Review The Defects : 50 Isu Carut Marut Dunia
Tahun 2025 cukup banyak drama Korea dengan tema action thriller yang seru sekali. Beberapa yang saya sukai diantaranya Mercy For None, Hunter With Scalpel dan Trigger. Tapi, saya akui, walaupun saat menonton ketiganya logika dan perasaan saya ikut tercabik, ternyata saya tak seniat itu membuat review.
Saat nonton The Defects, langsung pengen ngereview --yang formatnya baru kali ini saya coba tuliskan-- tapi saya sabar-sabarin diri hingga selesai ditayangkan seluruh episode. Eh, malah kebablasan karena mulai buat recap drama baru lah, nulis review film yang tiba-tiba ditonton ulang lah.. Hoahaha.
Trigger Warning :
Untuk para orangtua yang sedang berjuang dengan kesehatan mental dalam mengasuh anak terutama --mohon maaf sebelumnya-- anak ABK atau --sekali lagi mohon maaf-- anak angkat, saya kira bisa lebih bijak dalam memutuskan akan menonton drama Korea ini.
Harap perhatian juga bagi yang memiliki trauma mendalam, tontonlah dengan penuh kebijakan daripada malah jadi ke-trigger.
Sinopsis
Dimulai dari tahun 2011, dua orang yang mengendarai mobil terlihat membawa suatu barang berukuran cukup besar. Satu orang yang lebih tua dan bertindak seolah bos, bertanya pada yang lebih muda dan dipanggilnya dengan sebutan TaeSik (Choi YoungJoon), apakah Ia tak penasaran dengan tugasnya selama ini mengecor drum berisi barang misterius itu di dalam tanah. TaeSik IDGAF selama Ia mendapat bayaran untuk pengobatan dan operasi sang ibu.
Ketika sedang memindahkannya dan mulai untuk mengisi drum dengan campuran semen, sekonyong-konyong benda tersebut bergerak dan ketika di buka tampaklah gadis cilik yang menangis tersedu-sedu memohon agar tak dibunuh dan minta untuk diselamatkan. TaeSik mengokang senjatanya namun suara tembakan senjata api yang terdengar langsung membawa kita ke opening dan judul The Defects.
Fast Forward ke masa kini, gadis tersebut telah tumbuh menjadi wanita dewasa muda. Ia tinggal di lokasi yang akan di revitalisasi. Diantara gedung-gedung terlantar dan terbengkalai ada sebuah bekas rumah pemandian tua yang ditempatinya dengan dua orang pria yang usianya remaja akhir serta seorang gadis yang usianya juga hampir sebaya dengan para pria itu.
Ternyata, TaeSik masih menjalani pekerjaan yang sama. Ia berupaya menyelamatkan beberapa orang anak yang dikumpulkannya di rumah terlantar tersebut. Tak hanya menyembunyikan mereka, Ia pun mengajari mereka kemampuan beladiri, penggunaan senjata api dan alat-alat spionase serta beberapa skill lain yang menjadikan mereka street smart sekaligus badass. Anak-anak yang jadi penyintas ini memanggilnya dengan sebutan paman.
Kemampuan mereka ini cukup mumpuni hingga mereka mampu mengelabui bahkan mengalahkan bandar dan pusat perjudian lokal. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan sejumlah uang agar bisa membeli ayam goreng yang mereka idamkan. Karakter keempatnya mulai terungkap : Ah Yeon (Won JinA) si Kakak perempuan sulung bossy, paling jago bertarung tapi sangat mengayomi adik-adiknya; SooMi (Lee NaUn) yang cantik tapi membenci kehidupan yang terkurung, sangat nekat tetapi tetap penuh perhitungan; JooAn (Ahn JiHo) yang ahli teknologi lebih pendiam dibandingkan SeokSoo (Oh SeungJun).
Mereka menunjukkan kekompakan dan rasa saling peduli satu sama lain seolah saudara sekandung. Serta mereka berusaha mematuhi paman yang telah melindungi mereka untuk tak keluar dari rumah perlindungan. Meskipun jauh di dalam hati mereka memimpikan kehidupan normal selayaknya anak-anak lain.
Dinamika mereka berubah tak kala Sang Paman mengirim seorang anak yang berusia jauh lebih kecil, SiWoo (Kang JiYong) ke rumah perlindungan. Bedanya, SiWoo dikirim sendirian tanpa diantar Paman, sehingga Ia masih punya waktu untuk menelpon orang tua yang membuangnya. Hal ini membangkitkan serangkaian efek domino.
Di sisi lain kota seorang tokoh yang diidolakan di dunia kesehatan Kim SeHee (Yum JeungAh). Ia mengendalikan jaringan perdagangan manusia yang menyediakan jasa adopsi ilegal lengkap dengan teknologi tercanggih. Dijalankan secara diam-diam, ternyata banyak yang menjadi pelanggannya. Untuk menjamin kerahasiaan dan kepuasan orang tua, anak angkat tersebut diberikan jaminan untuk dikembalikan (retur ibarat barang🤬) sebelum mencapai usia tertentu. Cukup dengan menghubungi kembali, maka tim yang dipimpin JungHyeon (Dex) akan membereskan semua urusan.
Review The Defects
Selain plot yang sangat menarik The Defects memang patut dijadikan pilihan untuk ditonton bagi penggemar genre action - thriller.
Dibintangi para pemain top Korea Selatan, akting para pemainnya tak perlu di ragukan lagi. Yum JeungAh nyaman memerankan sosok misterius yang mengejar kesempurnaan manusia namun diganjar dengan hilangnya rasa kemanusiaan itu sendiri. Choi YoungJoon sebagai TaeSik yang berupaya menebus dosa masa lalu dengan berupaya menyelamatkan anak-anak yang bisa di tolongnya sekaligus memberikan mereka pandangan serta tujuan hidup yang baru. Won JinA sebagai AhYeon sang gadis badass namun masih mendambakan kasih sayang sang ibu yang pernah membuangnya.
Para pemeran pendukung pun tak kalah apik. NaEun yang pernah memerankan JooDa di Extraodinary You dan lama menghilang dari layar kaca karena skandal diduga melakukan perundungan semasa sekolah, tampil gemilang sebagai SooMi. Seorang gadis yang cantik dan mematikan, hebatnya Ia berhasil menahan diri menghabisi figur ayah yang tega merisaknya. Begitupula denhan pemeran AhYeon Kecil, WooSik, JooAn dan SeokSoo, sekali pandang kita bisa paham konflik dan luka batin yang mereka emban.
Ohya, banyak yang protes di sosmed tentang akting Dex yang memerankan JungHyeon. Saya kurang familiar dengan latar belakang Dex, tapi dari apa yang lihat ini baru proyek akting drama keduanya. Aktingnya cukup lumayan. Ia mungkin tak terlalu berbakat tetapi saya merasa diyakinkan dengan bagaimana Ia membawakan seseorang yang memang wajahnya diharuskan untuk selalu tanpa ekspresi.
Dari jajaran cameo ada SungHoon seorang presiden dengan latar belakang cemerlang. Ia mengikuti keinginan istrinya yang ingin punya momongan 'super' agar bisa mengikuti jejaknya yang gemilang .
Pacenya cepat karena, ya hanya delapan episode. Tak ada adegan yang berupa filler, semuanya saling berkaitan erat dan dipertimbangkan dengan matang.
Sinematografinya menonjolkan sisi gelap dibalik gemerlapnya kehidupan kelas menengah ke atas di Korea Selatan. Pengambilan gambar untuk adegan di malam hari cukup membuat saya harus menaikan tingkat kecerahan device tetapi sebanding dengan keseruan yang dirasakan. Di dukung dengan scoring yang menarik. Saya sangat menyukai dua lagu dari OST drakor ini, sesuatu yang langka bagi saya pribadi (mengingat ini genrenya ya)
Saya belum baca Webtoon yang jadi inspirasi drakor ini, jadi bukan untuk membandingkan, tapi karena saking kepikirannya, saya membuat catatan mengenai isu / fenomena psikologis, sosial kemasyarakatan, dan hukum serta negara apa saja yang "berhasil" diramu dalam naskah serial sepanjang delapan episode ini. Dan hasilnya sungguh mencengangkan, ada limapuluh bahkan lebih karena ada poin yang saya jadikan satu (atau mungkin teman pembaca yang lebih jeli bisa menemukan lebih banyak? Hoahaha).
50 Isu / Fenomena Carut Marut Dunia yang diangkat dalam Drama Korea The Defects
1. Adopsi Ilegal
Isu utama diangkat dalam serial ini adalah adopsi ilegal. Bagaimana para tokoh kelas atas dan kaya-raya di Korea Selatan mendapatkan keturunan sesuai spesifikasi yang mereka inginkan.
2. Rekayasa Genetika
Terungkap di pertengahan cerita bahwa apa yang terlihat di permukaan sebagai adopsi, ternyata anak-anak yang dikembalikan dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi keinginan orang tua angkanya. Ternyata anak-anak tersebut bukan hanya dilahirkan dari proses bayi tabung dan surogasi (dengan ibu pengganti), sebagian adalah hasil rekayasa genetika. Gen mereka dibuat berdasarkan pesanan kedua orang tuanya. Misalnya ada orang tua yang ingin anaknya menjadi seorang atlet softball profesional telah dipersiapkan sejak masih berbentuk kromosom. Namun ketika gagal memenuhi harapan anak tersebut dapat dikembalikan sebagai bentuk garansi yang diberikan oleh organisasi.
3. God Complex
Ada satu adegan yang disturbing sekali, SeHee dengan santai memasukkan Fetus yang batal ditanam di rahim ibu surogasi ke dalam mesin penghancur. Ini benar-benar membuat miris, menunjukkan obsesi pribadinya untuk bertindak di atas batas kemanusiaan. Belum lagi tujuannya untuk menciptakan suatu ras baru yang lebih super daripada manusia lainnya.
4. Penurunan Tingkat Kelahiran Global
Merupakan masalah Global yang terjadi saat ini. Salah satu alasan enggannya wanita untuk hamil disampaikan secara gamblang oleh istri presiden yang dianggap sebagai publik figur. Ia enggan untuk hamil karena takut merusak penampilannya di hadapan publik.
5. Penelantaran Anak
Orang tua angkat yang menganggap anaknya memiliki kekurangan maka akan menelantarkan anaknya secara emosional sampai ada pula yang tak diberi makan. Kemudian ketika kekurangan tersebut sudah dianggap tak tertahankan lagi, maka mereka akan dikembalikan kepada organisasi.
6. Human Trafficking
Bayi hasil rekayasa genetika ini ada yang dilelang ibarat barang bagi para penawar tertinggi. Tak sampai di sana ada juga para wanita memiliki gen unggul misalnya lulusan universitas terkemuka yang bersedia menyerahkan indung telur atau menjadi Ibu surogasi dengan imbalan sejumlah uang.
7. Penyelundupan Orang
Pada awalnya, AhYeon dan adik-adiknya dijanjikan TaeSik kehidupan yang baru di tempat yang jauh dengan menaiki kapal ilegal. TaeSik telah menghubungi temannya yang menyamarkan bisnis gelapnya sebagai restoran sashimi.
8. Pernikahan dan Kehamilan Dini
Sang ibu negara meminta SeHee mengorbankan anak gadisnya sendiri --AhYeon kecil-- untuk menjadi Ibu surogasi bagi bayi presiden. Hal ini sangat tidak wajar mengingat saat itu usia sang putri masih duduk di sekolah menengah pertama.
9. Gas lighting dan Manipulatif
10. Grooming
Contoh nyatanya sebenarnya ada pada JungHyeon. Ia yang sedari kecil tidak memiliki keluarga di grooming oleh SeHee untuk menjadi tangan kanannya sekaligus melaksanakan semua tindak kejahatan yang dibutuhkan untuk organisasi.
11. Balas Dendam
Para penyintas yaitu AhYeon dan adik-adiknya berusaha balas dendam terhadap organisasi dan orangtua angkat yang telah menyia-nyiakan mereka. Rencana ini tercetus setelah keberadaan mereka ketahuan lalu diburu terutama setelah TaeSik diduga meninggal dunia.
12. Kenakalan Remaja
Usia para penyintas yang masih remaja, sebenarnya bisa dijadikan alasan mengkategorikan perbuatan mereka sebagai kenakalan remaja. Tetapi skalanya lebih besar karena secara informal mereka telah dididik TaeSik untuk mampu bertahan hidup meskipun harus menggunakan kekerasan.
13. Pembungkaman Media
Ada adegan JungHyeon dan kroninya yang membunuh seorang wartawan yang menerbitkan berita "Kenyataan Perdagangan Bayi Baru Lahir di Kalangan Atas" kemudian disamarkan seolah bunuh diri.
14. Perundungan
Ini tema universal, perundungan tidak hanya terjadi di sekolah tapi juga dalam lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat ternyaman.
15. Ketamakan
Salah satu dari dosa terbesar yang ditampakkan dengan gamblang. Salah seorang tokohnya, yaitu Pendeta Yoon (alm. Song Yong Kyu) --yang juga ayah dari JooAn-- menyalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri. Ia juga melihat peluang dari usaha SeHee dan berminta untuk menjadi pemegang hak tunggal agensi yang menyediakan jasa adopsi anak ilegal.
16. Penggunaan Senjata Api Yang Berlebihan
Selain polisi, JungHyeon dan kroninya juga menggunakan senjata api. TaeSik juga mengajarkan AhYeon dan anak-anak lain yang dilindunginya untuk mahir menggunakan senjata api. Baku tembak tak terelakan dengan pengambilan gambar yang cukup menyesakan dada.
17. Kekerasan Yang Berlebihan
Brutality juga jadi tema umum dalam drama ini. Anak-anak yang dianggap gagal alias defect, dengan kejam ada yang disiksa di rumah oleh orang tua angkat masing-masing. Contohnya SeokSoo yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi kedua orang tuanya yang merupakan anggota dewan.
18. Pembunuhan
Anak-anak yang di kembalikan kepada organisasi akan dibunuh dengan sadis. Begitu pula wartawan, polisi, bahkan anggota mereka sendiri yang dianggap tidak diperlukan lagi dan yang berusaha mengungkap hal ini dibunuh atas perintah SeHee.
19. Penipuan
Saling menipu sudah menjadi hal yang biasa terutama oleh pelaku kejahatan. SeHee menipu sebagian orang tua yang mengambil anak angkat darinya, ternyata ada proses bayi tabung yang menggunakan sel telur dirinya sendiri yang nantinya akan dilahirkan sebagai calon anak angkat. Salah satunya adalah istri presiden yang mengira bahwa sel telur digunakan untuk calon bayi tabungnya adalah milik AhYeon kecil.
20. Penyalahgunaan Kekuasaan
Kaitannya dengan ketamakan dalam drama ini banyak sekali tunjukkan penyalahgunaan kekuasaan. Mulai dari pemimpin yayasan sosial, anggota dewan, tokoh agama, polisi dan pejabat bahkan hingga seorang presiden. Relevan sekali dengan kejadian di negara kita sendiri.
21. Chauvinisme
Golongan kaya selalu berpendapat bahwa mereka merupakan kelompok yang lebih baik dibandingkan orang lain pada umumnya.
22. Pemanfaatan Negatif Teknologi Spionase
AhYeon dan adik-adiknya mampu memanfaatkan teknologi spionase ini untuk membalas dendam.
23. Kerusakan Mental dan Moral
SeHee menurut saya menderita NPD. Selain mommy issue yang dibawanya sejak ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri. Ditambah lagi para tokoh lain yang punya kecenderungan psikopat dan masalah psikologi berat lainnya.
24. Kejahatan Terorganisir
SeHee mendirikan organisasi kriminal dengan logo S. Berawal dari perusahaan teknologi genetika yang diwarisinya dari almarhum suaminya, berkembang menjadi suatu organisasi yang menjalankan kejahatan terorganisir.
25. Sulitnya Lapangan Pekerjaan
26. Pemerkosaan
27. Kegagalan Dunia Pendidikan
Dunia pendidikan KorSel yang dikenal keras membuat para orangtua semakin kompetitif. Imbasnya anak-anak harus memenuhi ekspektasi mereka hingga stress. Orangtua pun ngide memiliki anak yang super secara genetika agar unggul dibidang pendidikan dan menjadi tokoh masyarakat.
28. Pembakaran Dengan Sengaja
JungHyeon punya kecenderungan suka membakar segala sesuatu untuk menghilangkan jejak kejahatannya.
29. Pengkhianatan
Tidak ada rekan abadi baik dalam dunia politik maupun bisnis. Semua bisa saling mengkhianati demi mencapai tujuan pribadi atau kelompok.
30. Pencucian Uang
31. Penculikan dan Penyekapan
32. Penyusupan dan Penyamaran
33. Kesenjangan Status Sosial
34. Penyuapan
35. Sisi Gelap Dunia Politik
Mulai dari manipulasi suara parlemen, para anggota dewan yang penuh pencitraan dan tipu daya serta segala sesuatu yang membuat saya selaku penonton merasa muak dengan situasi politik yang beresonansi dengan negara sendiri!
36. Kecanduan Minuman Keras
Tokoh-tokoh berkuasa digambarkan menggemari minuman keras. Bahkan minuman keras dijadikan alat pembunuhan.
37. Perjudian
38. Penyalahgunaan Simbol Keagamaan
Selain menceritakan tokoh pastor yang bertindak tanduk negatif, ada juga istilah Little Maria yang selalu didengungkan SeHee dan Ibu Negara. Rupanya ini berkaitan dengan (dugaan) usia Siti Maryam saat mengandung Nabi Isa, AS.
Ada pula SooMi yang menyamar menjadi Shaman demi menipu ayah angkat JooAn dan melakukan serangkaian ritual.
39. Kegagalan Negara dalam Sistem Kesehatan
Banyak sekali contoh kegagalan negara, misalnya negara tidak dapat mengendus pergerakan organisasi kejahatan yang dilakukan oleh SeHee meskipun Ia memiliki fasilitas gedung kesehatan yang luas dan dipenuhi teknologi canggih.
Selain itu ada fasilitas kesehatan jiwa palsu yang digunakan untuk menahan ibu SooMi.
Bahkan secara regulasi, malah disetujui peraturan perundangan yang melancarkan aksi SeHee dalam bidang rekayasa genetika.
40. Pemukiman Kumuh
Di episode awal, dikisahkan AhYeon dan adik-adiknya hidup dalam persembunyian yang berlokasi di daerah kumuh dan akan dibongkar. Hal ini menjadi ironis dibandingkan dengan kawasan elit yang mereka tinggali bersama keluarga angkat
41. Feminisme dan Maskulinitas Yang Berlebihan
Ayah angkat SeokSoo mengharapkan anaknya tumbuh menjadi seorang pria sejati, namun malangnya Ia mudah gagap kala bicara. Di sisi lain, sikap feminisme ditonjolkan dari dua peran utamanya yang wanita.
42. Penyimpangan Seksual
JooAn sebagai remaja yang sedang mencari jati diri, ditaksir senior satu gerejanya, EunGyeol. Hal ini membangkitkan kemarahan ayah angkatnya, Pendeta Yoon yang menganggapnya melakukan hubungan sesama jenis.
43. Bunuh Diri
EunGyeol terindikasi mengakhiri hidupnya atas intimidasi dari Pendeta Yoon yang mendatanginya dan mengatakan bahwa Ia akan merusak masa depan JooAn.
44. Perselingkuhan
Ayah angkat SooMi adalah seorang kepala sekolah dasar namun Ia selalu mengincar guru wanita yang lebih muda
45. Hipnotis untuk Melancarkan kejahatan
Ayah angkat SooMi selalu menghipnotisnya dengan dalih bentuk dari berlatih ketenangan serta alasan ilmiah. Padahal hanya kedok untuk melancarkan kejahatan asusilanya saja.
46. Minuman Keras dan Rokok
JungHyeon selalu menghisap rokok, bahkan sebelum memberi perintah pembunuhan. Seolah Ia tak menyadari apa yang dilakukannya itu salah. Ya, merokok dan miras memang membuat kecanduan.
47. Sisi Gelap Dunia Entertainment
SooMi bercita-cita menjadi idola. Saat sedang melakukan audisi di suatu agensi entertainment, ibu angkatnya tiba-tiba datang dan mencegah para juri untuk melanjutkan audisi tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi saya, apakah untuk anak-anak di bawah umur sedari awal tidak wajib mencantumkan izin dari orang tua?
48. Fetish
Ayah angkat SooMi ingin mencari gadis penyedia jasa seksual yang masih berusia dibawah umur. Sungguh tragedi pula, Ia sampai merisak putri angkatnya sendiri demi memuaskan keinginannya ini.
49. Keluarga yang Disfungsional
Selain menyoroti hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya, sesungguhnya tak ada pasangan yang 'normal dan baik' dalam drama ini. Ada istri yang membunuh suaminya, ada pasangan yang berakting di depan media seolah-olah bersedih saat anaknya meninggal dunia, ada pula suami yang mendukung keputusan istrinya untuk mengembalikan anak-anak yang dianggap tak sesuai ekspektasi, begitu pula sebaliknya
50. Sisi Gelap Dunia Olahraga Profesional
Seorang anak angkat yang digadang-gadang akan menjadi pitcher baseball hebat terpaksa mengubur impiannya karena cedera. Bukan sembarang cedera, justru Ia jadi cedera karena overtraining saking takutnya tak bisa memenuhi ekspektasi kedua orang tua angkatnya.
☺☺☺☺☺
Pesan moral yang bisa dipelajari dari Drakor ini banyak sekali, sebagaimana sudah saya ungkapkan diatas. Sebagai seorang ibu, yang tahu betul perjuangan hamil-melahirkan-mengasuh-mendidik anak, memang nontonnya harus sambil banyak istighfar (atau malah mengumpat Hoahahaha). Membayangkan anak yang kita besarkan sepenuh hati, jiwa dan raga sementara ada orangtua lain yang tega mengembalikan serta menganggap mereka tak pernah ada cuma karena tak sesuai ekspektasi.
Kekurangan minor seperti CGI (dari X saya baru tahu kalau drakor ini terbilang lowbudget) yang tak mulus atau latar belakang kisah JungHyeon yang kurang lengkap saya kira tertutupi dengan sajian yang membuat kita merasa tegang, gemes sekaligus mengharubiru.
Ohya, rating dari saya 9 / 10.















Dan sinematografinya? Kebayang tuh kamu buru-buru naikin brightness pas nonton—dark tapi dramatisnya dapet banget! Ditambah OST dan acting pemainnya, bikin vibe-nya makin ngena.
Porsi analisis kamu juga deep abis: dari tema psikologi hingga hukum, semua kamu ungkap dengan clear & insightful. Fix, review ini bukan sekadar ngebahas drama—tapi kayak ajakan untuk kita semua refleksi. Terima kasih ya, jadi melek abal-abal industri manusia berkat sudut pandangmu! Next review drama psikologis siapa nih yang bakal dikulik?
Yang paling kena di hati adalah sorotan soal kesenjangan sosial, perundungan dalam keluarga, dan eksploitasi kekuasaan dari figur seperti pendeta. Semua itu bikin drama ini bukan sekadar hiburan—tapi panggilan buat kita lihat dunia dengan mata kritis.
Makasih banget sudah menyulap drama action-thriller jadi ruang refleksi penting tentang kekuasaan, moral, dan kelembapan jiwa manusia. Reading your review tuh serasa punya sahabat yang ngajak ngobrol serius sambil ngopi chill. Can’t wait for your next deep dive!
Kisah ttg anak2 yang terbuang hingga diperjualbelikan, di satu sisi ada masalah sosial kyk orang2 dah males punya anak tapi ada juga yang bertahun2 nikah tak kunjung punya anak.
Kyk makin berusaha menunjukkan ke dunia kalau emang dunia makin rusak krn manusianya gak berakhlak.
Wah sayang yaa, kalau low budget padahal kyknya jalan ceritanya udah keren kyknya.
Tapi siapa tahu ternyata meski low budget malah jadi sukses hehe.
Belum nonton jadi paham saya kenapa The Defects ini meskipun penuh dengan intrik dan kejahatan, menarik jadi tontonan. Karena menyajikan banyak pelajaran hidup yang mendalam tentang ketekunan, perjuangan untuk bertahan hidup, dan pentingnya melawan sistem yang tidak adil. Detil seperti yang disebutkan di artikel..
Ceritanya yang mendalam tentang konspirasi adopsi ilegal dan perdagangan anak, adegan laga dan thriller yang cepat dan menegangkan, akting para pemain yang memukau, serta pengangkatan isu sosial sensitif yang jarang dibahas dalam drama Korea lain seperti sistem adopsi dengan sistem refund dan isu kelam bioteknologi beneran jadi point tersendiri
karena suka banget genre ini
Apalagi pemerannya Yum Jung-Ah dan Won Jin-A udah beberapa kali lihat aktingnya. ditambah rating 8,2 dari Mydramalist, siplah nonton marathon nanti malam :D
Beberapa drama lowbudget punya kualitas bagus seperti ini. Biasanya akan jadi pondasi baru bagi mereka yang tellibat dalam drama ini.