" ".

Recap dan Review Perfect Crown Episode 10

Table of Contents



Ayah HuiJoo memintanya menanggung semua dan meninggalkan Ian jika ingin menyelematkan pria itu. Menurut ayahnya saat ini HuiJoo hanya jadi kelemahan Ian. Jika dirinya menghilang, maka pihak oposisi tak akan punya sasaran lagi dan Ian bisa melawan dengan seluruh kemampuannya tanpa terbebani HuiJoo. HuiJoo mengepalkan erat dua jemarinya sambil menghapus air matanya. Ia berusaha mengganti jawabannya dan ingin menyelamatkan dirinya sendiri. Itu pun berujung meninggalkan istana, "Keluarlah dari lubang neraka itu, janganlah lebih terluka lagi." Ayahnya berkata lirih dan HuiJoo hanya bisa menangis. TaeJoo dan DaYeong nampak prihatin.

Sekembalinya di Ahnwandang, Dayang Choi menyambut kedatangannya dan memberitahu Ian menunggu di dalam. Setelah pelukan hangat yang membuat Ian girang bak mendapat hadiah,  "Aku ingin bercerai. Kamu sudah tidak punya apa-apa yang bisa kamu tawarkan padaku. Aku harus melindungi warisan dan perusahaan ayahku."

Ian terdiam, menjauhkan istrinya untuk bisa menatapnya lebih baik lalu bertanya kenapa. HuiJoo menancapkan pisau lebih dalam, ia mengingatkan Ian bahwa dulu ia pernah berjanji tidak akan membelenggunya. Ian memohon agar ia berhenti. Tapi HuiJoo tidak berhenti. {Ini salah satu adegan paling menyiksa menonton IU dan WooSeok sebagai dua orang yang saling mencintai tapi terluka oleh orang yang sama: diri mereka sendiri.}

Ian pergi ke kamar mendiang abangnya. Meski sudah diperingatkan Dayang Choi, saat ini ia ingin sendiri  Ia merenung mengingat bagaimana dulu ia pernah menyebut kakaknya lemah karena tidak bisa hadir untuk Ibu Suri selaku istrinya. Sekarang, ia baru memahami beratnya posisi itu dari sudut pandang seorang suami yang tidak bisa berbuat apa-apa. Ian punulai tersedu mengiris hati.



Keesokan harinya, HuiJoo mendatangi Ian yang berkerja semalaman. Ian melihat kegelisahan di mata HuiJoo dan langsung bertanya apa maunya. HuiJoo minta izin hadir dalam sidang dewan kerajaan dan Ian mengizinkan. Berempat dengan Hyeon dan HyeJeong, Pasangan Agung melangkah maju.

Tuan Inpyeong membuka pembicaraan dan langsung mengulangi perintah kabinet bahwa Ian harus mundur dari tugas kerajaan. HuiJoo--dalam mode pebisinis tangguh---mengangkat lengannya dan secara resmi memohon agar dewan menyetujui perceraiannya dari Ian. Ia mengaku semua adalah kesalahannya, bukan Ian, dan meminta gelar kerajaannya dicabut agar Ian bisa terbebas dari skandal. Jika gelarnya dicabut maka PM Min (yang dipanggilnya PM Min ! Minimal Ian senang nih, meski konteksnya memang sedang di acara resmi) bisa melaksanakan penyelidikan penuh padanya karena Ia sudah bukan anggota keluarga kerajaan lagi.

Rupanya, sebagai bagian dari strategi HuiJoo, TaeJoo--yang disokong istrinya--- menggelar konferensi pers mendadak di Castle Grup.




TaeJoo yang awalnya sebenarnya gugup tersulut kemarahannya (sampai buka dan banting jas Hoahaha) karena para wartawan sampai mempertanyakan kebenaran HuiJoo pingsan di hari pernikahannya. Mereka menganggap ini hanya tipuan.  

TaeJoo dengan slay {mirip HuiJoo sebenarnya bahasa witty dan gaya menyebalkannya Hoahaha}. menjelaskan bahwa dari awal keluarga mereka juga menantang pernikahan ini, mereka melarang HuiJoo berhubungan dengan Ian dan fokus saja pada pekerjaannya tapi mau bagaimana lagi? Mereka dimabuk asmara.

Ketika ada yang menginterupsi, jika saling mencintai kenapa ada klausul perceraian dalam tiga tahun,  dengan lihai TaeJoo mengingatkan bahwa sejak awal pihak kerajaan lah yang sangat menentang hubungan ini. Jadi sebagai Abang yang sangat ingin melindungi adik perempuannya, kontrak dibuat atas idenya. Sambil tertawa sinis TaeJoo bilang mungkin sekarang mereka saling cinta, tapi itu bisa pudar, diracun di hari pernikahan adalah salah satu alasan kuat (adiknya barangkali mau cerai dimasa yang akan datang).

Lagipula pengikatan itu hanya dibuat dibawah tangan, tak pernah dilegalisir secara resmi sehingga tidak pernah sah secara hukum. Tapi bagaimanapun, (sambil menatap tajam ke kamera), "Jika ada yang menulis tentang hoax atau terori konspirasi, aku berjanji akan menyimpan semuanya dalam bentuk PDF!" Tegasnya 

(Sang Abang. MVP yang tidak disangka-sangka. Muncul di saat paling tepat sambil bawa fakta dengan cara yang khas mereka banget : 1. Grup Castle tetap solid. Sesuai perkataan DaYeong pada Jaegyeong waktu itu bahwa TaeJoo menyayangi adiknya dan akan menuntut semua pihak yang merugikan HuiJoo, termasuk wartawan yang menulis berita spekulatif.

2. HuiJoo dan Ian menikah karena saling mencintai. Perceraian hanya akan terjadi jika HuiJoo ingin keluar dari pernikahan karena HuiJoo tidak mendapat keuntungan apapun terutama berbentuk materi. Jika itu terjadi HuiJoo akan melepaskan semuanya. Toh, Ia sudah kaya raya.)

Tim eksekutif memeriksa draft dari tim humas yang menghighlite hal-hal tersebut. Di Ahnwandang, 'keluarga' baru HuiJoo dari dari kediaman pribadi rupanya ditarik  menggantikan pengurus lama. Pengurus Kim, adiknya dan seorang staf pagi bertepuk tangan meriah kala menonton konpres tersebut bersama Dayang Choi. Mereka yakin Ian dan HuiJoo adalah cinta sejati dan endgame bagi satu sama lain. 



Tepat saat konferensi pers itu berlangsung, sidang masih berjalan. DaYeong berkoordinasi dengan Hyeon dan HuiJoo menyampaikan hasil konferensi pers itu sebagai bentuk tanggung jawabnya. Minimal publik terutama sponsor pernikahan mereka yang menghabiskan banyak biaya, tidak merasa di rugikan. HuiJoo pun berjanji konsekuensi dimasa yang akan datang pun akan ditanggungnya seorang diri. Oleh karena itu pembicaraan omong kosong tentang Ian yang harus mundur dari posisinya sebagai regent dan melepaskan kegiatan kerajaannya harus dihentikan.

Kembali ke ruangan yang dihiasi lambang rembulan (sisi HuiJoo) dan mentari (sisi Ian), PM Min bertanya apakah Ian juga berpikir jika perceraian terjadi, Ia bisa menjadi kebanggaan tahkta lagi? Ketika posisi terasa makin panas, Ian yang sejak tadi hanya diam, mengangguk ke arah HyeJeong dan rombongan sekretariat kerajaan masuk ke ruang sidang. Kehadiran mereka adalah membawa titah raja IYoon, keponakan Ian yang masih bocah itu, secara sukarela turun takhta dan menyerahkan mahkota kepada Ian.

Flashback setelah Ian menangis di kamar abangnya. Ia bertekad tidak ingin jalan hidupnya sama dengan sang Abang. Ia membuka peti berisi jubah naga berwarna merah miliknya--sesuatu yang diserahkan sebagai hadiah terakhir dari abangnya itu--sesaat sebelum kebakaran yang merenggut nyawanya terjadi. (Hanya Dayang Choi dan Hyeon yang tahu tentang jubah naga ini). 

Setelahnya, ia menuju ke kamar keponakannya. IYoon menerimanya lalu Ian meminta kembali tahkta yang menjadi haknya dan Raja kecil itu dengan girang mengembalikannya (karena ia tahu benar keinginan asli sang ayah).

Pembacaan titah itu seolah bercampur antara suara IHwan dan IYoon. Sedih mendengar alasan IHwan ingin mundur karena merasa terbebani  secara fisik maupun mental dan ia ingin melindungi putranya yang masih terlalu kecil dan lemah. Untunglah langit memberkati kerajaan dengan kehadiran Ian yang arif dan bijaksana serta mampu mengemban takdir langit.

Tuan Inpyeong terlihat murka dan mencoba mempertanyakan legitimasinya. Ia pun berteriak hendak menemui cucunya terlebih dahulu

Tapi Ian dalam posisi masih sambil berlutut  dengan tenang menyahut, "Kamu punya keberanian dari mana untuk mempertanyakan titah paduka?"

Sesuai adat, Ian menolak titah tersebut. Ini adalah penolakan pertama dari tiga yang wajib dilakukan sebelum ia bisa menerima takhta.

Ketika keluar dari ruangan, HuiJoo yang sejak pembacaan dekret abdikasi hanya bisa menatap Ian berusaha mengejar suaminya yang pergi dengan langkah panjangnya.

"Jaga.. Tunggu sebentar" Huijoo menahan lengannya namun segera melepaskannya kala melihat kilatan tatapan yang belum pernah dilihatnya selama ini. 

"Kau bilang sudah muak kalah. Karena itu kau minta bercerai. Tapi kenapa kau mempertaruhkan semuanya? Kau sungguh percaya, aku tak mampu melindungi kita?" Ucapan Ian menusuk 

"Bukan begitu.. " lirih Huijoo

"Kau tidak mempercayaiKu", lalu Ian bergegas pergi. 

Di sisi lain istana, Ibu Suri kehilangan kendali begitu mendengar kabar dekret abdikasi dari putranya yang dibacakan dihadapan kabinet dan keluarga kerajaan. Ia menjerit histeris karena tanpa peringatan hal ini terjadi. Ia bergegas ke kamar IYoon tapi sang raja cilik mengunci diri. Ibu Suri berteriak pada Dayang Im untuk mendobrak pintu, atau memulai kebakaran untuk memaksanya keluar. {YA AMPUN, sebagai seorang Ibu saya miris sekali melihat IYoon sampai membarikade pintu dan menutup kedua telinganya dari jeritan ibunya sendiri}.

PM Min datang melerai. Ia mengajak Ibu Suri bicara empat mata di kediamannya. Ibu Suri murka dan meminta PM Min melakukan sesuatu. Jika Ian naik jadi raja maka HuiJoo akan terikat selamanya dan artinya PM Min tak akan bisa bersamanya. PM Min justru membalikan meja, "Selesaikan ini sebelum penolakan ketiga. Tak peduli bagaimanapun caranya atau skandal itu akan menghancurkan reputasi keluargamu."

Ibu Suri kaget, PM Min berani mengancamnya dan baru akan menyerahkan bukti jika keinginannya tercapai.



HuiJoo cemas Ian tak membalas pesannya dan malah mendapat info dari HyeJeong bahwa suaminya meninggalkan istana. Ia berusaha menghubunginya namun tak diangkat jadi HuiJoo ingin pergi mencarinya. HyeJeong mencegahnya dan bertanya bagaimana mungkin ia akan menceraikannya jika terus bersikap begini. HuiJoo hanya terdiam sambil berkaca-kaca..Akhirnya HyeJeong menawarkan diri akan mencarinya bersama Hyeon.


Ian pergi memandangi kota Seoul dari ketinggian sambil mengingat semua percakapan dengan HuiJoo yang berkaitan dengan keinginannya menjadi raja. Paralel dengan HuiJoo mengingat kalau Ian tetap berada disisinya saat Ia sedang marah di rumahnya bahkan menyatakan cinta. HuiJoo mulai menangis, menyadari bahwa kali ini ia bersalah karena justru berniat meninggalkan Ian di saat pria itu benar-benar butuh dukungannya.

Di luar Ahnwandang, HyeJeong mengajak Hyeon pergi ke tepi sungai Han. Ian sudah memberi tahukan semua tapi saat Hyeon protes kenapa ia tak diberitahukan rencana ini, HyeJeong membalas Hyeon pun tak membicarakan rencana HuiJoo hoahaha. HyeJeong mengaku ia menyukai minum ditepi sungai Han untuk melepas penat. Hyeon agak kebingungan kenapa tiba-tiba, tapi HyeJeong mengingatkannya Hyeon yang kemarin bertanya apa yang disukainya.

Hyeon akhirnya meminum miras kalengnya

HyeJeong : "Bagaimana?"

Hyeon: "Aku Menyukainya!" Hyeon tersenyum malu-malu 

HyeJeong: "Apa tepatnya? Sungai Han? Atau miras? Atau... Aku?" HyeJeong sengaja  menatap Hyeon yang semakin salah tingkah tapi langsung paham. 

Hyeon kembali minum lalu menghela nafas dan menjawab Ia suka semuanya 

{Pasangan pendukung ini terus mencuri hati setiap kali mereka muncul. Tolong beri mereka bonus yang banyak dan satu episode sendiri.}

Ian sementara itu pergi ke kediaman pribadinya untuk menghindari memperumit situasi HuiJoo lebih jauh. Ia tidak menjawab panggilan telepon HuiJoo, sebagian karena ia masih terluka oleh kurangnya kepercayaan HuiJoo padanya.


HuiJoo yang cemas berjalan-jalan di dekat tembok belakang istana. Dayang Choi yang mengekorinya, mengenang betapa gembiranya Ian di hari Ia mencium HuiJoo pertama kali. Ia percaya mereka berdua sangat ingin saling melindungi. Dan sekarang gerbang akan segera ditutup, HuiJoo paham lalu memeluk figur ibu suaminya itu sebelum berlarian menuju mobilnya.

HuiJoo mengirimi pesan bahwa ia sakit. Ian langsung merespon dan bilang akan kembali besok. Tapi HuiJoo tidak menunggu. Ia langsung pergi ke kediaman pribadi Ian.




Mereka bertemu di ruang tengah, HuiJoo mencemaskan Ian dan ketika Ian hanya bersikap diam dan dingin HuiJoo jujur mengakui, "Aku suka kamu." Lalu berlari memeluknya erat.

Ian tetap mematung, malah mengaku bingung karena HuiJoo tidak tetap pada satu  sikap (kan baru paginya minta bercerai).  

"Kamu tidak bingung. Kamu tahu aku menyukaimu dan aku meminta cerai untuk melindungimu. Itulah alasan kenapa kamu marah." HuiJoo berkaca-kaca lalu dengan puppy eyes menatap Ian dan mengecupnya pelan.

"Kau tak menginginkan ini?" HuiJoo bertanya lirih

"Aku mau." Dan Ian menangkup wajah istrinya untuk sesi ciuman yang panjang, panas sekaligus manis. Disamping gairah yang menggelora, mereka saling tersenyum dan terlihat sayang banget satu sama lain

Keesokan paginya, HuiJoo bangun dan langsung mencari keberadaan Ian. Rupanya Ian bangun untuk mengangkat telfon dari istana. Ia membelai pipi HuiJoo dan bertanya apakah mimpinya buruk. HuiJoo mengakui Ia hanya sedikit takut sambil menggenggam tangan istrinya.

Ian memintanya tinggal di kediaman pribadinya, sendirian. Dekret kedua akan segera dikirim dan Ian akan menolaknya lagi. HuiJoo minta penjelasan secara perlahan.


Ian menjelaskan bahwa secara tradisi setelah menolaknya tiga kali, ia harus menerimanya. HuiJoo mengira Ia ingin melindungi IYoon dan Ian membenarkan, Ia ingin melindungi keponakannya itu BUKAN tahkta.

Ia bercerita tentang malam kematian mendiang raja, ia dan IYoon kebetulan berada dekat kamar raja saat itu, dan keduanya mendengar sang raja menyatakan keinginannya untuk menyerahkan takhta kepada Ian. Tapi Ibu Suri menghentikannya.

(IYoon tahu segalanya sejak awal. Dengan menyerahkan takhta kepada Ian, ia hanya menepati keinginan terakhir sang ayah.)

Ian membenci abangnya yang tiba-tiba ingin lengser. Dulu saat Ia sangat menginginkan posisi itu, sang Abang pura-pura tidak tahu. Sekarang rasanya menjadi beban karena sudah terlambat (ada IYoon sebagai putra mahkota).

Namun Ian lah yang terlambat. Hyung-nya meninggal dalam kebakaran dan dia bertekad melindungi keponakannya apapun yang terjadi.

Saat ibu Suri mengabaikan keinginan abangnya serta saat IYoon mengaku takut, Ian ragu. Jika menjadi raja ia bisa melindungi semua orang tapi ia takut itu merupakan keserakahannya sendiri. Air mata Ian mulai menetes.

HuiJoo menjawab tegas bahwa Ian boleh serakah dan Ia akan berdiri di sisi Ian, apapun yang terjadi.

{Menunjukkan perkembangan hubungan mereka lebih dari sekadar keintiman. HuiJoo tak mengelak saat Ian membelai pipinya malah menggenggam balik jemarinya dan Ian yang selalu menutupi emosinya kali ini menangis di depan HuiJoo yang dengan tegas kembali mendukungnya.}



Mereka kembali ke istana dengan bergandengan. Dayang Choi menyampaikan permintaan Ibu Suri untuk bertemu. Ia meminta Ian menolak dekret karena IYoon terlalu kecil untuk membuat keputusan sendiri. Justru itulah alasan Ian melakukan ini. Ia terlalu lama membiarkan IYoon didorong ketika Ia hanya berdiri disamping atau belakangnya, jadi sudah waktunya Ian berdiri didepan keponakannya itu.


Ibu Suri menjeritkan namanya dan dengan sorot mata yang menyimpan begitu banyak sejarah, ia mengungkap sesuatu yang selama ini menjadi teori penonton: Sejak sekolah dulu, IRang bermimpi menjadi pianis dan memendam perasaan untuk Ian. Mereka sebaya, oleh karena itu Ian memanggilnya dengan namanya saja "Yoon IRang". Tapi ayahnya memaksanya mengubur semua itu dan menikah dengan kakak Ian, calon raja, demi status sebagai permaisuri.

"Kenapa kamu tidak bisa berkorban juga?" Tangisnya pilu sambil mencengkram baju Ian.

Ian tidak bergeming, hanya melepaskan genggaman Ibu Suri. Ia berkata bahwa ia sudah cukup lama diam, dan sekarang ia akan melindungi keponakan kecilnya. Ia lalu memerintahkan Dayang Im untuk tidak mengizinkan siapapun menemui IRang selama tiga hari.

Ibu Suri menelepon ayahnya, Ia mengakui  semuanya sudah berakhir dan Ian berjanji tidak akan menyalahkannya. Inpyeong malah berkata ia akan mengambil alih mulai sekarang dan meminta anaknya jangan melakukan apapun.

Malam itu, PM Min datang menemui tuan Inpyeong.

{Oh tidak. Diiring scoring dramatis, dua penjahat utama akhirnya bekerja sama. Ini tidak akan berakhir baik.}




Hari penolakan selanjutnya tiba. Ian bersiap dengan tenang dibantu dayang Choi yang sampai menangis haru. Beliau yakin IHwan akan sangat bangga melihatnya hari ini. HuiJoo sempat meledeknya yang tak mau memakai pakaian ini di acara ulang tahun raja dan Hyeon berterimakasih HuiJoo mengungkitnya karena itu sangat menyulitkan Hyeon. Ian sampai berdehem menegurnya Hoahaha.

HuiJoo bilang Ia pun sangat bangga dan mendukungnya dengan menggenggam kedua jemarinya sebelum pergi. Hyeon juga tampak antusias. Sementara HyeJeong akan menemaninya ke Balai Agung 

Saat berjalan di lorong, sebelum upacara dimulai, Ian mendapat telepon dari Ibu Suri tapi ditolaknya. Padahal kakak iparnya ini menelpon setelah berpikir panjang termasuk janji Ian yang tak akan menuntutnya dari dosa-dosa masa lalunya. Kini ia memerintahkan dayang Im memanggil gadis yang disembunyikannya selama tiga tahun ini.

Namun begitu menerima pesan dari PM Min yang memintanya bertemu lebih dulu di gedung dewan. Ian pergi ke sana.

PM Min ada di dalam mobilnya, tapi tidak kunjung masuk. Ia terus membuang waktu padahal ajudannya sudah memintanya masuk.

Di Ahnwandang, Hyeon dan HuiJoo mempersiapkan upacara pengangkatan raja baru. HuiJoo tersadar bahwa rakyat akan banyak yang tak senang jika Ia jadi ratu tapi Hyeon masih coba menghibur, toh tak semua orang juga menyukai Ian. HuiJoo malah berseloroh, kalau tahu begini Ia lebih baik mundur karena rencana awalnya adalah meninggalkan semuanya tanpa menoleh lagi kebelakang. Apalagi Ia hanya punya gerombolan antis. Hoahaha. Hyeon hanya bisa tersenyum prihatin lalu menyemangati 'Hwaiting!!" 

Seketika abangnya menelfon dan langsung mengomelinya yang tak kunjung menelfon balik. TaeJoo menanyakan kelanjutan rencana mereka. Perlukah ayah mereka masuk RS tapi HuiJoo meminta di stop dahulu. Saat TaeJoo kebingungan, apakah artinya audit publik  perusahan akan dihentikan, HuiJoo berjanji akan menjelaskan secara personal dan Ia akan pulang ke rumah ayah mereka. DaYeong  yang ikut menguping sama herannya dengan sang suami.

HuiJoo berjalan keluar sambil di temani Hyeon dan dayang saat berpapasan dengan tuan Inpyeong dan para pembesar istana lain. Pria berambut putih itu memberi hormat tapi HuiJoo hanya menatap dingin ketika tiba-tiba terdengar ledakan kencang. 



HuiJoo menyadari bahwa itu adalah ruangan Ian dan segera berlari disusul Hyeon. Ketika HuiJoo dan Hyeon tercekat melihat kobaran api, HyeJeong tiba dan HuiJoo menghampirinya. HyeJeong yang syok dengan wajah pucat pasi terbata-bata berujar: "Grand Prince… masih di dalam."

Review 

Ketika ledakan terdengar, kamera sempat beralih ke Inpyeong yang berdiri memandangi kobaran api dengan ekspresi puas di wajahnya serta PM Min yang tak mau masuk juga itu sangat mencurigakan. Apakah kali ini mereka berdua bekerjasama untuk mencelakakan Ian?

Sebagian dari diri saya masih tak rela, bagaimana mungkin PM Min yang awalnya punya kompas moral yang baik dan dianggap sahabat oleh kedua OTP tega menjadi pion yang mengirim pesan untuk menggiring Ian?

Apakah kunci misteri ini akan terungkap dari gadis misterius yang selama ini disembunyikan Ibu Suri. Kemungkinan adalah dayang yang dibayar ayahnya untuk memulai kebakaran istana 3 tahun lalu. Atau minimal saksi mata dari kejadian itu. Perubahan sikap Ibu Suri ini berakar dari kesadarannya telah menyakiti putranya sendiri. IYoon sampai membarikade kamar karena tak mau bertemu dirinya, sang ibu justru karena sejak awal IYoon mendengar ayahnya ingin pamannya yang naik takhta tapi ibunya malah berbohong bahwa keinginan akhir ayahnya adalah IYoon yang jadi raja.

Sepertinya konfrontasi terakhirnya dengan Ian semakin membuka hatinya bahwa selama ini Ibu Suri memang egois sebagai ibu. Ia sama saja dengan ayahnya, Tuan Inpyeong yang memaksanya melepaskan impiannya menjadi pianis dan perasaannya pada Ian demi menikah dengan putra mahkota dan jadi ratu.

Btw, saya tuh heran banyak yang mengira Ian- IRang ini pernah jadi couple dari flashback sekilas saat zaman sekolah ini. Padahal maksudnya tu menegaskan perasaan sepihak IRang saja. Kalau Ian, bagi kan berkali-kali menegaskan, HuiJoo lah cinta pertamanya (sampai MBC buka geolocks untuk semua adegan epilog yang dikompilasi demi membantu menegakkan hal ini).

Pengungkapan cinta sepihak ini menjawab banyak pertanyaan tentang kenapa IRang membenci Ian dengan kadar yang begitu personal, sekaligus membuat karakternya makin tragis daripada sekadar antagonis satu dimensi. SeungYeon memainkannya dengan sempurna, terutama bagian ia menangis pilu, "Kenapa baru sekarang Ian berminat maju jadi raja?"

Nah, ini tu pola pikir absurd para 2nd lead mau di genre atau drama atau film asal negara mana saja ya ternyata. Walaupun pasangan utama yang mereka harapkan bubar itu beneran bubar, kan belum tentu mereka memilih si 2nd lead lho ya..

Ini yang bikin rencana IRang dan PM Min semakin menyebalkan. Bila Ian - HuiJoo bercerai, belum tentu HuiJoo akan memilih PM Min. Toh nyata-nyata saat kecelakaan mobil di episode 5 HuiJoo sudah menolaknya. Apalagi sekarang saat HuiJoo sudah menyadari cintanya sangat dalam pada Ian.

Begitupula dengan Ibu Suri. Entah kenapa selama ini ia bisa mengikhlaskan jika Ian menikah tanpa cinta, terutama dengan wanita pilihannya. Tapi ia semakin kesal saat melihat HuiJoo berhasil mengambil hati Ian. Padahal tanpa sepengetahuannya Ian sudah naksir HuiJoo sejak sekolah. 

Ibu Suri hanya merefleksikan kekecewaannya sendiri. IHwan tidak pernah benar-benar mencintainya dengan cara yang dia harapkan. Ya, mungkin IHwan pun menyadari, istrinya juga sukannya sama adiknya. Duh, karena yang meranin tu Sung Joon, salah satu aktor favorit saya, jadi nambah baper nyediain nasib IHwan. Huhu. Dia tu kurang motivasi saat lelah lahir batin makanya pilih lengser.

Sebaliknya, ini juga menghighlite kuatnya alasan Ian. Ian jadi semangat mengambil kembali haknya justru karena sekarang ada HuiJoo yang ingin dia lindungi. Ian sadar dengan jadi raja, barulah ia bisa melindungi orang-orang yang disayangi, termasuk IYoon.

Pacing episode ini emang sat set banget ya.. termasuk pertengkaran pasutri kita. Ian dan HuiJoo semakin paham karakter masing-masing. Ian tahu kalau HuiJoo minta cerai sebagai upaya melindungi dirinya. Makanya dia kecewa karena HuiJoo tak percaya bahwa Ian pun bisa melindungi mereka berdua dengan kekuatannya. Dan saat minta maaf, HuiJoo pun paham, Ian tahu alasan sebenarnya itu serta alasan kemarahannya. Sekaligus HuiJoo paham, Ian tak mungkin tetap marah bila HuiJoo mengaku sakit.

Soal pelukan berbaikan dan kelanjutannya itu.. yang udah nikah aja deh pasti paham lah, makeup s3x itu dahsyatnya kayak apa Hoahaha.

Pasangan MVP kita ada dua sebenarnya dalam episode ini. 

1. TaeJoo dan DaYeong yang sejak awal sudah saya prediksi akan jadi sekutu utama HuiJoo. Terbukti, sang kakak ipar benar-benar mengenali cinta sejati dalam hubungan HuiJoo dan Ian. Kalau ada yang heran kenapa TaeJoo tak pernah benar-benar membenci HuiJoo, padahal ibunya jelas-jelas meninggal karena serangan jantung sejak kedatangan gadis itu ya karena TaeJoo tetap dikelilingi cinta. Ayahnya menyayanginya dan Ia sudah bertemu DaYeong sejak bersekolah. DaYeong adalah sumber kekuatannya dan selalu berhasil memotivasi suaminya. Sebelum maju ke mimbar konpres pun, menurut DaYeong, TaeJoo paling bagus terlihat di kamera. Hoahaha

2. Hyeon dan HyeJeong, duo asisten paling loyal. Sebagai sekretaris, mereka sangat mumpuni. Dalam kehidupan pribadi, mereka setia. Tidak ada satupun yang membocorkan pada yang lain ketika atasannya minta mereka berpihak. Hyeon diminta HuiJoo berpihak jika Ian menolak bercerai, begitu pula HyeJeong menuruti Ian merahasiakan lokasinya saat diminta demi melindungi istrinya. Bahkan sampai mereka yang bertengkar sendiri.

Ya, HyeJeong tak salah, bertahun-tahun melayani HuiJoo, diapun paham Daegun Buin tidak sedang bersungguh-sungguh minta cerai. Kasihan Hyeon sekarang stressor-nya nambah satu.. HyeJeong yang sudah mulai berani memarahinya Hoahaha. Tapi syukurlah, HyeJeong yang lugas sekaligus peka, langsung menyadari perasaan Hyeon. Yeay!! Couple baru kesayangan penonton telah hadir. Meski awalnya saya menebak mereka akan sangat kompak tapi kejutan juga ada love -line-nya sandiri

Tapii tetap saja, ending dengan kobaran api di gedung dewan adalah cliffhanger yang menyebalkan. Dari cuplikan episode 11 Ian terjebak di dalam kobaran api tepat  dan rumor kematiannya akan menyebar ke seluruh istana. HuiJoo yang baru saja berhasil membuka hatinya kini harus berlari masuk ke api untuk menyelamatkan suami yang ia cintai. Masalahnya... Ini istana kebakaran melulu deh? Netizen sampai bikin reaksi naik mobil damkar lho Hoahaha

Ok, jadi salah satu alasan saya buat review ini buru-buru demi bisa bikin analisa abal-abil. 

Banyak banget teori dari fans yang makes sense, tapi tetep dong saya pengen menganalisa sendiri. Paling seru dari nge-recap itu sebenarnya bikin analisanya lho ya.. Ga mesti semuanya pas juga gapapa. Namanya juga abal-abil dan saya pun tak akan mengubah tulisan saya bahkan setelah dramanya tayang. Setahunan nge-recap drakor, kayaknya yang lumayan pas prediksi ending saya tuh di Tastefully Yours dan Bon Appetit Your Majesty deh.. Semoga kali ini juga ya.. Hoahaha ngarep.

So, Ian dan HuiJoo pasti endgame ya. Semoga ga pake time skip ataupun ada yang jadi ubi. Imho masalah terbesar soal monarki. Ada benarnya Ian naik takhta tapi buat saya solusi yang paling baik adalah setelah berkuasa Ian mengeluarkan titah untuk menghapus sistem feodal dan menjadikan semua orang setara. 

Kenawhy? Ya, anak hukum code lagi pada dasarnya. Meski tak semua sejalan dengan idealisme, dasar kesetaraan bagi semua orang itu sejalan dengan niat HuiJoo sejak awal. HuiJoo sebenarnya cuma ingin membuktikan diri, ia bisa berhasil terlepas dari statusnya. Menikah dengan Ian demi status kan awalnya karena terpaksa. Didesak untuk dijodohkan oleh ayahnya 

Kalau tak salah WooSeok juga pernah bahas adegan favoritnya di last episode itu ya sesuai dengan makna terdalam dari Drakor ini dan itu yang saya tangkap, istri Pangeran Agung abad 21 yang mengguncang monarki sampai runtuh Hoahaha. Eh, bercanda ding... Intinya, setelah kerajaan dihapuskan, HuiJoo bisa kembali jadi businesswoman sukses. Mau kembali ke Castle Grup atau bikin konglomerasi sendiri pun hayuk ajalah. Timnya sudah solid : ada dukungan suami, loyalitas dari Hyeon, HyeJeong dan staf Ahnwandang.

Belum lagi keluarganya. Eh, tetapi ini keluarga HuiJoo belum tahu lho, posisinya mau naik jadi ratu Hoahaha. Ga kebayang hebohnya Eonnie DaYeong dan Oppa TaeJoo. Gawatnya ayahnya pasti akan semakin ketar-ketir dan menentang. 

Tenang, ada senjata rahasia pasangan yang belum atau susah dapat restu meskipun setelah menikah, yaitu kehadiran cucu. Jadi, mengikuti komentar Dayang Choi, sepertinya tak akan lama lagi ada royal baby!!

Can't wait for ep 11, tonight!

Posting Komentar