang mengikuti GyeonWoo.
Hal lain yang saya suka adalah OST-nya seru dan Drakor ini promonya cukup masif baik dari rumah produksi maupun stasiun Tv. Jadi banyak still cut adegan yang dibagikan akun resmi TvN, Studio Dragon dan dukungan para fans di sosmed.
Yuk, yang mau ngikutin dan nge-hype bareng, Head Over Heels hadir di OTT Prime Video setiap Senin dan Selasa malam













.jpg)











.jpg)















sempet penasaran dengan aktrisnya, Cho Yi-Hyun
ternyata pernah main drama The Matchmakers yang sempat saya skip
jadi sesudah 2 episode drama ini, saya ngelanjutin The Matchmakers :D
Hm...di bagian "Ada Mbah Dukun," kok aku auto nyanyi ya hahah