Recap dan Review Splash Splash Love Episode 2 (Ending)
Raja mendekap DanBi yang termenung mengingat alasan Ia melompat ke dalam air. Namun ketika raja mengelus rambutnya dan mengecup rambutnya pelan, DanBi balas memeluknya.
Raja seolah tersadar dan mengajak DanBi pergi ke Ming karena Ia sudah menyiapkan kapal. DanBi menolak, "Hanya sekali tolong jangan paksa aku kembali ke sana. Aku memang ke sini untuk kabur dari sana" Ia semakin menangis.
ChaeJik datang dan raja memerintahkan hal membawa DanBi pergi berkuda. Diam-diam ChaeJik di beri perintah oleh kepala Cendikiawan istana untuk mengakhiri hidup DanBi dengan janji akan diangkat menjadi pejabat bintang 5 di istana.
ChaeJik yakin DanBi benar-benar datang dari masa depan, tapi Kepala Cendikiawan malah khawatir justru itulah yang akan jadi penyebab permasalahan.
Ratu mendapat informasi dari ayahnya tentang Raja yang bergegas berlari demi menyelamatkan sang gosam. Menurut ayahnya Raja membawa masalah bagi dirinya sendiri.
DanBi berusaha mengambil air dari dalam genangan sekonyong-konyong ChaeJik mengacungkan pedang ke lehernya.
Ratu kabur dari para pelayannya. Ia pergi ke ruangan raja dan melihat jeruk Tamra yang menggelinding dari gosam' yang pingsan saat Ia kemarin mendatangi raja. Ia pun teringat pernah memperhatikan dari jauh saat kedua orang itu tertawa cekikan saat selfie bareng.
Ternyata ChaeJik hanya melarang DanBi minum air yang sudah dicemari oleh lumut. "Tapi lumut itu tak bersalah, yang bersalah adalah manusia yang serakah" tuturnya.
ChaeJik menyadari Gosam adalah perempuan saat DanBi tersandung tak sengaja menabrak tubuhnya. Sebenarnya Ia pun sudah tahu karena adik lelakinya, Seok selalu memanggilnya 'Noona' (bukan Hyung). DanBi disuruh mandi tapi malas bilang Ia malas Hoahaha
DanBi pun berkisah sebenarnya Ia tak berniat menipu tapi nyawanya bisa selamat hanya karena dikira lelaki. ChaeJik berjanji akan merahasiakannya dari raja dengan imbalan uang.
"Sepertinya Kau orang yang baik. Padahal awalnya ku kira kau sangat kejam." DanBi berujar saat ChaeJik mulai mengajaknya berjalan lagi.
Ia minta DanBi berusaha lebih giat agar Ia bisa naik jadi pejabat bintang lima. Atau bahkan lebih tinggi lagi, jadi bintang empat karena menyelamatkan wanita-nya raja. Kemudian Ia menusukkan pedangnya ke arah DanBi.
Raja memarahi Kepala Cendikiawan istana yang memberi instruksi pada ChaeJik. Namun sang kepala berkeras agar Ia melupakan perasaannya. Gosam hanya membawa bahaya (terlebih Ia berhasil mengajarkan Raja huruf modern)
Ternyata ada pembunuh yang mengejar DanBi. ChaeJik menusuknya dengan pedang, setelahnya Ia menyuruh gadis itu naik kuda dan pergi searah jarum jam, sementara Ia yang akan menahan mereka. DanBi ragu karena belum pernah naik kuda. Ia memberi ChaeJik bilah cutternya, yang menjadi senjata terakhir pria itu dalam menumpas gerombolan penjahat.
Di saat yang bersamaan, Raja berkuda menyusul DanBi begitupula Ratu yang berusaha mencari mereka berdua. Ratu berlari berjalan kaki hingga tumitnya terluka. DanBi menguasai berkuda berkat latihan di kararoke lagu Gangnam Style dari Psy.
DanBi teringat matahari adalah waktu di Joseon, jadi Ia memilih jalur Barat dengan memanfaatkan arah mata angin dari ponselnya.
Ratu bertemu ChaeJik yang terluka namun selamat. Ia menampar pria itu dan marah bahwa selama ini ChaeJik tahu semua (tentang kedekatan suaminya dan 'gosam'). ChaeJik hanya mengabaikannya dan memeriksa lecet di kakinya. Ia malah menggendong sang Ratu yang masih menangis bahwa Ia akan menemukan kedua orang itu.
DanBi tiba di pantai saat matahari terbenam. Ia bernafas lega, namun teringat perkataan raja bahwa Ia seumpama matahari yang melambangkan negeri Joseon. Raja pun tiba di tempat yang sama dan langsung mengecupnya. DanBi menutup matanya meski tetap kebingungan akan hubungan mereka.
ChaeJik membawa Ratu ke rumahnya. Wanita itu menemukan burung yang sewaktu kecil dicatnya sendiri dan dibuat jadi seruling oleh ChaeJik. Rupanya mereka berdua teman sejak kecil. Ratu membantu ChaeJik membebat lukanya sambil mengomelinya yang suka sok jagoan.
Di tepi pantai, DanBi menceritakan kepada Raja bagaimana Ia bisa sampai ke Joseon. Intinya Ia ingin menghilang tak peduli ke mana saja. Raja malah membahas asal kata mirae (masa depan) dari mi (belum) dan rae (datang). Raja masih tak percaya, DanBi datang dari hari yang belum terjadi.
DanBi mengejeknya apakah selalu ditipu orang jadi skeptis Hoahaha. Untuk membuktikannya, Ia menunjukkan rasi bintang di ponselnya. Sangat indah dan Raja kagum bisa merekam langit. Sayang, batre ponsel habis dan raja menyimpulkan lebih baik memandang yang asli saja sambil menggedikkan kepalanya ke langit
DanBi pun menyadari sungguh di Joseon karena bintang terlihat banyak dan terang. Di masa depan yang terlihat hanyalah bintang dengan sinar yang paling terang saja.
"Baiklah lihatlah bintang itu, awalnya kau memang hanya melihat bintang yang paling terang saja. Tapi jika terus melihatnya yang kurang terang pun akan terlihat lebih terang". Raja mengajaknya melihat Bintang
"Ya, Aku bisa melihatnya" DanBi menatapi angkasa
"Bintang-bintang itu sebenarnya tidak menjadi lebih terang , hanya saja kemauan orang yang melihatnya menjadi lebih besar" tambah Raja, padahal Ia sibuk menatap DanBi
Raja menuliskan L, O, V, E di tangannya. DanBi menjawab "Aku juga" lalu menutupi wajahnya. Raja bingung, tapi DanBi bertanya, "Apakah Kau mencintai ku?"
DanBi mengeluarkan coklatnya yang bergrafir huruf L, O, V, E dan menjelaskan artinya adalah cinta.
Di saat bersamaan, Ratu dan ChaeJik pun memandangi langit. Ratu berkata bahwa Ia baru menyadari ada begitu banyak bintang di langit Hanyang. Ia menyarankan ChaeJik dipindahkan ke departemen musik, karena semua instrumennya berdebu.
ChaeJik justru membanting semua instrumen itu ke tanah dengan marah, tapi Ia batal marah karena perut keroncongan Ratu terdengar kencang.
ChaeJik memaksakan ayam goreng tapi menyebutnya sebagai 'Chi sus' (DanBi nih yang mengajari).
Setelahnya Ratu melukis diatas papan kayu yang digabungkan ChaeJik dengan beberapa lukisan lain jadi membentuk suatu kesatuan lukisan angkasa bertabur bintang.
Raja malah stress karena orang barat semakin maju berkat aksara sendiri. DanBi justru menyarankannya makan permen sebagai obat stress paling mujarab. Raja awalnya menolak karena terlihat pahit seperti obat. DanBi berjanji justru ini sangat manis.
Raja bertekad suatu hari akan menemukan aksara sendiri demi rakyat seperti DanBi bisa lebih makmur lagi. karenanya Ia berusaha belajar matematika, kombinasi huruf konsonan dan vokal tidak akan muncul begitu saja.
DanBi teringat materi yang dibacanya di buku menjelang ujian, Ia mengeluarkan lembaran uang pecahan 10.000 Won dan membandingkan dengan sang Jeonha.
"Kenapa kau menatap ku begitu? Apakah Aku sangat tampan?"
"Jeonha, Kau pasti akan mencapai impianmu" DanBi baru sadar bahwa ini adalah Raja Sejong yang Agung. "Wow, Keren sekali, Apa aku minta tanda tangannya saja?" Ia seolah berbicara pada diri sendiri.
"Apa kau jatuh cinta lagi padaku? Aku juga akan menuliskan namamu" Raja jadi cheeky sambil makan cokelat.
"Wow, ini?!! Apa ini??!" ia terpesona rasa dan aromanya.
DanBi mengeluarkan cemilan lain, Raja memuji kehebatan tas DanBi yang bisa mengeluarkan banyak hal. DanBi awalnya kebingungan kenapa masih bisa ada hal lain di dalam tasnya. Lalu Ia teringat Ibunya menyemangatinya di hari ujian.
"Ibu, Ini adalah permen kesukaan ku sejak kecil" tanpa disadari Ia mulai menangis.
Raja yang panik, memerintahkannya untuk tak menangis, "ini adalah perintah Raja."
Ia teringat perkataan DanBi bahwa permen adalah obat stress paling mujarab. Raja menciumnya dan memindahkan permennya. "Jangan menangis"
Pagi pun tiba, DanBi melihat genangan air dan lumut yang terapung di dalamnya. Ia pun teringat perkataan ChaeJik. Ia langsung mengajak Raja pulang ke istana. Bergegas dengan berkuda, setibanya di istana DanBi menemukan titisan air berkurang karena lumut yang menghalanginya. Jika lumutnya dibersihkan maka perhitungannya akan benar. DanBi mengingat perjuangan dengan ChaeJik membuatnya bersama.
"High Five" ajak DanBi kepada raja yang nurut saja ikut toss.
Raja mengeluarkan titah bahwa Gosam akan diampuni sementara ChaeJik akan dinaikan posisinya jadi bintang empat. Para pembesar menyebut dengan gembira. Kecuali ayah Ratu yang masih meminta agar Gosam diusir. Perdana menteri mengambil jalan tengah, jika status yang menjadi masalah, maka sebaiknya Raja memberi Gosam posisi tingkat yang lebih tinggi, menjadi bintang 3?
Di luar ruangan, Ayah Ratu marah pada Perdana Menteri yang awalnya jadi sekutunya. Tapi Perdana Menteri bilang Ia berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
DanBi mendengar semuanya dari kejauhan dan tampak lega. Raja menggandengnya dan mereka belajar perkalian lagi. Kali ini ketika DanBi salah, Ia sudah siap di jitak tapi Raja malah mengecup dahinya (Awww ini so sweet).
Setelahnya, Ia mengajarinya tentang tata Surya. Agar lebih gampang memahami soal lintasan planet, DanBi melepaskan ikat rambutnya sebagai bantuan menjelaskan poros. "Apa Kau sudah mengerti?" Tanyanya pada Raja yang terlihat terpukau pada kecantikannya.
Raja memintanya mengulangi mengucapkan Venus sambil menuliskan sesuatu di catatannya.
Malam itu DanBi ingin makan ramen dalam cup dan diam-diam menyelinap ke dapur istana. Ternyata ada Ratu yang sedang makan (tapi pura-pura mimisan Hoahaha sama triknya dengan di masa depan).
DanBi memasak mie cup-nya lalu memberi pada Ratu yang bilang lumayan tapi makan dengan sangat lahap. DanBi menawarinya minum pun ditolak karena Ratu merasa tahan pedas.
DanBi bilang Ratu sangat mirip dengan sahabatnya, Ratu pun merasakan hal yang sama, DanBi terasa familiar.
Ratu bertanya apakah orang dari masa depan mengetahui semuanya. DanBi menjawab dengan banmal (informal) tapi satu lirikan maut dari Ratu membuatnya menambahkan 'yo' yang menjadikannya bahasa formal.
Rupanya Ratu mengeluarkan hasil lukisannya. Ia ingin mewarnai rok lukisan wanita yang mengenakan hanbok dengan cahaya bintang tapi tak bisa menemukan warnanya.
DanBi terdiam sejenak, lalu mengeluarkan cutternya dan membantu Ratu membolongi sebagian roknya dan mengarahkannya ke angkasa yang bertabur bintang. Ratu terpesona dengan keindahannya.
Besoknya Ia menyampaikan idenya untuk menjadikan DanBi sebagai Selir pada ayahnya yang langsung marah besar. Namun Ratu tetap pada pendiriannya, Ia menerima DanBi, untuk itu Ia minta ayahnya bersabar dan mempercayainya. Ayahnya masih mengomel, karena seharusnya Ia menjaga suaminya.
DanBi sedang berendam dengan air hangat. Ia senang sekali naik pangkat. Setelah mandi pun Ia diberi hanbok terbaik dengan hiasan rambut yang cantik. Setelah didandani, barulah Ia heran "Memangnya Aku diberikan posisi apa?"
"Anda akan melakukan 'tidur bunga' dengan yang mulia" Begitulah dayang menjelaskannya Hoahahaha
Rupanya Ratu menyampaikan niatnya pada Ibu Suri. Raja yang dipanggil menghadap, terlihat tak senang tapi Ibunya mendesaknya menjadikan DanBi sebagai selir.
DanBi yang tersadar segera berlari untuk bersembunyi (sempat-sempatnya Ia berseloroh 'Memangnya Aku JangHyebin -Selir Raja SeoJong yang terkenal).
Raja yang mengetahui DanBi kabur setelah mendengar kabar itu dari dayang, ikut mencarinya sendiri.
DanBi bersembunyi di ruang rahasia yang dipakai Raja belajar dengan para cendikiawan. Ia pikir sudah berhasil mengelabui Raja, ternyata yang dihindari malah tepat berada di depannya. Begitu melihat DanBi, Raja menangkap tangannya dan membawanya ke ruangannya sendiri.
"Ibu, Ibu. Tunggu! Bukannya Aku akan diusir dari sini, jika Aku perempuan?" DanBi merengek sambil mengkeret di kursi. "Dan Kita baru kenal. Aku baru 19 tahun!!" Ia makin cemas karena Raja mendekatinya.
"Benarkah? Jika benar begitu, Kau seharusnya sudah punya anak tiga sekarang" ledek Raja "Aku akan mengeceknya sendiri apakah Kau berbohong atau tidak" Ia menunduk agar setinggi DanBi sambil tertawa-tawa.
DanBi mengacungkan cutternya, tapi raja dengan santai malah memeluknya dan menenangkannya. Raja bilang sudah tahu kalau DanBi seorang gadis karena sudah sering memeluknya plus mendengar adik ChaeJik yang terus memanggilnya Noona. Alasannya diam saja ya karena tetap ingin DanBi disisinya dan menyiasati protokol istana.
Ia bergurau Ratu memintanya menjadikan DanBi selirnya dan Ia tak tahu sampai kapan akan terus bertahan. DanBi menurunkan cutternya, tapi saat Raja bilang Ia tak akan memakannya dan disini adalah tempat yang paling aman (karena seluruh orang sedang mencari keberadaan DanBi), pelan-pelan cutter dinaikan lagi Hoahaha
Raja pamit mau bertugas, tapi sebelum pergi Ia kembali untuk berkata bahwa hari ini DanBi terlihat cantik (meski Ia sendiri jadi salting setelahnya).
Mala itu mereka tidur bersebelahan meski dibatasi pembatas ruangan. DanBi sebenarnya tak bisa tidur tapi berpura-pura. Raja langsung mendekatinya dan bertanya kenapa Ia pura-pura tidur. DanBi beralasan Ia terbangun justru karena diajak ngomong barusan
"Bagaimana Kau bisa tertidur? Apa Kau sungguh pria? Sini aku cek sendiri." Raja mencoba menggelitiknya dari pembatas. DanBi hanya tertawa sambil menepuk tangannya agar menjauh.
Raja curhat soal ibunya yang sering ngomel, DanBi bilang ibunya juga sama saja, Ia memiringkan tubuhnya menghadap Raja.
"Saat hujan turun lagi nanti, jangan pergi"
"Hmmh??"
"Awalnya Aku mau memanfaatkanmu agar hujan turun tapi sekarang tidak lagi."
"Apa Aku sudah tak berguna lagi?" DanBi teringat kata-kata ChaeJik, Istana akan membuang orang yang tak dibutuhkan lagi.
"Yang Aku maksudkan adalah jika Kau ada disampingku, itu pun sudah cukup bagiku. Bukan karena Kau berguna atau tidak, hanya saja keberadaanmu sudah cukup bagiku." Raja menegaskannya dengan mengulang bagian terakhirnya dua kali. DanBi malah membalik badannya dengan sendu. Tiba-tiba Raja berpindah ke kasur DanBi dan tidur diatas lengan gadis itu "Kita tidur bersama, sudah sekamar juga."
DanBi malah semakin tak bisa tidur menatap wajah raja.
Keesokan paginya DanBi mengobrol dengan ChaeJik. Mereka membahas tentang kalender masa depan. DanBi memegang peledak dan tangannya menjadi hitam, jadi ChaeJik mengasurkan kain untuk membersihkannya.
DanBi bilang Raja Sejong (gelar Raja LeeDo) dan Jang YoungSil adalah orang yang hebat sementara Ia bukan siapa-siapa. ChaeJik justru bilang menjadi selir adalah impian setiap wanita di Joseon. DanBi tak ingin menjadi wanita jahat di istana dan merusak alur sejarah. Ia cemas Raja gagal menyusun Hangul gara-gara dirinya.
ChaeJik bilang DanBi berpikiran terlalu jauh. Toh Ratu juga sudah paham konsekuensi pilihannya. DanBi tetap ingin kembali meski tak bisa menjawab pasti pertanyaan ChaeJik tentang hal itu.
Raja menyiapkan tusuk rambut khusus untuk DanBi sambil menyusun kata-kata untuk melamarnya (tapi Ia gagal terus karena kebanyakan kegeeran sendiri Hoahaha).
Ratu menemukan DanBi yang bersembunyi. Ia mengajak DanBi menemui Ibu Suri yang bilang merindukannya. Betapa kagetnya ternyata wajah Ibu Suri serupa ibu kandungnya di masa modern
DanBi langsung menangis. Ibu Suri bertanya apa alasannya malah DanBi menangis sesenggukan. Ibu Suri mengelusnya dan menggenggam tangannya dengan penuh sayang.
Pertemuan ini membulatkan tekad DanBi untuk pulang, Ia berganti pakaian saat kedatangannya. Ia menemui Jeonha diantar Kepala Kasim. Sang Raja sedang memandangi rasi bintang dengan alat astronomi Joseon, kelak alat ini akan membantu penyusunan kalender Joseon sendiri.
Raja terkejut melihat pakaian DanBi yang menurutnya jadi jelek lagi Hoahaha. Raja baru menyadari DanBi habis menangis dan mengajaknya ke ruangan yang berisi 28 huruf konsonan dan vokal sebagai dasar penulisan Hangul. Sekarang rakyat Joseon bisa belajar membaca dan menulis. Satu ruangan penuh tulisan raja dan DanBi menjadi terharu melihatnya. Sebagai bentuk apresiasi Raja memintanya duduk lalu menyerahkan tusuk rambut yang disiapkannya.
Ia mengutip kata-kata yang pertama ditulisnya dalam Jungeum (Hangul Kuno) dan nama yang dibuatnya untuk DanBi dalam gulungan
"Aku sungguh ingin pulang ke masa modern. Sebentar lagi akan turun hujan. Aku juga tak tahu apakah harus kembali atau tidak, tapi masih ada yang harus Kulakukan di sana. Ada seseorang yang percaya dan menungguku, sama sepertimu. Aku sangat merindukan Ibu Ku" DanBi berkata sambil menahan tangis.
Raja bertanya apakah DanBi bisa kembali lagi ke era ini, tapi DanBi bilang Ia tak bisa melarikan diri selamanya.
"Lalu, Aku ini apa bagimu?"
"Kau adalah sebuah mimpi"
"Mimpi? Mimpi tak akan sesakit ini" Raja terlihat terluka.
DanBi melepas tusuk rambutnya, Raja bilang ini adalah perintahnya tapi diralat jadi permintaannya. Saat DanBi hanya menangis meminta maaf, Raja malah marah DanBi memilih masa depan dibanding Joseon yang kesulitan air dan banyak wabah. DanBi hanya menangis melihatnya pergi. "Kau adalah seseorang yang selama ini kuimpikan" bisiknya setelah Raja berlalu.
DanBi baru akan membuka gulungan tulisan yang dihadiahkan raja, saat kepalanya dipukul dari belakang. Setelah terjatuh, punggungnya ditusuk pedang.
Ratu yang mengetahui hal tersebut dari ayahnya sangat marah. Ayahnya bilang ini satu-satunya cara mengusir DanBi tapi Ratu malah menangis, Ia bilang DanBi adalah satu-satunya temannya. Ayahnya selalu marah karena tak punya impian. Padahal impiannya sederhana, Ia tak merasa kesepian di istana yang kejam ini. (Huhuhu ini sedih banget)
DanBi yang nyaris kehilangan kesadaran, berusaha menggenggam tusuk rambut dari Raja saat para penjahat membakar semua tulisan dan ruangan rahasia.
Ratu bergegas berlari mengabari Jeonha. Raja tiba saat kebakaran sudah membesar. Ia teringat pintu rahasia dan masuk melaluinya. Ia menemukan DanBi yang pingsan, lalu memeluknya sambil meminta maaf, keberadaanya di Joseon membahayakan nyawanya.
Kobaran api semakin besar dan menghabiskan sebagian besar bagian istana. Keesokan paginya ChaeJik dipanggil untuk menerima hukuman karena Ia lah penanggung jawab bom kerajaan yang dicuri sebagai penyebab kebakaran semalam. Kepala Cendikiawan memarahinya dan minta Ia yang dihukum. Raja mengiyakan dan mengangkat tangannya yang penuh noda hitam pertanda habis menyentuh bahan peledak. Raja memarahi ChaeJik yang tak mengajarinya cara membersihkan sisa mesiu.
Kepala Cendikiawan masih berusaha mengelak tapi DanBi menegaskan pelakunya bersuara pria dan dari sikap terbata-batanya terungkap bahwa Ia kaget DanBi baik-baik saja. Rupanya, tusukan pedang mengenai buku pelajarannya yang tebal di dalam tas jadi nyawanya selamat. "Aku memang tak pandai matematika tapi Aku jago mengenali suara orang" (Cue to.. DanBi hobi nonton Mask Singer dan bisa menebak dengan benar Hoahaha).
Raja sangat marah dengan orang yang dianggapnya bisa diandalkan tapi malah berkhianat. Kepala Cendikiawan beralasan jika Hangul tersebar dan semua orang jadi pintar maka akan bersikap semakin kurang ajar. Maka dunia akan kacau balau. Ia mengaku tak takut akan kematian, tapi lebih takut pada masa depan yang penuh kejahatan demikianlah.
Raja malah bersikap bijak. Ia tetap akan menyebarkan Hangul karena ingin rakyatnya jadi pandai. Raja pun berlutut. Ia yakin Kepala Cendikiawan manusia biasa yang takut mati "Kau tak perlu takut dengan jari ini karena hari yang belum terjadi. Jangan menganggap dirimu tak berguna"
Kata-kata Raja membuat semua tergugah, terutama DanBi yang merasa related banget. Hoahaha
Setelahnya, DanBi menyerahkan pakaian Gosam kepada Kepala Kasim dan kembali berganti pakaian dengan baju sekolahnya.
Ia menyerahkan lembar pelajarannya pada Raja. "Ini adalah mimpiku. Mimpimu adalah membuat rakyat Joseon bisa baca tulis. Kami akan selalu berterima kasih padamu, jadi jangan sedih lagi." DanBi berkaca-kaca.
Raja yang sudah pasrah mengira semua tulisannya telah terbakar habis, akhirnya yakin DanBi berasal dari masa depan. DanBi pun lega raja akhirnya percaya padanya. Tapi menurut Raja ini bukan impiannya. Impiannya adalah DanBi selalu ada disisinya dan "Kau adalah masalah yang tak akan pernah bisa ku pecahkan" ujarnya.
Awan hitam tampak di garis cakrawala. Raja bertanya bagaimana DanBi bisa tahu musim hujan akan datang. DanBi bilang Ia hanya punya feeling saja. (rupanya ia teringat gurunya akan merasa lelah dan sakit sendi menjelang hari hujan Hoahaha sama dengan Kepala Kasim Istana).
DanBi berseloroh Joseon memang enak ditinggali orang yang tak jago matematika seperti dirinya. Akhirnya Raja mengajaknya pergi, sejauh apapun Ia ingi pergi. Awalnya DanBi menolah tapi Raja memaksa sambil merangkulnya. Ini adalah perintah ujarnya.
DanBi menyerahkan kotak pensilnya kepada adiknya ChaeJik. Bedanya saat sang Abang yang menjulurkan tangan DanBi menyalaminya sambil mengucapkan selamat tinggal pada 'chinggu'nya. ChaeJik malah menagih uang sewa pada DanBi. Keduanya malah bercanda.
Terakhir ChaeJik memberi tahu nama aslinya Park Yeon. DanBi mengira selama ini pria itu adalah Jang YoungSil yang termasyhur dalam sejarah. Ia menyemangati pemuda itu untuk terus bermusik. Seok, adiknya menunjukkan kotak pensil dari DanBi yang isinya penuh uang emas.
Raja mengajak DanBi pergi berkuda berdua. Di istana, Ratu mengagumi lukisannya yang dibuat berlubang oleh DanBi. Park Yeon merasakan tetesan hujan.
Raja dan DanBi bermain di pantai dalam deraian hujan dan diiringi OST yang bagus banget membangun emosi perpisahan sekaligus harapan bertemu kembali (dengan irama yang ceria).
Raja menggendong DanBi dan mereka saling berciuman. Hanya dengan bertatapan, diakhiri satu anggukan, mereka saling memahami perpisahan telah tiba. Tanpa kata-kata, Raja melepaskannya dan DanBi menceburkan dirinya dan menghilang.
"Suatu hari aku akan menemukanmu, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan"
DanBi muncul di masa depan, melempar bola kembali pada titisan Seok dan menuju lokasi ujian SAT. Ia tiba tepat waktu dan dipersilahkan duduk.
Soal ujiannya mengkonfirmasi pujian Raja kepada Jang YoungSil, penemu jam air. Nama tersebut adalah nama pemberian Raja yang dirasa sangat cocok dengan DanBi. (Meski di zaman itu dianggap cukup aneh, sampai para pembesar istana tertawa mendengarnya).
DanBi membuka gulungan Raja dan melihat nama Jang YoungSil tertera disana. Ia menangis lega memandang landskap kota Seoul dan kembali ke rumah serta bertemu Ibunya yang langsung memeluknya. Foto di ruang keluarga menunjukkan bahwa Ayah DanBi adalah Perdana Menteri di masa lalu.
DanBi menjadi penjaga minimarket. Ia bertugas menyusun ramen instan. Sepertinya, tahun ini Ia gagal di SAT, jadi Sou --yang lagi-lagi makan ramen-- mengingatkannya mendaftar di tempat lesnya. Sou memulai debut selaku penulis sekaligus ilustrator seri Webtoon berdasarkan kisah DanBi di era Joseon, judulnya "Pondang Pondang Love".
Berdasarkan risetnya, Sou jadi mengetahui Raja Sejong (gelar resmi raja LeeDo) adalah raja playboy yang suka memberi Jeruk Tamra pada banyak wanita, anaknya sampai 20 orang. Hoahaha. DanBi lega, artinya Raja dan Ratu telah berbaikan.
Sou memperhatikan penyanyi yang baru debut di televisi. Ketampanannnya memukau mereka (itu adalah Park Yeon dan Ahn HyoSeop guanteng sekali di drama debutnya ini). Ia menyanyikan OST drakor ini lagi.
Hujan pun turun menemani DanBi pulang kerja. Ia iseng mencelupkan sepatunya ke genangan air di tepian jalan, tapi tak terjadi apapun. Ia terlihat agak kecewa, lalu menutupi kepalanya dengan sebelah tangannya, saat seseorang memayunginya dengan payung kuning. Ia menoleh dan melihat Raja yang tersenyum "Kita sudah pernah bertemu, jauh sebelum hari ini."
"Eh?"
Rupanya pria itu memperhatikan DanBi sejak di bus. Saat buku DanBi jatuh ketika bus ngerem mendadak, Ia yang membantu memunguti bukunya dan menyimpan payung DanBi yang tertinggal di kursi.
DanBi tersenyum saat keduanya berpandangan. Titisan sang raja dengan sigap melindunginya dari air yang terciprat dari kendaraan id pinggir jalan.
Post credit scene
Raja mengajak Seok dan Yeon bermain bola kaki di lapangan sementara Ratu menonton sambil makan (lagi). Raja berlarian dengan bebas tapi Ia tetap merindukan DanBi. DanBi memandangi tusuk rambut pemberian Raja, sementara Raja memandangi pena peninggalan DanBi
Review Splash Splash Love
Saya suka plot twist yang di dukung dengan permainan kamera dalam Podang Podang Love ini. Kamera dengan apik menyembunyikan wajah Ibu Suri dan foto ayah DanBi dibagian akhir.
Kejutan terbesar adalah DanBi lah si Jang YoungSil (penemu terbesar dari era Joseon), semata ChaeJik yang dari awal dicurigai DanBi sebagai Jang YoungSil ternyata adalah Park Yeon, salah seorang musisi besar di era Joseon.
Favorit saya lainnya adalah elemen air dan hujan yang benar-benar mempunyai peranan penting dalam cerita. DanBi berhasil menemukan perhitungan untuk jam air, caranya untuk kembali ke Joseon juga salah satu adegan paling dramatis sekaligus filosofis dalan drama atau film yang pernah saya tonton. Terakhir saat perjumpaan di era modern, titisan Raja melindungi DanBi dari cipratan air ketika berdiri di tepi jalan, seolah memberi tahu kita bahwa raja berhasil menemukan DanBi dan kali ini Ia akan melakukan apa saja untuk melindungi gadis itu. Sesuatu yang hanya menjadi impiannya di masa lalu.
OST-nya juga bagus-bagus. Semakin mendukung chemistry kedua pemeran utama.
Tak salah dalam rangka memperingati hari Hangul 2025, Drakor yang sudah berusia 10 tahun ini malah diberi kesempatan tampil di bioskop!! Amazing ya..
![]() |
| Kiyowo! Courtesy fans DooJoon di X |
![]() |
| Bareng sutradara dan MC preskon dan screening spesial tanggal 09 Oktober 2025 |
Btw, ini 8 Persamaan Splash Splash Love dan Bon Appetit Your Majesty (BAYM)
1. Genre Fantasi-Romantis dan Komedi di era Joseon
DanBi ke zaman Raja Sejong sementara JiYoung ke zaman raja Yeonsangun (yang diubah jadi Yeonhuingun, memerintah sekitar 44 tahun setelah Raja Sejong).
Berlatar sejarah dengan tokoh nyata yang di dramatisasi. DanBi (ternyata dalam kisah ini) adalah Jang YongSil sementara keponakannya, ChunSaeng muncul dalam BAYM.
2. Sudut Pandang Utama dari Pemeran Utama Wanita yang Punya Misi Melindungi Diri sambil Mengerjakan Tugas
DanBi mengajari raja Matematika dan pada akhirnya menjadi inspirasi Raja menyusun aksara Hangul yang lebih mudah dipahami dibanding Hanja -aksara adaptasi dari tulisan Mandarin yang lebih dahulu digunakan. Sementara dalam BAYM JiYoung jadi Kepala Koki Istana, menyelamatkan negara dari Ming dalam kontes memasak serta mencegah Raja menjadi tiran yang sesungguhnya.
3. Perlahan OTP Saling Jatuh Cinta
Perbedaan status dan keinginan pulang tokoh utama wanita menjadi penghalang cinta bersemi. DanBi ingin kembali karena Ibu dan kehidupan lamanya menanti. Ia merasa harus lulus ujian dan membahagiakan beliau. Sama dengan JiYoung teringat ayah dan karirnya sebagai Chef.
4. Bumbu Intrik dan Politik Kerajaan
Mulai dari kecemburuan Ratu / selir sampai para pembesar istana yang punya kepentingan pribadi.
5. Ada Adegan Komedi Saat Mabuk
DanBi kena efek afrodisiak yang sengaja ditaruh ayah sang ratu sementara JiYoung mabuk dengan alasan kehilangan Mangunrok. Dua-duanya hilarious meski hasil akhirnya sedikit berbeda bagi jalan cerita.
6. Peran Pria Misterius Yang Jadi Teman Seperjuangan
ChaeJik tadinya dikira DanBi adalah Jang YoungSil, banyak menolong dan membantunya menyelesaikan misi. Sementara GongGil, baru ketahuan setelah selesai penanyangan BAYM tadinya ada loveline dengan JiYoung, menjadi sekutu terkuat di era Joseon.
7. Ending Pemeran Utama Wanita kembali ke Masa Depan
DanBi kembali ke kehidupan modern. Para tokoh lain bereinkarnasi di Masa Depan. Dalam Drakor ini hampir seluruh warga Joseon hadir di masa kini. Sou (ratu) dan ayahnya yang kembali jadi ayahnya, Ibu DanBi (Ibu Suri), Ayah DanBi (Perdana Menteri), Wali Kelas (Kepala Kasim), Penyanyi di televisi (Park Yoon), anak kecil bermain bola di taman (adik Park Yoon yang tinggal bersama DanBi di rumah sewa), sampai ke guru pengawas ujian SAT (Kepala Cendikiawan Istana yang nyaris mencelakai DanBi). BAYM bisa dibaca di sini.
8. Raja Berjanji Menemukan Pasangannya Lagi
Dalam BAYM, HeOn secara misterius ikut ke masa depan (dan dicatat sejarah menghilang setelah peristiwa pelengserannya), sementara Raja LeeDo tidak terlalu jelas tapi sepertinya yang ditemui DanBi di taman adalah reinkarnasinya (yang mungkin punya ingatan beliau??). Pokoknya keduanya happy ending meski buat saya SSL lebih bittersweet.
.jpg)





















karena kebetulan kedua pemeran utama bukan aktris/aktor idola
(hehehe ngaruh rupanya ya?
tapi baca permainan kamera dan lainnya, jadi paham
visual effect emang ngedukung banget