" ".

Recap dan Review Idol I Episode 9

Table of Contents


Sinopsis

CEO Geum beralasan ia menyembunyikan rahasia agar Laik tak terluka.



Rupanya sebelum hari nahas itu, Wooseong sudah mengajukan protes pada CEO Geum. Ia sudah membujuk Laik mau debut solo, seharusnya sesuai janji mereka akan merilis full album. Alasan CEO Geum agar bisa impas Laik harus melakukan konser karena debutnya kurang sukses. Wooseong kembali mengingatkan soal Jaehee dan Youngbin yang bertahan karena janji itu. CEO Geum dnegan menyebalkan menyuruh mereka bertiga santai saja karena semakin banyak penghasilan Laik makin bagus untuk mereka. Karena semua dibagi rata, jadi CEO Geum tak melihat masalahnya. Malah bagus mereka bisa santai. Ia pun melarang Wooseong membahasnya dengan Laik. Menurutnya kondisi Laik sedang kurang baik akhir-akhir ini.

Wooseong sampai speechless. Sekeluarnya dari ruangan CEO Geum itulah ia menerima pesan dari agensi tandingan. Pria dari agensi itu sudah tahu bahwa meski kontrak diperpanjang, hanya Laik yang diizinkan tampil. Jika mereka pindah ke perusahaannya maka mereka akan bisa membuat musik sungguhan lagi. Wooseong sudah menolak dengan bilang ia tak nyaman dan tak bisa memutuskan semua sendiri. Namun CEO agensi baru itu terus membujuknya.

Wooseong pulang ke asrama dan melihat dua juniornya menonton grup baru. Youngbin mengajak mereka bertiga membuat challenge sosial media sambil bersemangat menantikan comeback dan mengalahkan semua grup baru itu.

Ia makin cemas ketika tiba di rumah Laik, melihatnya terkapar. Ia sudah memperingatkan manajer bahwa Laik terlalu sibuk. Ia memohon mereka mengurangi jadwalnya. Manajernya marah dan Wooseong teringat Laik melarangnya memberi tahu agensi bahwa ia minum obat. Manajer bilang CEO Geum berjanji jika rangkaian promo sudah selesai, Laik boleh cuti. Setelahnya ia bergegas rapat meninggalkan Wooseong yang sudah tak percaya lagi dengan janji agensinya.

Itulah sebabnya ia mendatangi agensi baru. Ia melihat ruangan yang dipersiapkan serta janji tim terbaik yang akan bisa mereka gunakan jika bergabung. Wooseong berjanji akan menerima kontrak dan mengajak semua anggota. Tanpa sepengatahuannya, semua pembicaraan itu direkam oleh pihak agensi lain itu.

Jadi saat Jaehee melaporkan info orang dalan dari temannya yang bekerja di agensi tandingan tadi, Wooseong kaget dan melarang Jaehee menyebarkan berita bahwa Laik menerima uang muka dan membuat kontrak dengan agensi baru.

Malam itu ia bertemu agensi tandingan. Ia kaget percakapan meraka sudah bocor. Pihak agensi tandingan mengaku merekam semuanya dan mengancamnya akan menyebarkan berita itu. Jika tersebar maka Wooseong dan Laik akan dianggap berkhianat.

Manajer melaporkan pada CEO Geum di malam hujan lebat itu turun. Pria itupun menelpon Wooseong. CEO Geum menanyakan tentang Achi Entertainment dan persetujuan verbalnya. 

Wooseong bilang ia tak berniat begitu. Tapi menurut CEO Geum ini masalah hukum yang sangat besar. Laik akan murka jika mengetahui ia dan Wooseong harus membayar penalti pemutusan kontrak kepada Goldie Ent dalan jumlah besar. Wooseong berjanji meraka tetap akan keluar dari perusahaannya apa pun yang terjadi. Dan CEO Geum menyuruhnya menantikan pertempuran sengit di meja hijau.

CEO Geum menyesal mengancam Wooseong karena ia tak pernah berniat menagih biaya penaltinya. Ia pun melarang Jaehee membocorkan semuanya. Ia menyembunyikan semuanya karena percaya Laik tak mungkin menyakiti Wooseong. Ia bertanya balik apakah ia tak mengetahui hal ini sama sekali sehingga menjadi alasannya membunuh Wooseong. 

Laik tersenyum sinis, ia yakin CEO Geum hanya melindungi dirinya sendiri. Ia menjawab sambil menatap mata pria yang lebih tua itu bahwa Ia tak membunuh Wooseong lalu menarik tangan Sena dan mengajaknya pergi. 


Mereka pulang ke rumah Sena. Di perjalanan Laik hampir menangis, ia merasa sangat bodoh, ia menyesal tak tahu apa-apa. Kenapa ia tak menyadari betapa lama Wooseong menderita sendiri. Di hadapannya Wooseong selalu tersenyum dan mengutamakan dirinya tapi Laik tak pernah sekalipun mencoba melihat dibalik senyumnya. Wooseong memikul semuanya sendirian tanpa berbicara dan Laik merasa bersalah tak menyadarinya. Ia sibuk dengan rasa sakit hatinya sendiri.

Menurut Sena bagi beberapa orang termasuk Wooseong, lebih sulit berbicara dibanding diam. Bagi Laik, sekarang bersedih itu tak apa-apa. Jika dipendam malah akan gak baik. Lepaskan saja sedikit demi sedikit lalu Sena meletakkan tangannya diatas tangan Laik.

Jaksa Kwak dipindahtugaskan dari kasus Laik oleh atasannya. Ia marah besar karena kekacauan ini. Seluruh kejaksaan dianggap tak kompeten dihadapan media dan masyarakat. Parahnya ia malah teringat percakapannya dengan sang ayah yang memintanya untuk mendakwa Laik. 

Manajernya menelepon, mengabari Jaehee masih di ICU jadi belum bisa dijenguk. Mobil dan rumahnya akan dikembalikan oleh kreditur. Manajernya khawatir apakah ia baik-baik saja kembali ke rumahnya. Tapi Laik yakin ia akan mengembalikan kehidupannya lagi meski terlihat berat meninggalkan rumah Sena. Menurut manajernya bagus jika ia segera kembali bekerja, krediturnya pun tak ingin disalahkan karena Laik hampir pasti bukan pembunuh Wooseong.

Sena mencarinya untuk berpamitan. Ada sandwich di kulkasnya dan Laik boleh keluar jika merasa bosan. Pemuda itu menenangkannya agar segera pergi kerja. Entah kenapa Sena seolah berlama-lama. Setelah Sena berangkat, Laik pun berlama-lama menatap kamarnya yang bisa dibilang hanya ruangan darurat di rumah Sena.

Hyejoo menelponnya dan mengirim pesan memintanya bertemu untuk mengucapkan salam perpisahan. Mereka bertemu di suatu lokasi privat, lengkap dengan pengamanan. Hyejoo sudah melihat berita tentang Jaehee dan ingin tahu kabar Laik. Laik langsung to the point bertanya apakah ia akan kembali ke AS. Hyejoo beralasan semua barangnya sudah dikemas kecuali satu, lalu menyerahkan foto mereka berdua yang diambil sebelum mereka debut dan sangat bahagia. Menurutnya mereka tak bisa kembali ke masa lalu, tapi bisa memulai lagi di masa kini. Ia meletakkan sehelai tiket tujuan AS. Meski semuanya berakhir, cara orang menatap Laik sudah berubah, apakah ia bisa bertahan. Jadi ia tak meminta cinta Laik lagi, hanya memberinya pilihan memulai kehidupan di tempat baru.

Bagi Laik hidupnya memang tak akan pernah sama lagi tapi Ia tak ingin kabur lagi. Ia ingin hidup sebagai dirinya sendiri bersama orang yang mempercayainya selama ini. Hyejoo mengaku paham dan berterimakasih serta mengaku sudah bisa melepaskannya. Ia mendoakan kebahagiaan Laik. Pria itupun melakukan hal yang sama. Namun saat Laik pergi, Hyejoo menggenggam foto tersebut dengan kemarahan.

Wartawan gossipfact berusaha menulis postingan yang lebih menarik dan melihat foto kedekatan Laik dan Sena. Ia seolah mendapat Ilham.

Gadis yang dibicarakan sedang menunggu jadwal pulangnya. Ia mengecek jam tangannya sambil merapikan pensilnya. Waktu terasa lambat sekali tapi begitu jam pulang tiba ia segera menyerahkan semua berkas pekerjaan pada YeSol, yang meneriakkan 'Nikmati akhir pekanmu.' Teman-temannya kembali terkejut ia pulang tepat waktu, seperti Sena yang dulu.


Dalam perjalanan pulang, Sena membeli ayam goreng. Laik kaget, dan menggodanya baru merampok peternakan ayam. Menurut Sena ia sengaja karena tahu Laik suka makan ayam saat murung. Ia kan sudah jadi fansnya sejak lama. Haoahah. 

Chungjae tiba --saat Sena bersiap mengirimnya pesan-- dan sangat senang melihat ada rasa kesukaannya. Karena sikap Sena aneh, Chungjae memintanya melupakan saja pembicaraan terakhir mereka. Ia tahu Sena tak akan bisa melupakan orang yang butuh bantuan seperti Laik. Lagipula sejak kapan Sena mau mendengar kata-katanya. 

Mereka makan di beranda. Laik senang karena sudah lama tak makan ayam goreng. Chungjae protes karena kola-nya hangat, Sena minta maaf ia lupa masukan ke kulkas tapi Laik membelanya dengan bilang ia suka kola yang hangat. Chungjae dan Sena kembali saling melempar kode. Sena mengomel karena toh kola akan jadi hangat diperut dan ia mengambil gelas dari tangan Chungjae yang menumpahi seluruh pakaiannya. 

Dua pemuda itu berbarengan mengulurkan tisu dan Sena mengambil dari tangan Chungjae. Membuat pria yang lebih muda itu merasa bangga. Laik agak cemberut tapi dengan cepat berimprovisasi menggunakan tisunya untuk mengelapi lantai di sebelah Sena. Chungjae berusaha menjelaskan bahwa meski Sena terlihat perfeksionis tapi aslinya.. perkataannya keburu terpotong Sena yang pergi berganti pakaian dan memberinya kode untuk tutup mulut. 

Laik ingin tahu kenapa Chungjae tak melanjutkan kata-katanya. Chungjae malah bertanya balik, menurutnya Sena seperti apa aslinya? Menurut Laik Sena tak bisa dideskripsikan dalam satu kata saja. 

Chungjae setuju, ia terlihat dingin dan perfeksionis diluar tapi sebenarnya ceroboh dan tak bisa melihat orang lain kesusahan. Chungjae mengisahkan latar belakang hidupnya, bahwa ia dan Sena berjumpa kala masih berusia 12 tahun. Kemudian ia ditawari tinggal di kamar sewa itu. Jadi Laik jangan salah paham, yang disukai Sena adalah Laik si idola dan dia tidak diistimewakan oleh Sena.

Laik mengerti, ia paham situasi mereka mirip tapi berbeda dengan Chungjae, ia tak akan bisa hanya sekedar berterimakasih pada Sena.

Sena kembali dan keheranan mereka berdua tidak lanjut makan. Ia meributkan paha ayamnya dan menginterogasi satu orang sudah makan berapa Hoahaha. Chungjae memberikan pahanya yang sudah digigit membuat Sena makin mengomel tapi Chungjae mengomelinya balik seharusnya Sena membawakannya segelas baru es.


Setelah makan, Laik mencuci piring, Sena melarangnya tapi buat Laik hal sebiasa makan dan ngobrol bersama adalah hal yang paling ia rindukan. Sena bertanya seandainya Laik orang biasa yang sekedar lewat, kira-kira apa yang ingin dilakukannya.






Jadilah besoknya mereka mengunjungi SD Laik. Menurutnya ini adalah waktu dimana ia merasa sangat normal. Hanya anak pendiam dan pemalu yang punya banyak impian. Sena berusaha berbicara dengan penjaga sekolah sehingga mereka bisa mencoba masuk ke kelas. Laik duduk di meja tempatnya dulu dan merasa semua terasa berukuran kecil tapi ia masih senang memandangi jendela lebarnya. Ia tersenyum lebar pada Sena dan bilang alasannya kemari bukan hanya ke sekolah.

Ia mengajak Sena ke kedai topokki. Dulu ia tak pernah dijemput jadi tiap pulang sekolah hanya datang sendiri untuk makan. Karena uangnya pas-pasan, ia minta kuah Odeng yang banyak biar kenyang. Pemiliknya yang baik selalu menambahkan odeng dan gorengan. Makanya Laik ingin datang lagi saat dewasa dan sudah jadi orang yang baik. Menurut Sena sekarang ia adalah orang dewasa yang baik. Ia pun tersenyum hangat. Laik senang bisa makan enak lagi.

Pesanan mereka datang tapi pemiliknya memberikan ekstra satu mangkuk odeng yang tak mereka pesan. Sena mencoba protes tapi pemiliknya pura-pura tak dengar dan hanya menatap Laik. Rupanya ia menempelkan stiker GoldBoys yang sekarang sudah menguning dibawah artikel koran yang memuat tentang tokonya ini. Laik tersenyum cerah, mengenalinya dan berterimakasih atas bantuan bapak itu di masa lalu.


Jaksa Kwak mendapat kiriman dari kepolisian, laporan inspeksi mobil Jaehee. Ia mendapat informasi dari anggotanya bahwa lokasi jatuhnya mobil tampak aneh. Tidak ada bekas ban mengerem serta mobil kemungkinan berjalan pelan. Ia mencocokan dengan berkas interogasi Youngbin yang yakin hyung-nya tak mungkin bunuh diri. Ia pun teringat diskusinya dengan dokter forensik mengenai obat tidur yang baru bereaksi 20-30 menit. Jaksa Kwak meminta asistennya agar kepolisian mengirimkan berkas pemeriksaan tambahan kasus ini. Ia mengabaikan sepenuhnya perintah untuk menyerahkan berkas pada Jaksa Jang, jaksa baru yang ditunjuk atasannya.





Di depan tujuan selanjutnya, wahana akuarium indoor, Sena dan Laik berdebat. Menurut Sena ini terlalu beresiko terlihat orang lain. Laik menganggap gampang, mereka tinggal kabur. Ia bersikeras ingin mengunjungi tempat favorit masa kecil Sena karena ingin tahu hal yang disukai Sena kecil. Lagipula ia sendiri belum pernah ke akuarium sama sekali. Sena menertawakannya tapi menyadari Laik berkata jujur.

Akhirnya Sena mengajaknya masuk. Mereka berkeliling melihat ikan pari dan hiu. Laik tak bisa menyembunyikan rasa bergairahnya seperti anak kecil yang polos. Lucunya, ia menyadari bahwa Sena suka hal yang manis dan menggemaskan (kiyowo), jadilah ia mencoba menggoda Sena dengan cara bicara yang kekanakan (aegyo). Sena yang kebingungan tak merespon sesuai harapan, membuat Laik merasa malu sendiri dan pergi Hoahahah.

Mereka ngobrol sambil duduk di depan akuarium besar. Sena bercerita bahwa sejak kecil ia suka kemari dengan kedua orang tuanya. Bahkan sejak kecil sekali ia suka memandangi riak airnya yang tenang sampai terdiam lama. Laik yang membuat catatan mental tentang apa saja yang disukai Sena justru menyimpulkan bahwa Sena menyukai segala sesuatu yang terlihat suram dan gelap. Hoahaha. Mereka selalu saling mencuri pandang. 




Pada saat yang sama ada sekelompok remaja mengenali Laik. Sena buru-buru mengajaknya pergi dan Laik menyembunyikan mereka di balik lengkungan akuarium ubur-ubur. Empat orang gadis belia itu akhirnya pergi karena mengira salah lihat. Sementara Laik dan Sena menyadari posisi mereka sangat dekat membuat suasana terasa romantis sekaligus canggung. Setelah bertatapan intens yang seolah nyaris meruntuhkan pertahanan keduanya akhirnya Sena mengajak pergi. 






Tujuan terakhir adalah tempat pertama kali mereka berjumpa. Laik ingin pergi kesini dengan Sena karena tempat ini bermakna baginya. Laik merasa semua yang terjadi rasa tak nyata. Ia sering berpikir seandainya Sena tak ada di sisinya, entah apa yang akan terjadi. Dulu ia jarang keluar, sebagian karena sasaeng tapi sebagian besar ia tak ingin merusak imagenya, ia ingin tampak sempurna. Tapi hari ini ia tak merasa begitu, hari ini ia adalah orang biasa, bukan Laik dari GoldBoys. Sena selalu membuatnya merasa menjadi dirinya sendiri apa adanya. Sena salting sambil memeluk boneka anjing laut.



Tepat saat itu, air mancur dan lampu warna-warni menyala. Sena memandangi keindahan itu sambil bergumam 'benar-benar cantik' dan Laik membernarkan padahal yang ditatapnya adalah Sena.






Diperjalanan pulang Laik bilang ia hanya hanya punya waktu sepuluh menit lagi sebagai orang biasa dan flirting abis-abisan Hoahaha. Menurutnya ia sebagai orang dewasa ini cukup menarik, ia kuat, manis dan romantis. Sena bilang ia memang suka pria seperti itu tapi ia tetap suka melihat Laik menjadi dirinya apa adanya. 

Laik uang lagi mode bucin langsung menyimpulkan Sena menyukainya. Sena berusaha menyangkal dan bilang suka hanya sebagai individu lalu berusaha kabur ke dalam rumah.

Laik berteriak "Aku menyukaimu pengacara Maeng. Aku pasti sudah gila punya perasaan seperti ini, di saat begini tapi aku tak bisa menahan perasaanku." Ia mendekat dan mengulangi perkataannya, "Aku benar-benar menyukaimu Sena."

Review

Wow! Satu episode yang berkesan lagi. Pernyataan suka yang Laik banget! Tanpa basa-basi. Sejak ia yakin dengan perasannya sendiri, tanpa ragu ia berterus terang kepada Chungjae dan Sena sendiri! Sayang, saat bertemu Hyejoo ia belum memberitahunya juga (sebenanrya juga tak perlu, karena Laik sudah pernah bilang, ini bukan urusan Hyejoo lagi, toh mereka sudah lama putus). Tinggal menunggu jawaban Sena nih, eh tapi kalau cuma suka sebenarnya tak perlu jawaban juga kan ya? Eh, gimana sih ini Hoahaha.  

Chemistry antara Laik dan Sena luar biasa. Kencan yang bukan kencan resmi ini saja segitu membuat perasaan kita ikut berbunga-bunga. Seperti biasa komunikasi diantara keduanya bagus banget. Mereka saling bercerita soal masa kecil dan apa yang disukai serta apa yang menjadi alasan mereka saling menyukai satu sama lain.

Ohya, saya tak menyangka dalam hari yang sama bisa melihat dua drama ada adegan 'kencan' di akuarium yang berujung pernyataan cinta (satunya di Gimbab dan Onigiri, ini juga bagus lho baru dua episode). Arah pengambilan gambar dan color gradingnya mantap. Tak kalah dari Lovesick yang saya sukai banget adegan di akuariumnya itu.

Satu lagi, saya sadari sejak beberapa waktu. Kim JaeYeoung cenderung berpostur agak membungkuk jika menghadapi lawan main perempuan yang tingginya jauh, bahkan sama Noona Go HyunJung yang 172 cm di Reflection Of You (2021). Setidaknya bersama Sooyoung yang 170 cm posturnya tak terlalu sering begitu.

Kembali ke kisah mereka. Duh ini Jaksa Kwak masih saja menjadikan Laik bidikan panah sesuai nasehat ayahnya padahal bosnya sudah jelas memintanya mundur dan mengalihkan tugas pada rekannya yang lain. Menyebalkan melihat tidak ada progress pada karakternya. Sungguh disayangkan mengingat Jeong JaeKwang sedang naik daun dan potensial sekali jika karakternya dikembangkan lebih lanjut, misal dulu dia membully Sena lebih karena desakan ayahnya padahal dia sendiri pun sempat naksir? Atau apalah yang bikin karakternya lebih menarik selain Jaksa --yang katanya-- prodigy tapi masih diketekin ayahnya.

Misterinya makin seru, sekarang ada satu pihak lagi yang masuk dalam radar kecurigaan saya. Pihak agensi baru yang jelas merasa dirugikan seandainya Wooseong dan CEO Geum membatalkan GoldBoys pindah agensi. 

Posting Komentar