" ".

Review Boyfriend On Demand : Ekapisme Pacar Virtual yang Menampar Realita

Table of Contents

Hai Assalamu'alaikum 

Yeay, akhirnya ngereview Boyfriend on Demand. Sebenarnya saya selesai menonton dalam minggu yang sama setelah peluncurannya secara global. Ceritanya yang ringan dan tak perlu bikin banyak mikir, memang cocok di binge-watching.

Judul : Boyfriend On Demand

Judul Lain : Monthly Boyfriend / 월간남친
Penulis Naskah : NamGoong JoYoung
Sutradara : Kim JungSik
Pemain : JiSoo, Seo InGook, Hayoung, Seo KangJoon, Yoo InNa, Ong SeongWu, dll
Genre : romcom, sci-fi
Tayang : 6 Maret 2026
Jumlah Episode : 10
Durasi : 60 menit 
Jaringan : Netflix
Rating usia : 13+

Sinopsis

Adegan pembukanya langsung stunning banget. Diiringi musik yang membangkitkan gairah, Seo MiRae (JiSoo Blackpink) hadir sebagai seorang putri jelita yang berjalan menuruni tangga ballroom mewah kemudian disambut oleh seorang pria tampan dan berkelas sebagai kencannya.

Kenyataannya, Ia pulang ke rumah yang kosong, hanya disambut asisten AI. Ia adalah seorang PD (produser sutradara) di sebuah agensi Webtoon Naemoo. Meski aslinya otaku dan benar-benar mencintai dunia seni pada umumnya, aslinya MiRae nyaris burn-out. Ia merasa hidupnya monoton. Lebih dari sepuluh jam dihabiskan dalam perjalanan pulang pergi plus bekerja. Dikurangi waktu untuk makan, mandi, serta self-care lain dan durasi tidur yang hanya enam jam, estimasi waktu tersisa hanyalah 3,5 jam per hari! 

Ia merasa sayang memanfaatkannya untuk berkencan. Menurutnya pacaran dan kencan hanya menghabiskan waktu. Selain itu, ternyata ia pernah menjalin hubungan cukup serius dengan Kim SeJune (Kim SeongCheol), namun hubungan tersebut kandas akibat tuntutan pekerjaanya yang menyita waktu. Bestienya, Lee JiYeon (HaYoung), mengingatkannya bahwa salah seorang gadis dalam circle mereka yang sama dengan sang mantan akan melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat. Menurutnya, MiRae harus tampil glowing dan menunjukkan kesuksesan.

MiRae semakin stress karena bosnya, direktur Hwang ByeongHak (Jo HanChul), menugaskannya kembali menangani seorang artis webtoon Yoon Song (Gong MinJeong). Ia teringat bahwa salah satu pencetus berakhirnya hubungan pacarannya adalah Penulis Yoon yang selalu menghubungi diluar jam kerja.

Ia kesal karena aslinya pekerjaan tersebut dialihkan dari salah seorang rekannya yang resign. Dari dua kandidat, saingannya, PD Park GyeongNam (SEO InGook) berhasil membujuk Pak Hwang dengan sogokan macaroon yang lebih banyak dari yang disiapkan MiRae. Jadilah ia semakin tak bersimpati dengan pemuda yang dianggap lebih sukses selaku PD meski mereka sama-sama terlihat dingin dan jarang mau terlibat di kegiatan kumpul-kumpul kantor.

Ditengah semua hal yang memusingkan itu, MiRae --yang aslinya memang sering berkhayal bisa liburan musim panas ke pulau tropis (kenapa Filipina bukan Indonesia? Hoahaha)--  mendapatkan perangkat Boyfriend On Demand dari Min JunYoung (Lee HakJoo). Tugasnya adalah memberikan review setelah menggunakan perangkat kencan virtual berbasis teknologi artificial intelligence (AI) tersebut selama satu bulan. Ia pun awalnya hanya iseng mencoba --cenderung skeptis malah--, namun merasa semakin diyakinkan setelah bertemu dating manager AI (Yoo InNa). Mulailah ia menjelajahi peluang berkencan dengan 900 pria virtual dengan berbagai latar penokohan dan karakteristik.

Apakah pacar virtual yang dia pilih bisa benar-benar memberikan cinta yang dia cari? Ataukah saingan kerja yang selama ini selalu membuatnya kesal justru adalah jodoh sejatinya? Dan yang paling penting : bagaimana MiRae bisa menyelesaikan berbagai masalah yang muncul baik dari pekerjaan maupun hubungan pribadinya sembari menyeimbangkan dua dunia tersebut maupun virtual versus kenyataan.

Review

Spoiler Alert

Selain itu, cinta adalah tentang memberikan hatimu kepada seseorang ketika kamu tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan cinta bukanlah sesuatu yang bisa begitu saja ditiru. Itulah bagian tersulit.” 

1. Visual Stunning

Jisoo disini cantik banget. Kadang jadi mirip sama Chae SooBin (When the Phone Rings) yang sekaligus jadi lawan mainnya di film Omniscient Reader : The Prophet tahun lalu. Aktingnya menurut saya mengalami kemajuan, mengingat saya tak berhasil menamatkan Newtopia. Seo InGook keren maksimal, apalagi dibandingkan dengan drama terakhirnya (tak usah dibahas huhu).

Penataan kostum dan riasan juga sangat sesuai dengan karakter masing-masing. JiSoo dengan gaya yang simpel tapi tetap cantik sebagai webtoon PD, dan Seo InGook dengan gaya yang kasual tapi tetap keren sebagai saingan kerjanya. Chemistry keduanya sebagai OTP cukup meyakinkan saya.

Perangkat Boyfriend on Demand yang mirip konsol game plus headpiece ala virtual reality yang futuristik cukup believable bahwa suatu hari teknologi ini bisa diciptakan betulan Hoahaha.




Para boyfriend cameo, yang menonjol bagi saya adalah Choi SiWoo (Lee SooHyuk), CEO tajir melintir asal webtoon karya penulis Yoon Song; Seo EunHo (Seo KangJoon) sang kakak tingkat di kampus yang jago Kendo, atletis dan bermata rupawan; Bae HyeonWoo (Ong SeongWu) anggota BIN yang tampan, jago berkelahi tapi misterius; ditambah yang tampil sekilas seperti Jay Park sebagai idol dengan adegan nyanyi romantis yang bikin kita fangirling bareng, Kim YoungDae sebagai pembunuh bayaran di era Joseon sampai Lee SangYi sang pemadam kebakaran yang senyumannya saja sudah bikin adem.

Penulis Yoon Seong dan sang bestie yang sempat mencoba perangkat BOD juga bertemu para tokoh pacar idaman lain seperti Chef Jjong (Choi SiWon) dan dokter senior di IGD (Lee JaeWook), sampai reality show contestant yang random.

Kehadiran Yoo InNa sebagai asisten AI virtual membuat saya membatin bagaimana mungkin eonnie satu ini makin cantik bahkan sejak pertama kali saya notice di Secret Garden (2010)? Bagian dia menemani JiSoo berganti kostum dengan tinggal menunjuk pakaian yang dinginkan ala Virtual Reality (VR) benar-benar seolah mimpi menjadi nyata penggemar game sejenis. 

Kualitas CGI-nya prima meski kadang suka berlebihan (kelihatan CGI banget). Maklum budget si merah memang all out. Adegan-adegan yang berlatar di dunia virtual memiliki warna yang lebih cerah dan penuh efek khusus yang bikin kita merasa seperti masuk ke dalam game atau aplikasi yang menyenangkan. Sementara itu, adegan di dunia nyata memiliki warna yang lebih alami tapi tetap menarik, dengan banyak adegan yang berlatar di tempat-tempat yang indah di Korea Selatan seperti Busan maupun Filipina. 

2. Membahas Percintaan dengan Relateable

MiRae sebagai pekerja kantoran penuh waktu mencerminkan kehidupan sebagain besar kehidupan wanita masa kini. Ia tak hanya tak punya waktu, tapi keburu tak punya energi membayangkan proses memulai hubungan percintaan sejak mulai bertemu orang baru lewat kencan buta atau pedekate kemudian berpacaran sebelum menikah (ikut ta'aruf aja gimana?)

Ditambah luka batin akibat sikap sang mantan yang selalu menggunakan kata ganti saya bukan kita, saat membayangkan masa depan, membuatnya memproyeksikan bahwa seseorang --sebaik apapun hubungannya-- pada suatu titik akan berubah. Perasaan dan sikap orang itu akan berbeda dan hal itu mengecewakan sekaligus menyakitkan. Terasa familiar bagi siapapun yang pernah patah hati akibat percintaan.

Ketika hubungannya dengan GyeongNam berkembang, dari rivals to lovers yang slow-burn, related buat yang pernah mengalami percintaan di kantor. Ada perasaan ragu-ragu sampai malu-malu mengungkap hubungan dengan rekan sekerja (lucunya dalam kasus ini, tak ada yang percaya mereka benar-benar berpacaran gara-gara terlalu sering berselisih Hoahaha)

3. Dunia Webtoon

Sebagai penggemar webtoon, saya cukup senang bisa melihat bagian tentang bagaimana proses pembuatan webtoon atau tantangan yang dihadapi oleh para PD dan kreator – seperti interaksi Mi-Rae dengan penulis webtoon Yoon Song dan Hwany (Yoo SeonHo).

Kantor Naemoo juga keren dan dinamis. Company colornya oranye cerah, vibrant banget. Pegawainya juga kocak dan trendy. Saya malah baru ngeh ada keponakan Won Bin yang jadi rekan setim MiRae, Song EunJu (Han GaEul).

Meski kurang dieksplorasi lebih dalam tentang bagaimana sebuah webtoon bisa menjadi sukses atau mendapat versi adaptasi layar kaca / lebar, setidaknya cukup berimbang antara kehidupan pekerjaan dan pribadi MiRae.

4. Ekapisme yang Menampar Realita 

Kencan di Boyfriend On Demand pun cukup "realistis". Kita tidak serta merta mendapatkan hubungan romantis, ada sesi gamefikasi terlebih dahulu. Wajar kalau MiRae awalnya sempat kebingungan bahkan hingga mengungkap rasa frustasi bahwa di dunia virtual pun ia harus berjuang mendapatkan cinta. Menurut saya, ini ekapisme yang menarik dalam artian positif.

Salah satu alasan pengguna dating app berbasis AI adalah pacar virtual lebih aman daripada cinta beneran yang bisa menyakiti. 

Seiring berjalanya kisah MiRae, kita yang  diajak berkenalan dengan Goo GyeongIl (Seo InGook), versi pacar virtual ke-901 yang benar-benar sesuai preferensi MiRae pun memahami bahwa cinta yang sesungguhnya tidak bisa dibeli atau dibuat secara artifisial. Meskipun pacar virtual bisa memberikan kesenangan yang sesaat, cinta yang nyata datang dari hubungan yang sebenarnya, dengan semua kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing individu. 

Selain itu, drama ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai orang-orang di sekitar kita, terutama mereka yang mungkin kita anggap sebagai saingan tapi sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi orang terpenting dalam hidup kita. 

5. RomCom Sesuai Ekpektasi 

Adegan kocaknya banyak. Walaupun standar lucu bisa berbeda, Drakor ini menyediakan cukup banyak pilihan. Kelucuan slapstick lumayan banyak, yang harus mikir sejenak baru menemukan sisi lucunya juga banyak.

Sisi romantis mungkin kurang ditunjukkan OTP dibagian awal (penyebabnya kurang lebih saya jabarkan dibagian selajutnya dalam tulisan ini), namun antara MiRae dan pacar virtualnya cukup manis dan menghibur.

Sayang, meski sebegitu menikmatinya tetap ada beberapa bagian yang bagi saya agak mengganjal.

1. Ceritanya Bak Terbelah Dua

Saya tak paham juga ya, apa ini sedang 'tren' di skenario drakor, jadi episode awal terasa ringan dan penuh kehadiran visual para pacar virtual. 

Padahal, beberapa karakter pacar virtual yang terlalu sempurna atau memiliki kemampuan yang tidak masuk akal juga membuat kita merasa sulit untuk percaya atau merasakan hubungan emosional dengan mereka. Kemunculan aktor-aktor ternama sebagai pacar virtual sangat menarik, walaupun terkadang mereka hanya muncul sebentar dan tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan cerita utama. 

Sebaliknya, hal yang paling signifikan adalah GyeongNam di paruh awal tak terlalu menonjol. Ia seolah hanyalah rekan sekantor biasa. Barulah setelah berjalan sepertiga cerita, kehadirannya mulai terasa. Sayangnya ini seolah tidak cukup --setidaknya bagi saya. Boyfriend on Demand keburu berakhir sebelum kita tahu latar belakang GyeongNam selain bahwa ia berbakat melukis, otaku dan diam-diam telah mencintai MiRae selama beberapa waktu.

Ohya, satu hal yang juga luput memberikan penjelasan masuk akal adalah bagaimana wajah Goo GyeongIl benar-benar bisa menyerupai GyeongNam. Walaupun MiRae mengisi kuisioner sangat banyak dalam menyusun identitas kepribadiannya, apakah memang sudah secanggih itu sampai bisa mewujudkan sosok AI yang benar-benar mirip tokoh asli? 

2. Draggy di Beberapa Bagian

Bagian kencan dengan kakak tingkat di kampus terlalu panjang. Chemistry MiRae dengan EunHo yang sangat kuat semakin 'meminggirkan' GyeongNam di bagian awal kisah yang saya maksud sebelumnya.

Ritme cerita dalam drama ini juga kadang terkesan tidak konsisten --ada beberapa episode yang berjalan sangat cepat dengan banyak kejadian yang terjadi secara beruntun, sementara ada juga beberapa episode yang berjalan sangat lambat dengan banyak adegan yang terkesan kurang penting atau hanya berulang-ulang. Misalnya, adegan-adegan di pesta pernikahan pada episode pertama terasa cukup panjang tapi tidak memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan cerita, sedangkan beberapa bagian yang cukup penting seperti hubungan MiRae dengan keluarganya sama sekali tidak ada keterangan.

3. Tidak Membahas Isu Penting

Kisah ini sebenarnya berpotensi membahas hal-hal  yang cukup penting secara mendalam, misalnya :

- Etika AI

Kemiripan antara tokoh baru dalam webtoon karya Yoon Song dengan Jjong (Choi SiWon) koki karismatik dari BOD, lalu selesai begitu saja saat UD (perusahaan pencipta BOD) memutuskan tidak menggugat, seolah mengenyampingkan seriusnya pelanggaran hak cipta. Ironis, mengingat UD mengajukan kerjasama resmi dengan penulis Yoon Song dan Naemoo agar tokoh utama webtoonnya bisa hadir sebagai salah seorang pacar virtual di BOD. 

-Pelanggaran Privacy

Ada adegan GyeongNam yang dimintai tolong MiRae mengambilkan flashdisk yang penting untuk pekerjaan melihat perangkat BOD lalu mencobanya. Ia hadir sebagai MiRae, jadi GyeongIl tetap menyapanya sebagai sang pacar tapi GyeongNam merahasiakan hal ini dari MiRae walaupun ia sebagai terkejut dan bisa jadi kecewa, apakah MiRae memacarinya hanya karena mirip versi virtual pacarnya?

Pembahasan poin ini saja kurang tuntas lho, karena baru dibahas belakangan oleh MiRae setelah (ini juga aneh banget menurut saya), ia masuk lagi ke BOD dan curhat ke GyeongIl.

Tapii masalahnya bagi saya lebih ke apakah wajar GyeongNam memakai perangkat BOD diam-diam tanpa minta izin ke MiRae? Meskipun statusnya pacar, buat saya ini pelanggaran privasi juga sih. Yah, setiap pasangan memang berbeda batasan yang dipakai. Saya sendiri menganut paham tak ada rahasia tapi bukan berarti saya merasa perlu mengecek akun sosmed atau pun dating app pacar. Sebagai pasangan yang dewasa tentu saya berharap ia menjunjung kesetiaan dan jujur sendiri. Kalau pun ia 'selingkuh' dengan pacar virtual, apakah saya berhak marah? Sebenarnya ini juga topik yang diangkat dalam Lovephobia tapi tak tuntas dibahas.

4. Banyaknya Peran Pendukung yang  Berpotensi Membingungkan

Tidak semua orang paham konsep NPC (Non-playable character) yang terus menerus muncul sebagai peran pendamping karakter utama pacar virtual. Dua orang yang diperankan Go KyuPil dan Kim AhYoung hadir dalam karakter serta nama berbeda pula, berpotensi bikin bingung walau bisa jadi running gag.

Selain itu drama ini memiliki banyak karakter tamu dan cameo yang muncul di berbagai episode, mulai dari teman seangkatan di pernikahan teman MiRae,  para teman kantor dan lain sebagainya. Meskipun beberapa dari mereka memberikan kontribusi yang baik terhadap cerita atau humor, ada juga beberapa karakter yang muncul hanya sebentar dan tidak memberikan dampak apa-apa terhadap perkembangan cerita utama. Hal ini bisa membuat penonton merasa bingung atau sulit untuk mengingat semua karakter yang muncul, terutama yang sulit mengingat wajah dan nama orang seperti saya, Hoahaha.

,❤❤❤❤❤

Di aplikasi si merah, Boyfriend on Demand tetap bertahan di posisi sepuluh besar serial terlaris di Indonesia meski menjelang satu bulan masa penayangannya. Rating di My Drama List, Asian Wiki bahkan IMDB cukup memuaskan dibanding drakor setipe. Dari saya poinnya 8 / 10. Sangat saya rekomendasikan untuk tontonan akhir pekan yang menghibur.

Ada teman pembaca yang sudah nonton? Boleh banget berbagi opini di kolom komentar.

2 komentar


Comment Author Avatar
4/08/2026 09:41:00 PM Delete
ternyata tayangnya di Netflix ya, kebetulan paketan netflixku lagi ada nih
aku sendiri memang belum nonton, awalnya aku kira akan membosankan ceritanya, tapi untungnya jumlah episodenya gak terlalu banyak ya
Comment Author Avatar
4/18/2026 08:36:00 PM Delete
Saya termasuk yang jarang nonton drakornya Jisoo dan SEO in guk. Nonton awalnya juga rada membosankan, tapi pas masuk ke dunia virtual jadi ketemu deh serunya. Gak nyangka Jisoo bisa sekonyol itu aktingnya wkwk