Ahrefs Webminar : Surviving AI Mode, What it Means To the Future Of Search
Hai Assalamu'alaikum
Ikatlah ilmu dengan tulisan"
Filosofi yang saya terapkan setelah mengikuti webinar yang diadakan oleh Ahrefs pada Jumat tanggal 28 November 2025. Ahrefs sendiri adalah perusahaan perangkat lunak berbasis Software as a Service (SaaS) yang menyediakan serangkaian alat Search Engine Optimization (SEO) lengkap untuk membantu meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
Mengapa saya --yang sudah lama sekali tidak update dan upgrade ilmu dunia perblog-an-- tertarik ikut?
Sejujurnya, saya sebagai blogger abal-abil sempat berada di persimpangan, apakah sebaiknya meneruskan menulis karena kenyataannya saat ini viewers tulisan di blog semakin lama semakin menurun. Penyebabnya adalah pergeseran minat pembaca, saat ini ada banyak sosial media yang menawarkan berbagai konten, jadi tak perlu mencari info ke search engine. Begitu ada yang masih berniat menelusuri search engine, maka langsung dihadapkan pada snippet dari Artificial Intellegence / Akal Imitasi / Kecerdasan Buatan (AI) mesin pencari itu sendiri (AI Overview).
Oleh karena itu, begitu mendapat email penawaran ikut menjadi peserta webminar dengan tema Surviving AI Mode, What it Means To the Future Of Search, saya langsung mendaftarkan diri. Pendaftarannya gratis bagi seluruh pemilik akun Ahrefs. Tak perlu yang premium, karena akun saya pun sudah tak premium Hoahahaha.
Senangnya lagi karena basis Ahrefs adalah di Singapura, jadi waktu penyelenggaraan webinar pun ideal buat saya. Dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama lebih dari satu jam. Sungguh tak terasa karena memang disampaikan dengan baik dan ilmunya daging semua!
Dibagian menjelang akhir, para peserta --yang saya dapatkan berdasarkan informasi dari Q&A-- berjumlah 250an orang boleh mengajukan pertanyaan. Karena yang ikut merupakan webmaster dari seluruh dunia, pertanyaannya pun amazing dan banyak memberi insight baru. Salutnya, seluruh pertanyaan yang tak sempat dijawab secara lisan akan dikirim kembali jawabannya dalam bentuk email kepada seluruh peserta yang hadir.
Ok, cukup bagian kagumnya saya, sekarang saya akan mencoba menjelaskan kembali sepemahaman saya (yang konsentrasinya sempat terpecah karena si kecil) sepanjang mengikuti webinar.
Kita kenalan dulu dengan pemateriny, Constance Tan, beliau seorang product marketing di Ahrefs. Tulisannya seputar dunia IT banyak di publikasikan di blog perusahaan yang sering dipakai oleh kita para blogger mengecek Domain Rating (DR) itu. Belum mulai pun saya sudah semangat sih, Yeay tech-gal! Membuktikan, cewek pun ga kalah jago koq dibidang teknologi web-AI dan perintilan lainnya ini. Penampilannya yang kasual dengan rambut dicepol biasa malah mempertegas aura cerdasnya. Iih..koq saya malah jadi nge-fansgirling gini ya Hoahahaha.
Ini adalah pertanyaan yang memantik minat saya dan para peserta lain bergabung :
AI Mode is Google's latest roll out in their quest to find the AI-powered search experience that keeps users on their platform.
How do its generated answers compare to AI Overviews?
How are searchers evolving their search experience?
What do marketers need to do in 2026 and beyond?
AI Mode VS. AI Overview
Ok, jadi saya berusaha menyamakan persepsi dulu antara AI Mode dan AI Overview dulu ya..
AI overview --seperti yang saya sudah ulas sedikit diatas-- adalah fitur Google Search yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan ringkasan jawaban komprehensif langsung di hasil pencarian. Hasil ini didapatkan dari merangkum beberapa web sekaligus. Sehingga para pencari menghemat waktu dibanding harus membuka satu demi bacaan sumber.
Kita sudah lebih dulu familiar dengan AI Overview yang sudah lebih dahulu diterapkan. Biasanya begitu kita memasukan sebuah pencarian, maka secara otomatis ada hasil AI Overview yang tampak dibagian atas. (Beda dengan zaman dahulu yang langsung ke hasil website yang berdasarkan rangkingnya di SERP).
Baru-baru ini, Google meluncurkan AI Mode, nah, kan saya yang benar-benar awam ini jadi tambah bingung, apa bedanya dengan Google Gemini, AI-nya google?
Ternyata dari bertanya langsung ke google saya mendapatkan jawaban berikut : Gemini adalah kecerdasan (mesin AI-nya), sementara "AI mode Google" adalah cara Google menerapkan kecerdasan tersebut ke dalam pengalaman penelusuran web sehari-hari.
AI mode secara umum mengacu pada penggunaan atau mode yang melibatkan kecerdasan buatan. Contoh lain yang lebih duluan populer adalah ChatGPT yang beroperasi dalam mode AI, berarti ia menggunakan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) untuk memahami dan menghasilkan teks yang menyerupai cara manusia berkomunikasi.
Jadi, kita mengajukan perintah kepada mesin penelusur berupa tulisan pesan, suara ataupun gambar. Kemudian AI akan mensintesakan suatu jawaban yang kita cari dengan catatan kaki yang menuju ke web yang kita butuhkan.
Ternyata AI mode sendiri bukan merupakan versi panjang dari AI overview. Terlihat dari hasil yang distitasi sebagian besar berbeda persamaannya bahkan hanya kecil sekali di sekitar 0,51%. Bahkan yang lebih gongnya lagi mayoritas web distitasi oleh AI mode tidak berada di posisi SERP teratas.
- Mode AI menghasilkan jawaban dengan cara yang berbeda dibandingkan AI Overview.
- Mode AI mengambil sumber halaman dengan cara yang sangat berbeda dari AI Overview.
- Meskipun demikian, Mode AI dan AI Overview tampak memberikan jawaban yang secara semantik mirip.
- Halaman mungkin tidak perlu berada di peringkat organik untuk dikutip oleh AI. (Tetapi kemungkinan besar masih membutuhkan Domain Authority)
Dengan hasil ini, seperti yang kita para webmaster dan blogger rasakan bersama, implikasinya adalah semakin sedikit orang yang mengunjungi web / blog kita. Bedasarkan riset dilakukan oleh Kevin Indid Ai Mode useability, 75% merasa puas dengan apa yang didapatkan dari halaman AI Mode. Waktu yang mereka habiskan pun bisa dua kali lipat dibandingkan dengan mereka gunakan di AI Overview.
Bagaimana dengan masa yang akan datang?
Sejauh ini memang benar Google masih merupakan raja dalam hal mesin pencari tetapi harus diperhatikan bahwa traffic dari Chat GPT itu sendiri meningkat setiap tahunnya.
Para pengembang teknologi AI pun berlomba-lomba untuk memajukan kemampuan akal imitasi ini. Bahkan Google sendiri melalui CEO-nya Sundar Pichai, berkata bahwa untuk saat ini mereka memang benar menyediakan tab sendiri bagi orang yang ingin menelusuri dengan menggunakan akal imitasi, tetapi pada akhirnya perlahan-lahan mereka akan mengintegrasikannya langsung di halaman utama.
Dengan memantau hasil di web Ahrefs sendiri, memang benar saat ini klik organik akan terus menurun tetapi AI tetap akan membawa pengunjung baru ke laman atau brand kita.
Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu kaitannya antara brand value, direct mention atau disebut dalam media sosial.
Apa yang harus kita lakukan sebagai webmaster atau blogger?
Kita harus berusaha agar AI semakin familiar dengan brand kita.
1. Mengupdate tulisan dan web kita secara keseluruhan.
Ahrefs memberikan 82 ceklis apa saja yang harus diperbaiki. Silahkan unduh di sini.
2. Meningkatkan awareness khalayak luas terhadap brand kita di berbagai media.
Tidak harus secara keseluruhan bisa saja misalnya melalui podcast atau sosial media. Jadi yang membedakan dengan zaman dulu Jadi kalau dulu itu mention sebaiknya dengan memberi backlink agar memperkuat Domain Rating dan Authority.
3. Melakukan hal-hal yang luar biasa tetapi hindari gimmick.
Misalnya kita melakukan suatu hal yang viral sehingga nama kita akan semakin bergaung. Sementara untuk gimik yang dihindari itu berupa kita memberikan informasi kepada Chat GPT ataupun AI yang lain melalui informasi yang kita susun sendiri misalnya daftar list travel blogger terbaik.
Ambil contoh dari brand sendiri, Ahrefs tetap memiliki trafik yang baik karena mereka mengutamakan fundamental SEO artinya mereka mengutamakan keunggulan produk yang mereka tawarkan.
Klasik tetapi sebagai investasi jangka panjang, yang harus dilakukan antara lai :
- Hasilkan produk dan service yang berkualitas
- Buat tulisan yang original
- Pertahankan engagement dengan pembaca atau konsumen.
Bagaimanapun, webinar ini sangat menarik. Kalau takut terjemahan saya ada yang meleset, masih ada rekaman di kanal YouTube Ahrefs.
Bahan Bacaan :
https://ahrefs.com/blog/ai-impact-on-seo/#your-content-structure-still-affects-visibility
https://www.growth-memo.com/p/what-our-ai-mode-user-behavior-study
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
Tapi kalau disuruh belajar beginian smpe sekarang aku masih ngga mudeng mbak, secaa teknikal aku memang kurang hahaa
Yowes aku hanya bisa rajin2 menulis aja deh
Bagus banget tulisannya Mbak Annisa. Buat saya pribadi, tulisan ini bukan sekedar mengenalkan Ahrefs tapi juga betapa ilmu pengetahuan tuh cuma seujung jari dan bisa kita gunakan asal kita mau mengajak diri berkembang.
Terima kasih, meski saya gak ikut weibarnya, jadi dapat ilmu dari tulisan ini.
Yaaa moga AI mau temenan ma blog kita, trus ngenalin ke pembaca deh hehe.
Karena sampai sekarang saya nulis ya nulis aja
pemakaian AI juga seperlunya
Ternyata jika dimaksimalkan hasilnya akan optimal
Pastinya sih upgrade skill dan konwledge ngikutin pasar kalo mau bertagan sebagai blog bisnis
Serius deh — tulisan ini seperti menjawab sekaligus “ngeluarin uneg-uneg” jujur: dari nanya “apa masih worth it nulis blog?”
Ahrefs webinar, explain tentang Google AI Mode vs Google AI Overview dengan gamblang mengulik dan membuka mataku bahwa : okeee aku akan terus mengikuti inovasinya
Dan yang paling aku appreciate: kamu nggak cuma “ngomongin problem”, tapi juga kasih solusi: “ayo update blog, bangun brand awareness, jangan cuma ngandelin gimmick.”
Itu mindset produktif dan inspiring banget.
Huhu.. memang banyak printilan yang kudu diperhatikan ketika berkomitmen jadi blogger yaa..
Jadi sring mempertanyakan sejauh mana dunia ini akan memmbawa...??
Aiih~~