" ".

Recap dan Review Will You Be My Manager? Episode 4

Table of Contents

Recap 



Kembali saat EunHo dan Hana berada di tepi sungai. EunHo bilang bahwa Hana terlihat berpura-pura

Inner monolog EunHo mengira Hana hanya pura-pura baik. Ternyata Ia melihat senyum canggungnya dan jadi penasaran dengannya.

EunHo teringat saat Hana dirundung di atap. Sebenarnya, boneka kelinci yang jadi gantungan kunci Hana sempat ditendang hingga ke sebelah posisi EunHo yang tersembunyi. Beruntunglah, saat Hana dan Sang Ketua sedang head to head, EunHo melemparkannya lagi agar tak ketahuan. 

EunHo melanjutkan lagi pikirannya, "Hingga akhirnya aku ingin melakukan yang tak terpikirkan"

"Kadang kau tersenyum canggung seperti sekarang." Nada EunHo seolah menuduh.

"Aku tak tahu jika itu menganggumi. Bukannya lebih baik jika selalu tersenyum? Teman yang kusayangi selalu tersenyum lebar." Hana membela dirinya. 

"Itu cuma akting. Apa harus selalu memaksakan tersenyum demi mereka. Aku lebih suka melihat kau apa adanya. Mungkin budaya kita berbeda." EunHo berlalu membawa ramen meninggalkan Hana yang terlihat memikirkan perkataan artisnya itu.

Episode 4 : Bunga-bunga Berguguran


Hana kembali ke meja piknik saat SiWoo dan EunHo bertengkar karena tak ada yang bawa sumpit. Mereka saling menyalahkan. Seperti biasa Hana mengeluarkan tiga pasang dari tasnya. SiWoo heran Hana menyebutnya sebagai tas kerja. Menurut Hana karena untuk membawa barang-barang yang paling penting

"Sungguh mengemaskan" seloroh SiWoo

EunHo langsung memasang wajah tak suka, "Iya, tasnya menggemaskan." Timpal EunHo


Hana menerima panggilan dari ibunya dan ia meyakinkan bahwa kondisinya baik-baik saja. Ia berjalan-jalan sambil memandangi bulan purnama. 

Di bagian lain kota, JiAh juga melakukan hal yang sama. Ia memandanginya sambil dalam hati teringat bahwa tak seorang pun pernah melihat sisi bulan yang tak terlihat dari bumi. JiAh berjalan perlahan. Hatinya gelisah.


Hana dan BaReun pergi ke sekolah bersama. BaReun menegurnya yang seolah tak lelah meski selalu dicuekin JiAh. Hana berdoa sambil menggenggam gantungan kunci keberuntungannya, Ia meyakinkan diri hari ini akan lebih baik. Sayang, JiAh tetap dingin, menolak minuman kaleng yang ditawarkan Hana bahkan berterus terang Hana membuatnya terganggu.

Hana tidak berniat demikian, tapi JiAh tetap ngotot meski BaReun yang memintanya menerimanya. Ia malah menuduh Hana egois dan jika ingin melakukan sesuatu, cukup lakukan yang diminta, menjauh dan tak saling sapa.

Hana terlihat murung dan BaReun yang memanggilnya pun tak dihiraukan. JiAh memandangi chart hasil penilaian yang ditempel di mading sekolah. Rupanya sampai Minggu ketiga ini, posisi tak berubah. Hana dan kelompoknya masih diatas JiAh. 


Di kelas, Bu Guru pun memberi selamat karena meski belum diakhir periode, jumlah suka dan followersnya kemungkinan besar tak terkejar lagi oleh kelompok lain. Hana pun berhasil menaikan citra positif dua artisnya, SiWoo dan EunHo. Hana diminta maju ke depan kelas dan mengutarakan pendapatnya dan ia memotivasi yang lain untuk tetap berusaha karena masih ada waktu sebelum kelas praktik ini berakhir. Semua orang bertepuk tangan kecuali JiAh yang berpura-pura sibuk. 

Setelah kelas berakhir, EunHo menanyai BaReun tentang kedua gadis yang masih saling diam tersebut. BaReun menjawab mereka sudah perang dingin betulan. menepuk pundak BaReun dan jujur Ia salut pada temannya itu karena ia sendiri tak akan betah berpacaran dengan JiAh.

MinSoo --yang juga duduk bersebelahan dengan BaReun-- bahkan sampai stress hanya mendengar namanya. BaReun masih membela pacarnya, dua temannya tak menyadari pesona JiAh. MinSoo malah bergidik ngeri, Ia bersumpah gak akan pernah mau menyadarinya.


SiWoo meminta Hana merekam mereka berempat main basket. Trio fans menonton dari tepi lapangan sementara Hana berada di dalam demi merekam permainan. MinSoo tak sengaja melempar ke arah Hana. Gadis itu langsung kaget dan menjatuhkan ponselnya. Untunglah EunHo segera memblok datangnya bola. Hana yang tertegun ditanyai keadaannya oleh SiWoo. Tapi Hana masih bengong dihadapan EunHo. Alhasil, sang ketua fans mencak-mencak tak terima. Ia cemas EunHo menikahi putri Yakuza Hoahaha.

EunHo mengembalikan ponselnya dan menyuruh Hana berdiri lebih jauh tapi gadis itu kembali ke kelas. Permainan terus berlangsung tapi EunHo menyadari SiWoo tak fokus dan menegurnya.



Atas ide temannya sang ketua fans berniat menggali aib masa lalu Hana. Ia terkenal ahli sebagai pengumpul informasi. Lucunya mereka sempat lupa nama lengkap Hana. Hoahaha.

Malam itu Hana tidur sambil teringat EunHo yang melindunginya. Wajahnya terlihat bercahaya dengan latar langit biru cemerlang. Hana sampai memegangi kepalanya sendiri agar tak memikirkan EunHo dengan romantis sebagai manajer.

Keesokan paginya, Hana tetap bertukar posisi tempat duduk. Di laci mejanya, JiAh menemukan plaster penghangat dengan catatan tempel yang mengingat bahwa ini jadwal haidnya. Ia melirik Hana yang masih sibuk menulis. JiAh teringat semua yang dialaminya bersama Hana dan matanya mulai terlihat bersalah.


Malam itu sambil berjalan kaki, Hana minta ke rumah EunHo dan SiWoo. Kali ini mereka akan membuat video "Get Ready With Me". EunHo reflek menarik Hana kepinggir saat ada pengendara sepeda yang lewat di trotoar dan nyaris mengenainya. EunHo lalu mengalihkan pembicaraan dengan meminta Hana dan SiWoo mencari makanan sebelum mulai dan tak perlu buru-buru.

Hana dan SiWoo makan jajanan di ayunan taman. Hana menceritakan temannya di Jepang yang suka makan takoyaki di kedai dekat sekolah yang enak. Temannya selalu datang setiap Minggu karena makan disana membuatnya gembira. Ia bilang kangen rumah karena teringat memori itu. 

SiWoo membalas dalam bahasa Jepang dan mengagetkan Hana. SiWoo bilang Hana Kawaii dan temannya bahagia justru karena makan takoyaki bersama Hana.

Hana malah terlihat ingin menangis jadi SiWoo khawatir padahal Ia terharu. Pemuda itu seperti mesin otomatis yang selalu mengucap jawaban yang ingin didengar Hana, bahkan sebelum menekan tombolnya. Keduanya tersenyum canggung.

Setibanya di rumah dua pemuda itu, Hana meyerahkan Takoyaki yang tinggal sebagian. EunHo sadar dari beratnya itu sudah sisa haoahaha.

Hana mereka mereka berdua memilih pakaian dan bersiap-siap. Gayanya sedikit berbeda tapi tetap kasual dan sama-sama keren.

Hana baru akan mengedit video saat pesan singkat menanyakan tentang Suzu Sakamoto masuk ke ponselnya. Ia tampak terkejut. EunHo menyadari perubahan moodnya dan bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi. Tapi Hana hanya menggeleng dan bilang semua baik.

Keesokan hari, JiAh sedang menulis di mejanya saat tiba-tiba salah seorang anggota fans yang duduk di kursi Hana semula memberitahukan bahwa wali kelas mencarinya. JiAh buru-buru tanpa membawa ponselnya karena sebentar lagi bel akan berbunyi.

Betapa anehnya, di ruang guru yang ada justru ketua fans. Ia menyapa JiAh dengan santai. Ia menyalahkan JiAh jadi sangat membenci Hana. Menurutnya Hana benar-benar sampah. JiAh sebenarnya tak paham dan memintanya langsung pada intinya. Sambil mengunyah permen karet dengan gaya yang menyebalkan, si ketua memberitahukan Hana kabur dari Jepang karena ada berita di koran lokal, Ia terlibat rencana pembunuhan. Gawatnya artikelnya diunggah di ruang obrolan sekolah melalui nomor ponsel JiAh. Mereka berhasil menebak sandinya, ulangtahun BaReun. Jadi si teman berbohong agar JiAh meninggalkan kelas dan diam-diam membuka ponselnya. JiAh kaget dan merebut ponsel sang ketua, Ia langsung lemas menyadari itu akun tugas kelompok mereka. Tanpa perasaan bersalah sang fans bilang Ia sengaja agar EunHo tak membencinya dan JiAh memang ingin menyingkirkan Hana. Sambil melemparkan bungkus makanannya, Ia berujar tempat sampah yang sempurna.


JiAh kesal dan membanting ponsel sang ketua lalu berlari ke kelas. Terlambat, semua orang sudah membaca artikel tentang Suzu Sakamoto. Hana membacanya juga dan seolah mendengar dengingan keras di telinganya. Ia berlari dan sempat berpapasan dengan JiAh di tangga tapi keduanya tak sempat berkata apapun. 

Empat flowers boys mendatangi kelas Hana. MinSoo sibuk memanggil Hana-puff. EunHo sudah akan melabrak JiAh tapi SiWoo menahannya, biarkan BaReun saja. Ia mengajaknya mencari Hana. Keduanya menyusul Hana yang berlari keluar sekolah. 



Meski mereka berdua lebih jangkung, Hana berlari sangat cepat dan kehilangan jejaknya. Akhirnya mereka memutuskan berpencar. EunHo ke arah kanan sementara SiWoo ke kiri. Keduanya memanggil Hana tapi yang dicari terus berlari sampai tak sadar gantungan kuncinya sudah lepas. EunHo yang menemukannya dan mengembalikannya pada Hana yang berhenti kehabisan nafas. Mereka saling bertatapan dan air mata Hana meluncur. EunHo memeluknya sambil membiarkan Hana menangis tersedu-sedu. SiWoo melihat semuanya dari kejauhan.

Epilog 

Hana berlari sambil menerima telepon. Suzu berpesan agar Hana jangan melupakannya. Hana meminta Suzu yang duduk di tepian lantai teratas sebuah gedung untuk tak melakukannya.

Sayang, secepat apapun Hana berlari, Ia terlambat. Boneka kelinci yang sama dengan yang tergantung di tasnya telah terjatuh dan berlumuran darah. Selanjutnya Hana mencuci tangannya sambil menangis seperti yang kita lihat di epilog sebelumnya.

Review

Wah, tenyata Will You Be My Manager? Tak seringan yang saya kira di awal ya..

Isu yang diangkat justru cukup serius. Adegan terakhir yang mengindikasikan Suzu menjatuhkan dirinya dari gedung tinggi hingga boneka gantungan kuncinya itu cukup disturbing. Masih menjadi misteri kenapa Hana yang jadi tertuduh melakukan percobaan pembunuhan? Berita di artikel online memang membahasa perundungan di klub sekolah.

EunHo memang tipe yang mengamati Hana karena dianggapnya menarik. Ia lebih menyadari dari BaReun bahwa Hana berpura-pura tegar dan selalu tersenyum manis meski hatinya galau. Sikapnya yang selalu melindungi Hana, wajar jika membuat Hana jatuh hati.

JiAh yang baru akan sadar kebaikan dan ketulusan hati Hana malah kena jebak. Trio Fans mengeksekusi rencana mereka dengan cukup baik. Entah apa hukuman yang harusnya diberikan sekolah karena mereka melanggar privasi Hana maupun JiAh.

Btw, Drakor ini meski terlihat lowbudget sesungguhnya sinematografinya cukup indah. Cara bertutur yang maju mundur pun membuat kita semakin paham akan suatu kejadian. Sejauh ini ceritanya padat dan proporsinya pas. 

Kita pun jadi paham mengapa Hana tiba-tiba ke Korsel tanpa sempat belajar bahasanya dengan proper karena kejadian Suzu ini pasti diluar dugaan.

Semoga dua episode mendatang tak mengecewakan sebagai penutup.

Posting Komentar