" ".

Recap dan Review Idol I Episode 12

Table of Contents

Recap

Kembali ke wawancara GoldBoys, Sena berbinar-binar menonton dan bahagia mendengar MC mengapresiasi bahwa dalam album ini semua anggota menulis dan mengaransemen lagu mereka.

Sena dipanggil Chungjae yang menggodanya dengan teriakan, "Kiriman ayam!" Mereka minum sambil makan ayam goreng. Chungjae menyelamatinya yang mengajukan banding dan Sena bertanya tentang kantor detektifnya. Chungjae bilang sudah akan segera buka, menyerahkan kartu nama barunya dan meminta Sena membantu promosi Hoahaha. Sena bangga sekali, Chungjae punya tempat baru dan usaha sendiri, Ia meletakan dua potong paha ayam ke piring pemuda yang sudah dianggapnya adik itu. Chungjae menolak rambutnya diacak-acak Sena, sekarang dia sudah dewasa dan tak mungkin mengikuti Sena selamanya. Chungjae berterimakasih sudah menetap selama lima tahun. Sena pun berterimakasih selama masa sulit ada Chungjae yang menemani sehingga ia merasa tenang. Nanti tak ada lagi yang bisa disuruh-suruhnya. Chungjae tetap berjanji akan membantu sidang ulang ayah Sena tapi dengan catatan sekarang tarifnya sudah naik banyak sebagai detektif resmi. Hoahaha 

Chungjae menyadari Sena masih minum kola hangat. Dan Sena tertunduk, mengindikasikan teringat seseorang yang juga suka kola hangat.

Di kantornya, Bosnya menyerahkan semua berkas bahkan catatan pribadinya tentang kasus ayah Sena. Sena terharu semua masih disimpan, tapi menurut sang bos kasus ini juga selalu membebaninya. Ia yakin Sena akan menanganinya suatu hari nanti. Ia melihat kemampuan Sena dan yakin akan berhasil sebagaimana kasus Laik. Sena berterimakasih atas semua pertolongan bosnya. Beliau paham bahwa Sena merasa dirinya sebagai ayah kedua karena sejak ia masih disekolah sudah membantu biaya hidup dan membelikannya buku-buku untuk ujian. Bosnya mendoakan Sena yang terbaik dan segera kembali karena ini hanya untuk sementara. Ia pun berjanji membantu Sena dalam hal apapun.

Geng kantor kembali menggosipkan Sena di ruang rapat. Mereka tak habis pikir, sekarang Sena sangat terkenal setelah menangani kasus Laik. Salah satunya mengira ia sebaiknya membuka kantornya sendiri. Tumben Pengacara Hwang membelanya,ini bukan soal uang membersihkan nama keluarga demi kebenaran dan keadilan merupakan tugas sakral pengacara. YeSol blak-blakan, sebenarnya pengacara Hwang senang karena posisi rekanan yang ditinggalkan Sena sekarang jatuh ke tangannya.

Sena mendadak masuk saat pengacara Hwang masih membela diri. Sena hanya mau memberi tahu YeSol ia sudah merapikan berkas yang akan ditinggalkan. Sebelum keluar ia berbalik lagi lalu berterimakasih sudah membuat rekan-rekannya repot dan khawatir. Semua langsung kaget.



Di ruangannya, Sena kembali berkemas. Ia menatap bunga ungu yang dikirim fans Laik, bertuliskan rasa terimakasih mereka karena Sena sudah menolong Laik. 

YeSol mengambil file dan menawarkan bantuan. Sena berterimakasih atas semua bantuannya dan berusaha jujur bahwa ia adalah Goldy dengan Laik sebagai biasnya. Hoahaha. Sena meminta maaf, tak bermaksud menyembunyikannya. Ia takut penilaian publik jika tahu pengacaranya adalah fansnya dan Sena pun selalu merahasiakan kehidupan fangirlnya. YeSol sebenarnya tak terlalu kaget, ia sebenarnya sudah mengira, ia pernah menerima tiket konser bareng dari kurir dan melihat semua barang Sena bewarna ungu, warna favorit Laik. Sena malah lebih kaget mendengar YeSol selama ini menyadari setiap ada notifikasi Laik mengunggah sesuatu di medsos 

"Aku tahu karena aku juga Goldy, kalau tidak tak mungkin aku tahu. Aku berterimakasih berkatmu aku bisa membantu Laik dari jauh dan GoldBoys bisa kembali bersama. Bagi penggemar, melihat idolanya bahagia itu sudah cukup. Hanya itu yang kami mau, idola kami bahagia dimanapun dia berada." YeSol dan Sena sama-sama tersenyum manis.

Inner monolog Sena mengabari Laik kesibukannya mengangkat kembali sidang ayahnya. Waktu terasa begitu cepat dengan dirinya berkeliling wawancarai saksi, memeriksa fakta dan lainnya. Namun kadang waktu tetap berasa lambat sampai tak terlihat akhirnya. Sena mendapat chat dari ava Laik si Goldy bestie-nya, lagi dengan semangat menonton video BTS pemotretan Laik di luar negeri. Ini membuatnya semangat karena meski dari jauh, seolah Laik ada disisinya dan berkata, "Tak apapun, kaki pasti bisa." Itu yang memberinya kekuatan melalui semua ini.

Petisi diajukan dan Sena melihat videotron lebar di pusat kota menampilkan ketiga anggota GoldBoys yang tersisa. Di halaman rumah, menatap pondok gelitik, Sena mengakui ia merindukan pria itu.

Di kantornya Jaksa Kwak lega kasus Hyejoo selesai. Tapi ia tetap kurang puas, wanita itu hanya hukum perawatan di RSJ karena evaluasi mentalnya alih-alih dipenjara. Teman-temannya mengajaknya minum tapi ditolak karena ia mau pergi ke suatu tempat penting. 

Sena bersiap untuk sidang bandingnya, memasang pin pengacaranya dan mengelus pohon gelitik untuk meminta kekuatan.




Di ruang sidang dengan dukungan Chungjae dan bosnya di kursi penonton, Sena menyampaikan kesimpulan petisi sidang ulang  atas kasus ayahnya 15 tahun lalu. Putusan awalnya adalah bersalah. Namun sekarang ditemukan bahwa saksi utama berbohong atas desakan jaksa yang saat itu bertugas (ayah Jaksa Kwak). Ayahnya tetap berkeras tak bersalah hingga sebelum bunuh diri. Jadi dengan hormat ia memohon sidang ulang agar nilai keadilan tetap dijunjung.

Jaksa Kwak yang ikut hadir memberikan dukungan datang terlambat, tapi keluar ruangan duluan. Penyidik Yoo mengikutinya dan bercerita bahwa ia sudah membantu Sena mengulas kasusnya. Sebagai bentuk terimakasih karena ia pun merasa berhutang budi. Jaksa Kwak yakin jika sudah diulas penyidik Yoo artinya bisa menolong sekali. Penyidik Yoo khawatir karena ini menyangkut ayah Jaksa Kwak sendiri. Jaksa Kwak merasa itu hal yang harus dihadapi ayahnya sendiri. Penyidik Yoo menyadari perubahan sikap Jaksa Kwak yang lebih santai, dan dia curiga Jaksa Kwak mendapat promosi besar atau semacamnya Hoahaha. Jaksa Kwak justru minta pindah ke kantor regional karena ibunya di rawat disana dan ia ingin lebih sering menjenguknya serta mulai menikmati hidupnya. Ia minta maaf, karena berpikir cuma itu caranya menang. Ternyata di hadapan kebenaran menang atau kalah tak ada artinya. 

Dulu ia mengira sesuai perkataan ayahnya, di dunia yang bagaikan Medan perang, cara satu-satunya adalah terus maju. Penyidik Yoo tersenyum dan berkata mereka menang memang. Pada akhirnya mereka menangkap pelaku sebenarnya. Lalu mereka bersulang dengan bir kalengan.



Sena memberikan keterangan dihadapan para wartawan. Ia merasa bersyukur pengadilan mengabulkan permohonan sidang ulang dan berjanji akan mengungkap kebenaran. Ayah Jaksa Kwak rupanya mengamati dari dalam mobil di kejauhan dan tampak kesal. 

"Meski keadilan datang terlambat, pada akhirnya itu akan kembali", tutup Sena sambil membungkuk. Tiba-tiba para wartawan heboh dan membuka jalan untuk Laik datang membawa buket bunga jumbo. Ia menyerahkannya sambil tersenyum dan mengucapkan selamat, membuat Sena berkaca-kaca.

Setelahnya, Sena malah mengomelinya karena datang tiba-tiba dan membuatnya nyaris kena serangan jantung. Lagipula bukannya Laik masih ada konser empat hari lagi. Laik menjelaskan semuanya dibatalkan karena masalah vendor lokal. Seharunya ia bisa menghadiri sidang tapi penerbangannya ditunda. Jadi ia ada waktu buat mengejutkan Sena di hari yang penting ini. Sena tetap mengomel, nanti internet menggila karena banyak wartawan, mereka harus lebih berhati-hati. "Aku datang karena sangat merindukanmu. Bagaimana denganmu, kau tak rindu aku?"


Sena menjawab dengan pelan tapi Laik yang tersenyum jahil menggodanya sampai Sena harus berucap keras "Aku merindukanmu." Ia mengajak Sena memberi salam pada orangtuanya. 

Reporter Baek rupanya mengincar Laik dan Sena dari jauh. Kedua (mantan) sasaeng Laik keluar dari persembunyiannya dan mengancamnya untuk tak mengganggu kehidupan pribadi idola mereka itu. 




Di rumah Abu, Sena memberikan bunga pada ayah ibunya. Sena bingung Laik bisa tahu alamatnya dari mana. Laik bertanya pada penghuni lamanya (Chungjae kan ortunya juga di tempat yang sama menyimpan abunya). Haoahaha

Laik memperkenalkan dirinya secara resmi dan memanggil keduanya sebagai ayah dan ibu. Ia minta maaf baru sempat datang sekarang, meminta keduanya mengawasi Sena agar persidangannya lancar. Tapi menerka tak perlu khawatir, ia akan selalu berada disisi dan menjaga Sena dan berjanji membahagiakannya lebih dari siapapun. Ia mengamit tangan Sena, meminta maaf, ia tak ada disisinya saat Sena sangat menderita, berjanji mereka akan selalu bersama. ""Ayo kita hidup bahagia." Lalu Laik memeluk Sena dengan penuh rasa sayang.

Diperjalanan pulang mereka bergandengan. Laik teringat setelah namanya dibersihkan pun, ia tetap takut berdiri di hadapan penggemar lagi, Sena bilang (sambil memegang pohon gelitik) ia menyukai Laik baik dihadapannya ataupun diatas panggung karena diatas sana ia tampak bebas. Jadi ia meletakkan tangan Laik di pohon sambil menyuruhnya melakukan sesuatu menurut kata hatinya. Ia berterimakasih Sena sudah membuatnya berani tampil lagi.


Sena justru berterimakasih saat mengupayakan sidang ulang dan merasa kesulitan, menonton Laik adalah sumber inspirasinya dan membuatnya bertahan. Laik senang sekali.




Sesampainya di depan rumah Sena. Mereka sangat enggan melepaskan gandengan tangan. Masing-masing tak ada yang mau masuk atau pergi duluan. Tiba-tiba Sena menciumnya dan Laik yang tertegun menarik lengan Sena kembali, sekarang ia tidak bisa pulang dan mencium Sena dari pintu depan sampai ke dapur. Lalu berlanjut Laik menggendong Sena ke kamar..

Jaehee dan Youngbin sedang sarapan dengan HanGu, yang tetap menjadi manajer mereka. Ia mengomel melihat berita Laik memberi bunga ke Sena dihadapan wartawan. Jaehee memintanya mengabaikan itu karena toh semua orang sudah tahu, Laik sedang jatuh cinta. Youngbin membernarkan, lagipula semua fansnya suka Sena, pengacara yang menyelamatkan Laik. HanGu bilang yang dikhawatirkannya adalah kritik dari wartawan, tapi Jaehee menenangkannya. Jika wartawan melewati batas, Goldy akan membela di kolom komentar. Youngbin bilang ada regu perlindungan privasi. Jika bukan jadwal resmi mereka tak ada datang. Buktinya dari tadi Jaehee sudah mengunggah mereka makan di sini tapi gak ada yang datang. HanGu bilang, jangan-jangan karena mereka tak sepopuler dulu.haohaha. Kedua anggota menatapnya tajam, jadilah ia mengomeli Laik yang tak kunjung datang. Jaehee bilang mungkin dia sedang sangat sibuk.

Cue to..






Sena membuka laptopnya dengan terburu-buru. Laik protes setelah semua yang sudah mereka lakukan semalam, Sena mengusirnya cuma karena ini. Sena mengomel, "Cuma? Ini suvernir Langka GoldBoys yang cuma ada di Jepang!" 

Laik menawarkan akan memberikannya gratis. Sena tak sudi memakai koneksi pribadi karena semua fans berjuang mendapatkanya. Ia berusaha menutupi mata Laik yang terus menggodanya jahil. Sena sampai mendorong Laik jatuh dan menyuruhnya menjauh karen harus fokus war merch Hoahaha.

Laik be like.. "Sebentar" ia duduk menunggu, sambil mendengar Sena mengomel penjualan tetap ditagihkan per barang. Haoahahaha. "Setelah semua yang kita lakukan semalam, kau masih merasa tak puas?"

"Aku akan puas sebentar lagi." Sena masih serius dengan formulir pengiriman barangnya.

" Apakah kau mau terus begini?" Lalu Laik mengulurkan tiket ke arah Sena yang langsung berbinar menatapnya. Haoahah

"Sekarang kau baru mau melihatku" Laik mengangkat lagi tiketnya..

Sena bertanya apa itu. Dan Laik bilang ia menyediakan tempat duduk yang nyaman di konser lokal mereka sebagai ungkapan terimakasih pada fans. Sena menerimanya tapi kenyataanya besok paginya Laik menemui bibi pengurus rumahnya sambil mengomel tentang keanehan Sena. Pacarnya itu menolak suvenir dan tiket undangan. Bagi Sena, hanya memuaskan jika ia ikut war resmi. 

Bagi bibi itu hanyalah keunikannya. Yang membuat Laik sampai datang subuh-subuh ke rumahnya untuk belajar cara membuatkannya gimbab. Laik bilang buatan bibi adalah yang terenak di seluruh Korea dan ia berjanji akan membuatkannya untuk Sena mulai sekarang. Laik pun memberikan satu tiket untuk Bibi. Bibi mengaku sibuk dan mungkin akan menjualnya di market place saja. Laik sampai membentaknya. Selanjutnya mereka bercanda dengan bebas sambil membuat Gimbab.



Laik parkir di dekat rumah Sen dan menghubungi, memintanya keluar. Sena sudah dalam perjalanan dan ketika melihat Laik, ia terpesona dengan ketampanannya. Laik pun sigap berpose untuk difoto Sena yang memujinya habis-habisan Hoahaha.


Laik ingin mengajaknya piknik tapi Sena ada urusan hari itu. Rupanya pembukaan kantor detektif Chungjae. Jadilah Laik duduk dihadapan Chungjae di kantor barunya. Ia memberi selamat dan Chungjae menawarkan jasanya dengan diskon khusus. 

Menurut Laik kabar terbaik adalah Chungjae pindah dari paviliun rumah Sena. Chungjae bilang ia tak pindah sepenuhnya. Jika tak ada pengunjung, ia akan kembali kesana lagi, sambil makan Gimbab 

Laik menyadari ChungJae sudah makan dua potong dan melarangnya makan lagi karena ia sudah dengan susah payah membuatkan untuk Sena. Chungjae mengomentari pantas saja sisinya ada yang sobek Hoahaha.

Tapi bagaimanapun Chungjae berterimakasih Laik kembali, mau membuatkan Gimbab subuh-subuh untuk Sena, menjaganya jadi ia lega. Mengingat sekarang Laik adalah bintang besar. 

"Mengapa aku tak kembali? Itu justru akan menguntungkanmu! Asal kau tahu, aku bintang besar dari dulu, tapi terimakasih sudah menjaga Sena saat aku tak ada, juga sudah membantu kasusku sampai akhir."

Chungjae melakukannya karena ingin membantu Sena. Ia pun mengaku tahu Sena selama ini hanya menginginkan Laik, entah Chungjae menyukainya atau tidak. Sena datang dan mereka makan Gimbab..

Trio Goldboys kembali bertengkar menentukan warna bunga untuk Wooseong. Laik sekarang jadi penengah. Ia memilih bunganya separuh putih dan sisanya kuning ke floristnya.

Mereka mengunjungi makam Wooseong, menyerahkan tiket konser dan album baru. Jaehee menyampaikan kabar mereka yang sehat dan perasaan takut tampil dipanggung tanpa Abang tertua mereka ini, tapi mereka sekarang sudah menyelesaikan tur dunia. Youngbin menambahkan, semua lagu dicluod Wooseong dimasukan dalam album baru. Mereka berdua memuji Laik yang berhasil memecahkan sandinya dan menemukan lagu-lagu.

Mereka semua mengenang ketua mereka yang suka berahasia walau dalam keadaan sulit dan selalu tampil all out di setiap penampilan panggung. Mereka tertawa bersama dan merasakan Wooseong masih bersama mereka. Saat membuat album terakhir dan selama mereka masih mengingatnya. 



Tak disangka CEO Geum datang. Youngbin dan Jaehee memberi hormat. Laik senang pria itu tak melupakan tanggal meninggalnya Wooseong. Dan ia berterimakasih CEO Geum melepaskan mereka dari agensi tanpa menuntut tentang trademark nama dan legalitas hukum yang lain. CEO Geum bergurau seharunya ia menahan mereka lebih lama. Ia meminta maaf, dulu membuat Laik kehilangan senyum dan merasa tertekan.

Laik bilang dulu ia belum paham situasinya. Namu sekarang ia paham, menjalankan perusahan tak mudah. Mereka saling tertawa dan Laik berterimakasih CEO Geum mengakui kemampuannya sejak ia belum jadi siapa-siapa. CEO Geum bilang sebenarnya yang pertama kali mengakui Laik adalah ibunya. Jadi Laik harus mengunjunginya karena mungkin beliau menunggunya

Chungjae datang menyerahkan sehelai amplop. Ibu Laik tak mau menerima karena mengira itu tagihan hutang. Ia pun bingung dari mana Chungjae mengetahui keberadaannya. Ini adalah profesi Chungjae dan ia memaksa meletakkan amplop itu ditangan Ibu Laik, mengatakan tugas pertamanya selesai. 


Sena berhasil membeli tiket konser Laik di warnet. Ia bahkan mengajak bestie onlinenya pergi bersama, karena gadis itu gagal mendapat antrian memberi tiket. Di hari H ia gembira memakai tas merch dari Jepang, lengkap dengan gantungan kunci poca pose andalan Laik. Dia ke venue yang serba ungu. Ia janjian dengan Laik si bestie yang memakai payung ungu. Dan terkejut saat bertatapan dengan YeSol si paralegalnya.

Mereka saling tak mengira mereka sahabat akrab online sejak lama tapi tak pernah kopdar. YeSol berterimakasih atas tiketnya. Sena teringat waktu ia bertanya tentang pesan di lagu yang disembunyikan Wooseong, ia mendapat informasi dari ava Laik alias YeSol. Jadi GoldBoys bisa bersama kembali berkat YeSol. Kedua gadis itu bersemangat masuk ke lokasi konser.






GoldBoys mengatur startegi dibalik pentas. Mereka berjanji akan mengisi posisi Wooseong sampai tak ada yang menyadari ketiadaannya. Konser dilakukan di venue terbuka dan fans duduk lesehan. Sena dan YeSol memeriahkan chant dengan bahagia! Ada rekaman Wooseong di masa lalu yang ditampilkan dan semua fans berteriak haru. 

Mereka bermain lepas dan Sena teringat konser pertamanya nonton GoldBoys, terdengar inner monolog Sena (yang mirip dengan pembukaan episode pertama) :

"Ada hari saat aku memimpikanmu. Dan pada hari itu aku terus membayangkan fantasi bodoh saat kau menatapmu dan kau menatapku (Laik pun mencari Sena, lalu menemukannya mengangkat banner diantara lautan pengunjung, ia terlihat emosional juga). Lalu aku sadar, ini bukan mimpi  atau fantasi ini kenyataan yang kita jalani hari demi hari."

~ Sena dan Laik duduk berdua menghadap pohon gelitik (ternyata nama pohonnya myrtle) yang berbunga pink lebat ~

Review 

Btw, tadinya saya mau meninggalkan bagian review ini hanya dengan satu paragraf: 

Aaaaaahhhh sejauh ini ngerecap drakor Idol I adalah yang paling mudah dan menyenangkan. My another comfort drama in many years to come. Makasih SooYoung dan Kim JaeYeoung yang memutuskan mengambil proyek ini. Kalian masuk dalam line up pasangan drama favorit saya sepanjang masa. 

Karena ya... Endingnya sudah pas menurut saya. Sampai saya baca salah satu akun sosmed bilang dia bisa menulis essay berlembar-lembar tentang Drakor ini dan heyyy.. Apa pentingnya mereview di blog, kalau tak bisa melakukan hal yang serupa? Bukannya saya juga nulis 'berlembar-lembar' saat Ending Tastefully Yours? Hoahaha.

Highlite-nya

A. Penggambaran Dunia Idola dan Fangirl yang Realistis 

Suka banget, saya pun jadi banyak belajar istilah dunia idola ini lho. Banyak hal yang sebenarnya sangat menarik juga bahkan bisa diteliti secara ilmiah.

Awalnya saya nonton mengira Sena adalah impian para fans, bisa dekat dan ditaksir balik oleh idola, ternyata lebih dari itu. Penggemar loyalis seperti Sena adalah impian para idola juga! Semoga dunia yang terkesan utopis ini bisa terwujud di masa depan. Fans dan idola saling menghormati dengan setara. Contohlah Laik yang tetap memanggil Sena Maeng-byeon sampai akhir dan Sena menghargainya sebagai idolanya dengan tetap mendapatkan merch atau tiket dengan jalur normal.

B. Happy Ending yang tak Terburu-buru

1. Laik dan Sena Bahagia

Nama Laik dibersihkan, Sena tetap mendukungnya kembali ke panggung. Begitu juga sebaliknya, Laik secara terbuka mendukung Sena dengan memberi bunga setelah permohonan sidang kembali kasus ayahnya dikabulkan.

Semoga para fans semakin terbuka matanya. Gapapa banget lho idola kita punya pasangan hidup. Mereka bahagia dan mengutip perkataan YeSol, hanya itulah yang sepatutnya jadi harapan utama para penggemar.

Yang juga membahagiakan Laik, ia melihat sendiri sisi loyalitas Sena sebagai fans. Sena tetap jadi fangirl garis keras yang tak mau memanfaatkan koneksi meski Laik adalah pacarnya. Meski sesekali ia mengambil privilese bisa memotretnya secara langsung dari dekat. Ya selain bisa makeout atau lebih juga sih, namanya juga pacar sendiri Hoahaha.

Ngomongin soal makeout, ini salah satu adegan terbaik di drakor. Meskipun kita tahu ini terkoreografi, tapi nampak nyata berkat "rasa" yang berhasil banget disampaikan. Posisi tangan, ciuman panjangnya lembut sekaligus hot, bukan hanya passion tapi mereka saling tersenyum dan memeluk seperti pasangan yang saling jatuh cinta pada kenyataannya. Laik kelihatan sayang dan bucin maksimal, begitu pula sebaliknya. Kerlingan mata Laik dan kecupan penutupnya sebelum menggendong Sena itu.. Ooh yang udah nikah pasti ngerti sih artinya Hoahaha.

Keduanya yang memandangi pohon gelitik berbunga lebat itu penggambaran yang pas untuk perjalanan mereka berdua yang pada akhirnya sama-sama berkembang  dengan indah.

2. Laik dan Chungjae Ngobrol Antar Lelaki yang Menyayangi Sena

Laik masih pencemburu. Ia tak mau mengebut nama ChungJae saat ditanya Sena darimana ia tahu lokasi pasu abu ortunya disemayamkan. Syukurlah ia dan Chungjae sempat duduk bersama dan membahas tentang perasaan mereka masing-masing tentang Sena, seseorang yang sama-sama sangat berharga dalam kehidupan mereka dan mereka sayangi. Mereka berdua pasti jadi keluarga yang kompak di masa depan, toh Laik langsung memakai jasa ChungJae untuk mencari ibunya. Meski bisa jadi alasannya adalah agar kantor ChungJae lancar jadi tak perlu balik ke paviliun di rumah Sena lagi Hoahaha.

3. Laik Menghadap ke Ortu Sena

Laik tidak melamar Sena dulu karena mereka sedang punya fokus masing-masing (Sena dengan kasus ayahnya dan Ia dengan perusahaan baru yang menaungi GoldBoys) tapi ia berani berjanji akan membuat Sena hidup bahagia dihadapan pasu abu kedua orangtuanya. Laik pun membicarakan Sena dengan bibi pengurus rumah yang sudah seperti ibunya sendiri.

4. Jaksa Kwak Pindah Ke Pinggiran dan Lepas dari Bayang Ayahnya

Ini adalah salah satu pengembangan yang super mengesankan. Saya awalnya sempat bertanya-tanya, kenapa Jung JaeKwang yang sedang naik daun mengambil peran ini. Ternyata memang ada pengembangan karakter yang butuh pendekatan lebih selaku aktor. Kita dibuat kesal tapi tak bisa tetap marah setelah melihat percakapan terakhirnya pada Sena dan ia bela-belain hadir di sidang ayah Sena ini. (Plus wajah tampannya mengalihkan dunia sejenak dari ketampanan Laik Hoahaha).

Ia dan penyidik Yoo pun berdamai setelah sempat berbeda pendapat tentang arah penyidikan kasus WooSeong.

Sayang, Laik tak sempat melihat kedekatan Sena dan Jaksa Kwak di episode sebelumnya. Kalau dia tahu, Sena memanggilnya Byeongyeon-ah pasti Laik lebih manyun dari saat ia cemburu menyadari 'kedekatan' mereka sebelum kecelakaan. Memang chemistry Sena-Jaksa Kwak juga pas banget. 

5. GoldBoys Tetap Bersatu

Setelah saling menuduh dan curiga, GoldBoys tetap bersatu, merilis album baru bahkan tur keliling dunia. Suatu pencapaian yang luar biasa mengingat mereka kehilangan Wooseong dan melepaskan diri dari agensi lamanya. Sekarang mereka mendirikan agensi sendiri (Laik bilang akhirnya ia paham sulitnya menjalankan perusahaan), menarik HanGu sebagai manajer mereka dan tetap berhubungan baik dengan CEO Geum.

Saya merasa bersalah sempat curiga pada CEO dan manajer HanGu. Syukurlah mereka tetap mendukung Laik. 

6. Sena dan YeSol jadi Bestie di Dunia Nyata

Setelah dirundung karena kasus Ayahnya, Sena bisa dibilang tak punya kawan. Memang ada Chungjae yang diakui Sena bagai sahabat baik sekaligus saudara dan teman-teman di komunitas pencinta GoldBoys tapi setelah kopi darat dengan YeSol, akhirnya ia punya teman di dunia nyata. Teman perempuan dengan minat sama dan ternyata selalu mendukungnya, baik secara langsung (membantu pekerjaan Sena), secara online maupun tanpa Sena ketahui, YeSol selalu membelanya di hadapan teman-teman yang lain. So cheers to friendship! 

7. No Lose End

Semua tokoh yang hadir mendapat closure. Selain yang saya sudah ulas, bahkan bibi pengurus rumah Laik, ibunya sampai ke reporter Baek dan para Sasaeng kita tahu kondisinya sekarang. Hebatnya semua tanpa terasa terburu-buru. Bravo untuk penulis, sutradara dan seluruh tim yang menjadikan Idol I hadir dalam setiap episode yang bermakna.

Ohya, sampai Gimbab yang dulu gagal dibuatkan Laik pun kembali hadir!

C. Sinematografi Unggul

Saya puas banget merekap jika sampai bingung mau memilih promo resmi atau tangkapan layar yang bagus - bagus begini. Bonus nih genk dari GoldBoys :






D. OST Bagus

Saya sudah sering bahas ini sih dibeberapa review episode sebelumnya. Kim JaeYeoung sebagai penyanyi boleh juga. Sayang Sooyoung dari pengamatan saya tak urun lagu. Ohya favorit saya ada dua When I First Saw You dari Jo Eunse (yang pakai sample Pachabel Canon in the D) dan to The Beautiful Past dari Kwon SoonIl dan Jo HyunAh (yang mengiringi makeout mereka nih). Versi instrumentalnya pun luar biasa. Sudah lama saya tak mengapresiasi OST sealbum gini. Jangan lupaka juga scoring-nya secara keseluruhan.

❤❤❤❤❤

Kembali lagi, jarang sekali drama misteri yang sisi misteri dan legalnya engaging berimbang dengan sisi komedi-romantisnya. Jadi, dari saya Idol I layak dapat poin 9,7 /10. Kurangnya karena sebenarnya saya belum mau pisah sama mereka. Kalau pun takkan ada musim kedua, sebenarnya ada banyak ide spin-off. Misalnya dengan kehidupan Jaksa Kwak di pinggiran kota (seperti Dongjae, the Good or the Bastard dari Stranger / Forest Of Secret). Ini tuh bisa ajang Sena atau Laik jadi cameo atau bahkan Chungjae dan penyidik Yoo ditarik jadi peran utama juga. Temanya pasti ada unsur legalnya tapi bisa dipadukan juga dengan RomCom atau melodrama? Who knows..

Posting Komentar