Review Megami Korin (Before) : True Beauty Adaptasi Jepang Bagian Pertama
Salah satu yang kelupaan di review adalah versi adaptasi Jepang dari Webtoon True Beauty, Megami Korin. Saya nonton sekitar libur anak sekolah di pertengahan 2025. Dulu saya menunda menuliskan reviewnya karena menunggu tayang di OTT legal lokal. Sebenarnya saya selalu merasa bersalah kalau nonton dari web sub J-drama / film atau jalan ninja lain gitu. Tapi kalau mau langganan semua, lumayan boros juga (kecuali ada yang mau sponsorin? Hoahaha ngarep deh🤣).
Alhasil, saya malah kecolongan karena memang tak langganan HBO Max. Baru-baru ini saya cek lagi setelah menulis review dua versi film Even If This Love Disappears From The World Tonight, eh ternyata sudah tayang sejak Oktober 2025.
Judul : Megami Korin (Before)
Sinopsis
Reina Takigawa (Koki Kimura) adalah siswi SMA yang sering dirundung. Pembencinya tak menyukai penampilan fisiknya --yang sebenarnya khas anak SMA, wajahnya berjerawat akibat pubertas.
Reina jadi menutup diri dan menghabiskan hari-harinya dengan membolos dan berdiam di rumah untuk menonton film horror. Hingga suatu hari ia menemukan tutorial berdandan dari seorang influencer di sosial media Selena (Emi Suzuki). Reina mengikutinya dan setelah trial dan error, menemukan versi dirinya yang lebih baik.
Bertepatan dengan masuk ke sekolah baru ia malah dikenali sebagai sang Dewi berkat kecantikan paripurnanya. Sebenernya Reina tetap khawatir, wajah aslinya diketahui oleh teman-teman barunya. Dilalahnya, rahasia tersebut memang bocor secara tak sengaja pada Shun Kanda (Keisuke Watanabe), Pemuda tampan itu adalah pelanggan di rental film horror yang sama dengan yang selalu didatangi Reina. Ia mengenali Reina dari gantungan kunci dari film horror Bloody Rudi yang lepas dari tasnya.
Reina yang panik terpaksa memohon agar Shun tidak membocorkan rahasianya. Shun ---yang digelari pangeran es-- menyanggupi dengan catatan Reina harus menuruti kemauannya selama satu tahun penuh. Gadis itu mengiyakan, tapi jadi cemas terutama saat Ami Kawashima (Yuuka Sugai), ratu sekolah yang populer di sosial media, terlihat cemburu akan kedekatan mereka dan diam-diam mendekati Reina di toilet, lalu mengimplikasikan ia tahu rahasia Reina.
Shun ternyata adalah pelanggan di kafe tempat Reina berkerja sambilan. Di saat yang bersamaan, Reina berteman dengan sesama rekan sekerjanya, Rin Igarashi (Kurea Sena). Gadis yang lebih muda itu sedang mengikuti seleksi untuk peran utama di pementasan drama sekolah mereka tapi kurang percaya diri dengan penampilannya. Reina hendak membantunya dan tanpa sengaja berjumpa dengan abangnya Yu Igarashi (Keita Shuna) di rumah mereka. Reina sudah mendengar gosip bahwa Yu yang digelari si pewaris karena kekayaan ayahnya, saat SMP pernah ngeband bareng Shun. Namun ada satu skandal yang membuat mereka saat ini jadi berjarak.
Yu mengajak Reina menemaninya mencari kado untuk Rin yang akan berulangtahun. Mereka ke mall dan memilihkan makeup yang cocok untuknya. Sebagai ucapan terimakasih, Yu mengajak Reina ke toko kue, tapi saat sedang membahasnya, Shun melihat kedekatan mereka. Ami malah memanas-manasinya tapi Reina dan Shun berhasil mengatasi kesalahpahaman mereka.
Rumor kencan Reina dan Shun berhembus kencang setelah mereka memutuskan pergi ke rumah hantu di festival sekolah bersama. Sayang saat itu kondisinya rumah hantu penuh dan mereka jadi pindah ke halaman sekolah menonton pertunjukan musik secara langsung. Rupanya semua adalah rencana Ami yang menghidupkan sprinkle air agar riasan Reina terhapus. Shun dengan cepat melindungi Reina dengan jaketnya dan Yu yang sudah bertekad tak bernyanyi lagi, segera naik ke pentas dan mengalihkan perhatian semua orang.
Jadi, siapakah yang akan lebih dekat Reina? Shun yang dingin tapi mengenalinya sejak semula atau Yu yang jahil tapi tak mengenalinya saat tanpa makeup bahkan ketika mereka berpapasan? Apa pula rahasia yang memisahkan persahabatan Shun dan Yu?
Review
Tadi aku melihatmu di sekolah, atau saat aku melihatmu di toko ini, bagiku kau tetap orang yang sama. Kau tetap menjadi dirimu sendiri'
Shun ke Reina
Selain karena suka banget dengan webtoon-nya, yang saya sukai dari film Megami Korin (Before) ini adalah :
1. Pemilihan Koki Kimura
Koki yang terlahir dengan nama asli Mitsuki adalah putri bungsu Kimu Taku si bintang asia dan Shizuka Kudo, yang merupakan penyanyi tenar di eranya. Kehidupannya selalu di sorot. Foto-fotonya dengan keluarga jadi buruan kamera majalah sejak balita (dan ia selalu tampil menggemaskan).
Koki mengikuti jejak keduanya dengan menjadi high-fashion model. Tak hanya cantik, wajahnya yang manis diminati jenama kenamaan dunia yang mendaulatnya sebagai model. Melihat dia menggunakan prosthetic atau riasan penggelap tone warna kulit yang membuatnya tampil 'jelek' di film ini bukan cuma soal teknis makeup, tapi soal komitmen.
Koki memainkan dualitas ini dengan sempurna. Transformasinya termasuk postur tubuhnya berubah. Punggungnya lebih tegak, dagunya sedikit terangkat, senyumnya terlihat memukau. Dia menjadi magnet sosial, dikelilingi oleh teman-teman yang sebelumnya tidak dimilikinya
Namun, di mata yang dipasangi lensa kontak itu, Koki selalu berhasil menyelipkan kilatan kepanikan. Ia takut semuanya akan terbongkar. Dia mungkin terlihat seperti dewi di luar, tapi di dalam, dia masih gadis kecil yang sama yang bersedih kala menemukan jejak perundungan di loker dan mejanya.
2. Terasa Jepang Banget
Sebagai penonton karya sinema dari negara KorSel sebagai materi asal webtoon-nya sekaligus dorama Jepang, menurut saya Megami Korin berhasil menampilkan versi adaptasi yang terasa Jepang banget :
A. Pendekatan yang Berbeda
Memecah film menjadi dua bagian yang diberi label before dan after, seolah menegaskan bahwa fase sebelum transformasi Reina menjadi titik penting. Barangkali lebih kuat dibanding versi adaptasi KorSel, bahkan versi webtoon-nya sekalipun.
Ini bukan hanya tentang proses Reina glow-up. Tidak seperti versi Korea yang menampilkan JuGyeong sebagai seseorang yang merasa minder karena penampilan wajahnya, Reina adalah seseorang yang merasa tidak sesuai bukan karena wajahnya saja, melainkan karena penampilannya secara keseluruhan. Mulai dari gaya rambut yang tidak terawat, pilihan pakaian yang dianggap tidak sesuai usia, postur tubuhnya yang membungkuk dan hobby-nya nonton film seram.
B. konsep Keindahan yang tidak terlihat di Jepang berbeda dengan yang ada di Korea
Di Korea, konsep kecantikan seringkali terkait dengan penampilan fisik yang sempurna dan perawatan diri yang intensif. Bahkan operasi plastik sering dipilih sebagai jalan ninja. Namun, saya teringat dari era aktif di komunitas pecinta Jepang dulu bahwa Jepang menganut konsep "mie-nai oshare" – yang secara berarti keindahan yang tersembunyi alias tak selalu ditampilkan. Konsep ini mengacu pada keindahan yang tidak terlihat secara langsung, tetapi muncul melalui sikap, perilaku, dan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
Meskipun teman-temannya lamanya menganggapnya buruk rupa, sesungguhnya Reina selalu baik hati. Koki menyampaikan dengan gerakan yang lambat dan hati-hati, serta ekspresi wajah yang tenang dan penuh perhatian, untuk menunjukkan bahwa keindahan sejati Reina sudah ada sebelum ia mengubah penampilannya fisiknya.
C. Insecure dan Dampak Perundungan Lainnya
Kalau versi Korea cenderung slapstick dan menyebalkan saat adegan bully, versi Jepang ini terasa lebih menyesakkan. Ada aura dark khas dorama sekolah Jepang yang membuat rasa sakit hati si tokoh utama itu terasa lebih personal ke penonton.
Setelah berdandan pun, Koki membawakan Reina dengan rasa insecurity yang lebih membumi.
D. Kepribadian Tokoh Shun dan Yu
Yu dan Shun terasa seperti anak lelaki SMA Jepang pada umumnya : pendiam, sedikit canggung, dan ekspresi cintanya lebih lewat gesture kecil daripada dialog puitis. Ini yang membuat Megami Korin punya identitas sendiri. Hubungan Reina dengan mereka tidak terasa berlebihan, persis hubungan remaja biasa yang penuh rahasia
3. Kejutan Segar
Kalau True Beauty versi Korea sebagian besar benar-benar mengikuti pakem The Secret Of Angel, beda lagi dengan Megami Korin ini. Ada beberapa elemen yang dihilangkan, ada yang diamplifikasi dan sebagai kejutan ada juga yang posisinya dibalik. Jadi terasa ada sudut pandang baru yang menyegarkan.
4. Aspek Teknik Baik
Scoringnya menarik, apalagi Yu sempat menyanyikan satu lagu di festival sekolah. Editingnya lumayan menyatukan alur maju mundur-nya. Pacing-nya pas untuk film dan ending-nya benar-benar menggugah rasa penasaran. Memberi fondasi yang kuat agar kita tertarik menonton kelanjutan kisahnya di Megami Korin (After).
❤❤❤❤❤
Film ini menjadi bukti bahwa adaptasi internasional tidak hanya harus menyajikan cerita yang dikenal oleh khalayak, tetapi juga harus mampu menghubungkannya dengan konteks lokal dan menangkap emosi serta perjuangan kaum muda di daerah tersebut. Tanpa memahami elemen-elemen tersembunyi ini, kita akan melewatkan makna sejati dari karya yang satu ini.
Kurangnya sayang tayang di HBO Max yang pelanggannya belum seramai si merah jadi hype film ini kurang bergaung dibanding yang tayang diaplikasi sebelah itu.
Dari saya 8 / 10 poin. Saya rekomendasikan buat pembaca setia the Secret Of Angel atau penggemar film Rom-com yang bermuatan moral.
Baca Juga :
Review Megami Korin (After) : True Beauty Adaptasi Jepang Bagian Kedua






Gara2 baca ini jadi ada keinginan untuk nyari2 tontonan jepang deh biar nga drakor mulu hehe
Makasih review yang sukses bikin penasaran, Kak.
karena saya kurang sreg dengan versi drakor
sebetulnya lebih kurang sreg karena diperankan Moon Ga-young sih, hehehe
Menutup dengan make up emang bisa jadi salah satu solusi menghindari perundungan, namun tentunya tak bakal bisa selamanya kan ya
Rating versi mbak lumayan gede juga, tapi emang nih tayang di HBO tuh agak susah diakses, secara aku pun tidak langganan.