" ".

Review Yumi's Cell 3 : Pesona dibalik Berondong Introvert

Table of Contents


 Hai Assalamu'alaikum. 

Saya tuh baca webtoon Yumi's Cell secara kasual saja. Ketika diadaptasikan menjadi drama beberapa tahun yang lalu pun, saya nonton hanya season perdananya. Ketika musim dua tayang, Saya masih susah move on dari Goo Woong (Ahn BoHyununtuk mengikuti cinta Yumi dan Yoo Babi / Bobby (JinYoung) yah selain namanya juga bikin saya sedikit ilfil Hoahaha).

Setelah nyaris empat tahun menanti akhirnya Yumi's Cell dibuatkan season terakhirnya.  Pembaca webtoonnya sudah mengantisipasi kehadiran dari cinta sejatinya Yumi, Shin SoonRok. 



Yumi's Cell 3
Judul Lain 유미의 세포들 시즌3
Penulis Naskah Lee DongGun (webcomic), Song JaeJung, Kim KyungRan
Sutradara Lee SangYeob
Pemain Kim GoEun, Kim JaeWook, Jun SukHo, Lee Youbi, Cho HyeJung, Choi Daniel, dll
Genre  Komedi Romansa
Tayang  13 April - 5 Mei 2026
Jumlah Episode 8
Durasi 60 menit
Jaringan TvIng, tvN, HBO Max
Rating Usia 13+

Sinopsis 

Kini Kim Yumi (Kim GoEun) telah menjadi seorang penulis yang sukses. Novel romantisnya cukup terkenal. Selain kecukupan materi, ia kini telah memiliki seorang asisten penulis sendiri. 

Sayangnya kehidupan Yumi yang monoton membuat sel-sel di dalam otak Yumi semakin lama semakin kurang variatif. Sel-sel Yumi sebagian besar mengalami tidur panjang. Yang cukup aktif hanyalah sel penulis yang kini menempati suatu gedung yang elit. 'Desa' inti Yumi yang dulu begitu berwarna dan penuh aktivitas serta gairah sekarang terasa sepi dan suram. 

Yumi pun masuk masa writing slump. Untuk membangkitkan hasratnya kembali ia telah melakukan berbagai cara. Bahkan di episode pembuka ini kita melihat Yumi terjun payung bersama dengan PD-nya. Awalnya, seluruh sel Yumi ikut excited namun tetap saja ia belum berhasil mendapatkan inspirasi untuk menulis novel romansanya. Malah terjadi konflik internal dikala sel-sel Yumi yang lebih logis memarahi sel penulis yang sampai harus bela-belain nyaris mengorbankan jiwa raga Yumi demi mendapatkan inspirasi.  Hoahaha.

Yumi yang telah cukup lama tidak memiliki kekasih pun mengalami 'hati yang mendingin'. Sel-sel Yumi panik, jika semakin lama dibiarkan maka Yumi akan semakin mati rasa dan hampa. Sel rasional berusaha keras membangunkan teman-temannya tapi usahanya masih belum menampakkan hasil. Malah sel emosi Yumi mulai gejala yang sama dengan sel-sel yang pergi tidur yaitu semakin mudah kelelahan dan merasa mengantuk. 


Namun semua kondisi itu perlahan terusik ketika Yumi mendapatkan PD baru untuk proyeknya. PD tersebut bernama PD Shin SoonRok (Kim JaeWon). Ketampanannya membuat asisten penulis, Baek NaHee (Cho HyeJung) langsung menyukainya tapi entah kenapa Yumi sendiri merasa kurang sreg. Pria itu terlalu pendiam, dia hanya menjawab apa yang ditanyakan dengan sopan. Sikapnya yang dingin dan kaku membuat Yumi merasa usahanya untuk membuka percakapan seolah diabaikan

Ketidaksukaan Yumi kepadanya pun bertambah ketika mereka mulai membahas soal pekerjaan. SoonRok memprotes pilihan Yumi untuk mengangkat kisah tentang anjing ras Maltase bernama Koko yang dititipkan teman lama Yumi, Ruby (Lee YooBi). Menurut SoonRok kisahnya jadi kurang realistis karena Yumi membuat si anjing tampak jenius padahal secara umum ras tersebut terkenal kurang pandai dibandingkan ras lain.

Masih ada lagi hal-hal absurd yang membuat Yumi perlahan menjadi membenci SoonRok. Suatu malam setelah pertemuan pertama mereka, Yumi ingin membeli bunggeopang (kue ikan dengan isian kacang merah atau versi modern fla aneka rasa) isi strawberry custard favoritnya. Sayangnya ketika Yumi tiba di warung tersebut ternyata SoonRok sudah memborong semua varian rasa favorit Yumi. 

Yumi kesal dan berusaha 'balas dendam' dengan kekanakan. Perlahan, kehidupan Yumi jadi bergairah dan satu momen tiba-tiba terjadi. Sambaran petir terjadi di desa para sel. Mereka sempat awalnya panik dan khawatir, namun perlahan sel rasional menjadi senang karena para sel yang tertidur perlahan bangkit. Mereka merayakan cinta bertepuk sebelah tangan Yumi pada SoonRok.

Review 

"Alasan kenapa cinta selalu penuh kejutan adalah karena tak pernah ada cinta yang persis sama. Soon-rok adalah sosok yang berbeda. Menghadapi pria dengan prinsip cinta yang jauh berbeda, apa gunanya aku menjadikan pengalaman masa laluku sebagai patokan?"~Kim YuMi

Meski skip season 2, saya penasaran banget dengan musim pamungkas ini. Karena masih terbayang sampai sekarang  adegan di webtoon ketika SoonRok membayangkan sekedar jadi tamu di pernikahan Yumi bila tak kunjung mengakui perasannya.

Hal-hal yang saya sukai:

1. Sel-sel yang Realistis dengan Animasi Terbaik

Lupakan dua film Inside Out atau Cell's at Work versi live action (2025). Menurut saya, kali ini animasi dan interaksi sel di desa Yumi lebih baik. Ya.. subjektif sih ya. Soalnya saya memang penggemar animasi KorSel yang punya ciri khas (maklum alumni nemanin Abang Z kecil nonton Tayo, Robocar Polli dan Pororo bermusim-musim, Hoahaha).


Desa sel milik SoonRok pun sangat menarik. Didominasi hamparan salju, karena nama SoonRok itu artinya rusa kutub, kota bernuansa natal yang didominasi sel berwana kuning bikin suasana makin cerah 

Ada satu momen yang saya rasa para sel ini sebenarnya realistis banget. Perubahan mood Yumi dianalisa para sel dengan kecurigaan Yumi sedang mengalami masa-premanopause. Saya benar-benar sudah lupa apakah ini bagian dari webtoonnya tapi menurut saya ini related banget dengan pembaca Webtoon Yumi's Cell.

Anggaplah yang mengikuti ketika ongoing di naver atau dalam versi Indonesia agak mundur sedikit itu di tahun 2015 (tapi saya sendiri baru tertarik baca tahun 2019) berusia dewasa muda. Jadi, ya sekarang usianya memang sekitaran sepantar Yumi, 35 tahun.

Cara Yumi memandang dunia pun telah mengalami sedikit banyak perubahan. Sel inti Yumi adalah sel cinta. Jadi perasaan cinta gampang mendominasi kehidupannya. Tapi kini ketika jatuh cinta, jauh berbeda. Kalau di musim pertama Ia--yang masih polos dan mudah jatuh cinta--tertarik pada Woong setelah bertemu sekali, di musim kedua dia masih emosional sementara di musim ini Yumi lebih dewasa. Nampak dalam sikapnya yang lebih tenang, percaya diri dan juga rasional. 

Yumi tidak terbuai perasaan dan menyisakan ruang rasional untuk melindungi perasaan dan dirinya sendiri. Belajar dari pengalamannya terdahulu, Yumi sudah tahu cinta seperti apa yang dicarinya--tak masalah jikalau harus bertepuk sebelah tangan--serta yang harus dihindarinya.

Salah satu adegan favorit saya adalah ketika Yumi mengkonfrontasi langsung penulis Kim JuHo (Choi Daniel) yang terlihat mengejarnya tapi memanfaatkan SoonRok sebagai alasan untuk pergi bersama Yumi ke toko buku dan malamnya ke bioskop. Yumi berterus terang, ia tak tertarik dan cara penulis Kim itu salah. 

2. Memahami Introvert 

Sejak tren MBTI dan beberapa kali ikut tes onlinenya, selama ini saya percaya saya adalah extrovert sejati sesuai hasil yang selalu muncul, bahwa saya itu 'E'. Sejujurnya iya di waktu masih muda tapi perlahan saya merasakan perubahan ke arah ambivert. Saya masih punya energi sosial yang tinggi tapi saya memang butuh waktu me-time untuk me-recharge energi tersebut. Jadilah saya sulit memahami kepribadian introvert.

Dari dulu jika punya teman yang saya rasa demikian, saya selalu mencari cara agar mereka bisa lebih aktif berbaur dan 'lebih' punya kehidupan sosial. Entah sikap saya dianggap annoying, setelah melihat POV SoonRok perlahan saya jadi lebih memahami bahwa introvert itu memang tak bisa dipaksakan untuk aktif secara sosial. Sehari-hari mereka hanya mengaktifkan sel rasional dan ibarat ponsel, hidup dalam  battery-saving mode alias mode hemat daya. 

Yumi pun tertarik pada SoonRok yang berbeda dengan Woong yang canggung tapi manis atau Babi yang terlalu dianggap ideal karena romantis dan perhatian. SoonRok diawal mungkin terlihat terlalu kalkulatif, dingin bak kulkas empat pintu serta memasang tembok pemisah yang tebal. Ia tak suka mencampurkan kehidupan pribadi dan profesionalnya.

Namun ketika berada di zona nyaman--misalnya rumahnya sendiri--desa sel SoonRok jadi sangat aktif dan menyenangkan. Saya pun jadi paham, bila berdekatan dengan seseorang yang benar-benar disukai, energi SoonRok pun bisa terpulihkan meski ia tidak berada di zona nyaman.

Saya sempat baca, sutradara Yumi's Cell 3 memilih JaeWon sebagai SoonRok setelah melihat ia berperan di drakor sebelumnya. Tebakan saya sih di King's The Land (2023), karena jujurly pas nonton itu saya sulit banget mau menamatkan tapi pasangan favorit saya justru RoWoon dan PyeongHa. Lucunya, saat nonton dulu saya tuh sempat ngebatin ini tokoh RoWoon jadi berondong gini kayak pernah baca di webtoon mana gitu tapi lupa karena kebanyakan judul yang dibaca. Makanya, pas pengumuman casting beliau jadi SoonRok langsung dapat aha moment dong, saya. Hoahaha inilah karakter dari webtoon si berondong premium itu. Yang awalnya dingin, sulit di tebak tapi perlahan selalu membela si noonim-nya. 

3. Kisah Cinta  yang Hangat

Chemistry Kim GoEun dan Kim JJaeWon hangat banget. Dari yang awalnya sebel  sampai tiba-tiba naksir terasa perbedaan interaksi yang cukup dalam dari Yumi. 

Sebagian besar penonton sudah dapat spoiler bahwa SoonRok adalah endgame Yumi, tapi melihat prosesnyalah yang menghangatkan hati.

Mereka memang sempat salah paham karena prinsip-prinsip SoonRok, diantaranya tidak mencampuradukan pekerjaan dan pribadi dan tidak memberi komentar diluar pekerjaan. Tapi perlahan-lahan SoonRok pun mengakui kehadiran Yumi menjungkirbalikkan dunianya.

4. Kembalinya Wajah Familiar

Wajah yang terasa akrab dan nama Baek NanHee sedikit banyak mengingatkan saya akan kehadiran Cho HyeJung di Drakor Weightlifting Fairy Kim Bok Joo (2017). Sebagai Jung NanHee salah seorang dari dua sahabat karib BokJoo saat itu penampilannya menarik perhatian saya. Sayang karirnya ikut tersendat karena terpengaruh skandal sang Ayah, aktor--yang saat itu cukup laris dan terkenal--Cho JaeHyun. Saat itu atas desakan publik sang ayah mundur dari dunia keartisan dan perannya sebagai professor drama setelah dituntut melakukan pelecehan oleh staf drama dan aktris pendukung. 

Senang sekali, sekarang Ia pun makin matang. Meski adegannya tak terlalu banyak sejauh ini, bagi saya Ia tetap bertahan dan mendapatkan peran patut diapresiasi. Karena bagaimanapun yang salah kan ayahnya. 

5. Humor LOL, Romansa OK

Selain interaksi para cell, kehadiran tokoh Penulis Kim yang annoying pas menjadi sumber komedi. 


Humornya menghibur dan lumayan fresh. Kecupan tak sengaja dari bibir ikan si bunggeopang yang sedang di makan SoonRok secara tak sengaja ke pipi Yumi menjadi salah satu momen paling manis sekaligus lucu dalam sejarah saya nonton K-drama. 

6. Faktor Teknis Mumpuni

Suka banget dengan set studio Yumi yang modern. Begitu pula rumah SoonRok sampai ke kegiatan Yumi saat di Busan. Adegan luar ruangannya juga bagus pengambilan gambarnya.

Scoring dan OST-nya terasa Yumi banget

Tone warna di dunia nyata cenderung netral dengan sentuhan hangat kontras dengan keceriaan warna-warni animasi di dunia sel. Pacing-nya pas, agak slow di bagian glomny dan lumayan sat-set untuk kemajuan cerita.

7. Pesan Moral Mendalam

Wajar saja jika Yumi's Cell berjalan webtoon-nya hingga lima tahun dan adaptasi layar peraknya sampai tiga musim. Bersama Yumi, kita jadi lebih memahami diri sendiri. 

Apa yang kita inginkan atau lakukan kadang-kadang sudah mengalami perdebatan internal mendalam. Contohlah sel-sel Yumi atau SoonRok yang selaku mengadakan rapat besar bila terjadi hal luar biasa.

Dari kisah cinta Yumi, kita jadi dapat gambaran bahwa jodoh itu kadang datang tak terduga. Bisa saja dengan seseorang yang usianya berselisih cukup jauh (dalam drama Yumi 35 tahun, SoonRok baru ultah ke-29) atau dengan orang yang awalnya kurang disukai. Yang penting proses yang kita alami ketika jatuh cinta itu sendiri. Tak perlu banyak kejadian spektakuler. Menjalani hari-hari dalam pekerjaan, berkendara bersama, makan dan main game console pun bisa menjadi hal-hal seru yang memiliki cinta itu.

❤❤❤❤❤❤

Saat saya membuat tulisan ini, tinggal dua episode pamungkas lagi. Iya, kurangnya tuh Yumi's Cell 3 hanya delapan episode saja. Banyak pembaca setia webtoon yang mengkaitkan dengan beberapa scene SoonRok sudah pernah dialihkan pada Woong atau Babi dahulu. Saya sih--kalau kata orang Melayu--dah tak kuase nak cek ulang. Secara ada banyak banget episode  webtoon-nya, meski tak sepanjang judul lain tapi teteup saja... 

8.5
MyDramaList Score
avg 2%
NielsenRating
No 6 drakor terpopuler
Hbo Max
1,2K+
Watchers MDL

Ohya, kalau belum nonton musim sebelumnya, menurut saya masih bisa koq mengikuti musim ini. Karena ini mirip mini reboot. Yumi sudah keluar dari kantornya dan orang-orang yang ditemuinya tak terlalu banyak membicarakan masa lalu.

TOTAL SCORE / RATING
8,25
dari skala 1 - 10

7 komentar


Comment Author Avatar
5/04/2026 09:20:00 AM Delete
Wah emang beda kalo baca review Mbak Annisa yang udah "kaffah" karena baca webtoon-nya dan sekarang dramanya
Dulu waktu masih season 1, saya skip (lupa alasannya) padahal saya suka banget Kim Go-Eun
sekarang baru nonton episode 1 belum lanjut karena masih ngebayangin Kim Jae-Won jadi gigolo di The Art of Sarah :D
Comment Author Avatar
5/04/2026 12:19:00 PM Delete
Waktu nonton Inside Out, aku udah terpana liat emosi manusia bisa segitu berinteraksinya. Ternyata ada yang lebih BOOM dari itu. Yumi's Cell malah lebih detail dan bisa bertahan 5 tahun🫨
Comment Author Avatar
5/04/2026 07:26:00 PM Delete
Berkaca kepada tokoh Yumi, saya merasa related juga. Bahwasanya lama menyendiri itu jadinya merasa nyaman dan jadi enggan untuk memulai hubungan yang baru
Sebenarnya kembali kepada pribadi masing-masing ya tapi buat saya itu jangan sampai dicontoh
Saat usia semakin bertambah yakin kesepian yang sesungguhnya bakalan terasa menggerogoti setiap nafas perjalanan
Comment Author Avatar
5/04/2026 11:45:00 PM Delete
Pertanyaan saya terjawab di bagian akhir artikel ini. Saya belum pernah nonton 1 episode pun dari season 1. Tapi, teman saya bilang semua seasonnya bagus. Cuma ya saya pengen cobain nonton dari season 3 dulu, tapi ragu takut gak paham. Ternyata gak akan bingung ya kalau langsung loncat menonton dari season 3.
Comment Author Avatar
5/05/2026 05:40:00 AM Delete
Oalah jadi drama ini tuh sebenernya self-healing banget ga sih. Kita jadi diajak ngobrol sama diri sendiri lewat visualisasi sel-sel itu. Jadi pengen punya sel 'Laper' yang selucu itu biar kalau makan nggak ngerasa bersalah, hahaha
Comment Author Avatar
5/05/2026 07:46:00 AM Delete
Lengkap dan detil sekali...selalu menarik ulasan Mba Nisa ini...
Episodenya ada 8 seperti terlalu sedikit ya, namun secara keseluruhan aku rasa begini malah bisa dinikmati dan konsisten dengan kualitas dua musim sebelumnya
Comment Author Avatar
5/05/2026 01:44:00 PM Delete
Aku belum samo sekali nonton Yumi's Cell. Walaupun aku penggemar Go-eun. Ternyato diangkat dari webtoon dengan sentuhan futuristik yo Nis. Ini mungkin yang bikin aku menunda karena genre ini tuh dak masuk dalam prioritas kualifikasi aku untuk nonton drakor. Tapi ternyato lumayan seru ye. Ah cubo aku nonton dari seri pertamo dulu.