Review Inheritence Detective : Lebih dari Sekedar Sengketa Wasiat dan Warisan
Saya lagi suka banget nonton drama kolab Jepang dan KorSel, Gimbab and Onigiri yang tayang setiap Senin di aplikasi si merah. Tapi sepanjang nonton asa punya hutang, iya hutang meyelesaikan review Inheritence Detective yang sudah nyaris setahun mengendap di draft tapi tak kunjung kelar😭🤣. Ini adalah dorama Eiji Akaso sebelum jadi koki yang jago bikin Onigiri.
Judul : the Inheritence Detective
Sinopsis
Nao Haie (Eiji Akaso) menjalankan agensi detektifnya dengan bantuan Hideki Tomonaga (Yuma Yamato) dan asistennya yang ceria, Reiko Mitomi (Hiroyi Sakurada).
Agensi yang memusatkan perhatian pada wasiat dan pembagian warisan ini sejatinya berjalan kembang kempis. Haie tadinya seorang pengacara cemerlang yang tiba-tiba dipecat secara tidak hormat akibat keterlibatannya dalam suatu kasus beberapa waktu sebelumnya. Saat ini ia dijuluki Haiena (Hyena), si buas yang mengendus semua permasalahan warisan bahkan kerap dituduh ikut campur urusan orang yang sudah meninggal.
![]() |
| Tomonaga, Haie, Reiko |
Tomonaga si ahli forensik merangkap ahli IT pun pernah dipecat dari pekerjaannya sebagai peneliti di Institut Riset Ilmu Kepolisian, Departemen Kepolisian Metropolitan sehingga sekarang punya banyak side job. Begitu pula Reiko, yang aslinya bekerja di pusat kebugaran namun perlahan terkuak seorang mahasiswi kedokteran tingkat akhir. Keterlibatannya dengan Haie membantunya menyelesaikan kasus yang berhubungan dengan ayahnya.
Mampukah Haie bersama kedua rekannya menolong klien yang datang dengan misteri serta menjalankan wasiat dan membagi warisan dengan adil? Lalu siapakah wartawan yang kerap dipanggil Vulture, yang berusaha keras menyerang Haie secara personal setiap ada kesempatan?
Review
Dead man tell no tales (orang yang sudah tiada tak bisa bicara), tapi sains bisa berbicara untuk mereka. Kekuatan Sains menyajikan kebenaran yang tak terbantahkan dan membuktikan akurasinya.
Saya suka banget Detektif Warisan ini karena..
1. Pemeran Favorit
Eiji Akaso pemeran Nao Haie cukup menonjol sejak bermain di She Was Pretty versi adaptasi Jepang.
Eiji berhasil membawakan karakter Haie yang "songong" tapi lovable. Cara dia menatap lawan bicara saat sedang menginterogasi itu lho, intens banget tapi ada kilatan jenaka di matanya. Saya suka bagaimana Haie mengatur mikro-ekspresinya. Saat dia lagi serius memecahkan kode wasiat, dia kelihatan ganteng maksimal. Semakin matang usianya, ia semakin menunjukan kelasnya sebagai aktor watak. Perubahan ekspresinya dari putus asa menjadi penuh tekad itu chills banget.
Toma Toyama adalah pemeran tambahan di beberapa drama yang saya sukai, termasuk Nursing Aide At Your Side SP. Kali ini ia tampil sebagai Tomonaga dengan rambut potongan mangkok sebagai jenius yang bisa melakukan banyak hal dengan metode ilmiah.
Kalau Hiyori, bisa dibilang saat ini salah satu aktris Jepang favorit saya. Chemistry beda gender antara Haie dan Reiko adalah cermin klasik detektif jenius dan asisten yang praktis dan lebih membumi. Interaksi keduanya memberikan vibe mirip Holmes dan Watson di serial Elementary, salah satu serial adaptasi modern dari Sherlock Holmes favorit saya.
2. Genre Detektif - Legal - Komedi
Kalau teman pembaca sering mampir ke blog abal-abil ini pasti sudah paham, saya pembaca manga dan webtoon. Jadi, adaptasi manga bertema detektif selalu menarik perhatian saya. Walaupun sebenarnya saya belum pernah baca komik Detektif Warisan karya Yumie Nishioga yang diadaptasi.
Dalam peta persaingan drama misteri, Jepang punya tempatnya sendiri. Beberapa dorama yang pernah saya tonton tidak hanya mengandalkan pemecahan kasus yang sadis, tetapi seringkali memilih untuk membedah kejahatan yang dingin, sistemik, dan sangat manusiawi. The Inheritance Detective ini berurusan dengan sesuatu yang jauh lebih universal, lebih intim, dan secara finansial lebih menyakitkan: wasiat dan warisan.
Sebagai anak hukum, drama tentang hukum pun punya tempat tersendiri di hati saya. Nah, biasanya drama hukum itu ngebosenin karena kebanyakan adegan sidang yang kaku atau penjelasan yang njelimet. Tapi di Inheritance Detective, penjelasan hukum itu diselipkan lewat dialog-dialog sarkastik Haie atau lewat keterangan di bagian pinggir layar (dalam bahasa Jepang tentunya). Jadi kita berasa lagi belajar tapi tidak digurui. Saya jadi tahu kalau di Jepang, ternyata surat wasiat yang ditulis tangan itu syaratnya ketat, salah tanggal atau lupa tanda tangan sedikit aja bisa dianggap tidak sah. Wah, nambah ilmu banget, kan?
Di tambah lagi, meski kematian seseorang dipandang sebagai suatu tragedi, dorama ini tetap ada sentuhan komedinya.
3. Lawakan Cerdas
Meski temanya misteri dan kematian, Inheritance Detective jauh dari kata gloomy. Komedinya ditunjang naskah yang cerdas dan masing-masing tokoh yang punya sisi 'aneh' yang berbeda. Haie yang sering mengunyah biji kopi murni dan aslinya agak penakut itu lucu banget. Belum lagi tingkah Reiko yang suka judging bosnya sendiri. Sementara Tomonaga adalah hopeless romantic yang culun, jadi mau saja di sogok Reiko dengan janji kencan. Interaksi trio ini baik di kantor maupun saat beraksi di luar lapangan selalu lucu.
4. Sinematografi Bagus
5. Pratinjau di Awal Episode
6. Kasus yang Relate dan Menohok
Sebagian besar Inheritance Detective disajikan dalam format "case-of-the-week" (kasus per episode) di mana setiap kasus warisan mengungkap intrik keluarga yang tak terduga. Tanpa mengurangi rasa penasaran terhadap satu benang merah konflik utama yang berjalan di latar belakang, kasus-kasusnya itu variatif banget.
Urusan warisan itu nggak cuma soal uang, tapi soal legacy, rahasia keluarga, anak haram, surat wasiat palsu, sampai pemalsuan hasil tes DNA. Haie hadir di tengah kekacauan keluarga-keluarga disfungsional ini untuk memecahkan misteri di balik surat wasiat dan memastikan keinginan almarhum benar-benar terlaksana.
Di balik setiap perdebatan legal, Haie selalu berusaha menggali "pikiran terakhir" (wishes of the deceased). Inilah bagian yang paling menyentuh. Wasiat, bagi Haie, adalah sebuah surat cinta terakhir atau sebuah hukuman yang adil yang diberikan oleh orang mati kepada yang hidup.
Buat saya, yang paling berkesan adalah kasus di episode tentang seorang pengusaha manisan paling tersohor dari Kyoto. Ia punya dua anak lelaki. Putra sulung adalah anak dari mantan kekasih yang terpaksa ditinggalkan karena desakan keluarga. Anak yang statusnya anak haram ini telah dilatih sebagai penggantinya dan satu-satunya orang yang menguasai teknik pembuatan cemilan khas yang jadi oleh-oleh populer.
Sementara putra kedua adalah anak istri sah yang selama ini dimanjakan dan disekolahkan di jurusan manajemen bisnis. Ibunya jelas tak terima kala wasiat ayahnya membagi dua bisnis mereka : si adik berhak atas brand yang sudah mendunia, tapi abangnya berhak mengelola dapur utama serta resep rahasia keluarga yang sudah turun-temurun. Hasilnya bisa ditebak, meski abangnya meneruskan bisnis dengan nama berbeda, hasilnya kalah jauh dengan adiknya yang melanjutkan brand yang sudah terkenal ditunjang teknik pemasaran sosmed yang kekinian. Tapii lidah memang tak bisa bohong, perlahan merk lama mereka pun jadi sepi sebab rasanya yang menurun. Haie hadir menjelaskan maksud ayahnya yang menginginkan kedua putranya bersatu, mengkolaborasikan masing-masing keahlian mereka.
7. Ritme Terjaga
Ketegangan semakin memuncak di bagian menuju akhir. Plot twist yang cukup mengagetkan membawa Haie dan timnya bekerja sama dengan pihak tak terduga demi menjatuhkan musuh yang menjadi target utama pembalasan dendam Haie bahkan alasannya menjadi pengacara.
Seperti yang telah saya ulas, selain kasus mingguan, ada misteri besar soal masa lalu Haie. Misteri ini dikupas pelan-pelan, seolah mengupas kulit bawang. Setiap episode dikasih hint sedikit-demi sedikit yang bikin kita nggak bisa berhenti nonton.
![]() |
| Spoiler banget nih Sumber : https://www.ntv.co.jp/souzokutantei/ |
8. Pesan Moral Tentang Cinta
Tidak ada loveline resmi antara Haie dan Reiko. Namun The Inheritance Detective berhasil menyentuh isu-isu sosial yang sangat relevan di Jepang (dan di belahan dunia manapun) dengan sentuhan yang elegan. Drama ini mengajarkan kita bahwa ketika seseorang meninggal, ia meninggalkan lebih dari sekadar uang atau warisan; ia meninggalkan sebuah misteri hubungan dengan orang-orang yang harus ditinggalkan. Benang merahnya ialah cinta dan nilai kekeluargaan.
Drama ini memberikan cermin yang jujur tentang bagaimana uang dapat meracuni ikatan darah. Ini menunjukkan bahwa bahkan dalam keluarga yang paling terhormat, keserakahan dapat mengubah kasih sayang menjadi permusuhan. Dan seringkali, orang-orang yang paling serakah adalah yang paling kesepian.
9. Ending Berpotensi Musim Selanjutnya
Meski penutupnya memberi ketenangan pada para tokohnya, bagian akhir tetap memberi peluang bila suatu saat akan dibuat musim kedua.
❤❤❤❤❤
Overall, 8,5 / 10 dari saya yang merekomendasikan bagi yang ingin tontonan yang membuat berpikir, tertawa sinis, dan tiba-tiba merasa ingin menelepon orang tua untuk memastikan wasiat mereka jelas. Hoahaha. Dan mungkin, setelah menonton Inheritance Detective tiba-tiba jadi pengen coba mengunyah biji kopi saat sedang menghadapi masalah kantor atau keluarga!







Suka aja ada serial dorama detective gini. Seru² menegangkan gitu. Skg lagi baca buku misteri juga tentang kasus² gitu dari penulis jepang. Dan menurutku tuh mereka bisa banget bikin cerita atau serial yang cukup detail. 😍😍
asyik deh bisa nonton legal di netflix. terima kasih kak ulasannya XD
Tapi karena belum nonton sendiri secara langsung, ya tetap saja masih penasaran ya...