" ".

Review My Royal Nemesis : Ikatan Cinta Dua Jiwa yang Magis

Table of Contents


Hai Assalamu'alaikum 

Saya nonton My Royal Nemesis justru karena IU mengomentari salah satu postingan Yoon ByeonHee, yang kali ini berperan sebagai sekretaris male lead. Padahal saat itu Perfect Crown juga belum selesai tayang dan jam tayangnya barengan! Jelas, komentar kocak IU bahwa sang manager Castle sudah pindah perusahaan mendapat banyak perhatian dari para fans. Berhubung temanya juga berkisar tentang kerajaan serta fussion saeguk adalah salah satu genre kesukaan saya, jadi ayo ajalah.

Ternyata, setelah nonton dua belas episode dari empat belas episode yang dijadwalkan,  lebih baik dari ekspektasi saya. Sebenarnya saya memang tak berekspektasi apapun karena saya tak pernah suka Lim Ji Yeon. Jauh sebelum dia jadi terkenal di The Glory (2022-2023), saya setengah mati berusaha menyukainya di High Society (2015), meskipun dia mendapat banyak pujian bahkan awards berkat peran tersebut. Meski saya tetap nonton beberapa drama dan filmnya setelah itu, butuh sebelas tahun kemudian barulah saya benar-benar menyukainya lewat drakor ini

My Royal Nemesis
Judul Lain Meotjin Sinsegye (멋진 신세계)
Genre Romantic Comedy, Fantasy, Historical
Pemeran Utama Lim JiYeon, Heo NamJoon, Jang SeungJo
Sutradara Han TaeSeop
Penulis Kang HyunJoo
Produksi Studio S, Studio Dragon, Gill Pictures
Episode 14 Episode
Tayang 8 Mei – 20 Juni 2026
Durasi ± 70 menit/episode
Streaming Netflix, SBS TV
Rating Usia 15+ (Remaja)

Sinopsis 

Komet dengan ekor merah muncul dan tidak hilang dari langit selama dua bulan. Kelaparan dan wabah melanda Joseon. Berdasarkan ramalan maka Selir Kang harus di korbankan. Para menteri pun menulis petisi mendesak dekret tersebut segera dilaksanakan. Tuduhannya antara lain perzinaan serta percobaan pembunuhan putra mahkota dan Selir Gyeong. 

Selir Kang DanShim (Lim JiYeon) dengan tenang tetap menyelesaikan lukisannya, bunga plum yang mekar di musim dingin. Ia nampak tegar namun terus melawan hingga akhir saat dipaksa menenggak racun. Baginya semua orang menanggung kesalahan karena Ia hanya menjalankan rencana bertahan hidup di istana yang penuh tipu daya dan orang-orang yang bersekongkol ingin menyingkirkannya. Sang Raja sempat dibuat khawatir dengan pengikut sang Selir. Namun mendoakan agar jiwa selirnya itu pergi dengan tenang.

Betapa terkejutnya, ketika nyawanya dianggap melayang, ia justru terbangun di masa kini. Rupanya ada seorang shaman yang menjalankan ritual sambil mendoakannya agar ia bisa diselamatkan 

Ia terbangun di dalam tubuh Shin SeoRi tepat saat sang aktris nugu (tidak terkenal) yang hidupnya mengenaskan--sudah bertahun-tahun jadi figuran, uang pas-pasan, dan selalu diinjak-injak oleh industri hiburan--akan memerankan sosok selir yang diberikan hukuman minum racun.

Ia masih marah dan rekaman kemarahannya dalam dialek otentik dan sikap yang sangat menjiwai itu menjadi viral di seluruh dunia! Drama Wanita Keraton yang dibintanginya pun naik daun.

Secara tak sengaja, ia  terlibat dengan Cha SeGye (Heo NamJoon), seorang CEO BioJei, perusahaan kecantikan yang juga cucu tunggal dari konglomerasi ChaeIl. Ia dikenal sebagai sosok yang kejam sampai dijuluki netizen dan karyawannya sebagai "Monster yang Lahir dari Rahim Kapitalisme". Sikapnya dingin, penuh perhitungan, tidak punya empati, dan mengukur segala sesuatu dengan uang. Kata-katanya pedas dan arogan.

Bagaimanakah SeoRi menghadapi hari-harinya di era modern? Mampukah ia menavigasikan kehidupan profesionalnya selaku artis dan personalnya? Lalu apakah kaitan dengan kehidupan masa lalunya di era Joseon dengan SeGye bisa membuat mereka jadi pasangan yang berbahagia?

Review

1. Penokohan yang Kuat

Diperankan oleh dua orang yang biasa jadi pemeran antagonis utama, wajar jika OTP berkarakter kuat.

Kang DanShim di masa lalu memiliki image sebagai selir jahat. Ketika Ia tiba-tiba seolah terbangun di masa kini, sebagai Shin SeoRi tentu saja sebagian besar sikap dan sifat tersebut tetap terbawa. Ia blak-blakan, tidak suka basa-basi dan membawa kebijakan era Joseon. Kerennya, SeoRi berhasil tetap terlihat elegan, meski mengalami culture shock parah, sebagian besar kita dengar dari inner monolog-nya saja. Dengan kecerdasannya, ia cukup cepat beradaptasi. Kemampuannya menganalisa keadaan dan mengaplikasikan pengalamannya dalam keadaan mirip masa lalu adalah kunci.


Sebagai tokoh utama, bisa dibilang SeGye itu kalau di dunia nyata sebenarnya dikategorikan sebagai cowok redflag. Selain terlalu narsis akibat menyadari bahwa Ia tampan, cerdas dan kaya; Ia suka memaksa, tak menghargai batasan dan kata-katanya bisa kasar banget. Ia pun tak peduli dengan imagenya yang buruk. Bahkan menurutnya sendiri, image buruk justru tameng terbaik.

Ketika kedua tokoh antagonis tadi bertemu, disinilah letak keunikan My Royal Nemesis. Selain adu argumen yang next level--bahkan sampai adu fisik dengan saling serang menggunakan tanaman--drama ini seolah membalikkan narasi. Mereka menjadi protagonis dalam hidup mereka sendiri. 

Chemistry dan tarik ulur diantara keduanya luar biasa. Sejak SeGye menyadari perasaan sukanya pada SeoRi, ia mengejarnya habis-habisan. Tak peduli bagaimanapun penolakan SeoRi, cinta SeGye tak bergeming. Ada bagusnya sih, SeoRi yang merasa cemas di dunia yang asing dan  sebenarnya baik hati tapi selalu blak-blakan, bisa dimengerti oleh SeGye.

Alih-alih si CEO kaya yang menjungkirbalikkan kehidupan gadis biasa atau sebaliknya, CEO kaya yang jatuh cinta sedalamnya, kita justru melihat bagaimana taktik manipulasi politik istana Joseon digunakan ketika mereka menghadapi berbagai tantangan. Selain lucu, ini adalah masterclass manajemen krisis berbalut hanbok!

Bagi saya, ini adalah puncak penampilan Lim JiYeon dan Heo NamJoon. Jiyeon cakep banget. NamJoon apalagi. Keduanya saling mengimbangi dengan baik.

Peran pendukungnya pun banyak yang familiar bagi penggemar drakor. Ada Jang SeungJo yang memerankan Choi MunDo, sepupu jauh ayah SeGye yang mengincar tampuk kepemimpinan Konglomerasi ChaeIl. Ia sangat licik sejak kecil walaupun memang diterima dengan baik terutama setelah menjadi donor organ bagi kakek SeGye, Cha DalSoo (Yoo JoonSang). Ada Chae SeoAn sebagai Mo TaeHee, putri chaebol yang dijodohkan dengan SeGye demi memuluskan kerjasama bisnis dua keluarga. Serta dua orang Tante dan psikiater yang kerap didatanginya, dibintangi oleh Jeon JaeKwang.

Relationship chart by SBS

Di sekeliling SeoRi ada Kim MinSook sebagai Baek GwangNam manajernya yang juga teman satu lokasi apartemen sederhana, Lee SeHee sebagai Yoon JiHyo mantan artis cilik saingan SeoRi yang sekarang jadi pemeran utama, Park JinWoo memerankan Goo PyilGoo penjaga perumahan vertikal SeoRi, manajer utamanya dan shaman yang menolong SeoRi sejak dari Joseon dan neneknya Ok NamSoon yang diperankan aktris legendaris, Kim HaeSook.

2. RomCom Ugal-ugalan

Dipasarkan sebagai romcom, komedinya sangat menyala. Sebagai fish-out-of-water, jelas banyak sekali kekonyolan akibat ulah SeoRi yang baru berupaya beradaptasi dengan kehidupan modern. Logat dan gaya bahasanya jadul banget termasuk wisdom era Joseon yang sering dijadikan patokan hidupnya. Apalagi inner monolognya saat menganalisa wajah orang yang baru ditemuinya atau kejadian di era modern, asli bikin ngikik.

SeoRi mempelajari sebagian besar kehidupan modern justru dari menonton drama di televisi. Tentunya ia sering menjadikan adegan drama sebagai referensi. Contohnya saat salah seorang bibi SeGye akan menyerahkan seamplop tebal uang, ia langsung teringat adegan dari drama Makjang yang ditontonnya. Kocak abis. 

Dari segi romansa, ketegangan di antara mereka dibangun lewat adegan tatap muka, adegan adu argumen yang cerdas, 'pertarungan' fisik (saling sambit dengan daun dan bunga di episode perdana Hoahaha), hingga sentuhan-sentuhan kecil yang terasa sangat intim (seperti adegan mencium pergelangan tangan di Episode 9 yang viral itu).

3. Teorinya Banyak Banget

Seru banget tebak-tebakan Tentang plot twist dan kemungkinan endingnya.

Ok, saya akui salah satu masalah utama fussion saeguk dengan penjelajahan waktu ini adalah kemungkinan ending yang nyawit, alias kurang berpihak pada OTP (Hello Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo?)

Kalau saya sih pastinya pengennya OTP kita bersatu di garis waktu masa kini.

Coba kita telaah dulu ya..

Lee Hyeon adalah putra mahkota yang diasingkan karena bekas luka bakar di wajahnya. Luka bakar ini didapatnya sebagai satu-satunya orang yang selamat dari kebakaran besar yang membuat Abang sulungnya, sang putra mahkota pertama meninggal dunia.

Ia jatuh cinta pada pelayan Kang DanShim yang sengaja diperintahkan oleh abang keduaya--yang mengambil alih tahkta setelah Abang pertama meninggal diusia muda--untuk menjadi mata-mata. Kedekatan mereka sebenarnya terjalin genuin, sejak Lee Hyeon menyelamatkan DanShim yang di rundung para pelayan lain. Sang Pangeran tidak pernah terang-terangan menyatakan cinta, hanya mengajak DanShim berteman dan memberinya sebilah belati perak. 

DanShim adalah pelayan yatim piatu yang berusaha keras mendapat tempat di istana. Oleh karena itu ia bersedia diperintahkan raja menjadi teman Putra Mahkota meski Ia tak paham tujuan utamanya justru menjadikannya sebagai umpan sekaligus kelemahan utama sang pangeran. Karena pria itu pada dasarnya lebih dicintai oleh rakyat berkat kecerdasan dan kecakapannya. Ia pun berjiwa lembut, pandai melukis dan menulis kaligrafi puitis.

Ketika mereka sebenarnya saling jatuh cinta di era Joseon, keduanya sama-sama tak berdaya. DanShim selaku pelayan rendahan tidak mungkin menjadi istri putra mahkota, ia hanya bisa bersedih saat berhembus rumor sang Pangeran akan menikahi gadis bangsawan. Padahal sang putra mahkota sendiri tak pernah tertarik pada wanita lain. Terbukti, ia menerima hukuman pengasingan saat DanShim terpaksa (atas tuntutan sang Raja yang memang secara hukum berhak atas kehidupan semua orang terutama pelayan istana) mengkhianatinya dengan memberi kesaksian palsu tentang sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan oleh sang Pangeran.

DanShim patah hati bersama dengan cinta sejatinya, tapi ia tetep berusaha melindunginya dengan menjadi sosok antagonis dalam lingkungan kerajaan. Jadi Ia menuruti permintaan raja untuk menjadi selir, kemudian mengembalikan tatanan istana dalam, termasuk menguasai para wanita bangsawan demi mengamankan dirinya sendiri dan juga kekuasaan sang raja.



Ketika DanShim tersadar di Seoul, awalnya kita mengira jiwanya serta merta dikirim kembali ke masa depan melalui kejadian magis. Tapi menurut saya lebih dari itu sih, DanShim sebenarnya sudah bereinkarnasi menjadi SeoRi sejak kelahirannya. 

Nama SeoRi sebagaimana dijelaskan nenek berarti embun beku. Beda dengan salju yang terbentuk di angkasa baru jatuh ke tanah, embun beku terbentuk langsung di permukaan tanah atau benda (seperti dedaunan dan rumput) akibat uap air yang membeku. Jadi nama SeoRi sendiri mengandung makna resiliensi. Sama dengan embun beku yang menjadi kristal es karena suhu ekstrem, manusia sering kali dibentuk menjadi sosok yang tangguh dan berkilau justru saat menghadapi masa-masa tersulit dalam hidup. 

Saat Seori pingsan ditengah syuting, itulah saat terendah dalam hidupnya dan kenangan DanShim seolah bangkit kembali demi melindungi dirinya sendiri (mirip di Can This Love Be Translated?)

Saya menelaah melalui kisah JiHyo, kita tahu bahwa Shin SeoRi digambarkan sebagai aktris yang dulunya bintang cilik dengan kemampuan akting kuat. Setelah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya, ia mengalami kemunduran dan pada akhirnya terlupakan. Setelahnya, ia hanya bisa jadi pemeran figuran. Nah, menurut saya, waktu itu jiwa DanShim yang telah lahir menjadi SeoRi menjadi hampa karena ia sempat mengetahui kecelakaan itu disengaja, dan merupakan rencana orangtuanya untuk mencari jalar keluar singkat dari permasalahan ekonomi. Kejadian traumatis ini mendorong dirinya menjadi autopilot, makanya kemampuan aktingnya jeblok.

Dari ingatan SeoRi yang perlahan muncul, dirinya benar-benar terlahir sebagai SeoRi. Ia ingat masa kecilnya bersama nenek dan saat kecelakaan nahas terjadi. Faktor pendukung lain, sejauh ini, di lini masa modern yang memiliki kaitan di era Joeseon hanya SeoRi, SeGye dan MunDo.

Kesimpulan saya, jiwa DanShim bereinkarnasi dan lahir sebagai SeoRi, seorang aktris cilik prodigy. Setelah kecelakaan, di usia remaja, ia jadi autopilot, pemurung dan aktingnya menurun. Pada  masa usianya 30 tahun dan  pingsan di lokasi syuting barulah ingatan dari masa lalunya begitu kuat seolah mengambil alih seluruh kesadarannya. Petunjuk datang melalui mimpi dan kilatan flashback

Dari sisi SegYe pun sangat jelas kalau dirinya adalah reinkarnasi Lee Hyeon. Dalam mimpinya ia bisa merasakan betapa sang pangeran mendambakan DanShim.

Lalu bagaimana dengan endingnya?

Ini tuh masih spekulasi ya. Mengingat drama time-travel ini punya sejuta kemungkinan, tetap terbuka kemungkinan akhir yang tragis. SeoRi bisa jadi benar-benar kembali ke Joseon dan tak ada yang berubah dari takdirnya. Alasannya, jika sejarah diubah, maka masa depan, termasuk eksistensi SeGye sebagai manusia modern, bisa lenyap karena butterfly effect. 

Jiwanya akan kembali ke masa ketika shaman berhasil menghidupkan DanShim yang sudah menenggak racun kembali (tapi paralisis dan tak bisa bergerak). Dalam pikirannya, ia lebih bahagia karena tahu di masa depan, Pangeran Lee Hyeon telah bereinkarnasi menjadi Cha SeGye yang sukses dan hidup di dunia yang bebas, serta memiliki calon istri bernama TaeHee.

Di sisi lain SeGye akan patah hati, karena SeoRi yang terbangun di tubuh aslinya akan melupakan semua tentang kenangan mereka. Meski ada kemungkinan SeoRi mengingat semuanya, setelah fragment jiwanya yang bereinkarnasi mengingat semuanya dengan sempurna.

Atau entah bagaimana SeoRi memang tak harus kembali ke Joseon. SeoRi yang benar-benar SeoRi, ingatannya yang muncul sebagai DanShim hanyalah bagian dari kepribadiannya yang baru muncul setelah ia memerankan adegan minum racun. Bisa jadi kepribadian ganda tapi bagi saya lebih mirip dengan kondisi SeGye, mimpi masa lalu yang sayangnya bagi SeoRi lebih kuat lagi.

Intinya ikatan cinta baik DanShim-Lee Hyeon dan SeoRi-SeGye begitu nyata, hingga menembus batas magis.

4. Faktor Teknis Mumpuni 

Mulai dari poster, teaser sampai ke. animasi pembukanya menarik banget. Akting dan interaksi para tokohnya luwes dan tak perlu diragukan dalam menyampaikan dialog yang cerdas, lucu dan menghibur.

Sampai pas photobox pun tetap tematik 
Setelah kisahnya berjalan, meski alurnya maju-mundur ke era Joseon, transisinya bagus dan tak membingungkan. Masa lalu DanShim dan Hyeon hadir dalam adegan yang dreamy like. Sementara era modern lebih realistis. Color gradingnya ciamik banget, ditunjang dengan kostum era Joseon yang indah.

OST-nya bagus-bagus. Pas banget buat bikin hati bergetar. Seasons of Us dari Young K adalah salah satu favorit saya.

Pacing-nya sat-set, hampir tak ada subplot yang tak perlu. Setiap episode berakhir dengan cliffhanger yang bikin penasaran.

5. Pesan Moral Dahysat 

My Royal Nemesis punya pesan moral yang cukup berbobot, diantaranya :

A. Kritik Sosial yang Disampaikan secara Jenaka. 

Penulis naskah Kang HyunJoo  menggunakan dialog cerdas untuk menyindir realita kehidupan modern. Bagaimana DanShim mengkritik budaya kerja lembur tanpa bayaran di perusahaan SeGye sebagai "perbudakan modern yang lebih kejam daripada sistem kasta Joseon". Suatu kritik tegas terhadap sistem keuangan modern 

Ingat juga bagaimana SeoRi memandang media sosial sebagai "pasar gosip selir yang tidak terkendali" sukses membuat penonton tertawa sekaligus tertampar. 

Dengan perkembangan internet dan sosial media, bukankah kita semua hidup di zaman ketika pencitraan di sosmed bisa lebih kuat daripada kenyataan?

B.  Kesempatan Kedua dan Emansipasi Wanita

Selama 300 tahun, seluruh dunia percaya lukisan Bunga Plum di Musim Semi dari Era Joseon yang dipajang di museum adalah buatan Ratu yang baik, sementara DanShim adalah selir jahat.

Karya Lee Hyeon yang menggambarkan DanShim

Lalu, tiba-tiba ia seolah mendapat kesempatan kedua untuk memulihkan distorsi sejarah. DanShim bukanlah penjahat, ia hanya terpaksa menjadi jahat, sebagaimana yang dipaparkannya saat akan dihukum mati. Politik istana yang kejam membuatnya terpaksa melakukan segala cara demi bertahan hidup.

Sayangnya, DanShim seolah tak berdaya, ia ingin meluruskan semuanya, tapi semua orang pasti hanya akan menganggapnya gila.

Usahanya, sebagai SeoRi untuk jujur pada SeGye pun selalu dihadapkan pada dugaan bahwa ada bagian emosional SeoRi (memasuki dirinya sendiri yang percaya), perlu diperiksakan ke dokter ahli. 

Namun di tengah kebingungannya (dan kekhawatirannya bahwa jika benar dari Joseon artinya ia akan dipisahkan lagi dari SeGye) sejujurnya SeoRi tetap ingin berjuang. Ia kali ini ingin memperjuangkan cintanya, kedai neneknya dan karirnya sebagai artis yang saat ini pun seolah dapat kesempatan kedua setelah viral.

Konsep ini terasa sangat relevan dengan era sekarang, saat wanita bukanlah lagi sekedar tokoh lemah. Mereka bisa memperjuangkan kehidupan sesuai dengan yang diinginkan. Tambah lagi seperti yang saya uraikan di atas, nama SeoRi bisa jadi simbol yang menunjukkan sikap daya juang dalam hidup yang luar biasa.

C. Manajemen Konflik yang tak Biasa

Mo TaeHee yang lumayan berbeda dari 2nd female lead kebanyakan setelah dijodohkan dengan ML
Bosan dengan perebutan kekuasaan dalam konglomerasi Korea? Drakor ini memberikan sudut pandang baru yang sedikit lebih segar. Latar belakang yang saling terikat di masa lalu, membuat penyelesaian konflik antara SeGye dan MunDo menjadi salah satu poin penting. Apakah SeGye bisa membalikan keadaan sebagai penebusan 'kekalahannya' di masa lalu dari MunDo yang curang? (InsyaAllah nanti saya update kalau sudah selesai ).

Masalahnya cuma dua sih menurut saya, yaitu :

Pertama, SeGye bagi sebagian orang adalah kriteria (calon) kekasih idaman, terus mengejar hingga SeoRi luluh. Ya, mungkin dalam beberapa kasus nyata, hal ini pun cukup sering kita dengar. Pasangan awet bahkan setelah menikah karena pihak pria mengejar tanpa mengindahkan (di awal) penolakan si wanita. Namun perlu dicermati dalam drama sudah jelas siapa OTPnya, sementara dalam kehidupan nyata gak sesederhana itu. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi. Sebagai wanita, sesungguhnya sikap Segye menurut saya masuk kategori menyebalkan jika si wanita yakin tidak bisa menyukainya (dengan berbagai alasan, termasuk tidak ada perasaan romantis) dan benar-benar menolak. Ujung-ujungnya malah bisa menjadi kasus penguntitan atau yang lebih parah berujung petaka bagi pihak wanita.

Kedua, adalah aturan perpindahan jiwa antara DanShim dan Seori yang belum dipaparkan dengan jelas hingga nyaris akhir. Cukup membingungkan meski bikin penasaran banget.

8.5
MyDramaList Score
10.5%
Nielsen Rating SBS
34K+
Watchers MDL
Top 10
Netflix di 57 Negara

Bagaimanapun, My Royal Nemesis adalah drakor yang layak banget ditonton. Terutama bagi fans genre romcom yang bosan dengan alur yang begitu-begitu saja, fussion saeguk dan suka tontonan yang cukup mudah dicerna namun tetap bikin penasaran.

Dengan naskah yang cerdas, komedi yang segar dan tidak dipaksakan, akting kelas atas dari Lim JiYeon, serta pesona maskulin Heo NamJoon yang bikin meleleh, ini adalah paket lengkap tontonan akhir pekan yang sempurna. Drama ini benar-benar membawa angin segar yang luar biasa brutal di industri pertelevisian Korea tahun 2026.


TOTAL SCORE 
8,5
dari skala 1 - 10

Posting Komentar