Mengobati Gusi Bengkak di Tanjung Balai Karimun
Pengalaman Gusi Bengkak Akibat Gigi Yang Patah
Hai Assalamu'alaikum
Hari kedua Ramadan tahun ini tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang tidak nyaman di bagian geraham kiri saya. Gigi-geligi yang memang kerap bermasalah sejak kecil menjadi semakin parah sejak kehamilan anak saya yang kedua.
Saya sudah pernah pasang behel semi permanen demi merapikan susunan gigi seri, mencabut empat geraham bungsu yang impaksi (tumbuh menabrak gigi sebelahnya) dengan operasi yang memerlukan pembiusan total, mengganti satu crown mahkota gigi seri dengan gigi palsu dan tak terhitung lagi bolak-balik ke dokter gigi demi merawat gigi yang berlubang dengan perawatan akar gigi hingga menambalnya.
Ternyata, kali ini gigi geraham saya yang nomor dua dari belakang telah patah sendiri, terbelah dari bagian mahkota gigi (yang memang pernah ditambal kemudian baru-baru ini sebagian mahkotanya yang patah tapi tak saya rawat) hingga ke bagian akarnya. Awalnya tak terasa sakit, hanya tak nyaman saat mengunyah karena gigi geraham tersebut jadi goyang dan seolah mau lepas.
Kesibukan dan sedikit rasa malas membatalkan puasa membuat saya tak langsung ke dokter dan malah menundanya. Dari yang diniatkan hanya sehari, mundur terus hingga beberapa hari kemudian. Meski gigi saya terasa goyang, saya tetap makan dan minum di waktu berbuka dan sahur sebagaimana normalnya. Hal ini membawa masalah baru, saya mengalami gusi bengkak. Sepertinya gigi yang patah hingga ke bagian akar membuat gusi saya menjadi infeksi. Akhirnya menggembung berisi cairan nanah. Sakitnya bahkan berkali lipat dibandingkan sebelumnya. Ditambah kepala saya terasa ikut pusing menahan rasa nyut-nyutan.
Rasa sakitnya memang hilang dan timbul. Kalau pun gigi geraham tersebut harus dicabut, tentu tidak bisa dilakukan saat itu juga karena sudah terlanjur sakit dan gusinya sedang bengkak. Oleh karena itu saya berpikir untuk berobat menggunakan BPJS saja agar mendapatkan rujukan ke dokter gigi spesialis. Adik saya menyarankan langsung ke Rumah Sakit dan bertemu dengan spesialis Periorthodontis (spesialis di bidang gusi karena gusi saya bengkak) saja. Tetapi saya masih menitik beratkan pada masalah pencabutan gigi yang terlanjur patah hingga terbelah dua dan terlihat agak sulit untuk dicabut biasa.
Akhirnya saya mengikuti kata hati, karena saat ini saya kembali bermukim di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, langkah pengobatan yang saya tempuh adalah :
1. Mendaftar di Fasilitas Kesehatan Pertama Melalui Aplikasi Mobile JKN
Pastikan BPJS tidak menunggak lalu daftar antrian poliklinik gigi rawat jalan di faskes pertama. Di hari yang dipilih, saya langsung mendatangi faskes pertama saya yaitu Puskesmas Balai yang berlokasi di dekat Rumah Dinas Bupati Karimun ( Kawasan seberang Pelabuhan Utama Karimun).
Setelah menunjukan nomor antrian online di loket pendaftaran bagian depan, tak perlu menunggu lama saya segera diperiksa dokter gigi yang bertugas. Dari pemeriksaan beliau, saya disarankan dirujuk ke RSUD. Berhubung kedatangan saya di hari Jum'at sementara dokter rujukan saya baru ada prakteknya dihari Senin, maka saya dibolehkan langsung pulang. Saya tidak diberi resep obat apapun, menurut sang dokter gigi wanita agar tak terlalu lama mengonsumsi antibiotik. Jadi tunggu saja setelah tindakan di rumah sakit rujukan.
Tak kuasa menahan sakit, menjelang hari Senin, saya rutin berkumur air hangat dan garam. Selain itu saat berbuka puasa dan sahur saya mengonsumsi bawang putih dan air kunyit sebagai antibiotik alami. Saya juga memperbanyak asupan vitamin C melalui buah-buahan serta berjemur. Syukurlah bengkak si gusi agak mereda dan tak sakit lagi.
2. Menuju Fakses Rujukan
Saya di rujuk ke RSUD H.M Sani Karimun. Langsung diarahkan menemui drg. Hendy Nurahadi, Sp.BM, seorang dokter gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial sekaligus sudah mengambil Subspesialis Bedah Mulut Trauma Maksilofasial dan Kelainan Sendi Temporomandibular. Meninjau gelarnya saya sangat yakin bisa mempercayakan masalah gigi geraham saya termasuk gusinya karena beliau ahli mendiagnosis dan merawat kondisi yang mempengaruhi struktur wajah, rahang, dan sendi Temporomandibular (TMJ).
A. Mendaftar di Bagian Pendaftaran Pasien
Karena rekam medis saya sudah tak tersimpan (terakhir saya pernah berobat di RSUD lebih dari sedekade lalu), saya diharuskan mendaftar manual di Loket 5 dengan menunjukan surat rujukan setelah mengambil nomor antrian.
B. Menuju Nurse Station
Saya dicek suhu tubuh, tekanan darah berserta tinggi dan berat badan oleh perawat yang bertugas. Salah seorang perawat menyarankan saya untuk membatalkan puasa dan pergi ke kantin sembari menunggu dipanggil. Entah kenapa hati kecil saya masih malas membatalkan puasa dan saya hanya tersenyum sopan sambil berlalu.
C. Menunggu di depan Ruang Praktek Dokter Spesialis Bedah Mulut
Berlokasi di bagian sayap kanan gedung utama RSUD. Pasien akan dipanggil sesuai nomor antrian. Saya menunggu lumayan lama karena pasien cukup ramai. Saat dipanggil dan diperiksa, dokter langsung meminta saya melakukan Rotgen Panoramic untuk memastikan kondisi akar gigi. Syukurlah, saya belum membatalkan puasa, karena dokter belum memutuskan tindakan apapun.
D. Melakukan Rotgen Gigi
Ke ruangan radiologi yang berada di lantai dua bagian belakang. Prosesnya kembali mengantri setelah melapor di bagian pendaftarannya. Saat dipanggil ke ruangan, petugas meminta saya melepaskan semua atribut atau aksesoris yang mengandung logam dari bagian leher keatas. Kebetulan kerudung saya yang model resleting jadi harus dilepas, untung petugasnya seorang wanita. Pengambilan rotgen singkat saja. Saya diminta berdiri tegak menghadap alat rotgen bermerek Siemens. Ada tempat untuk mengatur posisi wajah kita, agar lebih akurat, harus menggigit bagian alat (yang dilapisi bagian steril, jadi dilepas buang dan ganti setiap pasiennya) sambil di foto disekitar wajah dan mulut. Lampunya cukup terang jadi saya memejamkan mata.
Sebenarnya yang di rotgen Panoramic sepertinya hanya saya tetapi hasilnya baru keluar 1,5 jam berikutnya karena harus menunggu hasil pasien dari dokter spesialis lain juga. Hasilnya juga tidak dicetak, kita hanya akan diinformasikan oleh petugas, bahwa foto rotgen sudah bisa diakses dokter di layar komputer ruangannya masing-masing.
E. Kembali ke Ruang Praktek Dokter Gigi
Berdasarkan hasil rotgen, dokter gigi saya bilang tak perlu sampai di operasi. Gigi saya hanya akan dicabut biasa. Berhubung jadwalnya penuh, saya baru dapat jatah dua minggu berikutnya. Saya sempat minta jadwal lebih awal karena hendak mudik lebaran, tapi dokternya yang dengan jenaka menanyakan tujuan mudik saya malah bilang siang hari setelah cabut gigi pun saya bisa langsung berangkat ke Belakang Padang, toh rumah mertua masih dalam propinsi yang sama. Hoahahah iya juga sih..
Ohya, Alhamdulillah saya tetap berhasil mempertahankan puasa saya.
F. Mengambil Obat
Untuk meredakan rasa sakit, saya diresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik selama lima hari ke depan. Obat diambil diinstalasi farmasi yang berada tepat dibagian samping agak kebelakang ruang pendaftaran di lobby utama rumah sakit.
3. Datang Kembali di Hari Pencabutan
Di hari H, gusi yang bengkak sudah membaik. Yang mengganggu hanyalah gigi gerahamnya saja, semakin goyah dan mudah lepas. Dua hari sebelum hari H yang ditentukan, saya mendaftarkan di fakes rujukan di aplikasi Mobile JKN.
Saat datang saya langsung melakukan pendaftaran ulang dengan menunjukkan pendaftaran online di Mobile JKN. Kemudian di ukur tensi dan timbangan berat serta tinggi badan di nurse station. Ternyata tak selama menunggu di hari pemeriksaan pertama, kira-kira lima belas menit, saya langsung dipanggil masuk. Bertemu dengan dokter. Setelah diperiksa ulang dan dicocokan lagi dengan hasil rotgen, seorang perawat wanita yang terlihat senior, menjelaskan prosedur pencabutan gigi kemudian meminta izin menyuntikan zat bius.
Saya diminta menunggu sekitar 20-30 menit hingga rasa kebas dibagian gusi dan gigi geraham. Dokternya datang dan melakukan pencabutan sebanyak dua kali, untuk masing-masing akar gigi yang tertanam.
Gigi yang dicabut kemudian diserahkan kepada saya dalam bungkusan tisu. (Hoahaha hemat banget yah, dulu pernah cabut di klinik gigi sepertinya diberi plastik pembungkus). Ohya, karena ini prosesnya normal, gusi saya tak perlu di heating atau dijahit.
Setelah dicabut saya diminta mengigit kasa steril untuk menghentikan oendarahan. Kasanya boleh dibuang setelah kira-kira tiga puluh menit atau terasa penuh ludah. Selain itu, saya diinformasikan agar tak makan minimal selama sejam. Hindari mengunyah yang keras terutama dibagian geraham kiri.
Sisi positif dari tak dijahit, saya tak perlu datang untuk kontrol kembali, kecuali ada keluhan. Alhamdulillah, meski di seminggu pertama gusi bekas gigi yang dicabut terasa gamang dan sensitif, perlahan bekas lukanya menutupm Saya cukup minum antibiotik yang diresepkan dan vitamin.
Demikian proses saya mengobati Gusi yang bengkak akibat gigi geraham patah. Sebagai tambahan, saya akan merekomendasikan beberapa lokasi dokter gigi yang pernah saya datangi selama menetap di Tanjung Balai Karimun dan puas dengan pelayanannya
Daftar Rekomendasi Dokter Gigi Terpercaya di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau :
1. Klinik Gigi Harapan Baru
Berlokasi di salah satu ruko di Jalan Nusantara alias pusat kota Karimun lama adalah salah satu klinik gigi legend. Berdiri sejak lama diawali dengan tukang gigi dan seorang perawat gigi (sekarang disebut sebagai terapis gigi dan mulut) berlanjut dengan generasi selanjutnya yang menjadi dokter gigi.
Dengan jam terbang yang tinggi dan peralatan yang terbilang canggih sejak awal saya dan keluarga pindah ke Tanjung Balai Karimun (sekitar tahun 2000-an), klinik ini menjadi andalan kami dan banyak keluarga terutama keturunan Tionghoa.
Jika sudah pernah datang, kita bisa menanyakan nomor telepon klinik. Kedatangan berikutnya cukup membuat reservasi via telefon. Uniknya, kita juga akan di telepon kembali sekitar tiga puluh menit menjelang jadwal kita masuk ruangan. Hal ini disebabkan salah satunya karena antrian pasien yang selalu ramai dan minimnya lokasi parkir terutama untuk kendaraan roda empat. Maklum saja, jalan utama Tanjung Balai Karimun saat itu didesain saat masih berstatus Kota Kecamatan.
2. Praktek Dokter Gigi Kocipto M.MKes
drg. Kocipto adalah generasi selanjutnya dari Klinik Gigi Tunas Baru. Sejak sekitar enam tahunan lalu beliau membuka praktek mandirinya di Jl. Pertambangan. Di deretan ruko yang terletak di seberang jalan masuk Padi Mas ini, beliau praktek sejak pukul 18.00-malam. Biasanya dengan janji terlebih dahulu atau memang pasien yang berobat ke Tunas Baru diminta datang lagi sorenya.
Ohya, saya pernah memasang crown gigi seri dengan dokter yang humoris ini. Awalnya, saya yang memeriksakan gigi seri ke Tunas Baru, diarahkan datang lagi ke lokasi praktek yang ini. Memang lebih nyaman, dimulai dari tempat parkirnya yang lebih luas dibandingkan Tunas Baru yang berlokasi di jalan utama yang sempit. Ruang tunggu lebih modern dan rapi ditambah peralatan lebih canggih. Kenyamanan juga meningkat karena terasa lebih leluasa sebab antrian tak seramai di lokasi pertama.Harganya sebanding dengan kualitas yang saya dapatkan.
3. RS. IHC / RSBT Tanjung Balai Karimun
Saya pernah menambal gigi saya di poli gigi rawat jalan di rumah sakit yang lebih terkenal disebut dengan nama lamanya Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) ini. Selain dokter gigi umum ada Drg. Ilfi Rahmi, S.Perio, spesialis di bidang Periorthodontis yang ahli menangani keluhan mulut terutama yang berkaitan dengan gusi.
Langsung datang saja ke kawasan P.N tempat rumah sakit ini berlokasi. Mengikuti alur pendaftaran sebagai pasien umum biasanya tak menunggu lama karena pasien terbilang tak ramai.
4. RSUD H. Muhammad Sani Kabupaten Karimun
Selain dua orang dokter gigi reguler yang praktek hari Senin hingga Jum'at, poli gigi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karimun ini juga memiliki dua dokter spesialis. Satu orang yang sudah saya bahas menangani saya tadi dan seorang dokter wanita spesialis Periorthodontis, drg. Hapsari Kartika P, Sp. Perio yang praktek pada hari Kamis dan Jum'at.
Jika menggunakan BPJS dan meminta rujukan, kita harus adu cepat karena kuota harian pasien terbatas. Bisa cek di aplikasi JKN Online.
5. Naya Dental Care
Berlokasi di kawasan Batu Lipai, Naya Dental Care cukup punya reputasi yang baik. Keponakan saya suka datang ke klinik ini karena sering mendapat freebies berupa mainan. Ruangan periksanya juga menarik bagi anak-anak, para staf dan dokternya ramah dan kids friendly. Layanan yang disediakan cukup lengkap mulai dari pemasangan behel atau crowning gigi, scaling dan bleaching serta perawatan gigi dan mulut lain sesuai kebutuhan kita.
Jam layanan mulai dari pagi hingga malam hari ditangani oleh beberapa orang dokter gigi. Langsung saja cari instagramnya @naya.dental.care bila hendak membuat reservasi atau mencari informasi terkait layanan sekaligus promo yang diberikan.
Selain lima lokasi tersebut sekarang di Tanjung Balai Karimun sudah ada beberapa praktek mandiri dan klinik gigi lainnya. Silahkan hubungi yang dirasa sesuai dengan kebutuhan


Tapi konsulnya aja yang pakai BPJS, giginya sih bayar sendiri
kenapa gak pakai BPJS, duh perjalanannya berdarah-darah, satu artikel sendiri untuk ngebahasnya
Kebayang sih betapa sakitnya itu. Apalagi gusinya sudah sampai bengkak.
Aku untuk menemukan dokter gigi yang cocok tuh mengalami perjalanan panjaaang banget.
Dan ternyataa.. memang gak semua dokter itu masuk kategori "enakeun".
Dari sisi keilmuan, praktek dan cara menjelaskan ke pasien dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami.
Dan kalau uda ketemu dokter yang cocok, alhamdulillah yaa..
Treatment semengerikan apapun ((biasa gigi ini menimbulkan trauma.. huhuuu)) jadi bisa terlewati dengan lancar dan bismillaah.. sehat-sehat kembali dan nyaman untuk mengunyah makanan.
Di Riau udah ada beberapa klinik gigi yang melayani perawatan gigi dengan baik ya untungnya, jadi gak susah nyari dokter gigi terpercaya untuk mengobati masalah gigi kita TFS infonya
ya, meski gak sakit, kayaknya perlu juga periksa gigi.
ya, meski gak sakit, kayaknya perlu juga periksa gigi.