Review As You Stood By : Pesan Tersurat Bagi Korban KDRT
Saya harus menguatkan hati dulu nih sebelum nonton karena ini triggering banget drakornya. Not as survivor myself, but as a family of the victim.
Setelah nonton ada jeda yang cukup lama sampai saya bisa menuliskan review drakor ini. Bahkan aslinya saya mau skip saja sih, tapi sejak beberapa bulan terakhir saya memang sudah berazam menulis review apapun yang saya tonton, meski banyak juga yang belum di publish Hoahaha. Rasanya lebih berat menulis reviewnya dibanding menontonnya. Untunglah, ada teman blogger yang sama-sama suka me-review drakor sudah membuat ulasannya duluan. Rasanya jadi ikut termotivasi deh
Sinopsis :
Jo EunSoo (Jeon SooNee) dan Jo HuiSoo (Lee YooMi) adalah sahabat karib. Persahabatan yang terbangun sejak masa sekolah ini sangat erat. Mereka ibarat anak kembar yang selalu berpergian dan melakukan banyak hal berdua. Mereka pun telah melalui banyak hal, suka maupun duka.
![]() |
| Selfie habis makeupan di toko |
Sementara EunSoo adalah seorang asisten manajer toko yang menjual barang mewah misalnya jam tangan edisi khusus. Suatu ketika, di shift yang Ia kepalai, ada kesalahpahaman yang membuat jam tangan mewah terbawa Jin SooBaek (Lee MooSaeng) padahal belum ada transaksi. Atasannya menjanjikan EunSoo kenaikan jabatan, jika Ia mampu membereskan hal ini.
Jadilah Ia datang ke kantor SooBaek, perusahan Jigang. Ia menunjukkan keuletannya dalam bernegosiasi, SooBaek tidak harus membeli jam tersebut, cukup mengembalikan sebelum jatuh tempo 24 jam serta mengganti rugi tali jam yang tergores. SooBaek sangat terpesona dan mengajak EunSoo bergabung dengan perusahaannya saja. Sayang, gadis itu menolak karena masih mengincar jenjang karir di perusahaannya yang lama. Ia pun butuh kestabilan karena di rumah terbiasa sebagai pelindung bagi adik lelakinya saat ayahnya, Jo JungNam (Kim WonHee) melakukan kekerasan pada ibunya Park HyeSoon (Kim MiKyung).
Kesibukan membuat hubungan kedua sahabat menjadi agak merenggang. Namun EunSoo tetap mencoba menghubungi HuiSoo. EunSoo mulai curiga saat sang sahabat tiba-tiba membatalkan janji temu mereka. Lebih anehnya ketika Ia mengunjunginya ke apartemen tapi tak dibukakan pintu meski Ia melihat sendiri sahabatnya sempat keluar mengambil paket yang ditinggalkan kurir.
Puncaknya adalah ketika EunSoo berhasil memaksa masuk dan menyaksikan betapa babak belur tubuh dan wajah HuiSoo. Apalagi saat itu posisinya seolah siap terjun dari jendela apartemennya. EunSoo pun menyusun rencana gila! Mereka akan menghabisi sang suami bagaimana pun caranya!
Mampukah mereka mengeksekusi recana? Bisakah lolos dari jeratan hukum? Dan apa pula peran serta SooBaek dalam lingkaran ini?
Review
Pada awalnya, kau percaya bahwa Ia masih mencintaimu. Bagaimanapun sikapnya sangat hangat dan masih menempatkanmu diatas segalanya. Kemudian datang momen dimana Kau menyadari betul bahwa Kau adalah korban (kekerasan dalam rumah tangga).
Pidato Ibu JinPyo mengenai korban KDRT yang secara ironis dialami menantunya.
As You Stood By wajib ditonton setidaknya karena :
1. Awareness Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Beneran deh, menyaksikan episode 1-4 itu menguras energi saya. Nontonnya bak menghidupkan memori terburuk. Makanya, meski di platform merah langsung tayang semua episode sebagaimana ciri khas series originalnya, saya yang biasanya suka marathon tak sanggup menyelesaikannya sekali duduk. Dicicil nontonnya per episode. Pun kalau sudah merasa overwhelmed, saya tinggalkan.
![]() |
| Suami saiko! |
HuiSoo menikah dengan seseorang yang seolah berkepribadian ganda. Dalam sekejap gara-gara kesalahan kecil sekalipun JinPyo bisa menjadi sadis dan brutal. Setelahnya, sang suami akan membelikan hadiah berupa bunga atau perhiasan mewah. HuiSoo tak hanya pasrah. Sebenarnya Ia coba melarikan diri keluar negeri, apa daya kucing kesayangannya malah dihabisi. Pun saat hendak melapor ke kantor polisi, Ia tak sengaja ketahuan oleh adik iparnya. Selain fisik yang penuh luka, ketakutan menjadi temannya sehari-hari, mentalnya terguncang. Ia bahkan memilih tidur di kamar kerjanya yang sudah berubah fungsi jadi tempat persembunyian. Ia tak sanggup menggambar lagi, secara lukisannya pun jadi sangat gelap.
Saya hanya bisa membayangkan kengerian HuiSoo tapi saya bisa memahami sekali perasaan EunSoo. Ia yang seumur hidupnya melalui masa sulit dengan melihat ayahnya memukuli ibunya, kali ini tak akan tinggal diam kala sahabat baiknya mengalami nasib tragis yang sama. Ia tak ingin sekedar menjadi bystander (orang yang menyaksikan suatu kejadian seperti bullying atau kecelakaan tanpa terlibat langsung, tetapi bisa mengambil peran untuk membantu atau justru mengabaikan).
Saat Ia melihat sendiri HuiSoo siap melompat dari beranda apartemennya sendiri dalam keadaan babak belur, janji akan menghabisi suami sahabatnya itu adalah hal paling "logis" yang bisa diucapkannya. Logikanya persis seperti apa yang diutarakannya "Kenapa harus kau yang mati? Seharusnya Ia (suamimu) yang mati!"
Dulu, waktu adik saya masih terikat pernikahan, saya setiap hari stress. Sebagai keluarga yang cukup akrab dan rajin bertukar kabar awalnya kami tidak ada yang tahu, karena persis HuiSoo, Ia menutupi segalanya. Setelah teman baiknya membocorkan pada saya salah satu foto memarnya. Saya mencemaskan hidupnya (dan keponakan saya) serta khawatir pada orang tua saya yang ikutan stress berat. Dampak psikologisnya sangat nyata, saya sering tak bisa tidur, kalut saat berdoa dan gemetar setiap mencoba menghubunginya tapi tak dijawab. Untunglah mimpi buruk tersebut bisa berakhir berkat kuasa Allah SWT dan pertolongan orang-orang baik.
Tapi sayang, tak semua korban KDRT 'seberuntung' adik saya kan?
Infografis ini saya simpan sehari sebelum menuliskan review :
Ngeri banget kan? Di seluruh dunia, wanita korban kekerasan domestik yang meninggal dunia mencapai 50.000 orang dalam setahun! Itupun yang tercatat. Belum termasuk yang ditutupi keluarga karena malu atau tak mau pelaku yang biasanya suami selaku pencari nafkah dihukum dan membuat keadaan perekonomian menjadi lebih morat-marit.
Sedih, marah, kecewa bercampur jadi satu tak adakah ruang aman untuk wanita? Di rumah sendiri pun bisa menjadi korban kekerasan. Tontonan seperti drama ini diharapkan bisa membuka mata kita bersama.
Saya sekarang mengerti, bahwa bukan hanya pelaku yang bersalah. Karena jika Anda menutup mata, Anda juga terlibat. Tidak membantu seseorang yang sedang dilecehkan adalah tindakan kriminal.”
EunSoo's trial closing argument
2. Pesan Tersurat Bagi Korban KDRT yang Masih Bimbang
Menurut Saya As You Stood By ini memberikan pesan tak sekedar tersirat melainkan tersurat dari setiap untaian terjemahannya (karena saya nonton tetap dalam versi bahasa Korea) bagi para korban KDRT : Cari bantuan! Dari pada akibatnya fatal.
Pilihan terburuknya cuma dua : korban meninggal seperti Kang HuiYoon (Han SooYeon), pelanggan VIP EunSoo yang tewas ditangan suaminya atau si pelaku yang meninggal.
Kejadian yang dialami HuiSoo adalah tampilan 'nyata' kondisi korban yang terpojok bisa sekejap berubah menjadi pelaku. Konsekuensinya pun sangat berliku.
Adapun pilihan ketiga, --tapi sebenarnya sama buruknya, terutama jika ada anak-- tetap bertahan tapi bagaikan mayat hidup ibarat Ibunya EunSoo.
Mungkinkah pelaku berubah, berniat bertobat dan jadi pilihan keempat? Bisa saja, namun ini perlu komitmen luar biasa, butuh bantuan mediator atau tenaga profesional misalnya anggota keluarga yang dihormati, ulama atau bantuan psikolog pernikahan.
Pasti lebih sulit jika kejadian sudah terjadi berulang kali. Ingat, banyak pelaku yang bersikap seperti JinPyo. Setelah main tangan, merasa menyesal kemudian menghujani pasangan dengan hadiah dan pujian. Padahal ini pun bagian dari kekerasan psikis. Si korban bisa merasa terombang-ambing dan merasa diri sendiri seolah menjadi pihak yang jahat karena berpikir hendak mengakhiri pernikahan.
Sebagai catatan buat diri sendiri, jika mengalami atau menjadi korban KDRT, buatlah pilihan yang bijaksana. Sebagai muslimah, lakukan shalat istikharah. Allah memang membenci perceraian tapi jumhur ulama berpendapat lebih baik meninggalkan pernikahan yang lebih banyak mudharatnya. Waallhua'lam bii shawab.
3. Stellar Acting
Lee YooMi memikat hati saya dengan penampilannya di Mental Coach Jegal. Kemudian makin bersinar di tahun ini dengan penampilannya yang menarik di Mr. Plankton. Kali ini Ia menghadirkan HuiSoo sang korban dengan pas, tatapan was-was dan tubuh gemetar bahkan berjengit pelan setiap kali suaminya membuat gerakan.
Jeon SooNee mengimbangi sebagai EunSoo yang galau setelah melihat Ibunya kali ini masalah yang sama melilit hidup HuiSoo. Ia berusaha menolong dengan cara apapun termasuk akhirnya meminta bantuan dan berkerjasama dengan SooBaek.
Lee MooSaeng akhirnya semakin diakui sebagai pemeran utama setelah berakting dua dekade. SooBaek nampak dingin, penuh perhitungan tapi selalu suportif.
Ketiganya memberi presensi yang menarik di sepanjang kisah ini. Ditambah kehadiran Lee MiSook yang legendaris dan Lee HoJung yang menyebalkan banget di Goodboy lagi-lagi cocok sebagai antagonis yang diam-diam hebat bagi kisaran usianya.
Jangan lupakan dualisme peran Jang SeungJo sebagai JinPyo dan Jang Kang yang meski mirip secara fisik, masing-masing punya 'kegilaannya' sendiri.
4. Digarap dengan Serius
Alur kisahnya yang dituturkan secara maju mundur cukup membuat kita mengerti dinamika kehidupan EunSoo dan HuiSoo baik secara individu maupun kala bersama.
Meski ratingnya 18+ sesungguhnya adegan kekerasannya ditampilkan cukup subtle. Biasanya kita diajak melihat aftermath-nya, misalnya kala HuiSoo babak belur. Itupun sudah lebih dari cukup untuk merasakan penderitaannya.
Sebaliknya, tatapan mata dan bisik-bisik antara tetangga HuiSoo atau para wiraniaga kala menyaksikan tamu VIP di toko EunSoo memiliki bekas lebam yang nyata, menegaskan bahwa sesungguhnya banyak enabler disekeliling korban. Mereka tahu, tapi bingung harus bertindak bagaimana. Akhirnya kebanyakan cuma diam, berpikir itu adalah masalah keluarga yang sensitif dan privat.
Sinematografinya cantik, menangkap momen krusial dengan angle tajam. Diawal kita jadi sadar benar bagaimana pelaku dan korban berusaha menutupi KDRT yang terjadi dengan gerakan kecil sekalipun. Seiring bergulirnya kisah, banyak tangkapan gambar menarik yang memesona sehingga sayang rasanya bila tidak menamatkannya.
5. Ending Realistis
Mungkin tak bisa menyenangkan semua orang, tapi kenyataannya memang ada dua nyawa melayang. Pihak yang bertanggungjawab menerima hukuman yang setimpal. Setelahnya kehidupan baru menanti.
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang membuat saya agak geregetan :
1. Motif Jin SooBaek
SooBaek ibarat daddy's long legs bagi dua wanita ini. Entah karena saya nontonnya kurang fokus, saya tak bisa menangkap alasan jelas Ia sebegitunya pada permasalahan keduanya.
Awalnya Ia terlihat tertarik pada EunSoo, entah secara personal atau murni profesional karena kegigihannya. Kemudian Ia bersimpati atas keguguran HuiSoo karena Ia pun pernah kehilangan anaknya. Sayang, hingga akhir tidak ada penjelasan konkrit selain hubungan mereka yang terjalin bagai sahabat lama.
2. Kehadiran Jang Kang (Jang SeungJo)
Selain terlalu nampak kebetulan (yah wajar saja ada yang mirip kita) tapi kehadirannya serta masalah yang ditimbulkannya membuat paruh akhir cerita jadi seolah kehilangan fokus pada masalah awal yaitu KDRT. Bisa jadi karena novel aslinya memang menitikberatkan pada kekompakan dua wanita itu dalam menghadapi krisis
3. Arah Pembelaan Kasus Hukum EunSoo dan HuiSoo.
Okelah, awalnya mereka berdua memang berniat melakukan pembunuhan pada JinPyo, tapi pria itu mengetahuinya dan mengamuk hingga nyaris membunuh EunSoo. Jadi, dari sudut pandang saya apa yang dilakukan HuiSoo hanyalah pertahanan diri.
Banyak saksi ---selain EunSoo-- yang bisa membuktikan KDRT yang dilakukan JinPyo. Misalnya tetangga bagian bawah apartemen yang selalu mengeluh bahwa mereka sering memutar musik klasik dengan sangat kencang dan tetangga wanita yang menawarkan HuiSoo untuk main ke apartemennya saja karena Ia biasa tidur malam. Tapi mungkin agar ceritanya lebih dramatis pada akhirnya keadilan tetap ditegakkan.
4. Noh JinYoung tidak Menyesal Hingga Akhir
Noh JinYoung adalah seorang enabler KDRT. Ia tahu dan menutupi kesalahan abangnya. Lebih parah lagi, Ia menekan kakak iparnya untuk tutup mulut dan membatalkan laporan ke kepolisian dengan mengungkap statistik 90% kasus KDRT tidak ada jalan keluarnya. Sebagai sesama wanita, ditambah Ia pun seorang polisi, ini kebangetan jahat. Sayang, hingga akhir, Ia tak menunjukkan rasa penyesalan sedikit pun. Ia dan ibunya pun ditangkap polisi karena kejahatan mereka terhadap Jang Kang.
🩷🩷🩷🩷🩷
Bagaimanapun, drakor ini cukup menarik, 8/10 dari saya. Saya rekomendasikan ditonton jika mencari drama yang agak mikir dengan muatan pesan moral yang positif atau drama yang bisa dikirim pada teman / kenalan / siapapun yang kita ketahui sebagai korban KDRT, semoga sedikit banyak bisa menjadi titik balik dalam menentukan langkah ke depan.














Manut tapi menyakiti sendiri itu sama aja bunuh diri
Jangan sampai terlambat menyadari hal itu ya
Aku maju mundur kalau mau nonton drakor yang ada adegan KDRTnya, takut overthinking.. 😢
Penasaran sama fullnya masih nyari waktu buat nonton marathon hihi