Life Recently (Agustus 2017)

Life Recently (Agustus 2017)


1. Ziqri genap berusia tiga tahun, tanggal 6 Agustus yang lalu. Ga ada perayaan khusus, hanya makan tekwan bareng geng sepermainannya. 

-Disclaimer dulu, this might sounds like I bragging about my son, but this blog also my digital diary about him, so for sure I'll still write about it. xixixi-

Saya sangat bersyukur dengan kehadiran Ziqri dalam hidup saya, tapi selama ini saya sadar, saya terlalu banyak mengeluhkan kekurangan-kekurangannya. Ziqri yang susah makanlah, ga mau sikat gigilah, susah diajak duduk diemlah, etc. Padahal Ziqri juga punya banyak kelakuan yang selama ini mungkin bagi saya biasa saja, namun setelah banyak mendengar kisah para orang tua lain, -bukannya membandingkan- sebenarnya merupakan berkah dan kelebihan yang harus saya (kami semua) syukuri, 3 diantaranya :
1. He sleeps like an angel.
Literally. Since 3 months old, Ziqri lulus sleep trough the night. Jadi, setelah tidur malam, dia kebangun pukul 23.00 WIB dan baru minta menyusu lagi saat saya bangun Subuh. Posisinya pun tak banyak berubah, paling hanya balik badan dan hadap kanan kiri. Saya dan ayahnya memang  paling bahagia kalau dia sudah tidur *wink-wink*. Soalnya pas bangun, anaknya gak bisa diem sih. *lah, ibunya masih ngeluh aja*

2. He speaks early.
Mungkin yang baca sudah bosan saya bahas terus: Hoahaha.. Umur 6 bulan bablingnya sudah 'Bu Bu Bu'; setahun kosa katanya sudah lumayan banyak. Dua tahun lancar jaya. Di usianya yang sekarang he even can taught himself to speak English by listening to youtube, tv or my radio. And no cedal. Iya sih, huruf 'R' masih kurang tegas. Tapi dia selalu berusaha dan tidak pernah mengalami fase mengganti lafal suatu huruf dengan huruf lain. Misalnya huruf 'K' dalam 'Kakak' jadi 'Tatak', atau kebiasaan kita  mengucap kata 'film' jadi 'pilem'. Big no no, Ziqri akan mengulangi sendiri kata-kata baru yang didengarnya sampai dia bisa mengucapkannya sesuai apa yang dia dengar. Which I salute him so much.

3. He 'graduates' from potty training when he was at age 2 years and 10 months.
Yes, no more diapers! Even at night! Alhamdulillah, bagi saya ini big achievement karena saya sendiri inget banget masih ngompol saat taman kanak-kanak. Sebenarnya, mungkin bisa lebih cepat karena Ziqri sudah tidak dipakaikan diapers siang hari sejak usia setahun. Sepanjang ingatan saya Ia tidak pernah ngompol selama tidur siang meskipun lamanya 2-4 jam. Tapi untuk melepaskan diapers yang malam, ayahnya yang masih kurang pede, padahal seringkali kami dapati dalam kondisi kering saat bangun pagi.
Pee and pupnya sudah di toilet dan selalu ngomong sebelumnya. Flushing pun sudah bisa sendiri. Saya tinggal cebokin aja. Yeay!

2. Perayaan HUT RI ke 72 di Belakangpadang diwarnai hujan lebat. Jadi, di hari H, kami tidak menonton aneka perlombaan di lapangan Langlanglaut. Satu-satunya acara yang kami saksikan ialah parade alias pawai anak-anak sekolah sekecamatan Belakangpadang sehari sebelumnya, yaitu tanggal 16 Agustus. Seru, meriah, tapi gongnya adalah saya dan Ziqri berjalan mengikuti parade demi mengejar..
 Jeng.. Jeng.. :


Upin dan Ipin dalam wujud badut yang di tampilkan anak sekolah menengah. Serius jadi lumayan heboh, anak-anak pada suka, orang tuanya yang males soalnya cuaca panas dan ramai banget. 


3. Game Of Thrones season 7 berakhir dengan epic hari Senin tanggal 28 Agustus kemarin.
Dan saya masih harus penasaran 1-2 tahun lagi hingga season 8 tayang di HBO. Saya penasaran, apakan Tyrion Lannister akan kembali menikah dengan Sansa Stark?, melebihi rasa penasaran saya akan siapakah nantinya penguasa Westeros sejati. 

Source

Kenapa? Karena diantara "sejuta" penokohan di buku (plus adaptasi serial) Song of Ice and Fire alias Game Of Thrones, keduanya adalah tokoh favorit saya. Tyrion saya favoritkan sejak saya membaca bukunya karena sifat-sifatnya, kisah hidupnya dan bagi saya dia adorable (serius, saya sampai paranoid anak saya terlahir drawf saking saya ngefansnya saat hamil dan membaca ulang 5 seri bukunya). sedangkan Sansa tokoh yang paling saya favoritkan untuk di benci. Iya, bukan si kejam Cersei, si licik Petyr Baelish atau tokoh brutal lain. Saya sebel karena di awal cerita, Sansa was too perfect, yet so naive sampai mengira demi kebaikan orang lain dia harus mengorbankan keluarganya sendiri. Syukurnya Sansa sekarang makin though dan siapa sangka, sepanjang kisah pernikahan paksanya dengan Tyrion (menurut saya) chemistrynya pas dan mereka manis banget bersama. We'll see.