" ".

Review The Manipulated : 10 Beda Dengan Fabricated City

Table of Contents

Saya nonton film Fabricated City (2017) saat ditayangkan ulang di tvN Movies sekitar empat tahunan lalu. Muak dan mual mendominasi saya, entah karena saat itu saya sedang mengandung adik R atau karena di adegan awal saya sempat mengomeli abang Z yang saat itu mulai ikut-ikutan temannya main game online virtual dalam durasi yang lebih lama dari yang kami sepakati. Saya mencontohkan bagaimana Kwon Yoo (Ji ChangWook) jadi kena masalah gara-gara hal tersebut (ya sebenarnya Ia dijebak dan semua alat bukti dimanipulasi).

Fast Forward ke tahun lalu, saya sempat membaca sang penulis naskah akan kembali mengangkat tema ini dalam format series. Waduh, terlepas dari platform yang mengusungnya (D+ yang masih masuk daftar boikot), saya tuh ragu mau tetap nonton atau tidak. Sudah terbayang, sebagaimana filmnya : meski dibuka dengan adegan aksi yang spektakuler, dijebak hingga ditinggalkan selamanya oleh orang tersayang membuat pengalaman menonton yang bikin frustasi.

Akhirnya saya skip, kebetulan tayangannya barengan dengan Dear X, yang meski sama-sama gelap tapi saya tidak baca manhwa-nya jadi belum ada gambaran. Tapiii koq ya moots saya banyak sekali yang mempromosikan Dear X >< The Manipulated. Hype-nya digadang-gadang setara dengan nonton back to back film Oppenheimer dan Barbie (Barbenheimer! Ada yang ikut kena 'demam' juga 'kah?)

Jadi ikut penasaran kan.. Apalagi banyak banget fans edit yang memadukan potongan adegan gore Baek AhJin (Go YouJung) dan Park TaeJoong yang sama-sama diperankan oleh Babang Ichang --begitu fans lokal sering memanggilnya saking seringnya Ia wara-wiri ke Indonesia Hoahaha. Saya kadang ikut nyengir ketika ada postingan yang membahas "ada sesuatu yang salah di minimarket tempat mereka bekerja" atau "traumanya apa sih?" Kemudian merujuk pada minimarket mereka saat tampil bersama di drakor Backstreet Rookie (2020).

Judul : The Manipulated

Judul lain: 조각도시
Penulis Naskah : Oh SangHo
Sutradara : Kim ChangJu
Pemain : Ji ChangWook, Doh KyungSoo, Lee KwangSoo, Kim JoongSoo, Jo YoonSoo, dll
Genre : crime, misteri, thriller
Tayang : 7 November 2025
Jumlah Episode : 12
Durasi : 60 menit 
Jaringan / OTT : Disney+
Rating usia : 17+

Sinopsis 

Park TaeJoong (Ji ChangWook) adalah pria pekerja keras. Sehari-hari Ia menjadi juru antar sambil mengumpulkan uang demi membuka toko tanaman hias dan bunga segar. Kesukaannya pada tanaman dan bunga-bungaan ini diturunkan dari mendiang ibunya. Saat ini, Ia hidup berdua saja dengan adiknya, Park TaeJin (Ahn JiHo) yang sedang mempersiapkan diri belajar untuk ujian kelulusannya.

Disela-sela kesibukannya, TaeJoong selalu menunjukkan kebaikan hati. Ia sangat perhatian dengan sang kekasih Song SooJi (Pyo YeJin) dan teman-teman se-sirkel. Bahkan, Ia sering menyempatkan diri menyirami tanaman yang tampak layu atau menggeser pot tamanan yang kurang cahaya yang ditemuinya sepanjang mengantar barang.

Sayang, kemurahan hati ini menjadi target empuk yang dimanfaatkan sindikat berbahaya. Ia tanpa curiga sedikitpun, mengantarkan ponsel yang tertinggal kepada seorang gadis. Dengan alasan tak nyaman jika orang asing bertandang ke rumahnya, TaeJoong meletakkan ponsel tersebut di lokasi yang telah disepakati dengan imbalan sejumlah uang. Rupanya sedari awal gerak-geriknya sudah direkam. Kemudian dijadikan alat bukti dalam kasus pembunuhan brutal sang gadis.

Ia berusaha menyangkal. Adik, pacar dan rekan-rekannya awalnya pun tidak ada yang percaya. Hingga di persidangan satu per satu bukti yang tampak valid dihadirkan : gelang metal yang diberikan sang pacar sebagai kado, sidik jari sekaligus cairan tubuhnya ditemukan ditubuh korban. Ada pula rekaman CCTV yang menunjukkan TaeJoong membawa tas koper berukuran besar, dimana tubuh korban dibuang dengan tas tersebut. Pengacara TaeJoong  mengajukan pembelaan bahwa Ia hanya membantu seorang nenek tua yang memanggilnya, namun Ia tetap kalah dan di vonis hukuman tahanan seumur hidup.

TaeJoong merasa frustasi kala satu per satu orang disekelilingnya meninggalkannya. Ya sebenarnya rekan-rekannya berusaha menjenguk, tapi kunjungan mereka selalu ditolaknya. Gongnya saat Ia dikabari sang pengacara bahwa adiknya mengakhiri hidupnya sendiri. Dalam keadaan hancur, TaeJoong pun berusaha menyusul, tapi Ia berhasil diselamatkan.

Ketika sedang bengong di gereja penjara, Ia di dekati seorang narapidana senior yang telah lama mengabdikan dirinya, Noh YoungSik (Kim JeongSoo). Pria yang lebih tua itu mengaku pernah melihat TaeJoong menangis di tepi  lapangan dan Ia mengatakan kesedihan dan kemarahannya valid. Tak mengapa menangis dan mengutuki kenyataan hidup di tempat yang tak akan pernah terasa familiar tapi kenyataannya mereka sekarang di penjara. Pelan-pelan TaeJoong berusaha menata hidupnya. Ia turut membantu kegiatan di gereja dan dipercaya mengurus sepetak lahan tanaman. Tak mudah, karena ada Yeo DokSu (Yang DongGeun), seseorang yang dianggap ketua diantara para napi yang selalu mengincarnya.

Beberapa tahun pun berlalu, TaeJoong yang menggantikan YongSik yang sudah keluar penjara, sebagai petugas altar mendengarkan pengakuan salah seorang tahanan baru di bilik rekonsiliasi. Pria itu menunjukkan kartu nama pengacara yang sama dengan pengacara yang dulunya mengajukan diri membantu kasus TaeJoong sekaligus orang yang mengabari kematian adiknya. TaeJoong menghubunginya kembali dan segera menghajarnya ketika pria itu secara tak langsung membenarkan bahwa kasus TaeJoong adalah rekayasa. Toh tahun-tahun sudah berlalu, meskipun Ia melakukan sesuatu saat ini, tak akan bisa mengembalikan adiknya lagi. 

Begitu meninggalkan penjara, sang pengacara segera menghubungi Ahn YoHan (Doh KyungSoo), menginformasikan rencana asli harus diubah karena TaeJoong sudah mengetahuinya. YoHan mengirim kaki tangannya (Bae NaRa) yang menyamar sebagai tenaga kesehatan dan memberikan vaksin pada seluruh tahanan. Misi utamanya Ia meracuni TaeJoong. Rupanya hari yang dipilih adalah hari yang sama dengan hari TaeJoong merencanakan pelariannya. Dapat dipastikan, meski sudah menyusun strategi pelarian lengkap dengan memalsukan kunci gerbang depan penjara, Ia pingsan kala racun tikus yang diinjeksikan mulai beraksi.

Bangun-bangun, Ia kembali di sapa sipir Yang CheolHwan (Kim JaeCheol) yang sering bersimpati padanya. Berkat sang sipir pula, Ia terselamatkan kala gerombolan DokSu berkumpul untuk menghabisinya di klinik malam itu. Rupanya kepala penjara Park (Lee SeoHwan) telah disuap Yohan untuk mengkondisikan para tahanan yang dipilihnya. Dengan dalih proyek yang disetujui pejabat tinggi, Ia membawa keluar para tahanan ke lokasi rahasia. Di sana mereka akan diadu dalam balap mobil liar. Tak sembarangan balapan, uang dalam jumlah besar dipertaruhkan dengan Baek DoKyung (Lee KwangSoo) --anak pejabat kaya yang manja dan brengsek banget-- menjadi salah satu peserta yang bertaruh.

Lee KwangSoo cocok nih jadi anak Papi arogan yang ada gila-gilanya juga

Bisakah TaeJoong menemukan benang merah kasusnya dan membalas dendam kepada YoHan yang telah memanipulasi bukti demi melindungi DoKyung sang pelaku pembunuhan sesungguhnya?

Review The Manipulated

Spoiler Alert

Phew, sinopsisnya harus merangkum cerita hingga episode 6 untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari kisah TaeJoong.

Jadi kalau baru nonton empat episode awal, belum kelihatan sebenarnya arahnya kemana. Malah cenderung agak bosen. Tapiii pas sudah dilanjutkan, wow!! Nagih juga ya.. 

Beda dengan Fabricated City

1. Ketenangan yang Menghanyutkan

Fabricated City diawali dengan adegan pembuka yang heboh dan bangger (perang jarak dekat dengan senjata api ala game online virtual). Di sisi lain, The Manipulated justru memberikan nuansa yang tenang sebagai pembuka. 

2. Tokoh Utama Lebih Membumi

Kwon Yoo adalah seorang mantan atlet yang mengalami masa sulit setelah dikeluarkan dari tim nasional. Sehari-hari Ia adalah seorang pengangguran, sementara Ibunya masih bekerja. Untuk mengisi waktu, Ia bermain video game. Sebenarnya dalam waktu yang singkat, kita masih bisa menyaksikan, Ia menunjukkan solidaritas yang tinggi pada rekan seperjuangannya.


Dalam The Manipulated kita diajak berkenalan secara intens dengan karakter TaeJoong jadi bisa lebih bersimpati. Ia adalah pemuda baik yang rajin, sopan, berempati tinggi dan sangat bertanggung jawab. Semua aspek dalam hidupnya sedang dalam masa penuh harapan. Toko bunga segera dibuka jadi Ia bisa pensiun sebagai juru antar yang melelahkan dan kisah kasihnya semakin serius. 

3. Karakter Pendukung Lebih Kompleks

Kwon Yoo hanya tinggal berdua dengan ibunya tanpa kehidupan sosial yang nyata. 

Tim resurrection --teman seperjuangan terdiri dari wajah-wajah pendukung yang familiar misalnya Yeo Wool sang hacker yang diperankan Shim EunKyung, Ahn JaeHong dan Kim SangHoo (baru selesai nonton beliau nih di Shin's Project).

Sementara dari sisi jahat ada Min CheonSang (Oh JungSe) dan sekretarisnya yang diperankan oleh Lee Honey. Belum lagi, kita bisa mengenali Lee MooSaeng, Kim SeulGi, Ahn JiEun dan Park JiHu muda. 

TaeJoong sebaliknya sudah yatim piatu namun adiknya menjelang lulus sekolah. Nama-nama besar pemeran pendukungnya tak kalah seru dan menarik.

4. Villain Lebih di Eksplor Latar Belakangnya

CheonSang sehari-hari adalah seorang pengacara publik yang menyediakan pendampingan bagi tersangka yang tidak mampu membayar sendiri, jadi dibiayai negara. Ia menyamar sebagai orang baik yang mendekati para 'tersangka' kasus, misalnya Kwon Yoo dalam kasus pembunuhan. Dibalik itu Ia adalah mastermind yang memanipulasi bukti dan memindahkan kejahatan pada tersangka "baru" dari berbagai kasus kejahatan. CheonSang kadang turun tangan sendiri melakukan kejahatan meski punya banyak antek. Mudahnya, Ia mirip karakter Min JuYeong (yang sama-sama diperankan Oh JungSe), PNS korup yang punya jaringan kejahatan di drakor GoodBoy.

Sementara kehidupan TaeJoong  menjadi hancur dalam semalam 'berkat' kepiawaian YoHan. Ia seorang jenius yang memanfaatkan kekayaannya untuk menjalankan serangkaian sindikat bisnis. Salah satu jasa yang ditawarkannya ialah Ia akan mengurus permasalahan yang dialami oleh orang berpengaruh atau anak-anaknya. Imbalannya tak hanya uang, Ia mensyaratkan mereka harus menjadi teman baiknya atau dengan kata lain, suatu saat Ia membutuhkan balas budi, mereka harus siap tunduk pada keinginannya.

Jangan inget D.O EXO pas nyanyi atau versi tampil di variety, Do KyungSoo ini tampil sadis abis!

Dengan koneksi yang luar biasa ditambah skill-nya dibidang teknologi, Ia menggunakan semuanya untuk melancarkan tujuannya. Misalnya di malam DoKyung menghubungi ayahnya, Ia menerima tugas mengalihkan kasus pembunuhan ini pada orang lain. TaeJoong dipilih sebagai kandidat karena Ia tertangkap CCTV berada di lokasi yang sama beberapa waktu sebelumnya. 

Kemudian YoHan dibantu para kroninya membuat pindai tiga dimensi TKP. Ia mulai merencanakan dengan presisi menanam jejak bukti baik di ruangan maupun tubuh korban. Semua diperoleh dari sisa sampah pribadi yang dibuang TaeJoong sampai ke secarik kertas dengan tulisan tangannya yang ditinggalkan bagi pengurus apartemen bahwa tanaman di tangga perlu kena cahaya pagi. 

YoHan lebih di eksplor latar belakangnya. Ia punya seorang kepercayaan yang kehilangan pengelihatannya (Jeong InJi). Interaksi keduanya lebih menunjukkan sisi kejam YoHan dan rencananya yang gila.


Menariknya lagi, orang-orang kaya yang memakai jasa YoHan mengetahui bahwa ada orang lain yang dimanipulasi alat buktinya sebagai tersangka menggantikan mereka. Dengan keji, mereka menyebut mereka sebagai 'avatar' dan menagih janji YoHan agar para avatar tersebut mengakhiri hidupnya sendiri sebagai bentuk jaminan tutup mulut. Sama-sama sakit sih.

5. Penjara dan Usaha Kabur yang Berbeda

Perkembangan karakter TaeJoong selama di penjara juga menarik diikuti. Setelah sempat merasa frustasi dan pasrah, Ia berhasil menumbuhkan semangat untuk membuktikan dirinya tak bersalah dan mencari dalang semuanya. Ia mengasah kekuatan fisik, kepekaan mental dan mempersiapkan rute pelarian terbaik. Pokoknya buat alumni Prison Break, seolah me-recall memori deh. Meskipun usahanya gagal akibat campur tangan YoHan. 

Babak selanjutnya justru mengajak kita ke balapan mobil dengan taruhan nyawa. Klisenya ibarat nonton Death Race atau Fast Furious mix Squid Game Hoahahahaa. Jadi, meski Ia tak sempat kabur dari penjara langsung seperti dalam Fabricated City, TaeJoong tetap berhasil menghirup udara kebebasan. 

6. Aksi Balas Dendam Solo

Tim Resurrection membantu Yoo yang kabur atas prakarsa Yeo wool. Mereka masing-masing membawa sumbangsih sesuai kapasitas profesi di dunia nyata. 

Noh YoungSik yang sabar dan baik banget ke TaeJoong

TaeJoong main solo, hanya mengandalkan bantuan dari YoungSik dan pada akhirnya putrinya. Pria itu memberinya perlindungan dengan mengajak TaeJoong bersembunyi di rumahnya merangkap toko reparasi miliknya. YoungSik bahkan memberinya sejumlah uang --yang ditolak baik-baik. Setidaknya TaeJoong bisa meminjam peralatan reparasi yang ada di toko YoungSik untuk menyusun rencana sendiri. Untunglah, Ia mengasah kemampuan perbengkelan dan kelistrikan selama di penjara. 

Adegan aksinya sangat seru. Pertarungan jarak dekat hingga kejar-kejaran dengan kendaraan berkecepatan tinggi di episode 8 adalah salah satu higligthnya. Tak salah jika Ji ChangWook digelari salah seorang aktor laga terbaik. Jadi tak sabar menunggu puncak perseteruan terakhirnya dengan YoHan --yang ternyata juga jago bertarung dengan kecepatan dan kekuatan yang terlihat berimbang.

7. Kisah Cinta Lebih Menarik

Kedekatan Yoon dan YeoWool tidak dieksplorasi lebih lanjut. 

EunBi yang galak, diam-diam mulai melihat pesona asli TaeJoong 

TaeJoong ditinggalkan SooJi pacarnya saat di penjara. Setelahnya Ia memiliki kedekatan dengan Noh EunBi (Joo YoonSoo), putri YoungSik. Bagaimana perkembangannya, akan kita lihat dalam dua episode yang tersisa.

8. Ending

Yoo mendapatkan kebebasan setelah membersihkan namanya. Sayang, tidak dapat mengembalikan kehidupannya yang semula terutama Ibunya telah tiada. Jadi, bagi saya selesai menonton film itu tetap ada rasa getir yang masih tersisa hingga bertahun-tahun berlalu.

CheonSang secara tersirat memiliki backingan orang dengan kedudukan yang lebih tinggi darinya. Sementara YoHan jelas-jelas membuat jaringan orang-orang yang merasa berutang budi padanya. Selain itu Ia menyimpan bukti asli kejahatan yang disembunyikan dalam patung karyanya. Patung yang dibuat menyerupai wajah 'korban' yang dijadikan avatar. Patung ini biasanya dilelang dengan harga tinggi pada para pembeli yang ternyata adalah orang yang 'membeli' jasanya.

YoHan mengkhianati Baek DoKyung (dan ayahnya), salah satu pelangganya demi menyesatkan rencana balas dendam TaeJoong. Ia mengadu domba kedua belah pihak demi kepentingannya sendiri.

Bagaimana dengan kehidupan TaeJoong? Nanti saya update kalau The Manipulated selesai tayang.

9. Pesan Moral Lebih Mendalam

Mengingat saya pernah membaca salah satu review Pak Anies Bawesdan yang mengulas bahwa film atau drama sesungguhnya tidak punya kewajiban meninggalkan pelajaran apapun, saya rasa tetap banyak hal yang bisa kita renungi dari keduanya.

Fabricated City menyentil kehidupan kaum urban yang lebih suka berinteraksi secara daring sementara The Manipulated terasa lebih dekat dengan keseharian.

TaeJoong siap mati demi balas dendam sekaligus membersihkan namanya 

Lawan yang seimbang! YoHan sang psikopat akhirnya menemukan seseorang yang bisa membuatnya merasa tertantang

Siapa nyana, kehidupan TaeJoong yang lurus bisa jungkir balik dalam semalam? Kemampuannya dalam bertahan menunjukkan daya juang dan resiliensi yang luar biasa. Buktinya para korban yang lain kebanyakan memilih menyerahkan kehidupan mereka. Transformasinya seharusnya bisa menginspirasi kita yang nyatanya pun menghadapi aneka permasalahan dalam kehidupan ini.

10. The Manipulated Justru adalah Naskah Asli

Penulisnya, Oh SangHo mengakui bahwa saat mengadaptasi naskahnya, Fabricated City diturunkan oleh sutradara ratingnya menjadi 15+. Mungkin saat itu (film rilis 2017), beliau belum punya bargaining position seperti sekarang. Sebagai catatan, naskah drama yang ditulisnya setelah itu, Taxi Driver saking larisnya, sekarang sedang tayang musim ketiga. Dari apa yang saya baca, menurut beliau naskah aslinya justru lebih dekat dengan versi drama ini. Dilabeli rating 19+ cerita hadir lebih gelap, brutal dan menegangkan sekaligus emosinya lebih terasa. 

❤❤❤❤❤

Overall, bagi saya Fabricated City dan The Manipulated sama-sama mendapatkan poin  9 / 10. Cocok buat disaksikan secara maraton bareng keluarga (dengan catatan ada bagian brutalnya, adegan dewasa, penuh kata-kata kasar dan hal-hal lain). 

12 komentar


Comment Author Avatar
12/24/2025 07:06:00 PM Delete
Perbandingannya jelas banget. Meski temanya mirip, cara cerita dan tensinya beda, jadi nggak bisa dibilang sekadar versi ulang. Aku penasaran sama cowok terakhir itu siapa, apa ada season 2 ya
Comment Author Avatar
12/25/2025 11:10:00 PM Delete
Sepertinya filmnya sangat menarik untuk ditonton, apalagi saat ini libur nataru.
Comment Author Avatar
12/26/2025 05:56:00 PM Delete
aku nggak nonton keduanya sih ini drama atau filmnya. tapi tema seperti ini memang menarik untuk ditonton karena kita juga disuguhi berbagai intrik kejahatan yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya
Comment Author Avatar
12/28/2025 09:46:00 AM Delete
Dari sekian banyak aktor Korea terkenal, kayaknya emang baru Ji Changwook yang rajin banget ke Indonesia. Mulai dari acara fanmeeting, ikut syuting laporpak, trus yang dia ke Blok M, dan terbaru syuting ala tv show tuk kebutuhan iklan aplikasi AI dan Traveloka klo nggak salah. Tentang drama ini, nggak nyangka dengan genre mister dan crime tapi pekerja Ji Changwook nya punya toko bunga.
Comment Author Avatar
12/28/2025 12:32:00 PM Delete
Aku belum nonton The Manipulated, tapi memang beberapa bagian cerita udah tahu. Mana DO jadi villain lagi

Sering berpikir, jadi orang terlalu baik tuh kadang enggak baik juga, gampang dimanfaatkan dan ini terjadi di dunia nyata juga
Comment Author Avatar
12/28/2025 08:35:00 PM Delete
Aku belum nonton dua-duanya mbak Fabricated City sama Manipulated. Tapi jujur kalau manipulated kok rada ragu nontonnya karena ada adegan berdarah-darah yang bikin aku rada OVT. :(

Eh tapi di film Manipulated ini aku penasaran juga sih sama act-nya si DO Kyung Soo, karena kan doi jarang banget jadi Villain ya. Terakhir nonton drakornya doi itu pas doi jadi jaksa tantrum (aku lupa judulnya). :D
Comment Author Avatar
12/28/2025 08:58:00 PM Delete
Setuju banget! Akting D.O. jadi villain emang ngeri banget, beda sama film aslinya. Versi drama ini kerasa lebih gelap dan emosional ya!
Comment Author Avatar
12/28/2025 11:25:00 PM Delete
Seru banget lihat ini. Tapi beberapa karakter di depan rasanya ilangnya kurang smooth dan semakin ke belakang kayak ada yang hilang. But so far, filmnya sukses bikin deg degan hihi
Comment Author Avatar
12/29/2025 09:11:00 AM Delete
Ternyata penulisnya sama ya, bagi yang tidak mengetahuinya mungkin akan berasumsi film ini ditulis oleh penulis yang berbeda karena beda tonesnya
Comment Author Avatar
12/29/2025 01:56:00 PM Delete
Taejoong apakah kamu bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya? Duuh jadi penasaran niiih, ceritanya seruu mbaa....saya bisa nonton dimana nih filmnya.
Comment Author Avatar
12/29/2025 02:47:00 PM Delete
Cerita yang cukup komplek dramanya, nggak cuma nyuguhin cinta cintaan aja, penonton juga dipacu mental adrenalinnya...wih seru penasaran deh
Comment Author Avatar
12/29/2025 11:52:00 PM Delete
Cakep banget siiyh.. akting Abang Diyo..
Selalu standing applause karena basic dia kan idol yaah.. tapi kalau mendalami karakter, uda ga perlu diragukan lagi.