Recap dan Review Idol I Episode 11
Recap
Laik menunjukkan kotak perhiasan dan yakin tahu siapa yang masuk ke rumahnya malam itu. Youngbin menelpon mengabari Jaehee sadar, jadi ia dan Sena datang menjenguk. Jaehee memanggilnya Hyung dan menanyakan keberadaan Hyejoo serta kebingungan kenapa mereka bisa ada di rumah sakit.
CEO Geum dan penyidik Yoo ingin tahu bila Laik mengetahui sesuatu tapi Laik tetap diam. Diperjalanan pulang, Laik menceritakan anting itu adalah perhiasan couple yang dipesan gadis itu secara kustom. Mereka memahami, suara kunci pintu elektrik yang terekam dalam telepon CEO Geum dan Wooseong adalah bukti kedatangan Hyejoo malam itu. Mereka sepakat semua ini harus dilaporkan pada polisi. Laik mengantar Sena sampai pintu tapi Sena terlihat berat berpisah sampai Laik menyuruhnya masuk dua kali.
Di dalam rumah Sena menerima telpon dari Chungjae. Ia melaporkan bahwa ia menemukan CCTV dari rumah yang menghadap ke taman. Saat itu hujan lebat, ada sesosok bertubuh 160-an sentimeter melintas tanpa payung.
Sena mengupdate perkembangannya pada Chungjae dan berterimakasih karena pria itu mau menindaklanjuti bukti ini. Chungjae beralasan dia harus membantu membersihkan nama Laik agar pria yang tak disukainya itu pergi dari sisi Sena dan mungkin ia punya kesempatan Hoahaha. Sena hanya tersenyum.
Sena menyerahkan salinan itu pada penyidik Yoo yang mengatakan bahwa seharusnya penyelidikan mereka mengarah ke sana tapi Jaksa Kwak tetap mendakwa Laik dan tak mau mundur. Sena mendebatnya, sekarang Jaehee sudah sadar dan tak ada alasan lagi mereka tak percaya.
Jaksa Kwak menemui Jaehee yang berkeras hanya memberikan keterangan padanya. Jaehee mengaku tidak terlalu ingat bahkan ia tak tahu kenapa bisa bangun disitu. Malam itu setelah menutup telpon dari CEO Geum, ia menemui Hyejoo yang menghubunginya. Ia menyapa Hyejoo yang sudah tiga tahun tak bertemu. Hyejoo bilang ia baru kembali ke Korea dan ingin tahu ada apa yang terjadi dibalik kematian Wooseong serta perselisihannya dengan Laik.
Jaehee curhat semua orang seolah mencurigainya. Menurut Hyejoo karena malam itu Jaehee ke rumah Laik makanya semuanya salah paham. Jaehee curiga dari mana Hyejoo tahu. Hyejoo berjanji akan mentraktirnya dan menyuruh Jaehee jalan duluan. Setelahnya ia merasa semua terasa aneh.
Jaehee ke rumah Laik karena WooSeong berjanji menelponnya setelah bicara dengan Laik tapi sampai tengah malam tak ditelpon. Ia mengetuk dan membunyikan bel berkali-kali. Ia sudah curiga Hyejoo bisa tahu meski ia tak menceritakan hal ini pada siapapun. Jadi setelah menelpon Sena, dan meninggalkan pesan, ia jatuh pingsan.
Ia memberi tahu kepada jaksa Kwak karena mengingat perkataannya bahwa tak ada kebenaran mutlak tapi ia salah, hanya ada satu kebenaran. Ia tak pernah menulis surat bunuh diri atau mencoba bunuh diri, jadi ia memohon agar jaksa Kwak tak membuat orang tak bersalah jadi penjahat dan melihat kebenarannya.
Sena membaca laporan kesehatan mental Hyejoo dan Laik menelpon mengabari Jaehee diintrogasi jaksa dan polisi. Sena bilang sudah tahu sejak dari kantor polisi. Laik akan bicara dengan Youngbin dan memberitahu Sena bahwa Hyejoo akan keluar negeri dan mereka perlu melaporkannya.
Youngbin datang dan mengabarkan kondisi Jaehee akan membaik menurut dokter. Laik minta maaf karena merasa seolah semua salahnya yang terus menyakiti mereka semua tanpa mengetahui semua. Youngbin bilang mungkin Jaehee pun merasa bersalah terhadap Laik karena tak memahami masalah yang dihadapinya sendiri. Youngbin memberitahukan bahwa Wooseong terbiasa menyimpan semua rekaman di ponselnya dan seandainya mereka punya ponsel Wooseong, pasti ada petunjuk di dalamnya.
Jaksa Kwak teringat perkataan Jaehee yang memintanya menyelidiki Hyejoo agar kebenaran ditemukan. Asistennya mengabari Sena datang menemuinya. Sena memberi hormat dan menyerahkan semua bukti tapi Ia masih ngotot bahwa semua itu hanya bukti tak langsung dan berdasar spekulasi. Sena menjelaskan tentang siluet di CCTV, anting yang disita serta bunyi kunci elektrik yang terekam dalam telepon CEO Geum - Wooseong. Lagi-lagi Jaksa Kwak masih ngotot, menurutnya ini tak aneh.
"Tidak, kau sudah tahu. Jalan yang kau pilih mungkin jalan yang salah. Jika kebenaran dikubur begini, orang tak bersalah akan memikul dakwaannya seumur hidupnya. Aku sangat paham bagaimana rasanya. Kehidupan tempat kita cuma bisa bertahan. ung Gyun-ah. Apakah kau benar-benar bisa hidup setelah menjatuhkan seseorang ke dalam kesengsaraan seperti itu? Bisakah kau memikul beban itu seumur hidupmu?"
Sena menutup dengan meninggalkan bukti laporan media kondisi mental Hyejoo dan informasi bahwa Hyejoo akan keluar negeri "Kwak Byung Gyun, kau tak perlu hidup seperti ayahmu". Ia langsung pergi.
Di rumahnya, Laik berusaha memecahkan sandi cloud Wooseong. Ia sudah mencoba segala kemungkinan. Ia melihat ponselnya dan menemukan chat Hyejoo yang pamit.
Jaksa Kwak teringat cerita ayahnya dan menyadari itu adalah ayahnya Sena. Ia teringat di hari terakhirnya sekolah, Sena sempat mendatanginya dan mendoakan agar ia berhasil jadi pengacara agar bisa melihat Sena membuktikan ayahnya tak bersalah dan telah menjadi korban dari ayah Jaksa Kwak yang mendakwanya. Ia bergegas menelpon penyidik Yoo.
Laik menelpon Hyejoo dan ia ingin tahu satu hal, malam itu apakah saat Wooseong meninggal apakah ia datang ke rumahnya. Hyejoo menyangkal dan bilang apapun kata orang semuanya tidak benar. Ia bergegas akan naik pesawat saat rombongan polisi dipimpin penyidik Yoo menahannya.
Laik terlihat tertekan dan ketika Sena membunyikan bel pintu rumahnya, ia segera menariknya dalam pelukan setelah membukakan pintu. Sena curiga sesuatu terjadi, tapi menurut Laik ia hanya sedang sangat merindukan Sena dan senang Sena datang. Setelahnya ia menjelaskan soal cloud Wooseong pada Sena.
Jaksa Kwak mengintrogasi Hyejoo yang masih menyangkal dan berkeras malam Jaehee kecelakaan, ia ada di acara kantor. Jaksa Kwak memberitahukan bahwa Jaehee sudah sadar, dan membeberkan bukti anting tindikan dan rekaman CCTV dari Sena. Hyejoo mengaku menyerahkan pada Sena malam itu setelah mereka berdebat.
Hyejoo malah sempat memprovokasi Jaksa Kwak dengan berkata, ia akan lebih untung jika ia bukan pelakunya. Teman sesama jaksa yang ikut masuk dalam rumah interograsi berkomentar, ia jelas bukan gadis biasa.
Di luar ayahnya yang marah segera menyuruhnya membebaskan Hyejoo dengan nada tinggi. Ia kembali mengingatkan bahwa kasus dimenangkan bukan dengan bukti melainkan kekuatan. Jaksa Kwak berkeras ia tak bisa karena gadis itu adalah tersangka utama. Ia memanggil ayahnya dengan panggilan formal dan bertanya apakah ini cara hidup ayahnya selama ini? Jika iya, ia minta tolong diajari cara berpura-pura tak melihat kebenaran di hadapannya dan tak mau tahu. Ayahnya hanya terdiam melihat kilau air mata di mata Jaksa Kwak. Ayahnya masih yakin sebentar lagi HyeJoo akan bebas dan ia sendiri yang akan memperbaiki kesalahan anaknya ini.
Jaksa Kwak kembali menuntut, apakah ayahnya orang yang menjatuhkan anak sendiri demi kesuksesan pribadi? Jika iya, setitik keraguan yang ada dalam dirinya baru saja dihapuskan justru oleh sikap ayahnya. Jadi mulai sekarang ia akan hidup sesuai jalan hidupnya sendiri dan untuk pertama kalinya akan melawan ayahnya.
Di kantor Sena masuk ke fancafe GoldBoys. Ia melihat threads tentang unggahan rahasia Kang WooSeong. Ternyata, teman yang selama ini rajin nge-hype bareng adalah YeSol si paralegalnya sendiri. Hoahaha. Nama akunnya Laik dan ia mencecar Sena yang tiba-tiba menghapus akun. Sena minta dijelaskan, jadi menurut YeSol di lagu yang diunggah di CD (bukan streaming atau digital), Wooseong menyelipkan pesan di dalam satu lagu. Jadi Sena menemukan ada track dengan nada berfrekuensi tinggi pada bagian akhirnya. Ia mendekode dengan aplikasi morse. Muncul rangkain kata-kata dari ketiga album.
Sena menjelaskan semuanya kepada Laik yang merasa semuanya kepanjangan sebagai kata sandi. Laik menatap Sena malu-malu sambil berasa aneh mendengarkan lagu grupnya bersama. Sena justru terhibur karena ini lagu favoritnya. Laik tidak tahu Wooseong menyembunyikan sesuatu dalam musiknya dan lebih kagum pada penggemar yang menemukannya.
Menurut Sena, fans mau tahu semua hal bahkan yang terkecil sekalipun. Setiap arti yang tersirat dalam lirik bahkan sekadar tatapan diatas panggung karena sebegitu berartinya idola bagi mereka. Sena menemukan bahwa semua adalah judul album dari huruf pertamanya Milestone, Forward dan Lonely. Laik teringat pembahasan dengan Wooseong tentang pesan yang akan dimuat di album lengkap keempat mereka : Remind.
Dan itulah kata sandi yang dibutuhkan untuk masuk ke cloud Wooseong. Ada satu file yang diunggah di waktu kejadian dan Laik menyiapkan mental mendengarkan semua percakapan Wooseong secara lengkap malam itu. Saat bertelepon dengan CEO Geum, ia tak mematikan rekamannya, meletakan ponselnya di meja dan membukakan pintu untuk Hyojoo. Gadis itu ngotot ingin bertemu Laik. Wooseong mencegahnya dan bilang Laik sudah tidur karena mabuk berat. Hyejoo ngotot memaksa tetap masuk kedalam. Perdebatan terjadi. Mereka saling menyalahkan dan Hyejoo histeris sampai menampar Wooseong. Pria itu pun kehilangan kesabaran, "Kau tahu betapa menderitanya Laik karena Kau? Tahu betapa kau menyakitinya? Hyejoo, kau menekan orang sampai hancur. Sebanyak apapun cinta yamg diberikannya, kau terus menuntut lebih karena kau tumbuh besar tanpa cinta. Itu sudah berakhir. Sudah kubilang dia harus terus maju. Ia sudah tak mencintaimu lagi."
Hyejoo tercekat tapi menuju dapur mengambil pisau yang tergeletak di meja. Wooseong kaget melihatnya menggenggam pisau. Ia berusaha melepaskan pisau tersebut, terjadi pergulatan dan ketika mereka terjatuh bersama, itulah yang membuat pisaunya menancap di tubuh Wooseong. Hyejoo segera tersadar melihat genangan darah dan menangis. Tapi ia memilih membersihkan ruangan dan menghilangkan bukti kehadirannya.
Laik syok berat mendengar semuanya, Sena berusaha menghentikan pemutaran rekaman tapi perlahan Laik menggenggam jemarinya. Sambil menangis, ia mendengar bagaimana Hyejoo masuk ke kamarnya malam itu, kemudian gadis itu mengelap TKP lalu membersihkan diri.
Ia sadar anting tindikannya hilang dan berusaha mencarinya tapi tak ketemu. Malah ia melihat ponsel Wooseong dan mendengar Jaehee menggedor pintu dari luar. Hyejoo sempat panik tapi menunggu sampai Jaehee pergi. Ia pun mengemasi semua termasuk pisau dan ponsel Wooseong.
Di perjalanan kembali ke mobil, ponsel Wooseong berbunyi dan saat itulah Jaehee mendengar suara deringnya datang dari arah taman. Sena memanggil namanya dan bilang ia sudah menduga semua meski masih berharap itu salah
Sena menanyakan kembali keyakinannya, jika rekaman ini diungkap berarti hubungannya dengan Hyejoo akan terungkap. Laik masih tak yakin tapi sesakit apapun ia berjanji akan menghadapinya demi orang yang menyayanginya dan Wooseong. Sena menggenggam tangannya
Jaksa Kwak mendakwa Hong Hyejoo pasal pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap Jaehee. Sudah dipastikan pula ia putri rahasia CEO konglomerasi Imhwa.
Sena menemui Jaksa Kwak yang mengupdate jalannya kasus. Hyejoo bisa mengaku meninggalnya Wooseong tak direncanakan, tapi Jaehee beda cerita. Ia mendapat obat bius dari rumah sakitnya dan membius Jaehee untuk memfitnahnya.
Sena berterimakasih Jaksa Kwak memutuskan menangkap pelaku sebenarnya meskipun ia memperoleh banyak tekankan. Jaksa Kwak bilang seharusnya ia yang berterimakasih. Selama ini, Ia tersiksa karena tak bisa mengaku salah tapi jika orang yang tak bersalah dihukum karena kesalahannya, ia tak yakin bisa hidup memikul beban seumur hidup. Ia berterimakasih, sekarang ia diliput dan jadi jaksa top star Hoahaha. Sena hanya tersenyum.
Jaksa Kwak pun meminta maaf atas kasus ayah Sena dan mendoakan kebenarannya terungkap. Sena bisa melihat ketulusannya dan sebelum pamit ia pun meminta Sena menjaga dirinya.
Laik mengajak Sena mengunjungi makan Wooseong. Ia meletakan bunga dan mereka berdoa untuknya.
Selanjutnya Laik menemui Hyejoo. Ia hanya ingin tahu alasannya langsung. Hyejoo pikir ia hanya ingin melihatnya hancur, tapi menurutnya ini semua karena Laik. Ia tak pernah keluar negeri saat mereka putus. Ia dimasukan ke RSJ karena berkali-kali mencoba bunuh diri. Di rumah sakit, ia melihat di televisi Laik tetap tersenyum di atas pentas. Jadi ia cuma ingin kembali. Seandainya malam itu Laik tak meninggalkannya dengan dingin malam itu maka Wooseong tak akan meninggal karena ia tak akan pergi ke rumah Laik. Hyejoo berharap Lain memimpikannya tiap malam dan gak bisa tidur karena membenci Hyejoo dan dirinya sendirir setiap malam.
Laik tidak akan menghabiskan waktu membencinya. Kenapa Hyejoo membawa pisau yang dijadikan alat pembunuhan itu pergi. Seandainya ditinggalkan, tak ada keraguan Laik yang akan disalahkan. Bagi Laik itu bukan cinta, cinta sejati adalah mendukung orang dimanapun mereka berada, atau siapa pun mereka menjadi. Mendoakan mereka sepenuh hati agar mereka bahagia.
Di luar Ia tersenyum pada Sena yang menunggunya dan melangkah dengan ringan. Sena menatapnya dari belakang dengan kebahagiaan yang sama.
Setahun kemudian, Sena bergegas pulang, menghidupkan televisinya untuk melihat liputan tur dunia GoldBoys. Saat ini mereka sedang di New York. Pembawa acara menyelamati ketiga pemuda tampan itu, seluruh tiketnya sudah sold out. Ia pun meminta pesan untuk Goldy, fans mereka di KorSel.
Laik yang di zoom seolah bicara langsung dengan Sena. Mendoakannya tetap sehat, jadi harus teratur makan, mereka berjanji akan segera pulang menemui mereka lagi di KorSel.
Review Idol I Episode 11
Wah banyak yang berhasil menebak siapa pelakunya sejak bukti anting tindikan couple itu diungkap Minggu lalu. Salut sama duet Chungjae - Sena, pantas saja mereka selalu menang di kasus sebelumnya.
Hyejoo ni memang parah. Sudah jelas salah, masih mau meng-gaslight Laik. Padahal Laik berusaha melindunginya sejak awal. Air mata Laik pun menurut saya lebih ke pembenaran akan ke perkataan Wooseong bahwa selama mereka berpacaran, Laik sudah berusaha memberikan yang terbaik, memang Hyejoo yang terlalu banyak menuntut.
Untungnya, tangki cinta Laik sekarang dipenuhi kehadiran Sena. Ia pun jadi paham konsep fans yang mencintainya dan mendukungnya agar selalu bahagia dimanapun dengan mengirim dukungan dan doa.
Yang saya sayangkan, Idol I memang underrated sekali, dari info yang beredar di sosmed tak masuk Top 10 buzz drakor minggu ini. Padahal akting pemainnya kuat. Laik nangis mendengar rekaman itu rasa hancurnya terasa banget. Hyejoo dan Wooseong saat bertengkar di malam itu pun keren lho. Semoga keduanya semakin sukses kedepannya.
Nonton drakor misteri yang bikin merasa tercerahkan alih-alih frustasi begini wajib diapresiasi. Momen Jaksa Kwak dan Sena akhirnya saling mengerti sebagai teman lama itu terasa hangat. Begitu pula momen pengungkapan kalau YeSol adalah teman chat Sena selama bertahun-tahun di fancafe GoldBoys juga lucu.
Meski sebenarnya agak bertentangan dengan drama legal lain, misal Partner For Justice, yang menggambarkan majunya tim olah TKP serta forensik di KorSel. Ini tindakan Hyejoo mengelap manual TKP seharusnya sudah terbaca dengan semprotan cairan luminol. Termasuk tes DNA yang kemungkinan tersisa di anting itu.



























Posting Komentar