Review Filling For Love : Laporan Audit Cinta
Hai Assalamu'alaikum
Biasanya kalau untuk menuliskan recap drama saya bisa nonton berulangkali biar sebisa mungkin tak ada yang terlewatkan. Untuk mereview pun saya biasanya baru tergerak menulis kalau ada sudut pandang menarik banget atau justru pengen di yappingin aja. Untuk drama Filing For Love ini, saya nontonnya hanya sekali dan sepintas, jadi buat review singkat saja.
Nonton drama ini awalnya hanya sebagai selingan menunggu jadwal tayang Perfect Crown. Ternyata seru banget, yah ga salah sih yang main Shin HaeSun--yang baru dapat nominasi Pemeran wanita terbaik di Baeksang 2026 berkat perannya di the Art Of Sarah--dan Gong Myung--yang entah karena styling rambutnya malah nampak makin muda sampai si sulung yang tak sengaja melihat satu adegan nyeletuk, 'ini yang cowoknya jauh lebih muda ya Bu?'. Aslinya beliau cuma selisih empat tahun sama HaeSun dan entah saya nontonnya yang kurang serius
(karena sering sambil disambi nulis atau ngapain gitu), saya ga ngeh juga sebenarnya di drakor ini jarak usianya diceritakan berselisih berapa jauh Hoahahaha.
Sinopsis
Haemu adalah grup konglomerasi tenar (posisi ketujuh dengan volume penjualan kesembilan) KorSel yang memiliki 42 anak cabang perusahaan dengan kantor cabang hingga di luar negeri.
Untuk menyelidiki penyelewengan yang dilakukan oleh para stafnya, Haemu punya divisi audit yang tajam. Salah seorang asisten manajer dari tim audit kantor pusat adalah Noh KiJoon (Gong Myung). Awalnya Ia bekerja di tim audit satu (dimana bersama dengan tim dua) menangani kasus besar seperti malpraktek, penggelapan, kolusi dan kebocoran informasi.
Ia dijuluki tuan senyum yang berhasil membongkar praktek kolusi dari segrup pria yang sedang berkumpul di lantai atas gedung mewah. Dengan bukti rekaman dari drone terungkap mereka menjual rahasia perusahaan dan parahnya salah satu pihak yang terlibat diduga adalah pihak KorUt yang mengeskalasi kejahatannya dari mata-mata industri menjadi mata-mata negara. Ia pun ditunjuk sebagai wajah dalam iklan divisi audit untuk internal perusahaan.
Malangnya, KiJoon malah kena demosi akibat politik kantor yang kejam. Dia dilempar ke tim audit tiga yang menangani pelanggaran ringan, misalnya permasalahan perselingkuhan dengan menggunakan kartu kredit kantor.
Penyebabnya adalah kedatangan Joo InA (Shin HaeSun) yang kembali dari luar negeri membawa ketegangan tiada tara di Kantor Pusat Haemu. Ia memiliki bermacam julukan dan sangat ditakuti oleh orang-orang sekantor. Ia langsung ditempatkan sebagai kepala bagian audit. Di hari pertama kedatangannya, ia mengumumkan akan melakukan rapat empat mata dengan masing-masing pegawai. Menurut evaluasi InAh KiJoon adalah karyawan berbakat yang terlalu percaya diri dan oportunis.
Sementara KiJoon jelas menganggap InA sebagai penyebab kemunduran kariernya.
Seperti drama enemies to lovers lainnya, semakin banyak kasus yang mereka tangani bersama, semakin sulit bagi keduanya untuk mempertahankan jarak profesional.
Dan seperti audit yang baik, semakin dalam penyelidikan dilakukan, semakin banyak rahasia yang terungkap.
Lalu apa rahasia masa lalu InA yang perlahan menjadi inti emosional cerita? Bagiamana hubungan keduanya diantara serangkaian kasus yang harus di hadapi? Apakah hubungan yang setara benar-benar ada?
Review
Yang pengen saya komentari adalah..
1. Dinamika Sebagai Pegawai Korporat
KiJoon adalah kita semua! Karakter ini mewakili idealisme pekerja muda yang hancur karena realita politik korporat. Dia berprestasi, tapi merasa terjebak dalam evaluasi yang dilakukan oleh atasan langsungnya.
Perubahan ekspresi Gong Myung dari seorang pekerja keras yang ambisius menjadi karyawan "yang penting absen dan tak dipecat" di awal-awal episode itu sangat komikal sekaligus menyedihkan. Gaya pasrahnya, cara dia pura-pura tersenyum canggung padahal sambil menghela napas panjang setiap kali berhadapan dengan InA, adalah gambaran nyata seni 'tertawa karir' ala budak korporat modern.
Di sisi lain ada sudut pandang InA. Ia adalah perwakilan perempuan yang sukses mengejar karir di korporasi besar. Bukan karena bantuan melainkan murni berkat bakat, kecerdasan dan kemampuannya.
Sayangnya, selaras dengan kesempatan naik jabatan yang berulang, Ia mengalami krisis yang dihadapi sebagian besar wanita berposisi sama. Dia sudah begitu lama membangun reputasi sebagai sosok yang kompeten, tegas, sukses serta tidak bisa dijangkau, tidak bisa dibaca, tidak bisa dipengaruhi. Sampai dia sendiri mulai percaya bahwa memang begitulah identitasnya.
Padahal aslinya InA pun kesepian dan perlahan kisah kasih masa lalunya terungkap. Interaksinya dengan KiJoon ibarat dua sisi yang bertabrakan. Kisah antara atasan dan bawahan yang saling beradu kekuatan.
2. Dinamika Divisi Audit
Ternyata departemen audit yang membosankan justru seru banget di bagian divisi tiga. Rekan-rekan di bagian ini tuh seru dan berkepribadian menarik.
Meski awalnya KiJoon sempat kesal dipindahkan ke divisi yang tugasnya terlihat remeh temeh, yaitu menyelamatkan anggaran perusahaan dari penggunaan demi kepentingan pribadi.
Saya jadi ingat, di tahun 90an, ayah saya menjabat kepala sub bagian rumah tangga di suatu kantor wilayah departemen pemerintah di tingkat provinsi. Jadi, semua aduan ke kantor tentang permasalahan rumah tangga pegawai (yang jumlahnya ratusan orang itu) nyaris melalui ayah saya. Saya yang masih ingusan jadi cepat dewasa karena cukup sering tak sengaja mendengar mereka atau pasangannya yang datang untuk curhat ke rumah (yang wanita biasanya ketemu ibu saya, yang untungnya senang-senang saja membantu sebagai bentuk kewajiban sebagai anggota DW).
Investigasi pun, seinget saya ya, kurang lebih mirip dilakukan seperti dalam drama ini. Bedanya, ayah saya jarang ikut turun tangan sendiri karena beliau harus ke kantor dan sering juga harus dinas keluar kota Hoahaha. Nanti setelah 'bukti-bukti' cukup, bagian mendamaikan barulah ayah saya atau kalau jabatan yang bersangkutan di atas ayah maka akan diberi rekomendasi pada Pak Kakanwil.
Karena ayah dan ibu saya cukup solid (ibu saya bidan jadi ilmunya kepakai banget dan collab ayah-ibu emang gacor mendamaikan orang--saya pernah cerita kan mereka tuh termasuk banyak menjodohkan orang, jadi kalau soal mencarikan jalan keluar masalah pasangan, ya lebih all out lagi), lama-lama sebelum kasus dilaporkan secara resmi ke kantor pun, para rekan ayah jadi sering datang ke rumah buat.. curhat! Mind you, di tahun segitu jasa psikolog belum sepopuler sekarang. Makanya dalam ingatan saya, rumah kami selalu ramai tamu yang berkunjung plus selalu ada bermacam jenis snack atau makanan dari berbagai pelosok Nusantara. Oleh-oleh maupun ucapan terimakasih dari para tamu tadi.
Balik lagi ke Haemu, divisi audit bukan sekedar latar cerita, interaksi dan insight yang mereka dapat ketika bekerja jadi inti penting pengembangan karakter InA, KiJoon dan para tokoh lainnya.
InA dan KiJoon menghabiskan hidupnya mengaudit kejujuran orang lain. Dan pada akhirnya, orang yang paling perlu di 'audit' adalah diri mereka masing-masing sendiri. KiJoon adalah auditor yang kebetulan menemukan celah di hati InA itu duluan.
3. Dinamika Percintaan
Cinta segi empat masa di masa kini tapi koq rasanya ibarat lagi nonton drama dua dekade lalu. Dimana second lead femalenya jadi.. jahat yang ga masuk akal cewek tangguh zaman sekarang.
Pertama, Park AJeong (Hong HwaYeon) tak suka melihat kedekatan InA dengan KiJoon, mantan pacarnya selama dua tahun. Eh, karena satu dan lain hal sekarang KiJoon dan Ajeong jadi roommate. Nah, ketidaksukaannya semakin menjadi setelah tahu InA adalah cinta sejati dari Jeon JaeYeol (Kim JaeWook), sang wakil direktur yang saat ini menjadi atasan sekaligus pria yang dicintainya. Masalahnya adalah AJeong hanya bertepuk sebelah tangan, Ia tahu pasti bahwa JaeYeol terikat pernikahan dengan HyungYoung (Ji SuYeon), sang pewaris dari grup chaebol lain. Pernikahan itu memang bermasalah dari awal, hanya sebagai strategi bisnis dan istri JaeYeol pun ternyata terbukti berselingkuh dengan model Haemu.
Like, what?
Sekece badai AJeong dan segacor itu dalam pekerjaannya sebagai sekretaris eksekutif, malah jadi tokoh bucin akut? Padahal kedua pemuda tersebut telah menarik garis setegas mungkin akan perasaan mereka dan posisi mereka sebatas kolega profesional.
Yang lebih mengecewakan adalah Hong HwaYeon yang mengambil peran tersebut setelah mencuri perhatian di Buried Heart (2025) dan sebagai koki handal di Tastefully Yours. Untunglah HwaYeon tak sampai masuk type-cast dengan peran mirip begini, setelah saya baca berikutnya dia akan jadi pemeran utama wanita bareng Ahn HyoSeop dalam drama bertema makanan Final Table (judul sementara).
Kalau untuk percintaan OTP, saya merasa cukup puas dengan perkembangannya yang cukup genuin sepanjang cerita. Chemistry antara Shin HaeSun yang ekspresif dan Gong Myung yang menggemaskan membuat kita ikut meleleh. Terbukti dari rating yang terus meningkat di setiap episodenya, banyak yang menyukai drakor ini walaupun tayang di tvN yang notabene adalah Tv kabel dan di slot waktu penuh persaingan ketat yaitu di Sabtu Minggu malam yang beririsan dengan penayangan Perfect Crown (MBC) dan My Royal Nemesis (SBS)
KiJoon, meski lebih muda dan secara jabatan dibawah InA dengan tegas mengungkapkan perasaannya: "Berhenti pura-pura tidak tahu. Kamu sudah sadar bahwa aku menyukaimu, kan?" Namun InA menolaknya dengan metafora permainan mesin capit boneka, "Cakar pencapitnya hanya kuat tiga detik. Tidak peduli berapa kali kamu mencoba, tidak akan berhasil." Tapi KiJoon yang tanpa putus asa mencoba akhirnya berhasil mengambil bonekanya dan ketika menyerahkannya membuktikan bahwa tak ada yang tidak mungkin.
Adegan ini bukan sekadar romantis atau lucu dan manis. Itu adalah cerminan sempurna dari cara InA memandang dirinya sendiri: sesuatu yang tidak bisa dijangkau, tidak layak diusahakan, terlalu rapuh untuk digenggam. Tapi KiJoon,dengan segala kekonyolannya berhasil membuktikan bahwa asumsi itu salah.
Seolah menjawab pertanyaan KiJoon diawal, bahwa ketidakseimbangan antar kekasih pun tetap memungkinkan menciptakan hubungan yang langgeng dan harmonis, tergantung pada keinginan kuat menjalin cinta oleh kedua belah pihak. Dan untungnya endingnya manis dan sesuai realita kekinian.
4. Dinamika Keluarga
Ada banyak dinamika keluarga yang diangkat dalam drama ini. InA yang tertutup soal masalah pribadi serta sempat merasa kurang percaya diri menjadi kekasih JaeYeol dipengaruhi latar belakang keluarganya yang sederhana.
KiJoon adalah bungsu, di mana ketiga kakaknya berjenis kelamin perempuan. Inside jokes mereka di episode pamungkas yang menertawakan kalau adik lelaki mereka sudah dewasa pasti related banget dengan para adik bungsu yang punya kakak perempuan.
JaeYeol dan adik beda ibunya Jeon SeongYeol (Kang SangJoon) berada dalam persaingan yang konsisten sebagai calon pewaris Haemu Grup. Adu mekanik mereka semakin meruncing dan puncaknya terjadi di episode pamungkas.
5. Dinamika RomCom
Ada empat teaser yang beredar sebelum drakor ini tayang dan vibes RomCom perkantorannya tuh mengundang rasa penasaran sekali. Dari segi percintaan sudah saya bahas di atas, sedangkan untuk komedinya, saya rasa adalah satu hal yang membuat Filing for Love berbeda dari drama bersetting dunia kerja lainnya.
Jenis humornya sedikit absurd tapi selalu ada kebenaran di dalamnya. Kasus yang ditangani Tim Audit 3 terkesan penuh plot twist yang mengundang tawa, namun jika dianalisis lebih dalam sebenarnya bukan sekadar bahan komedi. Kejadian yang kemungkinan bisa terjadi di belahan negara manapun adalah cermin dari dinamika kantor yang sangat nyata: gosip yang beredar lebih cepat dari memo resmi, hierarki yang mempengaruhi siapa yang "benar" dan siapa yang "salah," dan betapa mudahnya reputasi seseorang dihancurkan oleh persepsi, bukan fakta serta perebutan kekuasaan baik dari level terbawah hingga tampuk kepemimpinan utama. Jadi banyak yang bisa merasa beresonansi ketika menontonnya.
Selain dari segi dinamika hubungan yang ditampilkan melalui dialog yang witty, cerdas dan lucu serta ekspresi dan akting kharismatik dari para pemainnya, sisi sinematik pun juara
Tampilan visual, scoring dan pacing drakor ini sebenarnya cocok dengan selera saya. Terasa hangat dan pas. Ritmenya juga masih oke buat disambi. Kurangnya mungkin beberapa kasus yang harus diaudit agak klise dan mudah ditebak. Adegan makjang-nya juga ada beberapa sih, ya agak jadul sebenarnya mengingatkan kita akan drakor lama.
Bagaimanapun Filling For Love tetap seru dijadikan tontonan menarik terutama bagi para pegawai yang bakal merasa related.
_20260610_063051_0000.png)












Posting Komentar