Review Catstody War : 6 Alasan Drakor O'PENing TvN ini Wajib di Tonton
Hai, Assalamu'alaikum!
Setelah nonton Splash Splash Love, saya jadi tertarik nonton drama reuni Kim SeulGi dan Yoon DooJoon. Setelah sepuluh tahun berlalu, keduanya kembali dipertemukan di drama O'PENing Tvn, Cat Custody War atau ala mash-up kata : Catsody War. Dari informasi yang saya baca, skenarionya adalah pemenang lomba penulisan naskah TvN tahun lalu.
Hanya satu episode berdurasi satu jam. Tapi rasanya enganging sekali. Pastinya karena chemistry kedua OTP-nya kerasa seolah memberi gambaran pasangan dari Splash Splash Love kalau menikah di masa modern. Ditambah premisnya yang brilian dan sangat relateable di kehidupan modern: perebutan hak asuh kucing kesayangan saat pasangan bercerai!
Sinopsis
Pasangan muda Kim DoYoung (Yoon DooJoon) dan Lee YooJin (Kim SeulGi) memutuskan bercerai. Keduanya tidak nampak bertengkar, soal harta gono-gini dan properti, mereka duduk bersama, clear! Tapi begitu sampai di poin hak asuh Nori si cheese cat (kucing oranye) yang mereka asuh bersama, adu teriakan seolah perang dunia ke-3 pecah!
DoYoung seorang programmer alias tech guy, sehari-hari bekerja di rumah merasa dialah Nori primary caregiver. Dia yang mengantar Nori saat di vaksin, steril, dan selalu ada. Sementara YooJin, tadinya bekerja di bagian pemasaran perusahaan asing, jadi Ia sering dinas ke luar kota. Demi Nori, rela pindah departemen bahkan mau mengubah total gaya hidupnya.
Mereka berdebat sengit: "Siapa yang bisa memberikan lingkungan yang lebih baik?" dan "Nori lebih sayang sama 'babu' yang mana?" Hoahaha
Ini bukan cuma sekadar perebutan "perliharaan," Pertengkaran soal Nori ini justru seolah mengulik luka lama di hati mereka tentang ketidakmampuan memiliki anak dan rasa bersalah yang terpendam. Perdebatan hak asuh kucing ini membuka kembali kotak pandora dari cinta yang sebenarnya belum sepenuhnya padam.
Review
Kucing or petlovers mana sih yang nggak ngerasa kalau hewan peliharaan itu udah kayak anak sendiri? Kalau di kasus Cat Custody War ini, ceritanya makin ngena karena si kucing oranye bernama Nori datang sebagai "hadiah" di tengah perjuangan YooJin dan DooYoung yang sulit punya anak setelah lima tahun menikah. Nori ini adalah satu-satunya anggota "keluarga" yang mereka miliki.
Dari cuplikan kehidupan mereka bertiga di awal mula cerita, mereka nampak bahagia. Nori dimanjakan dengan rumah kucing berukuran raksasa dan roda mainan yang mengambil alih sebagian besar ruang tamu sekaligus ruang kumpul mereka.
![]() |
| Masa-masa indah main sama Nori |
Kenapa Catstody War Wajib Tonton?
1. Premis yang Sangat Fresh dan Relateable
Kalau drakor lain seringnya sih topik perebutan kekayaan atau warisan, kali ini perebutan kucing! Ini menunjukkan bagaimana peran fur-children alias anabul (anak berbulu) di keluarga modern Korea sudah dianggap setara anak sendiri. kita yang punya peliharaan pasti paham betapa ikatan emosional ke mereka itu bisa jauh lebih kuat daripada ikatan ke manusia.
![]() |
| DooYoung si clean freak merasa Nori sewangi seprai yang baru diangkat dari jemuran. |
Sayangnya, sejak nonton Beyond the Bar, saya jadi paham kalau di KorSel hukum mengenai hewan peliharaan masih masuk ke dalam kategori benda. Jadi kalau pun diperebutkan harus melalui gugatan perdata. Pembuktiannya merepotkan. Dalam kasus DoYoung apalagi, meski secara defacto Ia lah yang membiayai dan mengantar Nori setiap ke dokter hewan, masalahnya sang dokter hewan adalah adik iparnya alias adiknya YooJin. Jadi dilema banget, mau minta bukti, adik YooJin sendiri jadi terbelah loyalitas antara Kakak perempuan yang disayanginya (ibu mereka meninggal sejak mereka masih kecil, jadi bondingnya kuat) atau Abang ipar yang sungguh disukainya (sama-sama fans bola). Sang Adik pun ikut memikirkan 'perasaan' Nori sebagai dokternya. Hoahaha
2. Chemistry Reuni Yoon DooJoon & Kim SeulGi
Beda banget sama ekosistem serial Jepang atau Filipina yang seolah ada pasangan drama 'abadi', di drakor, pasangan reuni itu jarang sekali. Setiap ada yang muncul, walau dalam media berbeda seperti iklan atau minimal sebagai cameo pun disambut hangat.
![]() |
| Foto ini dipasang jadi foto pernikahan mereka |
Catstody War menampilkan dinamika pasangan menikah 5 tahun yang sedang terluka, tegang, tapi di balik itu masih ada rasa saling peduli yang dalam dan cinta yang tertinggal.
Kim SeulGi dengan comedic timing-nya yang top notch (meski dalam drama ini tak bermaksud melucu) dan ekspresi mata sedihnya itu bikin gregetan. Yoon DooJoon juga berhasil banget jadi suami yang terlihat kuat tapi rapuh di dalam. Bahkan, chemistry mereka di adegan berdebat itu justru terasa lebih intens dibanding adegan romantis!
Pemeran pendukung yang sesungguhnya bisa dihitung dengan jari, memberikan penampilan prima sekaligus kedalaman tentang hubungan kedua OTP. Satu lagi, akting kucing yang jadi Nori itu menggemaskan sekali.
3. Naskah Pemenang Kompetisi: Padat, Jujur, dan Heartwarming
Drama ini adalah pemenang dari program O'PEN tvN (program dukungan untuk penulis skenario baru), jadi script-nya sudah pasti solid!
![]() |
| Banyak adegan flashback tapi padat dan koheren dengan cerita : DooYoung langsung punya feeling di pertemuan pertama, YooJin akan jadi istrinya |
Karena cuma satu episode, narasi ceritanya padat banget dan tidak bertele-tele. Setiap dialog, terutama saat mereka saling melempar argumen soal Nori, itu tajam dan jujur menggambarkan rasa sakit dan pengorbanan masing-masing di masa lalu.
Scene di mana mereka mengingat perjuangan YooJin buat bisa hamil (sampai harus suntik sendiri di perut), dan pengorbanan DooYoung yang ternyata punya alergi kucing tapi janji "Aku akan jadi ayah Nori selamanya" itu membuat air mata tumpah ruah. Hiks!
4. Set yang Simple tapi Tak Membosankan
Salah satu yang bikin saya agak malas nonton drama Korea makjang ratusan episode bukan dari segi ceritanya, melainkan karena set yang repetitif, terasa sekali syuting di 'studio'nya.
Drakor ini sebagian besar memang mengambil gambar di rumah YooJin-DooYoung tapi pengaturan yang bergaya minimalis-modern dengan palet warna yang cenderung netral dan lembut serta pencahayaan yang hangat, membuat perasaan ikut lapang.
Adegan lain pun banyak diambil di luar ruangan atau lokasi yang sesuai seperti klinik hewan atau restoran penuh memori saat pertemuan pertama.
5. Bukan Cuma Soal Kucing, Tapi Soal Arti Keluarga
"Kau pikir, menjadi ayah dan ibu semudah itu? Oppa, kalau kau bilang kesulitan dan mau berhenti (berusaha menjalani IVF) lalu, bagaimana denganku?"
"Ini adalah obesesi! Kau memaksakan dirimu meski tubuhmu tak kuat dan mengalami depresi!"
Pertengkaran YooJin dan DooYoung
Tujuan pernikahan selalu dikaitkan dengan punya keturunan. Apalagi tuntutan significant other yang kerap membebani pasangan. Dalam kisah ini, ortu DooYoung lah salah satu pemicu karena mereka selalu mengutarakan keinginan punya cucu.
Tapi perlahan kita ikut diajak memahami arti keluarga yang sesungguhnya. Plot twist-nya ada di akhir. Ternyata, akar perceraian mereka itu bukan karena habis cinta, tapi karena timing yang salah dan kesalahpahaman. DooYoung yang terlalu takut kehilangan YooJin karena isu infertilitas, justru membuat YooJin merasa sendiri.
Curhatan DooYoung melalui suratnya ("Bahkan jika waktu ini terasa seperti noda yang tak terhapuskan, suatu hari itu akan menjadi kenangan") itu bikin haru! Mereka berdua akhirnya sadar bahwa Nori hadir bukan untuk menggantikan posisi anak, tapi untuk menjaga cinta mereka tetap hidup saat mereka merasa paling hopeless.
6. Happy Ending yang Hangat!
Ketika pernikahan mereka retak, Nori menjadi satu-satunya jembatan yang tersisa antara masa lalu yang bahagia dan masa depan yang suram.
Merebut Nori dari mantan pasangan, secara psikologis, bukanlah tentang kucing. Ia adalah upaya untuk merebut kembali memori yang paling murni, sepotong kecil dari identitas keluarga yang telah mereka bangun bersama. Mereka saling menyalahkan dalam konteks Nori (yang sempat diakui hilang oleh YooJin, eh malah hilang betulan setelah DooYoung melakukan trik serupa Hoahaha), tapi yang mereka salahkan sebenarnya adalah kegagalan masing-masing untuk saling memahami dan menjaga api cinta mereka tetap menyala di tengah tekanan hidup.
![]() |
| Baby Nori |
Setelah Nori ditemukan menunggu mereka di rumah, DooYoung memutuskan memberikan hak asuh Nori sepenuhnya kepada YooJin. Ia teringat, YooJin yang mengalami masa paling sulit saat kehilangan calon buah hati mereka untuk kesekian kalinya, baru bisa tersenyum lagi sejak bertemu Nori.
Mereka akhirnya berkomunikasi dari hati ke hati di detik terakhir masa tenggang mediasi perceraian. Setelah berpelukan penuh gairah, menunjukkan spark cinta mereka hidup kembali. Yes, mereka CLBK!
💖💖💖💖
Minusnya cuma satu ga ada skinship ala pasutri apalagi kiss Hoahaha.
Overall, skor dari saya: 9/10!
Drama ini menyentuh karena ia menyuarakan rasa sakit yang sangat spesifik dari banyak pasangan urban: mereka yang memilih hewan peliharaan sebagai anggota keluarga, dan mereka yang harus berdamai dengan kenyataan bahwa cinta bisa memudar, bahkan ketika ada kasih sayang yang tulus.
Ratingnya di MyDramalist 7,6 sedangkan di AsianWiki 91. Ini bukti kalau cerita sederhana, kalau dieksekusi dengan chemistry aktor yang kuat dan script yang cerdas, hasilnya bisa lebih optimal daripada drama panjang.
Buat kamu yang lagi cari tontonan akhir pekan yang lucu, bikin baper, dan bikin nangis (terutama para pet lovers!), ini wajib banget kamu tonton!
Teman pembaca sudah nonton? Kamu tim DooYoung (ayah primary caregiver) atau tim YooJin (ibu yang rela berkorban)? Let me know di kolom komentar, ya! 👇














Posting Komentar