Review Lovephobia : Beruntung Rilis Sebelum Boyfriend On Demand
Hai Assalamu'alaikum
Libur lebaran, saya sebenarnya cukup banyak nonton drama / dorama, karena pas banget musim pertandingan football di Amrik jadi serial barat mingguan yang saya ikuti sedang break. Membuat ulasannya yang nanti dulu nih, Abang Z dan Adik R sama-sama kena gondongan. Abangnya sehari sebelum lebaran, adiknya dua hari setelah lebaran. Jadi sibuk merawat sekaligus mengkarantina keduanya karena para sepupu dan duapupunya sedang ramai berkumpul.
Maklum, adik sepupu suami akan menikah. Ini prosesi mantu perdana dari paman dan bibi --adik dari ibu mertua, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah keluarga suami-- karena dua anak pertama adalah lelaki dan tak mengadakan ngunduh mantu. Di keluarga suami yang para persepupuannya kebanyakan lelaki, menikahkan anak perempuan terakhir itu adalah adik perempuan suami saya yang artinya dua belas tahun lalu, jadilah sambutannya semakin meriah.
Sinopsis
Kita langsung diajak berkenalan dengan Yoon BiA (Yeonwoo), sang CEO cerdas dan cantik yang turun tangan mempresentasikan dalam soft-launching versi 2.0 It's You, aplikasi kencan nomor satu dengan jumlah unduhan pengguna sebanyak lebih dari lima juta orang dan pendapatan unicorn. Para calon investor yang hadir diminta memakai lensa kontak dan jemala suara sehingga bisa melihat sosok 'nyata' dari pacar berbasis AI dalam kencan realitas campuran yang diberi nama ForMe ver 2.
Tak hanya kencan melakui suara, tampilan animasi 3D akan menghadirkan cinta abadi yang dijanjikan tanpa kekecewaan. Pasangan AI yang benar-benar sesuai preferensi penggunanya karena telah disesuaikan dengan sempurna.
Selanjutnya adalah sesi tanya jawab dengan calon investor. Mereka mengkhawatirkan masalah hak cipta model yang dijadikan prototipe AI tadi. Ternyata pria tersebut adalah aktor Park JeongWon (Jung SuHwan). Ia dipilih karena citra ramah dan popularitasnya yang baik.
Saat jam tangan pintarnya berbunyi, BiA bergegas ingin meninggalkan ruangan padahal masih banyak yang ingin bertanya. Jadi calon investor menyindirnya gadis satu jam karena ia tak pernah hadir melebihi batas waktu tersebut.
Co-CEO Seol JaeHee (Jo YunSeo) yang mengambil alih posisinya dan menyapa dengan hangat kemudian menerima semua pertanyaan.
Di sisi lain kota, ada meet and greet seorang penulis ternama Han SeonHo (Kim HyeonJin). Fansnya antri dan rela membeli berbagai merchandise. Di dominasi para wanita, para fansnya sangat loyal dan menyukainya, mereka histeris melihat kehadirannya yang rupawan bak idol (agak ironis, mengigat peran terakhirnya bisa dikatakan anti-fan Do Raik di Idol I Hoahaha dan Yeonwoo justru mantan anggota girl group Momoland).
Saat sesi penandatanganan, Ia terpaksa mendengarkan aneka komentar dari fansnya. Hanya satu orang yang sungguh bertanya kapan buku terbarunya terbit. Ia tersadar bahwa writer-block-nya sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Selama ini ia tak menelurkan satupun karya, hanya bolak-balik fans meeting demi mempertahankan kelangsungan agensi yang dikelolanya dengan saudara kembar non-identiknya, Han BaekHo (SEO ByeongChan).
Sepulangnya dari sesi tersebut, ia tak sengaja mendengarkan pacarnya SeRim bertelepon mesra. Gadis itu nampak gugup dan berusaha menjelaskan tapi kesulitan meyakinkan bahwa Ia tak berselingkuh. SeonHo tidak mau mendengarkan dan langsung memutuskan hubungan. Pertengkaran mereka berpindah ke elevator, ternyata BiA sudah masuk duluan. Lalu Ia mengusir SeonHo, namun pria itu justru tak ingin melihat SeRim lagi.
Di tempat parkir, SeonHo keheranan saat wanita itu justru mendahului langkahnya lalu masuk ke dalam mobilnya. Ia berusaha mengetuk dan memanggil tapi wanita itu sedang berada dalam masa kena serangan panik. Begitu keluar, Ia meminta maaf karena salah masuk kendaraan, mobilnya sama-sama bewarna merah Hoahaha. Dengan gesture dingin, ia menawarkan biaya berobat, karena SeonHo terdorong pintu mobilnya. SeonHo hanya bisa speechless Hoahaha.
Sepanjang jalan BiA dan JaeHee membahas seputar usaha yang mereka bangun berdua. Persahabatan mereka sangat mendalam, mengingat JaeHee paling memahami kelemahan BiA. Mereka optimis akan keberhasilan ForMe. Namun keesokan harinya skandal penipuan investasi JeongWon merebak. BiA menunjukkan ketenangan dan keahliannya dalam memanajemen resiko sekaligus menciptakan gebrakan baru, mereka akan menjadikan SeonHo sebagai wajah terbaru prototipe ForMe.
SeonHo awalnya menolak mentah-mentah, ia telah mencari tahu, SeRim rupanya berkencan dengan pacar virtual dari It's You. Namun saat para debt-collector mulai menagih hutang --karena kembarannya menggadaikan usaha mereka demi berinvestasi pada sang aktor-- SeonHo terpaksa setuju.
Mulai lah hubungan benci tapi rindu mereka. Perbedaan pandangan terbesar justru soal hubungan dengan sesama. Menurut BiA hubungan manusia itu inefficient, ribet, dan bikin sakit hati! Sedangkan dari sudut pandang SeonHo, ia sangat jadul : suka menulis langsung di kertas, tinta, dan percaya cinta itu harus nyata, emosional, dan messy.
Perlahan, kedekatan mereka mulai melibatkan perasaan. BiA bisa nyaman saat bersama SeonHo, bahkan ketika pria itu menggenggam tangannya, ia bisa melewati tenggat satu jamnya yang biasa. Genggaman tangan SeonHo menyelamatkannya dari serangan panik intens bahkan dari kepungan para reporter.
SeonHo pun mengulik kembali kenangannya terutama saat tak sengaja ia 'berjumpa' fitur hologram canggih buatan BiA yang bisa membuatnya berinteraksi dengan sosok yang telah tiada. Di rumahnya, BiA seolah mengobrol dan dimasakkan oleh ibunya padahal ia makan hasil delivery online sendirian sambil bilang, “Kadang, yang palsu pun bisa terasa nyata.”
Mampukah keduanya mengatasi krisis sistem AI It's You, ForMe sekaligus mengungkap alasan trauma BiA soal kematian orang tuanya, writer’s block SeonHo dan mengatasi JaeHee yang menampakan kecemburuan akan keakraban mereka?
Review
"Era saat pernikahan adalah pilihan dan bukan keharusan. Era saat berkencan bukan hal yang lumrah, orang-orang pun elah sadar bahwa cinta antara manusia sangat melelahkan dan tak efisien, itulah kunci kesuksesan kami ForMe."
BiA saat mempresentasikan ForMe
Saya menyukai Lovephobia karena :
1. Lagu Pembukanya Terngiang-ngiang
Sejak pertama kali dengan OST pembuka drakor ini langsung menancap dalam memori. Melodinya sederhana dengan vokal lembut tapi sekaligus memberi kesan futuristik dan misterius. Cocok banget sama temanya.
Sayang, saya cari sampai review ini di publikasikan, belum ketemu siapa penyanyi aslinya bahkan judulnya.
2. Terasa Produksi 'UMKM' tapi Realistis
Tayang di U+Mobile dan saya kurang akrab dengan studio produksinya, WeMad. Hasilnya drama yang terasa realistis, meski terasa versi UMKM, tidak ada kemewahan yang tak perlu.
Penggunaan perangkat AI maupun kantor BiA terasa sangat 'sederhana' untuk perusahaan berlevel unicorn. Visual AI-nya keren meski keliatan low budget (hologram glitch-nya lucu banget, kayak lagi nonton film B-grade sci-fi barat tapi torelable).
3. Tema yang Relateable
Konsepnya fresh banget, kombinasi sci-fi dan RomCom (duo favorit saya, makanya saya tertarik nonton sejak awal), soal AI dating app di era yang orang lebih suka pacaran virtual daripada ribet sama manusia beneran.
Di era sekarang, di mana kita semua hampir jadi ketagihan curhat ke ChatGPT atau dating dengan AI girlfriend virtual, drama ini seolah cermin masyarakat. “VR blind date” yang digabungkan dengan trauma dan serangan panik membuat alur cerita dengan pendekatan yang berbeda dari film / tema. sejenis (hello Boyfriend on Demand, My Holo Love atau film Wonderland).
Sesuai judulnya, Lovephobia (takut jatuh cinta) dijelaskan secara tersirat melalui kisah hidup BiA yang sangat mudah dikaitkan dengan perasaan kita sendiri. Siapa sih yang tak pernah takut merasakan sakit hati? Rasa kesepian yang hadir setelah orang terkasih pergi meninggalkan kita menimbulkan kesedihan mendalam, mendorong kita terkadang melakukan hal-hal yang diluar nalar. BiA menyalurkannya dengan menyusun alogaritma yang menghasilkan It's You dan terkini ForMe.
4. Chemistry BiA dan SeonHo
Kim HyunJin saya rasa cukup berhasil dalam peran utama perdana. SeonHo sesuai ekspektasi male lead : bisa dijadikan tempat bersandar, manis, sensitif dan punya sisi lembut sekaligus melankolis yang pas.
Yeonwoo adalah BiA yang dingin diluar tapi rapuh di dalam. Ia terlihat antisosial dan cuek padahal ia cuma bingung bagaimana harus bersikap diantara orang lain. Ketika perlahan kedekatannya dengan SeonHo membawa perspektif baru, sisi lainnya yang kompleks mampu dihadirkan melalui perubahan mikro ekspresi yang ditampilkan dengan mulus.
Bagian romantisnya ada beberapa adegan yang klise (SeonHo menggambar jam dengan pulpen di pergelangan tangan BiA, main mesin capit bareng atau sekadar gandengan) tapi eksekusinya boleh juga. komedinya pun cukup baik, keduanya cukup lucu meski tanpa harus terlihat terlalu berusaha.
Sisi misterinya juga cukup menggigit, menghadirkan beberapa aha moment yang lumayan mengejutkan.
5. Pesan Mendalam
Selain menghadirkan cerita romansa yang menarik, Lovephobia juga menyampaikan pesan yang mendalam tentang cinta, trauma, dan perjuangan untuk mengatasi rasa takut. Drama ini mengajarkan kita bahwa cinta bukanlah sesuatu yang harus kita takuti, tetapi sesuatu yang harus kita terima dengan hati serta pikiran yang terbuka dan positif. Kita juga harus belajar untuk mengatasi trauma masa lalu kita dan tidak membiarkannya menghalangi kita untuk menemukan kebahagiaan.
Dari segi romansa, Seon-ho menjadi tempat yang aman (safe space) bagi BiA Ini adalah pesan yang bagus banget buat penonton wanita dalam mencari jodoh begitu pula sebaliknya.
Terakhir, secara realistis, ada pandangan bagaimana AI bisa "merusak" kemampuan manusia untuk menoleransi ketidaksempurnaan orang lain. Ini adalah kritik sosial yang patut diapresiasi. Karena bagaimanapun tidak mungkin ada kekasih yang benar-benar sesuai preferensi dan keinginan kita. Toh semua orang punya kekurangan dan kelebihan.
Sayang, ada beberapa hal yang masih mengganjal
1. Trope Koneksi Masa Lalu
Drakor ini seolah terbagi menjadi dua bagian, babak pertama fokus pada AI It's You, ForMe namun sayangnya fokusnya malah bergeser sepenuhnya menjadi konflik utama yang bermuara pada kenyataan koneksi masa lalu BiA dan SeonHo. Tanpa terlalu menjelaskan, menurut saya sebenarnya tanpa koneksi tersebut, hubungan keduanya sudah cukup solid dibagian tengah kisah mereka. Membuat saya merasa paruh akhir menjadi serba kebetulan yang agak maksa.
2. Potensi Karakter Pendukung Kurang di Eksplorasi
Masalah stalker BiA seolah langsung selesai begitu saja. Belum lagi para pegawai start-up yang punya potensi lebih namun mungkin karena keterbatasan waktu, hanya mendapat sedikit latar belakang maupun penjelasan setelah konklusi.
Selevel JaeHee yang dibahas cukup banyak pun masih menyisakan pertanyaan di benak saya, kedekatannya dengan BiA apakah murni karena alasan tertentu (yang kalau diungkap jadi spoiler banget nih) atau justru dilatarbelakangi perasaan lain-- romantis misalnya?
3. Beberapa Adegan Terasa Makjang
Plot twist yang muncul di bagian akhir ada yang seolah menafikan kesulitan BiA selama bertahun-tahun kehilangan sosok ibunya. Ia justru harus menyadari bahwa selama ini ada campur tangan seseorang yang berniat kurang baik padanya. Dan adegan di bagian ini tuh drama akhir pekan banget (biasanya makjang puluhan-ratusan episode Hoahaha). Agak cringe buat saya sekaligus dilema moral, apakah jika kita berempati pada sosok tersebut artinya kita menyetujui sikap posesifnya, demi kebaikan BiA?
❤❤❤❤❤
Kesimpulannya, saya terbilang suka sih dengan Drakor ini. Sempat galau karena seringnya ngasih skor kelipatan setengah, tapi drama ini lebih baik dari yang biasanya saya beri skor 8 namun belum cukup untuk diberi 8,5. Alhasil dari saya 8,25 deh.
Saya rekomendasikan untuk penggemar drakor rom-com ringan yang bisa dibinge watching di akhir pekan. Atau penggemar sci-fi tanpa perlu berpikir keras.










.jpg)
.jpg)
Bagian tentang Lovephobia sendiri menarik karena penulis menekankan sisi realistis dari produksi yang sederhana, tapi justru membuat cerita lebih membumi. Saya jadi merasa drama ini bukan hanya hiburan, tapi juga refleksi tentang bagaimana teknologi dan hubungan manusia saling bertabrakan.
Suka sama aktingnya dia yang masih pure.. dan karena dia memang idol yaah.. jadi makin oke banget kalo mainnya di genre romcom dan dekat dengan dunianya.
Btw, aktingnya Yeonwoo bagus yaah??
Penasaaaraan... kudu nonton Love Phobiaa..
Tadinya pas lihat poster kaya simpel gitu. Terus karena sci-fi, jadinya nanti dululah meski episodenya dikit. Khawatir otakku gak nyampe, hahaha
Makanya lebih suka tema² office romcom daripada tema² yg serius. Selain biasanya lebih relate untuk usia dewasa muda, juga terasa menghibur banget, meski nyatanya pacaran sekantor tuh apalagi sama atasan nggak selalu romantis. Huehehe.. 😁
saking banyaknya tayangan yang pengen aku tonton,jadi cukup sering melewatkan drama yang baru-baru rilis