" ".

Review the Super Mario Bros The Movies (2023) : Kenangan Gemilang Masa Kecil

Table of Contents

Super Mario Bros jadi salah satu game yang paling populer sekaligus penuh nostalgia bagi gen milenial bahkan boomers. Siapa yang bisa lupa kenangan bermain game di televisi cembung dengan konsol yang sangat hits di era 90'an? Dibesut oleh Nintendo tapi bagi pengguna konsol lain tetap dapat menggunakan kaset yang memang dibuat khusus atau memakai penyambung kaset.

Saya dan adik lumayan jago lho! Tapii orang tua kami cukup ketat mengatur waktu. Tidak ada televisi di hari sekolah. Game konsol hanya boleh diturunkan dari atas lemari pada hari Sabtu sore dan sudah harus dikemas lagi keesokan sorenya. Dikurangi dengan waktu mengikuti aktivitas keluarga yang seabrek (orang tua saya gemar bersosialisasi dan jalan-jalan pada zamannya), bisa dibilang kami bebas main hanya di libur sekolah, yang untungnya dulu sistem caturwulan alias empat bulan sekali Hoahaha! Jadilah momen bermain yang jarang-jarang itu semakin berkesan. 

Ternyata Super Mario dibuat film animasinya tahun 2023 dan akan ada sequelnya tahun ini. Akhirnya saya bisa mengajak kedua anak saya nonton kisah dari game favorit ibunya dulu. Mereka sudah lama ngeh dengan Mario saking seringnya saya mengulangi cerita masa kecil, tapi sekarang memang kami tidak punya konsol Nintendo Wii atau Gameboy. Di toko aplikasi game untuk ponsel pun yang tersedia adalah Super Mario Run yang meski secara konsep tetap sama, tapi visualnya jelas berbeda jauh dengan versi jadul yang saya mainkan dulu. Adapun yang mirip, ternyata dibuat ulang oleh pengembang selain Nintendo.

Ohya, kali ini kita nonton di saluran televisi berlangganan AXN yang menayangkannya sebagai bagian hiburan edisi spesial Imlek.

Judul : The Super Mario Bros. Movie 

Penulis Naskah : Mattew Fogel
Sutradara : Aaron Horvath, Michael Jelenic
Pengisi suara : Chriss Pratt, Anya Taylor-Joy, Jack Black, Seth Rogen, dll
Genre : Animasi - Petualangan - Misteri - Komedi
Tayang : 1 April 2023
Durasi : 92 menit 
Jaringan : AXN, Netflix 
Rating usia : 12+

Sinopsis

Mario adalah seorang tukang servis pipa ledeng dari Brooklyn, New York, Amerika Serikat yang merasa dirinya biasa saja. Ia punya seorang saudara kembar tidak identik yang berbeda baik secara fisik --Luigi lebih tinggi dan kurus-- maupun sifat.

Saat ini mereka berdua sedang mengembangkan usaha mereka sendiri jasa servis ledeng Mario Bros. Sebagai gebrakan, mereka membuat iklan di televisi. 

Ketika melihat berita adanya kebocoran pipa air, mereka berusaha memperbaikinya, siapa sangka malah tersedot ke aliran waktu yang membawa mereka ke dimensi lain. Keduanya tetap berusaha berpegangan erat, sayang tetap terpisah, Mario mendarat di Mushroom Kingdom. Ia bertemu dengan Toad dan berupaya untuk minta bantuan menolong Luigi yang dicurigai jatuh di lokasi yang kurang baik.

Toad mengajaknya menjumpai Princess Peach, karena yang akan dihadapi Mario adalah Browser, pria antagonis penguasa wilayah kegelapan yang sebenarnya bucin banget pada sang putri. Awalnya sang putri pun skeptis melihat ukuran tubuh Mario, namun ia diyakinkan berkat keteguhan hatinya. 

Mario berlatih melalui tantangan serupa di game aslinya : melompati monster sambil mengumpulkan koin emas dan mengambil jamur agar bisa menaikan tenaga (power up) yang berbeda-beda. Awalnya ia tertatih, namun pada akhirnya mencapai kemajuan.

Princess Peach yang memang ingin menghadapi Browser demi kerajaannya, memutuskan membujuk Raja Kong untuk minta bantuan tentara Kong yang terkenal perkasa. Raja Kong menolak, tapi setelah didesak Mario akhirnya bersedia dengan syarat Mario bisa mengalahkan putranya Donkey Kong terlebih dahulu. 

Mampukah Mario menghadapi tantangan tersebut? Apakah mereka bisa bersama-sama mengalahkan Browser dan menyelamatkan Luigi?

Review

Nothing can hurt us as long as we're together.

Mario kepada Luigi  

Serunya nonton film ini karena :

1. Aura Nostalgia Aur-auran

Whoa aroma nostalgianya terasa sekali. Mario dan Luigi kali ini hadir dalam animasi 3D.

Film ini menjadi salah satu fenomena box office terbesar tahun 2023, meraup lebih dari 1,36 miliar dolar AS, menjadikannya film adaptasi video game paling sukses sepanjang masa. 

Salah satu rahasia kesuksesannya, saya yakin adalah berkat kemampuannya menyentuh hati para penggemar dari era lawas. Tak hanya membawa semesta Mario, kejutan yang membuat saya senang adalah kehadiran tokoh Donkey Kong. Tak semua game Mario menghadirkannya lho. 

2. Visual Animasi Menakjubkan

Tim animasi berasal dari Studio Illumination. Studio yang terkenal berkat Minions dan Gru (franchise Despicable Me) tidak main-main dalam menyusun setiap gambar.

Dunia Mario dibagi menjadi beberapa wilayah yang warnanya sangat kontras. Ketika masih di Brooklyn, warnanya agak abu-abu dan kecokelatan, mirip kota sungguhan yang sibuk. Tapi begitu Mario masuk ke Mushroom Kingdom, BOOM! Warnanya langsung berubah jadi sangat vibrant. Hijau rumputnya terlihat segar, jamur-jamurnya berwarna-warni mengkilap, dan langitnya biru bersih. Penggunaan warna ini tujuannya supaya emosi kita ikut naik. Kita merasa bahagia dan takjub saat melihat pemandangan indah itu.

Menerjemahkan Mario, Luigi, Princess Peaches dari bentuk 2D yang masih nampak jelas pixelnya menjadi 3D yang mulus benar-benar memberikan kedalaman bagi para karakternya.

3. Sudut Pandang Kamera yang Sinematik

Ada satu teknik yang sangat keren di film ini. Kadang-kadang, kamera akan bergerak dari samping (side-scrolling), persis seperti saat kita main game Mario versi lama di Nintendo Entertainment System (NES). Ini adalah bentuk penghormatan bagi sejarah game tersebut. Namun, di saat lain, sudut pengambilan gambar seolah akan menggunakan kamera yang berputar 360 derajat mengelilingi Mario, memberikan kesan luas dan megah.

Salah satu bagian yang paling membuat mata tidak mau berkedip adalah adegan di Rainbow Road. Meski tidak terlalu main, saya jadi teringat game Mario Kart. Di sini, balapan di atas lintasan pelangi itu terlihat sangat nyata. Kita bisa melihat pantulan cahaya neon di permukaan jalan yang transparan, percikan api saat ban bergesekan, hingga efek kecepatan yang membuat rambut kita serasa tertiup angin. Sudut pandang kamera yang rendah (low-angle) membuat mobil-mobil go-kart itu terlihat gagah dan cepat sekali!

4. Pengisi Suara Legendaris 

Setelah kita masuk ke dunia jamur, kita harus kenalan dulu (lagi) dengan orang-orang hebat yang meminjamkan suara mereka. Kita mungkin tahu Chris Pratt dari film Guardians of the Galaxy atau franchise Jurrrasic World. Di sini, dia menjadi pengisi suara Mario. Chris Pratt memberikan sentuhan baru. Suaranya ---yang terkadang tak terdengar seperti suaranya sendiri--  sangat tulus, penuh semangat, dan membuat kita merasa bahwa Mario adalah orang yang bisa kita temui di dunia nyata.

Lalu ada Anya Taylor-Joy sebagai Princess Peach. Nah, ini yang paling keren! Peach versi Anya (yang terkenal berkat serial The Queen Gambit (2020) dan film-filmnya) adalah pemimpin yang sangat berani, jago bela diri, dan sangat pintar mengatur strategi perang. Suaranya terdengar tegas tapi tetap lembut. Ini memberikan pesan kuat buat teman-teman perempuan di luar sana: kamu bisa jadi cantik sekaligus tangguh dalam waktu bersamaan!

Jangan lupakan juga Jack Black yang mengisi suara Bowser. Wah, ini adalah bintang utamanya! Jack Black berhasil membuat Bowser terasa menakutkan tapi juga kocak di saat yang sama. Terutama saat dia menyanyikan lagu "Peaches". Lagu cinta itu adalah momen paling lucu sekaligus menunjukkan betapa teknis vokal bisa menghidupkan karakter monster menjadi terlihat manusiawi (meskipun dia kura-kura raksasa yang suka menyemburkan api).

5. Musik dan Efek Suara yang Menyentuh Hati

Musik film ini dikomposisi oleh Brian Tyler, tapi dia bekerja sama dengan Koji Kondo, orang yang menciptakan musik asli Mario puluhan tahun lalu. Musiknya menggunakan orkestra besar yang megah. Jadi, lagu tema yang biasanya terdengar "tet-tet-ret-tet" di game, di film ini berubah menjadi musik pahlawan yang sangat besar dan menggugah semangat.

Bukan cuma musik, efek suaranya juga ajaib. Mereka tetap menggunakan suara asli dari game, seperti suara "cling" saat Mario mengambil koin atau suara efek power up saat Ia makan jamur. Tapi suara-suara itu diperhalus agar enak didengar. Suara ledakan Bomber bill pun dibuat sangat menggelegar sehingga membuat jantung kita ikut berdegup kencang.

Lagu-lagu yang diselipkan tak kalah istimewa. Saya benar-benar baru duduk manis untuk menonton saat lagu Take On Me dari A-Ha (atau bagi angkatan saya dipopulerkan lagi oleh Boyband A1).

#NontonBarengAnakZR

POV Abang Z

Setelah nonton, si Abang yang menjelang ujian akhir sekolah dasar semakin getol mengajukan proposal membeli konsol Nintendo, sebagai hadiah kelulusan jika nilainya memuaskan. Di satu sisi, saya setuju-setuju saja, masalahnya ini tergantung ayahnya juga sih ya Hoahaha. 

POV Adik R

Sebenarnya adik R sudah pernah nonton film ini bersama kakak sepupunya dalam versi dubbing bahasa Indonesia melalui aplikasi merah tahun lalu (saya cek di aplikasi merah, sekarang sudah tak ada). Cuma, mungkin karena masih terlalu kecil, dulu ia tak begitu ngeh. Kali ini meski nonton dalam versi bahasa Inggris, ia terlihat menikmati dan suka banget. 

Setelah nonton, keesokan harinya saya dan anak-anak seperti biasa sempat membahas lagi film ini. Beberapa topik yang bisa jadi bahan diskusi :

1. Dunia Paralel

Mario dan Luigi tersedot ke dalam pusaran yang membawa mereka ke dunia lain. Kalau anak sudah agak besar, pembahasannya bisa seru nih, dilengkapi dengan teori-teori multiverse baik yang ilmiah ataupun diberi unsur fiktif seperti di dunianya Marvel.  

2. Sikap Baik Mario

Mario bukanlah superhero. Ia adalah pemuda biasa yang kerap gagal. Ia bahkan diejek oleh anggota keluarganya, mantan atasan sampai ke Princess Peach yang kesan pertama menganggapnya terlalu pendek. Hoahaha. Untungnya, ia punya kualitas diri yang baik :

  • Kepercayaan diri 

Mario sangat percaya diri ia bisa menyelamatkan Luigi. Sikap pede-nya inilah yang akhirnya meyakinkan Princess Peach agar ia menunjukkan kemampuannya di obstacle course --tantangan fisik yang menyerupai game aslinya-- sebelum menghadapi dunia Browser yang kejam.

Saat diajak membujuk Raja Kong agar mau meminjamkan tentara kerajaan demi melawan Browser pun, ia pun menunjukkan keberanian melawan putra sang Raja, Donkey Kong yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar.

 Ini baik sekali baik bagi anak laki-laki dan perempuan untuk tetap teguh saat menghadapi tantangan maupun mengatasi rasa takut dan cemas.  

  • Ketekunan

Di obstacle course, ia gagal berulang kali: jatuh ke lava, ditelan tanaman, terpental. Tapi ia bangkit, belajar dari kesalahan, dan terus mencoba sampai berhasil (meski tidak sempurna). Untuk anak-anak, ini mengajarkan bahwa gagal bukan akhir. Seperti main game Mario, satu nyawa habis? Coba lagi. Di dunia nyata, anak bisa terapkan saat belajar matematika susah, olahraga, atau ketika menghadapi bullying, jangan menyerah setelah satu kali gagal.

  • Persahabatan

Mario berteman dengan Toad si jamur kecil yang pemberani, Princess Peach sampai ke Donkey Kong yang tadinya menjadi rival. Ini mengajarkan toleransi, menghargai perbedaan budaya atau kemampuan. Bowser sebagai villain juga tunjukkan bahaya iri dan obsesi, berlawanan dengan nilai persahabatan.

3. Eratnya Hubungan Persaudaraan dan Keluarga 

Ikatan keluarga dan persaudaraan Mario-Luigi adalah jantung film. Mario rela menembus dunia yang berbahaya hanya untuk menyelamatkan adiknya, Luigi. Begitu juga Luigi, meskipun dia seorang penakut, dia berusaha menjadi berani demi kakaknya. Film ini mengajarkan kita bahwa mempunyai saudara atau sahabat sejati adalah kekuatan yang paling hebat di dunia. Kita harus saling menjaga dan tidak membiarkan satu sama lain sendirian saat sedang kesulitan. Untuk anak saya yang pas sekali dua bersaudara lelaki, ini mengajarkan loyalitas antar saudara.

4. Kerjasama Tim

Mario tidak sendirian. Ia mendapatkan bantuan Princess Peach untuk menyusun strategi, Toad untuk semangat, Donkey Kong untuk kekuatan, dan tentu saja Luigi untuk ikatan emosional. Di klimaks, kemenangan datang karena kolaborasi semua orang.  Anak-anak belajar bahwa meminta bantuan bukan kelemahan; justru kekuatan. Di kehidupan nyata, ini berarti diaplikasikan dalam kerja kelompok, bermain tim olahraga, atau membantu teman yang kesulitan

5. Kepemimpinan Princess Peach

Princess Peach, meskipun dalam gamenya adalah definisi sejati damsell in distress alias menunggu dan harus diselamatkan Mario, saya senang kali ini ia lebih pro-aktif. Menunjukkan girl-empowerment sejati. Setelah diselamatkan bangsa Jamur di masa kecil, ia membalas budi menjadi pemimpin yang sangat peduli pada rakyatnya. Dia tidak kabur saat Bowser datang mengancam. Dia justru melatih Mario dan memimpin pasukan Toad. Dia mengajarkan kita bahwa keberanian itu bukan berarti tidak punya rasa takut, tapi keberanian adalah melakukan hal yang benar meskipun kita sedang merasa takut.

❤❤❤❤❤

Sebagai film animasi yang penuh warna, aksi, dan nostalgia, The Super Mario Bros. Movie bukan sekadar hiburan ringan. Film ini hadir sebagai kontinuitas kisah sekaligus kejutan yang menyenangkan untuk para penggemar Mario sejak era NES hingga kini. Dari saya 8,5 / 10. Kalau ada kesempatan pengen mengajak duo Abang adik nonton sequelnya dj bioskop nih.

Posting Komentar