Recap dan Review Perfect Crown Episode 12 (Ending)
Sinopsis
Setelah penobatan, Ian langsung menghadapi para pembesar di balairung istana. Isinya adalah anggota Kabinet dan keluarga kerjaan, makanya Ayah HuiJoo masuk ke dalam jajaran tersebut begitu pula PM Min
Sementara HuiJoo menunggu dengan gelisah di Ahwandang. "Para sejarahwan istana pasti sudah mencatatnya bukan? Begitu dicatat tidak bisa diubah lagi!" Hyeon terlihat panik berjalan secara berputar-putar di sekeliling ruangan sampai HuiJoo membentaknya untuk menegurnya.
HuiJoo teringat percakapannya dengan Ian. Mereka saling menggoda bahwa besok harinya mereka akan menjadi raja dan ratu. Sambil menggenggam jemari HuiJoo, Ian dengan yakin mengatakan bahwa hal pertama yang akan dicatatkannya di sejarah sebagai raja adalah tentang penghapusan monarki. Dan Ian yakin HuiJoo akan memahaminya bahwa keistimewaan sebagai anggota kerjaan bisa menjadi beban.
HuiJoo memeluknya sambil tersenyum, "Kukira sekedar pemberontakan, ternyata impianmu adalah revolusi"
Ian mengkhawatirkan istrinya yang baru mengenyam gelar yang baru saja diperolehnya. HuiJoo mengingatkannya dari awal dia sudah mengatakan bahwa ia tidak pernah menginginkan gelar, yang ia benci justru adalah kesempatannya harus dikorbankannya karena statusnya selama ini. Ian pun tersenyum sambil membelai pipinya, "Karena itulah aku yakin bahwa kau adalah revolusiku."
{Keduanya sambil saling pandang diiringi aransemen lagu Already free yang indah banget sebagai latar belakang}.
Kembali ke balai istana, beberapa orang pembesar langsung mempertanyakan kebenaran perkataan tersebut. Ian tetap yakin dalam mempertanyakan hasil jejak pendapat di Korsel. Menurut PM Min jajak pendapat resmi tetap menunjukkan hasil oposisi terhadap pembubaran monarki yang tinggi setiap tahun.
Menurut Ian dalam satu dekade terakhir jarak tersebut semakin lama semakin menyempit. PM Min masih berkeras bahwa takhta tidak perlu membuktikan dirinya, nilainya terletak pada keberadaanya sendiri. Ian hanya tertawa mengingatkan kata-katanya sendiri yaitu "Kita tak butuh raja yang tak didukung rakyat!" Suasana langsung tegang
"Raja bisa datang dan pergi titik tetapi tahta tetap bertahan," PM Min berseru dan ayah HuiJoo langsung menoleh ke arahnya tajam.
{Mantap nih ayah mertua bisa langsung merasakan intimidasi dari PM Min kepada menantunya}
Hyeon yakin sebagian besar pembesar istana akan menentang hal ini karena sebagian besar institusi terkait dengan takhta. Selama ini monarki dan dunia politik maupun bisnis selalu saling menopang. HuiJoo menyimpulkan, Ian sebagai raja hanya dapat mengandalkan sentimen publik.
PM Min langsung diburu wartawan begitu meninggalkan gerbang istana yang menanyakan tentang isu penghapusan monarki. Beliau berusaha menenangkan dengan berkata rakyat tak usah khawatir.
Abang HuiJoo dan istrinya yang melihat berita itu pun menjadi heboh, mereka mencemaskan apakah ayah mereka sudah tahu sebelumnya. Ketika sang ayah datang keduanya langsung mencecar tentang penghapusan monarki. Ayahnya malah marah dan menegur TaeJoo karena memanggil Ian justru sebagai kakak iparnya Hoahaha. Ayahnya sampai membentak saat putranya itu masih mengeyel bahwa tidak akan ada gelar jika tidak ada tahta. Ayahnya justru memperingatkan mereka berdua untuk berhati-hati mulai sekarang. DaYeong sampai khawatir karena ayah bicara begitu.
IRang menjenguk Tuan Inpyeong di penjara. Ayahnya bersikap dingin tetapi ia tetap pada pendiriannya. Meskipun ayahnya masih meng-gashlisting bahwa ia menghapuskan hak IYoon sebagai anaknya. IRang dengan marah mengatakan bahwa jika ayahnya merasa dia melakukan semua ini demi dirinya apakah ayahnya tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Ayahnya hanya terdiam apalagi saat IRang memutuskan hubungan sejak hari ini.
Ayahnya masih berusaha memperingatkannya tentang PM Min yang dengan sengaja memanggil Ian ke tempat terjadi kebakaran tersebut. Sungguh mengejutkan, ternyata pria berkacamata itu benar-benar menunggu di depan ruangan.
Ia akan mengantar IRang pulang bersama ke istana dan musik intense pun diputar. IRang terlihat sempat mematikan telepon dari IYoon.
Di sepanjang perjalanan PM Min berusaha menjelaskan bahwa akan ada diskusi lain tentang penghapusan monarki minggu depan. Raja akan menyerahkan keputusan itu kepada rakyat. PM Min ingin anggar IRang sebagai mantan suri menyuarakan keberatannya. IRang keberatan karena ia merasa tidak memiliki kekuasaan lagi. PM Min membujuk, justru tidak perlu menunjukkan kekuasaan cukup implikasi bahwa menghapuskan monarki adalah ambisi pribadi Baginda bukan sekedar kehendak tahta. PM Min mengancam, jika menolak maka ia akan melihat putra tunggalnya mengikuti jejak ayahnya, di cap sebagai penjahat.
{Asli nih PM Min rupanya sudah tahu tentang dekret tapi memang tak pernah berniat mendukung Ian sejak awal menjadi raja}
HyeJeong melaporkan kepada Ian bahwa PM Min menghentikan sementara anggaran istana. Ian langsung menggelar rapat dengan istrinya, Hyeon dan HyeJeong. Keuangan kerajaan selama ini berada di bawah yuridiksi ratu. HyeJeong kesal, atasannya baru saja diangkat menjadi ratu sudah langsung diserang. Menurut Hyeon yang paling mendesak ialah gaji para staff istana baik dari pelayan pengawal kerajaan dan pejabat administratif.
HuiJoo hanya memutar matanya dan mendengus mengejek, "Aku Seong Huijoo. Satu-satunya masalah keuanganku adalah astaga Bagaimana aku akan menghabiskan semua uang ini?" Apa Gunanya besan kaya jika kau tidak memanfaatkannya? "
Ian menghargai sentimennya tapi ia menolak karena ia memikirkan untuk jangka panjangnya. Istrinya malah langsung mengambil lembaran budget yang diajukan Hyeon karena mereka tidak bisa berpikir jangka panjang sekarang. Jika mereka mengajukan sesuatu yang ingin ditolak seseorang maka mereka tidak bisa memberikan waktu untuk keberatan. HuiJoo mengangguk-anggukan kepalanya tanda langsung menyetujui anggaran.
PM Min mengira dengan langkah ini pihak kerajaan akan sangat kesal tetapi bawahannya malah memberikan laporan bahwa istana menolak pendanaan untuk paruh kedua tahun ini. Castle Grup akan mengcover seluruh biaya tersebut bahkan untuk setahun penuh. PM Min menganggap Ian picik, mengandalkan mertuanya.
DaYeong menghubungi HuiJoo yang langsung bergegas untuk pulang ke rumahnya sendiri. Rupanya keluarga kakak iparnya membocorkan informasi bahwa Castle Grup akan diselidiki sehubungan dengan dugaan dana gelap.
Ini jelas-jelas serangan langsung kepada HuiJoo, untuk mencegah mereka mendanai kerajaan. Ia langsung emosi tapi ayahnya memperingatkan agar dirinya tidak terpancing. HuiJoo meminta kakak iparnya menyelidiki siapa kepala penyelidikannya. Ia akan merubah narasinya dari penyelidikan dana gelap ke penyalahgunaan kekuasaan negara terhadap Castle group.
Tiba-tiba, TaeJoo menyela dan mengajukan dirinya untuk diinterogasi. DaYeong mengiranya sudah kehilangan kewarasan tapi menurut suaminya itu wajar saja sebagai calon penerus. Ia mengkhawatirkan tekanan darah dan dampak stress ayahnya jika harus diinterogasi. Ayahnya mengizinkan dan tampak sedikit tersenyum sambil berkata bahwa paparan kamera cukup baik untuk putranya itu.
HuiJoo pamit untuk pulang ketika mendengar abangnya malah mengoceh mengenai suksesi. Ayahnya menahannya dan meminta si sulung untuk mengantar adiknya itu untuk kembali ke istana. TaeJoo terlihat kaget tapi ayahnya memaksanya dengan desisan. Menurutnya adiknya tidak boleh keluar sendiri saat ini.
Setibanya di istana, HuiJoo menawarkan tim hukum Castle beauty kepada abangnya. TaeJoo hanya tersenyum menyadari bahwa adiknya mengkhawatirkannya. HuiJoo masih berusaha menyangkal dengan gengsi bahwa ia hanya cemas karena abangnya akan menggantikan ayah mereka jadi ia tak boleh memberikan pihak lawan amunisi. Dengan santai Taejoo yakinkan adiknya, ia sendiri sudah berpengalaman bertahun-tahun sebagai seorang chaebol, hanya HuiJoo lah yang selama ini meremehkannya dirinya.
"Kuusahakan tidak mulai sekarang, Oppa".
Taejoo sampai mengulangi kata-katanya dengan terharu.
{Aww..senangnya, keluarga HuiJoo akhirnya saling pengertian dan kompak begini}
❤
HuiJoo pulang dan disambut Ian. Ia berbaring di pangkuannya. HuiJoo menceritakan besok Jaksa akan menyelidiki Castle Beauty. Ian langsung berusaha untuk menghubungi seseorang namun istrinya mencegahnya. Ayahnya telah melarangnya untuk mengikuti permainan mereka dan abangnya mengajukan diri untuk diinterogasi. Menurutnya itu menyebalkan karena lebih baik jika mereka marah saja. Ternyata, Ia tak membencinya, rasanya agak menenangkan, mengakui bahwa keluarganya kini mendukungnya. Untuk itu ia meminta Ian berperilaku sama, untuk tetap bertahan dan membusungkan dadanya dengan bangga agar dirinya merasa tenang. Ian menjawab dengan meninggalkan kecupan dijemari HuiJoo.
❤
IRang memandangi wajah tidur IYoon sambil teringat kata-kata dan ancaman yang diucapkan oleh PM Min. Rupanya ia tahu bahwa IRang menyingkirkan dekrit kerajaan sekaligus amanat terakhir raja terdahulu. Jadi IYoon yang sempat naik tahkta secara tidak sah, akan tercatat dalam sejarah sebagai penjahat. Bukan sebagai keluarga kerajaan selamanya. IRang pun teringat menyindir PM Min,"Kau sangat mengkhawatirkan takhta tapi kau mencoba membunuh Ian?"
❤
Wartawan mengerubungi TaeJoo yang tiba dihadapan kantor kejaksaan. Mereka mempertanyakan kebenaran dana gelap Castle grup yang isunya berjumlah miliaran won. Dan juga mengapa mereka memutuskan mau menyumbang begitu besar kepada takhta. TaeJoo bersikap cheeky dan melepas jasnya. Ia menegaskan bahwa takhta dan kabinet saat ini sedang bentrok. Meski waktunya terlihat sangat mencurigakan, ia berjanji akan kerja sama penuh dalam penyelidikan, lalu ia menaiki tangga dengan bergaya. Hoahaha
❤
Saat bekerja, Ian menolak anjuran HyeJeong untuk bicara dengan IRang. Lebih baik sang kakak ipar beristirahat. Rupanya Irang dan IYoon sedang jalan-jalan di halaman istana. IRang bertanya pada putranya apakah ia merasa takut, IYoon mengembalikan pertanyaan tersebut kembali kepada ibunya yang hanya tersenyum menjawabnya.
HuiJoo melihat mereka dari jauh, sementara Hyeon mengatakan bahwa ini adalah pemandangan yang langka karena akhir-akhir ini mereka sangat jarang meninggalkan kamar. Malam itu HuiJoo mendatangi kamar IRang. Ia langsung meminta bantuan karena sebagian besar keluarga kerajaan masih mendengarkan perkataan IRang. Di sisi lain IRang bertanya dengan penasaran mengapa sampai saat ini Baginda Raja masih menahan hukuman baginya.
Malam itu IRang menelpon PM Min yang mengatakan keputusan IRang sudah tepat.
❤
Rapat kabinet pun dilaksanakan dengan dihadiri oleh PM Min dan ayah HuiJoo. Ian mengaku sudah menerima petisi yang berupaya untuk melindungi kerajaan maupun dinasti. Namun, Ia meragukannya karena ia tahu bahwa rakyat belum disurvei secara resmi. PM Min masih berdalih bahwa anggota kabinet kan dipilih oleh rakyat tapi bagi Ian itu tidak cukup karena itu tidak mewakili suara seluruh rakyat. Rakyat boleh berpandangan secara objektif, bahwa selama ini keberadaan takhta hanya memperkuat perbedaan antara kelas dan merusak kesetaraan, bertentangan dengan bunyi konstitusi di mana semua orang harus setara. Anggota keluarga Kerajaan dapat bersikap seenaknya dan para bangsawan yang bersekutu dengan mereka selama ini memamerkan kekuasaan mereka di hadapan rakyat. Para Anggota Kabinet terlihat gelisah mendengar pertanyaan Ian yang menanyakan pendapat mereka tentang hal itu.
Ian menyimpulkan yang ingin dipertahankan justru bukan takhta itu sendiri melainkan kedudukan mulia yang telah dimiliki oleh para anggota kabinet maupun keluarga kerajaan secara turun temurun.
PM Min masih berusaha mendebat dengan mengatakan bahwa pengaruh kerajaan tidak terbatas di bidang perekonomian saja tetapi juga sangat meluas. Tiba-tiba, HuiJoo masuk dan menanyakan apakah itu alasan PM Min berusaha untuk membunuh Ian. Ia memutar bukti rekaman percakapan yang rupanya sempat direkam.
IRang menyerahkan buktinya itu pada HuiJoo semalam karena ia tahu persis, pria itu rela berbuat apakah saja demi wanita yang dicintainya. Selain itu, Ian dikenal tak bisa mengabaikan belas kasihan, namun HuiJoo berbeda. Jadi, jika menyangkut perdana menteri Min tak ada pukulan yang lebih dalam dari pukulan HuiJoo, tutup IRang bijaksana.
HuiJoo menatap tajam sementara PM Min tak mampu berkata-kata. HuiJoo meminta Hyeon melindungi Ian yang masih mengajak PM Min bicara baik-baik.
Dengan mata berkaca-kaca Ian bertanya alasannya. "Aku berulangkali mohon padamu untuk menjauhi gadis itu dan aku sendiri akan melindungimu. Aku sudah berulang kali mengatakannya. Salahmu sendiri aku menjadi seperti ini" PM Min masih menyalahkan Ian.
Sang Raja hanya mendengus kesal, "Salahmu adalah mengira bahwa aku mengambilnya darimu padahal Ia tak pernah menjadi milikmu." Ia meninggalkan PM Min yang meneteskan air mata.
Setelahnya Ian menemui istrinya dan mereka berpelukan sambil menangisi kehilangan sahabat yang sama-sama mereka sayangi.
{Bagi Ian, PM Min adalah satu-satunya teman, jadi ini benar-benar menyedihkan. Tapi kata-kata pamungkasnya itu memang pantas, 2nd lead male yang halu sudah seharusnya dikasih paham. Hoahaha. Ohya, saya suka banget akhirnya IRang memilih memberikan bukti kepada HuiJoo. }
❤
Referendum Nasional segera dilaksanakan, pemungutan suara rakyat untuk memutuskan penghapusan monarki. TaeJoo dan DaYeong diliput media setelah memberikan suara dan memamerkan cap di punggung tangan mereka.
Setelah negoisasi ekstensif, akhirnya Ian membuat pengajuan dekret penghapusan monarki sesuai keinginan rakyat.
Ian menggoda HuiJoo yang tak pernah memanggil namanya. Jadi ketika istrinya bertanya, apa hal pertama yang akan dilakukannya setelah dekret tersebut disetujui, maka Ian memintanya dipanggil dengan namanya bukan gelar resminya. HuiJoo pun setuju.
Saat menunggu bus di halte, HyeJeong mengkhawatirkan dampak berakhirnya monarki bagi Hyeon, karena istana adalah rumah baginya juga. Pria itu hanya tertawa, keluarga tidak berubah hanya karena pindahan. Ia dengan malu-malu mengakui, ia masih punya raja, ratu dan HyeJeong. Gadis itu berinisiatif untuk menciumnya. Saat Hyeon hanya bengong, HyeJeong sempat khawatir bahwa itu adalah ide yang terlalu dini, tapi Hyeon segera menciumnya balik sampai-sampai para dayang istana yang lewat dalam bus istana menyoraki mereka dengan riuh. Keduanya berjanji akan melihat bunga Sakura bersama.
❤
Ian mengesahkan penghapusan monarki yang disetujui rakyat. Ia memberikan cap terakhirnya didampingi HuiJoo dan mengumumkannya di hadapan kabinet. Suasana penuh haru, terutama para pembesar memberi penghormatan terakhir pada Sang Raja. Ada juga momen Ian memandangi singgasana untuk terakhir kalinya.
Setelah melepas jubah kerajaan, di luar istrinya sudah menunggu. HuiJoo melambaikan tangan sambil memanggil namanya, "Ian!". Pria itu berlarian, memeluk istrinya yang sudah menpati janji mereka. Lalu sambil berpegangan tangan, mereka meninggalkan istana yang kosong. Para pegawai Ahnwandang terlihat pergi berlibur bersama.
❤
Fast forward ke tiga tahun kemudian. HuiJoo kembali ke Castle Beauty. Wartawan berkumpul di depan kantor dan menghujaninya dengan blitz kamera. Narasi berkata bahwa sebagai ratu terakhir bangsa ini dan tokoh utama dalam penghapusan monarki, kehadirannya kembali akan mempengaruhi peta suksesi Castle Grup. HyeJeong tetap setia menjadi sekretaris dan hanya bisa memutar bola mata melihat kegembiraan bosnya yang kembali ke kursi lamanya.
Ia langsung menyerahkan tumpukan laporan proyek yang selama ini ditangani abangnya. Ia langsung mengomel, apalagi ketika melihat Taejoo menjadikan dirinya sendiri sebagai wajah produk pria Castle Beauty Hoahaha..
Eh, orangnya malah datang dan tanpa merasa bersalah langsung minta bantuan HuiJoo untuk menggantikannya menjadi direktur Castle Card. Adiknya mengira si Abang sudah ditarik ke Castle Elektronik, tapi TaeJoo bilang ayahnya tetap akan memimpin unit utama mereka itu tanpa rencana pensiun dalam waktu dekat. Alasannya adalah ia ingin mengambil cuti panjang karena istrinya sedang hamil. Artinya HuiJoo akan jadi bibi. HyeJeong mengucap selamat tapi HuiJoo langsung mengejar abangnya dengan kesal.
Di rumah Ian berusaha keras mengimbangi Hyeon memasak. Skill-nya sangat payah, jadi Hyeon menganjurkannya kembali bekerja di yayasan amal yang didirikan dengan lelangan harta kerajaan. Ian beralasan ia sedang cuti setelah bekerja tanpa lelah menghapus monarki.
Ian memperingatkannya, wanita tak suka pria yang hanya bermalas-malasan di rumah. HuiJoo mengabari, ia tak bisa pulang untuk makan malam, begitu pula HyeJeong. Kedua pria itu langsung patah hati.
Akhirya mereka pergi makan sandwich di luar, ya sebenarnya karena Ian kebanyakan menuang gula dalam masakkan mereka Hoahaha.
Mereka terlihat menikmati kehidupan sebagai orang biasa. Ian menyadari ada cincin di jari manis Hyeon. Si Adik menjelaskan bahwa ini permintaan HyeJeong. Jika Ian menyukainya, ia sebaiknya memberikan hal yang sama kepada HuiJoo, mengingat dulu mereka hanya berpura-pura. Ian jadi mendapat ide untuk melamar ulang HuiJoo.
❤
Ayah HuiJoo datang ke kantornya. Beliau berjanji akan memutuskan suksesi dengan adil. Sebelum pulang ia berkata bahwa selama ini ia tak ingin HuiJoo kalah, hanya tak ingin ia melawan semua orang. Sekarang, ayah tak akan menghentikannya lagi. Huijoo tertegun mendapat pengakuan yang sangat dinantinya itu.
Malam itu Dayang Choi yang sekarang dipanggil eonnie JinSook oleh Hyeon, memberi Ian kado kasur baru. Sangat canggih dan nyaman. Rupanya ia kawatir karena belum ada keturunan. Hyeon tertawa terbahak-bahak sementara Ian membela diri mereka sepakat menunda karena HuiJoo baru kembali bekerja bukan karena ada masalah dari fertilisasi.
Malam itu HuiJoo pulang dan terkejut melihat Ian yang masih menunggunya. Huijoo bercerita dengan gembira, abangnya mempercayainya memimpin Castle Card. Meski mengaku sebal, HuiJoo aslinya bersemangat karena semua uang grup mereka ada dibawah kepengurusannya mulai saat ini.
Ian berusaha menyampaikan ide bertukar cincin pada HuiJoo yang sudah mengantuk. HuiJoo hanya menjawab kenapa harus repot-repot lalu tertidur. Meninggalkan Ian yang memanggil-manggilnya dengan sederet panggilannya mulai dari Hobaenim sampai direktur Seong. Hohahah
Besoknya, Ian menemani IRang memilih alat musik baru bagi IYoon. Setelah gagal di les piano dan cello, kali ini ia akan diajari biola. IRang masih yakin putranya berbakat seperti dirinya di masa lalu dan harus jadi musisi. Ian akhirnya menawarkan membayarkan biola untuk IYoon (meski harus cemas dengan harganya Hoahaha). Sebelum berpisah, Ian mengajak IRang dan IYoon makan bersama. Ia rindu dengan keponakannya yang sebentar lagi lulus sekolah dasar itu.
❤
Di toko bunga Hyeon, Ian memaparkan rencananya melamar ulang istrinya. Sayang, HuiJoo yang baru datang bersama HyeJeong keburu mendengar semuanya. Ian jadi salah tingkah dan menyerahkan sebuket bunga.
Di rumah mereka, HuiJoo menyadari Ian membahas cincin kawin karena alasan ini. Ian memintanya menikah ulang dengan gaun pengantin ala barat. Ia emosi kala HuiJoo tak berminat, toh menurut HuiJoo mereka sudah melakukan semuanya jadi tak perlu repot. HuiJoo menatapnya sinis, dirinya sudah mulai punya perasaan yang nyata pada saat menikah. Ia jadi kesal, karena menduga Ian lah yang tak merasakan hal yang sama. Ian mengejarnya ke ruang tengah dan malah mencecarnya, mereka kan sudah berciuman jauh sebelum itu.
HuiJoo duduk di kursi dan mengembangkan kipas yang sama saat dulu Ia melamar Ian. "Kapan kau mulai menyukaiku?" tanyanya sambil menatap mata sang suami.
"Sejak awal. Kau tidak tahu, aku sudah menyukaimu sejak lama?"
"Kapan tepatnya sejak lama itu?" HuiJoo terlihat bingung dan menutup kipasnya.
"Saat pertama kali kau memberitahukan namamu."
Ian menceritakan ulang pertemuan pertama mereka dilapangan panahan semasa sekolah Baginya HuiJoo terlihat seperti bara api dikegelapan. Ia ingin mengejarnya dan ia tahu semua tentang gadis itu berkat kepopulerannya. Ian berharap mereka segera bertemu setelah lulus namun kesempatan itu baru datang saat HuiJoo menghadiri perayaan ulang tahun IYoon. Malam itu HuiJoo sama cerahnya dengan bara api upacara.
HuiJoo tersenyum dan menyadari bahwa Ian lah yang selama ini mengejarnya. Pria itu membenarkan dengan ciuman mesra, kali ini, ia takut kehilangannya lagi.
Ian mengunjungi pameran kerajaan. Ketika memandangi jubah naga merah yang biasa dipakai raja, dalam hatinya, ia berjanji hidup dengan bahagia dengan pilihannya dan merasa lega menghapus monarki.
Di halaman, HuiJoo menemuinya dan meminta maaf terlambat menemaninya melihat pameran karena sibuk bekerja.
Bersama Hyeon dan HyeJeong mereka pergi menonton pertandingan Castle Shark. Kali ini Ian bisa memakai jersey secara terbuka. Mereka bersorak, bernyanyi sambil menggoyangkan lightstick dengan gembira bersama para fans lain. Ian memeluk HuiJoo untuk menenangkannya yang menyumpahi pertandingan. Mendadak layar besar menampilkan Kiss cam mengarah pada HyeJeong dan Hyeon. Pria itu sudah semangat tapi pacarnya menunjuk ke arah para bos. Ian dan HuiJoo yang sudah tak perlu menjaga tata krama kali ini berciuman mesra di hadapan seluruh negeri.
Review
Drakor ini langsung masuk kejajaran favorit saya sepanjang masa. Nge-hype bareng di sosmednya seru banget. Kecuali efek kontroversi--sebagaimana sudah saya ulas di recap dan review episode 11---membuat IU dan BWS kompak tidak merilis foto-foto behind the scene sebagaimana yang biasa mereka lakukan di minggu-minggu sebelumnya.
Episode terakhir ini memang cukup padat sehingga banyak kejadian yang terkesan singkat dan melompat-lompat. Syukurlah, saya puas HuiJoo akhirnya tahu bahwa Ian sudah lama naksir duluan. Hubungan pernikahan mereka memang dibangun dengan cinta sebagaimana yang dicita-citakan Ian.
Transformasi IRang dari antagonis menjadi karakter logis yang akhirnya memilih anaknya di atas ambisi ayahnya, adalah salah satu arc terbaik di drama ini. Gong SeungYeon memainkannya dengan hebat. Saya suka banget, persahabatannya tetap terjaga dengan para iparnya.
Walau tidak ada plot twist yang bombastis karena pengkhianatan PM Min sudah terungkap, konfrontasi HuiJoo-PM Min dan percakapan hati ke hati dengan Ian, terasa memuaskan. Steve Noh, sebagai PM Min, wajah gandanya cukup menarik.
Sayangnya, HuiJoo tidak sekalipun memakai Hanbok resmi sebagai ratu. Mungkin untuk menegaskan modernisasi dan kontrasnya dengan Ibu Suri.
Perfect Crown pun berhasil memenuhi ekspektasi saya untuk menjawab, setelah menggulingkan monarki, seperti apa dunia yang akan mereka bangun bersama?
Ian tampil kasual dan hebatnya hanya dengan ganti gaya rambut, auranya bisa beda jauh! Dia kelihatan muda, dan segar bebas stres.
Ayah HuiJoo akhirnya mengakuinya, begitu pula sang Abang yang semakin bertanggungjawab. Ya, walau agak kurang masuk akal sih, tapi namanya chaebol ya sah-sah saja mengambil cuti ayah sejak istrinya hamil. Pasti anak mereka sangat menggemaskan, sayang tak sampai disorot.
Selain sebagai sumber komedi, keputusan Ian dan HuiJoo menunda punya anak juga logis. Mereka sangat sibuk dan masih mau menikmati masa pacaran.
Yang paling utama, saat ini dengan membubarkan kerajaan, kedudukan semu orang setara. Ian dan HuiJoo tidak lagi terikat oleh status sosial. Mereka akhirnya bisa bersanding sebagai manusia yang setara, bukan sebagai raja dan pendampingnya. Digambarkan secara harfiah dengan adegan terakhir di stadion. Kali ini mereka bisa memakai jersey bahkan berciuman ketika disorot Kiss cam.
Mengenai aspek kehidupan lainnya, untuk aset kerajaan dikelola oleh Yayasan yang didirikan Ian. Sedangkan. Bagaimana transisi sistem yang sudah berjalan tiga tahun ini serta dampaknya bagi kehidupan rakyat diserahkan pada interpretasi masing-masing pemirsa.
Akhirnya, terimakasih dan selamat tinggal Perfect Crown. Tak ada gading yang tak retak. Kontroversi terakhir itu tak mengubah rasa senang saya memilih me-recap selama ini. Selamat juga untuk para kru dan artis yang dibuktikan dengan pencapaian rating 13,8 persen. Masih menjadi rating domestik drama Korea yang tertinggi di tahun2026 hingga tulisan ini saya rilis.






























Posting Komentar