Recap dan Review Idol I Episode 7
Recap
Laik bertanya kepada Sena, minta pengacaranya menjelaskan semua ini. Sena hanya bisa membeku. Sejak awal Laik merasa aneh, apakah seorang pengacara akan melindunginya sejauh ini.
Sena berusaha meyakinkannya, ia menerima kasusnya bahkan sebagai penggemar. Laik marah, ini kali ini ada orang yang membelanya dan percaya padanya dan ia bersyukur untuk itu. Terlebih ia dilihat bukan sebagai Laik dari GoldBoys, jadi ia pun sangat mempercayai Sena. Ia menyesal Sena tak menceritakan semua dari awal. Ia pergi setelah bertanya "Apakah Ia akan tetap percaya dan membantunya, seandainya Ia bukan Laik dari GoldBoys?"
Sena hanya berusaha menahan tangisnya dan tak menjawab.
Laik berlari sambil menangis, teringat semua kenangannya bersama Sena dan berusaha memikirkan sejak kapan Sena berusaha membohonginya. Manajernya menelpon.
ChungJae menemukan Sena yang terduduk lemas diantara koleksi GoldBoys-nya. Chungjae menyesal, dulu tak langsung membuang semuanya agar hal ini tak terjadi. Tapi saat ia berusaha merapikannya. Sena melarang, ia bisa membereskannya sendiri. Chungjae marah mengingatkan perkataannya yang berjanji tidak pakai hati dan menerima kasus bukan sebagai penggemar.
Sena lebih marah, ia menjerit sudah berusaha membuang semua nya termasuk perasaannya pada Laik. Ia berusaha membakar fotonya tapi jika ia melakukan itu seolah semua waktunya saat ia pertama kalinya menyukai seseorang akan menghilang begitu saja. Sena teringat kira-kira dimasa kuliah membeli poster pertama Laik lalu merch-nya bertambah sebanyak sekarang. Jadi ia mengambil lagi barang yang sudah dibuang itu lalu menyimpan di loteng. Ia kira ia akan baik-baik saja.
Manajernya menghubungi, jadi Laik ke asrama. Laik jadi tahu Youngbin pergi karena merasa bersalah kepada dirinya karena meragukannya. Masalah lebih besar adalah Jaehee sekarang menghilang dan kejakasaan mau mengintrogasinya dan juga Laik. Manajer melaporkan pada CEO Geum bahwa Laik untuk sementara tinggal di asrama karena berpisah dengan pengacaranya meski tak mau bercerita alasannya.
Sena terbangun, masih di posisi duduknya semalam. Ia bergegas ke kantor kejaksaan. Manajer Laik menginformasikan bahwa ia sudah diintrogasi dua jam dan pihak Jaksa juga mencari Jaehee. Laik diberitahu oleh Jaksa Kwak bahwa setelah memberi info yang menyulitkan Laik, sekarang Jaehee menghilang. Laik menyadari ini seolah menuduhnya, tapi Jaksa Kwak tetap mendesak ingin tahu keberadaannya selama ini. Sena masuk dan berkata ini koersif karena Laik tidak didampingi pengacaranya tapi Jaksa Kwak bilang ini atas keinginan Lain sendiri. Laik pun berhak melepaskan pemberian kuasanya pada Sena sebagai klien.
Sekeluarnya dari ruangan, Sena berusaha menahan lengan kemeja Laik dan mengajaknya bicara. Sena berusaha menjelaskan situasinya yang berbahaya jika tak didampingi pengacara. Laik memotongnya karena apapun yang Sena katakan baginya hanyalah kebohongan yang tak bisa dipercayai lagi.
Sena bilang benar karena ngefans awalnya ia memutuskan mengambil kasus Laik. Tapi ia berusaha memisahkan perasaannya sebagai pengacara. Ia tertarik karena merasa ada yang aneh, investigasinya mencurigakan dan pernyataan Laik kredibel. Baginya Laik yang dibelanya beda dengan persona Laik dari GoldBoys.
Laik malah bilang itulah alasannya justru ia tak bisa memaafkan Sena. Karena ia tak bisa membedakan dirinya. Ia marah bukan karena merasa dibohongi tapi karena Sena membuatnya percaya lagi. Ia memecat Sena sambil menahan tangis. Ia pun menjelaskan pada manajernya ia sudah tak ada hubungan lagi dengan Sena, jadi jangan memanggil wanita itu lagi.
Sena hanya terpekur di depan lift teringat semua perkataan Laik. Jaksa Kwak mencoba memprovokasinya yang dipecat oleh Laik Hoahaha. Sena hanya menanggapinya dengan dingin, jika ia kurang sibuk maka ia akan membuatnya lebih sibuk. Jaksa Kwak mengaku sudah cukup sibuk karena Jaehee menghilang. Dengan cerdas, Sena menyimpulkan bahwa Jaksa Kwak tidak bisa melakukan investigasi terbuka karena jika tersangkanya berubah lagi maka ia harus mengakui seluruh investigasinya kacau. Jaksa Kwak masih berusaha menekankan kesalahan pada Laik jadi Sena merasa ia mirip ayahnya. Seharusnya tugas jaksa adalah membuktikan tuduhan bukan menentukan putusan. Jaksa Kwak pun mengungkit ayah Sena, jika kesalahan dapat dibuktikan maka putusan sudah dapat dipastikan bersalah. Seharunya Sena tahu hal ini lebih dari siapapun. Jadi dimasa lalu maupun kini, Sena tak bisa mengalahkannya. Ia menyuruh Sena turun saat liftnya turun dan jangan naik lagi.
Sena berjalan gontai ke mobilnya. Ia menghubungi Hyejoo. Gadis kaya itu segera menghubungi orang-orang yang bisa membela Laik. Ia pun ingin tahu kenapa Laik memutuskan kuasa dengan Sena.
Menurut Sena, Hyejoo harus menyampaikan pada pengacara baru Laik bahwa alasannya karena kesalahan pribadi Sena dan bukan karena kasus ini tak dapat dimenangkannya. Ia berjanji akan mengirim berkas Laik asal Hyejoo segera membantunya didampingi pengacara lagi. Sebelum berpisah Hyejoo berterimakasih atas bantuan Sena yang tulus dan ia minta mulai sekiranya Sena jangan bertemu Laik lagi. Sena menenangkannya dan berjanji jm itu
Laik menelpon Youngbin menanyakan Jaehee. Youngbin terakhir menemuinya di asrama sebelum pulang dan belum ada kontak berikutnya. Jadi Lain memintanya berjanji menghubunginya jika ada kabar dari Jaehee.
Sena pulang teringat Laik yang sering mengomel kalau ia pulang telat karena sudah kelaparan menunggunya. Ia pun ingat Laik sering melarangnya makan sambil bekerja. Bahkan kenangan pertemuan pertama mereka saat remaja dulu. Sena Membuang topi merah itu bersama semua merch Laik dan GoldBoys.
Penyidik Yoo kembali mendesak agar Jaksa Kwak mencari Jaehee secara terbuka. Namun Jaksa Kwak mengatakan sedari awal Laik adalah tersangka tunggal, kalau sekarang ia mengganti tersangka lalu Ia mengajukan keberatan mengenai hal tersebut maka karir mereka berdua bisa tamat ditangan media dan masyarakat. Jaksa Kwak akan mengeluarkan surat perintah tetapi penyelidikan tentang keberadaan Jaehee tetap akan dilakukan secara diam-diam. Ia teringat perintah ayahnya. Melacak Jaehee tujuannya tetap sebagai saksi memberatkan Laik.
Di satu lokasi rahasia, Jaehee menelpon seseorang dan bertanya apakah sejak dulu orang tersebut telah mengetahui penyiapan yang dilakukan Wooseong? Laik menyangkalnya, Youngbin tak akan berani dan jelas bukan dirinya, menyisakan Wooseong. Manajer mereka pun bertingkah aneh. CEO Geum diujung sambungan telepon tak menjawab hanya menanyakan keberadaannya.
Laik menerima surat pembatalan kontrak pendampingan hukum dari Firma Chong Un. Ia menghela napas dan berusaha menghubungi Sena. Ia membaca pesan-pesan singkat lampau di antara mereka. (Selalu ia duluan, bertanya Sena dimana Hoahaha). Seketika ponselnya berdering. Ia hanya melihatnya sekilas tapi akhirnya pergi keluar untuk menemui seorang pengacara.
Menurut pria terlihat pengacara berpengalaman itu, Sena sendiri yang menghubungkan mereka. Laik hanya minta maaf, ia tak butuh pengacara. Saat keluar gedung, Hyejoo membunyikan klakson, jadilah mereka bicara di dalam mobil.
Hyejoo mengakui ia yang mengontak pengacara tadi. Ia cemas Laik maju tanpa pengacara. Jadi, ia sengaja tidak bilang dan berharap Laik mau menerima kebaikan antar teman. Itupun karena Sena yang datang menceritakan penghentian kontrak mereka. Laik bilang ia sudah curiga kenapa tiba-tiba ada pengacara yang menghubungi dan tidak akan menerima bantuan walau dari teman karena ia terpaksa akan membalas kebaikan orang lain. Padahal ia sudah tak punya apa-apa lagi. Jadi ia memohon agar Hyejoo tak melakukan hal ini lagi. Hyejoo dengan suara bergetar, bertanya apakah gara-gara Laik menyukai Sena, tapi Laik hanya keluar mobil tanpa menjawabnya. Dan Hyejoo hanya bisa menangis pilu.
Keesokan paginya Chungjae mengomeli Sena yang nampak tak sehat. Sena menolak istirahat di rumah, jika tak bergerak ia akan semakin frustasi. ChungJae marah karena ia kurang makan maupun tidur. Ia minta Sena jangan berpura-pura. Ia minta Sena melihatnya, sebagai pria dan menahan lengannya meminta Sena mengandalkannya disaat begini tapi perlahan Sena melepaskan genggaman itu dan ia paham tapi tak bisa melewati batas itu. (Cian.. Chungjae dianggap adek ).
Sena berangkat ke kantor sambil mengingat pertemuan pertama mereka bertahun-tahun lalu di rumah Abu dan ia membagi permennya pada pemuda itu. Tahun-tahun berikutnya bertemu lagi, mereka makin dewasa dan saat Chungjae ditangkap, ia mengenali Sena. Karena Chungjae tak punya tempat tinggal, Sena menyewakan kamar kosongnya. Pemuda itu heran kenapa ia membantunya, Sena hanya beralasan ia sayang kamar ekstra tersebut kosong. Setiap akhir bulan ia akan menagih uang sewanya Hoahaha.
Sena bekerja keras sampai YeSol si paralegal jadi khawatir, setelah jam pulang, ia yang biasanya selalu teng-go malah tak pulang juga. Ia menggosipkan dengan teman yang lain. Para pria menduga Sena kecewa melepaskan kasus sesensasional Laik, belum tentu ada lagi di masa depan, tapi bagi YeSol lebih dari itu. Sena bersikap aneh, jarang bicara dan hanya bekerja tanpa emosi.
Bosnya yang diam-diam mendengar, malam itu mengajaknya mengobrol sambil minum kopi. Ia kaget mendengar Sena berhenti dari kasus Laik. Sena jujur dipecat karena mengatakan kebohongan yang tak sepantasnya pada sang klien. Bosnya kaget karena itu bukan seperti karakter dirinya.
Bosnya menceritakan bahwa saat mereka bertemu di gedung Goldie Ent, pengacara Hwang menyelidiki untuk memastikan ucapan Jaehee soal penyuapan. Rupanya kontrak GoldBoys ditinjau ulang diam-diam oleh Tim hukum Goldie Ent. Seolah-olah mereka sudah tahu akan ada kejadian yang dilakiukan member GoldBoys yang melanggar kontrak. Sena teringat pembicaraan dengan agensi baru. Menurut bosnya CEO Geum tak dapat dipercaya. Rekam jejaknya selama ini menunjukkan jika ada potensi yang akan merugikan ia tak segan menggugat, melakukan kampanye fitnah bahkan menekan pihak tersebut hingga hancur. Jadi meski Sena sudah mundur, bosnya menyarankan Sena memberitahu Laik.
Yang bersangkutan rupanya berdiri di depan kantor firma. Ia sangat terkejut melihat Sena berjalan keluar dan membuntutinya. Ia melihat Sena minum bir kalengan di depan minimarket. Ia protes, Sena selalu mengaku tak minum miras, padahal didepannya sudah habis tiga kaleng Hoahaha.
Sena menelpon Laik, bunyi dering ponselnya yang kuat membuat Laik panik dan mematikannya. Sena berusaha mengetik pesan tapi memutuskan menghapusnya. Laik dengan konyol berusaha bersembunyi di balik tiang dan menyusulnya dengan taksi.
Rupanya Sena pergi ke lokasi piano yang pernah mereka kunjungi sebelumnya. Ia berusaha memainkan beberapa nada sambil minum lagi. Nafasnya berat, tapi lebih berat bagi Laik yang melihat semuanya dari kejauhan.
Pulangnya, Sena berjalan kaki sambil bernyanyi lagu hits pertama GoldBoys. Laik masih mengikutinya sambil menahan tawa sekaligus khawatir melihat Sena berjalan terhuyung-huyung sampai terjatuh. Ia mengantar Sena ke rumahnya dan keheranan dengan dirinya sendiri. Diujung gang ia menemukan semua merch yang dibuang Sena lalu memungut topi merahnya. Sena akhirnya tiba di kasurnya dan menangis sambil tertidur jadi tak mendengar Jaehee menelponnya malam itu
Hyejoo didatangi ayahnya yang memintanya untuk kembali ke kantor cabang Kalifornia. Mereka jadi adu mulut dan Hyejoo marah ayahnya selalu menyembunyikan dirinya ---yang memang berstatus anak dari pasangan ayahnya yang lain-- demi reputasi keluarga. Ia jarang pulang ke rumah karena tak ada yang mencintainya di rumah itu. Satu-satunya orang yang (pernah) mencintainya adalah Laik dan ayahnya yang memintanya putus. Ia sudah menuruti semua permintaan ayahnya untuk putus karena mengancamnya akan menghancurkan pria itu. Jadi ia mengancam sekaligus memohon agar ayahnya jangan mendekati Laik karena jika terjadi sesuatu ayahnya akan kehilangan dirinya sebagaimana telah kehilangan ibunya.
Dua orang polisi patroli di pedesaan menemukan mobil yang tergelincir ke jurang.
Keesokan paginya, Laik masih berusaha menghubungi Jaehee dan mengisi waktunya dengan berusaha mengingat topi yang dipungutnya dari sampah Sena. Tiba-tiba ia dikabari soal kecelakaan Jaehee.
Begitupula Sena yang terbangun keesokan harinya langsung dapat kabar dari detektif Yoo. Sena diberitahu Jaehee kecelakaan dan tak sadarkan diri. Laik bergegas ke rumah sakit.
Malam itu Sena pulang dan menemukan pria itu duduk dibawah hujan di depan rumahnya. Payung yang dipegang Sena terlepas saat Laik jatuh pingsan dalam pelukan Sena.
Review
Rasanya dari kemarin saya hanya memuji Kim JaeYeoung. Padahal didukung Sooyoung yang tampil gemilang. Saya memang tak punya grup / idola penyanyi atau pemeran tapiii saya kan pengoleksi Hello Kitty dan ekspresi Sena saat membuka poster pertama Laik itu atau saat melengkapi koleksi boneka GoldBoys mah saya paham banget Hoahaha.
Kesedihan dan patah hati Sena juga berhasil disampaikan Sooyoung dengan mikro ekspresi dan tatapan mata. Contoh pada adegan penutup, saat ia mendekati Laik, terlihat cemas sekaligus lega, orang yang paling dipikirkannya ada di hadapannya sekarang.
Chemistry Sena dan Laik memang luar biasa, tapi chemistry Sena-Chungjae dan Sena-Jaksa Kwak juga luber-luber. Bravo ih, salah satu dancer utamanya SNSD ini makin mantul!
Bahas misterinya, kecelakaan Jaehee ini plot twist yang lumayan mengejutkan. Rasanya aneh, dia yang sebegitu marah dan menuduh Laik terasa begitu tiba-tiba mengakui sebagai pembunuh Wooseong. Apakah kecelakaannya di rekayasa?
Ini semua mungkin bisa dicegah kalau Jaksa Kwak mau mendengar nasehat Penyidik Yoo. Kalau dilakukan penyelidikan terbuka, Jaehee bisa diamankan sejak awal, seperti Laik yang sempat ditahan di polsek.
Laik sendiri seolah menyalahkan dirinya dengan kecelakaan yang menimpa Jaehee. Sampai ia jatuh pingsan di depan rumah Sena.
Ia sendiri sebenarnya sangat kesepian. Makanya ia berusaha menemui Sena di depan kantornya. Ujung-ujungnya malah 'mengantar' Sena pulang. Laik pun melihat Sena sama-sama melankolis. Berusaha menelpon dan mengirim pesan lalu membatalkannya, mengunjungi lokasi piano yang pernah didatangi berdua sebelumnya dan menyanyikan lagu hits GoldBoys meski sambil mabuk sekalipun. Laik pasti mulai menyadari perasaannya sendiri dan perasaan Sena yang memang sesuka itu dengannya.
Beda lagi dengan mantannya. Awalnya saya bingung dengan sikap Hyejoo ini. Ia menyakiti Laik tapi masih mengejarnya lagi. Rupanya karena putus cinta dulu demi menuruti keinginan ayahnya. Jadi ia memang masih sayang Laik. Dan bisa jadi perselingkuhannya dulu memang direncanakan agar mereka benar-benar bisa berpisah karena Hyejoo disuruh ke California.
#ODOBp30days #5



.jpg)




.jpg)






.jpg)






Posting Komentar