" ".

Review The Art of Sarah : 20+ 'Seni' Mencari Celah Hukum

Table of Contents

The Art Of Sarah saya tonton pelan-pelan, bukan karena disayang agar tak cepat habis bagai Can This Love Be Translated? yang tayang di si merah sebulan lalu (tapi reviewnya tak kunjung ditulis huhuhu), lebih ke setelah menonton lebih dalam the Witch's Diner melalui perspektif hukum, kali ini pun saya tertarik memakai kaca mata yang sama.

Lagi-lagi, dengan catatan tebal bahwasanya pengetahuan hukum saya pun bisa dibilang terbatas dan berkarat juga sih. Hoahaha. 

Judul : The Art Of Sarah 

Judul Lain : Lady Doir / 레이디 두아
Penulis Naskah : Cho SeungYeon
Sutradara : Kim JinMin
Pemain : Shin HaeSun, Lee JoonHyeok, Lee YiDam, Park BoKyung, Jung DaBin, Yoon GaI, Bae JongOk, dll
Genre : thriller - misteri - drama
Tayang : 13 Febuari 2026 
Jumlah Episode : 8
Durasi : 39 - 51 menit 
Jaringan : Netflix
Rating usia : 16+

Sinopsis

Seorang wanita muda yang mengantri dalam penjualan ekslusif merk mewah menjatuhkan sesuatu ke gorong-gorong. Betapa terkejutnya saat ia berusaha mengambilnya, ia melihat mayat seorang wanita di selokan. Yang lebih menggemparkan lokasinya berdekatan dengan mall SanWol yang terkenal sebagai pusat penjualan barang mewah di distrik Cheongdam, Seoul -- salah satu wilayah paling bergengsi dan menjadi simbol kesuksesan bisnis di Korea Selatan. 

Dari penyelidikan nomor seri di tas mewah yang ditemukan bersamanya, wanita tersebut diidentifikasi sebagai Sarah Kim (Shin HaeSun), manajer regional Asia brand Boudoir. Tas yang diklaim buatan tangan lengkap dengan ornamen unik, dianggap simbol kemewahan dan terkenal karena eksklusivitasnya. Meski terbilang baru menetas, mereka mengklaim sebagai merk high-end yang menjual hanya kepada 0.1% elite terkaya terutama dinasti kerajaan di Eropa. 

Wanita tersebut pun memiliki tato yang bertuliskan "melancolie splendide" di kakinya. Namun, segera terungkap bahwa ini bukan akhir cerita, mayat itu mungkin bukan Sarah, atau setidaknya bukan Sarah yang semua orang kenal.

Boudoir, brand yang ia bangun, bukan sekadar bisnis, adalah simbol obsesi sosial, di mana nilai tas bukan dari bahan, tapi dari ilusi eksklusivitas yang menciptakan hasrat. Sarah memanfaatkan kelemahan orang lain untuk menaiki tangga sosial, termasuk kolaborasi dengan CEO NOX, Jeong YeoJin (Park BoKyung).

Detektif Park MooGyeong (Lee JoonHyuk) dari Unit Kriminal Kepolisian Seoul, ditugaskan menyelidiki kasus ini. Saat ia dan seorang rookie Hyeon JaeHyeon (Shin HyungSeung) menggali latar belakang Sarah, ia menemukan potret yang misterius. Bagi sebagian orang yang dimintainya keterangan, Sarah adalah pebisnis Korea-Amerika yang berbudaya dan ambisius; bagi yang lain, ia oportunis, pasangan yang tak setia, atau manipulator jahat.

Namun, semuanya bisa dibilang sepakat, Sarah mempunyai daya tarik yang mampu membuat semua orang terperdaya.

Kasus pembunuhan berkembang menjadi investigasi penipuan bisnis, transaksi keuangan mencurigakan, dan identitas ganda. Interaksi keduanya cukup untuk membangun ketegangan slow-burn yang memikat, sekaligus berusaha menjawab pertanyaan terbesar, siapakah Sarah Kim sebenarnya?

Review

Spoiler Alert

"Yang diketahui dari wanita itu adalah aku tak tahu apa-apa. Sisanya cari tahu sendiri, Pak Detektif Tampan."

Begitu selesai menonton, saya salut dan sangat mengapresiasi penulis naskahnya yang berhasil menyusun skrip drama delapan episode dengan alur yang mind-blowing dan menantang kemampuan deduksi penonton. Ibarat detektif yang sedang berupaya memecahkan kasus.

Narasi non-linear, dengan flashback yang tumpang tindih membuat susunan ini bukan menurut urutan episode, hanya berdasarkan apa yang terlintas di benak saya. Beberapa celah hukum yang berhasil dimanfaatkan Sarah maupun beberapa tokoh lain yang bersinggungan dengannya : 

1. Lolos dari Jeratan Klausul Kontrak Kerja Merugikan

Mok GaHui --identitas awal diatas kertas Sarah yang terdeteksi-- bekerja sebagai sales representative di suatu brand barang mewah di mall SanWol. Peraturan sangat ketat, mereka dilarang ke toilet di jam kerja dan harus menggunakan toilet karyawan dibagian luar butik. Suatu hari, GaHui yang seharusnya menutup butik tempatnya bekerja, meninggalkan dalam keadaan kosong demi ke toilet. Dalam hitungan menit terjadi pencurian tas mewah dan ia terpaksa mengganti kerugian akibat hilangnya barang. Nominalnya tak sedikit, 50 juta won. Sesuatu yang merugikan pegawai kecil, namun menguntungkan pemilik usaha. Mereka tak melaporkan kejadian pencurian demi reputasi brand dan malah membebankan kerugian pada pegawainya.

Ketika Sarah merekrut pegawainya kelak pun, ia menerapkan pola yang serupa. Woo HyoEun (Jung DaBin) dipecat dengan alasan menyebarkan rahasia klien terutama nomor ponsel pada agen asuransi. Padahal ini hanya akal-akalan Sarah yang kesal menangkap basahnya mengajak teman masuk ke butik setelah jam tutup.

2. Manipulasi Regulasi Internal Korporasi

Kembali ke GaHui, ia berupaya melunasi utang tersebut dengan membeli tas menggunakan diskon karyawan lalu dijual kembali secara daring. 

Ia mengakali sistem penjualan online. Pertama dengan photoshop dia mengedit foto sosialita menjadi wajahnya sendiri lalu mengunggahnya ke media sosial dengan nama palsu. Ia menawarkan tas mewah yang difoto bersamanya dengan berbagai alasan. Kemudian ia meraup untung dengan tidak mengirim barang-barang tersebut tanpa terlacak dan konsekuensi yang jelas.

Ia menjadi sungguh menyukai tas bermerk. Di Korea, sistem audit department store seringkali bersifat reaktif. Meskipun ada aturan pembatasan pembelian bagi karyawan, tidak ada sistem integrasi data real-time yang efektif antar cabang. GaHui memanfaatkan kelemahan ini dengan menggunakan identitas pinjaman dan akun keluarga palsu. Hal ini menunjukkan bahwa birokrasi besar seringkali memiliki lubang besar dalam pengawasan internal yang bisa ditembus dengan sedikit kreativitas administratif.

Ketika Financial Crimes Unit melakukan penyelidikan, mereka hanya bisa tangkap “reseller kecil”, bukan dalang utama, karena bukti transaksi menggunakan nama orang lain. GaHui lolos dengan ganti identitas sebelum ditangkap

3. Menghindari Pelunasan Pinjaman Ilegal dengan Bunga Berlipat Ganda

Untuk melancarkan usaha jual beli tas bermerknya, GaHui meminjam uang kepada rintenir berbentuk lembaga keuangan. Ketika dilakukan pembatasan pembelian tas sebagai akibat ulahnya sendiri (pasar dibanjiri barang mewah dengan harga lebih murah), usahanya menjadi tersendat dan ia tak bisa membayar utang ditambah bungnya yang membengkak. 

Ada satu adegan GaHui --yang sebenarnya sudah melunasi utang pokoknya-- tidak bisa membayar tagihannya, maka pemberi hutang memaksa memberikan pinjaman ekstra. Cap jarinya diambil paksa. Selanjutnya ia dikejar debt colector hingga ke butik tempatnya bekerja lalu dipecat. Untuk menghindari tagihan, ia berusaha melompat ke danau setalah menghabiskan uangnya yang tersisa untuk berdonasi.

4. Kerentanan Sistem Identitas Nasional (RRN)

Meskipun Korea Selatan dikenal memiliki sistem nomor registrasi penduduk yang ketat, seseorang yang dinyatakan meninggal dunia atau kematian secara administratif bisa benar-benar lenyap dari sistem. Sarah memanfaatkan status ini untuk bergerak tanpa rekam jejak. Setelah GaHui bunuh diri, ia hadir kembali dengan nama DuA, seorang lady companion (LC).

Begitu juga dengan rekrutmen pekerja ilegal atau undocumented. Kim MiJeong (Lee YiDam), seorang pengrajin tas yang punya kemampuan luar biasa, masuk ke dalam kategori ini. Ia kabur dari rumah sejak kecil sehingga tidak bisa membuat kartu tanda penduduk termasuk tak bisa membuat buku rekening maupun jaminan sosial.

Tanpa adanya basis data DNA nasional, pertukaran identitas menjadi sangat mungkin dilakukan di mata hukum jika tidak ada bukti pembanding yang kuat.

Sarah menjelma menjadi seorang con-artist. Ia memiliki kemampuan berbohong dengan lancar, memanipulasi, negosiator handal sampai teknik gashlitighting. Sejak awal ia sudah mengkalkulasi dan menerapkan strategi sistematis demi membalaskan dendamnya sekaligus memastikan posisinya sebagai wanita high-class selaku brand manager Asia Boudoir.

Kemudian, MiJeong yang awal mulanya memang diminta Sarah menggantikannya mengepas pakaian ke desainer, berupaya mengambilalih identitas tersebut. Ia menduplikasi gaya Sarah sampai ke tato di kakinya. Ia merasa berhak karena telah memberi sumbangsih besar dengan menghasilkan tas yang bernilai puluhan juta won.

Oleh karena hanya bisa diidentifikasi melalui tato dan tas bermerk, mayat wanita yang ditemukan dalam keadaan wajahnya hancur ini dianggap sebagai Sarah Kim. Ketika sebaliknya, Sarah justru mengaku sebagai Kim MiJeong, sebuah pengakuan yang secara hukum sulit dibuktikan sebaliknya karena absennya data forensik yang valid bagi orang tanpa dokumen.

5. Eksploitasi Masa Tunggu Regulasi Medis

Undang-undang donasi organ di Korea mengharuskan pasangan menikah menunggu minimal satu tahun sebelum diperbolehkan melakukan donor guna mencegah perdagangan organ. 

DuA alias Sarah menggunakan identitas baru Kim EunJae menikah dengan seorang rintenir kaya namun mengalami gagal ginjal, Hong SeungShin (Jung JinYoung).

Sarah menggunakan durasi satu tahun ini bukan hanya untuk bersiap operasi, melainkan untuk melakukan manuver bisnis dan membangun merek Boudoir. Ia sengaja kabur di akhir masa tunggu agar prosedur ditunda hingga ia berhasil membalas dendam pada suaminya yang ternyata pemilik lembaga peminjaman uang yang menjadi alasan GaHui bundir.

Suaminya heran, jika ia meninggal, justru Sarah akan menguasai seluruh asetnya, karena ia sudah membuat wasiat demikian (yang sesungguhnya ini juga menyalahi aturan hukum waris karena ia memiliki anak kandung dari pernikahan sebelumnya). Namun pembalasan yang diinginkan Sarah justru menebang pohon yang katanya seharga 500 juta won milik si rentenir sebagai lambang kebaikan hatinya pernah satu kali menghapuskan hutang seseorang.

6. Joki di Dunia Akademis

Latar belakang EunJae dipalsukan sebagai lulusan Oxford sebagai universitas bergengsi dunia. Agar tak menimbulkan kecurigaan di kalangan alumni yang punya sirkel tersendiri, suaminya memintanya mengaku lulus dengan memanfaatkan jasa joki. Justru menurut pendapat pria yang terbiasa memalsukan segala sesuatunya itu, pengakuan ini menaikan nilai EunJae yang dianggap jujur sekaligus kaya sejak lama.

7. Mengakali Janji Pernikahan tanpa  'Perselingkuhan'

Sebagai Kim EunJae, melalui pergaulannya dikalangan sosialita kelas atas, Sarah mengetahui karaoke yang sering mereka kunjungi menyediakan jasa escort / hostess lelaki. Para lelaki muda dan tampan ini dibayar untuk memuaskan keinginan mereka dengan imbalan sejumlah uang. Kerahasiaan menjadi peraturan utama, sehingga pernikahan mereka tidak tercoreng dengan skandal perselingkuhan. 

8. Manipulasi Hubungan Percintaan

Melalui pergaulannya, Sarah berkenalan dengan seorang hostess pria bernama Kang JiHwon (Kim JaeWon). Sarah mengashlitighting dan memanipulasi JiHwon dengan jebakan cinta. Sehingga pria itu bersedia melakukan perbuatan yang diinginkannya, antara lain mencoba membunuh suaminya, SeongShin dan menyebarkan desas-desus tentang dirinya dan Boudoir.

Sarah pun memintanya mendekati Choi ChaeWoo (Bae JongOk) sebagai upayanya mengetahui sela agar bisa membuka butik Burdouir di mall SanWol. 

Saking kuatnya pengaruh Sarah dan perasaan sukanya, JiHwon merasa sangat bersalah setelah melaporkan penipuan Sarah baik kepada ChaeWoo maupun mantan suaminya. Ia merasa dan mengakui dihadapan penyidik polisi sebagai penyebab Sarah dibunuh.

9. Suntikan Modal Besar Tanpa Berutang Ke Lembaga Keuangan 

Kapok dengan urusannya dengan lembaga keuangan, Sarah mendekati YeoJin dengan cara yang halus demi mendapatkan suntikan dana langsung tanpa perlu berhutang ke bank. Artinya, ia tak perlu menyerahkan berkas-berkas resmi yang menyatakan keabsahan perusahaan Boudoir. Sehingga bisa menghindari penyelidikan termasuk mengenai identitasnya sebagai manajer cabang Asia yang bertanggung jawab atas pembukaan kantor sekaligus butik terbaru di KorSel.

10. Penggelapan Dana Perusahaan 

Menggunakan posisinya selaku direktur, YeoJin mengakali rapat direksi yang tak sejalan, ia menggelapkan dana NOX dan menanamkannya sebagai modal di Boudoir sebesar 15 miliar won dengan perjanjian yang ditandatanganinya hanya berdua Sarah.

11. Penagihan Hutang 

Setelah pembagian deviden tersendat, YeoJin panik dan berupaya mencari cara menagih ke Sarah dengan menyewa jasa tukang pukul, Min ByeonKwan (Lim KiHong).

ByeonKwan ditangkap karena menagih hutang dan menyebabkan Sarah --yang menggunakan identitas pegawainya Woo HyoEun-- terluka kakinya. Cara ini dianggap lebih cepat dibandingkan jika YeoJin mengajukan gugatan wanprestasi terhadap Sarah ke pengadilan. 

12. Kredibilitas Barang Mewah

Pertama kali Sarah bersinggungan dengan barang palsu ketika suaminya memasangkan berlian imitasi saat pernikahan mereka berlangsung. Menurutnya, meski palsu tidak ada yang curiga mengingat orang memandang reputasinya sebagai milyuner kaya.

Salah satu konflik terbesar dalam The Art of Sarah adalah kredibilitas Boudoir. Sarah yakin akan lolos dari tudingan penipuan karena ia tak pernah menyebutkan sendiri reputasi 'dipercayai keluarga kerajaan Eropa' dan sebagainya. Reputasi Boudoir dibangun berkat upayanya secara sistematis membangun words-of-mouth. Review Boudoir pertama kali diunggah di forum lima tahun lalu. Kemudian, melalui JiHwon dan teman-temannya sesama hostess mereka membagikan tas tersebut kepada klien yaitu para sosialita sembari menyebar berita bohong mengenai keunggulannya.

Tas itu sendiri, meski dibuat dengan bahan sederhana dari sebuah workshop kecil di dalam negeri, Boudoir memanfaat celah dalam hukum dagang. Sarah mengirim tasnya terpisah dengan handle-nya kemudian baru dirakit di Inggris. Tas tersebut dianggap berhak mendapat label "made in England", kemudian paket tas tersebut dikirim kembali ke KorSel sebagai barang impor mewah.

Selanjutnya hukum mengakui Perlindungan Merek Dagang, sehingga citra yang dibangun Boudoir melindungi dirinya sendiri dari kecurigaan termasuk ketika munculnya barang-barang serupa Boudoir di pasar gelap.

Pertanyaan besarnya justru, jika Sarah membangun image dirinya diatas kebohongan lalu apakah Boudoir bisa dianggap fraud jika tak bisa dibedakan dengan yang asli?

13. Status Sosial Sebagai Instrumen Penipuan

Sarah yang dengan sukarela datang ke kantor polisi untuk diinterogasi, merasa yakin ia bisa lolos dari jeratan hukum.  Mengenai status kependudukannya sudah saya ulas di poin sebelumnya, selain itu ada satu lagi titik yang dimanfaatkannya sebagai celah. Para 'korban' Boudoir punya reputasi yang ingin mereka lindungi. Mereka merasa malu dan gengsi jika secara terbuka mengakui bahwa telah ditipu oleh Sarah. 

Lagipula bila dicermati, Sarah tidak pernah memaksa mereka menyerahkan uang / membeli justru sebaliknya merekalah yang menawarkan diri 

  • YeoJin menawarkan melakukan investasi agar Boudoir bekerja sama dengan brand-nya NOX.
  • Para pembeli tertarik membeli setelah mendengar tren Boudoir yang naik daun sebagai lambang kemewahan.
  • Choi ChaeWoo menawarkan ruangan butik di mall SunWol dengan sistem bagi hasil berpresentasi lebih rendah dari pasaran (10% dibanding 15% tawaran awal).

14. Menyediakan Jasa Mengantri  

Woo HyeEun dan rekannya Yang DaHye (Yoon GaI) menyediakan jasa mengantri alias jadi joki antrian setelah mereka dipecat dari pekerjaan masing-masing. Mereka bersedia menginap dalam tenda dan memiliki usaha terorganisir dalam menyediakan jasa mengantri produk khusus ataupun jasa seperti antrian tiket. Ini mengakali sistem first-come-first-serve yang banyak diterapkan penjual dalam edisi istimewa.

15. Privilege Sejak Lahir

Hyeon JaeHyeon, si polisi rookie bisa diizinkan masuk ke dalam ruangan konvensi bergengsi dengan keamanan berlapis sebagai putra dari seorang anggota dewan. Padahal bosnya MooGyeong ditolak bahkan setelah menunjukkan identitasnya sebagai polisi. Ini terasa tidak adil bagi penegakan hukum, walau bagaimanapun privilese itu nyata adanya dalam mengakali sistem.

16. Titik Buta Keamanan Arsitektural

Karena dulunya sebagai GaHui, pernah bekerja sebagai staf di mall SunWol, Sarah memahami bahwa kamera pengawas (CCTV) hanya berfokus pada area publik demi kenyamanan pengunjung. Area layanan dan jalur pembuangan limbah seringkali menjadi titik buta. Dengan membuang jasad di area yang tak terpantau CCTV tersebut, ia berhasil mengaburkan lokasi asli kejadian perkara, membuat penyelidikan polisi menjadi bias sejak awal. Ditambah lagi, ternyata ketika dibuang Kim MiJeong masih hidup dan sempat merangkak menjauhi lokasi awal, sehingga penyebab kematiannya menjadi akibat kedinginan.

Choi ChaeWoo selaku pemilik mall SanWol secara tak langsung pun memuluskan jalan Sarah sebab ia menghapus rekaman CCTV saat seseorang terlihat menggeret tas besar mencurigakan.

17. Menggali Bukti Melalui Aparat Pemerintah Lainnya

Atasannya melarang MooGyeong menyelidiki kasus bunuh diri GaHui dengan alasan bisa mencoreng nama korps kepolisian, khusunya menunjukkan ketidakkompetenan penyidik sebelumnya. 

MooGyeong yakin bila ia bisa membuktikan GaHui masih hidup, maka ia akan mendapatkan setitik kemajuan mengenai identitas asli Sarah. Sayang, atasannya tak menyetujui menguras danau tempat GaHui bunuh diri (dan jasadnya tak pernah ditemukan akibat tenggelam). 

Secara tersirat, ia diam-diam menghubungi lembaga terkait dan melaporkan adanya penemuan ikan piranha ---yang terkenal karnivora ganas serta berpotensi merusak ekosistem secara luas-- sehingga danau itu benar-benar dikuras. Ternyata benar ditemukan kerangka manusia tapi berjenis kelamin pria sehingga menegaskan bahwa itu bukan GaHui.

18. Strategi Pengakuan Identitas

Sarah sebagai saksi telah disumpah untuk mengatakan kebenaran. Sayang, ia menyiasatinya dengan bicara menutupi beberapa fakta, misalnya identitas aslinya. Ini merupakan obstruction of justice. 

Pada akhirnya, sistem peradilan seringkali terjebak pada pengakuan terdakwa jika bukti fisik tidak meyakinkan. Dalam kasus ini bukti forensik tidak ada yang mengkaitkan korban dengan Sarah. Adapun jarum pentul dari rumah mode yang biasa didatangi Sarah, justru mengandung DNA si korban sendiri.

Jadi, dengan menukar identitasnya dan mengaku sebagai Kim MiJeong (si pengrajin ilegal), Sarah menciptakan situasi di mana jaksa tidak bisa menuntutnya atas pembunuhan terhadap 'Sarah Kim' karena secara teknis sosok Sarah Kim hanyalah identitas fiktif. 

Sarah pun memahami bahwa dalam hukum ada asas Nebis in idem yang artinya bila ia telah terbukti melakukan suatu kejahatan dengan hukuman yang sudah mendapat kekuatan hukum tetap (inkrah), maka meskipun di masa depan ditemukan bukti-bukti baru, maka ia tak akan dapat dihukum kembali dalam kasus pembunuhan 'Sarah Kim' lagi.

19. Masa Hukuman Lebih Singkat

MooGyeong mengetahui bahwa Sarah awalnya membalikan keadaan, ia mengetahui MiJeong berencana menghabisinya lalu menggunakan identitasnya seterusnya. Untuk itu, Sarah sudah menyiapkan dua gaun desainer yang identik serta gemerlap malam peluncuran musim terbaru sebagai panggung kejahatan.

Ancaman pembunuhan terencana paling berat bisa hukuman mati atau penjara seumur hidup. Dengan mengaku sebagai MiJeong, Sarah bukan mengakui kesalahannya. Tanpa penasehat hukum, ia menyusun Strategic Plea (kalkulasi hukum) sendiri. Ia menerima hukuman tahanan sepuluh tahun demi menyelamatkan eksistensi brand dan identitas barunya, Sarah Kim. Ia memilih hukuman penjara yang lebih ringan atas identitas palsu tersebut demi menjaga agar warisan bisnisnya, Boudoir tetap bersih dan terus berjalan.

Sarah Kim dianggap meninggal, namun Boudoir tetap bertahan setelah jatuh kepada NOX sebagai pemegang saham tertinggi kedua setelahnya.

20. Keberhasilan Menangkap Pelaku Untuk Naik Jabatan

Setelah beberapa kali bersitegang dengan atasannya, MooGyeong akhirnya dianggap berhasil menangkap si 'pelaku pembunuhan' lalu diberi kenaikan pangkat dan jabatan. 

Padahal, sebenarnya ia berkompromi dengan Sarah. Ketika menemui jalan buntu mengkaitkan wanita yang sudah hampir habis masa penahanan sementaranya (karena Sarah datang dengan sukarela) itu dengan kejahatan, ia mengancam akan membongkar kepalsuan kredibilitas Boudoir. MooGyeong yakin dan jujur bahwa satu-satunya cara menggoyahkan Sarah adalah dengan menggoyahkan Boudoir yang dicintai sang wanita bahkan lebih dari jiwanya sendiri.

👄👄👄👄👄

Catatan lain yang berkaitan dengan The Art of Sarah  yang saya sukai :

1. Reuni Shin HaeSun dan Lee JoonHyeok 


Setelah bertemu sebagai jaksa dan juniornya di Secret Forest / Stranger (2017) dan sekuelnya (meski HaeSun hanya hadir sebagai flashback), kali ini keduanya di dapuk sebagai pemeran utama. OTP kita chemistry-nya gacor meski tak ada loveline.

2. Banyak Wajah Familier 

Tokohnya banyak. Yang berkesan adalah Lee YiDam, Kim JaeWon dan Jung DaBin. Nama terakhir adalah girl-crush saya pas memerankan versi masa kecil peran utama wanita di She Was Pretty (2015).

3. Sinematografi Berkelas

Semua terasa mevvah, sesuai dengan image Sarah dan Boudoir yang sepintas langsung membawa kesan borjuis.

4. Pacing, Akting, Scoring, Editing, Ending Memuaskan

Shin HaeSun keren banget menghadirkan citra identitas yang berbeda-beda dengan flawless. Selain itu semua departemen bagus dan saya justru menyetujui endingnya yang semi terbuka : identitas Kim SaRa / Sarah Kim tidak begitu penting, yang penting kita simak adalah perjalanannya. Bagaimana ia bak seorang seniman handal berhasil menemukan celah hukum demi meloloskan berbagai kebohongannya untuk mencapai tujuannya

5. Pesan Moral Utama : Kritik  terhadap Kapitalisme

The Art of Sarah adalah kritik tajam terhadap masyarakat modern yang lebih mendewakan simbol kapitalisme. Sarah membuktikan bahwa sistem hukum sering kali buta terhadap mereka yang tidak memiliki identitas formal (seperti dirinya saat menjadi rakyat jelata), namun sangat tunduk pada simbol kekayaan (tas bermerk yang mahal, gelar, status) daripada kebenaran yang hakiki.

Hukum seringkali terlambat mengejar persepsi sosial yang bergerak sangat cepat. Sehingga celahnya bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

Secara keseluruhan, dari saya 9 / 10. Cocok banget buat penggemar drama yang agak mikir lengkap dengan visual yang indah.

10 komentar


Comment Author Avatar
2/20/2026 09:29:00 AM Delete
Mbak ketika kamu bilang penulis naskahnya keren karna bisa bikin skrip yang mindblowing dan bikin penonton pusing aku udah lemes.
Makin lemes setelah menyelesaikan bacaan tulisan kamu mbak. Banyak bangeeet konfliknya dan aku yakin nontonnya butuh diulang supaya paham haha.
Aku emang tipe penonton yang bisanya mencerna jalan cerita yang ringan2 aja nih haha
Comment Author Avatar
2/20/2026 10:08:00 AM Delete
Menurutku ini salah satu drakor seru yang aku tonton belakangan ini. Yaaa kadang orang jadi jahat karena kondisi, salahnya adalah kadang orang menjadi sangat serakah mau lebih dan lebih heuheu.
Alurnya emang rumit tapi ternyata kalau dah nonton sampai kelar bisa juga dinikmati dengan baik :D
Sebenarnya udah bisa menduga ada dua Sarah Kim, ini pasti masih berkaitan, tapi nggak nyangka aja sih ya hubungan baik di awal, eh, belakangan di kemudian hari jadi berantakan. Padahal kalau mereka collabs baik2 siapa tahu bisa memproduksi brand lokal Korea baru yang bisa heits. Sayangnya masing2 karakter sama2 culasnya hehe.
Comment Author Avatar
2/20/2026 12:21:00 PM Delete
Alamak. Complicated betol ini ceritanya ya. Ada sinisme, ada persaingan, dan ada cinta yang repot nian hahahaha. Gak salah kalau produser dan sutradara memilih Hae-sun untuk jadi pemeran utama wanita dan Joon-hyuk sebagai saingannya. Keduanya memang punya sejarah memerankan karakter "berat" dan butuh skill acting yang gak kaleng-kaleng.
Comment Author Avatar
2/20/2026 12:44:00 PM Delete
saya nonton The Art of Sarah karena diperankan Shin Hae-Sun
karena udah tau, andai dramanya gak bagus, kita bisa ngelihat kualitas aktingnya
seperti drama Dear Hyeri, ratingnya jeblok, tapi saya puas nonton akting Shin Hae-Sun
Comment Author Avatar
2/20/2026 12:51:00 PM Delete
Belum nonton huhuhu, karena lagi ngikuti drama on going lainnya...Baca ini jadi pengin gaskeun mantengin The Art of Sarah yang pas buatku yang termasuk penonton yang menyukai drama personal dan introspektif. Tapi sekilas nonton trailernya akting Sarah dapat banget emosinya ya, natural dan mengena.
Comment Author Avatar
2/20/2026 01:23:00 PM Delete
Perjuangan sarah ini gereget ya. Walau ada liku-likunya, lalu perihal bisnis tas pula, jadinya makin menguras emosi buat ditonton. Daku belum nonton ini kak.
Comment Author Avatar
2/20/2026 03:24:00 PM Delete
Setuju sih. Kejahatan finansial itu malah lebih sering terjadi bukan lantaran pelakunya jenius-jenius banget. Emang sistemnya aja yang punya lubang, trus pelaku masuk dari situ.

Pas Financial Crimes Unit-nya beraninya cuma nangkepin reseller-reseller kecil, ini nampol banget ya sama kondisi kita juga di Indonesia. Penegak hukum itu beraninya cuma sama yang menengah ke bawah. Urusan hukum kelas kakap malah dilindungi, nggak ditindak. Keren, The Art of Sarah.
Comment Author Avatar
2/20/2026 03:26:00 PM Delete
Baca pembuka tulisan ini membuat saya jadi refleksi ke diri sendiri, pernah gak ya menonton drama atau series dengan mode pelan yang benar-benar mencoba memahami sambil belajar? Karena emang sambil nonton (sebagai hiburan), ada banyak hal yang bisa dipelajari dari tayangan gini
Comment Author Avatar
2/20/2026 03:57:00 PM Delete
Sebagai penggemar drama genre hukum, aku uda masukin drama ini dalam list tontonan
Nanti weekend mau ngebut nonton
Comment Author Avatar
2/20/2026 04:20:00 PM Delete
Pesan moralnya itu makjleb banget. Di mana-mana sama aja, ya. Makanya gak heran masih banyak orang yang 'terjebak' status sosial. Ya biar diakui oleh orang lain