" ".

Recap dan Review Idol I Episode 5

Table of Contents


Recap 

Sena mengomel tentang Jaksa Kwak sambil mengemudi ketika mobilnya mulai mengeluarkan decit aneh dan tak bisa dikendalikan. Keduanya terlempar keluar jalur. Di detik-detik terakhir sebelum benturan, Laik sempat memeluk Sena.

Sena kecil sedang berjongkok di bawah pohon di rumahnya. Ayahnya memanggil namanya sambil mencarinya. Ayahnya bilang ibunya bukan marah karena ia memecahkan sesuatu tapi justru karena ia tak mengaku. Ayahnya menunjukkan pohonnya mulai bergoyang. Menurutnya jika ada orang yang berbohong duduk dibawahnya maka pohon tersebut akan merasa geli dan bergoyang.

Saat Sena memandangi pohon, tiba-tiba ayahnya menghilang, ia pun mencarinya hingga ke luar rumah yang anehnya masih berupa hutan berpepohonan teduh. Sena mulai berjalan perlahan memanggil ayahnya sampai akhirnya menangis tersedu-sedu sambil menggenggam roknya sendiri.


Ia tersadar dari mimpinya saat sedang di ranjang rumah sakit sambil menggenggam tangan Laik dengan sangat erat. Laik super cemas sekaligus Lega melihat Sena kembali sadar. Rupanya ia hanya mengalami retak di pergelangan tangan. Kehadiran Chungjae yang berisik membuat Laik menjauh dan bergegas ke meja perawat jaga. Ia melihat rombongan wartawan sudah berkumpul di depan rumah sakit. Dengan segera ia berbalik, mengabari Sena yang memutuskan segera pergi karena mereka berdua baik-baik saja. Chungjae ditinggal untuk menyelesaikan pembayaran serta mencari tahu apa yang salah dengan mobil Sena.

Jaksa Kwak bertemu ayahnya. Kali ini ia berjanji akan segera menemukan bukti fisik atas kesalahan Laik. Ayahnya lebih mengomelinya gara-gara mengintrogasi Hyejoo si putri rahasia grup Imhwa. Permintaan maafnya diabaikan tapi ayahnya mengancam kali ini ia sudah terlibat, jadi jika anaknya sekali lagi bertindak gegabah dan viral, ia harus menanggung resikonya sendiri.

Jaksa Kwak keluar dengan kesal dan teringat perkataan Sena baru-baru ini serta kenangannya akan perasaan bersalah melihat Sena berjalan putus asa meninggalkan sekolah. 

Di ruangannya sang penyidik meledeknya yang habis kena marah ayahnya. hoahaha. Beliau mendapat bukti CCTV kebenaran Jaehee datang ke sekitar asrama malam itu. Jaksa Kwak bilang ia tak mengganti tersangka, tapi ia akan menyelidiki keduanya dengan intensif sampai salah seorang mengaku.



Pengacara dan kliennya itu pulang naik taksi meninggalkan wartawan yang kesal. Di perjalanan, suasana agak akward. Laik merasa bersalah melihat lengan Sena yang diperban. Ia juga bersikap protektif dan meminta supir berkendara lebih hati-hati. Yang paling gong, ia sampai menggendong Sena ---yang terlihat menahan sakit di kakinya-- dari ujung gang sampai ke dalam rumah. Sena sangat kaget sampai tak sengaja membocorkan bahwa ia tahu Laik tak boleh angkat berat karena sakitnya. Laik beralasan ia tak bisa membiarkan orang yang sedang terluka.

Ayah Jaksa Kwak menemui Ayah Hyejoo. Ia meminta maaf atas nama putranya. Ayah Hyejoo mengeluh kesulitan menahan berita tersebut dimuat di media. ia pun mengomeli bahwa anaknya tak seperti ayahnya dulu di masa muda, yang selalu berhasil menangkap tersangka bagaimanapun caranya. Jadi ia secara tersirat memberi perintah agar ayah Jaksa Kwak turun tangan.

Hyejoo sudah membaca informasi kecelakaan Laik. Ia memerintahkan anak buahnya mencari lokasi tempat tinggalnya sekarang. Anak buahnya mengaku tak tahu, tapi ia khawatir jika ayah Hyejoo mengetahui pergerakan mereka, ia pun bisa habis. Tapi Hyejoo berjanji akan mengurus hal tersebut dan menanggung resikonya.






Di rumah Sena, Laik menyadari, semua produk yang Sena beli ada foto dirinya Hoahaha. Dari kamar mandi terdengar suara keras, jadi Laik mengetuk mencemaskannya. Sena keluar dengan rambut basah dan mengaku tak apa-apa.

Sena rupanya kesulitan keramas dan sekarang kesulitan mengeringkan rambutnya. Laik menariknya duduk di beranda dan menghidupkan kipas angin. Sena mengeringkan rambutnya dan menolak saran Laik agar melewatkan mandi dengan alasan nanti ia jadi bau. Laik teringat cara Jaksa Kwak memanggilnya, jadi ia bertanya apakah itu nama panggilan kecilnya.

Sena menyangkal, bukan karena ia benar-benar bau badan tapi lebih karena namanya saja.  Dia tahu itu tak benar tapi jadi mengira itu mungkin saja karena teman-teman memanggilnya demikian. Laik langsung sewot, bagaimana mungkin Sena bau dan dikatain oleh orang yang namanya berarti kuman seperti Jaksa Kwak. Beraninya, ia malah meledek Sena. Sungguh orang yang aneh menurut Laik, bahkan sampai namanya aneh (Nah! Saya juga sepakat Laik🤣😂 Makanya biar gampang, bagi saya dia tetap Jaksa Kwak ).

Sena tertawa, di mata Laik, Sena seolah berpendar dibawah cahaya mentari sore. Laik tak dapat mengalihkan tatapannya sampai Sena menoleh ke arahnya dan dia jadi salah tingkah dan permisi dengan alasan mau cari makanan. Laik mulai menyadari ada yang aneh dengan dirinya.

Malamnya, mereka makan bersama tapi Sena terlalu asyik membaca dokumen. Laik merasa dicuekin, setidaknya Sena harusnya mengobrol dengan orang yang makan bersamanya. Sena minta maaf karena ada hal penting yang harus diperiksanya.

Menurut Laik, Sena bisa sopan sekaligus tak sopan dalam waktu bersamaan. Sena langsung mengomel, Laik sendiri langsung bicara dalam bahasa non-formal dengannya di saat perjumpaan pertama. Menurut Laik ia tak begitu dengan semua orang tapi entah kenapa ada perasaan familiar saat bertemu Sena. Ia minta Sena balik bicara non-formal dengannya.

Sena berpikir beberapa saat tapi menolak karena akan membuat orang berpikir mereka terlalu dekat sebagai pengacara dan klien. Menurut Laik justru banyak orang yang senang jika ia bersikap kasual. Sena membalas itu hanya bagi orang-orang yang ngefans dengannya.

Anehnya, untuk seorang yang mengaku bukan fans, Laik merasa Sena justru sangat menyukainya. Karena semua produk yang sedang mereka makan dan minum adalah yang Laik promosikan. Sena langsung kaku Hoahaha. Ia pura-pura tak tahu, sampai pura-pura ikut mengecek label dan foto Laik. Hoahaha.

Laik sangat senang, Sena hanya membeli produk endorseannya dan menurutnya ini bukan kebetulan semata. Sena jadi tegang dibawah tatapan bombastis eyes Laik, tapi pria itu menyimpulkan sendiri, semua yang diendorsenya adalah yang terbaik dan best seller. 

Sena membernarkan dan mengaku menyukainya. Laik menyangkal, menurutnya semua terasa sama saja. Yang berbeda hanya ada atau tidak foto dirinya di label produk itu Hoahaha. 

Hal paling lucu diantara semuanya, ia jadi wajah produk susu tapi ia intoleransi laktosa jadi tak pernah minum. Sena sangat kaget dan mengaku tidak tahu. Laik bilang wajar saja Sena tak tahu, karena dirinya adalah suatu produk. Produk yang tak pernah dibuka. Jika dibuka, dioles sedikit dan dicicipi, maka ia akan berakhir seketika orang mengetahui betapa tak enak rasanya.

Sena keheranan, kenapa Lain berbicara demikian? Seolah dirinya adalah produk. Ia selalu dicintai oleh banyak orang tapi ia selalu seolah merendahkan semua orang yang mencintainya itu, jadi itu terasa aneh bagi Sena. Membuatnya berpikir mungkin yang Laik benci adalah dirinya sendiri dan merasa tak layak dicintai orang lain.

Laik tersenyum, memuji analisa pengacara Sena tapi ada satu hal krusial yang kurang tepat. Laik merasa tak pernah dicintai. Yang dicintai orang banyak adalah Do Laik anggota GoldBoys, sebagaimana selayaknya. Sementara dirinya adalah Do Laik yang tak tahu bagaimana memberi ataupun menerima cinta. Semua yang bisa dilakukan hanya mengeluh dan hanya satu orang yang pernah mencintainya, namun sekarang orang itupun telah pergi. Karenanya, Ia bersyukur Sena bukan fansnya. Jadi Sena tak akan kecewa mengenai dirinya yang asli.

Sena tak mampu berkata-kata apalagi membenarkan pernyataan Laik yang sesungguhnya diakhiri pertanyaan itu.

Di bengkel, Chungjae menemukan bahwa ban mobil Sena senagaja dilukai dengan senjata tajam. Oleh karena itu setir tidak beroperasi semestinya.


Keesokan paginya, Chungjae melaporkannya pada Sena sambil minum jus bareng di beranda rumah Sena. Pemuda itu heran kenapa dashcamnya mati dan Sena teringat karena itu permintaan Laik waktu mengantarnya berdua Hyejoo.

Laik yang baru terbangun sangat penasaran dengan hubungan keduanya dan kenapa pagi-pagi benar pemuda yang nampak lebih muda dari Sena itu telah datang di rumah Sena. Lucunya Laik merasa bimbang, kenapa juga harus peduli tapi tetap memutuskan untuk menguping Hoahaha.

Ia mendengar Chungjae curiga kepadanya karena turun duluan saat di kantor kejaksaaan. Teorinya bisa saja Laik merencanakan kecelakaan ringan agar saat beritanya viral, namanya tak dicurigai lagi, malah publik bersimpati mengira ia pun diincar. Sena hanya menertawakannya, tak mungkin Laik mengorbankan dirinya sendiri. Lagipula saat nyaris tabrakan, Laik malah memeluknya untuk melindunginya. Bosnya itu pun malah mengomelinya agar berhenti baca novel atau main game misteri. Hoahaha.

Sena pun menasehatinya, meski Laik terkadang kasar dan egois, ia tak mungkin melakukannya. Sena pun mengingatkannya akan pertemuan pertama mereka berdua. Sena membela Chungjae saat tertangkap kedua kali mencopet dan membuatnya berjanji tak akan ada yang ketiga. Ketika yang ketiga kalinya Chungjae difitnah jadi ia meminta Sena mempercayainya sekali ini saja. Jadi diantara semua orang Chungjae harusnya paling tahu betapa besar pengaruhnya saat seseorang mempercayai diri kita. Laik nampak lega saat mendengar Sena bilang Ia tetap akan percaya pada Laik. 

Jaehee menghadap Jaksa Kwak dengan ditemani pengacara Hwang. Ia marah karena dicurigai tapi penyelidik menunjukkan bukti CCTV. Jaksa Kwak ingin tahu kenapa ia berbohong tentang alibinya. Ia menekan bahwa Laik adalah pembunuhnya dan dia punya bukti alasan tersebut.

Di kantor Goldie Ent, manajer Laik melaporkan pada CEO Geum bahwa sementara ini Jaehee bisa dicegah berbicara oleh pengacaranya. Mereka mendingan Jaehee masih belum tahu soal WooSeong.


Di rumah Sena, Laik membantunya melepas perban. Saat tahu Sena gak sakit lagi, ia tersenyum lebar tapi buru-buru beralasan itu karena ia lega tak perlu merawatnya lagi. Tiba-tiba Chungjae datang melaporkan pelaku perusakan mobil sudah ditangkap polisi. Bertiga dengan Laik yang minta ikut, mereka ke kantor polisi. 

Rupanya pelakunya duo sasaeng yang berusaha menyangkal. Mereka menutupi wajahnya. Polisi yang menyadari mereka saling kenal justru membatalkan keterangan mereka yang awalnya mengaku cuma asal memilih korban. Saat polisi mendesak, mereka malah semakin nyolot dan marah. Semua gara-gara Sena, seorang pembunuh bisa bebas. Logika mereka benar-benar aneh, tak peduli Chungjae sampai membentak mereka bahwa ada yang nyaris meninggal karena ulah tersebut.

Sena mengancam mereka dengan pasal percobaan pembunuhan tapi Laik hanya meminta mereka tak dihukum, cukup berjanji tak akan menyakiti siapapun lagi. 

Di depan kantor polisi, Laik meminta maaf pada Sena. Pengacaranya itu marah karena ia tak pernah melaporkan mereka, bahkan setelah masuk ke dalam rumahnya. Menurut Laik jika ia melapor, mereka akan makin menggila. Mereka berbuat apa saja demi perhatian dan jika mendapat perhatian maka akan semakin menjadi. Mereka akan mengarang cerita dan mengunggahnya ke internet lalu menghancurkan orang lain yang seolah gak ada artinya. Laik tak mau Sena yang jadi korban. Ia lalu berlalu pergi.

Sena mendapat telfon dari YeSol, si paralegal. Setibanya di kantor ia minta tolong gadis itu menunjukkan ruangannya agar Lain dapat beristirahat sementara ia berjumpa dengan pengacara Hwang dan bosnya. 

Sena menerima informasi bahwa kejaksaan mengajukan wawancara tatap muka. Pengacara Hwang meminta Sena melepaskan Laik sebagai klien. Bosnya menjelaskan bahwa kejaksaan mulai bergerak dan pada prinsipnya firma mereka adalah konsultan hukum Goldie Ent, tak etis menangani dua klien beresiko dalam kasus yang sama. Bosnya tak mau dibantah, opini publik juga sudah tak bagus. Jaksa Hwang pun sependapat, kasus ini tak akan membawa keutungan bagi Sena. Bosnya malah menawarkan kasus high-profile lainnya. 

Sena mengutip kata-kata sang bos, "Meski dunia berpaling, pengacara harus memihak kliennya."  Ia paham dengan maksud mereka. Tapi ia tak bisa mengabaikan kasus ini. Jadi  ia akan menghindari pegawai firma lain dan berhenti datang ke kantor untuk sementara agar tak terjadi konflik kepentingan. Sisa keputusannya diserahkannya pada sang bos yang hanya bisa menggosok dahinya. Hoahaha.

Sena ke ruangan kantornya lalu mulai mengambil beberapa dokumen. Laik menyadari perubahan mood Sena. Jadi ia menjelaskan Jaehee sepertinya memberi keterangan yang merugikan Laik, jadi perlu dikonfrontir dihadapan Jaksa. Sena pun ingin tahu apakah ada yang akan mendukung pernyataan Jaehee. 

Laik ingin menemui Jaehee sendiri tapi mereka harus berhati-hati karena bisa-bisa dikira akan mempengaruhi pertanyaannya. Sena mengajak menemui orang yang paling mengenal Jaehee jadilah mereka bertemu Youngbin di asrama. Menurut Youngbin, ia terpaksa berbohong Jaehee ada di rumah sakit karena permintaan Jaehee dan CEO Geum membuat pernyataan resmi demikian. 

Dari flash back Youngbin diketahui bahwa malam itu Jaehee kesal membaca pesan online dari fans yang membahas pertengkaran mereka. Saat Youngbin terbangun tengah malam, Jaehee tak ada di kamar. Keesokan harinya pun ia bangun dan melihat berita tentang Wooseong. Youngbin tak mampu berkata-kata saat Laik bilang seharusnya ia jujur sejak awal padanya, sampai Laik marah dan pergi keluar. 

Laik memahami temannya itu karena kedekatan mereka sejak trainee. Makanya ia berbohong agar tak mengkhianati Jaehee. Sena ingin tahu apakah Jaehee dan Laik tak terlalu dekat. 

.

Laik teringat diam-diam makan ayam saat jadi trainee. Mereka sangat akrab pada  mulanya. Tapi masalah muncul diawali dari saat konser, Laik tak sengaja menginjak kaki Jaehee saat turun panggung. Sayangnya saat Laik menyadarinya semuanya sudah lepas kendali. Mereka bertengkar saat proses kreatif. Jaehee tak ingin berlatih, membuat Laik marah padanya dan bertengkar. Ia bahkan membuat Jaehee merasa lebih buruk dengan mengusirnya dari grup karena Jaehee kerap bicara demikian pada orang lain. Laik sadar perlakuannya buruk dan ucapannya menyakiti orang disekitarnya. Tapi itu karena di masa muda, ia hanya tahu itu caranya untuk meraih kesuksesan. Jadi ada banyak yang berkemungkinan dendam padanya.

Laik malah ingin tahu, bagaimana Sena mempercayainya. Bagi Sena, dia percaya pada dirinya yang percaya pada Laik.




Ia mengajak Laik ke halaman rumahnya lalu memegang pohon gelitik, "Aku percaya pada Laik" dan pohon tersebut diam saja. Begitu ia bilang tak percaya, si pohon bergoyang. Sena menjelaskan, jika ada yang bohong maka pohon akan bergoyang. Laik tak percaya akan tetapi itu tak penting karena bagi Sena ia mempercayainya 

Ia bercerita di masa kecil pernah membalut kulit pohon yang terkelupas tapi orangtuanya bilang itu hanya prosesnya, dan pada suatu hari bunga bermekaran. Kita sebaliknya sebagai manusia, kulit kita semakin tebal untuk menyembunyikan diri kita yang sebenarnya agar tak terluka. Sena bilang hingga sekarang pun, ia belum bisa melepaskan kulitnya sepenuhnya. Makanya ia selalu bertanya pada pohon ini, apa yang diinginkannya, apakah suatu hari dirinya pun bisa mekar. Sena mengizinkan Laik bertanya juga pada pohon gelitik.

Laik bertanya "Apakah aku tampan? Apakah aku jenius?" Pohonnya diam saja. Lalu dalam hati ia juga bertanya tentang Wooseong dan pohonnya tetap diam. Laik berkaca-kaca memandang Sena yang tersenyum haru saat suara seorang wanita memanggil.

Rupanya Hyejoo. Gadis itu mendatangi Sena dan memarahinya sebagai pengacara tak sepatutnya ia mengajak Laik tinggal di rumahnya. Ia menggenggam tangan Laik dan mengajaknya pergi tapi pria itu melepaskannya, menyuruhnya pergi dan bilang bahwa tempatnya yang sesungguhnya ada disini, sambil menggenggam tangan Sena.

Review

Apa yang sangat baik dari drama KorSel Idol I?

Bukan hanya tentang misterinya yang menarik atau dunia pengacara dan penyelidikan kasus oleh kepolisian serta kejaksaan. Bukan pula tentang dibalik gemerlap dunia idola atau chaebol dengan penggambaran dunia yang realistis. Menurut saya, yang paling kuat adalah kemampuan drama ini menyajikan pembicaraan antar tokoh dengan engaging

Baik antara kedua OTP, Sena dengan ChungJae bahkan sampai Jaksa Kwak dengan ayahnya atau ayah Jaksa Kwak dengan ayah Hyejoo. Pembicaraan hati ke hati yang kadang membosankan justru selalu membuat penasaran. Kadang terasa hangat atau justru dingin banget karena tahu rahasia masa lalu. Bahkan pembicaraan dunia hukum yang kadang membosankan, tetap menarik disimak.

Dalam episode kali ini ini kita semakin paham tentang relasi Sena dan Chungjae. Mereka yang waktu remaja bertemu setahun sekali di rumah penyimpanan abu orang tua masing-masing, sekali waktu bertemu sebagai pengacara dan tersangka. Dan Sena mempercayai Chungjae sebagaimana sekarang ia percaya pada Laik.

Saya pun senang, Laik mulai menunjukkan ketertarikan pada Sena. Ia mengajaknya berbicara dan terpukau akan kecantikannya.  Bahkan ia memilih tinggal di rumah Sena dibandingkan tempat yang akan disediakan oleh mantan pacarnya.

Mengenai misterinya, ayah Jaksa Kwak ini sepertinya semakin meracuni pikiran anaknya. Jangan-jangan beliau ada hubungan dengan masa lalu Sena?


  #ODOBp30days #2

Posting Komentar