Warna Iris Mata Mengalami Perubahan? Waspadai Katarak
Hai, Assalamu'alaikum
Secara genetik, di keluarga besar ayah saya seiring bertambahnya usia maka warna iris akan berubah menjadi keabu-abuan dalan bentuk melingkar. Ketika hal serupa akhirnya mulai nampak dialami ayah, tentu saja, reaksi pertama ibu dan adik saya ---yang seorang dokter-- segera mengajaknya melakukan pemeriksaan katarak. Karena tampilannya memang mirip orang yang terkena katarak.
Kekhawatiran yang cukup beralasan, karena banyak orang yang terkesan menyepelekan katarak padahal tidak ada yang sepele dari sesuatu yang menimpa mata kita, salah satu organ terpenting.
Katarak dan Sephia Sindrom
Singkatnya katarak adalah kondisi di mana lensa mata kita yang biasanya bening laksana kaca jendela bersih, menjadi keruh seperti kaca yang terkena kondensasi. Fungsi lensa mata yang memfokuskan cahaya ke retina menjadi terganggu akibat kekeruhan itu. Oleh karena itu penglihatan kita menjadi buram.
Kenapa Banyak Orang Yang Tak Menyadari Terkena Katarak?
![]() |
| Sumber ilustrasi : Canva |
Karena prosesnya terjadi perlahan bahkan mungkin tanpa disadari. Sampai disuatu masa timbul kesadaran akan perubahan warna ketika memandang sesuatu. Katarak bertindak ibarat filter Instagram "Earlybird" yang permanen. Ia menyerap spektrum cahaya biru dan ungu, membuat dunia tampak hangat, kusam, dan kekuningan. Kesannya tidak signifikan namun ternyata secara psikologis, ini sangat memengaruhi suasana hati (mood). Ternyata, pengelihatan yang menjadi gaya sephia ini bisa menimbulkan depresi ringan yang sering dikira hanya karena faktor usia, padahal itu karena otak kekurangan stimulasi warna biru yang menyegarkan.
Jika didiamkan maka penglihatan akan hilang sepenuhnya alias mengalami kebutaan. Kehilangan penglihatan secara permanen bisa terasa seperti kehilangan koneksi dengan dunia.
Sisi baiknya, katarak tidak menular. Jadi, seandainya terdeteksi di kedua bola mata, bukan berarti terjadi penularan.
Mengenal Karakter Katarak
Katarak karena Umur
Jenis paling banyak terjadi, biasanya muncul ketika kita sudah masuk usia emas (di atas 60 tahun).
Katarak Sekunder
Muncul karena disebabkan penyakit lain seperti komplikasi diabetes atau tekanan darah tinggi, atau juga bisa jadi efek setelah operasi mata lain misalnya glaukoma.
Katarak Traumatis
Disebabkan karena mata pernah kena benturan atau trauma. Bisa muncul langsung atau baru beberapa tahun setelah kejadiannya.
Katarak Akibat Radiasi
Ada kemungkinan terjadi jika mata pernah terpapar radiasi, misalnya pas lagi mengobati kanker dengan terapi radiasi.
Katarak Kongenital
Bisa terdeteksi sejak lahir. Penyebabnya adalah bisa karena faktor keturunan atau karena ibu terkena infeksi pas lagi hamil.
Faktor Terkena Katarak
Faktor yang Tak Bisa di Ubah
Usia: Makin tua makin besar risikonya. Sebagian besar orang di atas 60 tahun punya tanda-tanda awal katarak, meskipun belum tentu mengganggu penglihatan.
Faktor keturunan: Jika ada keluarga yang pernah kena katarak, maka kita juga punya risiko yang lebih tinggi. Jadi seperti "warisan" yang tak diharapkan tapi tetap bisa datang.
Cedera atau operasi mata terdahulu : Kalau mata pernah kena benturan atau pernah di operasi, misalnya karena glaukoma, bisa saja jadi lebih rentan kena katarak.
Faktor yang Bisa di Kendalikan, Jadi Ubah Gaya Hidup :
- Pakailah kacamata hitam yang punya sertifikasi buat menyaring 100% sinar UVA dan UVB. Pilih yang bingkai lebar atau model yang menutupi mata secara keseluruhan.
- Pakai topi atau payung buat tambahan perlindungan.
- Usahakan berlindung di tempat teduh saat matahari bersinar terik
- Berhenti merokok
- Hindari minuman beralkohol
- Jaga berat badan ideal: Olahraga secara teratur dan makan makanan sehat agar tetap sehat dan tidak kegemukan. Menurunkan resiko terkena diabetes dan tekanan darah tinggi
- Kontrol Penyakit : Jika sudah terkena diabetes atau tekanan darah tinggi, rutinkan minum obat sesuai resep dokter, makan makanan yang tepat, dan periksa kesehatan secara berkala. Jangan sampai terjadi komplikasi
- Makan banyak makanan yang kaya antioksidan yaitu kandungan vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Banyak terdapat dalam Sayur hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli; Buah-buahan berwarna cerah kayak jeruk, stroberi, dan mangga rasanya enak dan baik buat mata; Telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian; Ikan salmon dan tuna yang kaya omega-3 yang sangat baik buat kesehatan mata.
- Jangan terlalu sering makan makanan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan garam ya! Selain bikin kamu mudah gemuk, juga bisa bikin risiko kamu kena katarak jadi lebih tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Katarak
Apakah katarak bisa sembuh tanpa operasi?
Sampai saat ini, operasi adalah satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan katarak. Obat tetes atau suplemen biasanya tidak dapat menghilangkan kekeruhan pada lensa mata dan hanya memperlambat gejalanya saja.
Apakah operasi katarak berbahaya?
Operasi katarak termasuk salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan di dunia dan memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Namun seperti semua prosedur medis, tetap ada risiko yang perlu dibicarakan dengan dokter mata.
Berapa lama pemulihan setelah operasi?
Setelah di operasi, pasien dapat melihat dengan lebih jelas dalam beberapa hari, meskipun pemulihan penuh biasanya memerlukan beberapa minggu.
Apa saja tips-tips praktis dari mereka yang sudah menjalani operasi?:
Mencuci rambut: Agar saat keramas air tak masuk ke mata, pakailah kacamata renang atau pergi ke salon untuk creambath.
Latihan Menunduk: Setelah operasi tidak boleh menunduk untuk mengambil sesuatu yang jatuh. Jadi siapkan penjepit atau alat pengambil barang jarak jauh sebelum hari operasi.
Pemakian Tetes Mata: Atur alarm untuk 3 jenis tetes mata berbeda tanpa membuat stress.
Alhamdulillahnya, setelah menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan dengan seorang dokter mata, ayah saya tidak mengalami katarak. Mata beliau memang mengalami perubahan warna namun dianggap normal untuk seseorang yang berusia lanjut.
_20260308_121036_0001.png)
_20260308_121034_0000.png)
Posting Komentar