Marry My Husband Versi Mana Yang Terfavorit? Webtoon, Drakor Atau Dorama?
Remake Drama Versi Jepang atau Korea Selatan?
Saling terinspirasi dengan kesuksesan suatu drama atau film kemudian dibuat versi adaptasinya di negara baru saat ini sudah menjadi hal yang lumrah. Pangsa pasarnya jelas --para fans (atau haters) versi asli dan kemungkinan menggaet lebih banyak pemirsa baru karena lebih mudah hype akibat pro kontra dari para penggemar-- jadi para pelaku industri pun turut berminat. Pastilah para produser tergiur capaian jutaan penoton bioskop di negara asal atau jumlah viewer streaming global yang gemilang. Penulis naskah, sutradara dan para pekerja dibalik layar lainnya pun menganggap sebagai tantangan tersendiri, peluang bisa membuktikan bahwa karya mereka bisa setara atau lebih baik dari aslinya.
Secara spesifik, dua negara penghasil komik, yaitu Jepang (Manga) dan Korea Selatan (Manhwa) serta platform digitalnya --salah satu yang paling populer Webtoon dari Naver Line Korea-- aktif membuat adaptasi dari versi gepeng alias gambar ke layar kaca atau lebar. Versi adaptasi menjadi film atau drama ini memang sangat diminati hingga level global. Sebut saja judul seperti Hana Yori Dango yang diadaptasi menjadi Boys Before Flower. Bahkan selain versi Jepang (untuk selanjutnya akan saya sebut Dorama) dan KorSel (untuk selanjutnya akan saya sebut Drakor) yang sama-sama sukses, ada versi Taiwan (Meteor Garden dengan F4 dan Sanchai yang ikonik), Thailand bahkan Indonesianya juga (Siapa Takut Jatuh Cinta judul Sinetron dengan dua edisi, versi lama Sanchai diperankan oleh Leony dan yang baru Natasha Wilona).
Selain mengadaptasi dari versi buku atau komik ke drama. KorSel dan Jepang juga saling mengadaptasi drama yang sukses di negara masing-masing. Misalnya drakor SKY Castle dan Signal dibuat versi Jepangnya. Begitu pula sebaliknya saya pernah nonton Kaseifu No Mita (2011) yang di remake KorSel menjadi Suspicious House Keeper (2013)
Bicara tentang remake drama dan film ini, secara keseluruhan --dari beberapa judul yang saya niat banget nonton keduanya-- ada versi Jepang yang lebih saya sukai, ada pula versi KorSel. Ada yang tetap saya sukai versi keduanya misalnya Playfull Kiss (2010) dan Mischevious Kiss 1&2 (2013 dan selanjutnya adalah beberapa film lepas dengan permainan berbeda dengan catatan saya belum nonton Itazura Na Kiss (1996) tapi sudah baca manga-nya saat remaja bertahun-tahun sebelumnya)
Ada juga beberapa judul Dorama yang tak berhasil saya tamatkan. Bisa jadi balik lagi soal selera, bagi saya karena satu dan lain hal saya tak hentinya membandingkan dengan versi Kdrama dan merasa too cringe untuk ditonton atau versi sebelumnya meninggalkan kesan yang terlalu mendalam sehingga sulit bagi saya untuk move-on. Jujur saja, dorama yang gagal membuat saya melanjutkan dari episode perdana :
- SKY Castle
- She Was Pretty
- Nevertheless : The Shape Of Love
Nah, sejak pengumuman penayangan Marry My Husband versi Jepang, rasa penasaran saya meningkat drastis. Di satu sisi saya excited, di sisi lain saya cemas gamon lagi Hoahaha.
1. Saya Baca dan Suka Webtoon Marry My Husband
Saya baca webtoon-nya semasa pandemi menuju berakhir. Dan ya sebagaimana yang pernah saya bahas saat mengulas adaptasi webtoon menjadi drakor The First Night With The Duke, Marry My Husband ini memenuhi dua dari tiga aspek yang membuat saya ingat sebagian besar jalan ceritanya.
Pertama Temanya Related
Saya baca webtoon Marry My Husband (Nae Nampyeongwa Gyeolhonhaejweo karya Seong So Jak yang dipublikasikan 2 November 2021 - 28 February 2023 atau lebih mundur setahunan untuk versi Bahasa Indonesianya), sambil sepanjang cerita mengutuki si suami dan sahabatnya. Ceritanya ini ngena banget buat yang sudah menikah atau dalam tahap hubungan serius. Walau bukan pengalaman pribadi (dan Nauzubillah min dzalik semoga jangan sampai kejadian di masa datang), ikut gregetan dengan perselingkuhan Si Suami dengan Sang Sahabat Wanita. Apalagi dilakukan tepat saat Sang Istri sakit keras, plus masih mengincar asuransi jiwanya pula. Ampun deh triple combo maut ini mah.
Buat yang nonton film Final Destination, baca webtoon ini bikin deg-degan karena harus menghindari takdir yang berujung maut cuma kali ini terasa memuaskan malah bisa bilang karma yang dibayar tunai itu nyata.
Digabung juga dengan genre time travel yang magis (versi di webtoon para pemeran utama alias One True Paiting/OTP kesadarannya mundur ke sepuluh tahun yang lalu, dari tahun 2019 ke 2009). Tentu dengan konsekuensi mengubah sedikit saja kejadian di masa lalu bisa mempengaruhi masa depan. Ya yang pernah nonton film Back To The Future bisa mengira-ngiralah. Bisakah Ji Won bermodal tekad untuk bahagia dan memanfaatkan ingatannya demi mengubah takdirnya?
Sebagai informasi, masih bisa dibaca di webtoon Indonesia. Cuma karena sudah tamat, dari episode enam keatas bisa dibaca dengan memakai 18 koin atau nonton iklan dulu. Viewersnya hampir menyentuh 120 juta. Seingat saya, ini bertambah dratis sejak diadaptasi jadi drama
Kedua, Gambarnya Outstanding
Kreator webtoon ini, Studio LICO adalah tim gambar yang profesional. Hasilnya sesuai selera saya, panel gambar yang sleek dan rapi. Latarnya tidak terlalu kompleks tapi tetap jelas, jadi semakin terasa menyenangkan membaca Webtoon yang panjangnya 59 episode + 10 episode tambahan ini.
2. Versi Adaptasi Korea Bagus Banget (Full Spoiler Alert)
Saya nonton tidak ongoing, baru pertengahan tahun 2024. Menurut saya, casting pemainnya keren! Meski saya bukan penggemar berat Park Min Young, ini penampilan terbaiknya dalam bertahun-tahun setelah era kejayaannya tampil di Sungkyukwan Scandal, City Hunter dan Healer (iya benar, lupakan What's Wrong With Secretary Kim yang juga adaptasi webtoon itu). Peran gloomy-nya sebagai Kang Ji Won yang merana akibat sakit keras dan dikhianati dua orang terdekat dan Ji Won 'baru' yang bertekad balas dendam serta hidup bahagia sangat kontras namun masing-masing masih kerasa satu orang yang bertumbuh.
Lee Yi Kyung yang bisasanya tampil lucu dan menggemaskan jadi vilain yang juga 'menggemaskan!' Aslinya sebal banget, tapi lihat wajah 'dead pan'-nya malah bikin kasihan gitu. Ni orang jahat-tapi maaf agak bego-tapi lucu- duh berhasil banget nih castingannya milih beliau jadi Park Min Hwan si pacar yang bakal dihindari jadi suami.
Song Ha Yoon juga pas jadi Jung Soo Min, sobi yang berwajah malaikat tapi nusuk dari belakang. Na In woo bisa dibilang adalah Yoo Ji Hyuk versi nyata. Pemeran tambahan seperti Chef Baek Eun Hoo si cinta pertama Ji Won; Yang Ju Ran, teman sekantor sekaligus jadi sahabat baru Ji Woo dan Yoo Hui Hyeon, adik Ji Hyuk yang menyamar sebagai pegawai magang juga diperankan oleh para aktor dan aktris yang pas.
Sebagai twist ada diva KPop Kwon BoA yang ditampilkan sebagai mantan tunangan Joo Hyuk --Oh Yu Ra.
Pace-nya ideal untuk drama 16 episode. Ga kerasa lama dan membosankan meski saya nontonnya baru di pertengahan 2024, yang artinya sudah terbiasa nonton Kdrama versi episode lebih singkat atau bahkan durasi pendek semacam Cdrama 15 menitan.
Ada banyak elemen Webtoon yang diadaptasi dengan baik bahkan lebih baik. Misalnya elemen magikal dari ayah Ji Won, dramatisasi adegan perselingkuhan lengkap dengan detil high heels merah dan permen kalengan, kucing serta pertemuan pertama OTP di masa kuliah, lamaran Min Hwan pada Ji Won, plus puncaknya adalah adegan moment of truth mampukah Ji Won memindahkan takdir buruknya?
Plotnya setia pada Webtoon --ditambah kehadiran Yu Ra-- dengan sedikit twist (misalnya usia pak Lee yang tak semuda di Webtoon, Ji Hyuk melatih Ji Won beladiri, penyebab tiadanya Min Hwan, serta ditangkapnya Soo Min) tapi tak mengubah esensi cerita.
3. Versi Jepang Pemeran Utama Prianya Takeru Sato
Bias saya di dunia J-drama alias Dorama itu ya beliau. Biasanya saya suka hampir semua doramanya apalagi yang genre-nya komedi romantis, seperti An Incurable Case Of Love. Penampilan dan gaya coolnya saya bayangkan seperti Tendo Sensei di drama tersebut juga. Eh, tenyata dari still cut promo beneran mirip, kaus turtleneck yang bikin tambah kelihatan keren.
Pemeran utama wanita-nya Yuka Koshiba, meski saya gagal menamatkan She Was Pretty, saya mengakui range aktingnya.
4. Tim Produksi dari Korea
Buat yang sering nonton Dorama pasti maklum, ada adaptasi manga yang dibuat dengan seadanya. Contoh yang saya kecewa berat setelah nonton adalah adaptasi drama Ase To Sekken / Sweat & Soap (2022) dan Hajimemashite Konnichiwa, Rikon Shite Kudasai (2024), (keduanya dibuat oleh stasiun TV TBS).
Syukurlah, versi Jepang ini pun tetap dibesut oleh CJEnm bekerjasama dengan Studio Dragon Korea Selatan. Sutradara Ahn Gil Ho asal Korea Selatan dan sudah berpengalaman menyutradarai berbagai genre, salah satunya The Glory yang fenomenal itu.
Sementara penulis naskah adaptasinya adalah Oshima Tasomi asal Jepang, penulis naskah berpengalaman. Salah satunya sebagai bagian penulis naskah drama 1 Liter Of Tears yang sedih dan booming banget dua dekade lalu termasuk ada versi sinetronnya yang diperankan oleh Chelsea Olivia. Beliau jelas lebih memahami kebudayaan Jepang.
5. Tayang di Prime Video
Berbeda dengan saingannya si Merah (yang notabene sudah lama saya hindari berlangganan karena saya boikot demi Palestina), saya memang pengguna aktif Prime Video. Benar, Amazon sebagai perusahaan induk juga menjadi target boikot yang dianjurkan BDS movement, tetapi ada poin yang pernah saya baca, misalnya kita sudah punya satu barang dari brand tersebut bukan berarti harus serta merta dibuang, melainkan lanjut pakai saja hingga rusak baru saat akan membeli produk serupa hindari membeli brand tersebut lagi. Intinya menghindari mubazir yang juga dilarang. Nah dalam kasus saya, paket berlangganan platform ini menjadi bonus dari paket berlangganan provider telepon yang saya gunakan. Jadi agar tak mubazir saya tetap menggunakannya.
Marry My Husband versi Korea adalah salah satu drama original Prime Video yang masih menempati posisi sepuluh besar hingga satu setengah tahun setelah penayangannya. Malah makin naik sejak versi Jepangnya ditayangkan tanggal 27 Juni 2025 lalu. Sementara per hari ini, Kamis, 3 Juli 2025, versi Jepang menduduki posisi keempat di tontonan terbanyak di Indonesia. Sebagai catatan di Prime Video chart penonton terbanyaknya tidak dipisah antara serial dan film ya, jadi posisi empat itu termasuk rame banget yang nonton.
Verdict Setelah Nonton Dua Episode Awal Marry My Husband Versi Jepang
Ok, ini full spoiler ya.. Kita coba bahas berdasarkan ingatan saya dari menonton Kdrama-nya setahunan yang lalu plus baca ulang beberapa chapter random webtoonnya.
1. Disesuaikan Dengan Budaya Jepang
Jadi, kalau di versi Webtoon dan Kdrama, mereka bekerja di perusahaan makanan konglomerasi U&K Food. Begitu pula dengan di Marry My Husband Japanese Version ini para tokohnya bekerja di perusahaan makanan yang membuat permen favorit ketika Misa masih kecil, Suzutoya.
Ada tradisi makan cemilan khas Jepang (wagashi) yang dilakukan oleh Misa dan ayahnya. Ayahnya sering memberikan permen dengan origami sebagai pemanis. Mereka juga pernah sama-sana mengunjungi restoran cemilan yang terkenal di Tokyo. Resto ini kelak akan menjadi salah satu lokasi pertemuan antara Misa dan Wataru alias pak Direktur Suzuki.
Ohya, hewan peliharaan semasa Misa kuliah --yang kemudian ternyata dipelihara Wataru-- berubah menjadi Kura-kura. Ya, lebih masuk akal sih kalau usianya bertahan lama.
2. Aspek Psikologisnya Lebih Mendalam
Adegan meninggalnya Misa lebih memilukan. Setelah menemukan sang suami dan sahabatnya berselingkuh di apartemennya sendiri, Ia mengkonfrontasi keduanya termasuk soal asuransi. Selain di hina habis-habisan, Misa jelas-jelas dicekik oleh Toyama lalu berhasil melarikan diri keluar, sayang Ia malah didorong dari beranda. Sebenarnya Ia masih berupaya bertahan namun Reina muncul dan benar-benar membuatnya terjatuh dari ketinggian.
Jadi dari awal sebelum kembali ke masa lalu, malangnya Misa dan kejamnya dua orang tersebut tak perlu dijelaskan panjang lebar.
3. Pace Sat-set
Dijadwalkan 10 episode, dua episode setiap hari Kamis jam 22.00 malam, pacenya lebih terasa ringkas.
Pertemuan pertama Misa-Wataru di elevator memberi banyak makna. Meet cute yang menunjukkan sisi clumsy Misa maupun Wataru yang pemalu.
Selanjutnya saat tangan Wataru terkena tumpahan air panas hingga menimbulkan luka bakar demi melindungi Misa, sesungguhnya adalah adaptasi versi Kdrama karena di webtoon luka bakar Misa karena terkena catokan rambut. Adegan ini krusial, karena Misa menyadari masa depan bisa diubah bila nasib malangnya dilimpahkan pada orang lain.
Dua episode awal bisa dibilang sudah merangkum seperempat cerita webtoon. Alurnya juga lebih jelas meski sama-sama banyak adegan flashback.
4. Penokohan Sesuai dengan Akting Luar Biasa
- Wataru Suzuki (Yoo Ji Hyuk) diperankan oleh Takeru Satoh
- Misa Kobe / Kanbe (Kang Ji Won) diperankan oleh Fuka Koshiba
- Reina Eska (Jung Soo Min) diperankan oleh Sei Siraishi
- Tomoya Hirano (Park Min Hwan) diperankan oleh Yu Yokoyama
5. Twist-nya Masih Bikin Penasaran
Yang paling seru, di pertengahan menuju akhir episode kedua, Reina sudah menyadari siapa Wataru Suzuki (Sementara di webtoon dan drakor, rahasia ini baru terungkap setelah Ji Won dekat dengan Ji Hyuk), Ia berniat mengejar dengan pesona licik dan manipulatif. Hal ini bisa membuat rencana Misa balas dendam semakin rumit. Bagaimana Misa bisa menjodohkan Tomoya pada Reina, jika Reina sudah jelas mengincar Wataru yang cucu CEO perusahaan mereka?
💗💗💗💗
Kesimpulannya, dari nonton dua episode Marry My Husband Versi Jepang ini saya masih belum cukup untuk memutuskan manakah versi yang paling saya sukai antara Drakor, Dorama atau tetap pada Webtoon-nya Hoahaha. Mari kita saksikan dulu episode selanjutnya. Mungkin akan saya update lagi artikel ini setelah seluruh episode ditayangkan.
Update Review Marry My Husband Jepang : Paradoks Waktu dan Intensi








Hahaha gara-gara nonton drakor Her Private Life yang sok cantik (padahal ucapannya dibuat penulis skenario ya?) saya jadi gak suka aja
Tapi biasanya berubah kok
Berhubung belum berubah jadi suka, saya pilih nonton versi Jepangnya aja deh
Ngomongin Takeru Satoh, saya jadi ingat filmnya yang berjudul FIRST LOVE dan serial RUROUNI KENSHIN. Keduanya saya suka banget. Meskipun jujurly di Rurouni, fisik Takeru "terlalu kecil" untuk jadi samurai. Wajahnya terlalu manis dan bodynya kurang berotot. Tapi somehow dia berhasil main di serial itu. Keceh actingnya.
Adaptasi drama dari negara lain, dengan beberapa perubahan setting menyesuaikan dengan negara sendiri, emang bisa mendongkrak penonton ya mbak.