Recap dan Review Would You Marry Me Episode 1
Hai Assalamu'alaikum
Recap Would You Marry Me Episode 1
Openingnya cute abis, selembar tiket undian terbang terbawa angin membawa dinamika pasangan di rumah mewah bak istana.
Seorang gadis, Yoo MeRi (Jung SoMin) memakai kostum kepiting memberikan presentasi mengenai Logo Festival Kepiting Biru. Studio Desain Merry menghasilkan desain yang lebih menitikberatkan pada festival di tahun ini. Desainnya menarik dan lengkap sudah ditampilkan dalam bentuk pencitraan dan dummy souvernir berupa bantal dan lainnya.
Sayang pihak kota Hongju, yang diwakili oleh beberapa orang pejabat pria nampak bosan. Ada yang menguap, ada yang langsung memberikan nilai evaluasi sebagai tak terpilih. Pertanyaan uang diajukan pun tak ada hubungannya langsung dengan festival. MeRi masih mencoba menjelaskan dengan baik bahwa Ia menyukai kepiting biru. Celakanya jawabannya memancing sang pejabat mengajukan pertanyaan lanjutan yang bernada seksis "Kau pilih yang mana jika ada yang besar atau yang kecil?"
Sebagai penggemar kepiting, saya pun akan menjawab sama "Tentu yang gemuk karena asin dan penuh rasa" jawab MeRi lugas.
Mereka mulai tersenyum aneh, kemudian mengomentari MeRi yang belum menikah kemudian malah mengajukan salah seorang diantaranya yang punya reputasi sebagai pelahap kota Hongju. Yang lain menimpali "Semoga beruntung".
MeRi segera memahami situasi segera mengkonfirmasi apa maksud komentar mereka. Sang penanya malah mengelak dan memintanya lekas menyelesaikan presentasi dengan alasan keterbatasan waktu. Meri tetap mencecar tapi salah seorang langsung memotong pembicaraan dengan bilang mereka sebenarnya bersedia memberi pekerjaan pada agensi belum terkenal tapi kado berpikir ulang karena keagresifan Meri.
MeRi langsung mencopot kostumnya dan berkata bahwa Ia menolak proyeknya. "Aku juga pilih-pilih dengan siapa aku akan bekerja sama. Biar kukatakan ini karena aku yang ditolak. Kau, (pria yang bertanya) mungkin di sini kau yang lebih berkuasa, tapi di luar, aku yang yang unggul. Gajimu dari uang pajakku aku tak tahu uang pajakku masuk ke kantor manusia sampah!" (Wow, daebak! Salah satu dialog tercerdas dalam K-drama).
Sang penanya malah marah dan bertanya usia MeRi. Malah dijawab justru karena masih muda, sang pejabat jadi iri Hoahaha.
Di Percetakan Jamyang, MeRi mengecek hasil desainnya sambil menelpon satu-satunya pegawainya Shin SeungHee (Jang HaEun). Ia meyakinkan masih sanggup menggajinya. Sang asisten mengkhawatirkan pembayaran sewa kantor karena bulan ini mereka hanya dapat klien kecil, salah satunya meminta portofolio terlebih dahulu.
MeRi bilang Ia belum bisa kembali ke kantor karena akan mampir di toserba terdekat mumpung sedang berada di Euljiro. Setelahnya Ia sempat minta revisi karena di hasil cetakan saturasinya terlalu tinggi sehingga akan berdampak pada kotak produk yang transparan. Meski harus kena biaya tambahan untuk cetak ulang, Meri tetap berkeras Ia tak bisa menjual sesuatu yang gak disukainya.
MeRi pergi mengambil cincin pernikahan di toserba. Dia diberitahu inisial keduanya telah di grafir di bagian dalam masing-masing cincin. Pramuniaga juga menyerahkan kartu garansi dan tiket undian berhadiah.
Ia mengirimkan via email salinan paspor pasangannya ke agen perjalanan bulan madu. Ia menghubungi Kim WooJoo1 dan bertanya kapan tugasnya selesai tanpa mengetahui yang bersangkutan berbohong sedang rapat padahal sedang dalam adegan panas dengan gadis lain.
MeRi menuju apartemen yang akan dihuni mereka sebagai pengantin baru. Kulkas mereka dipenuhi memorabilia sepanjang perjalanan pacaran. Banyak quote manis dan hasil foto polaroid berdua. Tapi yang dicetak dalam bingkai dan berukuran besar adalah foto WooJoo1, MeRi dan Ibu MeRi.
MeRi sibuk merapikan barang-barang sambil menelpon sang Ibu, Oh YoungSook (Yoon BokIn). Ia jujur uangnya tinggal sedikit jadi maunya cukup mendaftarkan pernikahan saja sementara Ibu WooJoo1 minta resepsi di hotel. MeRi kesal karena jika memang begitu, seharusnya Keluarga WooJoo1 membantu biayanya. Ibu MeRi malah membela keluarga besar, WooJoo lulusan universitas dan ayahnya punya kolega kerja.
Hubungan mereka sangat hangat dan akrab. Saling mengkhawatirkan apakah sudah makan malam atau belum, termasuk WooJoo1. MeRi kesal karena WooJoo1 tak mengabari bahwa Ia sudah pindah ke apartemen ini, padahal depositonya turut bantu dibayari oleh Ibu MeRi.
Ibunya malah berpesan agar MeRi tak memarahi WooJoo1 yang tak membantu menyumbang uang deposit. Ibunya memang berniat memberi uang itu agar WooJoo1 baik pada MeRi. MeRi cukup percaya diri. Ia adalah calon istri baik yang langka untuk zaman sekarang. Ibunya malah tertawa mendengar niat MeRi mencari banyak uang untuk membayar semua hutangnya. Tiba-tiba kakinya tertusuk sesuatu yang tajam ketika dipungut itu adalah Bros wanita bermodel pita mungil dengan aksen.
MeRi sadar itu bukan miliknya dan menemukan sehelai rambut hitam panjang yang jelas-jelas bukan rambutnya.
MeRi dan WooJoo1 makan siang bersama. WooJoo1 malah sibuk memuji fotonya sendiri dengan narsis, padahal wajah MeRi sudah bete berat. Tanpa malu, pria itu malah memerkan fotonya saat main golf dengan para investor. MeRi langsung to the point bilang ada akun wanita bernama Jenny yang selalu berkomentar dan memberikan suka di semua unggahan WooJoo1. MeRi bertanya siapa gadis itu dan dengan cengengesan WooJoo1 bilang hanya rekan sekantor.
MeRi langsung bertanya apakah WooJoo1 tidur dengannya? WooJoo1 menyemburkan kembali tehnya ke dalam gelas dan mengelak tapi MeRi langsung melemparkan barang bukti yang ditemukan di samping kasur. MeRi menunjukan foto Jenny (Lee SooMin) mengenakan anting tersebut di medsos. WooJoo1 masih mencoba mengelak bahwa pekan lalu mereka bersama mengunjungi lokakarya perusahaan di Gangwon-do. Sepulangnya dari sana, rekan kerja mampir di apart mereka. Rupanya MeRi sudah lebih dahulu meriset sosmed rekan kerja WooJoo1. Di waktu yang dimaksud, ada yang sedang memancing di pulau, ada yang pergi ke taman hiburan Lotte World, ada yang ke pesta pernikahan teman wamil. Jadi yang pergi hanya dua orang itu. MeRi mengetahui aktivitas di kamar hotel bertipe suite yang masing-masingnya punya kolam renang khusus itu. Jika WooJoo1 masih menyangkal, MeRi akan membuat keributan di kantornya. WooJoo1 hanya terbatuk-batuk Hoahaha.
Ia masih punya audacity, bilang Ia Adam yang tertipu ular dan makan buah terlarang, memang kenapa. Ia malah menyalahkan stress akibat pekerjaan dan MeRi yang sangat sering mengomelinya perihal pernikahan
"Apa aku menikah sendirian?" Bentak MeRi "Aku juga kerja penuh waktu, Aku juga sibuk!!"
"Aku tahu itu, karena itu aku... Aku minta maaf. Aku layak dipukul" WooJoo1 menampar pipinya sendiri dan dilihat banyak pengunjung lain.
MeRi hanya menghela nafas, Ia tahu sifat WooJoo1 tapi tidak untuk hari ini. Ia tak akan membiarkannya begitu saja.
WooJoo berusaha membujuk dengan mengingatkannya mereka sudah mendaftarkan pernikahan dan menyewa gedung serta apartemen. Jenny hanya fling kesalahan, satu kali dan Ia sudah mengakhiri hubungan mereka. Ia berusaha meyakinkan MeRi. Nahasnya saat itu masuk chat thrist trap Jenny, Ia bilang menantikan kedatangan WooJoo1 dengan pakaian dalam hadiah darinya.
MeRi menyadari kebohongan WooJooy dan percaya firasatnya "Aku tak pernah berusaha melihat ponselmu. Jika tak kulihat sekarang, Aku mungkin akan meragukanmu selamanya." Ia meminta WooJoo1 menyingkirkan tangannya dari ponsel yang coba disembunyikannya.
WooJoo1 perlahan mengangkat tangannya, tapi belun sempat MeRi melakukan apapun, ponselnya keburu ditariknya lagi. MeRi berusaha merebutnya tapi WooJoo1 melemparkan ponselnya ke lantai, MeRi mengejarnya. WooJoo1 yang ingin menghilangkan bukti, makah menginjak ponsel itu dan tak sengaja mengenai tangan MeRi. Semua orang sudah berdiri dan melihat ke arah mereka.
"Mengapa kau ingin melihat ponselku? Jangan kelewat batas meski dengan orang dekat. " Kata-kata WooJoo1 membuat MeRi makin naik pitam. Ia menepiskan tangan pria itu sambil bilang "Batas? Kau yang kelewat batas, Itu apartemen kita, yang hendak menikah. Kau membawa wanita lain dan tidur disana. Apa kau sudah gila?" Semua orang semakin bergunjing.
MeRi mengungkit semua ulangtahun dan hari jadi yang terlupa oleh WooJoo1 termasuk mencoba sendiri gaun pengantinnya karena tunangannya saat itu selalu berasalan sibuk sejak dapat pekerjaan baru. MeRi hanya merasa berat melepas lima tahun kebersamaan mereka, jadi Ia meyakinkan dirinya sendiri abaikan semua itu dan lanjut menikah. Tapi kali ini nuraninya berkata Ia akan menceraikan WooJoo1 sekalipun mereka tetap menikah. Jika itu akan terjadi lebih baik sekarang saja.
Sebelum berlalu, MeRi menyiram WooJoo1 dengan segelas minumannya (iced Americano?).
Di bandara internasional NewYork seorang pemuda tampan dan terlihat kaya, Kim WooJoo (Choi WooShik) tampak berjalan di lorong pesawat. Ada satu penumpang yang minta Ia bertukar tempat duduk, agar bisa mengurus ibunya yang sudah berumur. Pemuda itu dengan santai menolak dan malah memakai headset kemudian berpura-pura tidur. Setibanya di Incheon, sang nenek berterimakasih. Terungkap alasannya melakukan itu karena sebelumnya Ia sudah mendengar bahwa pria itu ditelepon ingin memaksa ibunya menjual tanahnya dan meminta untuk tanda tangan sepanjang perjalanan udara. Ia malah berpesan pada sang nenek untuk jangan menjual tanahnya dan jangan percaya pada siapapun di dunia ini.
Nenek kandungnya malah mengomelinya yang tiba di Korea tapi tak mampir. Nenek sudah memetik banyak Zukini tapi WooJoo beralasan sudah video call sebelum terbang (Zukininya beku kan dulu di freezer, nanti dimakannya ketika balik ooh so sweet). Sekarang Ia ingin berlibur, karena ini untuk pertama kalinya. Obrolan mereka hangat, terungkap WooJoo adalah cucu tunggal dan Ia segera akan bergabung dengan perusahaan keluarga yang bergerak dibidang bakery. Neneknya bergurau, sebagai pedagang kaki lima, Ia sudah mengeluarkan banyak biaya investasi untuk pendidikan WooJoo selama ini.
WooJoo berlibur ke daerah pesisir pantai. Ia menikmati hari-harinya dengan bersepeda, memancing, berkemah, makan enak, membaca buku dan bersantai di penginapannya. Sesaat sebelum pulang, pemilik penginapan memberinya roti. Ia pun berjanji akan berkunjung lagi sambil membawa roti milik keluarganya.
Satu bulan masa jeda Kim WooJoo1 dan Yoo MeRi dinyatakan resmi bercerai. Sepulangnya dari gedung, MeRi mengomel, menyesal menuruti keinginan pria jahat itu mendaftarkan pernikahan. WooJoo1 jujur hanya dengan cara itu ibu MeRi mau membayar deposit apartemen. MeRi marah karena seolah-olah Ibunya lah yang memaksa mereka menikah.
WooJoo1 bertanya apa komentar Ibunya dan MeRi belum bercerita karena tak sanggup mengaku menjanda bahkan sebelum menikah. WooJoo1 meminta maaf, tapi MeRi bilang simpan saja di saat yang tepat, untuk saat ini dia mengulurkan waktu dengan bilang pada ibunya pernikahan di tunda Karena WooJoo sibuk bekerja.
MeRi memintanya mengambil barangnya dari apartemen. WooJoo1 kaget Ia mau pindah dan dengan kurang ajarnya malah tertawa, bagus mereka putus jadi hutang MeRi berkurang. MeRi menyindirnya bahwa Ia sampai terharu. Tepat saat itu Jenny menghubunginya dari bandara. MeRi menyerahkan putusan pengadilan pada WooJoo1.
WooJoo1 menginginkan MeRi melupakannya dan hidup yang baik. Karena mereka dulu pernah saling mencintai untuk waktu yang cukup lama. Ia mengajak MeRi berjabat tangan. MeRi memintanya enyah saja. Dengan tak tahu malunya WooJoo1 masih meminta MeRi lekas mencari penggantinya. Kontan MeRi mengacungkan jari tengahnya sambil berlalu. Konyolnya WooJoo1 malah berlari mendahuluinya karena di telpon. jenny. Jadilah MeRi menjerit frustasi Hoahaha.
Di dalam bus, Ia mengecek pembatalan paket bulan madu, sewa gedung dan gaun pengantin. Ia menatap nanar pada para pasangan "apa berpisah baik-baik itu ada? Aku berpura-pura baik-baik saja. Lagipula uang sudah hancur tak bisa direkatkan lagi"
Ia ke pusat latihan baseball sambil mengenang masa pacarannya dengan WooJoo1. Tak terasa air matanya mulai mengembang.
"Hidupku akan baik-baik saja tanpamu. Aku akan cari banyak uang. Aku akan sering kalan-jalan bahkan ikut kencan buta. Aku akan melupakan dirimu. Aku akan... Sangat sibuk" tangisnya akhirnya pecah.
Perusahaan keluarga Kim WooJoo kedua adalah Myunsoondang. Peraih penghargaan presiden di Hari Industri dan banyak penghargaan lain. Aneka jenis roti baik yang modern maupun tradisional dipajang di etalase dengan menggugah selera. Sang Nenek memberi keterangan pers bahwa Ia membuat seolah untuk anaknya sendiri jadi tak menggunakan bahan pengawet. Ia pun dipuji akan kerendahatiannya karena selalu berterimakasih pada semua pelanggan.
Lucunya, putrinya Kim Mi Yeon (Baek JiWon) langsung berbisik pada anaknya Jang EunSoo (Ko GunHan) "Nenekmu memadukan banyak bahan tambahan saat memasak, tak hanya dalam roti" eh, anaknya malah menimpali seharusnya ibunya juga begitu karena masakannya tak enak Hoahaha.
Hangwa sambat populer dan mereka berniat mengimpornya ke luar negeri sebagai panganan tradisional Korea. Neneknya mengambil foto bersama Hangwa dan meminta reporter mengambil foto dengan baik. Anaknya langsung mengingatkan ini hanya wawancara dan bukan syuting iklan tapi sang nenek langsung membalas "Mari jadikan wawancara sebagai iklan." Cucunya menimpali "Mari Kita peras semaksimal mungkin" dan ibunya mengoreksi dengan bahasa yang sopan " Mari jadikan sepadan" anaknya masih ngeyel.
MeRi merevisi desainnya untuk klien kedai kopi. Requestnya ada gambar kucing di logo. Sampelnya terbawa pulang dan pada saat membuka laci, Ia sadar surat cerai terbawa dirinya dan belum diserahkan. Ia memindahkannya ke tas pada saat ada yang datang.
Ternyata itu adalah polisi yang menemani tuan rumah. MeRi kena penipuan sewa, pemilik rumah mempercayakan propertinya pada agen real estate saat diluar negeri. Tanpa sepengetahuan pemilik, asistennya menyamar menjadi pemilik dan menandatangani kontrak palsu dengan MeRi. Hasilnya MeRi harus pindah atau pemilik akan melaporkannya masuk tanpa izin. MeRi pun syok karena jika Ia ingin depositnya kembali, Ia harus menuntut perdata orang yang menipunya. Sayangnya identitasnya menggunakan milik gelandangan uang sulit dilacak, jadilah sama saja uangnya tak akan kembali.
Ia langsung mengabari WooJoo1 dan reaksi pria yang sedang berkencan dengan Jenny itu malah menyalahkan MeRi yang dianggap ceroboh dan tak mengambil asuransi sewa. Tapi Ia tak mau meminta bantuan pamannya yang bekerja di pengadilan untuk membantu MeRi memperoleh kembali 300juta Won yang merupakan gabungan tabungannya dan ibunya serta pinjaman yang diambil. MeRi memohon tapi gelengan dari Jenny membuat WooJoo1 bilang "itu bukan urusanku sekarang. Kita orang asing sekarang. Kau harus menerima kenyataan. Haruskah menelpon ku saat ada masalah? Tak sopan menelfon mantanmu. Tidak ada lain kali" jadi Ia mematikan telfonnya.
MeRi pergi minum karena sangat kecewa dengan perkataan WooJoo1. Ia kesal karena menyewa apartemen itu demi pernikahan mereka yang batal. Ia menelepon ibunya dan kaget saat tahu Ibunya memasak untuk keluarga besan. Ia melarang Ibunya mengirim makanan tapi ibunya bilang ini tak membebani, Ia ingin membantu sebisanya untuk MeRi dan mereka selama Ia masih sanggup. MeRi semakin sedih, Ia meminta maaf. Ibunya meledeknya, akhirnya Ia dewasa setelah menjelang menikah. Ibunya melarang Meri terlalu banyak berpikir dan lekas tidur.
WooJoo mengikuti arahan GPS masuk ke jalanan yang sama dengan lokasi MeRi. Gadis itu menelpon mantannya sambil mengumpat dan tak terlalu fokus akibat mabuk. Tak ayal ketika mobil WooJoo melewatinya, Ia terserempet WooJoo segera menghentikan mobil dan turun menanyakan kondisinya. MeRi mengaku Ia baik-baik saja meski berdiri dengan sempoyongan. WooJoo tetap khawatir dan mengajaknya ke rumah sakit. Karena MeRi menolak, WooJoo memberi nomornya, meminta MeRi ke dokter dan mengabarinya.
MeRi menyerahkan ponselnya dan WooJoo menyimpan namanya Kim WooJoo. saat gadis itu membaca namanya dan MeRi mengnkonfirmasinya, mabuk membuatnya membayangkan mantan yang bernama sama. Ia melampiaskan semua kemarahannya pada WooJoo dengan pukulan dan umpatan. WooJoo hanya kaget, tapi bilang Ia tak pernah menghindarinya karena mereka tak saling mengenal. Ia semakin bingung kala MeRi menutut tanggung jawab.
Ia berusaha memberi uang ganti rugi. Tapi MeRi minta seratus juta won, Ia malah merasa MeRi tak masuk akal dan berniat menipunya. Ia segera lari ke mobil dan MeRi mengejarnya ke kursi penumpang. WooJoo berusaha mengusirnya tapi MeRi malah memasang sabuk pengaman. Mereka bergelut heboh, WooJoo ditendang dan akhirnya berhasil mendorong MeRi jatuh dari mobilnya. Ia mengancam akan memanggil polisi.
MeRi malah menyerang dengan menungganginya, menutup matanya dan memukulinya (sambil tetap mengomel Hoahaha). Semua orang menonton dengan bingung tapi membiarkan karena diduga pertengkaran pasangan biasa.
WooJoo berhasil mengelak dan mendorong gadis itu mundur. MeRi terduduk sambil menangisi WooJoo yang asli. "aku menjadi janda tanpa pernah menikah. Bagaimana dengan ibuku, aku tak akan bisa memberi tahu ibu ku. Ibuu... Aku harus bagaimana?" Ratapnya sendu.
WooJoo yang tadinya hendak diam-diam kabur, jadi bersimpati apalagi saat Ia melihat dengan jelas posisi MeRi yang duduk diatas Kaktus Jumbo. "Apa Kau baik-baik saja?" Tanyanya lagi memastikan.
MeRi hanya mengangguk, lalu WooJoo menunjuk ke arah kaktus dan gadis itu baru sadar rasa sakitnya. Ia menangis minta tolong dan WooJoo mengulurkan tangannya membantunya berdiri.
Setelahnya duri kaktus yang menancap di bokong MeRi dicabuti oleh dokter. Para perawat menggosipkannya, entah bagaimana Ia bisa semabuk itu Hoahaha. Dia dilarang mandi selama dua hari dan diresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik.
WooJoo bercakap-cakap dengan dokternya, Yoon JinGyeoung (Shin SeulGi) yang mengakui bahwa seharusnya tugas sesepele itu dilakukan oleh dokter co-ass tapi ini khusus atas permintaan pria itu. WooJoo meminta maaf, karena hanya dirinya yang langsung terpikir. Gadis itu kesal karena WooJoo sudah pulang selama sebulan tapi tak mengabari. Ia tahu dari ayahnya yang dokter neneknya WooJoo.
Ia pun penasaran siapa MeRi tapi WooJoo malas menjelaskan kronologi pertemuan mereka. Ia bertanya kenapa sang dokter masih bergadang. Saking ngantuknya menyiapkan konferensi, JinGyeoung menguap dan WooJoo menepuk dagunya "Tutup mulutmu kalau menguap" ucapnya kasual tapi Jiyoung terlihat salting. Ia meminta ditraktir kopi. WooJoo terlihat akan menyanggupi tapi dari jendela, Ia melihat MeRi berjalan tertatih ke halte bus. Ia mengomel kenapa tak mengambil pemeriksaan X-Ray. Ia menunda minum kopi lalu berlari keluar.
Akhirnya Ia mengantar MeRi pulang. MeRi bilang Ia bisa naik taksi. Tapi WooJoo bertanya balik "Dengan duduk begitu?' Hoahaha
"Alkohol membuatku hilang akal. Ini jadi buruku. Aku menganggapmu orang lain yang bernama sama, tapi ceritanya panjang. Aku cuma lecet jadi tak perlu melakukan X-Ray. "
WooJoo tak menjawab hanya membuka sunroof mobilnya. Ia mengaku pusing mencium aroma alkohol yang dihembuskan tiap MeRi bicara.
MeRi minta WooJoo menepi karena Ia merasa mabuk darat. WooJoo kesal tapi menurutinya. Ia menepi di atas jembatan yang penuh orang berolahraga. Ternyata matahari terbit dan hari sudah pagi. MeRi yang tadinya mual menatap mentari memuji keindahannya bagai bunga merah yang mekar "Meski duniaku hancur, matahari tetap terbit dan pagi tetap menyingsing. Selalu ada jalan keluarkan? Rasanya seolah alam memberiku pesan" dan perutnya berkeroncongan kencang.
Ia menawari WooJoo traktiran sarapan, tapi pria itu menolak. Setelah tiba di rumahnya. MeRi sangat berterimakasih tapi WooJoo memastikan Ia tetap memberikannya dan berlaku saat MeRi minta nomor rekening untuk mengganti biaya pengobatannya. Ia naik ke ranjang dan hanya bisa mengeluh kesakitan.
Di lokasi lain, Grup konglomerasi Beaute, pemilik departemen Store tempat MeRi membeli cincin merayakan ulangtahunnya. yang ke tiga puluh. Grup ini juga memiliki kawasan perumahan elit Beaute Palace, salah satu rumah townhousenya akan menjadi hadiah utama undian departement store. Saat ini sedang berlangsung pencabutan undian senilai lima miliar Won.
Diam-diam pemenang utamanya sudah diatur. Sang direktur utama toserba, Lee SeungWoo (Park YoungWoo) malah keheranan kenapa harus dibuatkan acara, asistennya Baek SangHyun (Bae NaRa) mengingatkan justru harus tampak asli demi mencegah keluhan. Pemenangnya seharusnya bernama Lee SeongGyu, keponakan istri walikota. Potongan tiketnya sudah disiapkan dan direktur menyelipkannya ke bagian dalam lengan jasnya, setelah sebelumnya melipat ujungnya untuk berjaga-jaga.
Setelah penarikan hadiah hiburan, tibalah waktunya hadiah utama. Sang dirut dengan penuh percaya diri mengaduk bola raksasa berisi undian, malangnya saat menariknya dari lengan baju, tiket yang telah diatur malah terjatuh. Pembawa acara berusaha meminta tepuk tangan demi mengalihkan perhatian penonton, saat sang dirut masih mencoba mencari tiket yang ujungnya terlipat itu. Nasib membuatnya menemukannya. Dengan percaya diri Ia mengumumkan nama pemenangnya, namun saat membacanya barulah Ia sadar, itu potongan berbeda.
MeRi yang masih tertidur, dihubungi pihak toserba. Ia teringat dua bulan lalu, maskot depstore Beaute yang tak sengaja ditabraknya saat hendak pulang setelah membeli cincin, mengingatkannya mengisi tiket undian. Sebelum memasukan dalam bola undian, ia berdoa jika menang akan selalu berbuat kebaikan bahkan di akhirat kelak Hoahaha. Sentuhan terakhir untuk keberuntungan, Ia melipat ujungnya dan menciumnya.
MeRi senang sekali dan langsung mengirimkan dokumen dirinya dan WooJoo1 berupa salinan KTP, bukti pernikahan dan pendapatan serta pengantin baru yang belum punya rumah. MeRi cemas hadiahnya akan dibatalkan jika Ia sudah menikah. Untunglah Ia belum mengembalikan putusan ke pengadilan keluarga Seoul. Jadilah Ia masih bisa mencetak kartu keluarganya dengan resmi. Ia senang sekali dan langsung menyerahkannya.
Pembawa acara mengkonfirmasi pada asisten Dirut bahwa semua dokumen dan persyaratan terpenuhi. Namun asisten Dirut meminta untuk menunda upacara penerimaan kunci. Pas sekali karena MeRi mengaku lewat telepon bahwa untuk sementara suaminya akan bertugas di luar negeri. Asisten direktur mengingatkan di syarat ketentuan (dengan tulisan super kecil) hadiah akan dibatalkan jika mereka menipu dan wajib bertanggung jawab sebagai hukum. Serta pemenang harus aktif dikegiatan promosi terutama hadir di upacara penyerahan hadiah yang akan diadakan.
MeRi merasa tak adil karena awalnya pembawa acara bilang tak mengapa dirinya sendiri yang hadir. Ia jadi pusing memikirkannya. Ia menghubungi WooJoo tapi selalu masuk ke penerima pesan. Ia hanya mengaku ada hal mendesak. WooJoo yang sedang bersenang-senang dengan Jenny menghapus pesan suara itu tanpa sempat mendengarnya bahkan memblokir MeRi.
Ia menonton iklan Beaute Palace di layar tvtron lebar. Tiba-tiba Ia ngide saat WooJoo menghubunginya menanyakan apakah Ia sudah berobat. Orang toserba tak akan tahu jika Ia mengajak orang lain.
Jadilah MeRi mengajak WooJoo berjumpa. WooJoo mengira ini soal berobat tapi MeRi jujur Ia tak berobat karena sibuk. Ia malah bertanya apakah WooJoo sudah menikah. Ia lega saat mendengar belum dan dengan lugas -meski baru sekali berjumpa-- Ia bertanya, maukah WooJoo menjadi suaminya?'
Review
Sebenarnya saya tak berniat membuat recap dan Review Would You Marry Me karena sadar diri, kemampuan saya hanya bisa mengcover satu drama per minggunya (itu pun masih sering keteteran Hoahaha).
Kali ini saya sebenarnya mempersiapkan diri untuk membuat recap dan review Romantic Anonymous drama kerjasama Korea Selatan dan Jepang yang dibintangi Han HyoJoo dan Shun Oguri. Komedi romantis tentang coklat dan ada unsur kesehatan mental yang menggabungkan dua dunia drama favorit saya saat ini. (Ya, saya masih nonton C-drama sih, Mobius keren banget!!). Eh, ternyata Romanon langsung tayang semua pada tanggal 16 Oktober, jadi formatnya batal berupa recap karena kurang seru kalau tak sambil menunggu episode baru.
Akhirnya saya pilih Would You Marry Me yang hampir semua pemeran utamanya favorit saya!
Jung SoMin (Yoo Merry) : My Forever Oh HaNi. Ga kehitung lagi nonton ulang Playful Kiss, comfort dramanya adek saya itu. SoMin memang punya comedic timing dan ekspresi yang brilliant kalau main rom-com, tapi adegan nangisnya pun bisa bikin ikut berkaca-kaca.
Choi WooShik (Kim WooJoo) : Tadinya saya biasa saja sih, tapi kepincut juga saat nonton Parasite. Meski banyak yang naksir akting Park SoDam dan kedua orang tuanya, bagi saya di film pemenang Oscar itu, otak kejahatan keluarga adalah KiWoo yang diperankan beliau. Dalam kisah komedi WooShik pun cukup diakui, Our Beloved Summer itu lucu dibagian Choi Woong-nya aja Hoahaha.
Seo BumJune (Kim WooJoo1) : Dr Park's Clinic adalah drama komedi yang underrated. Padahal lucu banget lho. Seo BumJune jadi anak Cha ChungHwa yang sama-sama menjadi perawat di klinik Dr.Park. Meski menjadi peran tambahan, kehadirannya menambah unsur humor yang bikin LOL. Wajar, karirnya makin makin naik sampai di The First Night With The Duke, Ia sudah mendapat peran pendamping utama pria. Begitu pula dalam Drakor ini, saya yakin dia bisa menjadi sumber komedi. Btw, style-nya bikin dia makin ganteng dan adegan hot-nya boleh juga.
Bae NaRa (Baek SangHyun): Suka banget sama aktingnya di Tastefully Yours. Semoga kali ini porsi penampilannya lebih optimal dan skill komedinya tersalurkan. Kalau dari look ya masih mirip di Tastefully Yours ya
Shin SeulGi (Yoon JinGyeoung) : Di Pyramid Game (yang sayangnya tak sanggup saya tonton sampai selesai), dia memang agak tertutupi oleh tiga orang pemeran utama wanita lain yang lebih bersinar, tapi bagaimanapun cukup mencuri perhatian.
Ok, Drakor ini yang juga dikenal dengan Marry Me, Space memberikan vibes yang positif. Menontonnya sangat tak terasa karena feel good time. Pilihan palet warnanya hangat dan sinematografi-nya indah, jadi bingung mau memilih cuplikan adegannya.
Dari episode pertama kita sudah dapet banget komedinya maupun romansa dari para tokoh. Secara garis besar, MeRi dan WooJoo1 putus karena pria itu brengsek dan berselingkuh. Di sisi lain, WooJoo ditaksir oleh JinGyeoung yang juga sahabat keluarga.
Interaksi keduanya klop banget, tak salah mereka dapat julukan rom-com king and queen.
WooJoo meski pembawaanya santai, aslinya observant dan sangat mudah menolong orang. Satu lagi, Ia juga hormat pada orang tua khususnya nenek yang sudah membesarkannya. Ia lama tinggal di luar negeri, jadi cukup open minded dan baru akan bergabung dengan bisnis keluarganya yang kaya dari usaha bakery.
MeRi berasal dari keluarga sederhana. Ibunya sebagai orang tua tunggal mengajarkan bekerja keras dan kebaikan. Makanya dalam bekerja MeRi memiliki integritas. Termasuk dalam hubungan, ia menolak bujuk rayu sang mantan walaupun MeRi menangis mengenang lima tahun masa pacaran.
Ohya, diawal saya sempat bingung mau membedakan kedua WooJoo. Tadinya si mantan mau saya tulis Uju saja Hoahaha tapi tetap akan membingungkan pembaca, jadilah dia WooJoo1.

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)

.jpg)
.jpg)

btw baru episode pertama aja udah selingkuh ya, gemesin banget deh huahaha
Jujur aku belum nonton mbak, nunggu kalau drakornya tuh udah selesai baru, kutonton. Suka banget sama jung so min kalau main drakor konyol, jadi inget dia pas main sama jung hae in.. 😂