Review The Legend Of Kitchen Soldier :10 Alasan dari Dapur yang Mengubah Duka Jadi Canda Tawa!
Setelah nonton The King's Warden, rasanya sayang kalau tak menonton Park JiHoon di The Legend Of Kitchen Soldier. Timingnya memang pas, diluncurkan hampir berbarengan dengan hitsnya film tersebut. Bahkan dari salah satu wawancara antar pemain yang saya baca, mood di lokasi syuting pun ikut berubah seiring dengan meledaknya film tersebut. Dan ya.. si sulung kembali bergabung untuk nonton drakor ini.
Sinopsis
Kang SeongJae (Park JiHoon), seorang pemuda berusia 22 tahun yang agak pemalu, nerd dan kecanduan game online. Ia mendaftarkan diri ke wajib militer hanya dua bulan sejak ayahnya meninggal dunia. Sang ayah tadinya adalah seorang pedagang truk makanan yang menjual cemilan khas KorSel, tteokbokki. Saat ini ibunya lah yang melanjutkan usaha keluarganya itu, sementara adik perempuannya masih bersekolah.
Di masa pelatihan, SeongJae adalah prajurit teladan dengan nilai terbaik. Sayang, karena sikapnya yang suka ngeblank, ia ditempatkan di posko perbatasan terdepan yang terpencil, bernama Pos Jaga Gangrim.
Ketika tiba di pos yang menghadap lautan lepas itu ia diwawancarai oleh Sersan Mayor Park JaeYeoung (Yoon KyoungHo), kepala bagian logistik. Sikap aneh SeongJae dan kebiasaannya yang tiba-tiba meneriakan nama dan pangkatnya sendiri tanpa ada yang bertanya, langsung membuatnya masuk kategori sebagai "prajurit yang butuh perhatian khusus" alias problematik. Sang Sersan bertubuh subur itu memasangkan pin 'smile' di seragamnya.
Namun, sebenarnya SeongJae tak sekedar bengong, ia kaget ketika di dalam kendaraan militer yang menuju kawasan barak, ia mendapat semacam penglihatan. Sebuah layar virtual melayang—sebuah Quest Window layaknya dalam game RPG—muncul secara eksklusif hanya untuknya.
Cocok dengan keputusan Kepala Kompi Kapten Hwang SeokHo (Lee SangYi) yang memerintahkan Kepala Pos Jaga Cho YeRin (Han DongHe) untuk menempatkannya sebagai asisten juru masak di dapur barak. Selama ini Pos Gangrim cukup tersiksa akibat ulah juru masak mereka yang punya kemampuan buruk mengolah makanan, Yoon DongHyun (Lee HongNae).
Misi pertamanya? Merapikan gudang makanan pos Gangrim. Ketika SeongJae menerima tantangan tersebut, dia mengaktifkan kemampuan mistis bernama Eyes of the Chef (Mata Juru Masak). Seketika, kehidupannya menjadi lebih menarik. Kemampuan memasaknya perlahan meningkat. Mampukah SeongJae bertahan sebagai prajurit wamil dan sukses menjadi legenda dalam dunia dapur tentara? Lalu ada apa dengan misteri yang membayangi Pos Jaga Gangrim setelah berpulangnya salah seorang mantan pemimpinnya setahun yang lalu?
Review
Yang saya sukai dari Drakor The Legend Of Kitchen Soldier adalah :
1. Adaptasi Webtoon Yang Lebih Baik
Saya akui, saya sendiri belum pernah membaca cerita aslinya yang berjudul sama dan ditulis oleh J Robin. Mau mulai baca pun ternyata di aplikasi webtoon versi bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris belum tersedia secara resmi. Versi yang ada baru dalam bahasa Mandarin atau Thai, jadi cukup sulit diakses pengemar webtoon lokal.
![]() |
| Visualnya mirip sama di webtoon |
Ketika riset untuk mengulas drakor ini, saya mendapati kesan positif dari penikmat webtoon. Termasuk adaptasi yang berhasil bahkan ada pembaca yang merasa modifikasi yang dilakukan penulis Choi Ryong sangat cerdas.
Di versi webtoon aslinya, fokus cerita cenderung terlalu berfokus pada elemen fantasi murni dan aksi militer yang kadang terasa berlebihan. Di versi drama, fokus dialihkan ke arah komedi situasi, kedalaman emosional karakter, hubungan antar-manusia, serta kritik sosial terhadap birokrasi, yang membuatnya jauh lebih matang dan ramah ditonton oleh keluarga.
2. Jajaran Pemain Pendukung plus Cameo yang Menghidupkan Suasana
SeongJae diperankan Park JiHoon si aktor yang sekarang sedang naik daun. Wajah ngeblank-nya dan aura bingungnya juara banget. Kisah dengan keluarganya menghangatkan hati, dilengkapi dengan kehadiran Jung Mina (Jeon SoYoung), gadis yang terang-terangan mengejarnya. Saat ini Mina menjadi jurnalis di harian militer KorSel.
Kapten Hwang adalah seorang pencinta kuliner (gourmet) garis keras yang mengaku kalau standarnya setinggi langit (padahal dalam sistem penilaian internal SeongJae, ternyata dia cuma punya reputasi "Kritikus Bintang 1" Hoahaha). Dia adalah tipe bos yang akan menggunakan istilah-istilah bahasa Inggris secara acak di tengah kalimat untuk terlihat keren sekaligus konyol. Akibat ad libs-nya yang luar biasa, peran Lee SangYi sebagai kapten, diperpanjang hingga akhir. Sebagai prajurit, karirnya agak mandek tapi ia tetap seseorang yang berintegritas tinggi.
Yoon KyungHo tampil gemilang sebagai Sersan JaeYoung. Wajahnya yang garang berbanding terbalik dengan kelakuannya yang mudah dimanipulasi oleh sepiring hidangan lezat. Diam-diam, dia sangat jago dalam dunia ketentaraan. Skill combatan maupun bertahan hidup di alam liarnya mumpuni. Ketika Pos Gangrim tak mendapat pasokan bahan makanan akibat putusnya jembatan setelah badai, ia pergi ke gunung untuk mengumpulkan aneka tanaman liar yang bisa diolah oleh SeongJae jadi bibimbap istimewa.
Lalu ada Lee HongNae sebagai Yoon DongHyeon. Transformasi karakternya dari seorang senior yang apatis dan menyebalkan menjadi "asisten koki" setia SeongJae adalah salah satu kisah yang menarik. Hampir mirip dengan kopral Kim GwanCheol (Kang HaKyung) yang awalnya sering merundung SeongJae. Ternyata terungkap sikapnya itu dilatarbelakangi karena tak bisa menemui neneknya karena wamil dan beliau meninggal dalam kesepian.
Sebagai satu-satunya wanita di Pos Gangrim, Kepala Pos YeRin sangat cakap dalam menjalankan tugas. Ia merangkul bawahannya dengan baik sekaligus tegas. Sebenarnya, ia sendiri sedang berusaha mengatasi luka batinnya setelah mendadak di mutasi ke Pos Gangrim akibat terlibat terlalu dekat dengan seorang mantan senior yang diselidiki dalam kasus korupsi, kemudian meninggal dunia.
Masih ada lagi anggota Pos Gangrim yang diperankan para aktor muda dengan kemampuan menarik serta para komandan batalion, resimen sampai divisi yang diperankan para aktor yang cukup familiar bagi penggemar K-drama atau film. Kesamaannya, semua tak canggung menampakkan ekspresi terpesona sekaligus masuk ke dunia imajinasi kala mencicipi makanan SeongJae yang luar biasa.
Cameo sesungguhnya datang dalam wujud Ha ByeongDe (JinGoo), yang menjadi pemilik restoran tteokbokki terkenal tempat SeongJae belajar kala cuti. Ra MiRan pun mencuri perhatian meski hanya tampil sekilas dalam khayalan Sersan JaeYoung.
3. Gamefikasi Menarik
Kemunculan jendela misi itu bagaikan peta jalan yang memberi SeongJae arah. Buat penggemar game sepertinya--meski awalnya kaget, bingung dan cemas--pasti bisa langsung memahami keterangan di layar yang berkilau keemasan tersebut. Secara mudah di tahap awal ada quest atau tugas harian dengan target yang jelas, misalnya latihan memotong bahan. Selanjutnya ada indikator pengalaman yang meningkatkan skill pribadi dan ada rasa pencapaian yang terukur, posisinya dari juru masak paling junior hingga akhirnya meningkat menjadi menengah
Ia bisa menganalisa kemampuan orang yang akan mencicipi makanannya dalam skala bintang satu hingga lima (yang muncul mengambang diatas kepala sang tokoh). Sama juga dengan kemampuannya menilai makanan--yang sejauh ini mencapai bintang tujuh. Selain itu ada juga misi-misi khusus, yang biasanya berbatas waktu misalnya meningkatkan kepercayaan teman hingga mempertahankan pos jaga mereka.
Di balik itu semua, sistem Role Playing Game (RPG) ini punya makna tersembunyi. Setiap kali indikator kepuasan naik, itu bukan berarti angkanya bertambah, tapi berarti SeongJae berhasil menyentuh hati orang lain. Di dunia militer yang kaku, tidak ada ruang untuk mengungkapkan rasa terima kasih secara lembut. Lewat sistem ini, penonton bisa melihat dengan jelas bahwa makanan yang dia buat bukan cuma mengenyangkan perut, tapi mencairkan sekat antar manusia.
Rasa yang didorong urgensi ala main game ini membuat keseruan menonton meningkat. Kita seolah ikut berpacu dengan waktu melihat SeongJae berprogres dari zero to hero. Kita melihat bagaimana SeongJae naik level bukan dengan keajaiban instan, tapi lewat kerja keras, ketelitian, dan keinginan tulus. Sistem itu hanya alat, kekuatan aslinya tetap ada pada dirinya sendiri. Selanjutnya akan saya bahas di bawah.
4. Drama Healing
Menghadapi realitas hidup di tahun 2026--terutama sebagai WNI 😭---dengan segala gempuran ketidakpastian ekonomi, tekanan fana di media sosial, hingga dinamika dunia kerja yang makin menguras energi, jujur saja deh, kita semua sering kali berada di posisi yang sama dengan Seongjae di awal episode. Rasanya gampang linglung, membawa tumpukan trauma masa lalu, dan sering overthinking.
Di sinilah alasan mengapa The Legend of Kitchen Soldier berhak mendapatkan predikat sebagai drama healing terbaik musim ini. Drama ini seolah menepuk pundak kita pelan dan berbisik kalau kita nggak sendirian.
Ketika mata SeongJae mendadak melihat Quest Window melayang di depannya, momen itu sebenarnya adalah manifestasi dari lubuk hati kita yang paling dalam, yaitu keinginan kolektif untuk memiliki buku panduan hidup yang jelas. Selain panduan iman, siapa sih yang nggak pengen punya layar virtual personal asisten yang mendikte langkah kita secara presisi? Kita semua mendambakan kepastian instan, misalnya “Lakukan tugas A sekarang, maka kamu otomatis akan mendapatkan kebahagiaan B.”
Namun, keindahan sejati dari drama ini baru benar-benar terungkap menjelang episode-episode akhir. Penulis cerita dengan sangat cerdas mengingatkan kita bahwa kehebatan SeongJae yang sesungguhnya bukanlah modal cheat atau bantuan layar digital supernatural tersebut.
Buktinya, ketika sistem itu mendadak crash dan menghilang, keajaiban di dapur Pos GangRim tidak lantas ikut lenyap. SeongJae tetap mampu menyajikan hidangan yang luar biasa memikat karena dia memasak dengan empati dan mendapat dukungan dari rekan-rekannya. Dia tidak sekadar mencampur bumbu, tetapi dia benar-benar meluangkan waktu untuk memahami keluhan, kelelahan, dan membaca suasana hati rekan-rekan satu baraknya.
Melihat para tentara yang awalnya digambarkan begitu garang, kaku, hingga hobi membentak perlahan-lahan mulai meleleh hatinya, tersenyum lebar tanpa beban, bahkan sampai menari bersama hanya karena suapan makanan yang enak, memberikan sebuah efek katarsis dan kelegaan psikologis yang luar biasa bagi kita yang menontonnya.
Melalui metafora dapur militer ini, kita diingatkan pada satu realitas yang hangat: bahwa di balik semua jubah jabatan, seragam formal, dan struktur kekuasaan yang intimidatif di dunia kerja kita saat ini, semua manusia pada dasarnya hanyalah anak kecil yang kesepian. Kita semua, tanpa terkecuali, hanya butuh diapresiasi dan disambut oleh sepiring makanan hangat yang menenteramkan jiwa saat pulang ke rumah setelah lelah bertarung dengan dunia.
5. Lebih Memahami Wamil dan Dunia Militer KorSel
Bagi kita yang hidup di Indonesia, sistem wajib militer di Korea Selatan sering kali hanya kita dengar dari kabar artis yang pamit sejenak karena akan mengabdi atau berita singkat. Lewat drama ini, kita diajak masuk ke dalam kesehariannya dengan pandangan yang lebih manusiawi, bukan sekadar tentang senjata atau latihan fisik.
Menimbang ratingnya yang cukup baik di negara asalnya, bisa kita simpulkan drakor ini cukup realistis menggambarkan lika-liku kehidupan militer. Tidak terlalu meromantisasi, sebaliknya memang berat tapi tidak selamanya buruk.
Secara garis besar yang bisa saya tangkap untuk hierarki militer, golongan atasan biasanya diisi memang oleh para perwira yang lulus dari akademi militer. Ada running jokes tentang Kepala Kompi Hwang SeokHo yang semasa taruna selalu berada di peringkat terbawah. Selanjutnya ada juga YeRin yang lulus dari ROTC (Reverse Oficcers' Training Corps, artinya ia mengambil pelatihan militer paruh waktu selama kuliah.
Untuk peserta wamil, posisi diisi berdasarkan senioritas atau waktu masuknya. SeongJae bergelar tamtama sedangkan teman-teman sebaraknya yang masuk lebih dulu pangkatnya sudah menanjak. Nah, jika selama wamil menonjol, maka akan mendapat penawaran atau bisa mengisi formulir sersan spesialis, sebagaiman yang ditawarkan kepada DongHyeon sebelum masa wamilnya berakhir. Jalur Bintara ini pun ada juga versi karirnya alias memang sejak awal mendaftar militer di jenjang ini. Sersan JaeYoung bisa jadi adalah salah satunya.
Lazimnya dalam dunia militer, jadwal yang sangat ketat, peraturan yang kaku, dan jarak antar pangkat yang terasa formal bisa membuat suasana jadi dingin dan menekan. Masa wamil juga bisa membosankan dan terasa lama. Cerdasnya, drama ini memperlihatkan sisi lain di balik seragam dan pangkat, mereka tetap manusia yang butuh rasa nyaman, dukungan, dan tentu saja makanan yang layak.
Ini juga menjadi kritik sosial yang halus tapi tajam. Birokrasi yang terlalu memikirkan aturan dan penampilan sering kali melupakan kesejahteraan dasar anggotanya. Lewat tokoh SeongJae, kita diajak melihat bahwa keberhasilan sebuah kompi tidak hanya diukur dari seberapa lincah mereka berperang, tapi juga dari seberapa kuat ikatan batin dan seberapa terjaga semangat mereka dan semuanya dimulai dari asupan nutrisi harian.
6. Kocak Maksimal
Komedi di drama ini bener-bener berada di level yang berbeda! Perpaduan antara kerasnya disiplin militer dengan absurdnya sistem RPG melahirkan situasi komedi slapstik dan satir yang bikin perut kram karena kebanyakan ketawa. Interaksi antar tokohnya selaku berhasil mengantarkan dialog yang cerdas sekaligus lucu.
Yang paling juara jelas adegan menikmati makanan lalu masuk ke dunia khayalan (mirip di Bon Apetit Your Majesty). Ada momen di mana karakter merasa dirinya mendadak terbang ke puncak Menara Eiffel sambil melihat kembang api atau justru turun di medan perang dengan senjata peluru artileri yang menembakkan sosis! Hoahaha
Satu adegan ikonik adalah "sidang imajiner" kala komandan menggunakan sebuah wortel raksasa yang dijadikan palu hakim untuk mengadili kelezatan japchae, itu adalah peak comedy tahun 2026! Belum lagi SeongJae yang hadir dalam wujud nenek-nenek berwig ubanan dalam kenangan mengharukan.
Ekspresi food orgasm di sini dieksekusi dengan sangat ekspresif, pas, dan nggak bikin cringe. Pokoknya, humornya segar dan nggak garing sama sekali!
7. Penuh Makanan Menggiurkan
Dari apa yang saya baca, sutradara Jo NamHyung sendiri dalam wawancara press conference mengatakan perbedaan terbesar antara drama ini dan webtoon aslinya adalah pada representasi makanan. Menurutnya, keunggulan drama dibanding webtoon adalah pada ekspresi makan yang saya ungkap diatas. Selain itu, meski tak bisa ikut mencicipi, penonton bisa melihat hidangan yang betul-betul menggugah selera, sesuatu yang tidak bisa dicapai lewat gambar webtoon.
Saking fenomenalnya, beberapa makanan yang tampil dalam drakor ini benar-benar akan diproduksi masal di KorSel sana! Keren banget ya?
Kita juga bisa belajar satu dua hal tentang makanan, lho. Misalnya cara mencuci beras yang baik agar cita rasanya tak rusak adalah dengan membiarkannya mengalir lembut di sela-sela jari. Atau cara memilih bawang Bombay yang segar ialah dengan merasakan bobotnya, kekenyalan yang pas, aroma segar dan tentu saja warna kulit yang berpendar keemasan.
8. Kisah Cinta Tipis-tipis tapi Romantis dan Bromance Next-Level
Keakraban SeongJae dengan para rekan tentara termasuk atasannya membuat kita jadi paham kenapa rekan seangkatan wamil itu biasanya jadi bestie seumur hidup. Bromance dalam suka duka yang penuh tangis sekaligus canda tawa. Kerjasama secara profesional pun mampu membuat mereka memenangkan latihan peperangan sampai mengungkap rahasia konspirasi di dalam struktur organisasi militer itu sendiri.
9. Faktor Teknis Outstanding
Di balik premisnya yang santai dan penuh tawa, kualitas produksi drama produksi tvN dan HBO Max ini bener-bener niat banget. Grafis CGI untuk Quest Window dan efek supernatural saat kemampuan "Eyes of the Chef" aktif terlihat sangat halus, modern, dan menyatu dengan adegan nyata. Versi animasi sebagai pembuka serial pun digarap dengan baik, begitu pula adegan khayalannya.
Selain itu, sinematografinya mantap. Ketika adegan malam hari pun pencahayaannya masih terlihat lumayan baik jadi kita tidak perlu memicingkan mata atau sampai mencerahkan layar gawai.
Jangan lupakan juga aransemen musiknya; OST pembuka ear-catchy, sentuhan lagu mars militer berbalut pop. Ada juga Migak Boys, yang terdiri atas lima pemuda anggota Pos Gangrim, dengan lagu My Flavor, dijamin terngiang-ngiang terus. Apalagi setelah selesai menonton klip resminya, dimana mereka plus Kapten Hwang alias SangYi tampil ngedance dengan energik. Mereka sampai diundang hadir ke M-countdown segala lho! Daebak!
10. Cocok Ditonton Bareng Keluarga
Drakor ini aman banget dari kontak fisik yang tidak perlu, jadi aman ditonton bareng keluarga. Banyak juga mengandung hal-hal positif yang bisa diajarkan jika nonton bareng anak, diantaranya :
Memahami makna kehilangan dan penyembuhan batin: Belajar bahwa rasa sedih tidak perlu ditutup rapat, tapi bisa disalurkan menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain.
✅ Memahami makna kehilangan dan penyembuhan batin: Belajar bahwa rasa sedih tidak perlu ditutup rapat, tapi bisa disalurkan menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain.
✅ Ikatan keluarga dan kebersamaan: Menunjukkan bahwa keluarga tidak selalu harus hubungan darah; rekan kerja atau teman seperjuangan pun bisa menjadi keluarga kedua.
✅ Resiliensi dan daya juang: Mengajarkan untuk tetap bekerja keras meskipun tugas yang diberikan terasa tidak sesuai keinginan atau dianggap remeh oleh orang lain.
✅ Loyalitas dan kredibilitas diri: Menunjukkan bahwa rasa hormat didapat bukan dari pangkat atau jabatan, tapi dari apa yang kita berikan dan bagaimana kita memperlakukan sesama.
Kurangnya adalah terasa terlalu singkat! Tingginya rating dan sambutan di HBO menjadikan drama ini berpeluang mendapatkan musim kedua. Tapi kayaknya harus nunggu Park JiHoon pulang wamil beneran. Huhuhu
Jika kalian sedang merasa lelah dengan tekanan pekerjaan, bosan dengan drama romantis yang bikin pusing, atau sekadar butuh tontonan yang bisa membuat kalian tertawa lepas sekaligus merasa hangat di dada, maka drama ini adalah jawaban mutlak untuk di tonton.
Saran terakhir : JANGAN PERNAH menonton drama ini dalam keadaan perut kosong atau di tengah malam tanpa persediaan cemilan atau makanan instan di dapur. Risiko tanggung sendiri ya, Hoahaha!
_20260617_120128_0000.png)

















Posting Komentar