Review A Business Proposal : 7 Alasan Jadi Film Adaptasi Indonesia Yang Mengejutkan
Hai Assalamu'alaikum
Menarik sekali, saat beberapa hari yang lalu still cut dan promo poster untuk drama Korea adaptasi dari Positively Yours beredar di sosial media saya teringat dengan film Business Proposal versi Indonesia. Inget, kalau saya belum nonton Hoahaha.
The Office Blind Date (tOBD), judul asli manhwa yang diadaptasi adalah alasan saya dulu menginstal (ulang) aplikasi Kakao page / Kakao Webtoon (Sayang, Kakao Webtoon menghentikan peredarannya di Indonesia sejak 1 Desember 2024 huhuhu). Awalnya, saya suka karena style art-nya mirip dengan dua manhwa favorit : True Beauty dan Positively Yours. Tokoh utama wanitanya cantik dan prianya ganteng buanget!
Dulu saya merasa peran utama prianya Kang TaeMoo mirip dengan Kang DooJoon dari PY. Kedua digambarkan menawan dan kaya raya, tapi TaeMoo versi lebih nyebelin Hoahaha. Shin HaRi, memang one of a kind female lead. Dia tipe yang blak-blakan sekaligus pemikir dan baperan banget. Jadi di satu sisi, dia bisa langsung ngomong (terutama saat kepepet) tanpa berpikir panjang, di sisi lain, Ia sibuk memikirkan konsekuensi tindakannya dalam jangka panjang dan maksud dari tindakan bahkan gestur seseorang terhadapnya.
Nah, yang lebih bikin ngerasa worth it sama webtoonnya, the Office Blind Date itu tulisannya banyak! Eh, gimana sih ngejelasainnya, karena awal mula saya kan terbiasa baca dari buku komik / manga versi cetak, saya selalu merasa baca webtoon itu kurang nampol gegera lebih banyak visual gambar yang besar tapi dialog antar karakternya tidak banyak. Nah, kalau tOBD, dialognya buanyak, mulai dari inner monolog para tokoh, tek-tokan mereka sampai ke penjelasan hal-hal absurd yang menambah ramai!! Hoahaha..
Saking saya suka dengan webtoon-nya, saya yang awalnya excited dengan diadaptasikannya manhwa ini, justru menunda terus nonton versi kdramanya sampai sekitar setahun penuh. Padahal responnya cukup positif dan duo pemeran utamanya Ahn HyoSeop (as Kang TaeMoo) dan Kim SeJeong (as Shin HaRi) sama-sama saya sukai. Oh, plus Kim MinGue (as Cha SeungHoon). Pas nonton, saya ngeh ada beberapa perbedaan, tapi benang merah chaotic-nya tetap menghibur dan saya suka!
Fast forward, ternyata tahun ini juga dibuat adaptasi versi Indonesia-nya, hanya saja formatnya film. Bagi saya, awalnya ini terasa mengejutkan ya.. Memang rating saat tayang di stasiun SBS menyentuh dua digit dan sempat menjadi peringkat pertama di OTT merah tapi materi-nya cukup "berani". Perjodohan yang diawali dengan kencan buta berujung dengan tek-tokan seksis langsung pada pertemuan pertama. Pikiran saya langsung teringat pada adegan "Rachel dan Samantha" lah itu gimana mau memperhalusnya Hoahaaha.
Sinopsis
Sari (Ariel Tatum), seorang pegawai di perusahaan F&B ternama di Indonesia, Bowo Food. Ia sangat berbakat memasak dan lulusan jurusan kuliner tapi menemukan passionnya dalam melakukan riset untuk menu inovatif baru.
Hari itu, rekan setim sibuk menghadiri acara pisah sambut antara CEO lama sekaligus pendiri, Pak Wibowo (Slamet Rahardjo) dan menyambut kehadiran CEO baru, sekaligus cucu sang pendiri, Utama Wibowo (Abidzar Al-Ghifari).
Sayang, Sari tak menghadiri upacara penyambutan tersebut. Ia minta izin demi mengunjungi restoran sahabatnya Adi (Yusuf Mahardika), yang diam-diam ditaksirnya sejak kuliah hingga saat ini sudah tujuh tahun.
![]() |
| Sari dan Yasmin, BESTie sama-sama cantik, cerdas, ceria dan cari jodoh |
Sahabat karibnya, Yasmin Munaf (Caitlyn Halderman), seorang gadis dari keluarga kaya, sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan Sari akan cintanya yang bertepuk sebelah tangan ini.
Yasmin sendiri tengah kalut, Ia akan menjalani perjodohan atas perintah ayahnya. Ia yang ingin menikah karena cinta bukan demi menjalin relasi bisnis, memohon pada Sari untuk membantunya dalam satu hal yang agak diluar nalar. Ia meminta Sari hadir menggantikannya bertemu sang calon di lokasi yang ditentukan. Latar belakang Sari sebagai anak teater dianggap Yasmin mampu membuat sang calon suami mundur teratur.
Sari yang awalnya menolak mentah-mentah akhirnya menyanggupi setelah ditawari nominal uang yang tak sedikit. Meskipun orang tuanya (diperankan Indro Warkop dan Indy Barends) punya restoran, keluarganya sedang bermasalah secara finansial. Diperberat karena adiknya Reza (Fatih Unru) terlilit hutang akibat judi online.
Jadilah Ia menyamar sebagai Yasmin yang berkepribadian buruk sekaligus agak 'berani'. Awalnya semua berjalan sesuai rencana, sampai Ia sadar siapa yang ada dihadapannya. Lucunya, manuver Sari untuk membuat Tama ilfeel justru berbalik, pria itu benar-benar berniat menikahinya!
Bagaimana mungkin, Sari akan menikah dengan CEO perusahaannya sendiri yang jelas-jelas memberi arahan untuk tidak berbohong di hari pelantikannya? Bagaimana pula reaksi kakek Tama dan kisah cinta Yasmin yang bertaut dengan Satrio (Ardhito Pramono), sekretaris Tama yang juga dianggap sebagai adiknya sendiri?
Review
Disclaimer : Saya baca webtoonya ongoing versi Bahasa Indonesia. Jadi sudah berlalu beberapa tahun dan tentu saja ada banyak detil yang sudah lupa, maklum faktor 'U' Hoahaha. Di sisi lain, saya bisa dibilang jarang nonton film Indonesia dan atau sinetron yang ditayangkan di televisi / serial di OTT sekitar 5-7 tahun terakhir. Jadi, saya tak begitu akrab dengan gaya akting terkini para pemainnya. Ya, secara personal saya suka Ariel Tatum dan Caitlyn Halderman. Yang bikin agak penasaran pilihan kedua pemeran prianya nih, Abidzar dan Ardito yang --lagi-lagi meski saya relatif tak update dengan berita seleb Indonesia-- setahu saya pernah ada berita negatif.
Mendekati launching dan promo pada media dibumbui pula dengan statement Abidzar yang mengejutkan banyak pihak. Ia mengaku tidak menonton penuh versi adaptasi drama Koreanya. Ketika basis penggemar dramanya bereaksi, reaksinya malah makin blunder, seolah menantang komunitas pecinta drakor untuk melewatkan saja nonton filmnya!! Hoahaha what a PR-disaster!
Produser dan rumah produksi filmnya, Falcon Pictures sampai turun tangan mengklarifikasi. Langkah ini tampaknya agak terlambat, karena seruan boikot sempat melintas di lini masa sosial media saya. Saya jadi salah seorang yang mempertanyakan intensi peryataan Abidzar, ia memang ingin menciptakan tokoh Tama sesuai interpretasi dari naskah dan arahan sutradara. Menurut saya sebenarnya sah-sah saja tidak nonton versi adaptasi drakor maupun membaca Webtoon-nya, tapi cukup kasih jawaban diplomatis ya.
Setelah nonton, saya semakin memahami reaksi yang diberikan komunitas pecinta K-drama apalagi penggemar berat drakor aslinya. Film ini adalah adaptasi langsung dari dari drakornya! Meski dituliskan di bagian credit title dari tODB, nyatanya berbagai elemen krusial misalnya pekerjaan Sari (dan Tama) di dunia F&B jelas dari drakor. (Di webtoon seingat saya HaRi staf akunting biasa dan TaeMoo ya CEO-nya).
Surprisingly, saya merasa beberapa hal yang saya anggap sama kuat bahkan melebihi drakornya!
1. Terasa Nuansa Indonesia
Adithya Mulya selaku penulis naskah adaptasi berpengalaman tinggi menurut saya cukup mampu mengakomodir kearifan lokal dalam karyanya ini. Contoh simpel, masakan yang dikembangkan Sari adalah Kepiting Saus Padang, sesuatu yang memang orisinil karena setahu saya belum ada versi makanan beku cepat saji yang dijual di pasaran.
Masalah utama yang dihadapi Sari khas generasi sandwich ditambah fenomena sosial yang lagi merebak di Indonesia : utang judol!
Ohya, saya sempat baca di sosmed, banyak yang merasa kurang pas diadaptasi karena di Indonesia tak ada budaya matseon atau kencan buta. Padahal nih ya.. Dari zaman kerajaan pun di Indonesia, lazim banget anak-anak dijodohkan oleh orangtuanya. Bisa jadi alasan bibit, bebet, bobot alias harus yang setara dari segi kedudukan atau harus memiliki marga keluarga. Begitupula dengan kalangan atas yang mementingkan penyatuan keluarga demi kepentingan bisnis.
![]() |
| Keluarga HaRi yang lucu |
Gaya bercandanya juga khas Indonesia, termasuk 'menyensor' adegan Rachel dan Samantha yang --meski sangat ikonik-- pastilah dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka, apalagi saat pertemuan pertama perjodohan.
Film terakhir Rako Prijanto yang terakhir saya tonton sepertinya Perfect Strangers dan saya cukup suka, lagi-lagi, mengingat saya juga jarang nonton film Indonesia. Dari katalog film karyanya sepertinya saya bakalan suka dengan gaya humornya dan benar saja, tidak banyak adegan slapstick, lucunya ya karena akting para pemeran utama dalam menyampaikan dialog dalam situasi konyol dan ditunjang kehadiran komika seperti Yono Bakrie serta pelawak senior Indro Warkop dan Indy Barends.
Meringkas webtoon yang sampai tiga musim serta adaptasi drakor dua belas episode menjadi durasi film tentu tidak mudah, tapi alur dan pace-nya masih koheren. Menangkap nyaris semua momen penting dan bahkan lebih dari itu (akan saya jabarkan lagi di bawah).
2.Casting Pemain Cocok
Terlepas dari kontroversi-nya, Abidzar cocok memerankan Tama. Benar sih, ini versi kearifan lokal. Wajahnya njawani dan etos kerjanya berbeda. Ia berniat meneruskan usaha sang Kakek yang sudah berjuang sejak masih berasal dari warung gerobakan.
![]() |
| Visual sama-sama OK Courtesy: X akun yang lupa disimpan namanya |
Ariel Tatum sebagai Sari juga oke banget, on par sama Kim SeJeong. Sekali lirik, langsung dapat vibes mbak-mbak kekinian, stylish dan profesional yang kerja di SCBD.
Caitlyn apalagi, adegan Yasmin menjelaskan pertemuan dengan Kevin (cameo oleh Indra Birowo) salah seorang kandidat suami yang pernah dijodohkan kepada ayahnya itu merupakan salah satu yang terlucu. Sayang, sepupunya (yang ternyata naksir cowok yang sama), tidak diikutsertakan dalam versi ini. Kalau ga, pasti interaksinya lebih kocak.
Ardito --lagi-lagi-- secara mengejutkan meski usianya cukup jauh lebih tua dari Abidzar, pantes sekali jadi 'adik'. (Ini akan saya jabarkan lagi juga nih).
Chemistry antar pasangan maupun antara keempatnya harmonis. Ga kalah lah sama drakor.
3. Ending 'Persahabatan' Sari dan Adi Memuaskan
Bedanya, di webtoon mantan MinWoo itu random gonta-ganti dan HaRi benar-benar masuk friendzone. Di drakor MinWoo rasanya tak semenyebalkan Adi. Sebagai sahabat, MinWoo sangat baik pada kedua orang tua HaRi. Ia kerap berkunjung sambil membawakan abalone. Mantan pacar MinWoo juga sama-sama rekan sekelas pas kuliah.
Dipertengahan, MinWoo sebenarnya mulai menyadari perasaan lebihnya pada HaRi tapi waktu yang kurang tepat, TaeMoo sudah hadir di antara mereka. MinWoo pun saat sepenuhnya bahwa Ia bisa bekerja sama dengan perusahaan GoFood dan menjadi sangat populer berkat bantuan HaRi.
Jadi, ending percakapan antara HaRi dan MinWoo yang mendengar percakapan kedua wanita terdekatnya, bahwa sang mantan selama ini pernah menduakannya (dan HaRi tahu tapi ikut merahasiakannya), sangat dewasa. MinWoo memutuskan pergi ke luar negri untuk memperluas perspektifnya di bidang kuliner dan secara tersirat melupakan perasannya pada HaRi. Ia pun meminta agar mereka bisa kembali bersahabat ketika waktu menghapus semua kenangan buruk itu. Menurut saya, jawaban yang diberikan HaRi elegan dan slay banget.
Tapii koq ya kurang greget gitu buat saya. Soalnya gimana pun MinWoo tetap ada salahnya juga. Sejak awal Yuna itu sengaja mengajak MinWoo berpacaran karena tahu HaRi menyukai MinWoo duluan. Meski awalnya tak tahu, selama tujuh tahun ini, MinWoo tak bereaksi apapun demi HaRi.
Dalam film, ini puncak yang saya maksud dengan sesuatu yang lebih. Sari melabrak Adi di hadapan tamu undangan perayaan pertunangannya! Sari berhak sekali marah karena Adi dalam tujuh tahun terakhir memanfaatkannya dalam mengembangkan bisnis restorannya. Lucunya saat prosesi lamaran pun tak diajak dengan alasan itu adalah acara tertutup hanya untuk keluarga dan teman dekat. "Kita kurang dekat apa? Tujuh tahun bersama-sama dan saya selalu bantu menu kamu. Sekarang urus cabang restomu sendiri!" Pertanyaan retoris Sari gong banget dan omelannya membuat Yasmin dan saya selaku penonton merasa puas!! Hoahaha.
4. Kisah Cinta Lebih Masuk Akal
TaeMoo versi drakor menyukai HaRi murni cinta pada pandangan pertama dan karena HaRi bersikap 'jujur', berbeda dengan para wanita lain yang jadi pasangan kencan perjodohannya. Beda di sini, karena para wanita itu sangat terpesona pada ketampanannya dan beraksi seragam : mengakui hati mereka berdebar dan berniat melanjutkan hubungan seusai keinginan kedua keluarga.
![]() |
| Cinta mereka bertumbuh seiring kecintaan mereka pada pekerjaan masing-masing |
Sementara dalam versi film, Tama yang lebih dahulu ilfeel pada para wanita yang hadir dalam perjodohan karena bertingkah arogan sesuai posisi mereka sebagai pewaris kekayaan. Sari tidak menunjukkan reaksi tersebut. Ia malah berusaha tampil nyeleneh dan lucu, membuat Tama benar-benar jatuh hati. Buat saya ini lebih relateable sebagai alasan naksir seseorang.
Pertemuan Yasmin dan Satrio yang sat set di supermarket juga lebih jelas poin alasan mereka berdua saling tertarik.
5. Hubungan Bro-Code Tama dan Satrio
Di Drakor, TaeMoo memang menganggap SungHoon sebagai orang kepercayaannya. Kedekatan mereka lebih formal. TaeMoo kerap bossy sementara SungHoon yang segan jadi menyembunyikan kedekatannya dengan YeungSeo. Ketika TaeMoo tahu, Ia berpura-pura tak tahu. Reaksinya hanya sekilas saat SungHoon sadar Ia sudah tahu tentang hubungannya itu.
Di film, Tama dan Satrio ngobrolin hal ini dengan detil. Satrio enggan berpacaran demi mendahulukan Tama yang selalu menganggapnya setara bagai adik sendiri, Tama malah menyemangatinya, terlepas YeungSeo seharusnya dijodohkan dengannya. Suasananya kekeluargaan dan lagi-lagi Indonesia banget. Kita tuh harusnya begini lho, biar tak saling salah paham meski sudah sama-sama tahu, ya dibicarakan baik-baik.
6. Iklan Bowo Food di Televisi
Jadi kalau versi drakor, ada drama makjang (drama panjang yang tayang hampir setiap hari dengan plot lebay) yang ditonton kakek TaeMoo dan orang tua HaRi. Lucunya, kisah di televisi seolah paralel dengan kehidupan yang sedang dijalani. Garis besarnya, dalam drama percintaannya antara pria chaebol dengan seorang gadis sederhana, mendapat pertentangan dari keluarga sang pria.
Nah, versi Indonesia tuh dalam bentuk iklan yang sering ditonton Eyang Tama dan orangtua HaRi. Yang menarik perhatian saya adalah bintang iklan yang wanita adalah Sheila Tohir. Ia adalah finalis Gadis Sampul 2005, ajang pemilihan cewek berbakat di bidang model dan prestasi lainnya saat saya dan adik langganan majalah Gadis. Jadi, saya tertarik nonton "iklan" ini. Versi lebih hilarious, dialognya bak iklan tahun 90'an dan masuk banget sama jalan cerita filmnya. Lumayan menghibur sebagai running gag yang berlangsung sepanjang film.
7. Guilty Pleasure Yang Worth It
Jangan khawatir nonton film ini di OTT merah merasa rugi waktu. Pernah baca atau tidak webtoon-nya atau belum pernah nonton drakornya masih bisa mengikuti dengan mudah.
![]() |
| Ratingnya 13+ aman ditonton bareng keluarga |
Overall saya memberi poin 7,5/10. Cocok disaksikan di akhir pekan yang santai dan mencari hiburan yang ga mau bikin ribet mikir.







Posting Komentar