" ".

Review Queen Mantis : Kembalinya Sang Mishil

Table of Contents

Siapa dulu yang nonton The Great Queen Seondeok di televisi swasta legend demi Putri Deokman atau justru terpesona Bi Dam? Ternyata saya baru sadar sekarang, meski tak mengikuti setiap episode karena kegiatan lain, saya nonton lebih sering karena ter-Mishil-Mishil. Iya, selir jahat tapi berkuasa di balik layar yang tiap kemunculannya bikin pengen melempar televisi. Wajar Go HyunJung dapat Daesang dari MBC karena perannya ini, asli ada sensasi merinding kalau sudah melihat tatapan mata bengisnya terutama kalau sedang bersiasat jahat. Jarang-jarang juga saya bersimpati dengan tokoh antagonis apalagi sampai tahap ngefans begini kan. Hoahaha 

Makanya, saya semangat banget nih waktu diumumkannya drama Korea Queen Mantis (atau diawal dulu diumumkan berjudul The Mantis : Original Sin). Go HyunJung akan menjadi tokoh yang menjadi "The Mantis". Tanpa membaca sinopsisnya, saya sempat kepikiran ada unsur kanibalisme-nya karena kan sudah jadi pengetahuan umum kalau mantis alias belalang sembah betina akan makan kepala pejantan setelah ritual kawin. Gelap dan horror banget gitu kan.

Ohya, jangan sampai keliru dengan film Mantis yang juga baru dirilis beberapa hari lalu ya.. Yang itu saya belum nonton karena saya (ternyata) ga pernah berhasil suka Im Si Wan, apapun genre film/drama yang dimainkannya.


 Judul : Queen Mantis
Judul lain : 
사마귀: 살인자의 외출 (Samagwi: Salinjaui Oechul / Mantis : Murderer's Outing)
Sutradara : Byeon YoungJoo
Penulis skenario: Lee YoungJong
Pemeran : Go HyunJung, Jang Dong Yoon, Kim BoRa, Lee El, Cho SeongHa, Han DongHe, dll
Genre : mistery, thriller, cop
Jumlah Episode: 8
Durasi : 60 menit
Tayang di : SBS / Netflix
Rating : 18+


Sinopsis

Seorang detektif narkotika berprestasi, Cha SooYeol (Jang DongYoon) tiba-tiba dihubungi oleh seseorang yang telah menjadi mentornya selama ini, Detektif Choi JungHo (Cho SeongHa). Beliau memintanya masuk ke dalam tim investigasi pembunuhan berantai yang mirip dengan kejadian serupa di masa lalu atas permintaan khusus dari Komisaris Kepolisian.


Awalnya Ia terlihat ragu, terutama karena selama ini Ia menyembunyikan jati diri yang sebenarnya dari istrinya sendiri, Lee JungYeon (Kim BoRa). Rupanya Ia putra  Jung IShin (Go HyunJung), seorang pembunuh berantai dengan lima orang korban dua puluh tahun lalu. Kelimanya dibunuh secara brutal dengan cara yang berbeda namun memiliki kesamaan, lelaki yang melakukan kejahatan kepada keluarga atau orang terdekatnya sendiri. Sehingga Ia dijuluki sebagai Mantis.

Mampukah SooYeol dibantu tim yang terdiri dari detektif Kim NaHee (Lee El), Bae SungGyu (Kim MinHo) dan Choi Hyuk (Kim TaeJung) mengungkap misteri copycat killer ini sebelum korban berjatuhan lebih lanjut? Terlebih dia harus berkerja sama dengan sang Ibu yang sudah tak dijumpainya selama dua puluh tahun terakhir. 

Atau apakah ini justru bagian dari rencana Sang Mantis sendiri agar dapat menjumpai kembali putranya?

Review 

"Kenapa Kau sangat lunak padaku?"

"Karena dari awal, Aku tak pernah berpikir yang dilakukan Jung IShin adalah kesalahan"

Detektif SooYeol dan JungHo

Queen Mantis diatas kertas punya semuaaaa yang dibutuhkan untuk jadi thriller sukses :

1. Aktor dan Aktris keren



Saya tak bisa membayangkan pemeran lain bagi Sang Mantis. Mungkin karena tragedi yang dialaminya sendiri (saya pernah nonton cuplikan wawancara beliau, ternyata setelah bercerai dari seorang chaebol kehilangan hak asuh anaknya dan kesulitan menemuinya lagi), emosi IShin sebagai seorang ibu yang merindukan anaknya meski sok kuat dan dingin tersampaikan dengan baik. Adegan biasa pun kehadirannya bisa bikin merinding, apalagi pas mengenang masa-masa pembunuhan brutal yang dilakukan. Kecerdasannya berekspresi dalam mempengaruhi emosi orang lain membuat saya semakin mengangumi Go HyunJung (dan teringat Mishil).

Selain Go HyunJung, ada Jang DongYoon yang range aktingnya cukup luas. Saya pun bisa melihat kemiripan secara fisik antara Ia dan IShin jadi nontonnya believeable banget. Meski awalnya terasa canggung karena kebenciannya pada ibunya sendiri, kedalaman emosi yang ditunjukkan SooYeol pada setiap episode semakin mempertajam chemistry Ibu dan anak ini. Reaksinya saat menghadapi kriminal yang mengidolakan ibunya juga terasa antara campuran keheranan, kebencian sekaligus rasa kasihan dan menyesal sebagai anak dari Mantis. 

Kim Bora, Lee El, Cho SeongHa dan para pemeran lain berhasil membangun dunia Queen Mantis yang penuh teka-teki.

2. Tim Produksi Berpengalaman 

Diproduksi oleh Studio S dan SBS dan mengamankan tayang di OTT merah. Dengan penulis naskah terbiasa menyusun film aksi yang seru, 12:12 The Day itu keren menurut saya. Sutradaranya berpengalaman menangani drama Blackout yang tahun lalu berhasil bikin saya penasaran dan curiga pada semua tokoh hingga akhir. 

Hasilnya drama yang secara visual cukup gelap dengan pemilihan warna yang cenderung monokrom memberi kesan yang dingin dan gloomy.

Makeup artis (dan mungkin sedikit sentuhan CGI) mampu menghadirkan masa muda Jung IShin dan detektif Choi dengan menawan. Saya kembali termishil-mishil Hoahaha.

3. Premis Memikat 

Sebagai adaptasi dari serial La Mante, premisnya memang menarik sebagaimana yang telah saya bahas di sinopsis.

Kita diajak melihat sudut pandang pembunuh berantai wanita. Terlebih Ia juga seorang ibu. Bagaimana mungkin Ia menyeimbangkan sisi kejam dengan sikap keibuannya dan bagaimana si anak yang lama tak berjumpa dan memendam kebencian justru harus menemuinya secara rutin demi menyelesaikan pekerjaannya dan menangkap sang pembunuh peniru?

4. Buzzworthy

Dari awal drama ini disambut animo yang cukup baik. Selain penasaran dengan kedua pemeran dan kisahnya, SBS dan slot Jum'at-Sabtu setahunan terakhir menyajikan drama yang cukup gemilang. Misalnya secara berurutan ada The Judge From Hell, The Fairy Priest 2, Love Scout dan Burried Heart. 

Sayangnya, ada beberapa hal yang kurang sreg bagi saya :

1. Pace-nya Melambat

Sejak episode 5-6, salah satu penyebabnya adalah perpecahan internal di kalangan tim yang dipimpin oleh SooYeol. Awalnya jelas karena SooYeol tidak jujur (karena memang diminta rahasiakan baik oleh Komisaris Kepolisian termasuk IShin sendiri sebagai bagian dari kesepakatan dengan polisi ketika mau mengaku dulu : lindungi identitas anaknya). 

Ada satu scene yang menyebalkan banget menurut saya, antara menangkap penjahat yang sedang beraksi atau menyalakan alarm evakuasi. Secara moral, memang SooYeol yang terkesan merelakan satu nyawa melayang demi menangkap pelaku sesungguhnya terasa kejam. Tapi secara etika apalagi dalam korps kepolisian yang memegang teguh hierarki kepangkatan, tindakan Kim NaHee sangat berbahaya, Ia melawan perintah langsung atasannya dan malah membunyikan alarm di detik-detik terakhir. Memang nyawa korban tertolong tapi kan kesel gitu ya, jadi tak ada kemajuan yang berarti dalam pengungkapan kasus.

Belum lagi saat SooYeol mendapat lead yang benar-benar bisa ditelusuri, timnya malah walkout. Hadeuuh. 

Bisa dibilang, pendapat saya ini hampir sama dengan para pemirsa di KorSel, tercatat perolehan rating untuk episode 5-6 yang turun menjadi 6% padahal diawal selalu berkisar antara 7-7,5%. (Sebenarnya ini pencapaian yang lumayan baik, mengingat jam tayangnya bersaing dengan Bon Appetit Your Majesty juga di hari Sabtu).

2. Plot Hole(s)

Saya agak bingung saat penangkapan Jung IShin, detektif Choi mau bekerja sama mengikuti semua persyaratannya (melindungi identitas anaknya, disediakan beberapa kemudahan, dll) asalkan beliau membuat pengakuan bersalah. Yang penting selama pengadaan Piala Dunia KorSel-Jepang 2002, suasana jadi kondusif. Setelahnya IShin ditahan dan diumumkan ke publik sudah tiada.

Ok lah bila memang memungkinkan diatur seperti ini, tapi yang jadi masalah, bila hanya segelintir orang yang tahu kenapa ada (banyak) yang berhasil menyelidiki dan menelusuri jejak keberadaanya baik secara dokumen sampai rekaman video hipnoterapinya? 

Yang paling fatal saat Komisaris Kepolisian memerintahkan detektif Choi kembali melibatkannya dengan penyelidikan pembunuhan berantai yang terjadi saat ini, kenapa pengamanan untuk IShin di rumah aman sangat meragukan? Hanya satu orang yang bertugas menjaganya selama 24 jam. Meskipun di sekeliling pagar pengaman dialiri arus listrik dan ada CCTV. IShin itu cerdas, terbukti, Ia berhasil meloloskan diri dengan memanfaatkan racun dari dedaunan yang dikumpulkannya. Sebagai catatan, SooYeol sendiri sudah komplain sejak awal masalah penjaga ini.

Ohya pembunuhan '0' alias pembunuhan pertama (tidak termasuk yang dihitung sebagai pembunuhan berantai) oleh IShin pun sangat tidak masuk akal. Sejak pertama kali melihat dinding terduga pelaku yang mencoba mengumpulkan data tentang kejahatan IShin, saya sudah bisa menebak itu adalah ayahnya SooYeol (plus alasannya, demi melindungi SooYeol). Lagi-lagi meskipun saat itu KorSel sedang demam euforia piala dunia, tapi pembunuhan oleh wanita bergelar Mantis saat itu lumayan menggegerkan, bagaimana mungkin polisi tidak menelusuri keberadaan (katakanlah mantan) suaminya? Terlebih saat posisi mayat beliau menjadi kerangka utuh di dasar sumur yang terbilang dangkal di rumah lama mereka. Apakah polisi tak melakukan penelusuran masa lalunya? Jadi sekedar percaya dengan investigasi dan pengakuan IShin semata?

Bukankah jika ibunya masuk penjara, yang lebih berhak mengasuh SooYeol adalah sang ayah dibandingkan kakek dari pihak ibunya? 

3. Kebanyakan Plot twist tertebak dari Spoiler Le Mante 

Di platform X ada yang membocorkan siapa pelaku sesungguhnya (beserta motif dan penyamarannya) di kisah yang tayang lebih dahulu di televisi Perancis itu. Nah, Queen Mantis sebisa mungkin (tampaknya) ingin menghindari hal tersebut keburu bocor dengan menjadikan semua orang suspek.  

Saya sempat curiga dengan istri SooYeol, JungYeon yang menunjukan reaksi aneh saat Ia mendengar pengakuan SooYeol mengenai ibunya dan ketakutannya untuk punya anak (ya wajar lah ya, saya saja yang 'sekedar' punya eksim takut sekali menurunkan gen tersebut pada anak, apalagi sakit mental yang telah diteliti kemungkinan diturunkan secara genetis). Begitu pula dengan detektif NaHee yang seolah selalu mencari celah mencurigai SooYeol. Tapi setelah penjelasan tentang suspeknya yang transgender, langsung mengerucut pada satu karakter dan tanpa terpapar spoiler-pun, penggemar genre misteri dan detektif kemungkinan bisa menebaknya.

🩷🩷🩷🩷

Overall saya beri nilai 8/10, terselamatkan berkat endingnya (yang saya belum tahu sih, apakah sama juga atau tidak dengan La Mante), yang menunjukkan latar belakang IShin menjadi wanita berdarah dingin. 


Dan Queen Mantis lebih dari sekedar tentang pembunuhan berantai. Ada cinta yang dipertaruhkan dalam jalinan misteri dan kebenaran yang pada akhirnya bisa menjadi awal kedamaian yang dirasakan baik bagi IShin maupun SooYeol.

Sebenarnya drama ini berpotensi dilanjutkan ke musim selanjutnya. Apalagi adegan terakhir benar-benar membuka kemungkinan untuk itu tejadi : terjadi lagi pembunuhan dengan korban di pihak kepolisian yang dekat dengan IShin dan SuYeol.


5 komentar


Comment Author Avatar
9/29/2025 08:32:00 AM Delete
Saya baru sampe di episode 3-4 (lupa). Dari episode yang sudah lewat ini, saya harus tahan nafas dulu karena adegan2 kekejaman dan alur cerita yang masih un-leading. Tapi yang pasti saya kagum dengan acting Yi-shin. Cool and fresh blooded (hahaha). Secara ya saya juga penggemar film/drama dengan ketegangan tinggi. Baca ini jadi pengen meneruskan dan membuktikan bahwa gelar MANTIS tuh tidak semudah seperti yang orang pikirkan.
Comment Author Avatar
9/29/2025 08:55:00 AM Delete
keren banget akting Go Hyun Jung ya?
wajah cantiknya dibuat menakutkan gitu
kataku sih masih ada kemungkinan
saya juga semula menduga Lee Jung-Yeon, istri Cha Su Yeol, pelakunya
sekarang ganti ke sahabat kerjanya
kan kalo udah ganti kelamin gak ketahuan bahwa dulu dia laki-laki
hehehe .....yang paling asyik dari drama ini emang tebak menebaknya
Comment Author Avatar
9/29/2025 12:28:00 PM Delete
Queen Mantis ini emang vibesnya bakalan jadi salah satu drakor paling membagongkan tahun ini. Baru nonton eps 1 dan cukup menarik sih emang.
Comment Author Avatar
9/29/2025 01:22:00 PM Delete
Beberapa waktu lalu, aku lihat posternya the mantis. Aku tertarik buat nontonnya. Ternyata, julukan mantis tuh karena pembunuhannya tuh dilakukan oleh keluarga atau orang terdekatnya sendiri.
Comment Author Avatar
10/03/2025 05:42:00 AM Delete
Waouw keren ya film ini, dilihat dari sisi psikologi pembunuh berantainya yang ternyata hanya seorang ibu baik yang terluka, dan bagaimana pembunuh berantai baru yang meniru karena mengidolakan si ibu ini.
Pasti nggak mudah membuat film seperti ini.
Bener kak, ini memang film yang wajib untuk ditonton!