Review Love Untangled : Mengurai Manisnya Kisah Cinta SMA
Sinopsis
Park SeRi (Shin EunSoo), seorang remaja yang menginjak kelas dua belas SMA (usianya 18 tahun, tapi mengikuti standar usia Korea Selatan usianya 19 tahun) menceritakan kisah cintanya. Ia mulai naksir anak lelaki sejak kecil dan tak pernah ragu "nembak" duluan. Kepribadiannya yang riang dan parasnya yang manis, biasanya membuat sang cowok menerima. Meski hasilnya tak dapat diterka, misalnya cowok terakhir yang ditembaknya malah pindah keesokan harinya.
Seiring berjalannya usia, ada perubahan yang terjadi, rambutnya menjadi keriting. Berbeda dengan kembarannya HyeRi yang tetap berambut lurus, Ia justru mengikuti sang Ayah.
SeRi jadi insecure karena menganggap rambutnya yang mengembang, membatasi kehidupan sosialnya. Ia bertekad tak akan pernah lagi menyatakan cinta. Namun suatu hari Ia terpesona pada Kim Hyeon (Cha WooMin), seorang bintang sekolah yang tampan dan punya banyak penggemar. Takdir mempertemukan mereka di kala sedang berenang di suatu lokasi pantai yang cukup tersembunyi dari keramaian. Hyeon yang menjadi cukup mengenali SeRi, membuat harapannya meningkat. Didukung para sahabat, Ia berjuang akan menyatakan cinta lagi.
Keesokan harinya, SeRi berupaya menemui Hyeon lagi di lokasi yang sama, malangnya Ia malah harus menyelamatkan seorang pemuda yang nyaris tenggelam. Ternyata, sang pemuda adalah murid pindahan baru bernama Han YoonSeok (Gong Myung). Ia berasal dari Seoul dengan rumor yang menyertainya karena di hari pertama masuk sekolah, kakinya harus memakai gips dan disanggah Kruk.
Kehadiran YoonSeok bersama ibunya yang seorang penata rambut, membawa secercah harapan bagi SeRi, baik dalam mengurai keruwetan rambutnya maupun kisah cintanya.
Review
Sebagai orang yang terlahir dengan rambut lurus bak iklan shampoo sejujurnya saya merasa sangat beruntung setelah menyaksikan 'perjuangan' SeRi dengan rambutnya. Sebenarnya rambut keriting itu indah tapi stereotipe di KorSel (dan Indonesia serta negara Asia lainnya) yang menjadikannya seolah suatu kekurangan.
Saya nonton tanpa baca sinopsis atau apapun, kecuali cuplikan trailer yang terpapar dari sosial media. Sepanjang nonton saya menebak sutradaranya wanita, dan benar saja. Sudut pandangnya terasa 'cewek banget' yang dibesarkan di era itu. Mulai dari detil persaingan antar saudara kembar SeRi dan HyeRi, berebut walkman, suka baca buku komik dan yang paling gong percaya banget dengan segala mitos 'menyatakan cinta kepada cowok dengan membawa ini atau di lokasi ini' pasti akan berhasil. Hoahaha.
Bersetting di Busan, pantai yang indah dan bersih menjadi salah satu poin penting. Di sinilah SeRi semakin menyukai Kim Hyeon, saat tak sengaja bertemu ketika sedang berenang di bagian laut yang tebingnya agak terjal. Serta menjadi tempat pertemuan pertama SeRi dan YoonSeok.
Nonton ini bikin perasaan jadi berdebar, mengenang era masa muda (1998 di Indonesia juga sama seperti sekarang, era reformasi baru diperjuangkan). Siapa tahu bisa jadi jinx yang membangkitkan semangat bagi angkatan saya. Rasa yang penuh nostalgia, didukung dengan sinematografi yang mumpuni, dengan unsur estetika baik. Era foto analog, penggunaan telfon umum dan pager membuat jalan cerita makin kuat.
Alurnya linear dan mudah dipahami. Ribetnya masa sekolah itu (bagi kebanyakan orang) masih sebatas tugas sekolah, ujian dan tes masuk perguruan tinggi, persahabatan serta naksir-naksiran. Dan itu berhasil disampaikan dengan baik oleh film ini.
Plot sekolah jelas dan tak hanya jadi sekedar pelengkap. Di sekolah SeRi punya wali kelas (Jo BokRae) yang lucu tapi perhatian dan teman-teman yang kompak serta sangat mendukungnya. Sahabat SeRi diperankan oleh wajah-wajah yang lumayan familiar bagi penggemar drama Korea. Akting mereka pas sebagai remaja yang masih labil. Yang paling mencuri perhatian adalah Baek SeungRae (Yoon SangHyeon) --awalnya Ia adalah satu-satunya pria dalam genk pertemanan SeRi-- yang sangat cerewet. Saya sempat salah menduga orientasi seksualnya meski ternyata ada twist yang dibagian akhir.
Persahabatan mereka terasa makin erat mungkin karena minimnya penggunaan gadget. Jadi mereka benar-benar menikmati masa kebersamaan. Mulai dari saat makan siang di kantin, eskrim di lapangan, main dodgeball di jam olahraga sampai membuat ribuan origami telur burung bangau. Apalagi saat karya wisata sekolah yang seru banget, ayah SeRi pun bisa ikut sebagai fotografer resmi sekolah.
Cameo yang hadir ada Gong Yoo dan Jung YuMi serta Park JeongMin. Memang cuma sepintas lalu, namun cukup membawa nuansa yang segar.
Ohya, ngomongin segar, ternyata GongMyung masih cocok berperan jadi anak SMA, meski baru-baru ini saya sempat dibuat kesal berkat aktingnya sebagai anak manja di Mercy For None. Sudut pandangnya kebanyakan dari SeRi, tapi begitu menjelang penghujung ada dari YoonSeok rasanya makin mengharukan. Gong Myung benar-benar berhasil menampilkan kekikukan anak SMA korban orang tua otoriter yang perlahan mulai menemukan makna kasih sayang lagi. Chemistry-nya dengan SeRi terasa perkembangan dari awal hingga akhir.
Ada satu adegan yang lucu sekaligus dalam banget maknanya, saat SeRi membisikan kode rahasia kunci pintu gudang milik ayahnya yang berupa gembok konvensional bersandi : 4-8-6, secara tak sadar YoonSeok mengulanginya 4-8-6-2. Ternyata ini bukan sekedar salah dengar, Di Korea, berarti "사 랑 해" (Saranghae) atau "Aku cinta kamu", yang berasal dari jumlah goresan yang diperlukan untuk menulis kata tersebut dalam Hangeul. Karakter "사" (sa) membutuhkan 4 goresan, "랑" (rang) membutuhkan 8 goresan, dan "해" (hae) membutuhkan 6 goresan. Jadi, jawaban YoonSeok seolah berkata "I Love You, too".
Masalah yang muncul menjelang klimaks dapat diselesaikan dengan baik. Ada pertumbuhan karakter yang sangat terasa baik di diri SeRi, Hyeon, YoonSeok serta para sahabat. Pesan moralnya pun jelas meski tidak semua harus dijabarkan secara tersurat. Pencarian jati diri bisa dilakukan secara effortless, cukup jalani saja hari-hari dalam versi yang terbaik. Karena setiap orang itu istimewa dan punya kelebihan masing-masing.
Selama ini kupikir, Aku harus berubah agar seseorang menjadi menyukaiku, aku harus jadi lebih cantik dan baik. Tapi aku tak merasa demikian saat Aku sedang bersamanya "
Hal yang kurang dieksplorasi adalah hubungan antara SeRi dan HyeRi. Selain mereka sangat bertolak belakang sebagai mana yang ditampilkan di adegan awal film --HyeRi juara umum di sekolahnya-- sejujurnya tak ada kelanjutannya sepanjang cerita. Padahal dinamika keluarga mereka pun sangat menarik. Ayahnya seorang juru foto dan punya banyak kegemaran memiliki gudang rahasia yang diberitahukan SeRi hanya pada YoonSeok. Ibunya pun bisa jadi sumber komedi dalam keluarga.
Overall, saya beri film ini skor 8 /10. Cocok banget ditonton buat yang mau refreshing sejenak dari segala keruwetan hidup.












Baru2 ini dia cerita kenapaaa dia bisa semau itu lurusin rambut yang harganya lumayan mahal ngorbanin uang jajan demi rambut lurus.
Padahal rambutnya yang ikal itu bagus bangeeet loh..
Sama kek Seri, justru dengan rambut keritingnya itu dia malah jauh terlihat cantik dan spesial yaa kan
Duh Annisa, ini review-nya bener-bener "nyentuh titik-titik memori" masa putih abu-abu!
Baca ini tuh berasa diseret balik ke lorong sekolah sambil dengerin lagu galau 2000-an, terus ngelamun di bangku kelas nunggu si "dia" lewat (iyain aja walau dia gak nyapa). 😆
Love Untangled ini kayak paket komplit: manis, awkward, dan kadang nyesek tapi relate parah. Visualnya yang pastel dan ceria romantis' memang ciri khas yang dimiliki sutradara wanita yaaah .. jadi inget film film sutradara Upi Avianto, Nia Dinata, Lola Amaria yang juga boom di Indonesia
Jadi hampir sepanjang cerita saya tuh ngetawain Se-ri. Di 1998 lagi menjamur memang ngelurusin rambut. Catok dan sebagainya. Karena di zaman itu yang namanya punya rambut lurus dan kulit putih itu adalah identifikasi cantiknya perempuan.
Satu lagi yang bikin saya ber-memori ria adalah penggunaan pager hahaha. Saya hidup di masa sebelum itu malah. Yang cuma ngandalin telepon analog rumah, kemudian pager, barulah ada handphone. Iiiihh memorable banget.
Owalah jadi gitu ceritanya, jadi punya gambaran nih mbak. Lucuk juga ya anak kembar yang satu rambut niru ayah satu niru emaknya :D
Ah cute banget ini keknya cinta2an anak SMA, apa nanti diceritakan juga ya tentang masa depannya?
Wah lumayan banyak ya cameonya para aktor yang udah terkenal2 juga?
Okeh karena ternyata film, nanti pas maksi sekalian mau nyempetin nonton ah :D
Duh memang ya di Indonesia..di Korea ..negara Asia rambut enggak lurus aja bisa jadi bahan bully-an
Btw, baca review ini senyum-senyum sendiri...kebayang manisnya kisah cinta anak SMA
apalagi sesudah baca review ini
Saya baru ngeh sesudah baca tulisan Mbak Annisa tentang Korean movie ini
Nonton ah, karena seperti kata Mbak Annisa, kita butuh yang seger, sweet dan bikin happy ^^
Aku jadi inget kalo dulu SMP aku malah kebalikan dari SeRi... rambutku lurus dan tipis, jadi pingin ngembang.. yaa, di keriting dari akar rambut sampai ujung. Penampilan kritingku ini, sukses bikin pangling.. hahaha..
Dan aku berkacamata. Uda kebayaang mirips syapaahh??
Betti La Fea... hahahaha~
Bakalan jadi drama apa yaakk.. kalo open ending beginii??