Recap dan Review Idol I Episode 10
Sinopsis
Kembali pada pernyataan cinta Laik yang penuh kerapuhan.
Sena menatapnya tapi hanya bisa terbata meminta maaf dan bilang semuanya sangat cepat jadi ia merasa kebingungan.
Laik menenangkannya dengan lembut. Ia tak memintanya menjawab sekarang juga. Bahkan, ia berjanji akan menunggu sampai Sena yakin dengan perasaannya. Ia akan menunggunya sampai kapanpun.
Setelah Sena pamit untuk tidur ke kamarnya mereka berdua sama-sama meraba jantung masing-masing yang berdegup kencang. Dan malam itu sama-sama tak ada yang bisa tidur karena gelisah, saling memikirkan satu sama lain. Sena memeluk boneka barunya dari akuarium dan kamera menyorot bagian luar rumah, ada seseorang yang berjalan menjauh.
Pagi harinya Sena galau maksimal. Ia bingung bagaimana harus menghadapi Laik padahal harus ke toilet. Setelah berguling dan mengumpet di bawah selimut, ia menyempatkan diri memakai lipgloss dan berkaca untuk membersihkan kotoran mata sekaligus mempersiapkan poker face-nya. Hoahaha
Sayangnya, saat Sena keluar, rumah terasa sepi. Kamar Laik kosong dan Sena menemukan sehelai kertas di meja
Pengacara Sena, kupikir kau akan merasa tak nyaman, bingung bagaimana menghadapiku, lalu menemukan surat ini.
Jadi, aku pergi tanpa pamit. Aku takut melihat wajahnya membuatku goyah untuk kembali ke rumahku
Berkat dirimu, aku jadi berani menghadapi kenyataanku. Amu mau hidupku kembali seperti semula agar aku bisa menatapmu tanpa merasa malu. Apa pun keputusanmu, aku menunggu di sini dengan perasaan yang sama. Terimakasih telah membantuku bangkit dari titik terendahku. Aku bersungguh-sungguh.
Laik menulis surat itu lalu berlama-lama menatap sekeliling rumah Sena dan halamannya. Lalu ia pulang ke apartemennya, setibanya di rumah ia masih butuh waktu untuk masuk. Namun akhirnya memutuskan bersih-bersih, membuka jendela dan merapikan semuanya.
Di ruangan kantornya, Sena hanya bengong hoahaha. Ia teringat pernyataan cinta Laik. Sena masih merasa tak mungkin Laik --Laik yang dipujanya selama ini, itu-- menyukainya. Ia mengira Laik mengandalkannya tanpa sadar jadi perasannya bisa saja keliru. Tapi ia mempertanyakan perasaannya sendiri. YeSol masuk menanyakan kasus tapi malah memperhatikan kertas dihadapan Sena yang penuh coretan doodling bergambar hati pink. Hoahaha. Sena yang panik langsung melemparkan berkas untuk menutupinya Hoahaha. Ia sampai salah menyerahkan berkas yang diminta.
Laik mendapat informasi Jaehee sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Jadi ia mengunjungi nya, memutar lagu kesukaan temannya itu (lagu GoldBoys yang jadi opening Drakor ini Hoahaha) dan menggenggam tangannya sambil mengingat semua aksi panggung mereka.
Jaksa Kwak mendatangi atasannya dan memberikan memori penyidikan serta bukti konkret Laik terlibat dalam kecelakaan Jaehee dan pembunuhan Wooseong. Atasannya awalnya keberatan karena petinggi kejaksaan ingin kasus ini diselesaikan diam-diam. Tapi Jaksa Kwak ingin membersihkan namanya yang dianggap salah sejak awal langsung menetapkan Laik sebagai tersangka. Menurutnya peryataan saksi, bukti dan materi langsung maupun tak langsung ini cukup menaikan status Laik jadi terdakwa. Ia akan bertanggung jawab atas sidangnya.
Sena makan malam sendiri di rumahnya. Ia tetap galau menunggu pesan dari Laik Hoahaha buktinya ia kesal saat yang masuk adalah pesan promo. Ia melihat ke kamar pria itu dan menemukan topinya tertinggal. Sena mengomel mengapa ia sangat ceroboh meninggalkan barang sepenting ini. Sena jadi berdialog dengan dirinya sendiri. Topi itu tampak mahal, tapi ia tak bisa memanggil kurir antar. Karena takut Laik merasa gelisah kehilangan benda semahal itu, ia memutuskan mengantarnya sendiri.
Rupanya Laik juga mengalami dilema yang sama. Ia berada di lapangan parkir dekat rumah Sena. Ia ingin menelpon Sena tapi mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia telah berjanji menunggu. Lalu berniat pulang.
Sena ---yang berdandan super girly-- dikejutkan kedatangan Chungjae dan keduanya berteriak kaget. Chungjae curiga Sena hendak kemana pakai rok dan bando merah (tapi bandonya langsung dilempar Hoahaha). Chungjae pun menawarkan mengantarkan topi Laik tapi Sena berkeras mengantarkannya sendiri.
Ia pun masih bergumam bahwa ia hanya akan meninggalkan topi itu di bagian bawah apartemen Laik. Sena tak sadar jika Pria yang sedang dipikirkannya itu sedang berjalan mengarah ke rumahnya. Laik berjanji pada dirinya sendiri hanya akan mengecek apakah Sena sudah tertidur lalu pulang. Laik buru-buru bersembunyi di balik mobilnya saat menyadari itu Sena. Haoahahaha.
Sena pun menyadari ada mobil baru di parkiran khusus penghuni. Ia berusaha mencari identitas pemiliknya termasuk nomor platnya. Ia dan Laik sempat-sempatnya saling berkeliling mobil seperti main petak umpet. Akhirnya Laik terpaksa keluar dan menyapanya.
Sena bertanya mengapa ia bisa ada disini. Jadi Laik beralasan cuacanya cerah jadi ia berkendara ke daerah sini. Ia malah bertanya balik Sena mau kemana. Jadilah Sena memberikan topinya, tapi Laik masih keheranan kenapa ia sampai mengantarkannya sendiri, semalam ini pula Hoahaha Sena pun jadi salting dan beralasan cuacanya bagus jadi ia pun mau mengemudi. Sena pulang setelah menyerahkan topinya tapi ia berbalik untuk memastikan Laik masih menunggu jawabannya kan. Laik mengangguk antusias dan tak dapat menyembunyikan cengiran bahagianya sepanjang malam mengingat Sena yang kiyowo banget malam ini. Sena pun sama saja. Ia tak bisa menghentikan degupan keras jantungnya.
Keesokan harinya teman kantornya menggosipkan perubahan sikapnya. Mereka bahkan bergurau jika alasannya karena ia punya pacar, artinya adalah keajaiban umat manusia. Hoahaha.
Sena tiba di kantor dalam gumaman dan bisikan. YeSol melaporkan ada artikel yang mengatakan Sena dan 'uri Laik' tinggal serumah. Ekspresi YeSol luar biasa saat menyadari bahwa berita itu benar, tapi ia tetap tenang dan menyarankan Sena segera mengambil tindakan demi melindungi klien dan dirinya sendiri.
Laik yang baru selesai mandi langsung di telpon HanGu manajernya yang menuntut ingin tahu hubungannya dengan Sena. Laik kaget mendengar berita mereka tinggal bersama.
Sena membaca tentang dirinya. Ia di serang fans Laik yang mengatainya jelek. Laik menelponnya untuk tahu kabarnya dan minta maaf gara-gara ia menumpang. Sena melarangnya mendatangi reporter Baek dan keluar rumah dahulu. Laik khawatir karena setiap ada masalah ia tak bisa berbuat apa-apa dan Sena yang akan menyelesaikannya sendiri. Jadi kali ini ia minta Sena berjanji jangan menghadapi semuanya sendirian dan langsung telpon dirinya. Sena berjanji semua akan baik-baik saja. Ia cukup menghindari internet dan semua akan segera reda.
Sena segera menghubungi Chungjae, memintanya mencegah Laik keluar rumah. Padahal Chungjae protes keras dan akan menjemput Sena.
Reporter Baek kembali mengunggah kasus masa lalu Sena. Fans Laik segera beraksi keras. Mereka marah karena Sena dan Laik dinilai melewati batas. Mereka pun membaca seruan demo didepan gedung kantor Sena.
Bosnya langsung menegur Sena empat mata. Ini bukanlah karakternya yang biasa, ia selalu berpikir jernih dan tahu batasan. Sena minta maaf tapi bosnya bukan minta itu, ia sangat mencemaskan Sena. Ia benci orang-orang membicarakannya. Sena menjelaskan Ia fans Laik dan pria itu lah yang berkali-kali menyelamatkannya dari jurang kehancuran sejak semua yang terjadi pada ayahnya dan keluarganya. Makanya, kali ini Sena ingin menyelamatkan Laik dari jurang kehancuran. Bosnya speechless.
Pengacara Hwang mengajak bosnya keluar melihat demonstrasi yang dilakukan fans GoldBoys, mereka mengepung gedung sambil membawa banyak reporter.
Laik yang membaca berita terbaru segera keluar dengan mobilnya. Tepat saat itu Chungjae memblokir jalan dengan melintangkan motornya. Ia juga menyampaikan pesan Sena yang melarangnya keluar. Jika Laik muncul disana maka situasinya akan makin parah. Laik menyuruhnya minggir tapi Chungjae meninggikan suaranya, semua ini gara-gara Laik padahal selama ini Sena hidup dengan keras agar bisa berdiri tegak demi lepas dari masa lalunya. Laik bilang ia mengerti jadi untuk kali ini ia tak ingin meninggalkan Sena sendirian.
Pengacara Hwang pun memarahi Sena habis-habisan karena menyebabkan kehebohan ini. Bosnya berusaha melerai. Sena meminta maaf pada semua orang dan berjanji akan menyelesaikannya sendiri. Bosnya sebenarnya melarang ia keluar karena khawatir pada keselamatannya.
Sena berdiri di depan kerumunan meminta semuanya pergi karena mengganggu operasional kantornya. Ada seorang wartawan yang menanyakan kebenaran berita tinggal bersama. Sena sempat terdiam sebelum menjelaskan dengan tenang. Semua tindakan perlindungan terhadap klien yang dilakukan berdasarkan penilaian profesionalnya. Ia meminta semua orang menahan diri namun semua orang masih mencecar hubungannya dengan Laik dan kebenaran berita itu.
Tepat saat itu dua fans GoldBoys melemparkan lighsticknya ke arah Sena sambil meneriakkan ayahnya pembunuh. Semua orang tertegun dan Sena seolah kembali ke masa-masa ia dirundung teman-teman sekolahnya. Namun saat itu Laik muncul melindungi dengan tubuhnya dan menarik Sena pergi.
Ditempat parkir Sena memarahinya. Ia bilang ia benci lari dan menghindar tapi bagi Laik itu bukan kabur atau menghindar. Baginya tak penting semua perkataan orang lain. Hanya Sena lah yang terpenting baginya. Diam saja dan melihat Sena terluka sama dengan ia yang menghindar dan kabur. Ia minta sekali saja, untuk hari ini Sena mementingkan dirinya sendiri. Sena berkaca-kaca.
Hyejoo membaca artikelnya dan ia masih di KorSel. Jaksa Kwak pun membacanya dan bersiap mengajukan dakwaan pada Laik.
Sena diajak Laik ke luar kota. Di suatu kabin daerah pegunungan, mereka beruntung mendapatkan kamar karena ada pasangan yang membatalkan reservasi secara mendadak. Rupanya mereka memesan paket lengkap sajian dengan samgyeopsal. Sena masih mau mengomel soal Laik yang datang ke kantornya. Tapi Laik menyumpalkan potongan daging balut salada. Yang terjadi tak bisa ditarik lagi dan untuk melawan mereka butuh makan. Makanan tersebut terasa enak, jadi mereka mengobrol biasa sambil makan di pemasangan terbuka.
Malam itu mereka minum minuman hangat sambil duduk di ruang tengah. Sena berterimakasih tapi Laik malah meminta maaf. Ia merasa seandainya ia tak terlibat orang-orang tak akan tahu tentang masa lalu ayah Sena. Sena menggeleng dan meminta maaf memarahi Laik. Sebenarnya ia sendiri yang selalu menghindar. Ia seolah sudah lupa dipanggil anak pembunuh. Ia menjadi pengacara demi membersihkan nama ayahnya. Tapi ia selalu menunda membuka kembali sidangnya. Ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia masih butuh waktu untuk bisa menyusun pembelaan sempurna. Hari ini ia sadar cuma takut dianggap anak pembunuh lagi jadi ia berpura-pura lupa. Sena mulai menangis. Laik membujuknya, Sena bukan kabur hanya bertahan untuk tetap hidup. Ia bertahan demi mengingatnya, maka ia harus hidup selama ini. Mereka berdua sama-sama akan menangis, Sena benar-benar tersedu dalam dekapan Laik yang mengelus rambutnya.
Tengah malam, Sena keluar kamar saat Laik tertidur di sofa. Ia menyelimuti Laik dan memandanginya sambil teringat pernyataan cintanya serta Laik yang melindunginya tadi di depan kantor. Ia berusaha mengelus rambut Laik tapi kali ini pemuda itu terbangun, jadi ia meminta maaf dan mengucapkan selamat tidur.
Laik menahan tangannya dan dalam satu gerakan yang perlahan mengecup Sena. Seolah itu tak cukup, Laik menaikkan Sena ke atas sofa dan kembali menciumnya sepenuh hati. Sena pun membalas ciuman itu dengan gairah yang sama.
Keesokan paginya Sena terbangun di sofa yang sama. Ia memandangi pegunungan di kejauhan dan menemukan Laik sedang menyeduh kopi. Mereka berdua jelas-jelas salah tingkah teringat kejadian semalam. Sena berusaha mengalihkan perhatian dengan mengajak mengobrol. Laik membenarkan situasinya dan Sena semakin grogi. Sampai ia nyaris tersedak kopinya saat Laik bertanya apakah sebaiknya mereka menginap semalam lagi.
Sena bilang tak ada orang yang lebih blak-blakan lagi selain Laik. Laik khawatir kalau Sena tak suka sikap itu tapi Sena jujur akhirnya ia paham, ia suka Laik yang diatas panggung maupun Laik yang ada didekatnya, menjadi dirinya sendiri apa adanya. Keduanya tersenyum bahagia.
Sayang, ponsel Sena berbunyi. Bosnya menelpon dan menyumpahi Jaksa Kwak yang memanfaatkan situasi dengan mendakwa Laik.
Jaksa Kwak melakukan konpres. Banyak reporter yang penasaran kenapa ia tetap mendakwa Laik meski ada pernyataan Jaehee. Namun Jaksa Kwak berkeras semua berdasarkan bukti yang dimiliki kepolisian dan kejaksaan.
Dirumah, Chungjae teringat perkataan Laik. Ia membaca info Laik yang resmi didakwa dan berusaha menemukan ponsel Wooseong dilokasi yang dimaksud oleh pesan suara yang ditinggalkan Jaehee. Ia melihat ada satu CCTV yang mengarah ke taman.
Sena dan Laik tiba di kantor. Ia mengejutkan para koleganya yang membicarakan dibelakang tak mungkin Sena bertahan dalam kasus ini. YeSol dengan sigap mengikuti permintaan Sena, mengirim salinan bukti yang dikirim kejaksaan.
Berdua, di ruangan Sena (yang vertical blindnya sudah diturunkan Sena Hoahaha), Ia dan Laik berusaha menganalisa rekaman telpon Wooseong dan CEO Geum. Sena menemukan suara kunci pintu elektronik dari saat membuat transkrip pembicaraan itu. Sena dan Laik menyadari tak ada pintu elektronik di kantor agensi. Bisa jadi itu suara sang CEO memasuki apartemen Laik.
Lalu, Sena Ingin tahu keberadaan Laik di malam Jaehee dianggap mencoba bunuh diri. Laik membenarkan tak mungkin Jaehee bunuh diri. Tapi ia menjawab dengan gumaman tentang keberadaannya. Sena sangat terkejut saat Laik jujur n bahwa ia membututi Sena dan melihat semua kelakuannya saat mabuk. Sena sangat kesal kenapa Laik mengikutinya. Ia sampai tak mampu berkata-kata saat Laik mengaku merindukannya. Sena pun tak mampu menjawab pertanyaan lanjutan, mengapa malam itu ia mampir ke lokasi piano? Mungkin kah Sena juga merindukan Laik?
Sang idola kaget namun tersenyum bahagia saat Sena mengaku -setelah digoda dan didesak-- sambil setengah berteriak kalau ia memang merindukannya dan selalu memikirkan Laik. Tak sengaja, Laik menyenggol berkas dan ketika membukanya melihat foto alat bukti yang disita polisi. Ada satu anting berlian yang biasa dipakai Laik sebagai tindikan di daun telinga kirinya. Sena menyadari akhir-akhir ini ia tak pernah memakainya lagi. Jadi Laik mengajaknya pulang ke rumah, membuka berangkas dan melihat sekotak perhiasan yang berisi satu anting berlian yang sama.
"Sepertinya aku tahu siapa orang yang masuk ke dalam rumahku malam itu." Bisiknya
Review
Kalau ada yang jarang saya bahas, scoring idol I ini bagus! Saya suka semua suara latar sekaligus harmoni melodinya. Tak hanya OST-nya yang memang sesuai lah ya dengan temanya tentang grup musik. Ada satu OST-nya yang saya rasa mengambil sampel dari Cannon in the D. Jadinya ear catchy banget.
Sena dan Laik saling memahami satu sama lain dengan baik. Laik tahu Sena akan galau melihatnya makanya ia memutuskan segera pindah. Sena pun bisa membaca tindakan Laik selanjutnya makanya ia mengutus ChungJae agar pemuda itu tak datang ke kantornya.
Satu hal lain yang bukan saja jarang melainkan selalu saya --sebagai alumni hukum-- tunda-tunda membahasnya (iya, saya masuk fase denial dan mengabaikan logika dalam drama ini) adalah aspek etika hukum. Kedekatan Sena dan Laik melebihi pengacara dan klien-nya memang tidak etis, TAPI secara resmi sejak episode tujuh Laik sudah memecat Sena. Lengkap dengan kesepakatan penarikan kuasa yang diketahui bahkan oleh kantor Sena dan kejaksaan.
Jadi sebenarnya secara garis waktu, mereka ketahuan tinggal bersama memang setelah hubungan klien-pengacaranya berakhir. Walaupun secara faktual memang Laik tinggal di rumah Sena sejak awal kasusnya bergulir. Warganet yang budiman tetap akan menganggap ini masalah. Kejamnya mereka juga mengungkit masa lalu Sena. Ini jelas yang menulis berita lebih tak etis. Namun apa yang bisa diharapkan dari reporter Baek? Dia kan sudah dipecat dari media resmi, entah apakah ia masih layak disebut reporter dan memegang kartu pers (jadi terikat etika dan perundangan jurnalistik).
Meski Sena yang dipecat sebagai pengacara Laik, kejaksaan tetap mengirim salinan dakwaan pada firma hukum Sena karena memang mereka penasehat hukum Goldie Entertainment. Di sini justru akan ada konflik kepentingan. Jika bosnya kembali mempercayakan Sena membela Laik, kembali ke permasalahan awal yang dulu dijadikan alasan beliau melarang Sena terlibat : mereka adalah kuasa hukum Goldie Ent dan dalam hal ini CEO Geum adalah ketuanya.
Sementara ia salah seorang yang dicurigai. Termasuk pegawai Goldie Ent ialah manajer HanGu yang dari awal bertempramen keras, sering sakit hati pada Laik maupun bosnya.
Satu orang lagi jelas pemilik pasangan anting berlian yang jatuh di TKP lalu disita kepolisian. Hyejoo memang mengaku datang ke daerah apartemen Laik malam itu. Mungkinkah saat ia membuang ponsel Wooseong ke daerah taman ia melihat Jaehee? (Sebaliknya, Jaehee mendengar suara ponsel Wooseong di kejauhan sekitar taman). Semoga Chungjae berhasil menemukan rekaman CCTV yang menghadap taman itu dan membuktikan siapa yang membawa ponsel Wooseong. Ataukah perbuatan pengawalnya yang diperintahkan oleh Ayahnya agar Laik tamat karirnya dan tak "menganggu" Hyejoo lagi?
Uuh penasaran banget ya! Tapi lagi-lagi, bagi saya idol I adalah kisah cinta Sena dan Laik. 'Kencan' mereka ke kabin di pegunungan kali ini pun menyenangkan sekali. Mereka semakin terbuka satu sama lain. Kalau wanita setangguh Sena ---yang selalu menyembunyikan kegundahannya pada Chungjae maupun Bosnya yang sudah menjadi figur ayah-- bisa menangis dalan dekapan Laik, artinya ia memang sudah senyaman dan sepercaya itu dengan Laik.
Kemudian ada ciuman ---yang sudah lama dinantikan itu, begitu manis. Meski awalnya penuh keragu-raguan, merema sama-sama penuh kelembutan dan gairah. Aaah indahnya jatuh cinta dan orang yang kita cintai ternyata juga punya perasaan yang sama..
Bersiaplah untuk minggu penutup, pengungkapan siapa pelakunya dan bagaimana akan menangani masalah etika antara Sena (yang dalam preview episode selanjutnya menjadi pengacara tunggal) dan Laik, yang sekarang sudah resmi jadi pasangan, kan?
Ohya, hampir lupa, semoga semua fans siapapun itu, mendukung jika idolanya punya pasangan dan bahagia. Contoh Laik yang tadinya selalu getir memandang dunia (dan jadi sakit-sakitan baik fisik maupun mental), sekarang jadi secerah ini auranya :

































Posting Komentar