Recap dan Review Idol I Episode 1
Recap
Maeng Sena (Choi Sooyoung dari SNSD) terbangun dari mimpinya yang ala film Inception (2010) Leonardo DiCaprio. Saat terbangun, ia masih memakai headset mp3 jadul, inner monolognya terdengar sembari ia bersiap berangkat kerja dan tak lupa menyematkan pin pengacaranya.
"Ada hari seperti itu, saat aku memimpikanmu. Dan pada hari-hari itu aku terus membayangkan fantasi bodoh. Seperti kebetulan berbagi meja denganmu di suatu restoran, atau kebetulan bertemu denganmu Sendirian di bioskop kosong tengah malam. Membayangkannya saja membuatku bahagia. Membayangkannya sekali saja, keajaiban seperti itu juga bisa terjadi kepadaku."
Ia menuju pengadilan, membela kliennya, seorang pemain tenis meja yang dituduh memeras dan menyerang juniornya dibebaskan. Pers memberitakan, ia menyewa pengacara mahal. Padahal masyarakat berdemo dan mengirim petisi agar dilakukan persidangan ulang.
Sebagai pengacaranya, Sena dimintai pendapat. Dengan slay ia hanya menjawab yang terpenting adalah mengungkap kebenaran. Klaim atau tuntutan jaksa tak terbukti. Tiba-tiba sekelompok orang menyerukan bahwa keadilan di Korea sudah mati, dengan tangkas ia memblok lemparan telur dari pendemo dengan tasnya. Hoahaha. Sebagai pamungkas, ia merasa bersalah telah menimbulkan concern di kalangan masyarakat dan mengancam tegas penyebaran informasi palsu bisa digugat.
Dikantor, atasannya Cheon GwangSoo (Kim WonHee) yang menonton liputan berita, tertawa terbahak-bahak sambil memujinya yang tak terkalahkan. Sena pun terlihat cantik di kamera. Salah satu pengacaranya mengingatkan opini publik yang meminta korban untuk naik banding. Bosnya tetap berpendapat "Opini publik itu emosional tapi hukum itu logis. Jika hasilnya tak bersalah maka hasilnya akan seperti ini."
Rekan lain mengasihani jaksa kasus tersebut yang bakal diomeli atasannya. Rumornya di Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul sampai diadakan rapat darurat.
Salah seorang rekan pengacara penasaran bagaimana mungkin Sena bisa menang padahal ada saksi dan rekaman CCTV. Rekan yang lain bergurau itulah sebabnya diusia yang sangat muda, Sena sudah jadi rerkanan di Kantor Pengacara mereka. Ia berbakat memilih kasus-kasus populer tapi tak banyak yang mau mengambil. Penghasilannya luar biasa, ia pun tak masalah dihujat. Dikalangan sekitar selama ini ia dinilai seperti robot, tanpa kehidupan sosial termasuk teman dan keluarga. Hanya bekerja tanpa emosi.
Rupanya Sena mendengar dari belakang, semua kaget dengan kedatangannya. Para rekannya protes seharusnya SeNa memberitahukan kalau ia sudah kembali ke kantor karena bos mereka sudah mempersiapkan pesta penyambutan sekaligus perayaan ia naik jadi partner.
Sena tetap dalam mode bekerja. Ia hanya meminta maaf sangat sibuk dan berterimakasih pada atasannya. Ia malah menyindir tak mungkin ia dimarahi karena kegiatan yang tak diinfokan pada dirinya sebelumnya
Sena pamit pulang, hanya menyambar sepotong dari hidangan yang sudah disiapkan. Sang ketua memaklumi tapi setidaknya dia makan apalagi hidangan yang disediakannya mahal hoahaha.
Rupanya diperjalan Sena ingin mendengarkan pemutaran radio perdana single terbaru Do Laik (atau Do Raik - Kim JaeYoung) "It's Me". Musiknya ear-catchy dan sepanjang jalan membawa Sena pulang hingga bergegas melanjutkan kegiatan fangirlingnya di kamarnya yang penuh dengan poster dan aneka merch sang superstar idol.
Ia segera berkomentar dengan aegyo bahwa akan memanjakan Laik dan menyukai semua postingan di sosial media serta memutar lagu tersebut di setiap platform. Hoahahaha. Setelahnya, ia sempat mengomentari pemotretan terbaru Laik : ketampanannya bagaikan pahatan patung.
Park Chungjae (Kim HyunJin) Datang mengetuk jendela kamarnya untuk merayakan kemenangan kasusnya. Sena memintanya meletakan saja minuman di tempatnya tapi pria yang ternyata tetangganya itu berkeras Sena harus makan dahulu bersamanya.
Sena mengalah, ia membawa laptopnya ke ruang makan. Mereka toast dengan bir kalengan. Chungjae bertanya apakah Sena sudah makan sebelum sibuk dengan idolanya itu. Bagi Sena ini adalah hari bersejarah karena Laik meluncurkan single solo. Ia memaksa sang teman menekan tombol sukanya juga.
Chungjae mengingatkan Sena untuk membereskan urusannya sendiri dulu. Kasus terakhirnya --Lee SeongHo-- membuat heboh internet, sebagian besar menyalahkannya yang dianggap mata duitan dan akan melakukan apapun agar kliennya bebas. Sena tak peduli meski Chungjae --yang ternyata private investigator langganan Sena-- bilang seharusnya Sena membuat pernyataan saat dikonpres bahwa penyerangan cuma dari keterangan korban dan dari CCTV hanya dorongan ringan.
Bagi Sena yang terpenting, semua kebenaran terungkap di persidangan. Apapun yang dijelaskannya akan percuma karena tak akan ada yang percaya. Orang-orang hanya ingin mendengarkan apa yang mereka mau. Lagipula tuduhan mata duitan tak sepenuhnya salah. Kasus sulit bayarannya lebih mahal, semakin banyak uang yang didapat, artinya semakin banyak uang yang bisa dihabiskan untuk mendukung Laik Hoahaha
Chungjae malah bilang sayang uangnya dan entah dimana sisi bagusnya Laik. Wajahnya pun mirip dengan dirinya sendiri. Sena tersinggung dengan ucapan temannya yang berani membandingkan patung karya Michaelangelo di museum Italia dengan gumpalan lumpur yang dilempar anak-anak. Hoahaha.
Chungjae pun tak terima, Laik adalah manusia biasa yang pup dan ada cabai menyelip di giginya. Sena masih memandangi photocard yang baru dibuka dari kotak paket dengan sepenuh hati, Chungjae tak tahan lagi hingga merebutnya. "Ini semua satu orang" kenapa kau menimbunnya?" Hoahaha
Sena merebut dengan marah bilang tangannya berminyak. "Kau tak paham, yang namanya cinta, merusak logika apapun. Aku terus berpikir, aku harus berhenti membeli ini. Kenapa aku beli lagi? Karena cinta tak butuh alasan, tidak pernah."
Meski tahu tak akan ada balasan, meneriakkan namanya kuat-kuat saja sudah membuat puas hati. Laik bagaikan berlian sempurna yang dikagumi cuma karena ada. Kehadirannya saja tak membuat penyesalan dan memberikan seluruh diri kita. Itulah yang namanya cinta
Pas banget Laik sedang berjalan menuju sebuah event, saat seorang fans menarik jaketnya hingga ia jatuh. Manajernya segera menyelamatkannya tapi gerombolan makin mendesaknya. Di dalam gedung, ia melampiaskan kemarahannya pada sang manajer, Jang HanGoo (Jo Hyun Sik). Pemuda itu beralasan bahwa mereka sudah beralih ke jasa penyedia keamanan terbaik.
Dalam ruangan rias, Laik mengamuk, pakaiannya tak ada yang sesuai. Begitu pula persiapan lainnya. Ia ingin kembali ke mobil. Sang manajer membujuknya untuk naik ke panggung, ia sampai berlutut memohon maaf atas kesalahannya. Laik tak mau karen sejak awal sudah bilang tak mau ada penampilan musik KECUALI jadi penampil terakhir. Dengan pengorbanannya selama ini seharusnya manajemen mendukungnya dan menekan stasiun televisi. Manajernya beralasan TMB adalah band yang sangat populer. Laik malah tersinggung tapi manajernya kembali membujuk dengan berapi-api. Akhirnya semangat Laik malah tersulut.
MC mengumumkan kehadirannya di panggung sebagai Laik yang serba bisa dari GoldBoys adalah pemain bass dan vokalis hebat, kembali sebagai penyanyi solo. Penampilannya di panggung membuat fansnya histeris dan melambaikan lighsticknya.
Tapi di pinggiran panggung timnya sendiri saling berseloroh ingin menghabisinya karena kesal dengan ulahnya. Mereka mengasihani fansnya yang tak tahu sikap psikopat Laik.
Di ruang sidang, Sena sudah tak sabar ingin pulang. Jadi ia bolak-balik melirik jam tangannya sambil mendengar jaksa yang menjelaskan dengan lelet. Akhirnya ia terbatuk-batuk. Jaksa menganggapnya mengganggu jalannya sidang. Sena membalikan keadaan dengan menegaskan pengadilan mengajukan sidang tanpa penundaan.
Ketika meninggalkan ruang rapat, Sena yang terburu-buru mengirim pesan pada Chungjae, tak sengaja menabrak seseorang berpakaian perlente. Minumannya tumpah dan tas Sena basah. Ia hanya bilang tak mengapa lalu segera berlalu ke toilet.
Orang yang ditabraknya ternyata seorang jaksa dan ia mencegat Sena di pintu toilet. Ia ingin membuat perhitungan bahwa minta maaf saja tidak cukup jadi ia akan mengajarkannya sopan santun. Betapa bingungnya ia ketika ibu yang bersih-bersih bilang tak ada orang lain di toilet. Jaksa Kwak sampai memeriksa sendiri.
Rupanya Chungjae protes dianggap sebagai taksi. Sena menawarkan akan membayar dua kali lipat taksi premium. Ia mengantarkannya ke lokasi konser tunggal Laik.
Sang idola akan menyelenggarakan sesi tanda tangan. Saat ini sedang agak panik karena suaranya agak serak. Para manajer memintanya jangan memaksakan diri dan bertahan agar penggemar tak panik jika ia kena nodul suara lagi.
Ponselnya berdering, ketika telpon dari nomor tak dikenal menghubungi diangkat ada suara wanita yang ternyata fansnya. Berikutnya ia menerima chat secara bertubi-tubi. Mereka bahkan minta sandi kunci pintu depannya.
Selanjutnya di sesi tanda tangan, Laik tertegun dengan nama fansnya 'HyeJoo' dan dikejauhan ia seolah mengenali seorang wanita. Fans berikutnya sangat menyebalkan, ia mempertanyakan IQ Laik yang tak bisa mengingat namanya meski sudah bertahun-tahun jadi fans. Laik dengan sabar masih bertanya namanya dan berjanji akan mengingatnya kali ini. Tapi fans itu minta diberitahukan nomor ponselnya sebagai gantinya. Ia malah mengamuk dan melukai wajah Laik. Pria itu langsung merasa anxiety, telinganya berdenging keras dan ia bersembunyi di toilet. Lalu obatnya malah tumpah.
Manajernya menyusulnya di toilet tapi ia malah mengusirnya.
Chungjae mengantar Sena ke lokasi. Ia melihat dari jauh saat bosnya menjatuhkan gantungan kuncinya dan dibantu pungut oleh seorang gadis cantik. Sena sampai menangis melewatkan acara tanda tangannya dan acara musiknya. Ia terduduk lesu di selasar mall. Chungjae datang menghiburnya dan Sena tetap merasa sedih karena cemas akan melewatkan konser solonya juga. Chungjae keheranan Sena datang seolah menyamar tapi bagi Sena jika ada yang mengenali dirinya sebagai pengacara yang sedang dibicarakan publik, Laik juga bisa kena imbasnya. Chungjae masih berkeras meskipun Sena pakai gaun malam merah benderang, sang idola tak akan bisa mengenalinya karena ia tampak biasa. Bagi Sena sudah cukup bisa melihat dan mendukung Laik dari jauh.
Di rumahnya, Laik melihat foto-foto dalam ponselnya dan teringat kehadiran sosok wanita di acara tadi. Ia meletakan ponselnya dan mengeluh sangat lelah seharian tapi ternyata masih harus mengadakan jumpa penggemar lainnya. Ia memerintahkan mereka keluar dan ternyata dua orang benar-benar keluar sambil mengkritiknya yang banyak minum sambil membongkar barang-barangnya.
Kedua gadis itu dibawa oleh sekuriti. Mereka berteriak-teriak bahwa mereka benar punya janji temu dan Laik berjanji akan memasakkan mereka Udon.
Pagi harinya Ia disiram air oleh CEO agensinya, Geum BoSang (Jeong ManSik). Pria itu menunjukan rekaman yang diambil para fans tadi dan memarahi Laik karena terpaksa harus membayar uang tutup mulut dalam jumlah besar.
Laik marah balik, para sasaeng itulah yang salah telah masuk secara paksa ke rumahnya dan ia tahu sang CEO memakai uangnya untuk membeli cincin baru Hoahaha. Jahatnya, sang CEO malah bilang nilai emas justru naik kalau disimpan, sebaliknya nilainya terus menurun.
Manajernya menunjukkan di tangga lagu, singlenya turun ke posisi sepuluh. Ditambah ulahnya semalam semua kontrak iklan nyaris hilang. CEO memahami kekesalannya pada sasaeng tapi ia hanya pantas menikmati posisinya sebagai Laik sang idola dari GoldBoys kalau bisa menjaga citra sempurna dan tak pernah menunjukkan kemarahan. Jika mengumpat dan minum miras, ia akan kembali seperti manusia biasa. CEO Memerintahkan manajer mengantarkan ke tempat latihan karena Konser Solonya sebentar lagi.
Laik bertanya kapan ia bisa hidup bebas dan mengatakan bahwa ia sakit saat sedang sakit atau menyuruh stalker berhenti mengganggunya. Ia sudah ikut perintah sejak usianya sepuluh tahun dan sekarang ingin jadi manusia bebas. CEO menjawab dingin, hari itu akan tiba lebih cepat saat tak ada yang menyukainya lagi.
Sena pergi ke internet cafe, ia mengikuti fanwar penjualan tiket konser tunggal Laik. Foto Laik yang dianggapnya jimat keberuntungan kali ini gagal menolongnya mendapatkan tiket. Teriakan frustasinya sampai mengagetkan pengunjung lain.
Ia menelusuri sosial media mencari orang yang berminat mentransfer tiket konser solo. Ia bingung justru ada yang melelang tiket konsernya. Sena kesal gara-gara para calo itu, ia gagal dapat tiket. Goldie --fansbase Golden Boys-- pun seolah membiarkan praktek ini.
Sena menawar 500 ribu won kepada salah seorang calo. Calo masih berkata ada yang menawar 550 ribu, jadilah Sena berjanji akan menyerahkan 500 ribu won lagi di hari konser.
Tibalah hari konser, Laik bak mayat hidup mempersiapkan dirinya. Ia minum obat dokter sambil berusaha tenang saat membaca berita online tentang solo karirnya. Ia menyempatkan diri mampir di psikiater yang menjelaskan gejala tinitus dan serangan paniknya. Laik harus segera memulai perawatan sebelum makin parah.
"Jati diriku sudah hilang sejak lama, berikan saja obatnya, aku sibuk." Pungkasnya.
Manajernya sudah memarahinya yang tak kunjung tiba. Laik minta asisten manajer SangBeom (Nam JeongGyu) keluar ke parkiran menjemputnya yang baru akan turun dari taksi.
Laik melihat venue konser dan para fans yang berkumpul di jalan masuk. Ia menuju jalur parkir dan di saat yang sama Sena menjebak calo tiketnya. Bu pengacara ditemani Chungjae yang merekam semuanya. Ia membacakan ancaman hukumnya saat si penjual tiket lari untuk kabur.
Di bagian lain para penggemar menyadari kehadiran Laik dan berusaha mengejarnya. Jadilah Chungjae dan Sena yang berusaha menangkap calo tadi berpapasan dengan Laik. Sena yang berpencar, melihat sosok yang sama-sama memakai hoodie hitam sedang menelpon di depan pintu yang tertutup lalu menariknya sampai lepas. Betapa terkejutnya ketika ia menyadari pemuda itu adalah Laik yang berpikir cepat menyekap mulutnya dan menyembunyikan mereka berdua.
Laik meminta Sena berjanji untuk tidak berteriak ketika ia melepaskan tangan dan jangan mengikutinya. Anggukan Sena tapi berbarengan dengan saat pintu terbuka dan ada staf yang menjemput Laik. Sena hanya terduduk lemas sambil menjerit tanpa suara di tempatnya tadi.
Laik melewati ruang tunggu dan mendengar rekan GoldBoys membicarakan dirinya. Choi JaeHee (Park JeongWoo) menuduhnya tak punya sopan santun karena datang terlambat ke konsernya sendiri. Lee YoungBin (Choi Keon) membela kesibukan Laik yang seolah memikul beban sendirian untuk mempromosikan GoldBoys dan Solonya. Laik memotong ucapan JaeHee yang menjelekkannya. Mereka pun bertengkar. Dari sekedar saling serang dengan kata-kata sampai akhirnya adu jotos. Kang WooSeong (Ahn WooYeon) dan YoungBin yang mencoba memisahkan mereka malah cidera. Jadilah mereka dijemput ambulans dan batal tampil.
Sena --yang masih terbayang sentuhan Laik-- hanya bisa menonton dari rumah, konser sukses dan memecahkan jumlah penonton. Sayang ada gosip pertengkaran GoldBoys. Sena berusaha membela Laik dari fans yang menghujatnya. Ia menekankan rumor palsu bisa mendapat hukuman denda. Bukti foto yang dikirim salah seorang fans senior lain membungkam Sena. Ada pula kompilasi video yang menunjukkan Laik nampak dingin dan kejam pada JaeHee.
Sena teringat pertemuannya dengan seseorang yang memberinya topi merah di tepi sungai. Ia berkata "Aku mempercayai Laik 100%"
Laik bernyanyi sambil menjerit seorang diri di rumahnya. Pengurus rumahnya menegurnya nanti mereka ditelpon pengurus apartemen. Bel berbunyi ternyata WooSeong datang membawakan miras. Mereka akan minum-minum dan Laik menolak tawaran pengurus rumahnya yang bersedia tinggal lebih lama dan akan memasakkan cemilan.
Laik menanyakan kabar JaeHee dan YoungBin, WooSeong bilang ia tahu Laik sudah datang ke rumahsakit. Untungnya YoungBin cuma perlu di gips dan akan membaik.
Mereka minum sambil mengenang masa awal saat masih tinggal di basement. Mereka menghemat sampai minum susu basi. Laik mengenang usaha keras mereka untuk bertahan karena anak muda sekarang mengira GoldBoys adalah judul animasi.
WooSeong nampak bersimpati, jika Laik merasa semua terlalu berat tapi kalimatnya tak selesai, Laik memotongnya berkata bahwa menyadari ia tak bisa melakukannya sendiri, jadi Ia harus menjadi GoldBoys hingga akhir.
Keesokan paginya, Laik terbangun dan mendapati WooSeong meninggal bersimbah darah di ruang tengahnya. Ia menangis histeris dan berusaha membangunkannya sambil memangkunya. Bibi pengurus dan manajer yang masuk bersamaan sangat terkejut melihat keduanya.
Sena mengecek sosial media saat bangun keesokan harinya dan mengulangi inner monolognya di awal episode ini. Ia membuka berita yang mengabarkan Laik ditahan di kantor Polisi. Pria itu diduga sebagai pelaku utama tragedi penyebab meninggalnya WooSeong.
Sena segera menyambar kunci mobil setengah berlari, bergegas ke kantor polisi. Ia menemui Laik di ruang tunggu pengacara dan voice over Sena menyambung kembali :
"Tapi meski pernah kubayangkan seratus kali, seribu kali, aku tak menyangka kami akan bertemu sebagai pengacara dan tersangka pembunuhan"
Review
Yay! Dari awal Idol I ini masuk radar, saya sudah berniat menjadikan proyek recap. Apalah daya, musim liburan membuat tertunda dua mingguan. Semoga saya bisa segera mengejar enam episode yang sudah tayang ya.
Hebatnya drama yang tayang di ENA dan Genie ini diputar di Indonesia di tiga --ya saya ulangi--- tiga platform OTT sekaligus : Netflix, Viki dan Viu!
![]() |
| Di Si merah masuk top 10 serial |
![]() |
| Promo versi Viki dan di posisi 4 top 20 |
Saya fans Sooyoung sejak era SNSD. Selain YoonA yang disenangi adik saya, menurut saya ia lucu dan menonjol karena tinggi badannya.
Tapi aslinya saya bukan penggemar K-Pop. Saya cuma dengar lagu-lagunya yang populer atau jadi OST drakor secara kasual. Tidak ada satupun grup yang benar-benar saya minati. Paling akhir-akhir ini saya suka Hearts2Hearts gara-gara si imut Carmen asal Bali
Yang berhasil banget justru castingan Kim JaeYeoung. Penampilannya anak band banget! Mulai dari gaya rambut, gesture dan seiring berjalannya kisah ini, kita semakin melihat kerapuhannya sebagai Laik.
Temanya misteri --siapakah yang mengakhiri hidup Wooseong?-- tapi sisi komedi dan romantisnya tetap menjanjikan. Sound efeknya dan dinamika Sena dan Chungjae itu lucu. Romantisnya terlihat dari chemistry Laik dan Sena yang akan jadi pengacaranya.
Idol I menyajikan apa akhir-akhir ini sudah mulai dibahas Drakor lain, misalnya salah satu kasus dalam Pro Bono atau Taxi Driver 3 : idola super populer dan segala problematikanya.
Sedikit banyak kita melihat dinamika GoldBoys. JaeHee sedikit banyak iri pada Laik yang lebih populer, makanya ia menyindir perilisan proyek solo akibat Laik menjual kisah sedih bahwa ia dibesarkan oleh ibu tunggal, seorang penyanyi bar.
Belum lagi ironi yang dihadapi Sena selaku fangirl :
- Ingin cepat pulang kantor sampai menghindari party dengan atasan karena mau nge-hype bias debut solo
- Kerja keras sampai dihujat tapi uang habis untuk koleksi photocard dan merch lain
- Frustasi gagal beli tiket konser gara-gara calo dan terpaksa menghubungi salah satunya juga saking pengen nontonnya
- Menghabiskan banyak waktu online demi membela idola sampai mengorbankan kesehatan sendiri





























Sampai gak sabar nunggu kelajutan kisahnya
Termasuk sekarang ketika Maeng Se-Na ketahuan sebagai penggemar fanatik Do Ra-Ik
Tpi disekitarku ada loh orang yang ngefans berat idolanya kek si Sena ini.
Boros deh jadinya...
Suka banget bagian cara kamu ngebangun narasi dari POV Sena karena bikin kita ngerasa kayak lagi nonton langsung 😆. Cuma mungkin bisa ditambah insight singkat tentang tema besar drama ini: gimana idol–fan relationship seringnya overshoot dari yang sehat jadi toxic. Itu bikin komentarnya makin tajam dan relatable buat pembaca k-drama junkie kaya aku. Keep on going Annisa!
Sesuatu banget ya kalau dramanya sudah mengangkat cerita tentang Idol. Ada perjuangan luar biasa dari fans dan juga si Idol.
Daku baru nyimak ini sih, belum nonton drama nya