Recap dan Review Tastefully Yours Episode 2
Recap dan Review Tastefully Yours Episode 2
Dimulai dari flashback masa lalu Yeon Joo yang mendatangi gedung JungJae. Sang induk semang dengan semangat menawarkan gedung tersebut dengan segala kelebihannya. Yeon Joo langsung menerima penawarannya karena jatuh hati dengan seekor anjing yang duduk dengan patuh di samping bangunan.
Kembali ke Beom Woo yang mengajukan kontrak akuisisi, sayangnya semua draft kontrak tertulis dirobek oleh Yeon Joo. Setelah berdebat Yeon Joo bilang Ia mungkin akan mempertimbangkan investasi. Dengan syarat Beom Woo mau bekerja di JungJae.
Jelas Beom Woo menolak mengingat gaji tahunnya di HanSang dan menurutnya orang yang akan menerima suntikan danalah yang seharusnya membuktikan kelayakannya dan bukan sebaliknya. Di saat yang sama, Yoo Jin mengirim pesan singkat bahwa dana operasional akan dihentikan dalam satu bulan, sehingga dengan cepat Beom Woo berubah pikiran. Ia pun membuat kontrak sederhana dengan ditulis tangan. Lucunya dia tak tahu nama restauran --padahal ada papan nama kecil di depan Jungjae-- apalagi nama Yeon Joo.
Poin penting kesepakatan, semua kegiatan di dapur akan diatur Yeon Joo sedangkan semua kegiatan di ruang makan hanya diawasi Beom Woo, mereka tidak boleh saling tidak ikut campur.
Sebenarnya mereka saling curiga sesuatu terjadi antara mereka masing-masing. Yeon Joo curiga Beom Woo kehilangan uangnya. Sebaliknya, Beom Woo curiga Yeon Joo terlilit utang.
Dalam perjalanan pulang, Beom Woo meminta Yoo Jin mengirimkan resume sous chef karena mereka bersiap akan membuka restoran baru.
"Tidak bisa, baik skill dan resepnya, aku akan memiliki Chef ini" tekadnya.
Di pasar tepi sungai Nambu, Yeon Joo melakukan transaksi yang sangat mencurigakan. Sesuatu dalam bungkusan hitam yang disebut-sebut sebagai benda yang sangat berkualitas. Beom Woo menangkap basah mereka dan curiga itu adalah benda terlarang. Beom Woo dan Yeon Joo malah bertengkar dan penjualnya menyela "Bayar saja aku dulu baru lanjutkan pertengkaran suami istrinya."
Beom Woo dan Yeon Joo kompak berteriak bahwa mereka bukan pasangan. Beom Woo masih sempat menggoda Yeon Joo kenapa Ia sangat tersinggung soal itu. Ujung-ujungnya sang penjual menolak memberikan bubuk cabai karena Yeon Joo belum bisa membayarnya dan hutangnya sudah menumpuk. Yeon Joo berteriak saking frustasinya.
Sepulangnya di rumah, Yeon Joo menangis sambil memeluk botol bubuk cabai yang sudah kosong. Beom Woo malah menceramahinya karena biaya bahan bahannya terlalu tinggi. Dengan margin sekarang entah bagaimana mereka bisa untung bahkan bisa melunasi hutang. Tapi Yeon Joo tidak bisa berkompromi termasuk soal renovasi eksterior dan interior. Solusi termudah adalah menambahkan meja lagi agar bisa menarik lebih banyak pengunjung. Yeon Joo takut tidak bisa mengcover semua pekerjaan bila menambah meja. Maka Beom Woo mulai menunjukkan resume para calon sous chef yang berpengalaman. Semuanya ditolak dengan dingin oleh Yeon Joo
Myeong Sook diajak bekerja di JungJae karena berpengalaman bekerja di Restoran Kongnamul Gukbap selama 15 tahun. Selain pandai, Ia akan bekerja menyiapkan bahan, menyajikan bahkan mencuci dan bersih-bersih. Sayang, Beom Woo yang diajak berkenalan (Myeong Sook minta dipanggil NooNa dengan centil Hoahaha) menampakan ketidaksetujuan.
Mereka berdebat tanpa berkata-kata --yang membuat NooNa Myeong Sook yang mengintip dari jendela bingung antara apakah mereka sedang berpacaran atau berkelahi-- Hoahaha. Yeon Joo memenangkan perdebatan setelah mengingatkan sesuai kontrak, keputusan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan dapur ada ditangannya.
Malamnya, Beom Woo membuat reservasi kamar kelas royal suite di hotel mewah, Yoo Jin menelpon mengabari bahwa dana cadangan dan kartu kreditnya di tangguhkan bahkan mobilnya juga ditarik oleh ibunya. Secara cerdik ia berimprovisasi dan membatalkannya sambil pura-pura menelpon.
Terpaksa, Ia menginap di penginapan pengangguran dan menukarkan jas impornya dengan kamar yang diklaim untuk bangsawan walau kenyataannya sangat sederhana.
Keesokan harinya akhirnya Ia membawa dua meja baru dengan beberapa kursi. Myeong Seok dan Yeon Joo malah merumpikannya yang terlihat lusuh dan bertanya-tanya apakah Beom Woo di begal di jalan.
Beom Woo sangat kesal saat Myeong Sook mengangkat mejanya secara sembarangan karena ternyata Ia menukarkan jam mahalnya untuk memperoleh uang demi membelinya. Yeon Joo pun sepakat dengan Myeong Sook, jika untuk disayang-sayang untuk apa membawa meja tersebut, mending dibawa pulang saja Hoahaha.
Ada seorang influencer yang berminat mempromosikan, malangnya saat Beom Woo mengirim foto menu masakan malah salah kirim selfienya dengan filter lucu. Konyolnya Myeong Sook menangkap basah dan menertawakannya Hoahaha.
Beom Woo lalu menyuruh Myeong Sook masuk ke dalam dan melayani tamu. Ia kaget takala mendengar Myeong Sook meminta pembayaran di muka. Perdebatan sungai terjadi kembali terjadi antara Beom Woo dan Yeon Joo. Beom Woo mengkhawatirkan Myeong Sook yang berbicara secara non formal kepada kamu dan ia tidak setuju menerima pembayaran di muka. Yeon Joo cenderung memihak Myeong Sook karena pembayaran di awal lebih efisien dan mempercepat perputaran meja.
Perdebatan memuncak ketika Beom Woo yang sudah melarang Myeong Sook untuk membuat Kimchi, menumpahkan Kimchi di atas meja yang baru saja dibelinya. Ditambah lagi Yeon Joo tidak mau membuatkannya menu utama sore ini dengan hiasan yang indah agar bisa dikirimkan ke influencer dengan 1,3 juta pengikut. Yeon Joo tetap berpendapat menyajikan makanan secara otentik dan bahan yang tak seharusnya dimakan tak boleh ada di piring.
Beom Woo mengamuk "Menurutku semua yang NooNa lakukan tidak sesuai standar. Dan mungkin saja restoran ini menjadi begini karena keangkuhanmu (menunjuk Yeon Joo) Ah, bukan, karena rasa rendah dirimu."
Konyolnya mereka bertanya apakah Beom Woo dan istrinya bertengkar ataukah Ibu Mertuanya datang berkunjung? Hoahaha
Para pedagang mau minum Makgeolli bersama, Beom Woo mencurahkan isi hatinya. Para pedagang membela Yeon Joo dan mengatakan bahwa memang benar kepribadiannya aneh tapi masakannya sangat lezat. Istilahnya Hidden Gem, yang menurut Beom Woo terlalu tersembunyi. Mereka meyakinkan Beom Woo, Jungjae memang butuh orang seperti Beom Woo untuk membuatnya lebih maju lagi.
Myeong Sook menunggui di depan JungJae sambil khawatir Ia sudah berlebihan, tapi Yeon Joo menenangkannya dan bilang kalau Beom Woo tak akan pergi karena harus memenuhi kontraknya.
Benar saja, Beom Woo pulang ke Jungjae dengan membawa sekantung cabai yang diidamkan oleh Yeon Joo. Mereka pun berbaikan, Beom Woo memperhatikan sudah tersedia piring cantik dan mejanya kembali bersih dan ada pancake /Jeon-kimchi yang tersaji (label ditudungsajinya untuk Manager). Bahkan Yeon Joo memberinya pakaian dengan alasan bahwa hal yang paling penting adalah higenitas. Ia pun menjelaskan Myeong Sook membuat Jeon-Kimchi dari bahan sisa karena selalu memikirkan restoran.
Yeon Joo mencium aroma minuman keras dari Beom Woo, Ia membela diri Ia minum dengan tukang daging dan sayur dengan alasan marketing.
Syukurlah teman-teman baru Beom Woo datang serombongan besar. Myeong Sook dan Yeon Joo sangat bersemangat menyajikan hidangan terbaik. Beom Woo yang menyajikan dan sebagai bentuk terima kasih Beom Woo minta sang NooNa membawakan jeon-kimchi sebagai kondimen gratis dari tuan rumah.
Semua merasa puas bahkan memuji makanan Chef Mo sebagai hasil seni. Bahkan mereka berterimakasih saat pulang dan berjanji untuk datang lagi.
Saking bersemangatnya mereka bertiga jatuh kelelahan. Untuk meningkatkan semangat, mereka memumpukkan tangan dan melemparnya ke udara, bak tim olaharga. Keluar dari JungJae, Beom Woo memuji kaus barunya yang terasa sangat nyaman. Myeong Sook pun tampil super trendy dengan jaket kulit imitasi. Akhirnya mereka semua masih bersemangat untuk pergi minum-minum bareng.
Mereka didatangi oleh Shin Choon Seong (Yoo Su Bin) yang marah karena dianggap membajak karyawannya, Myeong Sook. Menurutnya Yeon Joo dan Beom Woo membajak dengan menawarkan Myeong Sook (NooNa-nya) pekerjaan sebagai chef dengan bayaran tinggi, bonus dan memberinya kamar di hotel mewah. Beom Woo dan Yeon Joo kompak keheranan.
Myeong Sook yang merasa malu berusaha mengalihkan perhatian dengan menatap buku menu di restoran yang mereka tuju. Akhirnya Ia meminta maaf kepada Beom Woo dan Yeon Joo karena dia telah berbohong tetapi tujuannya hanyalah menggertak agar mereka mau menyamakan tawaran tapi mereka menolak jadilah Ia membuka demi menyelamatkan harga dirinya.
Myeong Sook merasa kecil hati karena merasa tak punya keahlian apapun. Yang dilakukannya hanya datang dan bekerja setiap hari ke restoran itu. Yeon Joo menenangkannya dan bilang bahwa pengalaman selama 15 tahun saja sudah merupakan keahlian. Yeo Joo mengangkatnya jadi koki dan mereka pun bersulang.
Mereka pun minum-minum dan menyadari bahwa si Pemilik Restoran Gukbap masih terlalu muda. Ternyata nama restoran secara resmi memang baru generasi kedua, Sang kakek memberikan pada ayahnya, sementara ayahnya belum memberikan padanya. Alias belum diakui sebagai miliknya. Ayahnya pun marah karena Choon Seong belum bisa membujuk Myeong Sook kembali.
Di restoran La Lecel, Chef Jang diantar Sun Woo berkeliling. Mereka bersulang untuk kerjasama demi mendapatkan bintang tiga Diamant. Chef Jang sangat optimis karena selama ini merasa sisi kreatifnya tidak berkembang dibawah Beom Woo.
Beom Woo yang membaca informasi online segera menghubungi Chef Jang. Setengah merengek Ia merasa dikhianati dan teganya Chef Jang meninggalkannya. Yeon Joo mengikutinya keluar restoran dan menangkap basahnya, termasuk mendengar Ia berupaya menghancurkan mereka berdua dan akan merebut resep dari restorannya sekarang.
Choon Seong datang lagi dan Yeon Joo menebak ayahnya tak akan mewariskan restorannya karena kehilangan karyawan. Choon Seong berusaha menarik tangannya, tapi Beom Woo menariknya lagi. Terlihat keren karena sebelumnya juga Ia berhasil menepiskannya dari Myeong Sook, namun kali ini Choon Seong balas menjambak rambutnya Hoahaha. Yeon Joo turun tangan sampai menjungkalkan Choon Seong.
Lalu dengan berani Yeon Joo mengkonfrontasi tujuan kedatangan Beom Woo ke JungJae.
Review
Episode ini makin mempertegas perbedaan antara Beom Woo dan Yeon Joo. Secara garis besar bisa dibilang perbedaan secara tradisional dan modern atau secara spesifik :
★Beom Woo adalah produk kapitalis sejati (waktu minum dia bercerita kalau Ia berkuliah di Amerika Serikat) yang mengutamakan margin keuntungan sebesar-besarnya jadi secara prinsip ekonomi ia tidak ingin dipusingkan dengan cost produksi yang tinggi. Termasuk berusaha menekan harga bahan baku yang ingin dipakai oleh Yeon Joo.
☺ Yeon Joo berpegang pada passion memasak. Menjual karyanya bukan semata demi bisnis. Ia mengutamakan kualitas bahan, rasa yang otentik dan kepuasan pelanggan. Ia tidak mau memasukan hiasan yang tidak perlu diatas hidangan.
★Dari ibunya, Beom Woo belajar mengkomersilkan menu tradisional korea secara fast chain. Artinya lebih banyak orang yang mengonsumsi produknya lebih banyak untuk yang mereka peroleh. Cara pemasarannya antara lain dengan diviralkan di sosial media.
☺ Yeon Joo tidak peduli dengan pelanggan yang datang dari promosi di media sosial. Baginya pelanggan yang ekslusif dan hanya datang demi menikmati kelezatan hidangannya jauh lebih penting
★Beom Woo terbiasa mengelola restoran fine dining yang memegang teguh standar ala barat terutama dalam hal plating. Ia mengakui skill memasak Yeon Joo dalam bidang internasional korean cuisine. Menu Jungjae dinilainya otentik tapi menurut standar dirinya sendiri itu tidak cukup fancy. Ia meyakini bahwa sous chef yang profesional lebih dibutuhkan oleh Jungjae walaupun ia memiliki maksud tersebut bunyi yaitu membujuk sous chef itu pindah ke restoran barunya.
☺ Sebenarnya Yeon Joo membuat menu dan hidangan yang LAYAK jual di restoran fine dining berkelas di Seoul sekalipun. Tapi ini berdasarkan analisa abal-abil saya, ada sesuatu yang terjadi di masa lalu yang mendorongnya pindah ke Jeolla dan membuka JungJae.
★ Menurut Beom Woo pembayaran secara close bill di akhir dari pengalamannya mendorong pelanggan masih bisa menambah orderan.
☺ Yeon Joo membela Myeong Sook karena di restoran Gukbap yang terkenal ramai dan pelanggannya sampai antri hal ini lebih efisien. Pelayan --yang jumlahnya tidak banyak-- datang membawa orderan langsung menerima uang, jadi tidak perlu bolak balik. Efektif juga mencegah pelanggan yang kabur tanpa bayar selesai makan. Selain itu pelanggan yang selesai makan bisa langsung pulang tanpa menunggu tagihan datang, jadi meja lebih cepat kosong.
Di sisi lain, episode ini makin menunjukkan chemistry diantara keduanya. Pertengkaran tanpa suara mereka menunjukkan level pengertian yang expert banget deh. Saya hanya bisa begitu dengan adik yang notabene-nya sudah kenal seumur hidup kan ya Hoahahaha.
Keduanya memang bertengkar hebat, berisik sampai main fisik (dengan catatan saat berhadapan dengan Choon Seong) dan tanpa malu-malu lagi menunjukkan sisi negatif mereka. Yeon Joo bahkan nangis sambil guling-guling hoahaha dan Beom Woo ngamuk sampai walk out tapi mereka masih bisa berdamai dengan baik.
Dan sebenarnya kalau mereka berbicara dari hati ke hati, mereka benar-benar akan solid. Sebagaimana para pedagang pasar sudah bisa membaca situasi. Tinggal mereka menggabungkan kemampuan keduanya dan mengambil the best of the both world. Ditambah kehadiran kedua anggota baru yang juga punya kepribadian unik dan keahlian masing -masing.
Myeong Sook alias Shin Sun Rok ternyata cocok juga berperan komedi. Meski masih terbayang wajah villain-nya tapi bikin karakternya jadi terasa layering emosinya
Kalau Choon Seong alias Yoo Su Bin tak perlu diragukan lagi. Hilarious dan memang jadi center komedi. Tapi yang nyebelin gini akan paling kerasa nanti pertumbuhan karakternya.
Ohya, entah kenapa bagi saya menu makanan yang dibuat Chef Mo kali ini memang tampak lebih menggugah selera dibandingkan buatan Chef Jang.
Marilah kita nantikan episode selanjutnya.
Baca juga Recap dan Review Tastefully Yours































Masih menyimak dulu ulasan dari teman-teman
Aku tuh mau nonton drama ini dan udah masuk watchlist. Tapi tetep dong nunggunya kalau udah kelar, biar nggak OVT pas mau tidur. :D
Makin kocak dan makin banyak perbedaan yang jadi alasan mereka gelud.
Emang karakter keduanya yang gabisa diem, itu bikin seruu..