Review Hello, Nice To Meet You! Let's Get Divorce
Hai Assalamu'alaikum
Kembali ke misi menghabisi eh menghabiskan draft tulisan yang mengendap. Saya nonton Hajimemashite, Konnichiwa! Rikon Shite Kudasai alias Hello, Nice To Meet You! Let's Get Divorce saat libur pertengahan tahun ini. Tepat saat doramanya ditayangkan sebanyak dua episode perminggu di Viki.
Niat untuk segera mereview langsung menguap karena saya kecewa berat dengan versi adaptasi salah satu manga yang saya baca secara ongoing terjemahannya semasa Covid mendera. Sebenarnya jalan cerita pastinya saya lupa-lupa ingat karena cukup banyak cerita dengan premis sejenis, pernikahan yang diawali dengan suatu kontrak.
Manga karya Chiyoharu Asagi dan digambar oleh Betty Nanasato, bagian yang paling menonjol adalah di covernya si pemeran utama wanita pakai kimono dan diduplikasi dengan baik saat pemotretan promo jdrama ini.
Judul : Hello, Nice To Meet You. Let's Get Divorced
Penulis Naskah : Chiyoharu Asagi (manga)
Sutradara : Kato Naoki
Pemain : Maeri, Sho
Genre : drama - komedi - romantis
Tayang : 08 November 2024 - 26 Desember 2024
Jumlah Episode : 8
Durasi : 25-30 menit
Jaringan : VIKI
Rating Usia : 16+
Sinopsis
Mengikuti pakem manga-nya, adegan pembuka tetap menghadirkan Rio Yuki (Meari Hayashi) dengan kimono lengkap. Kedatangannya yang tiba-tiba ke kantor untuk meminta perceraian mengagetkan semua orang dengan kalimat ikonik yang sekaligus menjadi judul :
"Halo. Senang bertemu denganmu. Ayo kita bercerai."
Barulah penuturan kisahnya kembali secara perlahan mengungkap Rio adalah seorang pewaris dari keluarga Yuki. Salah satu keluarga dengan sejarah yang bisa dilacak seribu tahun kebelakang dengan kultur budaya yang kental. Nama Yuki sangat dihormati di Kyoto. Karena keluarga ayahnya mengalami masalah finansial, Ia terpaksa menikah di usia 16 tahun melalui perjodohan tanpa cinta --menikah hanya di atas kertas--dengan Masatomo Takamine (Atsuhiro Inukai), seorang CEO muda, tampan, dan super-kaya di bidang IT.
Masa, begitu pemuda itu biasa dipanggil, butuh nama besar keluarga Yuki untuk mengembangkan bisnisnya. Sebagai ganti, Ia menyerahkan uang pertunangan sebesar 100 juta Yen dan bersedia mengirim uang setiap tahunnya.
Sepuluh tahun berlalu. Sepuluh tahun di mana satu-satunya kontak antara suami dan istri ini adalah kiriman uang setiap hari ulang tahun sebesar 50 juta Yen. Rio tetap tinggal di Kyoto bersama keluarganya, sementara Masatomo di Tokyo. Sebuah jarak yang tidak hanya geografis, tetapi juga emosional dan eksistensial.
Akhirnya, Rio yang ibarat tuan putri terkurung dalam sangkar emas, memberanikan diri melakukan perjalanan ke Tokyo dengan teman masa kecil sekaligus pelayannya Hazumi Shaiho (Aloha Takamatsu). Masa --yang baru berjumpa lagi-- terkejut menyadari kecantikan istrinya dan membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama! Ia tak mau berpisah dan malah mengusulkan mereka tinggal bersama karena Rio tak punya tujuan di Tokyo.
![]() |
| Relationship Chart Sumber My Drama List |
Jadilah hari-hari baru mereka sebagai pasangan suami-istri sah yang harus saling beradaptasi. Mampukah mereka menyamakan visi dan terjawabkah pertanyaan besar di benak Rio mengapa dulu Masa menikahinya?
Review
Awalnya harapan saya melambung setelah adegan ikonik tadi lagu pembuka diputar. Bernuansa ceria dan interaksi antara Rio dan Masa menggemaskan sekali. (Lebih lanjut akan saya bahas dibawah).
Dorama ini diusung oleh MBS yang entah kenapa, beberapa drama yang pernah saya tonton kualitas produksinya jauh sekali dengan studio Jepang lain. Masa yang digambarkan CEO dibidang IT dan kaya-raya, huniannya terbilang 'sederhana'. Begitu pula atmosfer ruangan kantor serta perusahaannya. Pada umumnya, secara keseluruhan drama ini terlihat bak sinetron kita, seolah demi menghemat budget.
![]() |
| Manis-manis kaku gimana gitu |
Alurnya memang sudah bisa ditebak para pembaca manga. Tinggal lah dari segi akting, namun Maeri selaku Rio terlalu kaku dan entah kenapa Atshuhiro yang lebih berpengalaman seolah mengikuti jejaknya. Semua adegan mereka berdua terasa cringe. Masa memang gigih memperjuangkan cinta Rio tapi Ia sering terlihat frustasi sendiri.
Soal penokohan, itulah yang membuat saya geregetan, mau ngulang baca manganya terlalu malas (ada versi terjemahan Bahasa Inggris di Google Play Book, pembayaran per chapter yang jika dirupiahkan kena sekitar 17.000an), tapi saya jadi berpikir keras, apakah Masa memang begitu? Rio pun memang selalu seperti ini? Akibat dikekang ayahnya dan keluarganya, Ia jadi tidak mandiri sampai tak tahu sama sekali apa yang diinginkannya?
![]() |
| Cinta segi tiga (?) yang potensial sayang eksekusinya kureng |
Ketidaktahuan Rio akan segala sesuatu dan bergantung pada Hazumi menurut saya terlalu parah dan tak masuk akal. Sampai ia ingin minta cerai awalnya karena menginginkan kebebasan. Ia lelah menjadi korban keluarganya yang masih menerapkan aturan yang kolot. Rio seolah kehilangan jati dirinya. Bahkan kemampuan melukis yang telah diasahnya sejak muda seolah tak bisa menyemangati atau menjadi tujuan hidup.
Setelah tiba di Tokyo, Rio tidak hanya fokus pada dinamika sebagai seorang istri, tetapi juga pada perjalanan menemukan dirinya sendiri. Rio, yang selama ini terperangkap dalam ekspektasi keluarga dan pernikahan kontrak, mulai menemukan kembali hasratnya yaitu dunia seni lukis. Seolah kebetulan, senseinya mengajak Rio untuk lebih aktif melukis dan mengikutinya yang akan berpergian ke luar negeri.
Satu titik balik yang cukup menyentuh adalah ketika Rio menyadari bahwa kebebasan yang ia cari bukan hanya tentang status 'lajang'. Kebebasan sejati adalah menemukan keberanian untuk mencintai, bahkan jika itu berarti mencintai orang yang dulunya hanya sekadar tanda tangan di atas kertas. Konflik perceraian berubah menjadi konflik internal: apakah Rio akan kembali ke kehidupannya demi kebebasan, atau mengambil risiko mencintai Masa demi kebahagiaan yang tidak terduga?
Sayang, kehadiran sensei dan teman masa kecil yang secara tersirat menyukai Rio tidak bisa menjadi kutub baru yang membuat pemirsa terpecah karena --lagi-lagi-- kurangnya kemistri antar pemeran akibat akting pemeran Rio😭
Kurang pula kritik sosial membangun tentang budaya menikahkan anak (terutama perempuan) dibawah umur demi menopang marwah keluarga. Padahal Jepang telah telah meratifikasi Konvensi Hak Anak PBB (UNCRC) dan mengadopsinya secara hukum. (Agar adil, masalah ini sebenarnya sejak manga, toh sebagai karya yang settingnya era modern, kenapa masih menerapkan plot era feodalisme 😭)
Overall, drama ini cocok ditonton saat benar-benar gabut. Durasi per episode yang hanya 25-30menit cukup pas bagi yang terbiasa menikmati series vertikal atau sejenis. Turunkan ekpektasi, karena saya bisa bertahan nonton ongoing selama empat minggu hanya karena alasan sentimental belaka. Poinnya 6,5 / 10 deh. Kalau di MDL sedikit lebih baik yaitu 6,8, tapi tetap lebih rendah dibanding dorama lainnya yang berkisar diatas 7.






Posting Komentar