Webtoon VS Drama Korea Dear X: Lebih Gelap Mana?
Awal nonton drakor Dear X, saya sama sekali belum baca Webtoon-nya. Iseng cek, ternyata hanya 60-an episode.
Asyik, gaskeun baca dong ya..
Pertanggal tulisan ini diposting, di aplikasi LINE Webtoon Indonesia, kita bisa baca gratis hingga episode 13, dari episode 14 ke atas harus menonton iklan terlebih dahulu atau membayar 18 koin.
Rating usia untuk pembaca dewasa muda, yang secara terminologi diartikan untuk rentang kelompok usia 19-25 tahun atau lebih. Kenyataanya banyak pembaca webtoon yang masih usia sekolah, tetapi sebagai pencegahan, membaca episode tertentu sudah diengkapi dengan trigger warning sesuai tema.
Judul : Dear X
Penulis Naskah : Ban JiWon / Vanziun (Webtoon), Choi JaWon
Sutradara : Lee EungBok, Park SoHyun
Pemain : Kim YooJung, Kim YoungDae, Kim DoHoon, Bae SooBin, dll
Genre : melodrama - thriller
Tayang : 6 November 2025 - 3 Desember 2025
Durasi : 60 menit
Jaringan : TVING, HBO
Sinopsis
Baek AhJin kecil tinggal bersama ibunya yang pemabuk dan sering memukulinya. Ayahnya Baek SeonKyu (Bae SooBin) pun abai dengan kejadian itu. Hingga suatu malam berhujan, AhJin mengeluh pada ayahnya. Respon ayahnya sungguh diluar dugaan. Ia mengatur seolah-olah ibu AhJin tergelincir di tangga menuju ke rumah mereka. AhJin sempat melihat ibunya yang memohon agar dipanggilkan ambulans, namun tanpa perasaan menepiskannya. Sang Ayah mengancam akan melakukan hal yang serupa padanya jika Ia membocorkan rahasia gelap itu.
Tak lama, ayahnya mengajak AhJin pindah ke rumah pacar barunya Hwang JiSun (Kim YuMi). Ia adalah seorang janda kaya dengan seorang anak lelaki seumuran AhJin bernama Yoon JunSeo (remaja - dewasa Kim YoungDae). Sayang, kehidupan AhJin yang diduga akan membaik semakin tertekan kala Ia tak sengaja mendengar rencana ayah dan calon ibu tirinya untuk menjadikannya objek prostitusi.
Tak kalah lihai, AhJin menelusuri rahasia kelam keluarga JunSeo dan berkat kecerdasannya menjadikan hal tersebut ancaman agar Ia dapat tetap dibolehkan tinggal di rumah tersebut hingga dewasa. Ibu JunSeo awalnya tak terima dan berusaha memberi pelajaran pada AhJin, celakanya JunSeo --yang mulai terpengaruh manipulasi AhJin-- menangkap basah mereka. Ia semakin mempercayai AhJin dan menjauhi ibunya sendiri.
Fast forward ke masa sekolah menengah atas, AhJin (Kim YooJung) tumbuh menjadi gadis yang cantik, cerdas dan populer. Namun dibalik citra polosnya itu, Ia menjalankan bisnis rintenir. Sebagai tangan kanannya, Ia mengajak teman sekelas Kim JaeOh (Kim DoHoon), yang pernah disaksikannya mencuri.
Ketika ada seorang gadis yang ingin menjatuhkannya, Sim SongHee (Kim YiKyeong), AhJin memanipulasi JaeOh dan JunSeo untuk membantunya menyingkirkannya dari sekolah.
Tak cukup sampai di situ, pertalian ketiga sahabat yang aneh ini semakin kompleks di masa dewasa.
Setelah JaeOh menyerahkan diri sebagai pertanggungjawaban sudah menghabisi ayahnya yang memukuli adik lelakinya, Ia dihukum tiga hingga lima tahun penjara. AhJin gagal masuk ke jurusan hukum di universitas bergengsi yang diincarnya akibat uang pembayaran (hasil pinjaman JunSeo dari kakeknya yang kaya) dicuri ayahnya yang juga menganiayanya hingga tak sadarkan diri selama empat hari. Ia berusaha menyusun strategi untuk menyingkirkan ayahnya untuk selamanya. Ia secara sengaja melibatkan seorang mantan pemain baseball Choi JungHoo (Kim JiHoon) yang berjiwa penolong dengan bekerja sebagai pegawai paruh waktu di kafe Xanadu, milik pria itu.
AhJin pun sempat viral kala kecantikannya disorot ketika melayani pengunjung. Membuat seorang CEO agensi selebriti LionStar Entertainment, Seo MiRi (Kim JiYoung) kembali tertarik menghubunginya --setelah AhJin sempat menolaknya sebelum batal kuliah. Dari pergaulan barunya ini, Ia berkenalan dengan seorang mantan idola yang banting setir menjadi aktor, Heo InKang (Hwang InYeop) dan mantan kekasihnya yang masih ingin balikan LeNa (Lee YeulEum).
Mampukah AhJin menggapai mimpi-mimpinya dengan berbagai rencana yang disusunnya? Apakah JunSeo yang mencintainya akhirnya bisa melepaskan diri dari rasa bersalahnya terhadap AhJin?
Review
"Kau bukannya tak berguna, setidaknya, tidak bagiku"
AhJin kepada JaeOh
Perbedaan antara Webtoon dan Adaptasi Drama Korea Dear X --yang saya sadari-- adalah :
1. Tone Webtoon Lebih Suram
Vanziun penulis sekaligus illustratornya membuat latar gambar webtoon kebanyakan berwarna gelap. Warna pakaian para tokohnya pun cenderung suram. Sementara drakor memberi tone yang sedikit lebih cerah, misalnya sentuhan warna merah darah yang membara.
2. Drakor Memvisualisasikan Secara Sinematik
Drakor berhasil menampilkan adegan yang sesuai dengan media visual. Misalnya ketika AhJin berusaha mencegah agar dirinya tak dijual oleh ayahnya dan Ibu JunSeo, di webtoon Ia mencoba menjatuhkan diri dari tangga, tetapi di drama, adegan Ia berkata bahwa Ia seperti Ibu kandungnya yang beruntung tak langsung meninggal saat jatuh dari tempat tinggi sembari berpegangan dari birai jendela di lantai dua itu terasa lebih menegangkan.
Detil kecil yang terasa lebih chill adalah di rumah penyimpanan, pasu abu Ibu AhJin di drama benar-benar kosong tanpa ada hiasan bunga atau foto apapun. Sementara di webtoon masih ada hiasan beberapa bunga. Benar-benar menunjukkan karakter AhJin yang tak berperasaan.
3. Pengembangan Karakter Lebih Mendalam
AhJin adalah seorang manipulator handal. Pada prinsipnya, pengalaman hidup mengajarkannya bahwa Ia harus mengutamakan dirinya sendiri bagaimanapun caranya. Untuk mencapai tujuannya, Ia tak peduli harus mengorbankan orang lain disekelilingnya.
Sebelum memulai, agaknya saya patut memberi apresiasi pada Ki SoYu, pemeran AhJin kecil dan Kim YooJung yang memerankan AhJin remaja-dewasa. Akting mereka luar biasa memerankan AhJin yang mengidap sociopath. Saya nonton salah satu wawancara saat YooJung mempromosikan Dear X ini, Ia bahkan mengatur matanya agar tak banyak berkedip, sesuai dengan kebiasaan sebagian besar pengidapnya. Tatapan mata AhJin --dari kecil-- selalu menusuk sanubari meski ekspresi wajahnya subtle sekali.
Dan itu berhasil mengangkat persona yang sama sesuai dengan di webtoon. Vanziun menggambarkan AhJin dengan daya tarik memikat seumpama menonton aktris film dari era 60 atau 70an. Ia begitu elegan sekaligus sensual meski pada kenyataannya Ia berjiwa kejam. Penampilan sehari-harinya biasa saja, bukan yang glamor meskipun Ia telah menjadi aktris tenar. Satu-satunya saat Ia tampil dengan gaun desainer adalah di malam penghargaan yang menjadi puncak pemutaran dokumenter dari JunSeo.
Agak berbeda dengan di drama, tak bisa dipungkiri Kim YooJung tetap tampil cantik meski bergaya kasual. Ia pun berhasil menjalin kemistri yang luar biasa dengan semua pemeran lainnya.
![]() |
| Hubungan AhJin dan JunSeo yang complicated |
Yang membuat kisah ini jadi lebih 'mengigit' ialah karena para 'korban' yaitu JunSeo dan JaeOh sadar benar mereka dimanfaatkan agar AhJin mencapai tujuannya tanpa mengotori tangannya sendiri, namun mereka tetap bersedia.
Mereka berdua sama-sama jatuh cinta pada AhJin dengan alasan yang hampir mirip namun tetap berbeda. Bagi mereka AhJin adalah "the One", satu-satunya orang yang bisa membuat mereka merasa nyaman dan diterima. JunSeo karena Ia ditinggal ayahnya saat kecil dan ibunya cuek sementara JaeOh karena AhJin tidak menghakiminya meski membunuh ayahnya.
![]() |
| JaeOh yang memuja AhJin, sementara bagi AhJin JaeOh adalah satu-satunya O |
Hebatnya mereka pun sama-sama menyadari perasaan mereka pada AhJin. JunSeo yang dekat sejak kecil mengizinkan JaeOh masuk dalam kehidupan mereka karna JaeOh adalah satu-satunya orang yang bisa membuat AhJin tertawa --suatu hal yang langka-- dan merasa JaeOh bisa membuat AhJin hidup dengan normal.
![]() |
| Mereka melalui banyak hal bersama mulai dari masa sekolah hingga dewasa mabuk bareng melepas patah hati ditinggal AhJin menikah sampai nyaris meledak bersama akibat ulah suami baru AhJin |
Persahabatan JaeOh dan JunSeo adalah hal paling hangat dari drama ini, lebih dalam dari di webtoon.
Pemilik kedai kopi Xanadu, Tuan Choi yang dipenjara atas tindakan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya ayah AhJin pun membuat kita lebih bersimpati. Di drama, Ia mendapatkan cerita latar belakang yang cukup. Ditambah saat itu Ia sudah mendapatkan agen baru dan kemungkinan akan bisa bermain lagi di lapangan setelah sembuh dari cedera yang menderanya.
Spray merica yang dipesannya melalui seorang pegawainya yang lain untuk AhJin menjadi detil kecil yang menunjukkan wajah asli AhJin. Gadis itu menolak menerima dengan dingin karena toh sejak awal stalker yang digembar-gemborkannya itu hanyalah bagian dari rencananya sendiri.
Perubahan yang paling signifikan lain adalah tokoh InKang dan LeNa yang punya porsi interaksi lebih banyak. LeNa benar-benar naksir JunSeo dan mengucapkan selamat tinggal terkahir di bandara. Kehadiran LeNa sedikit banyak mempengaruhi cara pandang JunSeo tentang hubungannya yang rumit dengan AhJin. Mereka tak sempat jadi saudara tiri, bukan pula pasangan kekasih pun cinta bertepuk sebelah tangannya lebih didominasi perasaan bersalah dan keinginannya untuk melindungi dan menjaga AhJin.
InKang apalagi, interaksi Hwang InYeop dan Kim YooJung telah lama dinantikan fans sejak melihat kemistri mereka di acara varietas Young Actor's Retreat (2022). Jadi kemesraan mereka saat menjadi pasangan asli bikin baper, beda banget dari di webtoon yang pacarannya lebih banyak di rumah nenek InKang. Itupun interaksi uwu-nya minim sekali. Saya hampir tidak bisa merasakan emosi kekecewaan InKang di webtoon yang kesal saat mereka putus.
![]() |
| BTS AhJin-InKang yang super gemez |
InKang mengakhiri hidupnya dengan alasan lelah secara mental setelah putus dengan AhJin kemudian videonya menampar AhJin terekspos, Ia yang kesepian setelah ditinggal nenek pun hanya sekelebat lalu di webtoon. CEO Seo hanya kesal AhJin tidak mau hadir di persemayamannya, dengan alasan InKang pun tak ingin media meliputnya lalu menimbulkan kehebohan baru.
Nah, di drakor semua lebih dramatis. Nenek InKang yang diduga dicelakai oleh AhJin menimbulkan skandal selain putusnya hubungan keduanya. Menurut saya interaksi CEO Seo dan AhJin di atap Kantor LionStar Entertainment sangat luar biasa. Menampilkan akting kelas atas.
4. Kehadiran Tokoh Baru
Kehadiran kakek JunSeo menambah dramatisasi, karena meskipun ayahnya telah tiada, JunSeo tetap memiliki figur ayah melalui beliau. Hal ini pun menambah pedih lukanya kala mengetahui bahwa Ia bukanlah cucu kandung sang Kakek. (Menyaksikan Kim YoungDae nangis di tepi jembatan setelah kakeknya meninggal, Ia tahu bukan anak biologis ayahnya, LeNa keluar negeri dan AhJin menikah itu rasanya pengen ikut nangis).
Sebelum beliau wafat, kekayaan keluarga pun tetap ada dalam tampuk kekuasaan Sang Kakek, membuat dinamika sosialita Ibu JunSeo tidak seleluasa di webtoon yang meskipun JunSeo adalah pewaris sah atas semua kekayaan ayahnya, Sang Ibu masih berhak mengelola resort golf.
5. Ending Berbeda
Di episode perdana webtoon, ketika perayaan enam tahun debut, AhJin baru berencana menikah dengan seorang Chaebol yang belum disebut namanya. Dari apa yang saya baca, ending webtoon dirilis dalam waktu yang nyaris berbarengan dengan demo yang mendukung pengesahan pengaturan legalitas aborsi di KorSel. Dear X jadi terjerat dugaan propaganda pro pemerintah (karena kehamilan AhJin tetap diteruskan hingga melahirkan meski berdasarkan hubungan tanpa pernikahan). Lagipula terlalu tabu membahas seorang wanita sengaja hamil dengan pria lain demi menjebak calon suami.
![]() |
| Pasangan adu mekanik tingkat kekejaman |
Ending drakornya mulai nampak berbeda sejak episode sembilan. Dalam drakor plot kehamilan ini dihilangkan sama sekali. AhJin didekati seorang Chaebol Moon DoHyuk (Hong JongHyun). DoHyuk justru jadi pihak yang mengajak AhJin menikah dengan iming-iming Ia akan membuat rumor yang beredar tentangnya setelah kematian InKang akan menghilang berkat kekuasaan dan kekayaannya. Akhirnya keduanya menikah dengan super mewah di luar negeri. Kemudian AhJin pindah untuk menetap dikediamannya.
Kejutan lainnya adalah DoHyuk lebih licik dibanding yang muncul di webtoon. Banyak fans menilai Ia adalah seorang psikopat. Jadi puncak drama Korea Dear X adalah permainan tarik ulur antara AhJin dan DoHyuk yang berusaha 'menguasainya' dengan menyingkirkan orang terdekat AhJin, dimulai dari JaeOh. Ia dihabisi para pendukung DoHyuk dengan dilemparkan dari gedung. Sebenarnya Ia mengirimkan rekaman kejadian kepada JunSeo demi menjatuhkan DoHyuk dan membebaskan AhJin tapi sayangnya JunSeo hanya mengungkap tentang latar belakang AhJin di dokumenternya.
Beda lainnya, setelah mengudarakan dokumenter yang mengekspose AhJin di webtoon JunSeo berdamai dengan ibunya. Ia meminta maaf dengan para 'korban' AhJin, menemui Choi JungHoo di penjara dan memperkerjakan SeungHee di resort golf ibunya.
Sisi kelamnya, JunSeo berniat mengakhiri hidupnya sendiri. Beruntung produser dokumenter masih bisa menyelamatkannya.
Ia pun kembali menulis novel yang menceritakan kisah mereka : Dear X. Saat mengadakan meet and great dengan pembaca serta memberi tandatangan, seorang gadis kecil yang sangat mirip dengan AhJin kecil ikut mengantri. JunSeo seolah berfirasat, saat gadis itu memintanya menandatangani buku itu untuk ibunya yang bernama Baek AhJin.
Benar saja, tak lama, JunSeo menerima sepucuk surat dari AhJin yang mengutuknya agar terus teringat akan dirinya dan putri mereka yang tak akan pernah dijumpainya. AhJin hidup dalam persembunyian, setelah sempat kabur ke HongKong bersama JaeOh, Ia terlibat dengan seorang pria kaya lainnya, namun malang malah dicelakai oleh anak tirinya sendiri hingga wajahnya rusak.
Sementara di Drakor, SeungHee lah yang nyaris melukai wajah AhJin dengan cara menyamar jadi pelayan di rumah DoHyuk. Sebagai pembelaan, SeungHee dinyatakan mengidap sakit mental dan ditempatkan dalam rumah sakit jiwa.
JunSeo menjemput AhJin (yang masih terikat pernikahan tetapi sudah menyadari kalau suaminya sudah mengakhiri hidup JaeOh) dari lokasi penghargaan setelah menerima gelar aktris terbaik dari film hits-nya kemudian Ia berencana meninggal bersama dalam kecelakaan maut. Gongnya AhJin justru selamat meski diberitakan secara luas Ia meninggal dunia.
JunSeo pun meninggalkan surat yang menyakitkan pada Ibunya : bahwa Ia dengan sengaja menghilangkan semua foto masa kecilnya dan selama beberapa waktu terakhir hanya berpura-pura baik padahal hatinya sangat kecewa dengan perlakuan Ibunya kepada AhJin di masa lalu dan terhadap ayah kandungnya maupun ayahnya yang resmi.
Jadi, meskipun tone Webtoon lebih suram, menurut saya K-drama Dear X lebih gelap (sekaligus juga adegan 'romantisnya' lebih bikin baper). Kita akan dibuat kesal minimal merasa tak nyaman dengan perbuatan AhJin tapi pada saat yang bersamaan tak bisa untuk tidak bersimpati padanya.
Drama ini juga memberikan pendalaman karakter yang lebih baik, terutama pada karakter pendukung seperti JunSeo, yang obsesinya terhadap AhJin dieksplorasi lebih detail. Begitupula JaeOh, InKang, CEO Seo dan lainnya, tindakan mereka rasanya lebih masuk akal.
Drakor maupun webtoon-nya sama-sama dapat 8,5/10 poin yang solid. Saya rekomendasikan bagi penggemar drama melodrama-thriller yang mengaduk emosi.









Btw, aku pribadi kalau udah baca webtoon atau bukunya, biasanya gak nonton dramanya. Pilih salah satu karena suka takut kalau gak sesuai ekspektasi
Tapi jujur, kalau dari segi acting si Kim Yoo Jung aku acungi jempol. Dulu aku mikir si adek ini lebih cocok di drakor Saeguk, tapi pas lihat actnya aku suka banget. Nyebelinnya beneran pengen aku gemes-gemes getir gitu. Wkwkwkw.. :D
Untuk drama Dear X, semua sesuai dengan "pasar"nya niiyh.. karena memang lagi hype juga penulis webtoon yang mengangkat tema melodrama-thriller. Asli bikin karakter kayak ginih gak mudah... dengan luka dan masa lalu yang tentunya kudu konsisten di sepanjang alur kisah.
Bahkan, saat dia ga dipercaya Junseo tuh ikut sakit. Padahal kukira Junsoe adalah satu-satunya orang yang paling tahu masa lalu dan seetiap detik ahjin. Gemesssss