Review Siren's Kiss : Misteri Cinta Dibayangi Petaka
Hai Assalamu'alaikum
Apa yang terlintas benak ketika mendengar kata Siren? Saya sendiri sebenarnya agak rancu antara mitologi Siren dengan putri duyung. Kalau membaca epos asli Yunani-nya --Oddessey karya Homer-- Siren sendiri adalah wanita jelita yang berbadan separuh burung serta mampu mengeluarkan suara atau nyanyian yang sangat indah, namun begitu didekati maka dijamin kita akan mengalami kematian. Nyanyian Siren terkenal membuat banyak pelaut menjadi tersesat dan kapalnya karam.
Sehingga begitu membaca judul yang disematkan dalam drakor ini yaitu Siren's Kiss, membuat saya langsung tertarik. Ternyata pilihan saya tak salah. Dua belas episode suspense yang mencekam sekaligus menggigit.
Judul : Siren's Kiss
Sinopsis
Adegan utama langsung menegangkan, seorang buruh pria nekat membuat jemarinya mati rasa kemudian dengan sengaja melukainya dengan mesin gerinda. Tujuannya adalah agar pemilik usahanya bisa mengklaim asuransi kecelakaan kerja.
Atasannya mengakui kinerjanya yang gemilang sekaligus menegurnya yang menghabiskan biaya ganti rugi karena aksi main hakim sendirinya itu. Rupanya WooSeok sendiri seorang mantan polisi. Ia mengundurkan diri setelah adik perempuannya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, namun sang pacar yang ditengarai sebagai penyebab justru lolos dari jerat hukum bahkan sampai menerima uang asuransi sebagai penerima manfaat terdaftar. Agar hal tersebut tak terjadi pada orang lain, ia mengabdikan dirinya dalam pekerjaan ini.
Ia pun sangat memperhatikan para korban yang pernah bersinggungan dengannya. Misalnya seorang gadis kecil yang berulangkali masuk rumah sakit sementara ibunya mengklaim asuransi. WooSeok secara personal mengancam akan membongkar bahwa sang ibulah yang menjadi penyebab putrinya selaku sakit-sakitan.
Suatu hari, WooSeok menerima telpon dari Kim YoonJi (Lee JiAh) yang menjelaskan ada seorang wanita yang dicurigai bisa mengakali sistem asuransi jiwa mantan tunangannya.
Wanita tersebut, Han SeolAh (Park MinYoung), adalah seorang kepala lelang seni dan pemimpin tim di Royal Auction, rumah lelang seni terkemuka di Korea Selatan. Di luar, SeolAh terlihat sempurna sekali : wajah cantik, tubuh ideal, gaya berpakaian elegan, dan punya pesona yang bisa menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Ia pun sangat cakap dalam pekerjaannya. Ia bisa membedakan lukisan asli atau tiruan (palsu) dalam sekejap. Sehingga sang pemilik galery / rumah lelang Kim SoonAe (Kim GeumSoon) sangat mempercayainya.
Tapi dibalik semuanya tersembunyi rahasia yang cukup mengerikan: semua pria yang pernah mencintainya meninggal dunia dengan cara yang misterius! Kecelakaan? Bunuh diri? Atau adakah konspirasi yang lebih gelap? Semuanya pun pernah mengambil asuransi bernilai tinggi.
WooSeok mendatangi Royal Auction, tepat saat jatuhnya YoonJi dari atap di tengah kemegahan acara lelang. Ditengah huru-hara penyelidikan polisi yang dipimpin oleh mantan atasan WooSeok, Pyo SeongIl (Hong Ki Joon), akhirnya WooSeok dan SeolAh bertemu.
WooSeok awalnya menduga bahwa wanita itu adalah seorang sosiopat atau "Siren" yang memanipulasi pria demi uang asuransi. Namun, semakin dalam ia menggali dan terlibat dalam kehidupan SeolAh, WooSeok justru seolah terjebak dalam pesona wanita tersebut. Ia mulai meragukan temuannya sendiri: apakah SeolAh benar-benar pembunuh berdarah dingin, atau justru ia adalah korban dari konspirasi besar yang telah menghantuinya sejak masa lalu?
Kemudian bagaimana pula hubungan dan peran dari Kim JeongHyun (Baek JunBeom), pengusaha sukses yang nampak sangat tertarik pada SeolAh serta rekan masa kecil sekaligus fotografer Royal Auction Do EunHyuk (Han JoonWoo)?
Review
Dulu ada masanya dunia gampang banget ngatain perempuan itu penyihir. Orang-orang dengan entengnya ngehakimin dia, terus lempar batu tanpa mikir panjang. Nah, sekarang kamu di posisi yang mana? Jadi orang yang dipukulin, atau malah kamu yang ikut ngelempar batunya?"
Cha WooSeok
Saya jadi semangat menunggu hari Senin lagi sejak drama ini tayang. Kenapa saya suka banget?
1. Genre Yang Memikat
Genre-nya mengusung dark romance, suspense, dan psychological thriller serta sentuhan investigasi polisi. Kombinasi yang sering jadi favorit para penonton drakor, termasuk saya. Penyuka film horror Indonesia atau secara luas sebenarnya boleh juga lho, melirik drakor ini karena hawa tegangnya dapat banget dan ada beberapa jump-scare yang cukup 'seram'.
Alurnya maju mundur tapi tetap jelas perbedaannya dalam garis waktu. Tempo cerita cukup seimbang. Cerita berjalan dengan banyak plot twist yang bikin kaget. Setiap episode menghadirkan petunjuk baru, rahasia yang terungkap, dan konflik yang makin memanas. Bikin kita terus berpikir dan membuat teori sendiri tentang siapa pelaku sebenarnya. Ending tiap episode adalah cliffhanger yang bikin penasarans sekaligus khawatir dengan keselamatan OTP kita.
2. Remake Dorama Jepang yang Serius
Selaku penggemar dorama, saya makin tertarik saat mengetahui bahwa Siren's Kiss adalah remake dari dorama Jepang yang sudah bisa dikategorikan klasik, Koori no Sekai / The Inanimate World (1999). Tentunya dengan sentuhan KorSel yang dibuat lebih kekinian, modern, lebih glamor, dan (menurut beberapa reviewer yang juga sudah nonton serial aslinya) lebih berbahaya.
Bahkan dari komentar di salah satu forum aggregator drama yang saya baca ending versi Korea revelasi-nya terasa lebih organik dan tidak terlalu mengada-ada seperti di versi Jepang.
3. Visual yang Aesthetic tapi Mencekam
Ketika MinYoung hadir di salah satu acara varietas untuk mempromosikan drama ini, ia bercerita bahwa kamera yang digunakan baru pertama kali digunakan dalam drama Korea. Hasilnya, menurutnya 'dangerously beautiful'.
Pas banget dinahkodai oleh Sutradara Kim Cheol Gyu (yang berpengalaman membuat drama bergenre sama yaitu Flower of Evil (2020)), yang piawai membuat suasana yang bernilai estetika tinggi sekaligus bikin merinding. Setiap adegan di rumah lelang itu terlihat sangat mahal. Properti pintu lemari baja berteknologi terkini, pencahayaannya, komposisi warnanya dan detil kecil lainnya semuanya dapet banget. Ini bukan tipe drama yang cerah dan penuh warna pastel, tone yang dipilih cenderung klasik menonjolkan kesan elegan namun misterius.
4. Metafora Siren
Sejak episode pertama saja, kita sudah bisa melihat bagaimana SeolAh bisa dengan mudah memikat orang lain, tapi juga ada momen di mana dia menunjukkan sisi yang sangat dingin dan misterius. Misalnya saat ia tanpa basa-basi menusukkan pisau pada karya seni lukisan yang ternyata adalah palsu tepat saat YoonJi sedang mengagumi keberhasilan dirinya mendapatkan kepercayaan pemilik untuk melepasnya melalui lelang di Royal Auction.
Bagaimanapun sejak pertengahan cerita, kita pun sudah mulai paham, berbeda dengan Siren yang memang bernyanyi untuk memikat para pria, SeolAh justru mengindari pria --apalagi setelah semakin jelas bahwa para mantan pacarnya meninggal dunia justru karena berhubungan dengan dirinya. Rasa takutnya bahwa pria berikutnya akan meninggal juga membuatnya menghindar bahkan cenderung mendorong pria manapun menjauh. Termasuk WooSeok yang jelas-jelas jatuh hati padanya (dan ia sendiri pun sebenarnya suka dengan pria itu).
Selain secara tersirat membandingkan SeolAh dengan tokoh mitologi, Siren memang hadir dengan cerdas di bagian menjelang penghujung cerita yang menjadi salah satu clue terakhir yang mengungkap siapa 'penjahatnya'.
5. Chemistry Park MinYoung - Wi HaJoon
Sudah pernah saya bahas saat mengulas Marry My Husband versi KorSel, saya bukan fans MinYoung tapi saya mengakui bahwa ia selalu berhasil membangun chemistry dengan siapapun lawan mainnya. Bahkan si konyol Lee YiKyung pun nampak elegan dan berwibawa saat bersanding dengannya.
Tapii dengan Wi HaJoon ini melampaui para pasangannya terdahulu. Serius, padahal dulu saya pikir Healer adalah chemistry terbaiknya ketika berpasangan dengan babang Ichang. Ternyata Wi HaJoon benar-benar menampilkan potensinya secara maksimal setelah agak tersia-siakan di trilogi Squid Game.
Kedua OTP kita bisa menunjukkan berbagai macam emosi dengan sangat baik, mulai dari rasa curiga, rasa takut, sampai rasa cinta yang tumbuh perlahan cukup dari dari mikroekspresinya saja. Setelah hubungan rumit diantara mereka perlahan terurai, beberapa adegan romantis antara SeolAh dan WooSeok selalu jadi trending karena banyak yang berbagi cuplikan adegan di mana mereka saling memperhatikan atau memiliki momen kebersamaan yang manis. Ya, meski di KorSel sendiri posisinya di dasar 10 drama dengan buzzworthy tapi setidaknya sambutan fans internasional yang bisa nonton melalui aplikasi si Biru, sambutannya cukup meriah.
6. Cameo dan Pemeran Pendukung Tampil Gemilang
Cameo-nya mantap banget deh. Lee JiAh sebagai YoonJi, sang rival, on par dengan SeolAh tampil gemilang. Ha SeokJin sebagai mantan tunangan SeolAh adalah salah seorang aktor favorit saya. Ada juga Kim JungHyun yang kerap didapuk sebagai peran utama. Jadi kehadirannya sebagai Baek JunBeom itu membuat kita curiga banget, tak mungkin ia sekedar hadir sebagai pesaing merebut cinta SeolAh.
7. Scoring dan OST keren
Musik latar yang digunakan sangat pas dengan suasana cerita, membuat kita semakin merasakan ketegangan dan emosi yang ada di setiap adegan.
OST-nya bagus sealbum! Lagu pembuka Hello dari Minnie anggota (G)-idle langsung terngiang-ngiang dan menggambarkan keseluruhan drama dengan baik. Fear Inside dari Sondia, ratunya OST masa kini, mendayu-dayu sekaligus mencekam. Masih ada Hold On dari Jhonny Stimson yang full English dan favorit saya Who's Real dari Lim HyunSik (BTOB), yang liriknya :
Who's real, who's trueCan I trust, can I moveNo sign, no lightSearch for the answerWhat's right?
Menurut saya, kalaupun tak nonton dramanya, bagi penggemar K-Pop, dengerin OST-nya saja masih worth-it banget.
8. Pesan Moral Mendalam
Siren’s Kiss juga menyentil beberapa topik yang sangat relevan di masyarakat saat ini, seperti penipuan asuransi, eksploitasi di bisnis, dan bagaimana kemewahan bisa menjadi alasan pelaku untuk berbuat tindak kejahatan. Mulai dari pemalsuan identitas, pemalsuan barang seni, penyalahgunaan wewenang, pemerasan sampai pembunuhan. Berkat narasinya yang baik, semua dapat disampaikan tanpa terkesan terlalu berat atau menyampaikan pesan yang terlalu maksa.
Satu lagi, drama ini berani mengangkat sisi gelap psikologis karakternya, trauma masa lalu, batas antara cinta dan obsesi, moralitas, kepercayaan, dan bagaimana keputusan di masa lalu bisa mempengaruhi masa kini
Sayangnya, ada hal yang kurang saya sukai
1. Beberapa Bagian dan Tokoh Tak Jelas Sampai Akhir
Misalnya, beberapa plot twist yang muncul tiba-tiba tanpa petunjuk yang cukup sebelumnya. Atau ada beberapa karakter yang motivasinya kurang dijelaskan secara mendalam contohnya mantan rekan WooSeok, Gong SeongHa (Gong JuYeong) yang selalu sigap membantunya namun menampakan rasa ketidaksukaan serta kecurigaan yang tinggi pada SeolAh. Apakah sebelumnya ia pernah menyukai WooSeok lebih dari sekedar teman kerja?
2. Bagi Penggemar Thriller-Psikologis Kemungkinan bisa Menebak Alur
Sesungguhnya, Siren's Kiss ini formulanya cukup template namun dikemas dengan menarik. Jadi, bagi penggemar genre tersebut atau detektif / police procedural, sebenarnya sejak pertengahan (atau mungkin episode lebih awal?) sudah bisa menebak arah cerita bahkan dalang utamanya. Walau bagaimanapun, drakor ini tetap bisa dinikmati.
❤❤❤❤❤
Ratingnya cukup tinggi, rata-rata Nielsen KorSel 4,8, di My Drama List 7,8 dan selalu memuncaki top 10 di Indonesia padahal Prime video itu menggabungkan film dan serialnya, lho. Dari saya 9 / 10. Perlu dicatat, kalau sedang mencari tontonan yang buat healing, Siren's Kiss bukan jawabannya. Ini drama yang akan membawa kita berpikir keras dan mungkin sedikit parno kalau bertemu wanita cantik dengan reputasi bak SeolAh. Hoahaha.









gak tau kok lama banget rasa gak sukanya pada aktris cantik ini
padahal saya suka banget Wi Ha Joon
Sesudah lihat ratingnya di MDL cuma 7,7, (turun dari review Mbak Annisa 7,8) tambah yakin deh hehehe
Apalagi, aku kan belum nonton doramanya. Aku jadi makin pingin nonton Siren's Kiss ini. Aku juga suka genre drama begini.