" ".

Review Love Me : Lebih dari Sekedar Kisah Cinta

Table of Contents

Hai Assalamu'alaikum 

Drakor Love Me ini bisa dibilang adalah anomali bagi saya, karena saya nonton episode 11 lanjut 12-nya dulu di tvN Asia. Meski tanpa baca sinopsis, saya pernah lihat poster promonya di sosmed, jadi bisa menebak-nebak sekiranya hubungan antara siapa berpasangan dengan siapa dan saya cukup suka ending-nya yang bittersweet.

Jadilah saya meluncur ke aplikasi si kuning buat nonton ulang dari awal. Hoahaha. Padahal, biasanya saya sudah malas duluan kalau nonton atau membaca buku jika sudah tahu bagaimana akhirnya. Ternyata cukup mengesankan meski tak janji bakal saya tonton ulang di masa yang akan datang.

Judul : Love Me

Judul Lain : 러브 미
Penulis Naskah : Park EunYoung, Park HeeKwon
Sutradara : Joo YoungMin
Pemain : Seo HyunJin, Yoo JaeMyung, Chang Ryul, Lee SiWoo, Yoon SeAh, Dahyun dll
Genre : romansa - melodrama
Tayang : 19 Desember 2025 - 23 Januari 2026
Jumlah Episode : 12
Durasi : 60 menit 
Jaringan : jtbc, tvN, VIU
Rating usia : 13+

Sinopsis

Adegan pembuka, kita langsung diajak ke kencan buta yang akward. Kemudian kita akan diajak berkenalan dengan keluarga Seo yang terpuruk akibat kecelakaan lalu lintas tragis yang membuat lumpuh total istri dan ibu mereka, Kim MiRan (Jang Hye jin), tujuh tahun yang lalu. Lebih menyayat hati, ketika tragedi kedua terjadi, sang ibu meninggal dunia. Peristiwa itu membuat setiap anggota keluarga terjebak dalam kesedihan dan kesepian masing-masing. 

Anak sulung perempuan Seo JunGyeong (Seo HyunJin), adalah seorang dokter kandungan yang tampak sempurna di luar namun menyimpan rahasia bahwa dia pernah lari dari keluarga akibat peristiwa tersebut.

Adik lelakinya, Seo JunSeo (Lee SiWoo), berkuliah pascasarjana sedang terjebak dalam kebingungan tentang masa depannya serta hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Ia punya seorang sahabat sejak kecil Ji HyeOn (DaHyun)

Sementara Seo JinHo (Yoo JaeMyung), ayah dari keduanya, bekerja sebagai kepala pusat masyarakat dengan senyum yang selalu menyembunyikan rasa sakit dalam hatinya. 

Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menemukan hubungan baru dan persahabatan yang membantu mereka untuk menyembuhkan luka masa lalu, menutup jarak yang ada di antara mereka, dan belajar untuk mencintai kembali diri sendiri serta orang lain. 

Review

1. Pemilihan Pemain yang Sangat Cocok dan Akting yang Mengesankan

Tak bisa dipungkiri, para aktor dan aktris yang membintangi Love Me memberikan kontribusi besar dalam kesuksesan drama ini. Yang mencuri perhatian saya adalah :

Seo HyunJin yang dikenal sebagai aktris dengan kedalaman emosi yang baik  berhasil membawakan karakter JunGyeong dengan luar biasa. Ia mampu menunjukkan sisi kuat dan mandiri JunGyeong di luar, serta kerentanan, kesedihan dan rasa kesepian yang tersembunyi di dalamnya. Saat JunGyeong harus menghadapi rasa bersalah berkaitan dengan kecelakaan sang ibu, ekspresi wajah dan gerakan tubuhnya benar-benar membuat kita merasakan emosinya.

Yoo JaeMyung sebagai JinHo juga tidak kalah hebat. Kita bisa melihat pertumbuhan karakter dari seseorang yang selalu menyembunyikan rasa sakitnya hingga akhirnya berani mencari kebahagiaan sendiri. Adegan di mana dia berinteraksi dengan Jin JaYeong (Yoon SeAh) terasa sangat hangat dan menyentuh.

Chang Ryul sebagai Joo DoHyun, tetangga JunGyeong yang bekerja sebagai komposer musik, membawa nuansa segar dan hangat ke dalam cerita. Chemistry dengan Seo HyunJin terasa sangat alami dan membuat saya merasa terpikat dengan hubungan mereka.

Dahyun TWICE yang memainkan peran HyeOn, editor penerbitan yang bercita-cita menjadi penulis novel dan teman masa kecil JunSeo, menunjukkan kemampuan akting yang menjanjikan. Meskipun ini adalah debutnya dalam drama Korea, dia mampu menyampaikan emosi karakter dengan baik dan membuat kita merasa terhubung dengan kisahnya.

2.  Cerita yang Mendalam dan Relevan dengan Realitas Hidup

Love Me lebih dari sekedar romansa, drama ini dengan cermat menggambarkan bagaimana rasa sakit dan kesalahpahaman dapat membuat anggota keluarga terpisah satu sama lain. Selain dinamika keluarga, ini adalah potret perjuangan individu dalam menghadapi trauma serta kesepian.

JunGyeong mencerminkan 'sindrom anak pertama perempuan' yang dimasyarakat (khususnya Indonesia) sering dituntut untuk selalu kuat. Diawal, Ia tampak begitu, sebagai lajang yang berkualitas (dokter lulusan Yonsei, salah satu universitas top Korea dengan karir stabil), namun kala pulang ke rumah dan sendirian, ia terlihat depresi akibat tekanan rasa bersalah karena pernah lari dari keluarga dan menghindari hubungan dengan orang lain karena takut akan rasa sakit lagi.

Selain itu, cerita juga mengangkat tema tentang pentingnya menerima diri sendiri dan berani mencari kebahagiaan. JinHo, yang selama ini selalu mengutamakan kebahagiaan keluarga daripada dirinya sendiri, akhirnya menyadari bahwa dia juga berhak mendapatkan cinta dan kebahagiaan, terlepas usia senjanya.

Di sisi lain, kisah JunSeo dan HyeOn menunjukkan bagaimana hubungan persahabatan dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam, namun juga penuh dengan tantangan karena ketidakpahaman dan rasa takut akan perubahan.

3. Sinematografi Cocok untuk Healing

Pengambilan gambar yang tenang dan lambat dengan sinematografi cukup baik cocok untuk healing tipis-tipis. Banyak adegan yang mengambil latar belakang di tempat-tempat yang indah, seperti saat JinHo pergi ke Pulau Jeju, memberikan nuansa yang hangat dan menyegarkan. Selain itu, musik yang digunakan dalam drama ini juga sangat tepat dan mampu meningkatkan emosi dalam setiap adegan.

4. Mengajak Kita Memaknai  Hubungan Kekeluargaan

Terlepas dari problematika keluarga Seo, hubungan DoHyun dengan putranya Daniel (Moon WooJin), yang baru datang dari Jerman juga seru. Bahkan bisa dibilang, ini adalah bagian yang membuat saya tertarik menonton dari awal, saya ingin tahu latar belakang mereka. Pengungkapan di bagian akhir yang cukup mengejutkan membuat kita memaknai eratnya hubungan keluarga. Bahwa pertalian darah bukanlah satu-satunya alasan seseorang bisa menjadi bagian dari keluarga.

5. Humor Cerdas

Meskipun genrenya melodrama, jangan salah sangka! Love Me punya selipan humor yang sangat witty. Biasanya datang dari interaksi canggung antar anggota keluarga Seo atau momen-momen "absurd" saat JunGyeong mencoba kencan buta (adegan pembuka yang saya maksud tadi, kocak abis!). Gaya bicaranya yang sinis tapi jujur sering kali membuat kita ngikik di tengah suasana haru.

6. Adaptasi Dengan Ciri Khas KorSel

Love Me adalah adaptasi dari serial Swedia berjudul sama. Senang sekali tim produksi berhasil menyulapnya menjadi sesuatu yang sangat KorSel namun tetap terasa universal. 

Beberapa hal yang membuat saya (tak sengaja) ketiduran :

1. Pacing yang Terkadang Terlalu Lambat

Karena sudah menonton bagian akhirnya, bagi saya, beberapa episode awal terasa agak membosankan karena terlalu banyak fokus pada pengembangan karakter dan latar belakang cerita. 

Misalnya, dalam episode 1 dan 2, cerita masih banyak mengisahkan tentang bagaimana keluarga Seo terpuruk akibat kehilangan ibu mereka dan bagaimana masing-masing anggota keluarga menghadapi kesedihan mereka sendiri. Meskipun ini penting untuk membangun dasar cerita, namun bagi sebagian penonton, ini bisa membuat mereka merasa kurang bersemangat untuk melanjutkan menonton.

2. Beberapa Subplot yang Kurang dikembangkan dengan Baik

Meskipun cerita utama tentang keluarga Seo cukup menarik dan dikembangkan dengan baik, beberapa subplot dalam drama ini terasa kurang lengkap atau kurang mendapatkan perhatian yang cukup. Misalnya, subplot tentang kehidupan profesional JunGyeong sebagai dokter kandungan hanya sedikit dibahas. Kita jarang melihat bagaimana dia bekerja di rumah sakit atau menghadapi tantangan dalam pekerjaannya.

Para karakter pendukung lainnya, seperti teman kerja JunGyeong terasa kurang memiliki peran yang jelas dalam cerita dan terkadang terasa seperti hanya ada sebagai pelengkap saja.

3. Beberapa Adegan yang Terlalu Klise atau Mudah Ditebak

Seperti banyak drama Korea lainnya, Love Me juga memiliki beberapa adegan yang terasa terlalu klise atau mudah ditebak. Misalnya, pertemuan tak sengaja antara JunGyeong dan DoHyun sebelum akhirnya saling tertarik satu sama lain. Meskipun adegan-adegan ini masih mampu menyampaikan emosi dengan baik, namun bagi penonton yang sudah banyak menonton drama Korea, rasanya kurang terkesan dengan perkembangan cerita tersebut.


Padahal, naskahnya ditulis oleh duo penulis yang menuliskan The Third Charm (2018) (yang menurut saya bagus, kecuali ending-nya) dan salah seorangnya, Park EunYoung mengadaptasikan novel the Trunk (2024) menjadi drakor yang dibintangi Seo HyunJin juga dengan luar biasa serta tak klise sama sekali.

4. Segmentasi Penonton Dewasa

Temanya yang cukup berat membuat penontonnya segmented. Tidak semua orang bisa related dengan drama ini. Saya yakin, kebanyakan yang mengikuti adalah penonton berusia dewasa menjelang paruh baya bahkan lebih. Padahal sebenarnya bagus juga ditonton generasi muda, sebagai gambaran kehidupan dewasa yang penuh lika liku.

5. Trigger Warning Bagi Penderita atau Penyintas Beberapa Tantangan Psikologis (imho : Depresi, Kecemasan atau Sudah Ditinggal Ibu)

Tak melulu adegan sadis atau brutal, adegan kesedihan dalam drama ini cukup menyesakkan. Bukan dalam artian mengharu biru ya, lebih ke depresi, minimal jadi memikirkan masalah hidup sendiri deh. 

Ada banyak isu psikologi lain yang diangkat, misalnya kelelahan mental sebagai caregiver orang sakit. Satu lagi, kehadiran bayangan atau arwah sang ibu yang telah tiada, sedikit banyak mungkin agak mengganggu untuk sebagian orang. Jadi, bijaklah sebelum menontonnya.

❤❤❤❤❤

Overall, bagi saya ---yang aslinya tak gampang terharu-- Love Me adalah drama Korea yang cukup baik dan layak untuk ditonton, terutama bagi penggemar kisah melodrama keluarga dan romansa yang mendalam dengan pesan yang positif. 8 / 10 poin dari saya.

7 komentar


Comment Author Avatar
4/24/2026 06:33:00 PM Delete
Baru tahu kalau mbak Annisa review K-drama loh. Aku belum nonton sih. Skip juga kalau pacenya terlalu lambat dan bikin ngantuk, atau sebaliknya bikin nangis...hehe...Aku jadi tahu deh intisari serial Love Me ini...
Comment Author Avatar
4/25/2026 12:10:00 AM Delete
waktu masih ongoing, saya maju mundur nih mau nonton
Karena gak ada satu pu aktris/aktor idola
ditambah rating AGB Nielson cuma 1 %, jadi mundur beneran deh :D
Comment Author Avatar
4/25/2026 06:33:00 AM Delete
Drakor yang melibatkan rasa yang terlalu dalam seperti LOVE ME ini memang bagai dua sisi mata uang yo Nis. Bisa jadi pembelajaran untuk kita-kita yang tak mempunyai masalah serius tapi bisa jadi trigger untuk yang sudah terikat dengan masalah kejiwaan atau yang sedang menghadapi masalah yang sama. Mereka seperti berkaca.

Aku suka para aktor yang bisa berperan maksimal dan mendalami penokohan yang mereka wakili. Biasanya kita jadi larut dan terlibat mendalam pada apa yang dialami oleh tokoh tersebut. Gak peduli apakah mereka populer atau tidak. Yang penting kemampuan actingnya.
Comment Author Avatar
4/25/2026 09:37:00 AM Delete
Kayaknya aku masuk ke segmen penontonnya. Mengingat sedang berada di fase liku kehidupan penuh drama terkait anak yang sudah di usia dewasa..., relate ya dengan kisah dramanya
Keren banget kalau drama adaptasi bisa dibuat dengan tetap membawa ciri khas lokal tanpa meninggalkan tema universal
Comment Author Avatar
4/25/2026 11:16:00 AM Delete
Drakor begini nih yang dibutuhin buat self-healing. Cerita cinta yang bikin kita belajar buat lebih sayang sama diri sendiri juga. Inget banget beratnya momen jadi caregiver ibu yg sakit lama, ketika keluarga yg lain taunya cuman ngirim duit aja, padahal caregiver juga butuh metime sesekali huhu...
Comment Author Avatar
4/25/2026 11:29:00 AM Delete
Sebagai individu yang juga gak gampang terharu, saya jadi penasaran sama kdrama ini. Lebih ke penasaran, apakah beneran bisa berhasil membuat pertahanan haru biru saya jebol hahaha.
Comment Author Avatar
4/25/2026 11:53:00 AM Delete
Tema yang diangkat di drama ini terbilang familiar, jadinya penonton merasa lebih dekat. Walau sih romance-nya yang bakalan ketebak, soalnya pilihan romance antara jadi atau nggak sih ya hehe. Daku belum nonton sih kak drakornya.