" ".

Review Long Vacation (1996) : Dorama Jadul, Masih Relevan disaksikan Sekarang

Table of Contents

Pernah ga sih, nonton sepintas tapi selalu terbayang dan penasaran adegan itu bagian dari serial atau film apa? Nah, sepanjang nonton versi Jepang dari True Beauty --Megami Korin (InshaAllah akan saya review)-- dan mengagumi kecantikan paripurna tokoh utamanya yang diperankan Koki Kimura, yang tak lain tak bukan anak bungsu Kimu Taku, saya teringat akan satu adegan yang pernah saya tonton sekilas saja. Ini lah yang terjadi selama dua dekade terakhir dengan secuplik adegan Kimu Taku main piano di hadapan banyak orang. Saya sebenarnya lupa nonton dimana dan karena dulu internet belum semasif sekarang, saya pun tak langsung surfing dunia maya untuk mencari informasinya. 

Ternyata oh ternyata.. di zaman kecerdasan artifisial begini, gampang banget nyarinya, lengkap dengan referensi nonton sub-Indonesianya di mana. Jadi di tahun 2020 pernah ditayangkan di Viu tapi berhubung sekarang sudah tak ada lagi, jadilah saya ke drakor.id.

Judul : Long Vacation
Sutradara : Kozo Nagayama, Masayuki Suzuki, Hirotsugu Usui
Penulis : Eriko Kitagawa
Pemain : Kimu Taku, Tomoko Yamaguchi, Yutaka Takenouchi, Ryo, Takako Matsu, Izumu Inamori
Jaringan : Fuji TV
Jumlah Episode : 11
Genre : Romansa, Komedi drama
Tayang Perdana. : 15 April  - 24 Juni 1996

Sinopsis

Minami, seorang wanita muda berpakaian pernikahan khas Jepang berlari menyusuri jalan raya. Tujuannya adalah apato (flat sewaan sederhana dua kamar dilantai tiga) tunangannya Asakura. Malang, Asakura telah kabur dan yang membukakan pintu adalah rekan serumahnya, yaitu Sena.

Minami kalut karena keluarganya sudah bela-belain datang ke Tokyo, jadi Ia minta Sena menikah dengannya sebagai pengganti. Sena jelas menolak dan memintanya kembali ke lokasi acara, siapa tahu Asakura telah kembali dan memberinya ongkos taksi.

Keesokan harinya, Sena disapa seorang wanita yang awalnya tak bisa dikenalinya. Ternyata Minami yang sudah melepaskan apato-nya dan kehabisan uang gara-gara batal menikah, meminta pertolongan agar diizinkan tinggal di kamar lama Asakura. Sena awalnya menolak tapi barang Minami sudah datang dan akhirnya di naikan oleh kurir.

Minami adalah seorang model yang telah memasuki akhir masa kejayaan karena usianya telah melewati kepala tiga. Sena pianis berbakat lulusan sekolah seni yang sedang struggling menentukan arah hidupnya, apakah hendak menjadi musisi profesional atau banting stir untuk sementara mengisi waktu sebagai guru musik. 

Dinamika kehidupan mereka menjadi semakin berwarna dengan kehadiran Ryoko --pianis Junior yang ditaksir Sena, Momoko --Sahabat Sena-- dan Shinji --adik Minami beserta Rumiko pacarnya. 

Review

Kenapa Nonton Long Vacation Masih Terus Relevan?

Nggak ada villain jahat, konfliknya lebih ke internal struggle, yang bikin drama ini timeless, masih relevan banget di tonton sampai sekarang. Apalagi drama ini dibuat di saat Jepang sedang mengalami masa resesi. Saat angkatan mudanya kesulitan mencari pekerjaan tetap akibat situasi negara, sounds familiar enough? Ada beberapa alasan lain:

1. Penokohan Ikonik dan Membumi


Karakter Sena Hidetoshi yang diperankan Takuya Kimura, seorang pianis soft-spoken dengan karisma alami—senyum miringnya malu-malunya, mata tajamnya, dan jari-jarinya yang lincah di piano (dia beneran bisa main lho!). Kimu Taku waktu itu lagi berada di puncak karir bersama boyband SMAP, dan mulai menjadi perbincangan se-Asia. Di sisi lain, Sena itu kaku dan kikuk, tapi yearning for true love. Bahasa sekarangnya sadboy lah. Tak punya pengalaman di  bidang percintaan. Alhasil Minami banyak mengajarinya cara pendekatan ke Ryoko.


Tomoko Yamaguchi sebagai Minami yang outspoken, bubbly, clumsy, tapi punya kedalaman emosional. Minami bukan cewek lemah, meski ditinggal kabur oleh tunangannya, Ia bangkit dan tetap optimis. Satu lagi mengutip Momo-Chan dia seorang teman yang disukai.  

Ryoko kohai (adik kelas Sena di Univ), seorang gadis cantik yang pandai bermain piano. Lembut dan konservatif, tipikal calon istri idaman. 

Shinji adik Minami adalah seorang playboy oportunis. Ia tak segan menyapa Ryoko dan langsung menyatakan rasa ketertarikan di pertemuan pertama. Ia yang pandai bermain piano bekerja sebagai bartender di kelab yang didirikannya bersama pacarnya, Rumiko.

Momoko sahabat Minami, juniornya di dunia modeling. Sifatnya agak eksentrik tapi Ia sahabat yang baik tak hanya bagi Minami namun pada akhirnya semua orang.

2. Chemistry Luar Biasa

Seluruh pemeran punya chemistry antar pemain yang luar biasa

Kisah Percintaan

ini pure romansa Jepang yang slow-burn, agak cheesy, bikin deg-degan tapi realistis.  Bikin ketagihan seperti makan ramen panas di musim dingin. 


Interaksi Sena dan Minami terasa begitu natural. Dari pertengkaran-pertengkaran konyol, sesi curhat tengah malam di balkon, hingga momen-momen canggung dengan sentuhan fisik yang manis, semuanya terasa akrab dan nyata. 

Lebih dalam lagi, Sena dan Minami adalah orang yang tepat yang datang disaat yang tepat bagi satu sama lain. Sena menyemangati Minami saat titik terendahnya. Sebaliknya Minami menginspirasi Sena saat nyaris menyerah mengikuti kompetisi bahkan berniat melepas bermain piano selamanya. 

Belum lagi hubungan antara Shinji dan Rumiko (serta Ryoko) dan Sugisaki sang fotografer yang mengajak Minami menikah.

Persahabatan 

Tak hanya antara Minami dan Momo, persahabatan antar Sena dan Minami --saat masih platonik-- terasa hangat. Benih-benih cinta yang tumbuh justru dari eratnya hubungan persahabatan.

Menjelang ending, bisa dibilang semua tokoh sudah menjadi sahabat baik bagi satu sama lain. 

Persaudaraan



Minami dan Shinji terasa sekali hubungan kakak-adik yang saling mengganggu satu sama lain meski saling sayang. Mereka sama-sama bertumbuh seiring berjalannya cerita. Ohya, Minami pernah bilang bahwa Sena seolah adik kembarnya dengan Shinji karena mereka seumuran. Sena jelas tak terima karena Ia merasa tak mirip dengan Shinji yang mencuri cinta pertamanya dan pada saat itu Ia ingin Minami melihatnya sebagai seorang pria.

Hubungan antara guru dan murid

Sena berhubungan baik dengan mantan dosennya dulu.  Profesor Sasaki bisa dibilang sampai masuk dalam circle pertemanan Sena. Sena pun punya hubungan yang menarik dengan para muridnya, terutama Tatsuko.

Hubungan di dunia Kerja

Minami diberhentikan dari agency modelnya karena saat ditugasi jadi manajer seorang pendatang baru, justru jadi berantem. Setelah pindah bekerja pun Ia malah ditaksir pemilik usaha. Sena pun demikian, karir musik profesionalnya juga penuh dinamika naik dan turun. 

"Anggap saja ini liburan panjang dari Tuhan. Jangan berpikir dan berusaha terlalu keras, jalani saja apa adanya."

Dari Sena Kepada Minami

3. Plot yang Menarik

Pure storytelling yang fokus ke emosi. Selain hubungan antar karakter, yang jadi tema utama adalah struggle generasi muda. Beberapa hal yang menonjol adalah bagaimana keluarga dan lingkungan menuntut wanita harus segera menikah. Menavigasi hubungan percintaan dengan orang yang usianya lebih muda atau tua. Sementara di bidang pekerjaan apakah mengikuti passion atau pindah karier di usia yang tak lagi muda. 

4. Komedi yang Genuin

Dorama Long Vacation itu lucu. Bukan lucu yang dipaksakan, tapi lucu karena situasinya yang absurd dan dialognya yang cerdas. Banyak banget adegan lucu yang terjadi baik antara tokoh utama dan antar pemeran lain.


Contohnya tingkah laku Minami yang bar-bar kontras dengan reaksi Sena yang kaku dan kikuk menciptakan komedi fisik dan verbal yang tak lekang oleh waktu. Atau Momo-Chan yang bisa tiba-tiba nyanyi meski dalam mode curhat serius.

Entah kenapa, nontonnya berasa sedang nonton F.R.I.E.N.D.S, lebih ke sitkom cuma bedanya ini Dorama.

5. Produksi, Musik, dan Elemen Lain

Produksi Fuji TV tahun 90an ini sederhana tapi elegan. Setting Tokyo-nya autentik: apartemen kecil, kedai makan Ramen yang padat, jalanan malam yang romantis dengan segala kebersihannya. Membawa rasa nostalgia melalui kehadiran boks telepon umum, pesan suara di telepon dan ritme hidup yang berbeda banget tanpa kehadiran ponsel. Mereka sering main basket dan nongkrong di balkon yang ada billboard dengan kata-kata "Don't worry, be Happy". 


Fashion-nya juga era 90an retro chic! Gaya rambut Minami ternyata style rambut saya sepanjang masa, Medium Bob dengan layer bertingkat sepanjang bahu. Bedanya Minami berponi tipis sedangkan saya poninya langsung dipanjangkan dan dilayer.


Sinematografi-nya soft, dengan close-up manis pas momen intim. Kalau color gradingnya kerasa jadul, ya wajarlah, kan masih mengikuti standar televisi di era itu. 

Yang paling terngiang-ngiang? Soundtrack-nya! Lagu tema La La La Love Song oleh Toshinobu Kubota. Saya baru tahu kalau Sang Supermodel Naomi Campbell urun suara juga. Ada satu lagi lagu yang sayup-sayup familiar, judulnya Deeper and Deeper dari Cagnet.

Tiap ada scene piano live, bikin  pengen belajar main piano. Komposisi populer yang dimainkan ada lagu Happy Birthday to You sampai yang klasik karya Chopin.

Menurut saya kekurangan Dorama Long Vacation ini pacing  terasa agak lambat di episode tengah. Mungkin bagi penggemar action-packed,  bisa bikin boring tapi worth-it dilanjutkan. 

Selain itu drama ini dibuat di era sebelum merokok dilarang ditampilkan di televisi, jadilah para tokohnya secara kasual selalu merokok. Mohon ditonton dengan penuh kebijakan.

Adegan terakhir semi open ending, tapi justru bikin senyum-senyum buat yang berhasil menyimpulkan status hubungan Sena - Minami.

Buat saya, Long Vacation ini mengajarkan kita bahwa nggak apa-apa untuk merasa lelah, nggak apa-apa untuk beristirahat sejenak. Kadang, momen "liburan panjang" inilah yang kita butuhkan untuk bisa berlari lebih kencang nantinya. Buat yang mungkin lagi merasa di titik yang sama seperti Sena dan Minami, drama ini akan terasa begitu relate. Sebuah pengingat bahwa di saat tergelap sekalipun, kita nggak pernah benar-benar sendirian. Skor dari saya 9 / 10.

Kalau teman pembaca, punya comfort drama yang selalu berhasil bikin hati adem nggak? Share di kolom komentar, ya!

11 komentar


Comment Author Avatar
9/22/2025 08:42:00 PM Delete
Aku auto nyari loh di Drakor.id. Paling suka kalo ada film/drama yg ada main pianonya. Soalnya aku juga main piano. Seru nih...Makasih artikelnya
Comment Author Avatar
9/23/2025 08:29:00 AM Delete
Saya ikut kagum dengan tokoh Minami
Seseorang yang tegar walau ditinggal kekasih tapi tetap melanjutkan kehidupannya
Jarang cerita seorang perempuan muda yang mandiri seperti itu. Jad pelajaran tersendiri sebenarnya buat penonton
Termasuk istirahat sejenak saat lelah, sebagai manusia kita memang gak bisa diforsir ya
Ribut pun bisarisak kala digerakkan terus menerus
Comment Author Avatar
9/23/2025 09:06:00 AM Delete
Ada memang drama yang meninggalkan kesan di hati. Tak terlupakan. Sampe kita bersedia nonton dan nonton lagi. Seperti yang Mbak Annisa sampaikan, rasa ini muncul bisa jadi karena penokohannya, bintang yang bermain, chemistry di antara tokoh utama, bahkan juga alur ceritanya.

Saya suka drama yang slow-burn seperti LONG VACATION ini. Adegannya tidak over loaded ya. Sama seperti saat menikmati REPPLY 1998. Sudah nonton berkali-kali tetap aja melahirkan kesan yang long-lasting, awet di hati. Hubungan persahabatan tanpa pamrih. Tetangga yang hidup bagai saudara kandung. Bikin drakor itu jadi pilihan "sejarah" bagi saya pribadi.
Comment Author Avatar
9/23/2025 10:47:00 AM Delete
Wah kebetulan udah lama pingin nonton dorama
(lama-lama bosen juga dengan drakor dan drachin :D )
tapi bingung mau nonton apa karena saya pingin nonton drama yang manis dan gak banyak mikir ^^
Tenkyu referensinya ya, otw .....nonton ^^
Comment Author Avatar
9/23/2025 01:37:00 PM Delete
Kalau menurut daku, tayangan seperti drama maupun film jadul memang asik buat di tonton ulang, karena ide² mereka itu yang bisa ditonton tak terbatas waktu.
Btw, masa tadinya daku pikir tokoh utamanya itu Jerry Yang si taoming tse hehe, padahal kan ini dorama 🤣
Comment Author Avatar
9/23/2025 02:23:00 PM Delete
ini film lamaaaaaa banget... jadi ketahuan umur kan haha.. Nonton Long Vacation berasa nostalgia banget. Ceritanya sederhana tapi hangat, konflik tiap karakter juga bikin relate. Chemistry Sena dan Minami natural, ditambah nuansa 90-an sama musiknya yang bikin makin melekat di hati.
Comment Author Avatar
9/23/2025 03:06:00 PM Delete
Ga boong, sekilas kok saya salfok dan ngira itu Tao Ming Tse ya, hehehehe..... Menarik sih cerita yg disajikan, jadi pingin coba nonton.
Comment Author Avatar
9/23/2025 03:06:00 PM Delete
Ga boong, sekilas kok saya salfok dan ngira itu Tao Ming Tse ya, hehehehe..... Menarik sih cerita yg disajikan, jadi pingin coba nonton.
Comment Author Avatar
9/23/2025 04:26:00 PM Delete
Aku belum pernah nonton dorama sih ya. Cuma ini relate kayaknya ya. Tentang strugglenya generasi muda gitu.
Comment Author Avatar
9/23/2025 07:26:00 PM Delete
Yassalaaaam, baca review ini langsung ke-trigger nostalgia. Long Vacation tuh beneran paket lengkap buat aku. Romance-nya manis, musik-nya bikin mellow, sama vibes 90-an yang nggak tergantikan. Walau jadul, tetep relate sama dilema anak muda zaman sekarang. Jadi pengen rewatch lagi!
Comment Author Avatar
9/23/2025 07:36:00 PM Delete
Aku kayaknya juga cuma sepintas nonton Long Vacation inii.. tapii nempel banget OST-nyaa.. si La La La Love Song karena segituu eazy listeningnya kan yaah.. dan sukaa banget sama Kimtakkkk... Aku suka pas di dorama Good Luck!!
Dia emang se-manlyy ittuuh...

Dorama tahun segittuu.. kisseu scene itu jadi amat sangattt priceless yaaah.. berhargaaa bangeett..