" ".

Review Lovesick : Melo Remaja Rasa Rom-Com

Table of Contents

Kalau ditanyai genre tontonan, bagi penonton segala macam seperti saya, sepertinya melodrama selalu berada diurutan terakhir. Saya suka malas duluan nonton serial atau film mellow karena kisahnya biasanya klise dan mudah ditebak. 

Satu lagi, akibat saat kecil ayah saya yang sering sekali menggoda kala nonton bareng pas adegan sedih atau horror, "Ayo, tebak ada berapa orang di ruangan itu?" alhasil, sampai dewasa saya susah terharu (apalagi takut) saat nonton apapun.

Namun sesekali, saya tetap mencoba nonton serial atau film mellow yang bagus. Biasanya karena tak sengaja baca ulasannya dan banyak yang memberi nilai tinggi atau feeling saya bilang saya akan suka.

Lovesick masuk kategori kedua.  Bulan ini paket provider telepon genggam saya (sepertinya untuk pertama kali) memberi promo paket kuota bundling nonton dengan aplikasi si merah. Jadilah, pas baru scroll kategori film saya langsung jatuh hati dengan film asal Taiwan ini.

Judul : Lovesick

Judul Lain : You Bing Cai Hui Xi Huan Ni , Yu Ping Tsai Hui Hsi Huan Ni , 有病才会喜欢你
Sutradara: Hsu Fu Hsiang
Penulis Naskah : Hsu Fu Hsiang, Anne Wang 
Pemain : Zhan Huai Yun, Victoria Chi, Cosmos Lin, dll
Genre : melodrama, romantis, komedi
Durasi : 111 menit
Tayang perdana : 2 April 2025
Rating Usia : PG-13
OTT : Netflix

Sinopsis

Ye ZiJie (Zhan Huai Yun) adalah seorang pelajar di semester terakhir sekolah menengah atas. Beda dari teman-temannya yang fokus belajar demi ujian akhir dan tes masuk universitas, Ia hanya menganggap sekolah sebagai batu loncatan. Kepribadiannya yang slengekan, happy-go-lucky membuatnya datang ke sekolah seolah hanya untuk bersenang-senang. 

Padahal, Ia wajib lulus ke universitas negeri, sebagai syarat agar sang Bibi (Cosmos Lin) yang berprofesi selaku dokter, mau memberi uang asuransi kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan.

Bersama sahabatnya TD (Huang Guan Zhi), setiap hari Ia memikirkan ide untuk bisa bolos dari kelas. Ketika sedang berpura-pura sakit dan muntah (ke dalam tas TD Hoahahaha), Ia tak sengaja merekam wakil direktur sekolah, Miss Bai (Pai I Ching) di toilet lelaki.

Kejar-kejaran pun terjadi. Di halaman sekolah, Jay --begitu panggilannya-- berusaha kabur dengan menaiki sepeda motor milik layanan pesan antar yang sedang bertransaksi dengan teman sekelasnya yang kebetulan bernama sama Ye ZiJie / Jade (Victoria Chiang Chi).

Gadis itu sempat menyambar kunci motor yang masih terpasang tapi dengan lincah, Jay melemparkan ponselnya membuat Jade reflek menangkap dan melepaskan kunci dalam genggamannya. Hoahaha

Jay kabur menaiki motor tapi dengan wajah penuh kemenangan, Ia masih sibuk menoleh ke belakang tanpa menyadari bahwa portal parkir masih terpasang dan Ia menabraknya, terpental ke udara termasuk motornya yang celakanya menimpa mobil kepala sekolahnya!! Hoahaha

Miss Bai marah besar, selama Jay diobservasi di UGD pun ia sudah mengancam akan mengeluarkannya dari sekolah akibat insiden ini. Tiba-tiba, seorang perawat (yang ternyata masih baru bertugas), mendatanginya dan memintanya untuk menjelaskan riwayat kankernya agar tak terjadi salah pengobatan. Membuat Jay dan Miss Bai sama-sama kaget.

Jay ibarat dapat jackpot, dengan dukungan TD, keesokan harinya Ia meneruskan sandiwara kena kanker perut stadium awal. Tujuannya awalnya tentu menghindari dikeluarkan dari sekolah. Miss Bai akhirnya memang membujuk kepala sekolah agar Jay bisa menikmati hidupnya (yang diduga tak panjang lagi akibat sakit parahnya). 

Dasar memang senang bolos, jadilah Ia menjadikan alasan untuk menghindari sebagian besar jam pelajaran termasuk olahraga dengan tidur di UKS.

Wali kelas mereka yang biasa dipanggil Dear Gong, meminta agar Jade memperhatikan Jay di kelas. Jade sang ketua kelas sekaligus salah seorang murid terpandai, bertukar tempat duduk dengan TD, ke sebelah Jay.

Gadis itu, yang curiga Jay berbohong, karena masih makan fast food dan snack bungkusan mulai mengawasi makanan Jay termasuk melarang teman-teman sekelas mengizinkannya mengambil lauk mereka. Sebagai gantinya, setiap hari Ia membagi bekalnya yang sehat cenderung hambar.

Makan bersama pun tak terelakan. Makin meriah dengan kehadiran Chen Li (Liu Hsiu Fu), adik kelas satu angkatan yang diam-diam menaruh hati pada Jade dan tahu rahasia yang disembunyikan gadis itu.

Jay jelas merasa terganggu dengan Jade yang suka ikut campur dan mengatur. Ia yang awalnya curiga sampai bercanda, apakah Jade juga kena kanker? Semakin lama semakin terbiasa dengan makanan hambar itu, apalagi setelah ia datang ke rumah Jade dengan alasan mengantarkan titipan gurunya, kedua orang tua Jade pun mengajaknya makan dengan menu serupa. Hoahaha.

Bagaimana hubungan Jay dan Jade yang semakin akrab, padahal Jade juga menyimpan rahasianya sendiri? Bagaimana pula dengan Chen Li yang ternyata juga tahu Jay berpura-pura? Lalu, berhasilkah Jay masuk ke universitas negeri dan mendapatkan uang yang diharapkannya mengubah hidupnya? 

Review 

"Dulu aku sebenarnya sangat membenci bicara tentang masa depan, tapi semenjak bertemu dneganmu aku mulai bersemangat menatap masa depan. Kini aku menyukaimu dan akan terus menyukaimu di masa depan. Mari mencari tahu masa depan kita bersama, Oke?"

Secara subjektif sebagai reviewer abal-abil, dibanding beberapa film yang memang disasar untuk kelas festival, Lovesick ini menurut saya BAGUS banget.

Premisnya sederhana, tapi kalau mau di review ikut ala-ala sosmed intinya tuh semua check

Naskah ✅

Setting

Sinematografi ✅

Editing

Penokohan ✅

Perkembangan Karakter✅

Akting ✅

Pacing

Scoring

OST

Ending

Pesan moral ✅

Menghibur dan menyentuh hati ✅

Highlite-nya :

1. Sinematografi Outstanding 

Satu hal yang paling awal disadari dari film ini adalah tone dan gradasi warnanya jernih dan alami jadi serasa sedang melihat adegan dengan mata telanjang.

Kesederhanaan ini justru menonjolkan kisahnya.  Tak hanya adegan di luar ruangan, adegan di akuarium dalam ruangan (SeaWorld) pencahayaan serta gradasi warnanya bagus banget. Mungkin salah satu pengambilan gambar dengan latar serupa dari film / drama yang pernah saya tonton seumur hidup!

Saat Jay memandangi ubur-ubur di dalam aquarium lalu berkata ia mengantuk memandanginya, aslinya saya pun seolah terhipnotis karena memang sebagus itu.

Angle pengambilan gambarnya juga menangkap momen dengan gemilang. Apalagi ditunjang set-nya yang realistis. 'Kamar' Jay yang berantakan khas anak lelaki, kamar Jade yang terlihat benar-benar dihuni gadis remaja, ruang kelas dan sekolah sampai chaos di UGD mirip asli --selama saya nungguin adik yang menang dinas di UGD.

2. Naskah Solid

Alur maju-mundurnya mudah dipahami serta bukan sekedar memberi penjelasan tapi terintegrasi dengan sangat baik dengan jalan cerita. Penuturan pas tanpa rasa terburu-buru meski ada countdown nyata menuju tanggal kelulusan Jay (diawali 121 hari lagi menjelang kelulusan Hoahahaha) dan tanggal istimewa bagi Jade.

Dialognya cerdas dengan permainan kata atau frasa yang sampai membuat kita dapat momen, "Eh, iya juga ya".

Misalnya jawaban Jade saat Jay menyatakan cinta serta meminta agar gadis itu mau membalas perasaannya, "Hanya orang sakit lah yang bisa menyukaimu"

Plot twistnya ada yang bikin kaget dan ada yang meski tak terucap tapi kita sebagai penonton sebenarnya sudah tahu dan sepanjang cerita tetap berharap agar eksekusinya tidak klise sama sekali.

3. Penokohan dan Akting Memukau 

Jay dan Jade bukan sekedar dua orang dengan kepribadian yang bertolak belakang. Diam-diam mereka saling mengagumi satu sama lain karena sebenarnya  latar belakang masing-masing mencegah mereka berada diposisi sebaliknya itu. Jay menahan potensi dirinya (dalam hal belajar atau apapun) akibat terbayang kepergian kedua orangtuanya sementara Jade harus hidup penuh aturan jadi tak bisa sebebas Jay.

Perjalanan keduanya setalah saling mengenal lebih dalam, membuat mereka lebih menerima masa lalu dan diri mereka kemudian sama-sama bergerak ke arah yang lebih baik.

Terdengar generik tapi berkat kekuatan akting kedua pemeran utama plus tokoh penunjangnya terasa istimewa. Zhan Huai Yun memerankan Jay dengan santai seolah menjalani kehidupan sehari-hari saja.

Victoria Chi --yang wajah manisnya Njawani banget mirip Agni Prastita mix Annisa Aziza-- selaku Jade itu cantik banget dan aktingnya luar biasa. Perubahan emosi baik yang disembunyikan maupun ingin dia tunjukkan kepada orang di sekitarnya tuh keren. Saya rasa dimasa depan karirnya bisa cemerlang.

Satu lagi, karena baru pertama kali nonton keduanya, perasaan saya tak bias. Contoh saat nonton film Taiwan yang juga booming banget tahun kemarin, 18x2 Beyond Youthful Days (2024), saya selalu terbayang pemeran Jimmy, Greg Hsu di film sebelumnya Marry My Dead Body (2023) yang cenderung konyol jadi kurang menghayati sisi melo-nya.

4.  Mello Rasa Rom-Com

Komedinya, lawak banget. Adegan awal saat Jay mencoba kabur dari Miss Bai atau ketika Ia berpura-pura sakit itu bikin LOL. Lagipula kan biasanya yang sering pura-pura sakit sebagai alasan bolos itu siswi perempuan ya, nah ini kebalikannya. Jay yang berpenampilan tinggi besar dan sehat, merasa percaya diri bisa berakting sakit. TD sendiri pun meragukannya, lho. Hoahahaha.

Selain tingkah Jay, TD adalah  komedian dalam film ini. Ia adalah partner in-crime Jay yang mengaku jatuh cinta dengan bibi Jay! Kehadiran orang tua Jade, teman-teman sekelas, guru dan anak-anak dari bangsal kanker rumah sakit menambah kekocakkan. 


Running gags lain adalah nama Jay dan Jade yang kebetulan sama persis. Sesuatu yang kurang lazim sebenarnya, karena Se (marga) Ye bukanlah marga yang terlalu populer baik di China Daratan apalagi Taiwan. Akhirnya mereka dikenali sebagai si unggul (Jade yang cerdas) dan si payah (Jay yang tukang bolos).

Nuansa konyol ini tidak terpatri pada bagian awal saja, mengalir di sepanjang cerita layaknya hidup yang memang naik turun.

Romantisnya pas untuk usia remaja dan mellow-nya tetap dapet. Buat yang sudah melewati usia sekolah, rasa mellow akibat rindu akan masa sekolah juga membayangi.

5. Menghibur Tetap Sarat Makna

Lovesick mengangkat tema yang cukup berat namun berkat penyampaian yang ringan, maknanya jadi lebih mudah dicerna. 

Memaknai pencarian jati diri, self-acceptance, mengatasi tantangan dan berusaha mewujudkan impian dari sudut pandang remaja. Ditambah isu yang tak terelakan tapi tetap dengan penuh rasa optimis, pengharapan dan penerimaan akan kenyataan hidup.

Contohnya Jay, ia memang kehilangan sesuatu yang sangat berharga tetapi juga mendapatkan jalan mewujudkan impian beserta keluarga baru. Sesuatu yang lama dirindukannya karena meski berusaha merawatnya, Bibinya super sibuk dan pasti kaget saat harus mengasuh Jay setelah kecelakaan orangtuanya.

Khas drama remaja, persahabatannya terbangun dengan genuin. TD dan Chen Li hadir sebagai sahabat yang sangat suportif bagi Jay dan Jade bahkan keempatnya berhasil membentuk bonding yang cukup erat. Sehingga saat sebuah peristiwa tak terduga mengguncang persahabatan mereka, kita yang nonton pun ikut merasa bittersweet.

Ada juga kotak pos dalam laut yang secara simbolis menggambarkan berkirim surat dengan seseorang yang kita rindukan akan menyampaikan perasaan kita kepada mereka dimanapun berada.

6. Ending Menghangatkan Hati

Banyak reviewer atau pengguna sosmed lokal yang mengkategorikan film sejenis ini dengan film anj*ng akibat kisahnya yang mengharu biru lalu ending yang bikin nyesek. Terus kita yang nonton jadi kepikiran dan berandai-andai, "kenapa begitu begini" atau "Coba tadi ia (tak) memilih itu atau ini"

Dalam Lovesick emosi tidak ditumpuk hingga nyaris tak tertahankan di bagian akhir. Kita diajak melalui naik turun kehidupan bersama. Ini rasanya jauh lebih mengena, membuat hati kita lebih kremet-kremet gitu.

Memang yang tak terelakan terjadi dalam hidup ini. Takdir baik seperti pertemuan, kelulusan, jatuh hati berlangsung sejalan dengan rasa sakit, perpisahan dan kesedihan. Sesuai judulnya, Lovesick, semua yang terjadi tetap dieksekusi dengan realistis sehingga menghangatkan hati. 

Ketika pemandu Jay saat akan menyelam bertanya apakah kekasihnya yang waktu itu pingsan saat datang dengannya, baik-baik saja, Jay hanya perlu sepersekian detik menjawab optimis 'Iya, sekarang ia baik-baik saja" sambil tersenyum. 

Konklusinya membuat selesai nonton, getaran positif vibes-nya masih terasa. OST-nya juga melodinya bikin semangat alih-alih merana.

❤❤❤❤❤

Overall, bagi saya Lovesick dapat poin 9,5 / 10. Kurangnya justru karena menurut saya durasinya malah kurang panjang Hoahaha. Saya rekomendasikan banget buat yang pengen nonton film melodrama remaja dengan sentuhan komedi romantis. Psstt. saya malah sudah nonton ulang saking sukanya! Hoahaha

15 komentar


Comment Author Avatar
1/26/2026 07:57:00 PM Delete
Kalau kubaca review Lovesick ini tuh… rasanya gemes sendiri! Ceritanya remaja banget, komedi romantisnya pas, bikin aku ngerasa ikut jadi anak SMA lagi! 😄

Jadi beneran pengen nonton filmnya aku itu. Sesekali nonton film china buat penyegaran.. hehehe.. 😄
Comment Author Avatar
1/26/2026 10:48:00 PM Delete
Drama dengan rasa rom-com remaja kayak gini memang cocok buat hiburan ringan. Kadang ceritanya sederhana, tapi emosinya relate sama pengalaman masa sekolah dulu
Comment Author Avatar
1/28/2026 03:15:00 PM Delete
Aku tuh penasaran. Dia beneran sakit atau hanya pura-pura? Yang ngomong kalau dia sakit kan dokter ya. Pas dia di UGD pula. Masa iya dokternya bohong? Ah, jadi kepingin nonton aku.
Comment Author Avatar
2/01/2026 08:06:00 AM Delete
Boleh juga nih filmnya

Aku pribadi jarang suka cerita Sekolah yang cinta-cintaan aja. Kadang cerita kompleks, mellow tuh lebih menantang
Comment Author Avatar
2/01/2026 08:23:00 AM Delete
Kalau dinilai bagus saya percaya drama ini tidak membosankan
Terbayang sih kalau masa sekolah yg sering bolos itu emang memompa jantung bikin dag dig dug. Secara saya sendiri mengalami. Saat masih sekolah saya tukang bolos, tukang kabur. Hehehe
Comment Author Avatar
2/01/2026 08:31:00 AM Delete
wah sepertinya memang seru utk ditonton nih ya.. terima kasih sharing reviewnya ya..
Comment Author Avatar
2/01/2026 09:54:00 AM Delete
Saya banyak film yang belum ditonton nih di aplikasi merah. Pas baca review film ini jadi langsung deh cari filmnya...eh langsung kepincut pengen nonton jugaa...😍
Comment Author Avatar
2/01/2026 11:33:00 AM Delete
Gemas banget kayaknya ya ceritanya! Review Kak Annisa ini beneran jadi racun nih buat saya yang lagi nyari tontonan atau bacaan ringan di akhir pekan. Langsung masukin ke watchlist deh gara-gara baca ulasan ini.
Comment Author Avatar
2/01/2026 01:28:00 PM Delete
Dinamika Jay, Jade, TD, sama Chen Li bikin ceritanya hidup, jadi pas konflik datang tuh rasanya ikut diremas—manis tapi nyesek tipis. Pokoknya drama yang bikin senyum, mikir, sekaligus berkaca 💛
Comment Author Avatar
2/01/2026 04:23:00 PM Delete
Wah ratingnya nyaris sempurna. Berarti keren semua nih cerita, cast dan segala macam peruntukannya, hanya durasinya aja yang gak sesuai hehe. Bagus sih kak kalau durasinya pendek, jadi kan bisa di re-watch lagi
Comment Author Avatar
2/01/2026 09:08:00 PM Delete
Film
romcom emang menarik sih, lucu, seru dan nggak ngebosenin. Bisa jadi temen pas kerja juga hihi
Comment Author Avatar
2/01/2026 09:12:00 PM Delete
Sepertinya aku sempet melihat cuplikannya. Kaya ada lucu-lucunya gitu. Genre begini asik klo lagi males mikir yg berat-berat. Ini drama kan? Kira2 sampe berapa episode?
Comment Author Avatar
2/02/2026 08:22:00 AM Delete
ceritanya seru ya, genre yang kusuka nih apalagi ada di Netflix juga. Gpp la sekali-kali nonton kisah remaja ala Jade dan Jay
Comment Author Avatar
2/02/2026 08:32:00 AM Delete
wah ini film ya ternyata menarik juga nih kayaknya filmnya. apalagi film dengan setting anak SMA itu suka lucu-lucu dan seru untuk diikuti
Comment Author Avatar
2/03/2026 07:36:00 AM Delete
Uwuu banget siih..
Romcom memang asiknya ditonton when kamu ngerasa tontonannya uda banyakan genre action atau crime. Hahaha.. jadi berasa balancing our lyfe gituu..
Seneng sama kisah masa sekolah.. yang so cute..