" ".

Review Glass Heart (2025) : Kisah Band yang memberi pengalaman Semi-Imersif dan Spektakuler

Table of Contents



Yak, kembali lagi ke review yang juga mengendap lamaaa di draft. Padahal saya dan Abang Z langsung nonton Glass Heart ini di minggu pertama pemutaran perdananya, lho. Waktu itu Abang terhipnotis adegan pembukanya yang memang langsung memukau banget. 

Saya jelaskan sedikit kalau drama ini  adaptasi novel karyawan Mia Wakagi ke era 2025. Apakah hype-nya sepadan? Mari kita bedah tuntas, setajam tatapan Naoki Fujitani hoahaha.



GLASS HEART グラスハート
Judul Asli グラスハート
Judul Lain Gurasu Haato
Genre Musik, Drama, Romantis
Pemeran Utama Takeru Satoh, Yu Miyazaki, Keita Machida, Jun Shison, Masaki Suda
Sutradara Kensaku Kakimoto, Kotaro Goto
Penulis Naskah Mari Okada (bersama tim penulis naskah muda)
Diadaptasi dari Novel "Glass Heart" karya Mio Wakagi
Jaringan Penyiaran Netflix
Tanggal Tayang 31 Juli 2025
Jumlah Episode 10 Episode
Durasi ± 45 menit/episode
Rating Usia TV-14 (14+)

Sinopsis

Akane Saijo (Yu Miyazaki) dikeluarkan dari bandnya karena anggota yang lain sepakat dengan label, ketika akan debut mereka harus memiliki seluruh anggota cowok. Saat itu posisinya sedang di sebuah konser dan ia membawa lengkap peralatan bandnya. Karena cuaca buruk, konser dibatalkan dan semua orang pulang. Ia jatuh ditabrak orang dan menangis tapi tiba-tiba mendapat Ilham ia memasang set drumnya dan kembali memainkannya di tengah hujan.

Satu persatu penonton mengelilinginya dan Akane tetap bermain melampiaskan seluruh perasaan. Dari atas panggung, seseorang menimpali dengan permainan pianonya. Jadilah duet yang seolah ditakdirkan. Kilatan petir yang yang menyambar membuat semuanya semakin dramatis.



Setelahnya ia aktif mengikuti audisi band. Tak terasa tiga tahun telah berlalu. Untuk menopang hidup, ia membantu jadi juru antar di restoran kari. Tak disangka, suatu hari ia mengantarkan pesanan kari ke rumah Naoki Fujitani (Takeru Satoh). Saat masuk, ia mendengar suara yang selama ini dicarinya. Akane pun baru mendapat informasi, Naoki sang jenius berjulukan Mozart di dunia rock sedang mencari anggota untuk band barunya. Lebih senang lagi, saat menyadari ada Sho Takaoka (Keita Machida) juga bergabung di band tersebut.

Selain Sho, ada satu personel lagi yang ternyata sudah menunggu di sana, yaitu Kazushi Sakamoto (Jun Shison). Ia seorang keyboardis yang sangat tergila-gila pada musik dan dipercaya memegang komposisi serta aransemen band.

Tak disangka, Naoki sama sekali tidak mengingat Akane. Sho dan Sakamoto pun membocorkan bahwa justru Naoki sendiri yang selama ini mencari sang drummer yang bermain bersamanya dibawah hujan. Mendengar itu, Akane tak butuh waktu lama untuk menerima tawaran bergabung.

Dengan hadirnya Akane, formasi band beranggotakan empat orang bernama TENBLANK akhirnya lengkap. Naoki berada di posisi vokal, Sho memegang gitar, Sakamoto di keyboard, dan Akane di balik set drum. Berkat komposisi khas Naoki dan penampilan panggung yang menyala, nama mereka perlahan naik daun.

Namun semakin tinggi mereka melangkah, semakin berat pula tantangannya. Rahasia Naoki mulai terkuak satu per satu. Di tengah badai itu, Akane juga harus berjuang lebih keras karena hanya dirinya yang belum punya nama di antara para musisi berpengalaman. Perlahan, ada perasaan lain yang tumbuh di hatinya.

Review

Seru!

Ada beberapa hal menarik tentang Glass Heart: 

1. Pemain Populer

Abang Z yang lebih jarang nonton dorama dibanding drakor langsung bisa mengenali Takeru Satoh (mungkin habis ngintip ibunya nonton Marry My Husband dalam waktu hampir berdekatan) dan Keita Machida dari Alice in Borderland yang memang disukainya (lalu menggeplak diri sendiri, tapi ya gimana, anaknya penasaran dari TikTok terus kita nonton bareng juga tahun kemarin saat musim ketiga belum rilis. Btw,  sekarang ada radio TikTok juga lho, baru ngeh nih saya). 





Ya, memang dorama ini dipenuhi wajah-wajah yang populer ya. Saya justru kurang familiar dengan pemeran Akane. Saya bahkan ga ngeh kehadirannya di Takane dan Hana (2019), adaptasi dari salah satu manga yang saya baca sepanjang pandemi. 

Hal yang paling saya suka sebagai fans Takeru Satoh adalah fakta bahwa ia benar-benar memainkan instrumennya. Kita tahu dia bisa main drum dan bass, tapi di sini levelnya berbeda. Adegan bernyanyi dan memainkan alat musik bukan CGI, bukan stunt double. Itu Takeru. Keringatnya, urat lehernya yang menonjol, napasnya yang terengah-engah... itu semua nyata.

Secara emosional, Takeru berhasil memerankan tipe karakter tsundere (dingin di luar, hangat di dalam) tanpa membuatnya terlihat kekanak-kanakan. Naoki tidak sekedar dingin, dia hanya tidak tahu cara berkomunikasi selain lewat musik. Ada satu adegan di Episode 7, saat dia diam-diam memperbaiki snare drum Akane yang rusak. Dia tidak bilang apa-apa, cuma meletakkannya kembali. Tatapan matanya saat Akane menyadarinya? Subtle yet heartbreakingly sweet.

2. Penampilan Sinematik

Sebagai serial Netflix, bujetnya jelas tidak main-main.

Lighting: Penggunaan pencahayaan sangat simbolis. Adegan Naoki seringkali dimly lit, dengan tone biru atau abu-abu. Sementara saat Akane masuk, tone berubah menjadi sedikit lebih hangat (amber/kuning).

Camera Work: Pengambilan gambar saat adegan musik sangat dinamis. Kamera tidak diam. Handheld camera digunakan untuk mengikuti gerakan tangan drummer atau jari gitaris, memberikan sensasi seolah penonton berada di atas panggung bersama mereka. kamera 360 bahkan digunakan 'sekedar' saat keempat anggota band makan sambil membahas kemajuan lagu baru mereka. Menurut saya perpaduan teknik pengambilan gambar dan editing yang luar biasa ini lah yang membuat pengalaman nonton Semi-Imersif.

Sound Mixing: This is crucial. Karena ini drama musik, sound mixing-nya harus sempurna. Dan ya, Netflix melakukan tugasnya dengan baik. Suara gebukan drum terasa di dada (pakai headphone atau speaker yang bagus sangat disarankan!). Kita bisa membedakan mana permainan yang ragu-ragu dari Akane di episode awal dan permainan mantap di episode akhir.


3. Musik Luar Biasa

Dalam dunia Glass Heart, musik bukan sekadar hiburan, musik adalah bahasa tanpa kata yang menyampaikan perasaan paling rumit. Baik dalam adegan latihan yang hening maupun konser besar, musik membentuk titik temu antara karakter dan kita, penonton.

Lagu andalan mereka, "Shattered Glass", memiliki aransemen yang berkembang sepanjang episode. Versi episode 1 adalah demo kasar akustik Naoki. Versi episode 5 adalah versi latihan yang masih messy. Versi episode 10 adalah masterpiece full band.

Saya salut bahwa para aktor (Takeru, Masaki, Takumi) sepertinya terlibat dalam proses kreatif musiknya juga. Vokal Masaki Suda yang unik dipadukan dengan backing vocal Takeru yang lembut menciptakan harmoni yang aneh tapi nagih.

Satu hal yang saya sadari, gesture serta kedekatan Naoki dan mengingatkan saya pada penampilan panggung One Ok Rock. Ternyata saya tak salah, Takeru membenarkannya di salah satu konser bareng dan beberapa fans lain juga menyadarinya. (Sayangnya, si Taka sang vokalis baru-baru ini blunder akibat mendukung Ed Sheeran yang mendadak memberhentikan Macklemore selaku musisi pembukanya setelah ybs meneriakkan dukungan pada Palestina).

4. Kisah Cinta menarik 


Salah satu hal yang saya suka dari gaya penyutradaraan di sini adalah minimnya monolog batin yang berlebihan. Kita tahu Naoki terluka bukan karena dia curhat panjang lebar, tapi dari cara dia menatap, cara dia memainkan alat musik, dan bagaimana dia selalu menyendiri di atap gedung sambil mendengarkan noise kota.

Glass Heart memberi definisi lain dari slow burn yang sangat lambat tapi mematikan.

Hubungan Naoki dan Akane dibangun di atas respek profesional dulu. Naoki menghormati ketulusan Akane, dan Akane mengagumi kejeniusan Naoki. Perasaan itu tumbuh di sela-sela sesi latihan jam 3 pagi, di sela-sela berbagi onigiri dari minimarket, dan di tatapan mata saat mereka berhasil menyelesaikan satu lagu sulit.

Adegan romantis favorit saya? Bukan saat mereka berpelukan atau berciuman. Tapi saat mereka sedang jamming. Naoki di gitar, Akane di drum. Mereka saling menatap untuk menyamakan tempo. Di situ, tanpa kata-kata, kita tahu mereka sedang "berbicara" satu sama lain. It was intimate, erotic even, without being physical.

Tentu saja, ketika momen konfrontasi perasaan itu akhirnya terjadi di Episode 9. Payoff-nya sangat memuaskan karena kita sudah diajak menderita menunggu selama 8 episode sebelumnya.

5. Bumbu yang Jepang banget

Apakah itu? Selain semua hal yang sudah saya ulas, tentu saja... Sakit keras. Naoki diketahui sakit tumor otak. Ia mencoba menyembunyikannya selama mungkin. Tapi rahasia tersebut bocor bahkan sampai jadi trending topik di internet saat konser mereka. Semua fans Tenblank khawatir. 

Penampilannya di konser di episode pamungkas seolah memberi kan janji agar ia semangat mengejar kesembuhan dan bisa tampil lagi di masa depan.

6. Pendekatan Realistik 

Konfliknya terasa nyata. Kita diajak melihat proses pembentukan band dari nol: mencari studio latihan yang murah, berdebat soal aransemen lagu, hingga demam panggung saat gig pertama di live house sempit.




Drama ini tidak "mempercantik" industri musik. Ada momen di mana mereka bertengkar, bermasalah dengan produser promotor, ada momen di mana lagu mereka dicuri, mendengarkan ulasan lagu oleh penyiar radio sampai tekanan media sosial yang digambarkan sangat relevan dengan kondisi 2025. Penonton diajak melihat bahwa bakat saja tidak cukup.

7. Hikmah Kehidupan

Glass Heart pada akhirnya adalah perjalanan Naoki dan Akane. Dua jiwa yang sama-sama mencintai musik kemudian belajar menemukan versi terbaik dari diri mereka masing-masing. Kemudian keduanya bertemu dan saling menguatkan melewati tantangan terutama dalam membesarkan TenBlank. 

❤❤❤❤

8.5/10
MyDramaList — 7.630 penonton
8,1/10
IMDb — 1.900 suara
90%
Rotten Tomatoes — Skor Penonton
16.879
MDL Total Penonton

Minusnya adalah semua episode terasa begitu cepat berlalu.Hoahaha. Eh, mungkin buat orang yang nonton film India bagian tokoh menyanyi terus lagunya diskip kayak saya, bawaannya juga pengen skip juga dibagian TenBlank membawakan lagu? 

Yang jelas film ini sangat Takeru Saroh-sentrik, jadi bagi penggemar novel aslinya--saya juga belum baca sih--agak keberatan bergeser dari Akane. Begitu pula endingnya yang sengaja dibuat berbeda, balik lagi, agar Takeru eh Naoki-sentrik.

Overall, penggemar J-drama atau penikmat drama musikal sayang banget kalau melewatkan Glass Heart.


TOTAL SCORE 
9
dari skala 1 - 10

Posting Komentar