" ".

Kacamata vs Lensa Kontak vs LASIK: Mana yang Terbaik untuk Mata Minus?

Table of Contents

 Hai Assalamu'alaikum

Kesenangan saya membaca dan menonton sejak kecil membuat orang tua saya sering mewanti-wanti agar saya menjaga kesehatan mata dan jangan sampai rusak. Kedua orangtua saya yang avid reader pun baru memakai kacamata di usia senja, sementara mereka sering mendapati saya membaca sambil tiduran atau nonton dalam cahaya ruangan dimatikan. Diperparah setelah mengenal gadget, otomatis bertambah pula lah frekuensi mata saya harus 'bekerja keras'.

Malang tak dapat ditolak, saat masa skripsi dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar laptop, penglihatan saya terasa kabur dan berbayang, kemudian saya melakukan pemeriksaan mata di optik terdekat. Hasilnya? Ternyata mata saya minus. Huhu. Saya pun menimbang-nimbang, apakah saya harus pakai kacamata? Atau lensa kontak? Atau langsung menjalani prosedur LASIK?

Sebelumnya, saya mencoba memahami terlebih dahulu, mata minus (rabun jauh atau miopi) terjadi ketika cahaya masuk ke mata, titik fokus bayangan jatuh tidak pas, masih di depan retina yang bertugas menangkap bayangan, menyebabkan objek jauh terlihat buram. 

Penyebab yang paling umum adalah otot siliaris --yang mengatur lensa mencembung untuk melihat jarak dekat atau sebaliknya pipih untuk melihat jarak jauh-- mengalami penurunan fungsi akibat usia atau faktor lainnya.

Beberapa Faktor yang Mengakibatkan Mata Seseorang Mengalami Miopia :

1. Faktor Genetik 

Lahir dari kedua orang tua yang bermata minus meningkatkan probabilitas seseorang terkena hal serupa. 

2. Kebiasaan Kurang Baik

Misalnya membaca atau menonton dengan obyek yang diletakkan terlalu dekat, pencahayaan kurang optimal, sering bermain gadget dalam waktu yang lama dan sebagainya.

3. Kurang Aktivitas Outdoor 

Jarang terpapar matahari ternyata membawa pengaruh yang buruk terhadap kesehatan mata.

Perbandingan Kacamata, Lensa Kontak dan LASIK

Agar pengelihatan kembali mendekati normal tentu kita harus melakukan sesuatu yang bisa mengembalikan titik jatuh bayangan tersebut di retina. Solusinya adalah dengan memakai kacamata, lensa kontak (soft lense) atau ikut prosedur LASIK. 

Ketiganya berfungsi untuk memperbaiki penglihatan mata minus, namun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing:

Kacamata Minus

Cara kerja: 

Kacamata yang dipasangi lensa cekung tambahan dengan ketebalan yang pas akan membiaskan cahaya agar jatuh tepat di retina.

Kelebihan: 

Mudah didapat serta diganti, terjangkau, tidak ada risiko operasi, dan dapat menjadi aksesori gaya hidup karena kita bisa memilih bingkai dan tangkai sesuai preferensi. Banyak jenama ternama dunia yang menjadikan kacamata salah satu produk fashion paling trendy. Fiturnya pun sekarang makin canggih, tak sekedar melindungi mata dari sinar UV, sudah dikembangkan pula kacamata pintar. Bisa juga untuk menggabungkan dua kepentingan, misalnya jika mata silindris (agtimatisme atau ketebalan lensa mata tidak sama) kacamata berlensa progresif bisa sekaligus mengkoreksi.

Kekurangan: 

Memakai kacamata mengubah image seseorang secara keseluruhan. Ada pameo seolah termasuk golongan nerd. Sebelum terbiasa memakainya rasanya cukup mengganjal. Setelah terbiasa pun sebenarnya cukup mengganggu aktivitas, mulai dari masak (terjadi pengembunan) atau saat berolahraga. Ditambah lagi, ada resiko mudah rusak bahkan hilang serta perlu diganti berkala seiring bertambahnya tingkat minus. Ada sebagian pengguna yang mengalami efek optik seperti distorsi gambar. Ohya, sebelum membeli kacamata harus melakukan pengecekan ke optik atau dokter mata untuk mengetahui derajat keparahan dan ukuran lensa yang sesuai. Saya saat pertama diperiksa mata kanan minus setengah sementara yang kiri seperempat.

Lensa Kontak

Cara kerja: 

Sama dengan kacamata, namun ditempatkan langsung di permukaan kornea mata. 

Kelebihan: 

Lebih praktis untuk aktivitas aktif, tidak mengganggu tampilan, dan memberikan bidang pandang yang lebih luas tanpa distorsi. Tampilan lensa kontak semakin kekinian dengan pilihan warna iris beraneka ragam, tinggal di sesuaikan kebutuhan. Saat ini pun merk yang tersedia di pasaran semakin banyak dengan harga yang kompetitif.

Kekurangan: 

Memerlukan keterampilan untuk memasang dengan benar. Tak semua orang berani menempelkan sesuatu langsung pada bola mata. Selain itu memerlukan perawatan dan kebersihan menyeluruh untuk mencegah infeksi. Beresiko menyebabkan iritasi atau mata kering, dan memiliki biaya pemeliharaan yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Ada pula resiko lupa membawa cairan pembersih dan perendam lensa serta kesulitan untuk mendapatkannya di daerah terpencil yang tidak ada optik.

LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis)

Cara kerja: 

Prosedur operasi yang menggunakan laser untuk membentuk ulang kornea agar cahaya fokus tepat di retina.

Kelebihan: 

Memberikan hasil jangka panjang atau permanen, tidak perlu lagi menggunakan kacamata atau lensa kontak, dan praktis untuk aktivitas sehari-hari. Prosesnya reaktif cepat dengan pemulihan normal.

Kekurangan: 

Membutuhkan persiapan setara operasi pada umumnya, harus berkonsultasi dengan dokter dan harus mempersiapkan biaya tindakan. Meski keberhasilan tinggi tetap ada risiko efek samping seperti mata kering, sensitivitas cahaya, atau komplikasi pada kornea, dan tidak semua orang cocok menjalankannya (tergantung kondisi mata dan kesehatan secara umum).

Dari ketiga opsi, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, kondisi mata, dan preferensi pribadi kita selaku pasien. Sebelum memutuskan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan saran yang sesuai.

Strategi Mencegah Mata Minus Sejak Dini

Karena saat ini saya sudah menikah dan memiliki anak, tentunya saya khawatir jika mereka pun mengalami permasalahan yang sama. Pameo 'mencegah lebih baik daripada mengobati' pun saya coba terapkan dengan mengajari anak-anak beberapa langkah berikut :

1. Ajarkan Jarak Baca yang Ideal dan Sediakan Pencahayaan Ruangan yang Cukup

Sejak mulai mengajari membaca, anak-anak sudah diperkenalkan dengan posisi idal dan jarak yang tepat dengan bahan bacaan yaitu > 30 cm. Begitu pula saat bermain gadget, pastikan jaraknya ideal. 

Sediakan pula ruangan dengan pencahayaan yang cukup baik. Siang hari bisa memanfaat sinar mentari sementara malam hari usahakan menggunakan lampu neon yang watt-nya sedang tidak terlalu redup tetapi tidak sampai menyilaukan mata. Jangan membiasakan diri membaca atau bermain ponsel di ruangan gelap. 

2. Terapkan Aturan 20-20-20

Agar mata tak cepat lelah, setiap 20 menit menatap layar atau membaca, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik. Ini membantu otot siliaris di mata untuk rileks dan mencegah kelelahan otot mata yang memicu miopi. Pilihan saya adalah memandang jauh ke luar jendela atau kaki langit.

3. Aktivitas Luar Ruangan untuk Mendapatkan Paparan Sinar Matahari

Menjalankan pola hidup sehat adalah langkah awal terbaik mencegah mata minus. Salah satunya berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan memiliki risiko mata minus yang lebih rendah. Sinar matahari merangsang pelepasan dopamin di retina, yang diyakini dapat menghambat pemanjangan bola mata yang berlebihan.

4. Penuhi Asupan Nutrisi untuk Kesehatan Retina

Jagalah asupan makanan bergizi kita dalam keseharian. Nutrisi seperti Lutein, Zeaxanthin, Vitamin A, C, E, dan Omega-3 sangat penting untuk menjaga kesehatan retina mata. Sumbernya bisa dengan mengonsumsi teratur sayuran berwarna hijau tua, telur dan ikan berlemak seperti Salmon secara rutin. 

5. Skrining Mata Rutin

Sebelum muncul gejala, sebaiknya kita melakukan pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali. Bagi kita yang memutuskan berkacamata, kadangkala mata minus bertambah tanpa kita sadari. Pemeriksaan rutin .membantu mendeteksi perubahan sekecil apa pun dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti glaukoma atau ablasio retina di masa depan.

6. Luangkan Waktu untuk Latihan Mata 

Otot siliaris bisa dilatih kelenturannya dengan melakukan gerakan bola mata atau latihan fokus jarak jauh secara teratur untuk mengurangi ketegangan mata. Kita bisa mencari contohnya di literatur atau sosial media para ahli. Beberapa langkah praktis yang biasa saya dan anak-anak terapkan :

  • Menatap matahari terbit (dibawah sudut 45 derajat) dikejauhan selama beberapa detik lalu pejamkan mata, ulangi 10x
  • Putar bola mata menghadap ke atas dan kebawah sebanyak masing-masing 10x
  • Putar bola mata ke arah kanan dan kiri sebanyak masing-masing 10x
  • Putar bola mata secara diagonal, dari sudut kanan atas ke kiri bawah serta arah sebaliknya sebanyak masing-masing 10x
  • Tempatkan jari telunjuk di tengah wajah sejauh panjang lengan, fokuskan pandangan lalu ikuti gerakan telunjuk secara perlahan ke antara dua mata (seolah menjuling) lalu sembari tetap fokus di jari telunjuk kemudian geser kembali ke sudut pandang  terjauh. Ulangi 10x

7. Cukupi Durasi Tidur 

Mata  yang lelah butuh istirahat, maka sebaiknya kita tidur dalam durasi ideal 6-8 jam. Selain itu usahakan istirahatkan mata sejenak jika merasa sudah lelah. Bisa juga dengan menyamankan mata dengan sesekali melakukan detoks gadget.

Kesimpulan: Mana yang Harus Kita Pilih?

Usahakan menjaga kesehatan mata, jika takdirnya mata kita minus maka sebagai solusi kita bisa memilih menggunakan :

Kacamata mengutamakan keamanan, kesehatan mata jangka panjang, dan kemudahan perawatan atau jika tertarik dengan model dan fitur tertentu

Lensa Kontak jika ingin memiliki gaya hidup  yang tetap aktif dan dinamis atau ingin tampil tanpa gangguan kacamata namun belum siap untuk operasi.

LASIK jika memang memiliki budget dan kesehatan yang dinyatakan lolos untuk dilangsungkan tindakan. Tujuannya agar hasilnya permanen tak perlu menggunakan kacamata atau soft lens lagi. Namun ingatlah untuk selalu mencari fasilitas yang berpengalaman dan terpercaya. 

Catatan Penulis: Artikel ini bertujuan untuk edukasi, bukan untuk menggantikan konsultasi medis. Kondisi mata setiap orang unik, jadi jangan self diagnose, pastikan untuk melakukan pemeriksaan dengan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis mata atau optometris terpercaya untuk mendapatkan solusi yang paling akurat sesuai dengan kondisi mata sebelum mengambil keputusan medis apa pun. 


Posting Komentar