Recap dan Review Idol I Episode 4
Sena sedang mau beli es krim di minimarket ketika ia mendengar bahwa bintang idolanya terlibat rumor kencan dengan trainee di agensinya sendiri. Sejauh ini agensinya belum memberikan komentar tapi dari berita online dibaca Sena, mereka bertemu bertahun-tahun yang lalu.
Episode 4 : Kotak Pandora
Sena sampai mengurung dirinya berhari-hari dengan menangis. Chungjae rutin membawakannya makanan hanya ditinggalkan di beranda. Sehingga ia membaca berita eksklusif bahwa Laik menyangkal rumor percintaannya melalui agensinya dan menyatakan mereka cuma berteman dekat. Laik menenangkan pendapatnya dan berkata bahwa saat ini baginya pekerjaan lebih penting daripada asmara. Sena yang melihatnya langsung merasa lega sekali.
Kembali ke masa kini, Sena menyadari bahwa ada reporter yang hadir dan mengambil foto pelukan Laik.
Sena menyetir membawa mereka berdua di dalam mobil wanita itu mencoba mengangkat tangan naik namun ia menarik tangannya dengan halus. Secara spesifik Laik juga meminta Sena mematikan kamera dashboard mobilnya.
Sena membawa keduanya ke tepi kota yang tenang dan Chungjae datang menyusul dengan motornya. Pemuda itu langsung mengenalinya ketika Sena menjelaskan siapa perempuan itu, orang yang membuat Sena tidak makan dan tidur selama 3 hari berturut-turut. Dia pun mengumpati Laik yang ternyata dulu berbohong kepada para penggemarnya.
Chungjae menyadari bawa Sena terlihat murung dan ia kembali mengungkit bahwa buat apa memberikan hati kepada orang yang suka berpura-pura. Sena jadi emosi dan hanya menyuruh Chungjae mengawasinya karena bisa gawat bersama mereka dilihat orang lain. Bagusan apa hanyalah klien dan perasaannya tidak penting.
Laik dan HyeJoo berbincang. Laik bertanya apa alasan HyeJoo datang menemuinya. Ketika wanita itu berkata bahwa ia mencemaskan Laik, menurutnya gadis itu sebenarnya hanya mencemaskan dirinya sendiri. Semakin Hyejoo mendekatinya maka semakin Laik meragukan ketulusannya dan ia memperingatkannya untuk menjauhi dirinya, selamanya!
Hyejoo memberikan informasi bahwa malam setelah mereka bertemu ia melihat Jaehee menuju asrama meskipun di berita ia sedang berada di rumah sakit.
Sena minta waktu berbicara dengan Laik sehingga Chungjae pergi menjauh. Iya minta kejelasan mengapa baru diberitahu jika like pergi ke jalur gunung untuk menemui Hyejoo. Enak amat kesal ia harus bertemu Jaksa tanpa mengetahui hal ini. Menurut Laik gadis itu tidak ada hubungannya jadi tidak perlu disebut. Sana bilang pada akhirnya Kejaksaan akan tahu bahwa mereka bertemu malam itu dan itu akan menyudutkan posisinya yang dianggap menyembunyikan sesuatu.
Laik berjanji akan memberikan penjelasan pada Sena tapi untuk saat ini ia perlu pergi ke suatu tempat dan membawa kabur motornya Chungjae. Pemilik motor jelas aja marah-marah bahkan motor itu baru dibelinya bulan lalu Hoahaha.
Jaksa Kwak dan penyidik polisinya melihat rekaman dashcam. Mereka menemukan bahwa mobil tersebut adalah milik perusahaan dari grup Imwha.
Sena mengantarkan gadis itu pulang. Setibanya di rumah, Chungjae yang mempertanyakan mengapa mereka tidak memberitahu dimana Laik menginap. Bagi Sena itu adalah urusan pribadi klien. Dan ia pun melarang temannya itu untuk membahas perasaannya lagi. Ia bukan orang yang tak kompeten yang emosinya mengganggu pekerjaan utamanya.
Sena meminta Chungjae untuk mencari dashcam taksi yang melihat pertemuan kedua orang itu.
Di asrama, Jaehee marah kepada manajernya. Dia ingin bicara langsung dengan CEO Geum. Ia sudah menyadari bahwa beliau akan mendiamkan dirinya dan Youngbin sampai kontaknya berakhir. Sebelum itu terjadi maka ia akan keluar dari grup.
Youngbin menegurnya tapi menurut Jaehee di dunia entertainment orang cepat lupa. Sekarang, jika ia tidak melakukan sesuatu maka ia tidak akan mendapatkan tawaran lagi di masa yang akan datang. Ya bahkan menyarankan si maknae untuk mencari tempatnya sendiri.
Laik tiba-tiba masuk dan bertanyalah pada manajernya apakah Jaehee benar-benar dirawat di rumah sakit di malam rekan satu band mereka tewas. Ya pun memegang kerah Jaehee dan menatap matanya secara langsung namun itu hanya menghindar. Youngbin membelanya dan berkata bahwa mereka benar-benar di rawat selama dua hari.
Manajernya menarik Laik keluar dari rumah. Ia mengatakan pergi ke kantor jadi tak tahu kebenaran posisi Jaehee. Manajernya khawatir tempat tinggal dan menawarkan Laik tinggal bersamanya, tapi sang idola itu menolak sebelum ia sempat mengatakan niatnya.
Teman-temannya menggosipkannya bahwa Jaksa Kwak terlalu mendesaknya. Tapi sang paralegal lihat Sena nampak sedih seolah baru saja dicampakkan. Semakin terkejut ketika mereka melihat tiba-tiba Sang Pengacara menampar pipinya sendiri dengan keras. Hoahaha
Inner monolog Sena kembali mengingatkan dirinya bahwa pria itu hanya klien dan seandainya ada kuda liar mereka harus memotong lehernya langsung pada saat dia mengamuk sebelum menjatuhkan dan melukai orang lain. Ia mengambil cutter sambil meruncing pensilnya dengan hilarious sekali, bahkan mematahkannya saat menulis Hoahahah. Sena tak bisa meredakan hatinya yang panas, merasa ditipu bahwa Laik mengaku tak berpacaran. Sena berusaha memahami bagaimana rasanya ketika Laik harus menyangkal cintanya? Apakah dia sedih terluka atau kesepian? Sena hanya bisa mencemaskannya.
Paralegalnya Menunjukkan berita online yang baru saja viral. Foto Laik dan Hyejoo yang berpelukan di depan kantor jaksa. Sena teringat melihat langsung mobil hitam ya berisi wartawan. Laik menelponnya, meminta Sena bantu menghapusnya secara hukum. Sena mengatakan bahwa ada prosedur pendaftaran tapi hal seperti itu membutuhkan waktu itu. Laik berkata ia mengerti dan buru-buru mematikan telpon.
Sena yang cepat segera meminta assistennya itu untuk mencari tahu ditulis oleh media mana sementara Ia pun bergegas pergi.
Jaksa Kwak menemui temannya, si Abang Ipar Hyejoo dan menunjukkan foto pertemuan Hyejoo dengan Laik. Ia pun mengancam temannya yang mengatur pertemuan antara orang penting (person of interest) dalam kasus pembunuhan dengan Jaksa utama.
Laik mendatangi wartawan yang mengambil potretnya. Ia membanting pintu dan langsung memerintahkan wartawan itu untuk menarik artikelnya. Menurut sang wartawan, artikel seperti ucapan, tidak bisa ditarik kembali jika telah diposting. Ia seolah melanjutkan yang masih peduli pada sejuk ia meminta lain untuk berlutut dan memohon sehingga ia mungkin memohon memaafkannya seperti terakhir kalinya.
Rupanya ia pernah mengambil foto kebersamaan Laik dan Hyejoo di masa lalu. Ia membawa foto tersebut ke CEo Geum. Laik tak peduli karena tidak melakukan hal memalukan tetapi kemudian wartawan itu menunjukkan bukti foto-foto berbeda. Hyejoo sedang berpesta dengan banyak pria lain setelah dikeluarkan dari grup yang akan debut. Laik merobeknya dan wartawan itu minta disuap.
Kembali ke masa kini, Sena mendengarkan dari birai pintu, sebagai ganti ditutupnya skandal, Laik menerima kontrak tak adil dengan Goldie Entertainment dan memutuskan hubungan dengan ibunya sendiri. Sang wartawan dendam, karena Laik mengadukannya telah menerima surat sehingga ia dipecat dan sekarang harus menulis di tabloid murahan. laike membela diri, tak pernah mengadukannya. Bagaimanapun wartawan itu tak peduli karena ternyata Hyejoo adalah Putri rahasia dari grup Imwha. Artikel lanjutannya akan berbunyi bahwa mantan pacar rahasia Laik terlibat dalam kasus pembunuhan.
Laik langsung emosi dan mencengkram kerah bajunya sambil mengingatkan kembali jika ia menyentuh orang di sekitarnya maka ia akan balas menghancurkannya.
Sena segera melerai mereka berdua. Sang wartawan murka berapa beraninya mengancam seorang reporter yang aktif tapi sana membalasnya ia melanggar hak privasi Laik karena foto-foto yang terserak di meja diambil jauh sebelum kasus Wooseong.
ia masih ngeyel, menurutnya publik figur punya privasi yang terbatas. Sena membenarkan tapi di sisi lain justru Hyojoo bukanlah publik figur. Gadis itu berhak menuntut dengan pelanggaran privasi dan pencemaran nama baik.
Begitu menuruni tangga, Sena marah besar pada Laik. Ia buru-buru pergi dan berkata pada wartawan tabloid bahwa ia adalah tersangka kasus pembunuhan. Sebagai pengacaranya Sena harus tahu apapun yang dilakukan atau tak dilakukannya agar ia bisa bersiap termasuk menghadapi jaksa. Sikapnya ini membuat Sena mempertanyakan bagaimana ia bisa mempercayai dan membelanya
Laik masih mengelak, tak mencoba bohong tapi bagi Sena menyembunyikan sesuatu sama dengan kebohongan.
"Kalau begitu, kuduga sepanjang hidupku adalah kebohongan"
Pikirannya kembali melayang ke malam nahas itu. Laik mendapat pesan dari HyeeJoo yang mengajaknya bertemu setelah gadis itu kembali ke KorSel. Ia mematikan telponnya.
.Kemudian, ketika ia pergi ke asrama, ia justru mendengar Wooseong menelpon seseorang, membicarakan dirinya. Ternyata itu HyeJoo. Laik marah dan bertanya sejak kapan mereka berhubungan. WooSeong beralasan ini waktu yang penting karena Laik akan bersolo karir. Dari jauh Jaehee melihat semuanya. Saat Laik marah, bukan karena mereka berhubungan atau kenapa Wooseong selalu memutuskan semuanya sendiri, alasan kemarahannya kenapa ada rahasia diantara mereka.
Malam Wooseong datang, ia memutuskan menyelesaikan hal yang sudah lama ditundanya. Ia berpikir di mini market dan menghubungi Hyejoo untuk mengakhiri semuanya. Mereka berjanji di lokasi biasa. Ia hanya memberi waktu lima menit tapi Hyejoo malah menangis dan berkata merindukan Laik dan minta maaf telah menyakiti Laik. Pria itu mengaku sedang bersiap bersolo karir jadi ia minta mereka jangan berhubungan lagi untuk selamanya.
Setelah itu ia turun dan tiba-tiba Hyejoo berputar, mengebut dan nyaris menabraknya. Laik hanya terdiam dan setelah turun sebentar. Hyejoo pergi.
Laik membawa Sena ke lokasi pertemuan mereka. Ia minta maaf sudah menyembunyikan hal ini. Sena mengaku paham, Laik hanya ingin melindunginya dan tak terlibat dalam kasus. Bagi Laik, Hyejoo adalah seseorang yang ingin dilindungi tapi tak kuasa. Ia minta tolong Sena agar HyeJoo tak terlibat lagi dalam kasus ini.
Hyejoo diinterogasi Jaksa Kwak. Ia santai menjelaskan. Bahwa mereka bertemu sebagai teman. Jaksa Kwak berusaha menekan dengan berkata statusnya bisa berubah dari saksi jadi tersangka.
Hyejoo santai bertanya apakah para pegawainya tahu tentang kencan buta mereka. Hyejoo malah memberitahunya bahwa Lain tak salah dan malam itu ia melihat Jaehee di dekat apartemen mereka.
Jaehee sedang menelpon seseorang saat Youngbin menguping. Ia marah, tapi Youngbin lebih marah, kenapa Jaehee bertingkah aneh bahkan sampai berbohong soal Wooseong dan Laik yang gak akur. Jaehee menyarankan jika ia tak tahu apapun lebih baik diam dan jangan menguping. Baginya Laik lah yang berbohong.
Malam itu Sena hendak keluar tapi rupanya Lain sedang ganti pakaian. Situasi jadi akward. Sena mengomelinya yang tak ganti baju di kamar mandi.
Sena terlihat membawa setumpuk buku, jadi Laik bertanya ia hendak kemana. Sena berusaha membantu tentang HyeJoo jadi ia berusaha. Laik ingin menolong tapi ini adalah tugasnya sebagai pengacara. Laik pun menginfokan bahwa Jaehee terlihat di sekitar asrama malam itu. Laik pun menatap matanya sambil berkata bahwa ia tak ingin menyembunyikan apapun lagi.
Sena jadi salah tingkah dan berpikir di depan rumahnya. Teringat ia juga menyembunyikan jati dirinya selaku fans Laik.
Laik hanya duduk sendiri, mengambil minuman, melihat foto masa muda Sena dan orangtuanya yang dipajang dan menyadari gadis itu dulunya selalu tersenyum. Ia pun membantu mematikan lampu di kamar Sena dan menyadari bahwa ada selembar post it yang bertuliskan "Bukan Laik pelakunya! Tak mungkin!'
Sena rupanya ke kamar Chungjae. Belum sempat pria itu melaporkan isi dashcam, Sena sudah tahu bahwa HyeJoo mencoba menabrak Laik. Sena minum bir kalengan, jadi Chungjae keheranan karena Sena tak minum karena takut keceplosan didepan Laik. Sena mengabaikannya dan terus menceritakan Jaehee ada disekitar rumah Laik sekaligus asrama mereka malam itu alih-alih di rumah sakit sebagaimana ada dalam berita.
Sena mengeluh merasa sakit tapi saat Chungjae ingin memeriksa dahinya apakah demam atau tidak, menurut Sena hatinya yang sakit. Ia pikir tahu semua tentang Laik dan semua kebuasannya tapi tak tahu seberapa banyak ia terluka.
Chungjae bertanya bagaimana dengan dirinya sendiri. Apakah ia tak terluka. Dulu Sena tak mau jadi pengacara Goldie Entertainment sejak firma hukum tempatnya berkerja secara resmi menjadi penasehat hukum agensi itu. Alasannya, Sena hanya ingin menontonnya dari kejauhan. Sekarang Chungjae mengerti, semakin dekat dengan seseorang maka lapisan mereka akan terkuliti satu persatu dan pada akhirnya akan mengecewakan.
Bagi Sena, ia tidak kecewa. Dulu ketika senang ataupun sedih, Laik seolah ada disisinya. Namun sekarang, walaupun ia benar ada disisinya, ia terasa sangat jauh. Ketika ia melihat Laik dan HyeJoo rasanya benar-benar orang dari dunia lain yang sangat berbeda. Ia harap merasa kecewa tapi yang dirasakannya hanya perbedaan.
Sena pulang menemukan Laik tertidur di meja. Sena mendekatinya, menatap wajah tidur Laik, ingin mengelus rambutnya tapi ia menahan diri karena dalam hatinya ia ingin mereka menjauh lagi jika bisa. Ia ingin melihatnya tersenyum dan menyukainya dengan bebas.
Keesokan harinya, Laik melihat ada sarapan yang disiapkan Sena untuknya. Lengkap dengan catatan bahwa ia harus menghabiskan semuanya. Laik hanya tersenyum dan membukakan pintu untuk Chungjae. Pria itu membawa semua yang diserahkan Sena, mulai dari Handuk, alat cukur, perawatan wajah sampai multivitamin yang anehnya dikenali Laik sebagai merek yang biasa dikonsumsinya. Chungjae bisa saja mengeles, alasannya Ia yang tahu dari berbagai akun sosial media saat Laik bercerita tentang kesehariannya.
Laik ingin tahu apa hubungannya dengan Sena. Mereka bukan keluarga tapi Sena di kamar Chungjae semalaman. Chungjae bilang hubungan mereka lebih dalam dari ikatan darah. Chungjae ingin tahu kenapa ia ingin tahu. Nada keduanya sama-sama ketus, saat Laik menjawab bahwa ia hanya mencoba basa-basi. Di kamar mandi bahkan Laik masih keheranan akan sikap Chungjae dan curiga pria itu adalah pembencinya alias anti-fan Hoahaha.
Chungjae pun melihat catatan Sena dan menyadari bahwa meskipun tersakiti, Sena masih mempersiapkan semuanya. Di kamarnya. Ia makan permen dan teringat, orang pertama yang memberinya adalah Sena remaja saat mereka berjumpa di rumah Abu yang sama.
Sena menerima telepon dari CEO Geum. Laik datang menjumpainya sambil tersenyum dan melambai tak bisa menyembunyikan suasana hatinya yang mulai riang dan mereka bersama-sama menjumpai Jaksa Kwak. Pria menyebalkan itu bilang tak ada panggilan penyelidikan tapi Sena bilang mereka datang dengan niat baik untuk membantu jalannya penyelidikan.
Mereka saling bertukar kata-kata nyelekit sampai Sena memberikan rekaman dashcam HyeJoo yang terbukti tak ada kejadian keduanya melakukan tindak kejahatan.
Jaksa Kwak masih menekankan, bisa jadi mereka berdua sengaja hendak menghilangkan alat bukti. "Tapi kau pasti sudah tahu Pak Jaksa, hal tersebut mustahil karena ada bukti penting. Sena menunjukkan transkrip telepon CEO Geum. Di jam yang ditandai ada bukti beliau menelpon Wooseong setelah Laik pulang ke rumah." Artinya Wooseong masih hidup dan garis waktunya nya tidak cocok dengan apa yang didakwa jaksa.
Jaksa Kwak masih ngeyel jadi Sena mengeluarkan keahliannya selaku pengacara "Tanpa alat bukti atau fakta baru, memanggil HyeJoo untuk diinterogasi selama enam jam, Hyejoo dan pihak kami akan menuntut bahwa penyelidikan ini dipaksakan."
Laik hanya mengangguk puas di samping Sena. Di depan lift, saking senangnya karna Sena membantunya agar Hyejoo tak terlibat lagi, ia memeluk Sena. Yang bersangkutan hanya bisa membeku dan mengepalkan tangannya dengan erat. Ia mengucap terimakasih sambil memegang bahu Sena sambil menatap matanya.
Tiba-tiba Jaksa Kwak datang "Sena si bau" panggilnya dan Laik denga protektif langsung berdiri diantara keduanya. Jaksa Kwak memintanya minggir terlebih dahulu tapi Laik malah nyokot. Sena menengahi mereka dan meminta Lain turun dulua ke mobil. Terpaksa si idola membawa kunci mobil tapi sampai pintu lift menutup pun, ia masih menatap keduanya dengan penuh kecurigaan.
Jaksa Kwak meminta maaf tak mengenali Sena yang telah banyak berubah. Sena menjawab dengan pedas, ia sudah cukup dewasa untuk mengenali mana yang layak disebut manusia mana yang tidak.
Jaksa Kwak malah menuduh Sena sengaja mengambil kasus ini demi menjatuhkannya. Jawaban Sena lebih pedas lagi Hoahaha. Pantas saja kasusnya mandek karena Jaksa Kwak malah memusatkan energinya padahal yang gak penting begini. Ia mendoakan agar Jaksa Kwak bisa menangkap pelaku sebenarnya dengan bekerja yang layak agar bisa diakui sebagai jaksa bintang yang diimpikannya, sambil menepuk bahunya dengan wajah mengejek Hoahaha.
Sampai di bawah, Laik berusaha mencari tahu hubungan Sena dan Jaksa Kwak. Sena bilang mereka tak ada hubungan apapun. Laik menatapnya dengan bombastis side eyes Hoahaha. "Kau bersikap tak pernah pacaran tapi punya satu pria di rumah dan satu di kantor."
Sena akhirnya emosi karena Laik menuduh Jaksa Kwak sebagai mantan pacarnya. Pria menyebalkan itu hanya teman sekelas yang kalau bisa Sena pun ingin melupakan sejarah kelam itu yang bahkan sampai terbawa mimpi. Laik berusaha menenangkan Sena yang sampai mengumpat dan mobil jadi tak stabil. Tapi menurut Sena, ini bukan salahnya melainkan mobil tidak mau menuruti kendalinya. Keduanya segera berteriak histeris ketika mobil benar-benar keluar jalur, melompati pembatas pinggiran jalan dan mendarat di gundukan tanah.
Review
Bagian akhir yang bikin penasaran banget nih! Idol I adalah feel good thriller. Ketegangan tetap dihadirkan membuat kita tetap tertarik mengikuti jalan kisahnya.
Satu hal yang saya sukai dari Idol I adalah adegan naik kendaraannya benar-benar dilakukan di jalan raya. Tidak seperti sebagian film atau drama yang menggunakan green screen atau menaikkan mobil ke atas truk, setidaknya dalam adegan kecelakaan ini dan adegan pertemuan Laik - Hyejoo.
Banyak banget yang pengen saya bahas nih, sampai bingung mulai dari mana.. Ok, dimulai dari masa frustasi Sena, duh itu pasti banyak banget fans yang merasa related. Jika biasnya punya pacar, banyak yang merasa patah hati. Padahal, buat saya sendiri, saya paling senang jika seseorang yang saya sukai bahagia, punya pasangan adalah salah satunya, bukan?
Punya pasangan bisa jadi motivasi yang mendorong mereka berkarya lebih baik lagi. Pun mencegah depresi seperti yang dirasakan Laik setelah dipisahkan dengan Hyejoo. Saya curiga, foto-foto Hyejoo dekat dengan banyak pria adalah alasan agar mereka bisa putus. Entah atas desakan manajemen atau pihak keluarganya. Karena dari wartawan, kita mengetahui, ia adalah putri rahasia dari grup konglomerasi besar.
Atau ada konspirasi antara wartawan dan pihak manajemen. Foto-foto Laik berpacaran sengaja diambil. Sehingga Laik terpaksa membayar uang tutup mulut dan memperpanjang kontrak yang tak menguntungkan dirinya sendiri. Ia seolah sapi perah yang tak boleh mengeluh. Termasuk pada ibunya sendiri.
Karena itulah ia pun sangat kecewa saat Wooseong diam-diam berhubungan dengan Hyejoo. Ia kecewa satu-satunya orang lain yang dipercayainya merahasiakan sesuatu darinya.
Btw, Hyejoo juga bersalah, bisa-bisanya ia yang telah melukai Laik kembali lalu mengungkit perasannya. Btw, saat diinterogasi Jaksa Kwak, Hyejoo mirip sekali dengan saat ia memerankan Sonya si kucing di drama Heavenly Ever After (2025).
Kita sekarang juga sudah tahu hubungan awal Sena dan Chungjae. Mereka bertemu di rumah duka yang menyimpan abu kedua orang tua mereka. Sena memberi permen yang sampai sekarang masih distok oleh ChungJae.
Berbicara tentang pertemuan, Jaksa Kwak pun akhirnya memberitahu Sena kalau ia pun sudah ingat siapa gadis itu. Kali ini ia tetap kalah baik secara resmi --agar Hyejoo tak dilibatkan lagi-- maupun dalam saling sindir di depan lift. hoahaha.
Sikap protektif Laik mulai muncul ke Sena. Ia mulai ingin tahu, tentang hubungannya dengan ChungJae, Jaksa Kwak serta memeriksa foto-foto Sena. Sebagai fans, Sena jelas tak mau kege-eran apalagi ia memang menyembunyikan hal tersebut. Ia menanggapi semua dengan biasa saja, meski dalam hatinya berkecamuk Hoahaha.
Meski belum ada adegan romantisnya, fans service terbaik adalah adegan Laik ganti baju menonjolkan abs-nya. Kim JaeYeoung memang tampan tapi dalam draKor ini ia luar biasa charming.


































Posting Komentar