" ".

Review Rencana Besar : Novel Thriller Indonesia Melebihi Ekspektasi Saya

Table of Contents

 Hai Assalamu'alaikum 

Saya sempat mengambil jeda cukup panjang dari kegiatan tulis menulis. Titik baliknya justru ketika saya mengambil pelatihan kepenulisan berbayar dengan pembicara para perempuan berbakat yang mampu menyuarakan permasalahan perempuan dengan bernas dan lugas. Anehnya, meski materinya sangat memotivasi untuk berani menyuarakan sudut pandang perempuan sebagai salah satu sumber pengetahuan, saya jadi merasa 'kecil' dan kena writer's block parah saat harus menyelesaikan tugas yang disyaratkan.

Agak ironis ya, tapi saya memaknainya sebagai sinyal untuk menarik diri sejenak. Barangkali fase ini akan berlanjut sedikit lebih lama (karena saya ada kewajiban lain terkait blog), seandainya saya tidak mendapatkan buku Rencana Besar dari Penulis Tsugaeda. 

Cukup unik sebenarnya, saya iseng ikut giveaway buku di salah seorang moots saya di X. Beliau sebenarnya juga bukan reviewer buku, genuinely suka sharing tentang apa yang dibaca saja dan sepertinya gayung bersambut dengan penulisnya yang mensponsori akan membelikan lima orang buku Apa Yang Menarik Hari Ini? Ternyata saya menjadi yang terpilih. Karena saya masih dalam proses pindahan, saya sempat menunda menghubungi sang penyelenggara, eh, malah dihubungi duluan. Hoahaha. Berhubung saya sudah lama sekali tidak menang giveaway, saya tuh lupa kalau ada sistem check out sendiri dan cukup kirim nomor virtual account Hoahaha.

Long story short, bukunya tiba dan dilalahnya barengan juga dengan sendal main anak saya yang sudah diidamkannya. Namanya bocah empat tahun, jelas sih bungsu memilih yang bungkusan paketnya cerah terlebih dahulu. Penerbit One Peach memang menggunakan bungkusan plastik berwarna cerah yang mendekati warna buah peach. Sebenarnya dia membukanya lumayan rapi berkat ajaran ayahnya yang beberapa tahun terakhir memang bergelut di bidang jasa pengiriman, resi tidak dirobek bahkan sampai sampul dalamnya pun masih aman tapii kan tidak ada yang memvideokan. Si adik baru ngeh kalau itu bukan sendal dan melaporkannya ya setelah terbuka begitu Hoahaha.

Jadi, begitu saya lepaskan dari bungkusan karton yang melapisi buku tersebut, dan ternyata judulnya tidak sesuai, saya langsung menghubungi sang penyelenggara. Beliau menyarankan saya langsung mengontak ke penulisnya. Saya jelaskan bahwa saya tidak bisa meretur lewat aplikasi karena biasanya penjual mengharuskan ada video unboxing.

MasyaAllah, bang Diddaytea itu baik banget, beliau lah yang menghubungi penerbit. Kemudian keesokan harinya langsung mengabarkan bahwa anggap saja buku yang salah kirim tersebut adalah hadiah darinya dan buku yang menangkan akan tetap dikirim. Yeay! Alhamdulillah rezeki tak terduga jadi dapat dua buku kan ya.. 

Rupanya, di aplikasi orange, menang penerbit menghubungi saya juga. Karena stok sedang kosong makanya penerbit mengirimkan buku lain dahulu. Agaknya agak mereka tak kena pinalti dari sistem yang mensyaratkan pengiriman selekasnya walaupun ada keterangan pre-order. 


Rencana Besar
Judul Rencana Besar : Sebuah Novel Investigasi 
Edisi Edisi Kedua / Republish 2021
Penulis Tsugaeda
Penerbit One Peach Media
Tahun Terbit 2021 (Edisi 2); Cetakan awal 2013
Tebal 354 halaman
ISBN 9786236096345
Kategori Novel Fiksi, Misteri, Investigasi 
Bahasa Indonesia

 Sinopsis

Makarim Ghanim bukan seorang detektif, ia adalah seorang konsultan dibidang Human Resources. Beberapa tahun lalu, Ia mendirikan biro konsultannya sendiri bersama dua orang temannya yang sama-sama pernah mengenyam pendidikan lanjutan di luar negeri. Setelah berhasil menangani beberapa kasus high profile, namanya semakin meroket. Ia pun tak segan memberikan jasa tambahan sebagai saksi ahli di pengadilan tentunya dengan memperjuangkan idealisme dan nilai-nilai kebenaran.

Sayang kehidupan rumah tangganya tak semulus itu, ia dan istrinya, Susi sedang dalam proses perpisahan. Untungnya, Ayu, putri semata wayang mereka sudah menginjak usia cukup dewasa, menjelang masuk ke perguruan tinggi.

Suatu hari, mantan teman sekelasnya di kampus, Agung Suditama mengajaknya bertemu. Saat ini ia adalah seorang wakil direktur di Universal Bank of Indonesia (UBI). Bank ini bereputasi baik dan memang memiliki banyak kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia karena sejarahnya merupakan gabungan dari empat bank nasional.

Agung meminta Makarim, mantan saingannya merebut hati Susi di masa lampau untuk menyelidiki selisih neraca keuangan tahun 2011 sebesar 17 milyar rupiah. Demi menjaga reputasi, mereka tak bisa melapor pada polisi atau pihak berwenang {konteksnya, saya menemukan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru berdiri di tahun tersebut}. Ia meyakini, ada orang dalam yang terlibat dan sudah ada tiga nama yang dicurigai. Setelah berpikir keras semalam, Makarim memutuskan menerima pekerjaan itu.

Jadilah ia bertolak ke Surabaya demi menyelidiki Rifad Akbar, sang orator organisasi serikat pegawai; Amanda Suseno, sang karyawati berprestasi tingkat nasional, Reza Ramaditya sang pegawai teladan yang setahun belakangan peformanya menurun drastis.

Dengan penyelidikan out of the box, Makarim menemukan kejanggalan. Ketiganya masuk UBI di tahun yang sama bahkan direkrut melalui program khusus yang sama melalui sesosok pembimbing yang sama, seorang wanita bernama Ayumi. 

Siapakah Ayumi? Berhasilkan Makarim menemukan pelaku sebanrnya? Ataukah ada Rencana Besar yang melibatkan pihak lain yang lebih menakutkan?

Review

Spoiler Alert
Rifad Akbar
"Dalam sejarahnya, setiap kelompok yang hendak memperjuangkan kebenaran selalu dikucilkan oleh masyarakat dan ditindas oleh yang berkuasa. Begitulah cerita tokoh-tokoh revolusioner. Begitu pula kisah para nabi."

Di halaman pembuka, Tsugaeda selaku penulis sudah memberi keterangan bahwa buku ini adalah rilis ulang dan beliau melakukan perubahan terutama pada beberapa dialog dan detail.

Lalu saya jadi tertarik membaca versi aslinya yang terbit di tahun 2013 yang dapat ditemukan di Ipusnas tapiii antriannya panjang sekali. Mungkin salah satu faktor pendorong reputasi buku ini adalah telah diserialisasi di Prime Video dengan pemeran utama mas Adi eh..Dwi Sasono maksud saya sebagai Makarim Ghanim.

Ternyata setelah membaca secara keseluruhan, saya merasa sangat berkesan dengan Rencana Besar, karena :

1. Diluar Ekspektasi

Awalnya saya skeptis dengan jumlah halamannya, yang menurut saya terlalu 'tipis' untuk sebuah novel investigasi. Saya senang sekali, ternyata ceritanya justru jadi kompak dan tak bertele-tele. Saya berhasil menamatkannya kurang lebih dalam dua  jam saja. Saya ingat benar karena sambil menunggui anak bungsu saya bersiap lalu pergi Shalat Jum'at bersama ayahnya. 

Dengan mengambil sudut pandang pertama Makarim, secara mengejutkan banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya dari buku ini meskipun ini hanyalah fiksi. Mengenai hal ini selanjutnya akan saya buat satu poin tersendiri.

Selaku tokoh utama, Makarim adalah karakter yang cukup menarik. Ia sendiri punya lapisan yang membuat kita penasaran akan sosoknya.

Apalagi terhadap tiga calon tersangka :

1. Rifad Akbar : pemuda dengan jiwa yang bergelora, idealis dan berani menyuarakan kebenaran. Sayang, ada sisi dimana ia terkesan terlalu gampang tersulut.

2. Amanda Suseno : ambisius, pandai bergaul dan punya idealismenya sendiri. Karirnya dengan cepat menanjak dan seolah menjadi 'anak emas' para petinggi meski bukan pegawai di kantor pusat.

3. Reza Ramaditya : peka, berwawasan luas dan mampu mengelola emosi dengan baik. 

2. Dekat Dengan Realita

Sebagai gen milenial, proses merger empat bank menjadi UBI itu jelas mengingatkan saya akan proses bergabungnya empat bank pelat merah menjadi satu entitas bank nasional M. Menurut saya, penulis bisa menyampaikan dengan baik perjalanan dari balik layar yang tak banyak diketahui khalayak.  Dasarnya ialah sekelumit ingatan percakapan masa kecil, dimana menurut ayah saya yang saat itu masih aktif menggunakan dua diantara empat bank tersebut, memang terdapat kultur yang jauh berbeda sesuai dengan target market yang disasar (yang jelas banget dari namanya yang spesifik). 

Fast forward ke masa kini, 'skandal' yang beberapa kali melibatkan bank hasil penggabungan tersebut pun terasa semakin dekat dengan apa yang diungkap dibagian awal Rencana Besar.

Perekrutan oleh Ayumi sejatinya adalah modifikasi dari program Management Trainee (MT) atau istilah lain yang serupa di perbankan. Dua diantara rekan satu desa saya saat KKN pun langsung diterima oleh program sejenis begitu lulus dari fakultas ekonomi dan ya, sejauh ini karir mereka cukup meroket.

Disisi lain, ayah saya pun sempat memiliki kegiatan sampingan sebagai konsultan tambang. Jadi saya tahu benar dinamika kehidupan seorang konsultan.

3. Tema yang Tetap Relevan

Kalau ada diantara teman pembaca yang suka membaca karya yang bertema evergreen, Rencana Besar menurut saya termasuk salah satunya.

Apa yang dibahas tiga belas tahun yang lalu, masih relevan hingga zaman sekarang. Tentu dengan penyesuaian akibat inflasi, 17 M sekarang terkesan 'sedikit' (atau jangan-jangan mindset kolektif ini terpengaruh anggaran MBG yang perharinya melebihi 1 T? Wallahualam). 

Intinya carut-marut dunia perbankan sudah menjadi bagian dari teori konspirasi global. Selalu ada bagian elitis yang dipercaya punya kemampuan mempengaruhi pergerakan perekonomian ditingkat nasional maupun dunia.

Logika berpikir Tsugaeda menurut saya cukup brilian, kala ia mengaitkannya dengan idealisme pegawai bernama Ayumi. Meski berada di jalur fast track sebagai calon pemimpin masa depan, Ayumi tidak bisa menutupi mata hatinya, bagaimana mungkin perusahaan selalu memiliki laba yang fantastis jikalau kinerja pegawai tak sebanding? Apalagi kesejahteraan baik materiil maupun secara moril pegawai yang semakin tergerus?

4. Makna Mendalam

1. How to Maintain Relationship 

Makarim dan istrinya berasal dari universitas yang sama dan cukup cemerlang dibidang masing-masing. Tetapi kecemerlangan dua orang tidak cukup untuk mepertahankan pernikahan. Pilihan yang diambil (serta alasannya) di bagian akhir menurut saya cukup menarik dan sangat bagus sebagai pencerahan bagi pihak lelaki yang sedang mengalami kondisi mirip, terutama karena ini penulisnya juga seorang lelaki ya..

2. Konsultan Adalah Pekerjaan yang Dinamis

Benar adanya semakin tajam dan mumpuni keahlian seorang konsultan maka klien yang datang akan semakin bervariasi dengan aneka macam permasalahan. Tinggal bagaimana sang konsultan dan atau tim-nya yang menyikapi, apakah akan terus belajar dan upgrade diri juga ataukah melepaskan kesempatan. Pertimbangannya tentu bukan hanya dari segi untung rugi, melainkan waktu, tenaga sampai faktor keselamatan.

3. Lembaga Keuangan adalah Sistem yang Kompleks

Di era sosial media, kepercayaan pada institusi keuangan semakin rapuh. Sedikit saja ada goncangan maka dalam sekejap bisa terjadi rush alias penarikan besar-besaran. Jelas, tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi. 

Sayang, sebagaimana yang diulas dengan baik, transparansi sekalipun tetap tidak mengesampingkan kemungkinan dimanipulasi oleh orang dalam.

Sistem yang seharusnya melindungi justru menjadi sumber masalah. Seolah menyentuh ketakutan terdalam kita, bahwa institusi yang kita percaya mungkin tidak selalu ada untuk kita.

4. Alasan Melakukan Kejahatan yang Bervariasi 

Tersangka dalam kisah ini bukanlah penjahat pada umumnya tapi orang yang masih muda, cerdas, berpendidikan dengan karir yang gemilang.

Menyadarkan kita, bahwa siapa pun bisa berada di posisi itu

Motifnya bukan keserakahan murni atau adanya peluang belaka tapi tekanan hidup, kebutuhan keluarga, rasa terjepit Alasan yang sangat manusiawi dan sangat bisa dipahami serta nilai idealisme.

Hingga konkluksi, kebenaran tidak sepenuhnya menang, ketidakadilan tidak sepenuhnya hilang. Sesuai dengan pengalaman nyata kita melihat dunia.

5. Cara Bertutur Memikat

Saya jadi tertarik mengikuti kisah Makarim yang ternyata berlanjut ke buku selanjutnya. Saya suka banget dengan cara bertutur penulis. Tidak semuanya harus tersurat, yang tersirat pun lebih terasa impact-nya. Terlihat sejak halaman prolog hingga epilog. Hingga akhir, tidak dijelaskan secara gamblang siapa yang terlibat dalam percakapan antara seorang wanita dan pria itu. Berdasarkan  analisa abal-abil saya, yang wanita adalah adalah Ayumi. Ia mengetes loyalitas salah satu dari dua anak rekrutannya dan dari gaya bicaranya yang tenang tapi menghanyutkan, bagi saya itu adalah Reza.

Secara slow burn, kisah ini diungkap selapis demi selapis melalui penyelidikan Makarim dengan pendekatan ala detektif (yang punya pengetahuan dan pengalaman dibidang HR). Kemudian, serangkaian kejadian tak terduga (domino effect) mulai bekerja, mengubah Makarim dari seorang pengamat pasif menjadi aktor yang harus menyelamatkan dirinya sendiri dari jebakan skenario besar sang pelaku.

Latar belakang dunia perbankan tidak terasa tempelan tapi didukung dengan hasil riset mendalam. Mulai dari sistem perekrutan pegawai, target bulanan yang harus dicapai karyawan hingga jantung permasalahan, ketidakseimbangan neraca keuangan. Penjelasannya mendetail tapi tetap memantik rasa penasaran, mengenai siapa saja yang memiliki otoritas tertentu lengkap dengan celah yang mungkin timbul. Semuanya diramu dengan presisi dan editing yang baik.

Satu lagi, kalau selama ini kita melihat dunia keuangan dari sisi glamornya, ada sisi gelap yang gamblang. Mulai dari demotivasi pegawai, permainan orang dalam sampai menyiasati target dengan bekerja sama dengan nasabah atau pihak lain. Plot twist-nya ada sindikat yang bermain ditatanan level tinggi.

❤❤❤

Secara Keseluruhan, Rencana Besar sangat cocok dinikmati oleh penggemar thriller atau konspirasi. Apalagi yang suka aksi, sekaligus permainan pemecahan misteri dengan taruhan nyawa. Tema korporasinya pun akan membuat siapapun yang masih berstatus pegawai, negeri maupun swasta akan merasa related! 

Kurangnya, karena saya mendapat versi yang pernah dijadikan display (menurut pengakuan penerbit), kualitas kertasnya sudah menguning. Tenang saja, tidak terlalu berpengaruh banyak ya.. serasa membaca manuskrip kuno Hoahaha. Eh, barangkali memang bisa jadi artefak karena saya pun mendapat tanda tangan penulisnya, lho!

Bagi saya ini merupakan buku yang bagus, karena selain plot twist-nya yang mengejutkan, akhir buku bukan sekedar menutup satu momen membaca melainkan satu awal dari kesadaran baru.



TOTAL SCORE 
9
dari skala 1 - 10


Posting Komentar